
F. Omar AL-QATTAA/AFP
batampos – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (11/12) memutuskan resolusi gencatan senjata dan tanpa syarat di Gaza, Palestina. Dalam proses voting, sebanyak 158 perwakilan negara menye-tujui resolusi tersebut.
Gencatan senjata yang diminta resolusi itu adalah tanpa syarat dan permanen. Termasuk membebaskan semua sandera tanpa syarat.
Sebenarnya hal serupa telah menjadi keputusan PBB bulan lalu. Namun, Amerika Serikat menolak. Pada keputusan kali ini pun, Washington menggunakan hal vetonya lagi. Itu merupakan langkah Amerika untuk melindungi Israel.
Keduanya menilai gencatan senjata dengan syarat pembebasan semua sandera di Gaza tidak efektif. Wakil Duta Besar Amerika Robert Wood menuding keputusan PBB itu memalukan.
”Resolusi yang diambil di sidang hari ini (Rabu, red) di luar logika,” kata Danny Danon, utusan Israel untuk PBB.
Apakah keputusan Majelis Umum PBB itu efektif? Selama ini, sering kali majelis umum mengambil langkah yang tidak disetujui Dewan Keamanan PBB. Akhirnya keputusan mereka mandul.
Namun, dalam sidang pada Rabu tersebut, banyak negara yang masih mendukung Palestina. Misalnya, yang disampaikan utusan Slovenia untuk PBB Samuel Zbogar yang menyebut Gaza sudah hancur.
”Ini adalah kritik paling keras terhadap tindakan yang lambat,” ucapnya.
Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour menyebut Gaza adalah jantung Palestina yang berdarah. ”Anak-anak kita yang terbakar di tenda-tenda. Tanpa makanan di perut mereka dan tanpa harapan masa depan,” katanya.
Resolusi Gaza kali ini meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menyampaikan usulan. Yakni, bagaimana PBB dapat memajukan akuntabilitas dalam konflik Gaza. Seperti yang telah dilakukan pada konflik lainnya.
Terpisah, Republik Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap perjua-ngan rakyat Palestina. RI menyampaikan rancangan resolusi berjudul Demand for Ceasefire in Gaza dalam Sidang Darurat Majelis Umum PBB tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir menegaskan bahwa hanya melalui gencatan senjata, dunia dapat melindungi jutaan warga sipil di Gaza.
”Juga, mengurangi penderitaan mereka dan memulai langkah menuju keadilan serta perdamaian,” tegasnya.
Selama 14 bulan terakhir, kata dia, serangan militer dan blokade Israel terus berlang-sung tanpa henti. Saat ini, lebih dari 150 ribu warga Palestina telah menjadi korban dengan 70 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. (*)
Artikel PBB Ketok Gencatan Senjata tanpa Syarat di Gaza pertama kali tampil pada News.


batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mencatatkan pencapaian luar biasa dalam penerimaan pajak daerah sepanjang tahun 2024. Dua sektor pajak utama, yaitu pajak hotel dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), berhasil melampaui target yang ditetapkan.






