Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 246

Wagub Kepri Buka Diklat PPIH 1447 H, Tekankan Layanan dan Perlindungan Jemaah Haji

0
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyalami peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kelompok Terbang (Kloter) Embarkasi Batam Tahun 1447 H/2026 M, di Aula Aziziah Asrama Haji Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (7/2). F. Diskominfo Kepri

batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Tahun 1447 H/2026 M di Aula Aziziah Asrama Haji Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (7/2).

Diklat yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kepri ini diikuti oleh Petugas Haji Daerah (PHD) serta pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Embarkasi Batam.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa ibadah haji merupakan impian setiap muslim dan membutuhkan kesiapan lahir maupun batin. Oleh karena itu, kehadiran petugas haji yang profesional menjadi kunci utama kelancaran ibadah jemaah.

“Menjadi kewajiban kita, khususnya para petugas haji, untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada jemaah selama menjalankan ibadah, terutama saat berada di Tanah Suci,” ujar Nyanyang.

Ia menekankan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Petugas haji harus menjalankan tugasnya secara optimal. Ini adalah tugas mulia sekaligus amanah besar yang dipercayakan negara,” tegasnya.

Nyanyang menyebutkan, setiap tahun ribuan jemaah asal Kepri diberangkatkan ke Tanah Suci. Berdasarkan data Kementerian Agama RI, kuota jemaah haji Indonesia pada 2025 mencapai 240 ribu orang, dengan alokasi untuk Provinsi Kepri sekitar 1.300 jemaah.

“Angka ini mencerminkan besarnya tanggung jawab yang harus dipikul bersama, terutama oleh petugas yang mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” katanya.

Ia juga mengucapkan selamat mengikuti diklat kepada seluruh peserta. Menurutnya, petugas PPIH berperan sebagai pendamping, pengarah, pelindung, sekaligus penolong jemaah dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji.

Sementara itu, Inspektur Wilayah II Kementerian Haji dan Umrah RI, Ade Mukhtar, mengatakan diklat ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menyiapkan petugas haji yang profesional dan berintegritas.

“Tujuan utama diklat ini adalah memastikan petugas siap memberikan layanan terbaik selama operasional penyelenggaraan ibadah haji,” jelasnya.

Ia menambahkan, diklat juga menanamkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap seluruh prosedur yang mengacu pada standar operasional Kementerian Haji dan Umrah.

“Semua petugas harus bekerja dalam satu komando dan satu standar layanan. Setiap keputusan di lapangan harus berlandaskan regulasi, bukan inisiatif pribadi,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Tenaga Ahli Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdul Rahman Syahputra, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kepri Muhammad Syaf’i, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalbar Kamaluddin, serta undangan lainnya. (*)

Artikel Wagub Kepri Buka Diklat PPIH 1447 H, Tekankan Layanan dan Perlindungan Jemaah Haji pertama kali tampil pada Kepri.

Sekuriti PT Yin Baa Steel Ditemukan Tewas di Tepi Jalan, Ada Luka di Kepala

0
Jasad Abdul Rahman, sekuriti PT Yin Baa Steel, Tanjunguncang yang ditemukan tewas di tepi jalan atau depan perusahaan, Sabtu (7/2) malam. F.ist

batampos – Abdul Rahman, sekuriti PT Yin Baa Steel, Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji ditemukan tewas, Sabtu (7/2) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Pria 59 tahun tersebut tergeletak di tepi jalan atau tepatnya di depan perusahaan.

Tisar, rekan korban mengatakan jasad Abdul pertama kali ditemukan pekerja yang melintas. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian kerja.

“Bapak (korban) ditemukan pekerja dengan posisi tergeletak di tepi jalan,” ujarnya.

Baca Juga: Kapal Baru Dirawat tapi Cemari Laut Dangas, Klaim Asuransi Rp5 Miliar Disorot

Atas temuan ini, Polsek Batuaji dan Inafis Polresta Barelang mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Jasad Abdul kemudian dievakuasi ke RSUD Embung Fatimah.

“Kalau dilihat jasadnya itu ada luka di bagian kepala. Kalau luka senjata tajam tidak ada,” kata Tisar.

Tisar menilai korban tewas akibat sakit yang dideritanya. Sebab, Abdul kerap mengeluh sesak nafas dan sakit pada dada.

“Memang sering mengeluh sakit, tapi pastinya keluarga minta jasad diautopsi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kapolsek Sekupang Imbau Orang Tua dan Sekolah Awasi Pergaulan Anak di Media Sosial

Sementara Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo membenarkan adanya penemuan jasad sekuriti ini. Ia mengatakan dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Untuk penyebab masih dalam penyelidikan dan masih menunggu hasil (autopsi) dari RSUD,” ujarnya. (*)

Artikel Sekuriti PT Yin Baa Steel Ditemukan Tewas di Tepi Jalan, Ada Luka di Kepala pertama kali tampil pada Metropolis.

6 Shio dengan Tanda Ini Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan Finansial 9 Februari 2026

0
Ilustrasi Shio 9 Februari 2026. (Freepik)

batampos – Hari Senin jatuh pada Hari Stabil Macan Kayu yang memiliki nuansa sangat berbeda dibandingkan Hari Penutupan yang lebih tenang sehari sebelumnya.

Hari Stabil membawa energi untuk bergerak maju dan kali ini terasa sangat tegas.

Berikut 6 shio dengan tanda Ini dapat keberuntungan dan kesuksesan finansial pada 9 Februari 2026, yourtango.com;

1. Macan
Kamu mungkin tiba-tiba merasakan keraguan menghilang dan digantikan oleh keyakinan. Sebuah keputusan yang selama ini kamu pertimbangkan akhirnya terasa jelas.

2. Ular
Kamu menangkap sesuatu yang luput dari perhatian orang lain atau perubahan kekuatan yang halus. Pilihan itu membuahkan hasil.

3. Kuda
Sesuatu yang terasa tertunda tiba-tiba bergerak maju dengan usaha yang jauh lebih ringan dari perkiraan. Kamu bisa menerima konfirmasi bahwa sesuatu resmi berjalan.

4. Anjing
Kamu mungkin menyadari bahwa orang-orang mempercayai ucapan kamu hari ini. Kesepakatan terasa lebih bersih.

5. Monyet
Ini adalah hari ketika kemampuan beradaptasim akhirnya membuahkan hasil. Kamu sudah menyesuaikan diri dan tetap fleksibel lebih lama dari yang kamu inginkan.

6. Babi
Hari Senin membawa rasa lega terkait keuangan dan rasa aman. Kamu mungkin menyadari bahwa kekhawatiran yang selama ini kamu pikul sudah tidak lagi terasa seberat sebelumnya.

Ramalan shio 9 Februari 2026 ini mendukung awal yang stabil dan berkelanjutan bagi keenam shio.(*)

 

Artikel 6 Shio dengan Tanda Ini Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan Finansial 9 Februari 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Polsek Batuaji Tertibkan Motor yang Diparkir Sembarangan di Tanjunguncang

0
Personel Polsek Batuaji menertibkan kendaraan yang perkir sembarangan di kawasan Tanjung Uncang. F.Rizki untuk Batam Pos

batampos – Jajaran Polsek Batuaji menertibkan kendaraan yang parkir di bahu Jalan Brigjend Katamso, Tanjung Uncang, Minggu (8/2). Parkir sembarangan di ruas jalan tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas serta mengganggu arus kendaraan.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan penertiban dilakukan menyusul banyaknya keluhan pengendara dan warga sekitar terkait kendaraan roda dua yang memadati bahu jalan.

“Setelah kami lakukan pengecekan di lapangan, memang ditemukan banyak kendaraan roda dua yang parkir sembarangan di bahu jalan,” ujarnya.

Baca Juga: Razia Knalpot Brong, Puluhan Sepeda Motor Diamankan

Dalam penertiban tersebut, polisi mewajibkan para pemilik motor memindahkan kendaraannya ke area parkir yang telah disediakan pihak perusahaan di sekitar lokasi.

“Kami melakukan penertiban sekaligus memberikan imbauan dan edukasi kepada para pekerja. Parkir di bahu jalan sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya,” kata Rizki.

Selain memberikan peringatan langsung kepada pengendara, Polsek Batuaji juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan di kawasan Tanjung Uncang agar turut mengingatkan para pekerja untuk mematuhi aturan parkir.

“Kami sampaikan ke pihak perusahaan agar kawasan sekitarnya lebih tertib dan aman bagi pengguna jalan,” ungkapnya.

Pantauan Batam Pos, sepanjang jalan utama tersebut masih terlihat banyak sepeda motor parkir di bahu jalan, terutama di depan PT ASL Shipyard. Selain kendaraan, sejumlah pedagang juga memanfaatkan bahu jalan untuk berjualan sehingga mempersemppit badan jalan.

Baca Juga: Ribuan Pekerja Kampanyekan Nol Kecelakaan Kerja di Bulan K3 Nasional 2026

“Jalannya dua lajur, tapi malah dijadikan tempat parkir dan jualan,” ujar Rinto, warga sekitar.

Ia berharap penertiban dilakukan secara rutin dan disertai penegakan aturan yang tegas agar memberi efek jera.

“Kalau bisa ada sanksinya, ditilang saja supaya ada efek jera,” tutupnya. (*)

Artikel Polsek Batuaji Tertibkan Motor yang Diparkir Sembarangan di Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 8 Cara Menghemat Energi Meski Aktif saat Puasa Ramadan

0
Minum air putih.(shutterstock)

batampos – Aktivitas puasa di bulan Ramadan tidak jarang membuat seseorang merasa perlu menghemat energi agar bisa berpuasa seharian dengan nyaman.

Namun tidak jarang upaya menghemat energi itu malah membuat beberapa orang merasa lemas dan kurang berenergi saat beraktivitas kala puasa.

Berbagai cara dilakukan untuk menyiasati agar tubuh menghemat energi saat puasa, karena bagaimanapun puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi umat Islam.

Mulai dari mengonsumsi makanan tertentu saat berbukan dan sahur, mengonsumsi vitamin, hingga mengurangi aktivitas saat puasa diyakini mampu untuk menghemat energi dan memastikan kita berpuasa dengan nyaman.

Namun, bagi sebagian orang mengurangi aktivitas di bulan Ramadhan tidak bisa menjadi solusi, karena mereka tetap harus bekerja seperti biasa.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghemat energi saat menjalani puasa Ramadhan.

Dilansir dari laman Kementerian kesehatan dan Halodoc, ada delapan cara yang bisa dilakukan untuk menghemat energi saat puasa, agar aktivitas di bulan Ramadhan tidak terganggu. Berikut ulasannya.

1. Memilih makanan yang tepat saat sahur

Bukan tanpa alasan Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan makan sahur saat puasa. Makan sahur menjadi kunci utama asupan energi saat berpuasa sepanjang hari.

Maka, memilih makanan yang tepat sebagai menu sahur menjadi keharusan bagi Anda yang ingin energinya terjaga sepanjang hari.

Pilihlah makanan yang kaya dengan karbohidrat kompleks sebagai menu sahur. Mulai dari nasi merah, oatmeal, atau roti gandum. Kandungan karbohidrat kompleks pada makanan ini dapat melepaskan energi secara perlahan.

Jangan lupa untuk menambahkan protein sebagai lauknya. Telur, ikan, atau daging tanpa lemak bisa menjadi pilihan untuk memastikan tubuh punya cukup cadangan energi untuk berpuasa sepanjang hari.

Kemudian, tambahkan juga sayur dan buah yang mengandung serat tinggi, agar tubuh kenyang lebih lama dan aktivitas tak terganggu meski sedang berpuasa.

2. Hindari makan makanan manis dan gorengan berlebihan

Kebalikan dari karbohidrat kompleks dan protein yang mampu mengatur energi tubuh, makanan berminyak dan tinggi gula bisa membuat energi cepat turun dan menyebabkan rasa kantuk.

Gorengan yang akrab di lidah orang Indonesia, atau kue dan minuman manis memang nikmat dikonsumsi saat sahur. Tapi siap-siap saja dengan risikonya, yakni lemas dan mengantuk sepanjang hari.

Karena itu, sebaiknya hindari atau minimal kurangi konsumsi dua jenis makanan ini saat sahur, bila Anda ingin tetap berenergi sepanjang hari.

Sebagai gantinya, konsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah segar dan kacang-kacangan yang mampu memberikan energi lebih stabil.

3. Minum air putih yang cukup

Salah satu problem yang bikin seseorang mudah lemas dan tak berenergi saat puasa adalah dehidrasi. Karena selama 13 jam berpuasa, kita tidak boleh minum sama sekali.

Maka pastikan mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari dengan metode 2-4-2. Yakni dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur.

Hindari juga minuman berkafein dan bersoda, terutama saat sahur, karena kedua jenis minuman ini dapat meningkatkan rasa haus.

4. Berolahraga ringan

orang memilih untuk tidak berolahraga saat bulan Ramadhan demi menghemat energi. Padahal itu langkah yang keliru.

Olahraga ringan justru diperlukan agar tubuh tetap berenergi dan tidak mudah lemas saat menjalankan puasa.

Pilih olahraga ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching yang dilakukan setelah berbuka atau sebelum sahur.

Olahraga akan meningkatkan efisiensi jantung, paru-paru, dan otot dalam menggunakan oksigen. Dampaknya, stamina justru akan meningkat meski sedang berpuasa.

5. Tidur yang cukup

Tidur cukup bisa membantu anda untuk menghemat energi selama berpuasa. Sebaliknya, kurang tidur bisa menyebabkan tubuh mudah lelah saat puasa.

Tidur cukup bisa dilakukan dengan mengatur waktu istirahat yang baik. Misalnya tidur lebih awal atau menyempatkan tidur siang sesaat untuk recharge energi.

Bagi yang hendak mengejar ibadah sepertiga malam seperti salat tahajud, tidur lebih awal sangat penting agar tubuh tetap berenergi saat beribadah.

Mulailah dengan tidur selepas salat tarawih agar durasi tidur terpenuhi meski bangun lebih awal.

6. Makan bertahap dan Tidak rakus saat berbuka puasa

Menjelang waktu berbuka, rasanya semua makanan di meja sanggup dihabiskan. Ternyata, saat berbuka, makan tiga butur kurma dan segelas air putih sudah cukup membuat kenyang.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kita tidak boleh langsung menyantap makanan berat saat berbuka puasa.

Langsung makan segala menu malah akan bikin begah dan lemas. Lambung akan kaget karena setelah 13 jam istirahat tiba-tiba dijejali begitu banyak makanan.

Kemudian, terjadi lonjakan gula darah atau sugar spike akibat langsung makan banyak saat berbuka. Apalagi kalau terlalu menuruti kata iklan, berbukalah dengan yang manis.

Saat berbuka, makanan yang ringan seperti kurma atau buah-buahan lainnya akan membuat lambung nyaman dan tidak kaget. Energi yang berkurang banyak saat puasa akan kembali perlahan-lahan.

Makanan berat bisa anda konsumsi setelah selesai melaksanakan salat maghrib. Karena saat itu, lambung sudah mulai nyaman dan siap menerima asupan berikutnya.

7. Kurangi aktivitas fisik berlebihan

Saat berpuasa, tantangan utama memang ada pada aktivitas fisik. Maka, meski bekerja seperti biasa, kita perlu mengatur polanya agar lebih efisien dalam mengeluarkan energi.

Selain itu, aktivitas fisik berlebihan di luar pekerjaan, meski biasa dilakukan di luar bulan Ramadhan, sebaiknya dikurangi saat berpuasa untuk menghemat energi. Sehingga aktivitas utama tidak terganggu.

8. Konsumsi multivitamin tambahan

Bila diperlukan, anda bisa mengonsumsi multivitamin tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Multivitamin akan membantu mempertahankan energi saat berpuasa, sehingga tidak mudah lemas.

Untuk menentukan multivitamin yang tepat untuk dikonsumsi saat bulan Ramadhan, anda bisa berkonsultasi dengan dokter agar sesuai dengan kebutuhan aktivitas harian anda.(*)

Artikel Ini 8 Cara Menghemat Energi Meski Aktif saat Puasa Ramadan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Iftar by the Sea: Sensasi Berbuka Puasa Ramadan di Montigo Resorts Nongsa

0
Menu buka puasa Mediterania di Montigo Resorts Nongsa Batam dengan panorama laut dan suasana senja Ramadan
Sajian iftar bergaya Mediterania berpadu hidangan khas Ramadan, dinikmati dengan panorama laut dan senja di Montigo Resorts, Nongsa. F. Montigo untuk Batam Pos

batampos – Menyambut bulan suci Ramadan, Montigo Resorts, Nongsa menghadirkan pengalaman berbuka puasa istimewa bertajuk “Mediterranean Nights: Iftar by the Sea.”

Program ini berlangsung mulai 21 Februari hingga 19 Maret 2026, mengajak para tamu merayakan momen kebersamaan Ramadan di tepi laut dengan sentuhan cita rasa Mediterania yang elegan.

Berlokasi di kawasan pesisir Nongsa yang tenang, pengalaman berbuka puasa ini disajikan dalam suasana hangat dengan semilir angin laut dan panorama matahari terbenam.

Mediterranean Nights: Iftar by the Sea dirancang sebagai momen berbuka yang intim dan berkelas, ideal dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Ragam hidangan berbuka disajikan secara bergantian sepanjang periode Ramadan, menghadirkan variasi menu yang kaya dan berkesan.

Para tamu dapat menikmati pilihan hidangan utama yang menggugah selera, live cooking stations, hingga aneka sajian penutup khas Ramadan.

Seluruh hidangan disajikan dalam konsep bersantap yang santai namun tetap elegan, menjadikan setiap momen berbuka puasa terasa lebih bermakna di tepi laut Batam.

Ramadan Serenity Stay: Menginap Tenang di Bulan Suci

Melengkapi rangkaian pengalaman Ramadan, Montigo Resorts, Nongsa juga menghadirkan Ramadan Serenity Stay, paket menginap yang dirancang khusus untuk menghadirkan ketenangan, kenyamanan, dan ruang refleksi selama bulan suci.

Paket ini tersedia untuk periode menginap mulai 21 Februari hingga 15 Maret 2026, menawarkan liburan Ramadan yang damai dengan akses mudah dari Singapura.

Vila-vila yang luas dengan tingkat privasi tinggi serta pemandangan laut yang menenangkan menjadi tempat ideal untuk beristirahat dan memulihkan energi setelah seharian berpuasa.

Dipadukan dengan fasilitas resor berstandar internasional dan pelayanan yang hangat, paket ini menghadirkan suasana tropis yang memungkinkan para tamu menikmati Ramadan dengan lebih khusyuk.

Ramadan Serenity Stay mencakup sarapan buffet harian atau sahur, serta Ramadan Iftar Buffet Dinner bagi tamu terdaftar.

Dengan harga mulai dari Rp2.800.000 per malam, paket ini menjadi pilihan tepat bagi keluarga maupun pasangan yang ingin merayakan Ramadan dalam suasana berbeda—intim, nyaman, dan penuh makna.

Ragam Sajian Mediterania untuk Menu Berbuka

Dalam rangka menyemarakkan Ramadan, Montigo Resorts, Nongsa menyajikan iftar buffet yang dikurasi secara khusus, menggabungkan cita rasa Mediterania, hidangan favorit Indonesia, menu Asia, serta sajian internasional.

Konsep ini dirancang untuk menciptakan pengalaman berbuka puasa yang hangat dan menyenangkan di tepi laut Batam.

Mengusung konsep five-cycle menu yang berganti secara berkala, para tamu dapat menikmati variasi hidangan yang tidak monoton sepanjang Ramadan.

Setiap siklus dirancang untuk menjaga kualitas sajian sekaligus menghadirkan pengalaman bersantap yang selalu terasa segar.

Baik untuk berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, maupun acara korporat, Montigo Resorts, Nongsa menawarkan lokasi ideal dengan kombinasi kuliner istimewa dan suasana laut yang menenangkan.

Penawaran Spesial Ramadan

Sebagai bagian dari perayaan Ramadan, Montigo Resorts, Nongsa menghadirkan Early Bird Offer yang berlaku mulai 20 Januari hingga 14 Februari 2026, dengan harga spesial Rp190.000 nett per orang. Setelah periode tersebut, harga normal berlaku sebesar Rp268.000 nett per orang.

Untuk menambah nilai kebersamaan, tersedia pula penawaran Buy 5 Get 6, menjadikan program iftar ini pilihan menarik untuk berbuka puasa bersama dalam suasana yang hangat dan meriah.

Informasi dan reservasi dapat diakses melalui situs resmi Montigo Resorts, Nongsa atau menghubungi +62 811 7705 562. (*)

Artikel Iftar by the Sea: Sensasi Berbuka Puasa Ramadan di Montigo Resorts Nongsa pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapal Baru Dirawat tapi Cemari Laut Dangas, Klaim Asuransi Rp5 Miliar Disorot

0
Tumpahan limbah hitam dari Kapal LCT Mutiara Garlip Samudra tampak mencemari perairan Dangas, Batam. Petugas gabungan bergerak cepat memasang oil boom. F. KSOP Batam untuk Batam Pos

batampos – Insiden pencemaran laut di perairan Dangas, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, memunculkan tanda tanya besar. Kapal LCT Mutiara Garlip Samudra dilaporkan miring hingga karam di dekat pantai dan menumpahkan limbah ke laut, meski kapal tersebut disebut baru selesai menjalani perawatan dan dinyatakan layak laut.

Pihak perusahaan mengklaim kejadian tersebut sebagai musibah alam. Namun publik mempertanyakan kelayakan teknis kapal, terutama setelah muncul pengakuan adanya ruang terbuka pada badan kapal yang memungkinkan air masuk.

Kuasa hukum kapal, Erlan Jaya Putra, mengatakan kapal milik PT Mutiara Haluan Samudra dan PT Jagar Prima Nusantara itu tidak mengalami kelalaian teknis. Menurutnya, insiden dipicu kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Perdana di Kepri 2026, RSBP Batam Tangani Penyakit Jantung Bawaan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka

“Kapal selesai perawatan. Kejadiannya karena situasi alam, angin utara cukup kuat sehingga kapal miring ke arah Pantai Dangas,” kata Erlan saat dihubungi Batam Pos, Minggu (8/2) sore.

Meski demikian, Erlan mengakui adanya ruang terbuka di badan kapal. Pernyataan ini justru memantik sorotan baru terkait standar keselamatan dan kelayakan kapal pascaperawatan.

“Memang ada ruang terbuka sehingga air masuk. Tapi tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni musibah,” ujarnya.

Sementara itu, dampak pencemaran telah dirasakan langsung oleh nelayan. Aktivitas melaut terganggu, dan ekosistem pesisir terancam tercemar.

Erlan menyatakan perusahaan siap bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada nelayan terdampak. Namun hingga kini, belum ada kepastian nilai maupun jadwal pembayaran.

“Kami siap bertanggung jawab. Jika ada nelayan yang tidak bisa melaut, akan diberikan kompensasi. Saat ini masih dalam proses pendataan,” katanya.

Baca Juga: Jelang Berangkat, Kemenhaj Batam Tegaskan Wukuf Arafah Inti Haji

Terkait besaran ganti rugi, Erlan menyebut perusahaan belum dapat memastikan angka karena masih menunggu hasil pendataan dan musyawarah dengan warga.

Di sisi lain, klaim asuransi senilai Rp5 miliar mulai menjadi sorotan publik. Nilai tersebut dinilai belum tentu sebanding dengan potensi kerusakan lingkungan dan dampak ekonomi jangka panjang.

“Kalau soal asuransi, kami masih konfirmasi ke pihak asuransi. Fokus kami saat ini penanganan dampak,” ujar Erlan.

Sorotan juga datang dari DPRD Kota Batam. Ketua Komisi II DPRD Batam, Muhammad Rudi, menyebut pihaknya telah memanggil seluruh pemangku kepentingan dalam rapat dengar pendapat. Bahkan, DPRD mengusulkan pembekuan sementara operasional perusahaan.

“Usulan pembekuan ada. Tapi tentu harus dikoordinasikan dengan KLHK. Tidak bisa gegabah,” kata Rudi.

Ia menegaskan DPRD akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Ini bukan hanya soal satu kapal, tapi menyangkut ekosistem laut dan nasib nelayan di Dangas,” tegasnya.

Rudi juga mempertanyakan klaim asuransi Rp5 miliar yang disampaikan perusahaan. “Kami belum tahu dasar perhitungannya. Semua harus dibuka secara transparan,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati lingkungan sekaligus pendiri Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan, menilai dampak pencemaran laut di Dangas berpotensi berlangsung lama.

Menurut Hendrik, pencemaran lingkungan—baik disengaja maupun tidak—memiliki konsekuensi hukum berbeda. Namun yang paling mendesak saat ini adalah pemulihan lingkungan dan perhitungan kerugian secara menyeluruh.

“Tim Gakkum dan DLH sudah turun sejak minggu lalu. Sekarang yang penting memastikan proses pemulihan berjalan dan kerugian dihitung secara objektif,” ujarnya.

Ia menegaskan evaluasi tidak hanya menyasar kerugian nelayan, tetapi juga kerusakan ekosistem laut dan masyarakat pesisir secara luas.

Hendrik mengingatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi dasar kuat dalam penegakan hukum pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Transportasi AirFish Dinilai Dapat Mendongkrak Pariwisata dan Bisnis Batam

“Semua kerugian bisa dihitung, baik melalui sanksi administratif, denda, maupun gugatan perdata,” katanya.

Ia menambahkan pemulihan ekosistem laut bukan perkara singkat. “Kalau mangrove yang rusak, pemulihannya bisa tiga sampai lima tahun. Untuk laut, juga bisa di atas lima tahun,” jelasnya.

Terkait klaim asuransi Rp5 miliar, Hendrik menegaskan nilai tersebut harus diuji secara ilmiah oleh tim ahli independen yang diturunkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Yang berwenang menghitung kerugian adalah tim ahli kementerian, bukan perusahaan. Jadi klaim Rp5 miliar itu harus diuji secara objektif,” tegasnya. (*)

Artikel Kapal Baru Dirawat tapi Cemari Laut Dangas, Klaim Asuransi Rp5 Miliar Disorot pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapal Baru Dirawat tapi Cemari Laut Dangas, Klaim Asuransi Rp5 Miliar Disorot

0
Tumpahan limbah hitam dari Kapal LCT Mutiara Garlip Samudra tampak mencemari perairan Dangas, Batam. Petugas gabungan bergerak cepat memasang oil boom. F. KSOP Batam untuk Batam Pos

batampos – Insiden pencemaran laut di perairan Dangas, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, memunculkan tanda tanya besar. Kapal LCT Mutiara Garlip Samudra dilaporkan miring hingga karam di dekat pantai dan menumpahkan limbah ke laut, meski kapal tersebut disebut baru selesai menjalani perawatan dan dinyatakan layak laut.

Pihak perusahaan mengklaim kejadian tersebut sebagai musibah alam. Namun publik mempertanyakan kelayakan teknis kapal, terutama setelah muncul pengakuan adanya ruang terbuka pada badan kapal yang memungkinkan air masuk.

Kuasa hukum kapal, Erlan Jaya Putra, mengatakan kapal milik PT Mutiara Haluan Samudra dan PT Jagar Prima Nusantara itu tidak mengalami kelalaian teknis. Menurutnya, insiden dipicu kondisi cuaca ekstrem.

Baca Juga: Perdana di Kepri 2026, RSBP Batam Tangani Penyakit Jantung Bawaan Dewasa Tanpa Bedah Terbuka

“Kapal selesai perawatan. Kejadiannya karena situasi alam, angin utara cukup kuat sehingga kapal miring ke arah Pantai Dangas,” kata Erlan saat dihubungi Batam Pos, Minggu (8/2) sore.

Meski demikian, Erlan mengakui adanya ruang terbuka di badan kapal. Pernyataan ini justru memantik sorotan baru terkait standar keselamatan dan kelayakan kapal pascaperawatan.

“Memang ada ruang terbuka sehingga air masuk. Tapi tidak ada unsur kesengajaan. Ini murni musibah,” ujarnya.

Sementara itu, dampak pencemaran telah dirasakan langsung oleh nelayan. Aktivitas melaut terganggu, dan ekosistem pesisir terancam tercemar.

Erlan menyatakan perusahaan siap bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada nelayan terdampak. Namun hingga kini, belum ada kepastian nilai maupun jadwal pembayaran.

“Kami siap bertanggung jawab. Jika ada nelayan yang tidak bisa melaut, akan diberikan kompensasi. Saat ini masih dalam proses pendataan,” katanya.

Baca Juga: Jelang Berangkat, Kemenhaj Batam Tegaskan Wukuf Arafah Inti Haji

Terkait besaran ganti rugi, Erlan menyebut perusahaan belum dapat memastikan angka karena masih menunggu hasil pendataan dan musyawarah dengan warga.

Di sisi lain, klaim asuransi senilai Rp5 miliar mulai menjadi sorotan publik. Nilai tersebut dinilai belum tentu sebanding dengan potensi kerusakan lingkungan dan dampak ekonomi jangka panjang.

“Kalau soal asuransi, kami masih konfirmasi ke pihak asuransi. Fokus kami saat ini penanganan dampak,” ujar Erlan.

Sorotan juga datang dari DPRD Kota Batam. Ketua Komisi II DPRD Batam, Muhammad Rudi, menyebut pihaknya telah memanggil seluruh pemangku kepentingan dalam rapat dengar pendapat. Bahkan, DPRD mengusulkan pembekuan sementara operasional perusahaan.

“Usulan pembekuan ada. Tapi tentu harus dikoordinasikan dengan KLHK. Tidak bisa gegabah,” kata Rudi.

Ia menegaskan DPRD akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Ini bukan hanya soal satu kapal, tapi menyangkut ekosistem laut dan nasib nelayan di Dangas,” tegasnya.

Rudi juga mempertanyakan klaim asuransi Rp5 miliar yang disampaikan perusahaan. “Kami belum tahu dasar perhitungannya. Semua harus dibuka secara transparan,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati lingkungan sekaligus pendiri Akar Bhumi Indonesia (ABI), Hendrik Hermawan, menilai dampak pencemaran laut di Dangas berpotensi berlangsung lama.

Menurut Hendrik, pencemaran lingkungan—baik disengaja maupun tidak—memiliki konsekuensi hukum berbeda. Namun yang paling mendesak saat ini adalah pemulihan lingkungan dan perhitungan kerugian secara menyeluruh.

“Tim Gakkum dan DLH sudah turun sejak minggu lalu. Sekarang yang penting memastikan proses pemulihan berjalan dan kerugian dihitung secara objektif,” ujarnya.

Ia menegaskan evaluasi tidak hanya menyasar kerugian nelayan, tetapi juga kerusakan ekosistem laut dan masyarakat pesisir secara luas.

Hendrik mengingatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi dasar kuat dalam penegakan hukum pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Transportasi AirFish Dinilai Dapat Mendongkrak Pariwisata dan Bisnis Batam

“Semua kerugian bisa dihitung, baik melalui sanksi administratif, denda, maupun gugatan perdata,” katanya.

Ia menambahkan pemulihan ekosistem laut bukan perkara singkat. “Kalau mangrove yang rusak, pemulihannya bisa tiga sampai lima tahun. Untuk laut, juga bisa di atas lima tahun,” jelasnya.

Terkait klaim asuransi Rp5 miliar, Hendrik menegaskan nilai tersebut harus diuji secara ilmiah oleh tim ahli independen yang diturunkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Yang berwenang menghitung kerugian adalah tim ahli kementerian, bukan perusahaan. Jadi klaim Rp5 miliar itu harus diuji secara objektif,” tegasnya. (*)

Artikel Kapal Baru Dirawat tapi Cemari Laut Dangas, Klaim Asuransi Rp5 Miliar Disorot pertama kali tampil pada Metropolis.

Belajar Tak Sekadar Teori, Pelajar SMAN 1 Palmatak Amati Raflesia Hasselti di Alam

0
Puluhan pelajar SMA Negeri 1 Palmatak mengikuti pembelajaran luar kelas dengan mengamati langsung bunga langka Raflesia hasselti, di kawasan Bukit Tabir, Desa Tarempa Selatan, Anambas, Minggu (8/2). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Puluhan pelajar SMA Negeri 1 Palmatak mengikuti pembelajaran luar kelas dengan mengamati langsung bunga langka Raflesia hasselti yang tengah mekar di kawasan Bukit Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (8/2).

Kegiatan ini menjadi bagian dari metode pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya memahami materi melalui teori di kelas, tetapi juga melihat secara langsung objek pembelajaran di alam.

Sejak pagi, para siswa bersama guru pendamping menempuh perjalanan menuju lokasi Raflesia yang cukup jauh dari permukiman warga dengan medan yang menantang. Meski demikian, antusiasme para pelajar tetap tinggi.

Baca Juga: Bunga Langka Rafflesia Hasseltii Mekar di Anambas, Polhut Awasi

Selama kunjungan, siswa mengamati bentuk, ukuran, serta habitat Raflesia hasselti yang selama ini hanya mereka kenal melalui buku pelajaran dan materi pembelajaran.

Guru pendamping, Susi Susanti, mengatakan pembelajaran di luar kelas penting untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi.

“Pembelajaran tidak cukup hanya teori di dalam kelas. Dengan turun langsung ke lapangan, siswa bisa melihat dan memahami secara nyata apa yang dipelajari,” ujarnya.

Menurut Susi, melalui kegiatan ini siswa juga dibekali pemahaman tentang keanekaragaman hayati serta pentingnya pelestarian tumbuhan langka yang dilindungi.

Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga melatih kepedulian dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan.

Baca Juga: Masalah Sampah Mengancam Pariwisata Anambas, Pemda Diminta Serius Benahi

Selama kegiatan berlangsung, para pelajar turut didampingi oleh Polisi Kehutanan untuk memastikan kunjungan berjalan tertib dan tidak merusak ekosistem di sekitar lokasi Raflesia.

Anggota Polhut, Kelvin, mengapresiasi inisiatif pembelajaran yang dilakukan SMAN 1 Palmatak. Menurutnya, kegiatan edukatif semacam ini penting untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang pelestarian lingkungan dan perlindungan tumbuhan langka.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan dan flora langka,” katanya. (*)

Artikel Belajar Tak Sekadar Teori, Pelajar SMAN 1 Palmatak Amati Raflesia Hasselti di Alam pertama kali tampil pada Kepri.

Haul Jama’, Tradisi Dzikir dan Doa Warga Lingga Sambut Ramadan

0
Haul Jama’ atau Dzikir dan Doa Bersama seluruh masyarakat Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga di Surau Nurul Yaqin, pada Minggu (8/2). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, masyarakat Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, kembali menggelar Haul Jama’, tradisi dzikir dan doa bersama yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Kegiatan berlangsung di Surau Nurul Yaqin, Kampung Air Merah, Minggu sore (8/2), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertepatan dengan penghujung bulan Sya’ban 1447 Hijriah.

Haul Jama’ merupakan tradisi keagamaan masyarakat Melayu Lingga yang rutin dilaksanakan setiap akhir bulan Sya’ban. Di Kecamatan Singkep Pesisir, kegiatan ini digelar secara bergiliran di masjid dan surau setiap desa hingga menjelang Ramadan.

Baca Juga: Puluhan Karung Diduga Limbah B3 Terdampar di Pantai Dungun Lingga

Ketua Surau Nurul Yaqin, Encek Azhar, mengatakan Haul Jama’ bertujuan untuk mendoakan para pendahulu, orang tua, keluarga, serta seluruh umat Muslim yang telah wafat.

“Kegiatan ini berupa dzikir dan doa bersama untuk mendoakan nenek moyang, orang tua, dan seluruh umat Muslim yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan Allah SWT, dilapangkan kuburnya, serta diangkat dari siksa kubur,” ujar Encek Azhar.

Selain sebagai ritual keagamaan, Haul Jama’ juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus saling bermaaf-maafan menjelang Ramadan.

“Ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan saling memaafkan karena sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan,” jelasnya.

Usai dzikir dan doa bersama, seluruh jemaah yang hadir mengikuti makan bersama sebagai simbol kebersamaan. Hidangan disajikan secara talam sehidang, ciri khas tradisi masyarakat Melayu Kabupaten Lingga.

Baca Juga: DPRD Kepri Minta Pusat Selidiki Temuan Karung Diduga Limbah B3 di Perairan Lingga

“Makanan yang disajikan berasal dari sumbangan masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki. Semuanya dibawa ke surau dan dinikmati bersama,” tambah Encek Azhar.

Tradisi Haul Jama’ tidak hanya dilakukan di Kecamatan Singkep Pesisir, tetapi juga masih dijalankan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Lingga. Kegiatan ini diharapkan terus lestari sebagai bagian dari warisan budaya dan sarana memperkuat kebersamaan masyarakat. (*)

Artikel Haul Jama’, Tradisi Dzikir dan Doa Warga Lingga Sambut Ramadan pertama kali tampil pada Kepri.