batampos – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren penguatan. Pada perdagangan awal pekan, Senin (9/2), harga emas Antam melonjak Rp20.000 menjadi Rp2.940.000 per gram, level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Harga tersebut naik dibandingkan posisi sebelumnya pada Sabtu (7/2) yang masih berada di angka Rp2.920.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga jual kembali (buyback) emas Antam.
Mengutip laman resmi Logam Mulia Antam, emas batangan ukuran terkecil 0,5 gram kini dibanderol Rp1.520.000. Sementara emas ukuran 5 gram dijual seharga Rp14.515.000.
Untuk ukuran lainnya, emas Antam 10 gram dipatok Rp28.950.000, sedangkan ukuran 25 gram dilepas dengan harga Rp72.210.000. Adapun emas berukuran 50 gram dibanderol Rp144.255.000 dan ukuran 100 gram seharga Rp288.360.000.
Sementara itu, emas Antam dengan ukuran besar juga mengalami penyesuaian harga. Emas 1.000 gram kini dijual Rp2.880.600.000.
Tak hanya harga jual, nilai buyback emas Antam turut mengalami kenaikan sebesar Rp28.000 menjadi Rp2.734.000 per gram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan buyback sebelumnya yang berada di level Rp2.706.000 per gram.
Dengan harga tersebut, masyarakat yang ingin menjual emas batangan koleksinya akan mendapatkan harga Rp2.734.000 per gram. Kondisi ini menjadi peluang cuan bagi pemilik emas yang membeli logam mulia beberapa tahun lalu.
Sebagai gambaran, pada 26 November 2022 harga emas Antam masih berada di kisaran Rp936.000 per gram. Artinya, jika seseorang membeli emas 5 gram saat itu dengan modal Rp4.680.000, maka apabila dijual saat ini nilainya bisa mencapai Rp13.670.000 (belum termasuk pajak).
Dengan demikian, keuntungan bersih dari penjualan emas Antam 5 gram yang dibeli pada 2022 mencapai Rp8.990.000.
Berikut rincian harga emas Antam hari ini, Senin (9/2) dari 0,5 gram hingga 1.000 gram di BELM – Setiabudi One, Jakarta Selatan:
* Harga emas 0,5 gram: Rp1.520.000.
– Harga emas 1 gram: Rp2.940.000.
– Harga emas 2 gram: Rp5.830.000.
– Harga emas 3 gram: Rp8.727.000.
– Harga emas 5 gram: Rp14.515.000.
– Harga emas 10 gram: Rp28.950.000.
– Harga emas 25 gram: Rp72.210.000.
– Harga emas 50 gram: Rp144.255.000.
– Harga emas 100 gram: Rp288.360.000.
– Harga emas 250 gram: Rp720.590.000.
– Harga emas 500 gram: Rp1.440.900.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp2.880.600.000. (*)
batampos – OpenAI dikabarkan sedang mengembangkan platform media sosial baru yang ditujukan untuk membatasi akun bot. Hanya pengguna manusia yang dapat berpartisipasi dalam jaringan.
Menurut forbes.com, proyek masih berada pada tahap awal pengembangan internal oleh tim kecil di OpenAI. Belum ada nama resmi atau jadwal rilis.
Fokus utama dari platform adalah menangani masalah yang sudah lama mengganggu media sosial arus utama, yakni tingginya jumlah akun otomatis yang dapat menyebarkan spam, misinformasi, dan mempengaruhi keterlibatan pengguna.
OpenAI mempertimbangkan penggunaan verifikasi biometrik, seperti pemindaian iris mata atau sistem serupa Apple Face ID. Verifikasi memastikan hanya manusia nyata yang dapat membuat akun.
Verifikasi semacam ini bisa menjadi metode untuk memastikan autentikasi individu. Metode biometrik yang dipertimbangkan dapat menyerupai teknologi yang digunakan oleh beberapa sistem identitas digital.
Namun, detail teknis dan kebijakan privasi dari mekanisme ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh OpenAI.
Kabar mengenai proyek tersebut muncul di tengah kritis luas terhadap tingginya aktivitas bot di platform – platform besar seperti X, Instagram, dan TikTok.
Aktivitas bot dinilai mengurangi kualitas interaksi manusia dan menyebarkan disinformasi.
Langkah OpenAI dilihat sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menghadirkan pengalaman sosial digital yang lebih asli dan aman dari akun otomatis.
Pekerjaan internal ini menjadi rumor industri teknologi yang dipantau oleh para analis dan penggiat media sosial.
Prospek media sosial bebas bot menarik perhatian pasar setelah kabar tentang proyek ini tersebar.
Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari OpenAI terkait detail platform akan rilis secara luas.(*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang pengembangan kasus dugaan suap dan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Nama mantan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, ikut terseret setelah muncul dugaan aliran dana yang disebut-sebut ditujukan kepadanya dalam persidangan perkara tersebut.
Dugaan itu terungkap dalam sidang terdakwa mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel Ebenezer, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Seorang saksi, Dayoena Ivon Muriono, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemnaker, mengungkap adanya aliran dana sebesar Rp 50 juta yang diduga diperuntukkan bagi Ida Fauziyah.
Menanggapi kesaksian tersebut, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan jaksa penuntut umum (JPU) akan mendalami seluruh fakta yang terungkap di persidangan dengan menguji alat bukti serta mencocokkannya dengan keterangan saksi lainnya.
“Setiap fakta yang muncul di persidangan akan dianalisis oleh JPU KPK. Keterangan saksi akan dikonfirmasi dan diuji silang dengan saksi-saksi lain. Semua kemungkinan masih terbuka,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (8/2).
Budi menambahkan, karena proses hukum masih berjalan, tidak tertutup kemungkinan perkara ini berkembang dan menyeret pihak-pihak lain yang namanya disebut dalam persidangan.
“Perkaranya masih bergulir, sehingga peluang pengembangan kasus tetap terbuka,” tegasnya.
Meski demikian, Budi memastikan hingga kini penyidik KPK belum memeriksa Ida Fauziyah terkait perkara tersebut.
“Sepengetahuan saya, sampai saat ini yang bersangkutan belum dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dugaan aliran dana itu diungkap Ivon saat bersaksi di hadapan majelis hakim pada Jumat (6/2). Ia mengaku pernah diminta oleh Direktur Bina Kelembagaan Kemnaker saat itu, Heri Sutanto, untuk menyampaikan uang titipan. Permintaan tersebut disampaikan karena atasan Ivon, Dirjen Binwasnaker K3 Haiyani Rumondang, sedang tidak berada di kantor.
Jaksa penuntut umum kemudian mendalami soal uang Rp 50 juta yang disebut telah ditukarkan ke mata uang euro. Ivon menjelaskan, Heri Sutanto menitipkan uang tersebut kepadanya untuk disampaikan kepada Dirjen dan selanjutnya ditujukan kepada menteri.
“Beliau meminta saya menyampaikan kepada Ibu Dirjen, dan nantinya akan diberikan kepada Ibu Menteri,” ujar Ivon di persidangan.
Saat ditanya jaksa mengenai menteri yang dimaksud, Ivon menyebut nama Ida Fauziyah. Uang tersebut, menurut Ivon, dimasukkan ke dalam amplop cokelat dan disertai bukti penukaran uang euro senilai Rp 50 juta.
“Di dalam amplop warna cokelat,” ungkapnya.
Dalam perkara ini, Noel Ebenezer didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 3,365 miliar serta satu unit sepeda motor Ducati Scrambler. Gratifikasi tersebut diduga berkaitan dengan jabatannya dan bertentangan dengan kewajiban, khususnya dalam proses penerbitan dan perpanjangan sertifikasi K3.
Selain itu, Noel bersama 10 terdakwa lainnya juga didakwa melakukan pemerasan dengan total nilai Rp 6.522.360.000 dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kemnaker.
Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12C Ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. (*)
batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam membuka 82 program pelatihan kerja gratis berbasis kompetensi pada Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran program ini dilakukan secara online mulai hari ini, Senin (9/2).
Pelatihan diselenggarakan berdasarkan unit kompetensi. Program ini ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap bersaing di sektor industri dan jasa.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan seluruh pelatihan dibiayai APBD Kota Batam dan khusus bagi warga ber-KTP Batam.
“Pelatihan kami rancang sesuai kebutuhan pasar kerja. Targetnya, peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi benar-benar menguasai keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan industri,” ujar Yudi, Jumat (6/2).
Pelatihan mencakup puluhan pilihan keahlian lintas sektor, mulai dari teknologi informasi (web programming, desain grafis, digital marketing), industri dan konstruksi (welder berbagai level, scaffolding, rigger, operator forklift/crane, teknisi K3), perhotelan dan kuliner (barista, bakery, pastry, tata boga).
Kemudian, kreatif dan jasa (menjahit, tata rias, multimedia, public speaking/MC), hingga bahasa asing (Inggris, Jepang, Korea, Mandarin) serta keselamatan kerja (K3). Ragam program ini dirancang agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri di Batam yang didominasi sektor manufaktur, galangan kapal, pariwisata, dan jasa.
Pendaftaran online dibuka pada 9–10 Februari 2026 pukul 08.00–15.00 WIB (hanya pada jam kerja; di luar waktu tersebut tautan akan ditutup). Untuk mendapatkan tautan pendaftaran yang valid dan terbaru, calon peserta diimbau mengikuti akun resmi Disnaker Batam di Instagram dan TikTok. Peserta wajib membaca pengumuman secara menyeluruh karena terdapat tahapan verifikasi data langsung, seleksi tertulis dan wawancara di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ditunjuk, hingga pengumuman kelulusan.
Persyaratan umum meliputi KTP Batam, AK1 (Kartu Kuning), ijazah terakhir, pas foto, serta kondisi sehat jasmani dan rohani. Beberapa program memiliki syarat khusus (misalnya latar pendidikan tertentu untuk pelatihan K3 atau pengalaman dasar untuk kelas las tingkat lanjut). Seluruh proses pendaftaran dan pelatihan dibiayai APBD Kota Batam 2026.
“Seluruh proses pendaftaran dan pelatihan tidak dipungut biaya. Pelaksanaannya menyesuaikan kemampuan APBD Kota Batam Tahun 2026,” tegasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan kerja (employability) peserta melalui sertifikasi kompetensi, tetapi juga mendorong link and match antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan industri.
Disnaker Batam terus memperkuat kemitraan dengan LPK dan pelaku usaha agar lulusan pelatihan memiliki peluang penempatan kerja yang lebih besar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan SDM Batam menuju pasar kerja yang semakin kompetitif. (*)
Sedikitnya 30 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas berskala besar di Nigeria bagian utara, Minggu, berdasarkan laporan media setempat yang mengutip keterangan otoritas berwenang.
Insiden maut tersebut terjadi di Negara Bagian Kano, wilayah terpadat kedua di Nigeria, dan disebut sebagai salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Surat kabar Daily Post melaporkan kecelakaan melibatkan sejumlah kendaraan, meski hingga kini pihak berwenang belum merinci jenis maupun jumlah kendaraan yang terlibat.
Selain korban meninggal, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Para korban luka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.
Pihak berwenang menduga kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi. Praktik mengemudi ugal-ugalan, kecepatan tinggi, serta kepadatan lalu lintas kerap disebut sebagai faktor utama kecelakaan fatal di Nigeria.
Negara Afrika Barat tersebut secara rutin mencatat tingginya angka kecelakaan jalan raya, yang diperparah oleh buruknya kondisi infrastruktur, lemahnya penegakan hukum lalu lintas, serta rendahnya kesadaran keselamatan berkendara di kalangan pengguna jalan.
Gubernur Negara Bagian Kano, Alhaji Yusuf, telah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Dalam pernyataannya, ia menyatakan duka mendalam atas tragedi tersebut sekaligus menyerukan peningkatan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)
Ilustrasi orang tua yang memarahi anaknya. (Freepik)
batampos – Kata-kata orang tua memiliki kekuatan yang jauh melampaui niat di balik pengucapannya.
Dalam masa tumbuh kembang, suara orang tua menjadi rujukan utama bagi anak untuk memahami siapa dirinya dan seberapa berharganya ia di dunia ini.
Ucapan yang terlontar dalam kondisi lelah, marah, atau frustrasi bisa tertanam jauh lebih dalam daripada yang disadari.
Sering kali, orang tua bermaksud mendidik atau menegur, namun pilihan kata yang keliru justru meninggalkan bekas emosional yang bertahan lama.
Luka ini tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi memengaruhi cara anak membangun kepercayaan diri, relasi, dan pandangan terhadap diri sendiri.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan ucapan orang tua yang tanpa disadari dapat menjadi luka emosional seumur hidup bagi anak.
1. “Kamu selalu bikin masalah.”
Ucapan ini memberi label negatif yang melekat kuat pada identitas anak.
Ketika kata “selalu” digunakan, anak belajar melihat dirinya sebagai sumber masalah, bukan sebagai individu yang sedang belajar dari kesalahan.
Seiring waktu, label ini dapat berkembang menjadi keyakinan bahwa dirinya memang bermasalah.
Anak tumbuh dengan rasa bersalah yang berlebihan dan kecenderungan menyalahkan diri sendiri, bahkan dalam situasi yang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.
2. “Kenapa kamu tidak bisa seperti anak orang lain?”
Perbandingan dengan orang lain sering meninggalkan luka mendalam.
Ucapan ini menyampaikan pesan bahwa anak tidak cukup baik sebagaimana dirinya sekarang.
Dampaknya bukan sekadar rasa cemburu atau sedih sesaat, melainkan tumbuhnya perasaan tidak layak.
Anak bisa berkembang dengan keyakinan bahwa cinta dan penerimaan hanya diberikan jika ia memenuhi standar tertentu.
3. “Kamu terlalu sensitif.”
Ketika emosi anak diremehkan, ia belajar bahwa perasaannya tidak valid.
Ucapan ini mengajarkan anak untuk meragukan emosi sendiri dan menekan apa yang dirasakannya.
Dalam jangka panjang, anak mungkin kesulitan mengenali dan mengekspresikan perasaan.
Ketidakmampuan ini sering terbawa hingga dewasa, memengaruhi hubungan interpersonal dan kesehatan mental.
4. “Sudah, jangan lebay.”
Kalimat ini sering diucapkan untuk menghentikan reaksi emosional anak.
Namun, pesan tersembunyi yang diterima anak adalah bahwa ekspresi emosinya tidak pantas atau berlebihan.
Anak belajar menahan diri demi diterima. Penekanan emosi yang terus-menerus dapat berkembang menjadi kecemasan, ketakutan akan penolakan, atau kesulitan dalam mengelola stres.
5. “Ayah atau Ibu melakukan ini demi kamu.”
Ucapan ini terdengar penuh pengorbanan, namun dapat menciptakan beban emosional yang besar.
Anak bisa tumbuh dengan rasa utang emosional dan tekanan untuk selalu membalas pengorbanan tersebut.
Alih-alih merasa dicintai secara bebas, anak mungkin merasa harus memenuhi ekspektasi tertentu agar layak menerima kasih sayang.
Pola ini sering memengaruhi cara anak membangun relasi di masa dewasa.
6. “Kamu mengecewakan Ayah dan Ibu.”
Kekecewaan yang diungkapkan secara langsung dapat menghantam harga diri anak.
Kalimat ini membuat anak mengaitkan nilai dirinya dengan kemampuan memenuhi harapan orang tua.
Rasa takut mengecewakan sering berkembang menjadi perfeksionisme berlebihan.
Anak tumbuh dengan tekanan internal yang kuat dan ketakutan membuat kesalahan.
7. “Kamu memang keras kepala.”
Memberi label kepribadian pada anak mengunci identitasnya dalam satu karakter negatif.
Anak tidak lagi melihat perilaku sebagai sesuatu yang bisa diubah, melainkan sebagai sifat yang melekat.
Label ini dapat menghambat perkembangan diri. Anak mungkin berhenti berusaha berubah karena merasa dirinya memang seperti itu sejak awal.
8. “Kalau bukan karena kamu, hidup Ayah dan Ibu lebih mudah.”
Ucapan ini membawa beban emosional yang sangat berat. Anak dapat merasa dirinya menjadi sumber penderitaan orang tua.
Perasaan bersalah yang mendalam sering terbawa hingga dewasa.
Anak mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa keberadaannya merepotkan orang lain, sehingga cenderung mengorbankan diri sendiri demi diterima.(*)
batampos – Langkah PT Pertamina (Persero) membentuk Sub Holding Downstream (SHD) yang menyatukan bisnis hilir PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) dinilai berpotensi mengoptimalkan operasional sektor hilir migas nasional.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai integrasi tersebut tidak hanya menyederhanakan proses operasional, tetapi juga mendukung Pertamina dalam menjamin pasokan BBM dan elpiji, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Dengan menjadikan PPN, KPI, dan PIS berada dalam satu atap, proses operasional akan jauh lebih sederhana dan saling mendukung,” kata Komaidi di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, integrasi ini memungkinkan koordinasi antarfungsi hilir berjalan lebih cepat tanpa harus melalui prosedur administratif yang panjang, seperti surat-menyurat atau kontrak antarlembaga.
“Kalau satu rumah, ibaratnya ketika ada pekerjaan, bisa dikerjakan bersama. Jadi lebih sederhana prosesnya,” ujarnya.
Komaidi menjelaskan, penyederhanaan proses tersebut akan berdampak langsung pada kecepatan pengadaan dan distribusi BBM maupun elpiji ke masyarakat. Misalnya, ketika Patra Niaga membutuhkan pasokan minyak dari luar negeri, koordinasi dengan PIS sebagai penyedia armada kapal bisa dilakukan secara langsung.
“Misalkan Patra Niaga membutuhkan minyak dari Arab dan harus segera sampai, tinggal berkomunikasi dengan PIS karena satu atap. Tidak perlu prosedur panjang,” jelasnya.
Hal serupa berlaku dalam kondisi darurat, seperti indikasi kelangkaan BBM di suatu wilayah. Sub Holding Downstream dapat langsung memetakan sumber pasokan kilang dan jalur pengangkutan yang paling cepat.
“Tidak perlu lagi Patra Niaga mengontak KPI lebih dulu, lalu KPI melakukan pembelian. Secara teknis mungkin sama, tapi secara administrasi jauh lebih sederhana dan cepat,” katanya.
Dengan integrasi tersebut, Komaidi optimistis kinerja Pertamina akan semakin andal, lincah, dan optimal, termasuk dalam menghadapi kebutuhan energi selama Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026.
“Harusnya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi Satgas RAFI Pertamina selama ini bisa dibilang selalu berhasil dan mendapat apresiasi konsumen,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Pertamina resmi membentuk Sub Holding Downstream pada 1 Februari 2026. Aksi korporasi ini dilakukan melalui proses evaluasi mendalam, termasuk benchmarking dengan perusahaan minyak dan gas sejenis di tingkat global.
Pembentukan SHD bertujuan meningkatkan optimalisasi operasional hilir, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing perusahaan. (*)
Manajemen RSBP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, di Jakarta.
batampos – Manajemen Rumah Sakit BP (RSBP) Batam, bersama Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, di Jakarta. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI tahun 2022.
Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir bersama Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto; Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas; serta jajaran manajemen dan staf teknis. Pertemuan membahas arah pengembangan layanan serta penguatan kapasitas kelembagaan rumah sakit.
Tury mengatakan, audiensi tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong transformasi layanan kesehatan di RSBP Batam.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” katanya, Minggu (8/2).
Dalam pertemuan itu, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. Usulan tersebut meliputi penguatan peran sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA). Skema tersebut diharapkan memperluas akses layanan spesialistik bagi masyarakat di Kepri dan sekitarnya.
Menurut Tuty, transformasi peran tersebut juga sejalan dengan pengembangan fungsi RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai fasilitas penunjang investasi.
“Kami mengarahkan pengembangan rumah sakit ini agar memiliki fungsi pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship bagi tenaga medis,” katanya.
Selain itu, manajemen rumah sakit menyampaikan kesiapan menghadapi akreditasi Paripurna yang mensyaratkan penguatan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk kardiovaskular. RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan hiperbarik yang akan diajukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus, dalam kesempatan tersebut menyoroti perlunya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.
“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. “Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” tambahnya.
Ia juga menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan fasilitas kesehatan yang cukup pesat. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pengembangan layanan berjalan seimbang dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya untuk membahas tahapan realisasi kerja sama yang telah dirumuskan. (*)
batampos – Toprak Razgatlioglu memberikan penilaian kurang menggembirakan usai menjalani tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap rookie MotoGP itu mengakui masih kesulitan beradaptasi bersama Yamaha.
Dikutip dari laman Crash, Minggu (8/2), Razgatlioglu bahkan memperkirakan akan menghadapi tantangan berat pada lima seri awal musim. Menurutnya, proses penyesuaian dengan karakter motor MotoGP jauh lebih sulit dari perkiraannya.
Juara dunia Superbike tiga kali tersebut pertama kali menjajal motor MotoGP di Sepang pada uji coba awal pekan lalu. Pengujian kemudian berlanjut ke tes resmi yang dimulai Selasa.
Namun, masalah pada mesin memaksa Yamaha menghentikan sementara aktivitas seluruh pembalapnya pada Rabu demi alasan keselamatan. Setelah menemukan solusi sementara, Yamaha kembali melanjutkan pengujian pada Kamis dengan pendekatan yang lebih berhati-hati.
Dalam hasil keseluruhan tes, Razgatlioglu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 58,326 detik, terpaut hampir dua detik dari waktu tercepat milik Alex Marquez.
Razgatlioglu mengakui tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan gaya balap dengan karakter motor MotoGP. Ia menilai motor di kelas premier tidak bisa dikendarai seperti Superbike.
“Teknik menikung harus dilakukan tanpa terlalu mengandalkan gas, lebih mirip gaya balap Moto2,” ujar pembalap asal Turki tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa berada di papan bawah hasil tes berdampak langsung pada motivasinya. Kondisi itu sulit diterima, mengingat kesuksesan besar yang ia raih sebelumnya di ajang Superbike.
Selama pengujian, Razgatlioglu mencoba berbagai pengaturan teknis, termasuk suspensi dan penggunaan sayap belakang. Ia mengaku mulai merasakan peningkatan saat pengereman setelah mencoba jok berbeda dengan sayap terpasang.
Meski demikian, hasil tes di Sepang membuat Razgatlioglu menyadari bahwa proses adaptasi di MotoGP masih membutuhkan waktu yang panjang. (*)
batampos – Kalimat sederhana seperti “hati-hati di jalan” sering terdengar sepele. Ia diucapkan hampir otomatis: saat seseorang berpamitan, keluar rumah, berangkat kerja, atau memulai perjalanan jauh.
Namun jika kita renungkan lebih dalam, ungkapan ini sebenarnya bukan sekadar basa-basi sosial. Dalam perspektif psikologi, kebiasaan kecil ini mencerminkan struktur kepribadian, pola empati, dan cara seseorang memandang hubungan dengan orang lain.
Di dunia yang semakin cepat, individualistis, dan serba digital, perhatian kecil seperti ini justru menjadi semakin langka. Banyak orang sibuk dengan urusan sendiri, tenggelam dalam notifikasi, target, dan ambisi pribadi, sehingga lupa pada hal-hal sederhana yang bersifat manusiawi.
Maka, orang-orang yang secara konsisten mengucapkan “hati-hati di jalan” tanpa pamrih sering kali memiliki kualitas psikologis tertentu yang tidak semua orang miliki.
Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh kualitas langka yang biasanya dimiliki oleh mereka, menurut sudut pandang psikologi.
1. Empati yang Tinggi
Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami kondisi emosional orang lain. Orang yang mengatakan “hati-hati di jalan” biasanya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga membayangkan risiko, lelah, atau potensi bahaya yang mungkin dialami orang lain.
Secara psikologis, empati ini muncul dari kemampuan perspective-taking (mengambil sudut pandang orang lain). Mereka tidak sekadar melihat seseorang pergi, tetapi membayangkan perjalanan itu dari sudut pandang orang tersebut. Kalimat sederhana itu menjadi ekspresi kepedulian emosional yang tulus.
Di era modern, empati menjadi kualitas yang semakin langka karena banyak interaksi bersifat transaksional dan dangkal. Maka, kebiasaan kecil ini adalah indikator kuat adanya empati yang matang.
2. Kesadaran Relasional (Relational Awareness)
Orang-orang ini memiliki kesadaran bahwa hubungan antar manusia itu penting. Dalam psikologi sosial, ini disebut sebagai relational orientation—cara seseorang memandang dunia sebagai jaringan relasi, bukan sekadar kumpulan individu terpisah.
Mengucapkan “hati-hati di jalan” menunjukkan bahwa mereka melihat orang lain bukan hanya sebagai “orang yang lewat”, tetapi sebagai bagian dari relasi sosial dan emosional mereka. Ada pengakuan bahwa keberadaan orang tersebut bermakna.
Ini berlawanan dengan pola pikir individualistik ekstrem yang melihat manusia lain hanya sebagai latar belakang kehidupan pribadi.
3. Kepekaan Emosional (Emotional Sensitivity)
Kepekaan emosional bukan berarti mudah tersinggung, tetapi kemampuan membaca situasi emosional secara halus. Orang yang memiliki kualitas ini peka terhadap momen perpisahan, sekecil apa pun itu.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan emotional attunement—kemampuan menyesuaikan respons emosional dengan konteks sosial. Mereka tahu bahwa momen pergi adalah momen transisi, dan transisi sering membawa kerentanan.
Ucapan “hati-hati di jalan” menjadi bentuk perlindungan simbolik terhadap kerentanan tersebut.
4. Pola Pikir Protektif (Protective Mindset)
Orang-orang ini cenderung memiliki naluri melindungi. Bukan dalam arti posesif, tetapi dalam bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan orang lain.
Dalam psikologi evolusioner, ini bisa dikaitkan dengan naluri sosial manusia untuk menjaga kelompoknya. Otak manusia memang dirancang untuk memperhatikan keselamatan orang-orang dalam lingkaran sosialnya.
Kalimat sederhana itu adalah refleksi dari sistem psikologis yang secara otomatis memprioritaskan keamanan orang lain.
5. Kecerdasan Sosial (Social Intelligence)
Kecerdasan sosial adalah kemampuan memahami dinamika hubungan dan komunikasi antar manusia. Orang yang memiliki ini tahu bahwa kata-kata kecil bisa memiliki dampak emosional besar.
Mereka sadar bahwa “hati-hati di jalan” bukan sekadar informasi, tetapi sinyal emosional: aku peduli, keberadaanmu penting, keselamatanmu berarti bagiku.
Dalam dunia yang komunikasi sosialnya makin singkat dan dingin, kemampuan menyampaikan kehangatan lewat bahasa sederhana adalah bentuk kecerdasan sosial yang tinggi.
6. Orientasi Moral Mikro (Micro-moral Orientation)
Psikologi modern mengenal konsep bahwa moralitas tidak hanya muncul dalam tindakan besar, tetapi juga dalam tindakan kecil sehari-hari.
Mengucapkan “hati-hati di jalan” adalah bentuk moral mikro—tindakan kecil yang mencerminkan nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, dan kasih sayang universal.
Orang-orang ini biasanya tidak melihat kebaikan sebagai sesuatu yang harus heroik. Mereka melihat kebaikan sebagai kebiasaan kecil yang konsisten.
7. Kehangatan Psikologis (Psychological Warmth)
Kehangatan psikologis adalah kualitas kepribadian yang membuat orang lain merasa aman, diterima, dan diperhatikan.
Orang yang sering mengucapkan kalimat ini biasanya memiliki aura emosional yang menenangkan. Mereka membuat orang lain merasa “dianggap ada”.
Dalam psikologi kepribadian, ini berkaitan dengan trait agreeableness dan compassion. Ini adalah kualitas yang sangat dicari dalam hubungan, persahabatan, keluarga, dan kepemimpinan.
Penutup: Kalimat Kecil, Makna Besar
“Hati-hati di jalan” hanyalah tiga kata. Namun di baliknya tersembunyi struktur psikologis yang dalam: empati, kesadaran relasional, kepekaan emosional, naluri protektif, kecerdasan sosial, orientasi moral, dan kehangatan batin.
Di dunia yang semakin keras, cepat, dan sibuk, orang-orang dengan kualitas ini menjadi semakin langka. Mereka tidak selalu terlihat mencolok, tidak selalu vokal, dan sering kali tidak sadar bahwa kebiasaan kecil mereka memiliki dampak besar.
Namun justru karena kesederhanaannya, mereka menjadi penanda kemanusiaan yang paling autentik: manusia yang masih peduli, masih memperhatikan, dan masih melihat orang lain sebagai manusia, bukan sekadar lalu lintas sosial.
Karena terkadang, bentuk cinta yang paling murni bukanlah yang spektakuler—melainkan yang sederhana, tulus, dan konsisten. (*)