Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 245

RSBP Batam Bidik Status RS Pendidikan, Kemenkes Beri Dukungan Prinsip

0
Manajemen RSBP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, di Jakarta.

batampos – Manajemen Rumah Sakit BP (RSBP) Batam, bersama Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, di Jakarta. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI tahun 2022.

Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir bersama Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto; Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Bangun; Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Muhammad Yanto; Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas; serta jajaran manajemen dan staf teknis. Pertemuan membahas arah pengembangan layanan serta penguatan kapasitas kelembagaan rumah sakit.

Tury mengatakan, audiensi tersebut menjadi momentum strategis dalam mendorong transformasi layanan kesehatan di RSBP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” katanya, Minggu (8/2).

Baca Juga: Anak Jadi Target di Medsos, Psikolog: Penggunaan Ponsel Harus Diatur

Dalam pertemuan itu, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. Usulan tersebut meliputi penguatan peran sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA). Skema tersebut diharapkan memperluas akses layanan spesialistik bagi masyarakat di Kepri dan sekitarnya.

Menurut Tuty, transformasi peran tersebut juga sejalan dengan pengembangan fungsi RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai fasilitas penunjang investasi.

“Kami mengarahkan pengembangan rumah sakit ini agar memiliki fungsi pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship bagi tenaga medis,” katanya.

Selain itu, manajemen rumah sakit menyampaikan kesiapan menghadapi akreditasi Paripurna yang mensyaratkan penguatan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk kardiovaskular. RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan hiperbarik yang akan diajukan melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Sikat Semua TKA Ilegal

Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus, dalam kesempatan tersebut menyoroti perlunya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.

“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. “Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” tambahnya.

Ia juga menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan fasilitas kesehatan yang cukup pesat. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pengembangan layanan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya untuk membahas tahapan realisasi kerja sama yang telah dirumuskan. (*)

Artikel RSBP Batam Bidik Status RS Pendidikan, Kemenkes Beri Dukungan Prinsip pertama kali tampil pada Metropolis.

Dari Raja Superbike ke Papan Bawah MotoGP, Toprak Tertekan di Sepang

0
Toprak Razgatlioglu (Instagram @pramacracing)

batampos – Toprak Razgatlioglu memberikan penilaian kurang menggembirakan usai menjalani tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap rookie MotoGP itu mengakui masih kesulitan beradaptasi bersama Yamaha.

Dikutip dari laman Crash, Minggu (8/2), Razgatlioglu bahkan memperkirakan akan menghadapi tantangan berat pada lima seri awal musim. Menurutnya, proses penyesuaian dengan karakter motor MotoGP jauh lebih sulit dari perkiraannya.

Juara dunia Superbike tiga kali tersebut pertama kali menjajal motor MotoGP di Sepang pada uji coba awal pekan lalu. Pengujian kemudian berlanjut ke tes resmi yang dimulai Selasa.

Namun, masalah pada mesin memaksa Yamaha menghentikan sementara aktivitas seluruh pembalapnya pada Rabu demi alasan keselamatan. Setelah menemukan solusi sementara, Yamaha kembali melanjutkan pengujian pada Kamis dengan pendekatan yang lebih berhati-hati.

Dalam hasil keseluruhan tes, Razgatlioglu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 58,326 detik, terpaut hampir dua detik dari waktu tercepat milik Alex Marquez.

Razgatlioglu mengakui tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan gaya balap dengan karakter motor MotoGP. Ia menilai motor di kelas premier tidak bisa dikendarai seperti Superbike.

“Teknik menikung harus dilakukan tanpa terlalu mengandalkan gas, lebih mirip gaya balap Moto2,” ujar pembalap asal Turki tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa berada di papan bawah hasil tes berdampak langsung pada motivasinya. Kondisi itu sulit diterima, mengingat kesuksesan besar yang ia raih sebelumnya di ajang Superbike.

Selama pengujian, Razgatlioglu mencoba berbagai pengaturan teknis, termasuk suspensi dan penggunaan sayap belakang. Ia mengaku mulai merasakan peningkatan saat pengereman setelah mencoba jok berbeda dengan sayap terpasang.

Meski demikian, hasil tes di Sepang membuat Razgatlioglu menyadari bahwa proses adaptasi di MotoGP masih membutuhkan waktu yang panjang. (*)

Artikel Dari Raja Superbike ke Papan Bawah MotoGP, Toprak Tertekan di Sepang pertama kali tampil pada Olahraga.

Selalu Mengingatkan “Hati-hati di Jalan”? Ini 7 Kualitas Langka yang Anda Miliki Menurut Psikologi

0
Hati-hati di Jalan
Seorang anak pamit berangkat sekolah. (Net)

batampos – Kalimat sederhana seperti “hati-hati di jalan” sering terdengar sepele. Ia diucapkan hampir otomatis: saat seseorang berpamitan, keluar rumah, berangkat kerja, atau memulai perjalanan jauh.

Namun jika kita renungkan lebih dalam, ungkapan ini sebenarnya bukan sekadar basa-basi sosial. Dalam perspektif psikologi, kebiasaan kecil ini mencerminkan struktur kepribadian, pola empati, dan cara seseorang memandang hubungan dengan orang lain.

Di dunia yang semakin cepat, individualistis, dan serba digital, perhatian kecil seperti ini justru menjadi semakin langka. Banyak orang sibuk dengan urusan sendiri, tenggelam dalam notifikasi, target, dan ambisi pribadi, sehingga lupa pada hal-hal sederhana yang bersifat manusiawi.

Maka, orang-orang yang secara konsisten mengucapkan “hati-hati di jalan” tanpa pamrih sering kali memiliki kualitas psikologis tertentu yang tidak semua orang miliki.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh kualitas langka yang biasanya dimiliki oleh mereka, menurut sudut pandang psikologi.

1. Empati yang Tinggi

Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami kondisi emosional orang lain. Orang yang mengatakan “hati-hati di jalan” biasanya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga membayangkan risiko, lelah, atau potensi bahaya yang mungkin dialami orang lain.

Secara psikologis, empati ini muncul dari kemampuan perspective-taking (mengambil sudut pandang orang lain). Mereka tidak sekadar melihat seseorang pergi, tetapi membayangkan perjalanan itu dari sudut pandang orang tersebut. Kalimat sederhana itu menjadi ekspresi kepedulian emosional yang tulus.

Di era modern, empati menjadi kualitas yang semakin langka karena banyak interaksi bersifat transaksional dan dangkal. Maka, kebiasaan kecil ini adalah indikator kuat adanya empati yang matang.

2. Kesadaran Relasional (Relational Awareness)

Orang-orang ini memiliki kesadaran bahwa hubungan antar manusia itu penting. Dalam psikologi sosial, ini disebut sebagai relational orientation—cara seseorang memandang dunia sebagai jaringan relasi, bukan sekadar kumpulan individu terpisah.

Mengucapkan “hati-hati di jalan” menunjukkan bahwa mereka melihat orang lain bukan hanya sebagai “orang yang lewat”, tetapi sebagai bagian dari relasi sosial dan emosional mereka. Ada pengakuan bahwa keberadaan orang tersebut bermakna.

Ini berlawanan dengan pola pikir individualistik ekstrem yang melihat manusia lain hanya sebagai latar belakang kehidupan pribadi.

3. Kepekaan Emosional (Emotional Sensitivity)

Kepekaan emosional bukan berarti mudah tersinggung, tetapi kemampuan membaca situasi emosional secara halus. Orang yang memiliki kualitas ini peka terhadap momen perpisahan, sekecil apa pun itu.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan emotional attunement—kemampuan menyesuaikan respons emosional dengan konteks sosial. Mereka tahu bahwa momen pergi adalah momen transisi, dan transisi sering membawa kerentanan.

Ucapan “hati-hati di jalan” menjadi bentuk perlindungan simbolik terhadap kerentanan tersebut.

4. Pola Pikir Protektif (Protective Mindset)

Orang-orang ini cenderung memiliki naluri melindungi. Bukan dalam arti posesif, tetapi dalam bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan orang lain.

Dalam psikologi evolusioner, ini bisa dikaitkan dengan naluri sosial manusia untuk menjaga kelompoknya. Otak manusia memang dirancang untuk memperhatikan keselamatan orang-orang dalam lingkaran sosialnya.

Kalimat sederhana itu adalah refleksi dari sistem psikologis yang secara otomatis memprioritaskan keamanan orang lain.

5. Kecerdasan Sosial (Social Intelligence)

Kecerdasan sosial adalah kemampuan memahami dinamika hubungan dan komunikasi antar manusia. Orang yang memiliki ini tahu bahwa kata-kata kecil bisa memiliki dampak emosional besar.

Mereka sadar bahwa “hati-hati di jalan” bukan sekadar informasi, tetapi sinyal emosional: aku peduli, keberadaanmu penting, keselamatanmu berarti bagiku.

Dalam dunia yang komunikasi sosialnya makin singkat dan dingin, kemampuan menyampaikan kehangatan lewat bahasa sederhana adalah bentuk kecerdasan sosial yang tinggi.

6. Orientasi Moral Mikro (Micro-moral Orientation)

Psikologi modern mengenal konsep bahwa moralitas tidak hanya muncul dalam tindakan besar, tetapi juga dalam tindakan kecil sehari-hari.

Mengucapkan “hati-hati di jalan” adalah bentuk moral mikro—tindakan kecil yang mencerminkan nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, dan kasih sayang universal.

Orang-orang ini biasanya tidak melihat kebaikan sebagai sesuatu yang harus heroik. Mereka melihat kebaikan sebagai kebiasaan kecil yang konsisten.

7. Kehangatan Psikologis (Psychological Warmth)

Kehangatan psikologis adalah kualitas kepribadian yang membuat orang lain merasa aman, diterima, dan diperhatikan.

Orang yang sering mengucapkan kalimat ini biasanya memiliki aura emosional yang menenangkan. Mereka membuat orang lain merasa “dianggap ada”.

Dalam psikologi kepribadian, ini berkaitan dengan trait agreeableness dan compassion. Ini adalah kualitas yang sangat dicari dalam hubungan, persahabatan, keluarga, dan kepemimpinan.

Penutup: Kalimat Kecil, Makna Besar

“Hati-hati di jalan” hanyalah tiga kata. Namun di baliknya tersembunyi struktur psikologis yang dalam: empati, kesadaran relasional, kepekaan emosional, naluri protektif, kecerdasan sosial, orientasi moral, dan kehangatan batin.

Di dunia yang semakin keras, cepat, dan sibuk, orang-orang dengan kualitas ini menjadi semakin langka. Mereka tidak selalu terlihat mencolok, tidak selalu vokal, dan sering kali tidak sadar bahwa kebiasaan kecil mereka memiliki dampak besar.

Namun justru karena kesederhanaannya, mereka menjadi penanda kemanusiaan yang paling autentik: manusia yang masih peduli, masih memperhatikan, dan masih melihat orang lain sebagai manusia, bukan sekadar lalu lintas sosial.

Karena terkadang, bentuk cinta yang paling murni bukanlah yang spektakuler—melainkan yang sederhana, tulus, dan konsisten. (*)

Artikel Selalu Mengingatkan “Hati-hati di Jalan”? Ini 7 Kualitas Langka yang Anda Miliki Menurut Psikologi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Penalti Gagal, Mental Dijaga: Cara Unik Hector Souto Lindungi Pemain Timnas

0
Pemain timnas Futsal Indonesia Israr Megantara saat pertandingan melawan Iran di final AFC Futsal Asian Cup 2026. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Kegagalan mengeksekusi tendangan penalti pada laga final AFC Futsal Cup 2026 antara Timnas Futsal Indonesia melawan Iran sempat menjadi sorotan. Salah satu pemain Indonesia yang gagal menjalankan tugas tersebut bahkan menerima hujatan dari sebagian kecil netizen di media sosial.

Namun, komentar negatif itu jauh kalah jumlah dibandingkan apresiasi yang mengalir atas perjuangan luar biasa skuad Merah Putih. Publik futsal Tanah Air justru menyoroti mental bertanding para pemain yang tetap tampil berani menghadapi raksasa futsal Asia, Iran.

Perjalanan Timnas Futsal Indonesia hingga menembus partai final dinilai sebagai pencapaian bersejarah. Pasalnya, Indonesia berangkat dengan status nonunggulan sejak awal turnamen.

Kekalahan di laga puncak tidak menghapus rasa bangga terhadap kerja keras seluruh tim sepanjang kompetisi. Salah satu pemain yang paling banyak mendapat pujian adalah Israr Megantara. Pivot andalan Indonesia itu tampil impresif dengan mencetak hattrick di partai final, sebuah pencapaian langka di level kejuaraan Asia.

Penampilan Israr menjadi simbol perlawanan Indonesia sekaligus bukti bahwa kualitas futsal nasional terus berkembang. Di balik euforia dan tekanan laga final, terungkap pula momen menarik di pinggir lapangan.

Dikutip dari akun X @PauloDibola, Israr menceritakan suasana emosional yang dialaminya usai gagal mengeksekusi penalti dan merasa sangat bersalah. Dalam wawancara tersebut, Israr mengungkapkan kalimat yang disampaikan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, untuk menenangkannya.

“You want to forget it or I k**l you,” ujar Souto dengan nada bercanda namun tegas.

Kalimat tersebut bukan ancaman, melainkan pendekatan psikologis untuk memutus rasa bersalah pemain agar tidak larut dalam kesalahan dan tetap fokus pada pertandingan.

Cara Hector Souto menjaga mental anak asuhnya menuai apresiasi luas. Banyak pihak menilai sang pelatih memahami betul bahwa tekanan mental di laga final bisa menghancurkan kepercayaan diri pemain jika tidak ditangani dengan tepat. Souto memilih melindungi pemainnya dari tekanan berlebihan, baik dari dalam maupun luar lapangan.

Israr Megantara saat ini membela Cosmo JNE Jakarta. Pemain berusia produktif itu juga dikabarkan akan melanjutkan karier ke Liga Futsal Spanyol bersama klub kasta kedua Reyco Burela FC, setelah sukses menjalani trial pada Agustus 2025.

Jika terealisasi, langkah tersebut diyakini akan mengangkat level permainan Israr sekaligus membawa nama futsal Indonesia ke panggung Eropa. (*)

Artikel Penalti Gagal, Mental Dijaga: Cara Unik Hector Souto Lindungi Pemain Timnas pertama kali tampil pada Olahraga.

Sikat Semua TKA Ilegal

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Maraknya keberadaan tenaga kerja asing (TKA) yang diduga bekerja secara ilegal di sejumlah proyek strategis nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepulauan Riau, khususnya Batam, menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya mengakui pihaknya menerima banyak laporan terkait TKA yang bekerja tanpa dokumen ketenagakerjaan lengkap, terutama Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Laporan tersebut datang dari berbagai pihak dan sebagian besar menyoroti TKA yang diduga tidak memiliki keahlian khusus, namun tetap dipekerjakan di sektor industri.

“Memang banyak laporan masuk ke Disnaker terkait TKA yang tidak memiliki keahlian khusus dan bekerja tanpa RPTKA. Ini yang kami tindak lanjuti,” kata Diky kepada Batam Pos, Minggu (8/2) di Batam Center.

BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id

Artikel Sikat Semua TKA Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.

Tragis di Chinatown, Anak WNI Tewas Tertabrak Mobil di Singapura

0
Kecelakaan maut melibatkan turis asal Indonesia di Singapura. (SGRV)

batampos – Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura memastikan pendampingan penuh kepada keluarga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat berwisata di Singapura. Insiden tragis tersebut merenggut nyawa seorang anak perempuan berusia enam tahun.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menjelaskan kecelakaan terjadi pada Jumat pagi, 6 Februari 2026. Korban anak bernama Sheyna Lashira (6) meninggal dunia akibat luka berat setelah tertabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura.

“KBRI Singapura telah menghubungi keluarga korban, bertemu langsung dengan ayah korban, serta mendatangi rumah sakit untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan,” ujar Heni, dikutip dari ANTARA.

Sejak awal kejadian, KBRI Singapura aktif berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur administratif berjalan lancar, termasuk pengurusan pemulangan jenazah korban ke Indonesia.

Jenazah Sheyna Lashira telah tiba di Tanah Air pada Minggu pagi pukul 06.50 WIB dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Sementara itu, ibu korban, Raisha Anindra (31), masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura akibat luka yang dideritanya dalam kecelakaan tersebut.

“KBRI Singapura akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan keluarga korban untuk memantau perkembangan penanganan kasus serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan,” kata Heni.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi di sekitar Buddha Tooth Relic Temple, kawasan Chinatown. Saat kejadian, korban ibu dan anak dilaporkan tertabrak mobil yang keluar dari area parkir. Ayah korban yang berada di lokasi dilaporkan tidak mengalami luka.

Terkait pengemudi kendaraan, Heni menyampaikan bahwa sopir mobil, seorang perempuan warga negara asing yang menetap di Singapura, telah diamankan oleh kepolisian setempat. Proses hukum atas kasus tersebut saat ini masih berjalan dan ditangani otoritas Singapura. (*)

Artikel Tragis di Chinatown, Anak WNI Tewas Tertabrak Mobil di Singapura pertama kali tampil pada News.

Simak 8 Cara Praktis Hilangkan Stres Setelah Seharian Bekerja

0
Stres menjadi masalah kesehatan mental paling umum saat ini. (Freepik)

batampos – Banyak orang merasakan tekanan setelah seharian bekerja. Tantangannya adalah bagaimana Anda bisa melepaskan stres tersebut?

Nyatanya ada cara praktis dan mudah dikelola yang sesuai dengan rutinitas harian Anda tanpa menambah tekanan atau waktu ekstra.

Dilansir geediting, berikut delapan cara menghilangkan stres seharian setelah bekerja yang bisa Anda terapkan.

1.Sertakan gerakan

Olahraga tidak selalu berarti pergi ke gym untuk sesi latihan yang gila-gilaan.

Faktanya aktivitas sederhana seperti jalan-jalan santai di taman atau peregangan singkat di meja kerja dapat bantu melepaskan ketegangan yang terpendam.

Ini akan memberi otak Anda waktu untuk bernapas setelah seharian bekerja.

2.Kembangkan rutinitas malam yang menenangkan

Bersantai setelah hari yang melelahkan dimulai satu jam sebelum tidur. Rahasianya adalah memiliki rutinitas khusus untuk melepaskan stres.

Misal usai makan malam segera menjauhkan diri dari semua perangkat elektronik. Setelah itu, secangkir teh herbal untuk menciptakan suasana pikiran yang tenang.

Cobalah ciptakan rutinitas malam yang menenangkan untuk diri Anda sendiri dan lihatlah bagaimana hal itu dapat menghilangkan stres seharian.

3.Luangkan waktu di alam

Tahukah Anda bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama di ruang hijau dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres?

Baik itu mengamati bintang, mengamati burung, atau berjalan-jalan santai di taman, menikmati keindahan alam dapat membawa ketenangan, kedamaian, dan perspektif baru terhadap berbagai hal.

4.Berlatih mindfulness

Mindfulness adalah tentang hadir sepenuhnya, menyadari di mana Anda berada dan apa yang Anda lakukan tanpa merasa kewalahan.

Menggabungkan teknik mindfulness ke dalam rutinitas harian dapat secara signifikan mengatasi stres.

Baik itu berhenti sejenak untuk mengambil napas dalam-dalam atau fokus pada sensasi makan siang secara perlahan dan penuh kesadaran.

5.Berhubungan dengan orang-orang terkasih

Di tengah kesibukan sehari-hari, mudah untuk melupakan kekuatan terapeutik dari percakapan yang tulus atau tawa bersama.

Namun, momen-momen kebersamaan antarmanusia tersebut sering kali menjadi penawar yang sempurna untuk hari yang penuh tekanan di tempat kerja.

Telepon ibumu, bermainlah dengan anak-anakmu, duduklah bersama teman sambil minum kopi, atau sekadar berpelukan dengan hewan peliharaan.

Tindakan sederhana untuk terhubung ini dapat memberikan kenyamanan dan kegembiraan, meringankan beban hari itu dari pundakmu.

6.Manfaatkan saluran kreativitas

Entah itu melukis, memasak, berkebun, atau menulis, temukan saluran kreativitas.

Anda mungkin akan terkejut dengan ketenangan yang muncul saat Anda terlibat dalam sesuatu murni karena kesenangan semata.

Ini tentang mengubah fokus, membiarkan pikiran Anda mengembara dengan bebas, dan dengan demikian, menurunkan tingkat stres.

7.Dengarkan lagu kesukaan

Mendengarkan lagu favorit bisa mengubah suasana hati seseorang.

Itu karena musik memiliki efek langsung pada emosi manusia.

Irama cepat dapat membuat Anda merasa lebih waspada dan berkonsentrasi lebih baik, sedangkan tempo yang lebih lambat dapat merilekskan otot, menenangkan pikiran, dan membuat rileks.

8.Prioritaskan dan jadwalkan waktu henti

Jika ada satu hal yang harus Anda ingat tentang mengelola stres kerja, itu adalah waktu istirahat.

Sisihkan waktu secara teratur dalam jadwal Anda untuk sekadar bersantai dan melakukan sesuatu yang disukai. Baik itu membaca buku, berolahraga, atau menekuni hobi. (*)

Artikel Simak 8 Cara Praktis Hilangkan Stres Setelah Seharian Bekerja pertama kali tampil pada Lifestyle.

Penataan Jalan Pulau Penyengat Rampung

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, berbincang dengan Warga Pulau Penyengat, Tanjungpinang disela-sela meninjau program revitalisasi di wilayah tersebut beberapa waktu lalu. F. Diskominfo Kepri

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menuntaskan penataan infrastruktur jalan di Pulau Penyengat. Seluruh ruas jalan utama kini telah selesai direvitalisasi dan siap dimanfaatkan masyarakat. Fokus pembangunan berikutnya diarahkan pada pembangunan Tugu Bahasa sebagai penguatan identitas sejarah dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menghadiri kegiatan Tabligh Akbar dan Doa Bersama di halaman Balai Kelurahan Pulau Penyengat, Sabtu (7/2).

“Seluruh ruas jalan utama di Pulau Penyengat sudah rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Ansar.

Selain perbaikan jalan, Ansar menjelaskan sejumlah fasilitas pendukung di Pulau Penyengat juga telah diselesaikan. Penataan ini, kata dia, merupakan komitmen Pemprov Kepri untuk menjadikan Pulau Penyengat tampil lebih tertata, nyaman, dan elegan sebagai kawasan sejarah dan religi.

“Jalan-jalan utama sudah selesai 100 persen. Tinggal jalan lingkar yang menghubungkan sisi laut Pulau Penyengat yang akan kita lanjutkan,” tegasnya.

Masjid Raya Sultan Riau, Penyengat menjadi salah satu objek yang turut mendapatkan sentuhan revitaliasi yang dilakukan Pemprov Kepri. F. Diskominfo Kepri

Gubernur Ansar juga menyebut pembangunan halaman Balai Adat Pulau Penyengat telah rampung dan kini dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik serta pusat kegiatan masyarakat.

Pada tahun ini, Pemprov Kepri akan memulai pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. Proyek tersebut direncanakan berlangsung selama dua tahun dan menjadi salah satu ikon strategis daerah.

“Pembangunan Tugu Bahasa akan dimulai tahun ini dan direncanakan selesai dalam dua tahun,” jelas mantan Bupati Bintan itu.

Menurut Ansar, pembangunan Tugu Bahasa memiliki nilai historis yang sangat penting. Pulau Penyengat dikenal sebagai cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia melalui karya sastra dan pemikiran Raja Ali Haji.

“Tugu Bahasa ini untuk menegaskan bahwa Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya akar Bahasa Indonesia. Ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga penguatan identitas sejarah dan budaya kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Penataan Jalan Pulau Penyengat Rampung pertama kali tampil pada Kepri.

Juventus Nyaris Tumbang, Kalulu Jadi Penyelamat di Injury Time

0
Laga Juventus kontra Lazio berakhir imbang 2-2 dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Italia 2025/26 di Stadion Allianz pada Minggu (8/2/2026). X.com/juventusfc

batampos – Juventus terhindar dari kekalahan saat menjamu Lazio pada lanjutan pekan ke-24 Liga Italia 2025/2026. Bertanding di Stadion Allianz, Turin, Senin dini hari WIB, Si Nyonya Besar harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2.

Juventus nyaris tumbang di hadapan publik sendiri setelah Lazio unggul dua gol lebih dulu lewat Pedro dan Gustav Isaksen. Namun, kebangkitan tuan rumah ditutup manis oleh Pierre Kalulu, yang mencetak gol penyeimbang pada menit-menit akhir pertandingan.

Hasil imbang ini membuat Juventus tetap bertahan di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 46 poin dari 24 pertandingan. Sementara Lazio berada di posisi kedelapan dengan raihan 33 poin, sebagaimana dilansir dari laman resmi Lega Serie A.

Pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi Daniel Maldini. Putra legenda AC Milan Paolo Maldini itu mencatatkan assist pertamanya di Serie A musim ini.

Gol pembuka Lazio berawal dari kesalahan Manuel Locatelli yang kehilangan bola di lini tengah. Maldini dengan cermat mengirimkan umpan terobosan kepada Pedro, yang kemudian melepaskan tembakan terukur untuk menaklukkan kiper Juventus Michele Di Gregorio. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Lazio kembali mengejutkan tuan rumah. Melalui serangan balik cepat, Gustav Isaksen menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-47 lewat tembakan keras yang bersarang di bawah mistar gawang.

Tertinggal dua gol, Juventus meningkatkan intensitas serangan dan mendominasi penguasaan bola. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-59 ketika Weston McKennie memperkecil ketertinggalan lewat sundulan setelah memanfaatkan umpan silang Andrea Cambiaso.

Juventus terus menekan pertahanan Lazio hingga menit-menit akhir. McKennie sempat mencetak gol kedua, namun dianulir wasit karena berada dalam posisi offside.

Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta pada masa injury time. Pierre Kalulu, mantan pemain AC Milan, mencetak gol lewat sundulan keras yang memastikan skor akhir 2-2 sekaligus menyelamatkan Juventus dari kekalahan.

Susunan Pemain

Juventus (3-4-2-1): Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Koopmeiners (Kelly 77’); Cabal (Zhegrova 46’), Locatelli (Openda 83’), Thuram, Cambiaso (Boga 76’); McKennie (Miretti 84’), Yildiz; David

Lazio (4-3-3): Provedel; Marusic, Gila (Romagnoli 77’), Provstgaard (Patric 83’), Tavares; Basic (Dele-Bashiru 46’), Cataldi, Taylor; Isaksen (Cancellieri 65’), Maldini, Pedro (Noslin 84’)

Artikel Juventus Nyaris Tumbang, Kalulu Jadi Penyelamat di Injury Time pertama kali tampil pada Olahraga.

Anak Jadi Target di Medsos, Psikolog: Penggunaan Ponsel Harus Diatur

0
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak. (F. freepik)

batampos – Kasus kekerasan seksual terhadap anak marak terjadi pada awal tahun ini. Modus yang kerap digunakan pelaku yakni berkenalan dengan korban melalui media sosial (medsos), lalu mendekati hingga menjalin hubungan atau berpacaran.

Psikolog Irfan Aulia mengatakan, penggunaan ponsel dan media sosial pada anak sangat rentan dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindak pencabulan. Menurutnya, pelaku kini lebih banyak membidik korban melalui platform digital.

“Pelaku memanfaatkan paparan konten di media sosial yang tidak ramah anak. Di sana banyak konten dewasa dan iklan pornografi yang memicu perilaku menyimpang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran orangtua dalam mengawasi penggunaan gawai pada anak. Pengaturan waktu penggunaan ponsel, pembatasan akses aplikasi, serta edukasi tentang bahaya pergaulan bebas dan kekerasan seksual perlu dilakukan sejak dini.

“Penggunaan ponsel harus diatur. Komunikasi orangtua dengan anak juga harus terjalin dengan baik agar anak berani bercerita jika mengalami hal yang tidak nyaman,” katanya.

Selain peran keluarga, Irfan menilai pemerintah juga perlu terlibat aktif dalam upaya pencegahan. Salah satunya dengan memperbanyak ruang ramah anak serta menggerakkan perangkat masyarakat untuk edukasi masif.

“Pemerintah punya struktur dan kewenangan. Posyandu, PKK, hingga kelurahan bisa digerakkan untuk penyuluhan masif soal penggunaan gawai yang aman bagi anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batam, Erry Syahrial, mengatakan media sosial memudahkan pelaku merayu korban dengan berbagai bujuk rayu dan iming-iming.

“Anak-anak sangat mudah dipengaruhi. Dengan dirayu atau dijanjikan sesuatu, mereka bisa percaya begitu saja,” ujar Erry.

Menurut Erry, pencegahan kasus kekerasan seksual terhadap anak harus dimulai dari rumah. Orangtua diminta membatasi penggunaan ponsel serta mengawasi pergaulan anak, termasuk perkenalan dengan orang yang lebih dewasa.

“Kontrol orangtua sangat penting. Intinya pengawasan harus jalan, dibarengi dengan memberikan pemahaman yang tepat kepada anak,” tutupnya. (*)

Artikel Anak Jadi Target di Medsos, Psikolog: Penggunaan Ponsel Harus Diatur pertama kali tampil pada Metropolis.