“Kakak tercinta saya (Park Min Jae) telah beristirahat dengan tenang. Saya berharap sebanyak mungkin orang dapat mengenang kakak saya.”
“Mohon dimaklumi. bahwa saya tidak dapat menghubungi setiap orang secara individu,” tulis sang adik, seperti yang dikutip dari Allkpop.
Park Min Jae menarik perhatian pada tahun 2021 dengan perannya dalam drama ‘IDOL: The Coup.’
Ia kemudian muncul dalam proyek-proyek penting seperti drama ‘Little Women,’ ‘Numbers,’ dan “Korea-Khitan War.’ Proyek terakhirnya adalah web drama ‘Snap and Spark.’
Pihak agensi Park Min Jae juga membagikan kabar duka tersebut.
“Halo,
Ini adalah Big Title, agensi dari aktor Park Min Jae. Park Min Jae, aktor berbakat yang mencintai dunia akting dan selalu memberikan yang terbaik, telah meninggal dunia.
Kami sangat menghargai cinta dan dukungan yang ia terima. Meskipun kita tidak dapat lagi menyaksikan penampilannya, kami akan dengan bangga mengenangnya sebagai aktor yang berharga dari Big Title.
Tim gabungan bongkar dua rumah pelaku narkoba di Kampung Madani, Simpang Dam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Warga Kampung Madani menunjukkan dukungan penuh kepada Polri dalam upaya menumpas tuntas aktivitas perjudian dan peredaran narkoba di wilayah mereka. Dukungan ini muncul setelah masyarakat merasa muak dengan julukan negatif sebagai “kampung narkoba” yang selama ini melekat.
Ahs, seorang masyarakat yang identitasnya ingin disamarkan, mengungkapkan harapannya agar polisi terus mengawasi kondisi di Kampung Madani ke depan.
“Kami sudah muak dengan julukan kampung narkoba. Kami sebenarnya menolak julukan ini, tapi memang keadaan seperti itu,” ujarnya.
Menurut Ahs, sebagian besar masyarakat Kampung Madani dan kawasan Simpang Dam sebenarnya menolak keras aktivitas ilegal tersebut. Namun, mereka mengaku tidak mampu berbuat banyak karena kegiatan ini diduga dilindungi oleh pihak-pihak tertentu. “Keras beking mereka. Kalau buka suara, bisa saja diculik kita,” tambahnya.
Imr, warga lainnya, juga berharap agar polisi terus mengawasi kampung mereka. Ia menekankan pentingnya menjadikan Kampung Madani benar-benar bersih dari aktivitas perjudian dan narkoba. Nama Kampung Madani, yang diberikan oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Yang Fitri Halimansyah, harus mencerminkan kehidupan masyarakat yang damai dan bebas dari kejahatan.
“Kami mendukung penuh langkah Polri dan tim gabungan untuk menumpas habis masalah narkoba dan judi di kampung ini. Kalau masih ada yang nekat, robohkan saja rumah mereka,” tegas Imr.
Kapolda Kepri, Irjen Pol Yang Fitri Halimansyah, sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal di Kampung Madani. Ia berkomitmen mengawasi secara ketat kawasan tersebut. “Akan saya sikat habis,” ujarnya dengan nada tegas.
Pernyataan Kapolda tersebut dibuktikan dengan tindakan nyata pada Senin (2/12). Tim Polda Kepri kembali menangkap enam orang yang kedapatan terlibat dalam aktivitas narkoba di kampung tersebut. Selain itu, dua rumah yang menjadi lokasi transaksi narkoba dibongkar paksa sesuai janji sebelumnya.
Langkah tegas ini disambut baik oleh masyarakat yang selama ini merasa resah. Mereka berharap operasi-operasi serupa terus dilakukan agar Kampung Madani benar-benar bebas dari pengaruh buruk narkoba dan judi.
“Kampung ini harus kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk kami tinggali. Tidak ada lagi rasa takut atau tekanan dari pelaku kejahatan,” kata Imr menambahkan.
Dengan dukungan masyarakat dan tindakan tegas dari Polri, Kampung Madani diharapkan bisa kembali hidup sesuai dengan namanya, menjadi simbol ketenangan dan kedamaian. Perubahan ini tentu memerlukan kerja sama semua pihak untuk menjaga wilayah tersebut tetap aman dan kondusif. (*)
Deputi Kepala Perwakilan BI Kepri, Adidoyo Prakoso menyerahkan penghargaan ke Asisten Administrasi Perkenomian & Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira.
F. Humas BI Kepri untuk Batam Pos
batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali mencatatkan pencapaian gemilang dalam implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Oktober 2024, volume tran-saksi melalui QRIS melonjak signifikan hingga mencapai 3.253.174 transaksi, atau tumbuh sebesar 108,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Oktober 2024, volume transaksi tercatat sebanyak 26.298.889 transaksi.
Kesuksesan ini mendapatkan apresiasi di tingkat nasional. Provinsi Kepri dianugerahi BI Award 2024 untuk kategori Pemerintah Provinsi dengan Implementasi QRIS Terbaik di Sumatra. Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan Kepri dalam mendorong adopsi pembayaran digital secara masif.
“QRIS telah menjadi solusi pembayaran yang efisien dan inklusif, terutama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Kepulauan Riau,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Suryono.
Ia mengatakan, bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pihak perbankan dalam mendorong digitalisasi transaksi di wilayah Kepri.
Pertumbuhan positif juga terlihat dari nominal transaksi QRIS. Pada Oktober 2024, tercatat penambahan nilai transaksi sebesar Rp472 miliar, yang berarti mengalami peningkatan 104,31 persen yoy.
Dari Januari hingga Oktober 2024, total nominal transaksi QRIS di Kepri mencapai Rp3,88 triliun. Angka ini mencerminkan antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran berbasis digital.
Dari sisi pengguna, perkembangan signifikan turut tercatat. Pada Oktober 2024, terdapat penambahan sebanyak 11.583 pengguna baru, atau tumbuh 29,28 persen yoy. Hingga akhir Oktober, jumlah total pengguna QRIS di Kepri telah mencapai 516.608 pengguna, dengan akumulasi penambahan sebanyak 97.351 pengguna sepanjang tahun ini.
Selain itu, jumlah merchant yang menggunakan QRIS juga meningkat. Pada Oktober 2024, total merchant yang terdaftar mencapai 565.498 merchant, dengan pertumbuhan sebesar 13,82 persen yoy. Kota Batam menjadi kontributor utama, menyumbang 83,51persen dari total merchant di Kepri, dengan mayoritas merupakan merchant Usaha Mikro dan Kecil (UMI) yang mencapai 44,76 persen.
“Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan inovatif,” ucap Suryono.
Ia berharap pencapaian ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mempercepat implementasi digitalisasi ekonomi. Dengan pertumbuhan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak, Provinsi Kepulauan Riau terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan implementasi QRIS terbaik di Indonesia.
Ke depan, QRIS diproyeksikan akan semakin menjadi tulang punggung ekonomi digital, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. (*)
batampos – Pemindahan kapal penumpang Pelni dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 tak hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut upaya meningkatkan kenyamanan penumpang. Pelabuhan Bintang 99 tengah menyempurnakan fasilitas, seperti ruang tunggu dan sistem pendingin udara (AC), demi memberikan pengalaman lebih baik bagi pengguna jasa transportasi laut.
Kepala KSOP Khusus Batam, Capt Bharto Ari Raharjo, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Tata Kelola Kepelabuhanan (Kabid Lala) KSOP Khusus Batam, Luderwijk Siahaan mengatakan pemindahan ini membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah pusat dan Bea Cukai.
“Banyak kepentingan stakeholder yang perlu disinergikan. Ini bukan hanya tugas KSOP, tetapi melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat,” jelas Luderwijk, Selasa (3/12).
Menurutnya, uji coba pemindahan kapal Pelni dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 telah dilakukan tanpa kendala teknis. Namun, surat keputusan pemindahan dari pemerintah pusat masih menjadi penentu realisasi proses ini.
“Kami berharap keputusan ini segera diterbitkan, sehingga semua pihak bisa bekerja sesuai rencana,” tambahnya.
Di sisi lain, Pelabuhan Bintang 99 mempersiapkan diri menjadi pusat layanan transportasi laut yang lebih memadai di Batam. Selain fasilitas ruang tunggu dan AC, pengelola pelabuhan juga menargetkan penyempurnaan fasilitas lain yang menunjang kenyamanan para penumpang kapal milik Pelni.
Pemindahan ini juga diharapkan dapat mengurangi beban Pelabuhan Batuampar yang selama ini menjadi satu-satunya pelabuhan utama bagi kapal Pelni. Dengan dua pelabuhan penumpang yang aktif, distribusi penumpang dan barang diyakini akan lebih lancar dan efisien.
Luderwijk menambahkan, Jika semua dokumen selesai dalam minggu ini, pihaknya optimistis pemindahan bisa segera dilakukan. “Ini akan menjadi langkah besar bagi Batam dalam meningkatkan layanan transportasi laut, ” tuturnya.
Pemindahan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari strategi Batam dalam meningkatkan daya saing dan konektivitas antar wilayah. Kehadiran Pelabuhan Bintang 99 sebagai alternatif diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya di sektor jasa transportasi dan logistik.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar sebelumnya menjelaskan bahwa pemindahan ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan transportasi laut di Batam. Terminal Bintang 99 yang telah dilengkapi dengan fasilitas yang lebih modern dan memadai dinilai lebih cocok untuk melayani penumpang kapal Pelni.
“Pemindahan ini telah dipersiapkan sejak tahun 2021. Kami berharap dengan adanya terminal baru ini, para penumpang dapat merasa lebih nyaman dan aman,” kata Dendi.
Pelabuhan Bintang 99 telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh penumpang kapal Pelni, seperti ruang tunggu nyaman, area parkir luas serta akses yang mudah. (*)
Kondisi cuaca di Tarempa, Kabupaten Anambas terpantau mendung. BMKG memprediksi telah memasuki musim angin utara. f.ihsan
batampos – Memasuki akhir tahun, kondisi cuaca di Kabupaten Anambas mengalami musim peralihan dari musim angin selatan ke musim angin utara.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Anambas, Jumiati Marbun menjelaskan kondisi curah hujan ringan disertai angin berkecepatan tinggi menandai akan memasuki musim utara.
“Seminggu terakhir ini, memang dirasa angin bergerak cepat dan itensitas curah hujan cukup tinggi disertai petir. Mau masuk musim utara,” ujar Jumiati Marbun, Senin, (2/12).
Berdasarkan hasil pemantauan, hal ini terjadi karena adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi angin siklonik di sekitar wilayah Anambas, yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Kondisi seperti ini akan terjadi hingga beberapa minggu kedepan,” sebut Jumiati.
Dengan itensitas curah hujan yang cukup tinggi akan berdampak banjir disejumlah daerah. Maka dari itu, ia meminta masyarakat agar segera tanggap bencana
Sedangkan untuk nelayan, ia mengingatkan agar selalu waspada ketika ingin pergi melaut. Selalu membaca perkiraan cuaca yang telah disampaikan oleh BMKG.
“Kalau cuaca memang kurang bagus, sebaiknya ditunda dulu untuk melaut. Jika tak memungkinkan, minimal jangan melaut seorang diri, harus ada kawan. Untuk menimalisir hal yang tak diinginkan,” kata Jumiati.
Dengan langkah antisipasi yang tepat dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, diharapkan musim hujan dapat dilalui dengan aman dan minim dampak buruk. (*)
Panggilan hati, dedikasi dan semangat dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah contoh nyata bahwa setiap orang dapat memberikan kontribusi yang positif bagi lingkungan dan masyarakat.
***
Muhammad Taher mengangkut sampah perumahan menggunakan gerobak di Jalan Juanda Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Di salah satu sudut Kota Tanjungpinang yang terus berkembang, ada sosok yang jarang terlihat, namun memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dia adalah Muhammad Taher, 59. Seorang petugas pengangkut sampah yang telah mengabdikan diri selama hampir 30 tahun dengan gerobak kayu sederhana.
Muhammad Taher dengan gerobak khasnya itu, selalu terlihat lalu lalang di antara kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang hingga kawasan Pancur Jalan Juanda Tanjungpinang.
Meski bekerja di bawah terik matahari dan guyuran hujan, semangat menjaga kebersihan lingkungan tak pernah surut, patut mendapatkan apresiasi dan patut dicontoh.
Berbekal gerobak kayu sederhana yang telah dimodifikasi, hampir setiap hari, Muhammad Taher berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya mengangkut sampah dari rumah warga.
Pekerjaan ini sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu, Muhammad Taher menyadari bahwa pekerjaannya adalah panggilan hati.
Hampir tiga dekade, Muhammad Taher menghadapi berbagai tantangan sebagai petugas pengangkut sampah. Bau menyengat, kotor dan sampah yang kadang berserakan, tak membuatnya gentar.
Hampir setiap hari, Muhammad Taher berjalan kaki hingga beberapa kilometer. Mendorong gerobak yang semakin berat seiring bertambahnya volume sampah rumah tangga.
Meskipun demikian, Muhammad Taher tetap menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Ia percaya bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan dirinya hanyalah salah satu dari sekian penjaga kebersihan kota.
Ketulusan dan keikhlasan Muhammad Taher yang menjalankan perannya, dapat menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Muhammad Taher menganggap bahwa apa yang dijalankannya selama hampir setengah hidupnya ini, merupakan keberkahan dan rezeki dari Tuhan kepadanya.
“Alhamdulillah, yang penting ikhlas. Kalau kita bekerja dengan niat baik, pasti ada berkahnya,” kata Muhammad Taher dengan penuh keyakinan, saat ditemui beberapa waktu lalu.
*Memulai Pekerjaan Mengangkut Sampah
Pagi hari, Muhammad Taher telah bersiap menjalankan profesinya itu. Mengenakan kaos dan bercelana pendek, terkadang tanpa alas kaki, ia pun memulai pekerjaannya.
Muhammad Taher pun bergerak dari rumahnya lalu membawa dan mendorong gerobak sampah yang dimodifikasi berukuran 2 x 1 meter itu menyusuri jalan kota.
Setelah berjalan beberapa meter dari tempat tinggalnya, Taher mulai beraksi mengambil sampah dari perumahan warga kawasan Sukaberenang Tanjungpinang.
Setiap warga yang menggunakan jasa Taher, memberinya upah sebesar Rp 20 ribu per bulan. Warga pun senang lingkungan bersih berkat Muhammad Taher yang giat menjaga kebersihan lingkungan perumahan.
Muhammad Taher kemudian mengambil sampah rumah tangga yang terletak di tong sampah setiap rumah. Lalu ia memasukkan sampah itu ke dalam gerobak sampah yang dibawanya.
Setelah berkeliling di perumahan warga, Muhammad Taher lalu mendorong gerobak penuh sampah itu ke tempat pembuangan sampah di Jalan Juanda Tanjungpinang.
Muhammad Taher menempuh jarak yang cukup jauh mendorong gerobak berisi sampah. Namun dengan sekuat tenaga dan semangatnya, rasa lelah itupun sirna.
Keringat yang mengucur deras tak menghalanginya untuk terus mendorong gerobak yang penuh sampah itu. Sehingga tiba di tempat pembuangan akhir.
“Kalau capek yang istirahat dulu, minum air botol yang dibawa dari rumah, terus lanjut lagi,” ungkap Muhammad Taher.
Setelah itu, ia pun langsung memindahkan sampah perumahan yang ada di gerobak ke dalam tong sampah besar yang berada di tepi Jalan Juanda Tanjungpinang.
Tidak lupa pula Muhammad Taher juga terkadang memilah sampah dan tidak membuangnya. Ia mengumpulkan barang bekas kemudian memasukkan kembali barang bekas ke dalam gerobaknya. Ia memanfaatkan sampah itu sehingga menjadi hal yang menghasilkan.
Setiap harinya, ia pulang membawa barang bekas yang tidak terpakai lagi dan bernilai ekonomis. Muhammad Taher mengumpulkan barang bekas di rumah lalu menjualnya untuk mendapatkan uang tambahan.
Di sela-sela istirahat, Muhammad Taher mengaku mempunyai seorang istri dan seorang anak serta seorang cucu. Tinggal di rumah sederhana di Jalan Delima Tanjungpinang. Cukup jauh ke tempat ia mengambil sampah perumahan warga.
Muhammad Taher mengaku ia merupakan keturunan Tionghoa. Ia juga seorang Mualaf (masuk Islam) beberapa tahun silam. Ia selalu menyapa orang lain dengan Assalamu’alaikum.
“Sudah hampir 30 tahun angkut sampah. Pekerjaan ini adalah pekerjaan halal, berkah dan merupakan panggilan hati,” sebutnya.
Bukti keikhlasan dan ketekunan Muhammad Taher menjalani profesinya ini, ia mampu menafkahi serta membiayai kehidupan keluarganya.
“Dalam hidup ini harus selalu bersyukur atas pemberian dan nikmat dari Allah Yang Maha Kuasa,” tutup Muhammad Taher.
Cerita Muhammad Taher mengajarkan bahwa pekerjaan apapun, sekecil apapun, jika dilakukan dengan tulus dan penuh dedikasi, akan memberikan dampak besar.
Muhammad Taher adalah bukti nyata bahwa kontribusi untuk lingkungan tidak selalu harus besar, tetapi konsisten dan niat baik adalah kunci utama.
Ceritanya dapat menjadi inspirasi dan pelajaran penting untuk lebih menghargai orang-orang di balik layar yang menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. (*)
F. ANTARA/HO-Humas PT Timah Tbk Ilustrasi ekspor timah Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai ekspor timah dan nontimah pada Oktober 2024 sebesar 201,28 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 11,71 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya 180,19 juta dolar AS.
”Ekspor timah dan nontimah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya naik 28,40 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto Silitonga, di Pangkalpinang, Senin (2/12) dikutip dari Antara.
Ia mengatakan ekspor timah pada Oktober 2024 sebesar 170,62 juta dolar AS, atau naik 13,34 persen jika dibandingkan nilai ekspor September 2024 sebesar 150,54 juta dolar AS.
”Ekspor komoditas nontimah tercatat sebesar 30,67 juta Dolar AS atau naik 3,43 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya 29,65 juta Dolar AS,” katanya lagi.
Ia menyatakan timah dari Provinsi Kepulauan Babel sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, dengan Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya. Sepanjang Januari-Oktober 2024, sebanyak 27,22 persen ekspor timah dikirim ke negara ini dengan nilai sebesar 278,10 juta dolar AS.
India dan Korea Selatan berada di peringkat selanjutnya. Sebesar 23,84 persen dan 15,49 persen ekspor timah diekspor ke kedua negara tersebut. Selanjutnya, Singapura, dan Jepang.
”Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 83,77 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia,” katanya pula.
Ia menyatakan secara kumulatif Januari-Oktober 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c), total ekspor ke 5 negara terbesar tujuan ekspor timah terkontraksi sebesar 25,44 persen. Tiongkok terkontraksi hingga 43,30 persen demikian juga ke negara Jepang juga terkontraksi sebesar 24,53 persen.
”Singapura merupakan negara dengan kontraksi terdalam hingga 48,24 persen. Sementara ekspor ke negara India dan Korea Selatan meningkat masing masing 26,20 persen dan 40,87 persen,” katanya lagi. (*)
Budi Susilaputra, petani cabai menunjukkan cabai yang siap dipetik di kebunnya di Kampung Pasir Satu, RT 002 RW 001 Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (2/12/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Petani yang tergabung dalam kelompok tani bahagia tani di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan berhasil panen cabai dengan memanfaatkan lahan bauksit.
Budi Susilaputra bersama rekannya, Kristian menyampaikan, mereka menanam cabai di lahan bauksit seluas 1,5 hektare.
Ada 40 ribu batang tanaman cabai yang ditanam diantaranya cabai keriting, cabai rawit dan cabai hijau.
Dari ketiga jenis cabai itu, katanya, cabai keriting sudah lima kali panen dengan perkiraan panen sekitar 1 ton.
“Cabai keriting, usianya sudah tiga bulan, sudah panen lima kali,” katanya saat ditemui di kebunnya di Kampung Pasir Satu, RT 002 RW 001 Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (2/12/2024).
Sementara cabai rawit baru berusia 2 bulan dan diprediksi panen pada awal Januari 2024, sedangkan cabai hijau sudah mulai dipetik.
Dia mengakui, tidak mudah mengelola lahan yang mengandung bauksit. Karena itu, dia banyak memanfaatkan pupuk organik dari kotoran hewan.
Tidak hanya itu, dia pun memanfaatkan kulit kerang dan rengkam.
Kulit kerang biasanya dibeli dari nelayan, kemudian diolah menjadi bubuk kerang. Fungsi dari bubuk kerang, dijelaskanya untuk penetral tanah.
“Kita taburi gitu saja diaduk dengan tanah,” kata dia.
Kemudian, mereka pun menggunakan rengkam atau sejenis rumput laut yang mudah diperoleh di laut.
“Rengkam bagus, fungsinya sebagai pupuk untuk tanaman,” katanya.
Dia sengaja menggunakan pupuk organik agar tanah lebih lama dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
Dari menanam cabai ini, dia mengatakan, kesulitannya adalah air.
“Kendalanya sementara air, tapi kita tetap berusaha agar tanaman cabai yang ditanam mendapat suplai air cukup,” pungkasnya. (*)
Kopi, minuman favorit penuh manfaat/ image by coolvetor on freepik
batampos – Kopi jenis robusta dan arabika yang dibudidayakan petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini semakin diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
Produsen kopi warga Ngemplak, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Deden Sofiudin, di Temanggung, Senin (2/12), menyampaikan selain konsumen dalam negeri, melalui pemasaran digital pihaknya sudah merambah ke luar negeri seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Jerman, dan Rusia.
Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil kopi jenis arabika dan robusta di Provinsi Jawa Tengah. Total ada 13.000 hektare lahan kopi robusta dan 2.500 hektare kopi arabika yang tersebar di 12 kecamatan.
Bahkan saat ini para petani meraup keuntungan besar karena harga jual kopi meningkat tajam dalam dua tahun terakhir, harga kopi robusta dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp80.000 per kilogram dan kemudian harga kopi arabika naik dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram.
Ia menyampaikan, usaha yang sudah digeluti sejak tahun 2016 kini membuahkan hasil, karena produk kopi arabika dan robusta banyak diminati para konsumen dalam negeri maupun luar negeri.
Ia menyebutkan setiap bulan rata-rata dapat menjual sampai tiga kuintal biji sangrai atau “roasbean”.
“Sudah punya pasar yang bagus di pasar lokal, kita juga sudah punya pelanggan luar negeri, serapannya bagus karena memang dari tahun 2016, kita masuk ke kopi Temanggung yang diproduksi dengan kualitas yang bagus dipasarkan lewat online. Dengan kenaikan harga kopi ini permintaan masih jalan, tetapi volumenya berkurang,” katanya. (*)
peserta saat akan mengikuti ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Batam di Hotel Golden View, Bengkong, Jumat (17/11) lalu. Ujian serupa akan digelar dalam waktu dekat ini. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sebanyak 2.193 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Desember 2024 di Hotel Golden View, Bengkong, Batam.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyatakan bahwa pelaksanaan SKD ini akan melibatkan tim dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami dari BKPSDM mendukung proses registrasi peserta. Setiap hari akan ada tiga sesi tes, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang per sesi,” ujar Hasnah, Senin (2/12).
Pemko Batam membuka total 2.300 formasi PPPK, yang terdiri atas 67 formasi untuk tenaga kesehatan dan 2.124 formasi untuk tenaga teknis.
Selain itu, rekrutmen PPPK tahap kedua juga tengah berlangsung sejak 17 November hingga 31 Desember 2024.
“Peserta tahap kedua nantinya juga akan memperebutkan sisa formasi dari periode pertama,” tambah Hasnah.
Sebelumnya, Pemko Batam menerima 150 sanggahan dari 218 pelamar PPPK yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, seluruh sanggahan diterima setelah pelamar berhasil menunjukkan dokumen asli berupa ijazah dan transkrip nilai.
“Sebagian besar pelamar awalnya hanya mengunggah dokumen berupa fotokopi, sehingga tidak memenuhi syarat administrasi. Setelah mereka mengajukan sanggahan dan menunjukkan dokumen asli, sanggahan tersebut kami terima,” jelas Hasnah.
Ia juga mengingatkan para pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kompetisi di setiap formasi cukup ketat.
“Dengan dukungan koordinasi antara Pemkot Batam dan BKN, proses seleksi diharapkan dapat berjalan lancar dan transparan,” ujarnya. (*)