Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2535

UPT Samsat Batuaji Capai Target Pendapatan 103,76 Persen pada 2024

0
Ilustrasi. Pengendara kenderaan bermotor roda dua dan empat saat melintas di Simpang Kara Batamcentre. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Kepala UPTD Pelayanan Pajak Daerah (PPD) Batuaji, Patrick Nababan, menyebutkan hingga 9 Desember 2024, pihaknya berhasil melampaui target pendapatan yang telah ditetapkan. Dari target perubahan sebesar Rp50 miliar, realisasi pendapatan mencapai Rp 51,1 miliar, atau 103,76 persen.

“Capaian ini adalah hasil kerja keras dari seluruh tim kami di UPTD Samsat Batuaji, serta kesadaran masyarakat yang semakin meningkat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor,” ujar Patrick, Senin (9/12).

Menurut Patrick, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat agar capaian ini terus meningkat hingga akhir tahun. Salah satu strategi dilakukan adalah memperbaiki proses pelayanan, mempermudah pembayaran, serta mengoptimalkan inovasi pembayaran.

Namun, Patrick tidak memungkiri bahwa masih ada kendala dalam menarik tunggakan pajak kendaraan bermotor. Proses pendataan tunggakan membutuhkan waktu lebih lama karena harus dipisahkan berdasarkan tahun dan status terakhir kendaraan.

“Untuk tunggakan, agak lama prosesnya karena harus dicek satu per satu, baik dari sisi administrasi maupun status kendaraan itu sendiri,” jelasnya.

Selain itu, UPTD PPD Batuaji juga melakukan berbagai langkah strategis guna meningkatkan kesadaran wajib pajak, termasuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu.

“Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mendukung keberhasilan kami. Dengan membayar pajak kendaraan, masyarakat tidak hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan daerah,” tambah Patrick.

Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sektor utama yang mendukung anggaran pembangunan daerah. Dengan pendapatan yang telah melampaui target, UPTD PPD Batuaji optimistis mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Patrick optimistis, dengan waktu yang tersisa di bulan Desember, realisasi pendapatan UPTD PPD Batuaji dapat terus meningkat. Pihaknya juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan guna mencapai hasil yang lebih maksimal di tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah membayar pajak tepat waktu. Bagi yang masih memiliki tunggakan, kami siap membantu proses pembayaran agar lebih mudah dan cepat,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel UPT Samsat Batuaji Capai Target Pendapatan 103,76 Persen pada 2024 pertama kali tampil pada Metropolis.

2.213 Perkara Perceraian Masuk Pengadilan Agama Batam Sepanjang 2024, Usia Muda Paling Rentan

0
Ilustrasi.

batampos – Pengadilan Agama Kota Batam mencatat adanya peningkatan jumlah perkara perceraian sepanjang tahun 2024. Hingga awal Desember 2025, total 2.213 perkara perceraian telah diterima, lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang berjumlah 2.123 perkara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.031 perkara telah diputus Pengadilan Agama Kota Batam.

Humas Pengadilan Agama Kota Batam, Azizon, menyebut kasus perceraian tahun ini masih didominasi oleh cerai gugat, yakni sebanyak 1.699 perkara. Sisanya, sebanyak 514 perkara merupakan cerai talak yang diajukan pihak laki-laki.

“Kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Batam sebagian besar diajukan pihak perempuan. Sebab, alasan yang sering muncul adalah masalah ekonomi, di mana pihak istri menganggap nafkah yang diberikan suami tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Azizon, Selasa (10/12)

Ia menambahkan, untuk perkara cerai talak, penyebab utama adalah perselisihan rumah tangga yang terus menerus, istri meninggalkan rumah dalam waktu lama, perselingkuhan, atau kehadiran orang ketiga.

“Kondisi ekonomi yang tidak stabil berdampak pada hubungan rumah tangga dan sering memicu ketidakharmonisan,” ujarnya.

Azizon juga memprediksi angka perceraian masih akan bertambah, mengingat tahun 2024 belum berakhir dan masih tersisa 20 hari lagi.

Sementara itu berdasarkan data, kelompok usia yang paling banyak bercerai adalah pasangan muda berusia 25 hingga 40 tahun. Hal ini diperkuat oleh Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Batam, Muhammad Dirham.

“Dari data yang kami terima, hampir 70 persen kasus perceraian terjadi pada perkawinan di bawah usia lima tahun. Artinya, banyak pasangan yang belum siap menghadapi realitas kehidupan rumah tangga,” terang Dirham.

Menurutnya, ketidakmatangan pasangan dalam menghadapi tantangan hidup, baik secara ekonomi maupun emosional, menjadi salah satu penyebab utama perceraian. Ia menilai banyak pasangan menikah tanpa persiapan yang matang.

“Persiapan menikah bukan hanya soal acara pernikahan, tetapi juga kesiapan ekonomi, mental, dan pemahaman mengenai tanggung jawab dalam berumah tangga,” tambahnya.

Untuk menekan angka perceraian, Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) rutin menggelar bimbingan pranikah bagi pasangan yang akan menikah. Dalam bimbingan tersebut, pasangan diberikan pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga, mulai dari pembinaan akhlak, kewajiban suami-istri, hingga cara menghadapi konflik rumah tangga.

“Bimbingan pranikah ini penting agar pasangan memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki jenjang pernikahan. Selain itu, kami juga rutin melakukan pembinaan pasca nikah bekerja sama dengan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4),” jelas Dirham.

Menurutnya, pembinaan pasca nikah dilakukan untuk membantu pasangan muda yang rentan terhadap perceraian. Dalam pembinaan tersebut, pasangan dibimbing untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan tanpa harus menempuh jalur persidangan.

“Harapannya, bimbingan pranikah dan pembinaan pasca nikah ini dapat membantu pasangan muda membangun rumah tangga yang harmonis dan mengurangi angka perceraian,” tutup Dirham. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel 2.213 Perkara Perceraian Masuk Pengadilan Agama Batam Sepanjang 2024, Usia Muda Paling Rentan pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Kekurangan 700 Guru, Disdik Berharap Ada Solusi Tahun Depan

0
Ilustrasi. Keceriaan terpancar pada wajah guru-guru SDN 010 Batamkota saat bertukar kado dengan sesama guru pada peringatan Hari Guru Nasional, Selasa, Selasa (26/11) lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kota Batam tengah menghadapi tantangan serius dalam sektor pendidikan dengan kekurangan sekitar 700 guru. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa situasi ini terjadi merata di semua jenjang pendidikan, baik di SD maupun SMP.

“Kekurangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah migrasi tenaga honorer yang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru yang lolos seleksi PPPK mendapatkan penempatan sesuai dengan yang mereka lamar, sehingga menimbulkan kekosongan di beberapa sektor,” ujar Tri Wahyu, Selasa (10/12).

Selain itu, penghentian penerimaan tenaga honorer juga berkontribusi signifikan terhadap masalah ini. Selama ini, tenaga honorer menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan tugas belajar mengajar. “Karena banyak yang sudah menjadi PPPK, kekurangan ini makin terasa,” kata dia.

Kondisi ini diperparah dengan rencana normalisasi jumlah rombongan belajar (rombel) yang sesuai aturan pemerintah. Saat ini, satu kelas di Batam dapat diisi oleh 40 hingga 50 siswa, jauh dari ketentuan maksimal 28 siswa untuk SD dan 32 siswa untuk SMP. “Kalau kita atur rombel sesuai aturan, tentu jumlah kelas akan bertambah, dan kebutuhan guru otomatis meningkat,” ujarnya.

Tri Wahyu juga menyoroti kebutuhan guru yang mengajar sesuai dengan bidang pendidikannya. Untuk SD, misalnya, harus lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Namun, selama ini banyak guru yang bukan dari latar belakang PGSD. Ketika mereka lolos ASN dan ditempatkan di tempat baru, kekosongan pun terjadi.

Disdik Batam telah menyampaikan persoalan ini kepada Kementerian Pendidikan, dengan harapan ada regulasi yang memperbolehkan penambahan guru, terutama untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar. “Kami berharap tahun depan ada aturan yang memungkinkan pengangkatan guru baru. Ini penting agar kualitas pendidikan di Batam tidak terganggu,” kata dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Batam Kekurangan 700 Guru, Disdik Berharap Ada Solusi Tahun Depan pertama kali tampil pada Metropolis.

Menteri BUMN dan PNM Dukung Percepatan Pertumbuhan UMKM Bersama BPOM

0

batampos – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) nyatakan siap mendukung komitmen Menteri BUMN Erick Thohir untuk meningkatkan daya saing UMKM. Pada akhir November 2024, Erick mengungkapkan telah sepakat dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan jumlah produk UMKM yang memenuhi standar BPOM. Tujuan besar tersebut mengandalkan tiga langkah strategis yaitu memaksimalkan ekosistem pasar digital (PaDi) UMKM, pemanfaatan database program PNM Mekaar dan digitalisasi sinergitas guna konsolidasi database.

“Program pertama mungkin beberapa bulan ke depan kita tuntaskan bagaimana semua bisa tersertifikasi. Nanti program berikutnya, tadi disampaikan, kita bisa memilih ada program PNM Mekaar, yaitu ibu-ibu di desa-desa yang menempat pinjaman Rp 1-5 juta yang jumlahnya 21,2 juta,” jelas Erick.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan bahwa kolaborasi dengan BPOM adalah langkah penting untuk membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas, baik domestik maupun global. Ia optimis dengan inisiasi Kementerian BUMN bersama BPOM akan mendorong semangat entrepreneurship nasabah binaannya dan keluar dari zona subsisten.
Hal tersebut sesuai dengan tugas besar PNM untuk turut memberikan modal intelektual dan sosial selain modal finansial agar tumbuh menjadi masyarakat yang madani. Dengan akses pembiayaan dan pendampingan, UMKM akan memiliki daya saing lebih dan semakin dipercaya pembeli.

Sebagai bentuk dukungan, langkah awal yang PNM lakukan adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya memiliki izin edar BPOM bagi usaha khususnya di sektor makanan, minuman, dan produk herbal. Melalui edukasi yang ringan dan relevan, PNM berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung percepatan pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. (*)

Artikel Menteri BUMN dan PNM Dukung Percepatan Pertumbuhan UMKM Bersama BPOM pertama kali tampil pada News.

Peran Santri Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI di Tengah Tantangan Global

0

Santri memiliki kontribusi historis dalam membela negara, yang dimulai sejak masa perjuangan kemerdekaan. Mereka terlibat aktif dalam berbagai perlawanan melawan penjajahan, salah satunya adalah melalui gerakan Resolusi Jihad yang diprakarsai oleh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1945. Resolusi ini memotivasi ribuan santri dan umat Islam untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, nilai-nilai bela negara yang ditanamkan dalam pendidikan pesantren, seperti cinta tanah air (hubbul wathan) dan nasionalisme, terus diajarkan kepada generasi santri hingga kini. Dalam jiwa santri tentu tertanam panca-jiwa, panca-jangka, panca-bina dan panca dharma. Semua itu dituangkan dalam semangat mengisi kemerdekaan bangsa sehingga menumbuhkan rasa semangat dalam belajar, rasa bangga dan cinta tanah air.

Pesantren di era globalisasi ini tentunya juga telah banyak melakukan pembaharuan dalam sistem pendidikannya, walaupun masih banyak yang tetap mempertahankan model pesantren tradisional. Dari sinilah muncul dua tipe pesantren yaitu pesantren tradisional, dan pesantren modern. Pesantren dalam pandangan masyarakat dikenal sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan sosial yang bersifat tradisional yang bertujuan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pada awal abad ke-21, masyarakat mengubah pandangannya terhadap pesantren. Pesantren lebih berfokus kepada pemikiran, ideologi, dan kelompok sosial serta gerakan-gerakan yang sangat masif, yang seolah-olah membalikkan kesan pesantren yang memiliki watak halus, akomodatif, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal.

Pesantren harus hadir dalam menjawab tantangan dunia saat ini, yaitu hadirnya faham radikal dan membuahkan kelompok terorisme. Di era modern, santri semakin dilibatkan dalam program Bela Negara yang dicanangkan oleh pemerintah. Santri dengan pengetahuan agama yang moderat dan kecintaan terhadap NKRI, memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

Mereka berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta turut serta dalam program-program yang menguatkan ketahanan nasional baik di ranah fisik maupun ideologis.

Santri dididik untuk memahami ajaran agama secara moderat dan seimbang, yang bertentangan dengan paham radikalisme dan ekstremisme. Mereka memainkan peran penting dalam kontra-radikalisasi, yaitu upaya menangkal penyebaran ideologi radikal yang dapat merusak tatanan sosial dan politik negara.

Santri millennial harus mampu menjawab tantangan zaman dengan mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan pengaruh positif di era digital yang ditandai peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Sebab di era digital menawarkan segala sesuatu serba instan, dan praktis tidak terkecuali munculnya ustadz dadakan yang juga menawarkan keagamaan secara instan dan praktis. Selain menjaga ketahanan ideologis, santri juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan sosial dan ekonomi. Pesantren sebagai pusat pendidikan dan pembinaan moral, juga telah bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Banyak pesantren yang mengembangkan koperasi pesantren dan berbagai usaha berbasis ekonomi kerakyatan, yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan membantu meningkatkan kesejahteraan umat.

Menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri dalam menghadapi tantangan ekonomi global yaitu dengan melakukan pelatihan tentang kewirausahaan pada santri yang diselenggarakan oleh koperasi pondok pesantren dan beberapa alumni. Dengan melakukan praktek-praktek misalnya membuat sesuatu dari bahan bekas yang memiliki nilai jual. Pelaksanaan ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan di pondok pesantren seperti produk kerajinan dan seni, film pendek, desain dan advertising. (*)

 

 


Nur Ayu Fitriani
Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman

Artikel Peran Santri Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI di Tengah Tantangan Global pertama kali tampil pada News.

UPTD PPA Kepri: Korban Prostitusi Anak di Bawah Umur Alami Trauma dan Ketakutan

0
Pendamping Korban UPTD PPA Kepri, Butet Lubis (kanan). F. Azis M / Batam Pos

batampos – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan bahwa korban prostitusi anak di bawah umur umumnya mengalami trauma dan takut melapor kepada pihak berwajib. Hal ini diungkapkan pasca pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur oleh Ditreskrimsus Polda Kepri.

“Dari 26 korban yang diidentifikasi sebagai pekerja seks, salah satunya merupakan anak perempuan di bawah umur. Kami telah melakukan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma yang dialaminya,” ujar Pendamping Korban UPTD PPA Kepri, Butet Lubis, Selasa (10/12).

Butet menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menjadwalkan pendampingan lanjutan bersama psikolog untuk memberikan ruang pemulihan kepada korban. Dari hasil pendampingan awal, korban mengaku tidak menjalani pekerjaan tersebut atas dasar gaya hidup, melainkan karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Kondisi korban sangat trauma dan tertekan. Dari lubuk hati, dia sebenarnya tidak ingin menjalani pekerjaan ini,” kata Butet.

Korban diketahui sudah mengenal tersangka sejak lama dan sering berbagi cerita mengenai kesulitan hidupnya di Batam. Menurut Butet, tersangka memanfaatkan situasi dengan memberikan janji-janji manis kepada korban.

“Saat korban membutuhkan uang untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang sakit, dia menghubungi tersangka. Tersangka lalu menawarkan pekerjaan sebagai pekerja seks dengan iming-iming bayaran besar,” ujarnya .

Tersangka meminta korban bergabung dalam forum daring kaskus “Batam Night Life” untuk dipromosikan sebagai pekerja seks. Jika ada pelanggan yang berminat, korban akan dihubungkan langsung oleh tersangka.

“Ini adalah bentuk perdagangan manusia. Tersangka mengambil keuntungan 20 persen dari setiap transaksi yang dilakukan korban,” tambah Butet.

Ia menambahkan bahwa usia korban yang masih labil dimanfaatkan oleh tersangka. Selain itu, pola asuh keluarga yang kurang optimal diduga menjadi salah satu faktor yang membuat korban rentan terhadap eksploitasi.

Kasus ini terungkap melalui operasi yang dilakukan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri. Dari 26 korban prostitusi online yang diidentifikasi, mayoritas adalah mahasiswa, SPG, dan karyawan kantoran yang mencari penghasilan tambahan.

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengatakan bahwa tersangka menggunakan media sosial untuk menawarkan korban sebagai pekerja seks dengan tarif beragam, mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 4,9 juta per sesi.

“Tersangka mendapatkan keuntungan 20 persen dari setiap transaksi yang dilakukan melalui transfer bank,” ujar Kombes Putu Yudha.

Polda Kepri memastikan tersangka telah ditahan dan akan diproses hukum lebih lanjut (**)

 

 

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel UPTD PPA Kepri: Korban Prostitusi Anak di Bawah Umur Alami Trauma dan Ketakutan pertama kali tampil pada Metropolis.

Cuaca Buruk, Dua Kapal Ferry Dari Batam Pindah Tempat Bersandar ke Pelabuhan Kuala Maras 

0
MV Seven Star Island yang baru tiba dari Batam terpantau sedang menurunkan penumpang di Pelabuhan Kuala Maras. f.junaidi untuk batampos

batampos – Dua kapal Ferry, MV VOC Batavia dan MV Seven Star Island dengan tujuan Letung mengalihkan tempat bersandarnya ke Pelabuhan Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur.

Peralihan tempat bersandar ini disebabkan cuaca telah memasuki musim angin utara yang membuat kapal susah bersandar di Pelabuhan Berhala Letung, Kecamatan Jemaja.

“Di Pelabuhan Letung angin gelombang kuat. Susah kapal bersandar, bahaya juga. Jadi, kita arahkan nakhoda untuk sandar di Kuala Maras. Disana teduh angin karena terlindung teluk,” ujar agen kapal, Nadi, Senin, (9/12).

Nadi menerangkan pada Minggu, (8/12) kemarin, MV Seven Star Island yang bertolak dari Tarempa kesulitan ketika bersandar di Pelabuhan Berhala.

Untuk menghindari potensi musibah, ia berkordinasi dengan Syahbandar mulai hari ini kapal bersandar di Pelabuhan Kuala Maras.

BACA JUGA: KPU Prediksi Partisipasi Pemilih di Pilkada Bintan Turun, Faktor Cuaca Hujan dan Hanya Diikuti Satu Paslon

“Demi keselamatan bersama, kita sepakat tempat sandar kapal dipindahkan sementara ke sini (Kuala Maras),” sebut Nadi.

Sementara itu, Junaidi, penumpang dari Batam membenarkan kapal yang ia tumpangi dihajar gelombang besar setelah melewati perairan Lagoi.

“Kuat gelombang, pas dah lewat Lagoi itu masuk laut lepas. Terasa goyangnya bang, muntah saya 3 kali,” tutur Junaidi.

Ia mengapresiasi nakhoda selalu berkordinasi dengan Syahbandar untuk melaporkan setiap saat kondisi perjalanan kapal.

“Termasuk pemindahan tempat berlabuh, saya rasa sudah cukup baik. Kuala maras ini agak tenang. Kondisi ini (gelombang kuat), sudah sering terjadi setiap akhir tahun,” pungkas Junaidi. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin 

Artikel Cuaca Buruk, Dua Kapal Ferry Dari Batam Pindah Tempat Bersandar ke Pelabuhan Kuala Maras  pertama kali tampil pada Kepri.

Polibatam Menguji Proposal Bisnis

0
Peserta mengikuti Kompetisi Business Matching & Pitching Wirausaha Merdeka (WMK) Angkatan 3 secara daring. F Polibatam

POLITEKNIK Negeri Batam (Polibatam) kembali menyelenggarakan Kompetisi Business Matching & Pitching Wirausaha Merdeka (WMK) Angkatan 3 yang berlangsung secara daring pada tanggal 1, 4, dan 5 November 2024. Kompetisi bertujuan menguji proposal bisnis yang telah dikembangkan peserta WMK sekaligus mengkurasi dana pengajuan RAB bisnis.

Kompetisi melibatkan 425 mahasiswa tergabung dalam 71 tim dengan proposal bisnis inovatif, mencakup berbagai sektor industri strategis. Proposal-proposal tersebut terdiri dari kategori Food & Beverage seperti makanan dan minuman inovatif, Fashion dengan fokus pada hijab, berbagai produk hardware termasuk drone, smart box, locker, sistem penyimpanan berbasis teknologi, dan perangkat elektronik mutakhir.

Kategori lainnya meliputi Household Supplies seperti produk pembersih dan pengharum ruangan, Personal Care, produk kreatif digital, hingga pengembangan Software dan produk berbasis Arduino yang menjanjikan.

Tim evaluator yang ditunjuk terdiri dari 25 akademisi dan 41 praktisi berpengalaman dari berbagai latar belakang. Para akademisi berasal dari institusi pendidikan terkemuka, termasuk Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Politeknik Negeri Bengkalis, Politeknik Negeri Ketapang, Universitas Negeri Padang, Politeknik Dewantara, dan Polibatam. Sementara praktisi membawa pengalaman berharga dari dunia industri dan bisnis.

Kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam proses evaluasi akan memastikan penilaian yang komprehensif dari berbagai aspek, mulai dari inovasi teknologi hingga potensi pasar.

Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polibatam mendorong pertumbuhan wirausaha muda tangguh dan inovatif. Program ini diharapkan dapat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru yang mampu menciptakan produk inovatif, juga siap menghadapi dinamika bisnis di era digital. (adv)

 

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

 

Artikel Polibatam Menguji Proposal Bisnis pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasar Halal Global Tembus Rp20.670 T

0
ILUSTRASI. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) . (istimewa)

batampos – Pasar halal global semakin besar. Data dari National Statistics BMI-A Fitch Solutions Company melaporkan bahwa dalam satu dekade terakhir, pasar makanan dan minuman halal menunjukkan peningkatan tajam. Nilainya mencapai USD 1,3 triliun atau setara dengan Rp20.670 triliun.

Peningkatan pasar halal global itu, diantaranya dipacu oleh pertumbuhan populasi Muslim yang cepat. Data tersebut menunjukkan ekonomi halal global melonjak dari USD 899,9 juta pada 2018 lalu. Dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan 5,2 persen selama kurun 2018-2028.

Menilik peluang besar tersebut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan memastikan bahwa pemerintah secara serius memperkuat ekosistem industri halal di tanah air. Tujuannya agar dapat mengambil peluang market yang sedemikian besar itu.

”Data ini membuktikan bahwa kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekosistem industri halal kita. Sebab, peluang yang sangat besar itu harus kita ambil.” kata Haikal dalam keterangannya Minggu (8/12).

Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu meyakini, Indonesia mampu menjadi produsen produk halal terbesar di dunia.

”Sepanjang kita bersama bersinergi dan berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem produk halal yang kita miliki,” katanya. Mulai dari sektor usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar.

Lebih lanjut Babe Haikal juga mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang dilaksanakan melalui BPJPH berupa implementasi kewajiban sertifikasi halal yang semakin ketat. Upaya ini merupakan salah satu kunci penguatan ekosistem halal ini.

Baginya sertifikasi halal memegang peran penting dalam memastikan produk-produk yang beredar telah memenuhi standar halal. Sebagai jaminan kehalalan sekaligus added value atau nilai tambah yang berlaku secara internasional.

Standar halal sendiri, lanjutnya, telah berkembang sebagai konsep yang semakin inklusif. Saat ini, halal bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan umat muslim saja. Melainkan untuk seluruh masyarakat terlepas dari latar belakang agama atau keyakinannya.

”Halal kini telah menjadi gaya hidup, lifestyle. Halal itu baik, sehat, higienis, dan berkualitas. Halal is for all, halal adalah rahmat bagi semua umat manusia,” jelasnya.
Babe Haikal mengatakan produk halal tidak hanya untuk muslim. Tetapi semua bisa menikmati. Dengan kualitas ini, maka kini produk halal telah menjadi preferensi bagi masyarakat dunia.

Potensi itu juga berpeluang bertumbuh sejalan proyeksi pertumbuhan populasi Muslim global oleh Studi Pew Research Center. Yang memperkirakan bahwa pada 2030 nanti, jumlah umat muslim di dunia akan mencapai 2,2 miliar jiwa.

Di sisi lain kemajuan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Utara juga menjadi salah satu faktor pendorong utama tumbuhnya pasar produk halal di dunia. Peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan mendorong masyarakat di wilayah ini untuk mengonsumsi lebih banyak produk halal.

Dengan ekosistem halal yang kuat dan produktif, maka dipastikan Indonesia akan menjadi produsen produk halal yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang besar. Tetapi juga sebagai komoditi ekspor untuk memenuhi kebutuhan internasional. (*)

Artikel Pasar Halal Global Tembus Rp20.670 T pertama kali tampil pada News.

Indonesia Berhenti Impor Empat Komoditas

0
ILUSTRASI: Pedagang saat menimbang gula pasir di toko klontong, di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Indonesia tidak lagi melakukan impor empat komoditas pada 2025 yakni

  • garam konsumsi
  • gula konsumsi
  • beras
  • jagung untuk pakan ternak .

”Jadi tidak impor jagung untuk pakan, tidak impor garam untuk konsumsi, tidak impor gula untuk konsumsi, tidak impor beras untuk konsumsi 2025,” ujar Zulkifli usai Rapat Koordinasi Terbatas Penetapan Neraca Komoditas Pangan 2025 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (9/12) dikutip dari Antara.

Zulkifli menyampaikan, pemerintah menargetkan produksi gula dalam negeri sebesar 2,6 juta ton. Produksi gula konsumsi akan digenjot dengan melakukan pengembangan bibit baru, manajemen perkebunan hingga menjalin kerja sama dengan pelaku UKM.

Untuk garam konsumsi, Pemerintah menargetkan produksi bisa mencapai 2,25 juta ton, guna mencukupi kebutuhan dalam negeri yang sebesar 1,76 juta ton pada 2025.
Dari sisi produksi jagung untuk pakan ternak, ditargetkan mampu mencapai 16,68 juta ton, sedangkan, kebutuhan jagung dalam negeri sekitar dari 13 juta ton.

”Jagung itu kebutuhan 13 juta ton. Lebih (produksi jagung pakan), berarti bisa ekspor kita,” katanya.

Mantan Menteri Perdagangan ini, juga mengatakan bahwa target produksi beras pada 2025 bisa mencapai 32 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri 31 juta ton.
Kelebihan produksi beras itu, disebut Zulkifli bisa digunakan untuk cadangan pangan apabila terjadi peristiwa luar biasa seperti bencana alam.

”Insya Allah, nanti kita tidak akan impor beras lagi untuk konsumsi,” ucap Zulkifli. (*)

Artikel Indonesia Berhenti Impor Empat Komoditas pertama kali tampil pada News.