peserta saat akan mengikuti ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Batam di Hotel Golden View, Bengkong, Jumat (17/11) lalu. Ujian serupa akan digelar dalam waktu dekat ini. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Sebanyak 2.193 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Desember 2024 di Hotel Golden View, Bengkong, Batam.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyatakan bahwa pelaksanaan SKD ini akan melibatkan tim dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kami dari BKPSDM mendukung proses registrasi peserta. Setiap hari akan ada tiga sesi tes, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang per sesi,” ujar Hasnah, Senin (2/12).
Pemko Batam membuka total 2.300 formasi PPPK, yang terdiri atas 67 formasi untuk tenaga kesehatan dan 2.124 formasi untuk tenaga teknis.
Selain itu, rekrutmen PPPK tahap kedua juga tengah berlangsung sejak 17 November hingga 31 Desember 2024.
“Peserta tahap kedua nantinya juga akan memperebutkan sisa formasi dari periode pertama,” tambah Hasnah.
Sebelumnya, Pemko Batam menerima 150 sanggahan dari 218 pelamar PPPK yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, seluruh sanggahan diterima setelah pelamar berhasil menunjukkan dokumen asli berupa ijazah dan transkrip nilai.
“Sebagian besar pelamar awalnya hanya mengunggah dokumen berupa fotokopi, sehingga tidak memenuhi syarat administrasi. Setelah mereka mengajukan sanggahan dan menunjukkan dokumen asli, sanggahan tersebut kami terima,” jelas Hasnah.
Ia juga mengingatkan para pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kompetisi di setiap formasi cukup ketat.
“Dengan dukungan koordinasi antara Pemkot Batam dan BKN, proses seleksi diharapkan dapat berjalan lancar dan transparan,” ujarnya. (*)
sekretaris wilayah Eko Yori, staf CSR Pangkal Pinang Panji SP tengah foto bersama dalam acara program makanan bergizi gratis di SDN 009 Kundur Barat
batampos– PT Timah Tbk uji coba berikan program makanan bergizi gratis di SDN 009 Kundur Barat Senin 02/12. Sebanyak 147 porsi makanan bergizi gratis diberikan kepada siswa – siswi dengan menu ayam goreng, sayur, susu dan buah jeruk. Seratusan anak tampak sumringah mendapatkan makanan bergizi gratis.
Acara uji coba program makanan bergizi gratis dihadiri Eko Yori sekretaris wilayah area Kundur, Panji SP staf CSR Pangkal Pinang,koordinator CSR area Kundur Eka Budhy Susanto, Kapolsek Kundur Utara/ Barat, Danramil 03 Kundur, kepala Puskesmas Kundur Barat, Lurah Sawang, kepala desa Sawang Laut, korwil dinas pendidikan kabupaten Karimun.
Dalam sambutanya sekretaris wilayah Eko Yori mengatakan uji coba memberi makanan bergizi gratis untuk pelajar pertama kalinya dilaksanakan. Kegiatan ini dalam upaya mendukung program pemerintah memberikan makanan bergizi gratis dengan tema
gotong royong dan akuntabel.
” Alhamdulillah hari ini kita sedang uji coba menjalankan program pemerintah memberi makanan bergizi gratis untuk pelajar selama dua belas hari,” terang Eko Yori.
Kepala SDN 009 Saharun mengaku sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan program ujicoba makan bergizi gratis. Kami sangat senang siswa – siswi kami sebanyak 147 anak hari ini merasa gembira. Semoga program ini memberikan manfaat dan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. (*)
Pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil Batam di Sekupang, beberapa waktu lalu. Meski mengalami kendala pencetakan, namun pengajuan dokumen kependudukan tetap diterima oleh Disdukcapil. F. Dalil Harahap/batam Pos
batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mengumumkan adanya kendala dalam pencetakan dokumen kependudukan akibat proses pemeliharaan konsolidasi tanda tangan elektronik (TTE) yang tengah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).
Akibat kendala tersebut, beberapa dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan untuk sementara waktu belum dapat dicetak.
Kepala Disdukcapil Kota Batam, Heryanto, menyatakan bahwa masalah ini hanya berdampak pada proses pencetakan, sedangkan pelayanan lain, termasuk penerimaan berkas pengajuan, tetap berlangsung normal.
“Pencetakan saja yang belum bisa dilakukan minggu ini. Namun, untuk pelayanan dan penerimaan berkas, kami tetap melayani,” ujar Heryanto, Senin (2/12).
Heryanto menjelaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengu-rus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil, tetapi pencetakannya baru bisa dilakukan setelah proses pemeliharaan selesai. Ia memastikan pihaknya berusaha agar layanan dapat kembali normal dalam waktu dekat.
“Insyaallah, pelayanan dokumen kependudukan akan kembali normal pada minggu depan setelah proses pemeliharaan selesai,” terangnya.
Dengan adanya kendala ini, masyarakat diimbau untuk bersabar. Bagi mereka yang membutuhkan dokumen dalam waktu dekat, diharapkan dapat menyesuaikan pengurusan sesuai jadwal penyelesaian konsolidasi yang ditetapkan oleh Kemendagri. Disdukcapil Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal serupa disampaikan oleh Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Batam, Nur Amri Arif. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengajukan pengurusan dokumen kependudukan.
“Kendala hanya terjadi pada pencetakan dokumen, tetapi pengajuan tetap dilayani. Jadi, masyarakat yang ingin mengurus dokumen seperti KK, KTP, akta kelahiran, dan lainnya tetap bisa datang,” jelasnya. (*)
Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata. F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan kenaikan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) sebanyak 6,5 persen. Sementara penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri 2025, masih menunggu regulasi dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
UMP tahun 2025 diprediksi senilai Rp3.623.653 atau naik sebesar Rp221.161 jika ditambah 6,5 persen, dari nilai UMP tahun 2024 senilai Rp3.402.492.
“Presiden sudah umumkan (UMR) naik 6,5 persen. Tapi untuk ditetapkan oleh Gubernur, kita harus menunggu regulasi,” kata Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata, Senin (2/12).
Usai UMR diumumkan, Disnakertrans Kepri masih belum melakukan pembahasan untuk penetapan nilai UMP 2025. Disnaker juga masih terus berkomunikasi dengan Kemenaker, untuk melakukan hitung-hitungan upah minum tersebut.
“Karena tidak boleh langsung (menetapkan). Kita harus menghitung seperti apa 6,5 persen itu,” tambahnya.
Selain itu, Mangara juga enggan membeberkan nilai kenaikan UMP tahun depan, yang nantinya jadi acuan pemerintah kabupaten kota untuk menetapkan nilai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Sebab, Disnakertrans Kepri sendiri masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Apalagi, menurutnya untuk menetapkan UMP tersebut harus berlandaskan hukum yang tetap.
“Saya tidak mau mendahulukan peraturan. Terkait pengupahan ini (UMP) harus dadar hukum yang tetap,” pungkasnya. (*)
Tim Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri), Tim TKDV, dan berbagai unsur pemerintah foto bersama di Harris Hotel, Batam, Selasa (19/11/2024). F Polibatam
TIM Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri) bersama Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKDV) menyusun strategi daerah untuk revitalisasi vokasi di Kepri. Kegiatannya adalah Finalisasi Strategi Daerah (strada) dan Diskusi Publik Revitalisasi Vokasi Provinsi Kepri di Harris Hotel, Batam, pada 19-20 November.
Tujuannya menyusun rencana revitalisasi vokasi di Kepri lima tahun kedepan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah seperti Bappeda Kepri, Dinas Pendidikan Kepri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kepri, MKKS Tanjungpinang, dan MKKS Batam
Strada revitalisasi vokasi terdiri dari enam strategi: 1: Optimalisasi Sistem Informasi Pasar Kerja. 2: Penguatan Peran DUDI dalam Proses Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. 3: Penguatan Sistem Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Sesuai dengan Kebutuhan Pasar Kerja. 4: Meningkatnya Relevansi dan Aksesibilitas Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. 5: Terwujudnya kolaborasi riset inovasi dan hilirisasi produk oleh akademisi, industri/masyarakat, dan pemerintah daerah. 6: Monitoring dan Evaluasi efektivitas pelaksanaan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi
Diharap dokumen strada ini menjadi acuan banyak pihak dalam mengembangkan vokasi di Kepri. Juga bagi pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Pembangunan Daerah jangka pendek maupun jangka menengah. Khususnya pada pengembangan vokasi.
‘’Sehingga pengembangan vokasi dapat menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas tenaga kerja, penurunan tingkat pengangguran vokasi, serta pada perkembangan ekonomi Kepri”, ujar Sudra Irawan, sebagai Ketua Tim Konsorsium Politeknik se-Kepri sekaligus dosen Polibatam. (adv)
Ilustrasi. Pekerja pabrik menaiki bus saat pulang kerja di Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam untuk tahun 2024 masih terganjal penerbitan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker). Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyatakan bahwa pembahasan UMK baru dapat dimulai setelah Permenaker tersebut diterbitkan sebagai pedoman resmi.
“Untuk pembahasan, kan ada aturannya, yakni Permenaker. Dan ini belum keluar, masih kita tunggu,” ujar Rudi, Senin (2/12).
Ia menjelaskan, setelah Permenaker terbit, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak terkait, diikuti pembahasan dengan melibatkan unsur buruh dan pengusaha.
”Kalau sekarang, apa yang mau kita bahas? Formula seperti apa juga belum tahu. Kita tunggu dulu Permenaker itu keluar, meskipun acuan kenaikan sudah ada, yakni 6,5 persen,” tambahnya.
Rudi optimistis Permenaker akan diterbitkan bulan ini, sehingga proses pembahasan UMK Batam dapat selesai sebelum akhir tahun.
“Kita tunggu minggu ini atau minggu depan. Pokoknya bulan ini harus selesai, jadi semua clear,” ungkapnya.
Selain menunggu Permenaker, Rudi juga menyebut bahwa pihaknya telah melakukan persiapan awal terkait pembahasan UMK. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha agar penetapan UMK dapat mengakomodasi kebutuhan semua pihak.
Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyampaikan pandangannya terkait proses penetapan UMK. Ia menilai pembahasan upah minimum sebaiknya tetap dilakukan di tingkat Dewan Pengupahan Daerah, yang terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
“Selama ini pembahasan UMK dilakukan oleh Dewan Pengupahan yang lebih memahami kondisi perekonomian di daerah. Jika kenaikan upah minimum dipukul rata 6,5 persen secara nasional, disparitas upah antardaerah akan makin lebar,” ujar Rafki.
Ia menjelaskan, kebijakan yang seragam berpotensi menimbulkan ketimpangan. “Pelaku usaha di daerah dengan upah minimum lebih tinggi akan lebih terbebani, sedangkan pekerja di daerah dengan upah rendah hanya menikmati kenaikan kecil. Jadi, prinsip upah berkeadilan akan makin jauh,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah sebaiknya hanya mengeluarkan pedoman pembahasan upah minimum, bukan menetapkan angka kenaikan secara langsung. “Kami berharap pemerintah memberikan fleksibilitas dalam pembahasan UMK, karena yang paling memahami kondisi perekonomian daerah adalah pelaku ekonomi di daerah tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya segera menerbitkan Permenaker agar proses pembahasan UMK di daerah dapat segera dilakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebijakan upah minimum tidak hanya mengedepankan kepentingan pekerja, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan usaha.
Rudi Sakyakirti menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebijakan UMK dapat diselesaikan tepat waktu. “Kami siap bekerja cepat. Begitu Permenaker turun, pembahasan langsung dilakukan agar semua pihak mendapatkan kejelasan,” tegasnya.
Penetapan UMK Batam diharapkan menjadi solusi yang adil untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa membebani pelaku usaha secara berlebihan. Apalagi, Batam merupakan salah satu pusat industri dan perdagangan uta-ma di Indonesia. (*)
batampos – Di Kabupaten Bogor, seorang anggota Polri tega menganiaya ibu kandungnya hingga tewas. Aipda Nikson Pangaribuan, 41, nama anggota polisi itu, mendorong ibunya hingga terjatuh. Lalu, dia menghantam kepala ibunya dengan menggunakan tabung elpiji melon.
Peristiwa sadis itu terjadi pada Minggu (1/12) pukul 21.30 di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Waktu itu, Herlina, korban, sedang melayani pembeli di warungnya.
’’Saat itu ada seorang saksi bernama Bangun sedang berbelanja di warung Bu Herlina,’’ terang Kapolsek Cileungsi Kompol Wahyu Maduransyah dilansir dari Radar Bogor (grup Batam Pos). Selain Herlina, Bangun melihat Aipda Nikson di dalam warung.
Pada saat itulah Bangun melihat Aipda Nikson tiba-tiba mendorong tubuh Herlina hingga terjatuh di lantai. Melihat ibunya tak berdaya, Nikson yang berdinas di Polrestro Metro Bekasi Kota itu bukannya kasihan. Dia justru mengambil tabung elpiji melon (3 kg).
Dengan kalap, Nikson menghantam kepala ibunya dengan tabung elpiji warna hijau itu.
Tak cukup sekali, dia meng-hantam kepala ibu yang melahirkannya itu hingga tiga kali. Herlina pun terkapar.
Melihat Nikson mengamuk, Bangun ketakutan. Dia kabur. Bangun menceritakan peristiwa itu kepada seorang teman bernama Hotbin. Mereka lalu kembali ke warung dan melihat Herlina tergeletak tak berdaya. Herlina lantas dilarikan ke RS Kenari.
”Setelah sampai di RS Kenari, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Kompol Wahyu.
Dia mengatakan, Nikson sempat melarikan diri dengan menggunakan mobil pikap. Dia lalu membuat kekacauan karena memarkir kendaraan di tengah jalan raya, tepatnya di depan RS Hermina Cileungsi. Setelah itu, Nikson berjalan kaki menuju sebuah kafe.
Aksi nekadnya berakhir setelah petugas Polsek Cileungsi bersama Polres Bogor dan Polres Bekasi membekuknya. Dia dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dengan menggunakan ambulans.
”Barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain, satu tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang digunakan untuk memukul korban,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan bahwa pelaku akan dijerat secara pidana maupun etik. ”Saat ini proses etiknya sedang dilaksa-nakan Propam Polda Metro Jaya. Sedangkan proses pidananya di kami,” katanya.
Kendati pelaku anggota polisi aktif, Rio berjanji tidak memberikan perlakuan istimewa. Sebaliknya, dia berjanji memproses kasus tersebut dengan tegas. ”Dia (pelaku, red) sangat keterlaluan. Kami tidak akan main-main memproses kasus ini,’’ tegasnya.
Rio belum menjelaskan secara detail mengapa Aipda Nikson tega menganiaya ibu kandungnya sendiri. Dia hanya mengatakan bahwa pelaku terlibat cekcok dengan ibunya. Dia juga berjanji mengenakan pasal dengan hukuman yang paling berat terhadap pelaku.
”Penyidik sedang melakukan penyelidikan secara mendalam, mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan Propam Polda Metro Jaya,” tegasnya. (*)
batampos – Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada tahun 2025, karena melihat produksi pangan nasional yang terus meningkat.
”Dan sangat besar kemungkinan dan keyakinan saya tahun 2025, kita tidak akan impor beras lagi,” kata Prabowo ketika menyampaikan pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12).
Dia juga menginginkan Indonesia ke depan tidak lagi mengimpor komoditas pangan, karena Kepala Negara optimistis Indonesia akan semakin kuat dalam bidang pangan.
”Semakin ke depan kita akan tambah kuat di bidang ini (pangan). Kita nanti tidak hanya bebas dari impor beras, tapi kita harus bebas dari impor semua komoditas pangan,” kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan terima kasih kepada tim Menko Pangan dan semua menteri-menteri yang berurusan dengan pangan. Dalam rapat terbatas terakhir beberapa hari yang lalu, Kepala Negara mengaku mendapat paparan yang sangat menggembirakan.
”Produksi pangan kita naik, cadangan pangan kita mungkin terbesar selama beberapa tahun ini. Yang ada di gudang kita, saya kira mendekati 2 juta ton,” kata Prabowo.
Presiden menyampaikan cadangan pangan cukup. Menurut Kepala Negara, hal tersebut berkat kerja keras jajaran anggota kabinet dan kepala badan.
”Apresiasi saya juga kepada Menteri Pertanian dan timnya, Bulog, Badan Pangan Nasional, semua unsur Menteri BUMN dan BUMN yang berada di bawah pengawasan Menteri BUMN.
Terima kasih langkah-langkah kita di akhir tahun 2024,” jelasnya.
Prabowo juga berterima kasih kepada Menteri Dalam Negeri yang ikut membantu mengendalikan pemantauan inflasi.
Prabowo juga berterima kasih atas dukungan Presiden ketujuh RI Joko Widodo sebelumnya, sehingga pemerintahan saat ini mampu mengatasi tantangan tahun ini yang tidak ringan, seperti El Nino sekaligus La Nina.
”Musim kering, tapi kita mampu mengatasi, mampu menghadapi di tengah suasana geopolitik yang tidak ringan. Masalah geopolitik berpengaruh dengan masalah pangan,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan jika terjadi suatu ketegangan dan krisis, negara-negara yang biasanya ekspor pangan akan menghentikan ekspornya.
”Ini fenomena yang sudah terjadi berkali-kali. Karena itu, terima kasih Alhamdulillah kita sekarang berada dalam posisi yang semakin kuat,” kata Prabowo. (*)
batampos – Pascapenyelesaian tahapan Pilkada, Tim Terpadu Kota Batam mulai melaksanakan agenda penertiban permukiman liar guna mendukung rencana pembangunan di berbagai wilayah. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, menyatakan sedikitnya ada enam titik permukiman liar yang akan ditertibkan secara bertahap.
“Penertiban ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek pembangunan yang telah memiliki legalitas. Eksekusi sudah kami jadwalkan setelah pleno rekapitulasi surat suara selesai,” ungkap Imam di Sagulung, Senin (2/12).
Salah satu titik prioritas adalah permukiman liar di Tembesi Tower, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Lokasi ini menjadi fokus utama karena penghuni telah menerima surat peringatan ketiga.
Permukiman Tembesi Tower terletak di lahan yang dialokasikan untuk proyek Panbil II, yang dikelola oleh PT Tanjung Piayu Makmur (TPM). Pihak perusahaan menawarkan solusi berupa rumah siap huni di kawasan Tanjungpiayu, Seibeduk, sebagai bentuk relokasi. Namun, sebagian warga belum menyetujui tawaran tersebut.
“Kami berharap masyarakat segera menerima tawaran relokasi dan kompensasi yang diberikan. Jika ada keberatan, silakan tempuh jalur hukum,” ujar Kuasa Hukum PT TPM, Bali Dalo, beberapa waktu lalu.
Bali menegaskan bahwa proyek Panbil II memiliki dokumen legalitas lengkap dan tetap akan berjalan sesuai rencana. “Penertiban ini penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar. Kami juga memberikan waktu bagi masyarakat untuk mempertimbangkan tawaran relokasi,” tambahnya.
Imam Tohari memastikan proses penertiban akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Rencana ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga permukiman liar menyatakan keberatan dengan alasan telah menetap bertahun-tahun di lokasi tersebut.
“Kami berharap ada solusi yang lebih baik, terutama demi masa depan keluarga kami,” ungkap seorang warga Tembesi Tower.
Namun, Pemerintah Kota Batam berkomitmen melanjutkan program penertiban ini demi pembangunan jangka panjang. Imam menegaskan bahwa langkah ini bertujuan mendukung pengembangan infrastruktur dan meningkatkan tata Kota Batam.
“Kami tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik,” katanya.
Dengan dimulainya penertiban ini, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama demi tercapainya tujuan pembangunan yang lebih baik di Kota Batam. Pemerintah juga berkomitmen memastikan proses penertiban berlangsung adil dan transparan. (*)
Ilustrasi. Kendaraan mengisi bahan bakar di SPBU Kota Batam. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam memperketat distribusi BBM bersubsidi jenis Pertalite dengan menerapkan pembatasan kuota sesuai kapasitas mesin kendaraan. Kebijakan ini menjadi bagian dari program Fuel Card 5.0, yang kini memasuki tahap kedua pendaftaran.
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, menjelaskan bahwa kebijakan pembatasan ini akan mulai berlaku pada 1 Maret 2025, setelah masa transisi berakhir. Hingga saat itu, masyarakat masih dapat membeli Pertalite tanpa pembatasan kuota.
“Untuk kendaraan pribadi dengan kapasitas mesin di bawah 1.400 cc, kuota maksimal adalah 20 liter per hari. Sementara itu, angkutan umum dan daring mendapatkan prioritas dengan kuota hingga 35 liter per hari,” ungkap Gustian di Batam, Senin (2/12).
Penerapan pembatasan ini bertujuan memastikan distribusi BBM bersubsidi lebih merata dan tepat sasaran. Gustian menyebutkan bahwa dengan menggunakan Fuel Card, alokasi Pertalite dapat dikendalikan sesuai aturan yang berlaku.
“Fuel Card 5.0 mempermudah pengawasan sekaligus memberikan keadilan bagi pengguna. Kendaraan pribadi dan angkutan umum mendapatkan kuota yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.
Pendaftaran tahap kedua untuk Fuel Card ini telah dimulai pada Senin (2/12) dan berlang-sung hingga 28 Februari 2025 mendatang. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui batamfuelcard.id atau secara luring di beberapa lokasi strategis, seperti Gedung Bersama Pemko Batam di Batam Center; Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam Center; serta sejumlah pusat perbelanjaan seperti Mega Mall Batam Center; Nagoya Hill Shopping Mall; dan Grand Batam Mall.
Hingga saat ini, sebanyak 25.091 kendaraan telah terdaftar Fuel Card sejak peluncuran tahap pertama pada awal tahun. Gustian menyebutkan bahwa program ini terus disempurnakan berdasarkan masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan.
Program yang didukung tiga bank mitra yakni PT KB Bank, Bank Sumut, dan CIMB Niaga, juga mengintegrasikan sistem pembayaran yang mempermudah pengguna BBM bersubsidi.
Adapun, persyaratan pendaftaran mencakup STNK, foto kendaraan dengan nomor polisi, KTP, QR Code MyPertamina, serta identitas khusus untuk pengemudi angkutan umum dan daring.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mendaftar dan memanfaatkan program ini. Tidak ada biaya pendaftaran atau administrasi apa pun. Harapannya, kebijakan ini menjadi contoh nasional dalam pengelolaan BBM bersubsidi yang lebih transparan dan tepat sasaran,” tutup Gustian.
Baru-baru ini, kendaraan jenis mobil yang hendak mengisi Pertalite, juga diharuskan pihak Pertamina untuk memiliki QR Code MyPertamina.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, belum lama ini menjelaskan bahwa penggunaan barcode merupakan bagian dari program Subsidi Tepat Pertalite. Program ini bertujuan memastikan BBM subsidi, seperti Pertalite dan Bio Solar, hanya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
“Kami telah menyosialisasikan kebijakan ini sejak Agustus 2024, dan pendaftaran pengguna barcode mulai dibuka pada September 2024. Barcode ini berfungsi sebagai alat pencatatan digital untuk memantau distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran,” kata Satria, Kamis (21/11).
Pertamina, sebagai operator distribusi BBM bersubsidi, memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai peruntukan.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina juga berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang berperan sebagai regulator pengawasan distribusi BBM subsidi.
Menurut Satria, hingga kini pelaksanaan di lapangan terpantau kondusif. Untuk menga-tasi kendala yang dialami masyarakat, Pertamina telah menempatkan petugas di setiap SPBU.
“Petugas kami siap membantu masyarakat yang kesulitan mengakses program Subsidi Tepat Pertalite,” kata dia. (*)