Kondisi cuaca di Tarempa, Kabupaten Anambas terpantau mendung. BMKG memprediksi telah memasuki musim angin utara. f.ihsan
batampos – Memasuki akhir tahun, kondisi cuaca di Kabupaten Anambas mengalami musim peralihan dari musim angin selatan ke musim angin utara.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Anambas, Jumiati Marbun menjelaskan kondisi curah hujan ringan disertai angin berkecepatan tinggi menandai akan memasuki musim utara.
“Seminggu terakhir ini, memang dirasa angin bergerak cepat dan itensitas curah hujan cukup tinggi disertai petir. Mau masuk musim utara,” ujar Jumiati Marbun, Senin, (2/12).
Berdasarkan hasil pemantauan, hal ini terjadi karena adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi angin siklonik di sekitar wilayah Anambas, yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Kondisi seperti ini akan terjadi hingga beberapa minggu kedepan,” sebut Jumiati.
Dengan itensitas curah hujan yang cukup tinggi akan berdampak banjir disejumlah daerah. Maka dari itu, ia meminta masyarakat agar segera tanggap bencana
Sedangkan untuk nelayan, ia mengingatkan agar selalu waspada ketika ingin pergi melaut. Selalu membaca perkiraan cuaca yang telah disampaikan oleh BMKG.
“Kalau cuaca memang kurang bagus, sebaiknya ditunda dulu untuk melaut. Jika tak memungkinkan, minimal jangan melaut seorang diri, harus ada kawan. Untuk menimalisir hal yang tak diinginkan,” kata Jumiati.
Dengan langkah antisipasi yang tepat dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan musim hujan dapat dilalui dengan aman dan minim dampak buruk. (*)
Panggilan hati, dedikasi dan semangat dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah contoh nyata bahwa setiap orang dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan dan masyarakat.
***
Muhammad Taher mengangkut sampah perumahan menggunakan gerobak di Jalan Juanda Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Di salah satu sudut Kota Tanjungpinang yang terus berkembang, ada sosok yang jarang terlihat, namun memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dia adalah Muhammad Taher, 59. Seorang petugas pengangkut sampah yang telah mengabdikan diri selama hampir 30 tahun dengan gerobak kayu sederhana.
Muhammad Taher dengan gerobak khasnya itu, selalu terlihat lalu lalang di antara kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang hingga kawasan Pancur Jalan Juanda Tanjungpinang.
Meski bekerja di bawah terik matahari dan guyuran hujan, semangat menjaga kebersihan lingkungan tak pernah surut, patut mendapatkan apresiasi dan patut dicontoh.
Berbekal gerobak kayu sederhana yang telah dimodifikasi, hampir setiap hari, Muhammad Taher berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya mengangkut sampah dari rumah warga.
Pekerjaan ini sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu, Muhammad Taher menyadari bahwa pekerjaannya adalah panggilan hati.
Hampir tiga dekade, Muhammad Taher menghadapi berbagai tantangan sebagai petugas pengangkut sampah. Bau menyengat, kotor dan sampah yang kadang berserakan, tak membuatnya gentar.
Hampir setiap hari, Muhammad Taher berjalan kaki hingga beberapa kilometer. Mendorong gerobak yang semakin berat seiring bertambahnya volume sampah rumah tangga.
Meskipun demikian, Muhammad Taher tetap menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Ia percaya bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan dirinya hanyalah salah satu dari sekian penjaga kebersihan kota.
Ketulusan dan keikhlasan Muhammad Taher yang menjalankan perannya, dapat menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Muhammad Taher menganggap bahwa apa yang dijalankannya selama hampir setengah hidupnya ini, merupakan keberkahan dan rezeki dari Tuhan kepadanya.
“Alhamdulillah, yang penting ikhlas. Kalau kita bekerja dengan niat baik, pasti ada berkahnya,” kata Muhammad Taher dengan penuh keyakinan, saat ditemui beberapa waktu lalu.
*Memulai Pekerjaan Mengangkut Sampah
Pagi hari, Muhammad Taher telah bersiap menjalankan profesinya itu. Mengenakan kaos dan bercelana pendek, terkadang tanpa alas kaki, ia pun memulai pekerjaannya.
Muhammad Taher pun bergerak dari rumahnya lalu membawa dan mendorong gerobak sampah yang dimodifikasi berukuran 2 x 1 meter itu menyusuri jalan kota.
Setelah berjalan beberapa meter dari tempat tinggalnya, Taher mulai beraksi mengambil sampah dari perumahan warga kawasan Sukaberenang Tanjungpinang.
Setiap warga yang menggunakan jasa Taher, memberinya upah sebesar Rp 20 ribu per bulan. Warga pun senang lingkungan bersih berkat Muhammad Taher yang giat menjaga kebersihan lingkungan perumahan.
Muhammad Taher kemudian mengambil sampah rumah tangga yang terletak di tong sampah setiap rumah. Lalu ia memasukkan sampah itu ke dalam gerobak sampah yang dibawanya.
Setelah berkeliling di perumahan warga, Muhammad Taher lalu mendorong gerobak penuh sampah itu ke tempat pembuangan sampah di Jalan Juanda Tanjungpinang.
Muhammad Taher menempuh jarak yang cukup jauh mendorong gerobak berisi sampah. Namun dengan sekuat tenaga dan semangatnya, rasa lelah itupun sirna.
Keringat yang mengucur deras tak menghalanginya untuk terus mendorong gerobak yang penuh sampah itu. Sehingga tiba di tempat pembuangan akhir.
“Kalau capek yang istirahat dulu, minum air botol yang dibawa dari rumah, terus lanjut lagi,” ungkap Muhammad Taher.
Setelah itu, ia pun langsung memindahkan sampah perumahan yang ada di gerobak ke dalam tong sampah besar yang berada di tepi Jalan Juanda Tanjungpinang.
Tidak lupa pula Muhammad Taher juga terkadang memilah sampah dan tidak membuangnya. Ia mengumpulkan barang bekas kemudian memasukkan kembali barang bekas ke dalam gerobaknya. Ia memanfaatkan sampah itu sehingga menjadi hal yang menghasilkan.
Setiap harinya, ia pulang membawa barang bekas yang tidak terpakai lagi dan bernilai ekonomis. Muhammad Taher mengumpulkan barang bekas di rumah lalu menjualnya untuk mendapatkan uang tambahan.
Di sela-sela istirahat, Muhammad Taher mengaku mempunyai seorang istri dan seorang anak serta seorang cucu. Tinggal di rumah sederhana di Jalan Delima Tanjungpinang. Cukup jauh ke tempat ia mengambil sampah perumahan warga.
Muhammad Taher mengaku ia merupakan keturunan Tionghoa. Ia juga seorang Mualaf (masuk Islam) beberapa tahun silam. Ia selalu menyapa orang lain dengan Assalamu’alaikum.
“Sudah hampir 30 tahun angkut sampah. Pekerjaan ini adalah pekerjaan halal, berkah dan merupakan panggilan hati,” sebutnya.
Bukti keikhlasan dan ketekunan Muhammad Taher menjalani profesinya ini, ia mampu menafkahi serta membiayai kehidupan keluarganya.
“Dalam hidup ini harus selalu bersyukur atas pemberian dan nikmat dari Allah Yang Maha Kuasa,” tutup Muhammad Taher.
Cerita Muhammad Taher mengajarkan bahwa pekerjaan apapun, sekecil apapun, jika dilakukan dengan tulus dan penuh dedikasi, akan memberikan dampak besar.
Muhammad Taher adalah bukti nyata bahwa kontribusi untuk lingkungan tidak selalu harus besar, tetapi konsisten dan niat baik adalah kunci utama.
Ceritanya dapat menjadi inspirasi dan pelajaran penting untuk lebih menghargai orang-orang di balik layar yang menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. (*)
F. ANTARA/HO-Humas PT Timah Tbk Ilustrasi ekspor timah Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai ekspor timah dan nontimah pada Oktober 2024 sebesar 201,28 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 11,71 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya 180,19 juta dolar AS.
”Ekspor timah dan nontimah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya naik 28,40 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto Silitonga, di Pangkalpinang, Senin (2/12) dikutip dari Antara.
Ia mengatakan ekspor timah pada Oktober 2024 sebesar 170,62 juta dolar AS, atau naik 13,34 persen jika dibandingkan nilai ekspor September 2024 sebesar 150,54 juta dolar AS.
”Ekspor komoditas nontimah tercatat sebesar 30,67 juta Dolar AS atau naik 3,43 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya 29,65 juta Dolar AS,” katanya lagi.
Ia menyatakan timah dari Provinsi Kepulauan Babel sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, dengan Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya. Sepanjang Januari-Oktober 2024, sebanyak 27,22 persen ekspor timah dikirim ke negara ini dengan nilai sebesar 278,10 juta dolar AS.
India dan Korea Selatan berada di peringkat selanjutnya. Sebesar 23,84 persen dan 15,49 persen ekspor timah diekspor ke kedua negara tersebut. Selanjutnya, Singapura, dan Jepang.
”Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 83,77 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia,” katanya pula.
Ia menyatakan secara kumulatif Januari-Oktober 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c), total ekspor ke 5 negara terbesar tujuan ekspor timah terkontraksi sebesar 25,44 persen. Tiongkok terkontraksi hingga 43,30 persen demikian juga ke negara Jepang juga terkontraksi sebesar 24,53 persen.
”Singapura merupakan negara dengan kontraksi terdalam hingga 48,24 persen. Sementara ekspor ke negara India dan Korea Selatan meningkat masing masing 26,20 persen dan 40,87 persen,” katanya lagi. (*)
Budi Susilaputra, petani cabai menunjukkan cabai yang siap dipetik di kebunnya di Kampung Pasir Satu, RT 002 RW 001 Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (2/12/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Petani yang tergabung dalam kelompok tani bahagia tani di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan berhasil panen cabai dengan memanfaatkan lahan bauksit.
Budi Susilaputra bersama rekannya, Kristian menyampaikan, mereka menanam cabai di lahan bauksit seluas 1,5 hektare.
Ada 40 ribu batang tanaman cabai yang ditanam diantaranya cabai keriting, cabai rawit dan cabai hijau.
Dari ketiga jenis cabai itu, katanya, cabai keriting sudah lima kali panen dengan perkiraan panen sekitar 1 ton.
“Cabai keriting, usianya sudah tiga bulan, sudah panen lima kali,” katanya saat ditemui di kebunnya di Kampung Pasir Satu, RT 002 RW 001 Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (2/12/2024).
Sementara cabai rawit baru berusia 2 bulan dan diprediksi panen pada awal Januari 2024, sedangkan cabai hijau sudah mulai dipetik.
Dia mengakui, tidak mudah mengelola lahan yang mengandung bauksit. Karena itu, dia banyak memanfaatkan pupuk organik dari kotoran hewan.
Tidak hanya itu, dia pun memanfaatkan kulit kerang dan rengkam.
Kulit kerang biasanya dibeli dari nelayan, kemudian diolah menjadi bubuk kerang. Fungsi dari bubuk kerang, dijelaskanya untuk penetral tanah.
“Kita taburi gitu saja diaduk dengan tanah,” kata dia.
Kemudian, mereka pun menggunakan rengkam atau sejenis rumput laut yang mudah diperoleh di laut.
“Rengkam bagus, fungsinya sebagai pupuk untuk tanaman,” katanya.
Dia sengaja menggunakan pupuk organik agar tanah lebih lama dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Dari menanam cabai ini, dia mengatakan, kesulitannya adalah air.
“Kendalanya sementara air, tapi kita tetap berusaha agar tanaman cabai yang ditanam mendapat suplai air cukup,” pungkasnya. (*)
Kopi, minuman favorit penuh manfaat/ image by coolvetor on freepik
batampos – Kopi jenis robusta dan arabika yang dibudidayakan petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini semakin diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
Produsen kopi warga Ngemplak, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Deden Sofiudin, di Temanggung, Senin (2/12), menyampaikan selain konsumen dalam negeri, melalui pemasaran digital pihaknya sudah merambah ke luar negeri seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Jerman, dan Rusia.
Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil kopi jenis arabika dan robusta di Provinsi Jawa Tengah. Total ada 13.000 hektare lahan kopi robusta dan 2.500 hektare kopi arabika yang tersebar di 12 kecamatan.
Bahkan saat ini para petani meraup keuntungan besar karena harga jual kopi meningkat tajam dalam dua tahun terakhir, harga kopi robusta dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp80.000 per kilogram dan kemudian harga kopi arabika naik dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram.
Ia menyampaikan, usaha yang sudah digeluti sejak tahun 2016 kini membuahkan hasil, karena produk kopi arabika dan robusta banyak diminati para konsumen dalam negeri maupun luar negeri.
Ia menyebutkan setiap bulan rata-rata dapat menjual sampai tiga kuintal biji sangrai atau “roasbean”.
“Sudah punya pasar yang bagus di pasar lokal, kita juga sudah punya pelanggan luar negeri, serapannya bagus karena memang dari tahun 2016, kita masuk ke kopi Temanggung yang diproduksi dengan kualitas yang bagus dipasarkan lewat online. Dengan kenaikan harga kopi ini permintaan masih jalan, tetapi volumenya berkurang,” katanya. (*)
peserta saat akan mengikuti ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Batam di Hotel Golden View, Bengkong, Jumat (17/11) lalu. Ujian serupa akan digelar dalam waktu dekat ini. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sebanyak 2.193 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Desember 2024 di Hotel Golden View, Bengkong, Batam.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyatakan bahwa pelaksanaan SKD ini akan melibatkan tim dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami dari BKPSDM mendukung proses registrasi peserta. Setiap hari akan ada tiga sesi tes, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang per sesi,” ujar Hasnah, Senin (2/12).
Pemko Batam membuka total 2.300 formasi PPPK, yang terdiri atas 67 formasi untuk tenaga kesehatan dan 2.124 formasi untuk tenaga teknis.
Selain itu, rekrutmen PPPK tahap kedua juga tengah berlangsung sejak 17 November hingga 31 Desember 2024.
“Peserta tahap kedua nantinya juga akan memperebutkan sisa formasi dari periode pertama,” tambah Hasnah.
Sebelumnya, Pemko Batam menerima 150 sanggahan dari 218 pelamar PPPK yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, seluruh sanggahan diterima setelah pelamar berhasil menunjukkan dokumen asli berupa ijazah dan transkrip nilai.
“Sebagian besar pelamar awalnya hanya mengunggah dokumen berupa fotokopi, sehingga tidak memenuhi syarat administrasi. Setelah mereka mengajukan sanggahan dan menunjukkan dokumen asli, sanggahan tersebut kami terima,” jelas Hasnah.
Ia juga mengingatkan para pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kompetisi di setiap formasi cukup ketat.
“Dengan dukungan koordinasi antara Pemkot Batam dan BKN, proses seleksi diharapkan dapat berjalan lancar dan transparan,” ujarnya. (*)
sekretaris wilayah Eko Yori, staf CSR Pangkal Pinang Panji SP tengah foto bersama dalam acara program makanan bergizi gratis di SDN 009 Kundur Barat
batampos– PT Timah Tbk uji coba berikan program makanan bergizi gratis di SDN 009 Kundur Barat Senin 02/12. Sebanyak 147 porsi makanan bergizi gratis diberikan kepada siswa – siswi dengan menu ayam goreng, sayur, susu dan buah jeruk. Seratusan anak tampak sumringah mendapatkan makanan bergizi gratis.
Acara uji coba program makanan bergizi gratis dihadiri Eko Yori sekretaris wilayah area Kundur, Panji SP staf CSR Pangkal Pinang,koordinator CSR area Kundur Eka Budhy Susanto, Kapolsek Kundur Utara/ Barat, Danramil 03 Kundur, kepala Puskesmas Kundur Barat, Lurah Sawang, kepala desa Sawang Laut, korwil dinas pendidikan kabupaten Karimun.
Dalam sambutanya sekretaris wilayah Eko Yori mengatakan uji coba memberi makanan bergizi gratis untuk pelajar pertama kalinya dilaksanakan. Kegiatan ini dalam upaya mendukung program pemerintah memberikan makanan bergizi gratis dengan tema
gotong royong dan akuntabel.
” Alhamdulillah hari ini kita sedang uji coba menjalankan program pemerintah memberi makanan bergizi gratis untuk pelajar selama dua belas hari,” terang Eko Yori.
Kepala SDN 009 Saharun mengaku sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan program ujicoba makan bergizi gratis. Kami sangat senang siswa – siswi kami sebanyak 147 anak hari ini merasa gembira. Semoga program ini memberikan manfaat dan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. (*)
Pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil Batam di Sekupang, beberapa waktu lalu. Meski mengalami kendala pencetakan, namun pengajuan dokumen kependudukan tetap diterima oleh Disdukcapil. F. Dalil Harahap/batam Pos
batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mengumumkan adanya kendala dalam pencetakan dokumen kependudukan akibat proses pemeliharaan konsolidasi tanda tangan elektronik (TTE) yang tengah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
Akibat kendala tersebut, beberapa dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan untuk sementara waktu belum dapat dicetak.
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Heryanto, menyatakan bahwa masalah ini hanya berdampak pada proses pencetakan, sedangkan pelayanan lain, termasuk penerimaan berkas pengajuan, tetap berlangsung normal.
“Pencetakan saja yang belum bisa dilakukan minggu ini. Namun, untuk pelayanan dan penerimaan berkas, kami tetap melayani,” ujar Heryanto, Senin (2/12).
Heryanto menjelaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengu-rus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil, tetapi pencetakannya baru bisa dilakukan setelah proses pemeliharaan selesai. Ia memastikan pihaknya berusaha agar layanan dapat kembali normal dalam waktu dekat.
“Insyaallah, pelayanan dokumen kependudukan akan kembali normal pada minggu depan setelah proses pemeliharaan selesai,” terangnya.
Dengan adanya kendala ini, masyarakat diimbau untuk bersabar. Bagi mereka yang membutuhkan dokumen dalam waktu dekat, diharapkan dapat menyesuaikan pengurusan sesuai jadwal penyelesaian konsolidasi yang ditetapkan oleh Kemendagri. Disdukcapil Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal serupa disampaikan oleh Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Batam, Nur Amri Arif. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengajukan pengurusan dokumen kependudukan.
“Kendala hanya terjadi pada pencetakan dokumen, tetapi pengajuan tetap dilayani. Jadi, masyarakat yang ingin mengurus dokumen seperti KK, KTP, akta kelahiran, dan lainnya tetap bisa datang,” jelasnya. (*)
Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan kenaikan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) sebanyak 6,5 persen. Sementara penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri 2025, masih menunggu regulasi dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
UMP tahun 2025 diprediksi senilai Rp3.623.653 atau naik sebesar Rp221.161 jika ditambah 6,5 persen, dari nilai UMP tahun 2024 senilai Rp3.402.492.
“Presiden sudah umumkan (UMR) naik 6,5 persen. Tapi untuk ditetapkan oleh Gubernur, kita harus menunggu regulasi,” kata Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata, Senin (2/12).
Usai UMR diumumkan, Disnakertrans Kepri masih belum melakukan pembahasan untuk penetapan nilai UMP 2025. Disnaker juga masih terus berkomunikasi dengan Kemenaker, untuk melakukan hitung-hitungan upah minum tersebut.
“Karena tidak boleh langsung (menetapkan). Kita harus menghitung seperti apa 6,5 persen itu,” tambahnya.
Selain itu, Mangara juga enggan membeberkan nilai kenaikan UMP tahun depan, yang nantinya jadi acuan pemerintah kabupaten kota untuk menetapkan nilai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Sebab, Disnakertrans Kepri sendiri masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Apalagi, menurutnya untuk menetapkan UMP tersebut harus berlandaskan hukum yang tetap.
“Saya tidak mau mendahulukan peraturan. Terkait pengupahan ini (UMP) harus dadar hukum yang tetap,” pungkasnya. (*)
Tim Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri), Tim TKDV, dan berbagai unsur pemerintah foto bersama di Harris Hotel, Batam, Selasa (19/11/2024). F Polibatam
TIM Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri) bersama Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKDV) menyusun strategi daerah untuk revitalisasi vokasi di Kepri. Kegiatannya adalah Finalisasi Strategi Daerah (strada) dan Diskusi Publik Revitalisasi Vokasi Provinsi Kepri di Harris Hotel, Batam, pada 19-20 November.
Tujuannya menyusun rencana revitalisasi vokasi di Kepri lima tahun kedepan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah seperti Bappeda Kepri, Dinas Pendidikan Kepri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kepri, MKKS Tanjungpinang, dan MKKS Batam
Strada revitalisasi vokasi terdiri dari enam strategi: 1: Optimalisasi Sistem Informasi Pasar Kerja. 2: Penguatan Peran DUDI dalam Proses Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. 3: Penguatan Sistem Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Sesuai dengan Kebutuhan Pasar Kerja. 4: Meningkatnya Relevansi dan Aksesibilitas Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. 5: Terwujudnya kolaborasi riset inovasi dan hilirisasi produk oleh akademisi, industri/masyarakat, dan pemerintah daerah. 6: Monitoring dan Evaluasi efektivitas pelaksanaan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi
Diharap dokumen strada ini menjadi acuan banyak pihak dalam mengembangkan vokasi di Kepri. Juga bagi pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Pembangunan Daerah jangka pendek maupun jangka menengah. Khususnya pada pengembangan vokasi.
‘’Sehingga pengembangan vokasi dapat menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas tenaga kerja, penurunan tingkat pengangguran vokasi, serta pada perkembangan ekonomi Kepri”, ujar Sudra Irawan, sebagai Ketua Tim Konsorsium Politeknik se-Kepri sekaligus dosen Polibatam. (adv)