Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2548

Masuk Musim Hujan, Harga Sayur di Anambas Tembus Rp 50 Ribu per Kilo

0
Seorang pedagang di Pasar Inpres Tarempa sedang melayani pembeli. Untuk harga mengalami kenaikkan yang signifikan. f.ihsan

batampos – Harga sejumlah komoditas pangan di Anambas mulai mengalami kenaikan yang signifikan.

Pantauan di Pasar Inpres Tarempa, untuk harga sayur dijual hingga Rp 50 ribu. Biasanya, pedagang menjual hanya kisaran Rp 25 ribu.

BACA JUGA: Hafizha Panen Sayur di Kebun Dasa Wisma Nila

Pedagang mengungkapkan harga sayur naik disebabkan faktor cuaca yang sedang memasuki musim hujan. Mengakibatkan, petani gagal panen.

“Sayur ini dari lokal (Anambas), tak ada dari Bintan. Ya itu, mahal sekali sekarang Rp 50 ribu untuk semua jenis sayur. Kalau kangkung cuma Rp 35 ribu, murah sedikit,” ujar seorang pedagang, Ina, Kamis, (5/12).

Kemudian untuk cabai, kata dia, juga mengalami kenaikkan. Harganya kini mencapai Rp 80 ribu per kilo sedangkan untuk per ons dibanderol Rp 10 ribu.

“Itu untuk semua cabai. Kita ambil dari Batam. Harga disana pun naik juga,” sebut Ina.

Yang membuat harga naik disebabkan oleh ongkos kirim kapal yang mahal. Untuk satu kilo cabai, membutuhkan modal Rp 65 ribu.

“Sudah include itu, dari ongkos kirim kapal, dan upah angkut buruh,” tutur Ina.

Harga tomat pun turut meningkat tajam, biasa per kilo dibanderol Rp 25 ribu. Kini, dijual menjadi Rp 35 ribu per kg.

“Bawang naik juga dek. Bawang merah awalnya Rp 25 ribu per kilo menjadi Rp 35 ribu. Kalau bawang putih per kilo Rp 38 ribu menjadi Rp 45 ribu,” terang Ina.

Ina mengeluhkan untuk daya beli masyarakat saat ini sedang menurun. Menurutnya hal ini dikarenakan sedang musim hujan, sehingga membuat pembeli malas untuk keluar rumah.

“Pernah satu harian hujan, tak ada yang beli. Mau macam mana lagi, sudah musim hujan kan,” pungkas Ina. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Artikel Masuk Musim Hujan, Harga Sayur di Anambas Tembus Rp 50 Ribu per Kilo pertama kali tampil pada Kepri.

Kadin Batam Kritik Penghentian Alokasi Lahan, Soroti Dampak Investasi

0
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk. (Dokumentasi pribadi untuk Batam Pos)

batampos – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, menyampaikan kritik terkait kebijakan penghentian alokasi lahan baru oleh BP Batam. Ia menilai kebijakan ini akan berdampak langsung pada investasi, khususnya di sektor pertanahan.

“Dampaknya investasi di bidang pertahanan pasti berhenti. Pelayanan di pertanahan ini tidak hanya alokasi baru, ada layanan jenis lainnya. Yang tidak dilayani, kan, hanya permintaan alokasi lahan baru. Kalau perpanjangan atau WTO, saya kira tidak termasuk,” ujarnya, Jumat (6/12).

Menurut dia, kebijakan penghentian ini mengikuti arahan Komisi VI DPR RI, namun pelaksanaannya tetap berada di tangan Kepala BP Batam. Aturan tersebut semestinya tidak menghentikan pelayanan sepenuhnya, terlebih jika masalah yang dihadapi hanya terkait sistem yang sedang diperbaiki.

“Kalau sistem LMS (Land Management System) lagi dalam perbaikan, sambil berjalan harusnya layanan tetap dibuka. Kalau sistem ini belum bisa digunakan, ya pakai sistem yang lama,” kata Jadi.

Ia menyebut, BP Batam sebetulnya telah memiliki sistem pengelolaan pertanahan yang baik sejak era kepemimpinan sebelumnya, mulai dari Mustofa, Hartanto, hingga Lukita. Namun, ia mempertanyakan efektivitas implementasi LMS di bawah kepemimpinan saat ini.

“Sebenarnya ini masalah pada orangnya (SDM). Kalau SDM-nya tidak baik, pelayanannya juga tidak baik,” kritik Jadi.

Ia menegaskan, masyarakat dan pelaku usaha sebagai konsumen tidak seharusnya dirugikan oleh persoalan internal sistem atau kebijakan BP Batam.

“Kalau ada dugaan-dugaan (perkara lahan), sepanjang itu benar, kenapa harus takut? Yang diduga itu saja yang diungkapkan, tapi pelayanan tetap dibuka,” kata dia.

Jadi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan lahan. Ia meminta BP Batam untuk terbuka mengenai perusahaan-perusahaan yang telah menerima Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Kadin Batam dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penghentian layanan pertanahan, karena dianggap menghambat perkembangan investasi khususnya bidang pertanahan di Batam.

Reporter: Arjuna
Foto: Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk. (Dokumentasi pribadi untuk Batam Pos)

Artikel Kadin Batam Kritik Penghentian Alokasi Lahan, Soroti Dampak Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Sampah Meluber Hingga ke Jalan di Depan TPU Seitemiang

0
Penumpukan sampah di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos – Penumpukan sampah kembali menjadi perhatian di Jalan Ahmad Dahlan, tepatnya dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Sedikitnya ada dua titik lokasi yang terlihat penuh dengan sampah rumah tangga, material bekas medis, limbah pasar kaget, hingga material bangunan bekas.

Sepanjang jalan ini, kondisi serupa juga terlihat di beberapa lokasi lain. Sampah meluber hingga ke pinggir jalan, menciptakan pemandangan tak sedap dan mengganggu aktivitas warga sekitar. “Penumpukan ini sudah sangat mengkhawatirkan. Sebelumnya, sampah juga sempat menumpuk di pinggir jalan masuk TPU umat Kristen, tetapi setelah dibersihkan, muncul lagi lokasi lain,” ungkap Yono, warga setempat.

Suhardi, pedagang bunga yang berjualan di sekitar TPU, menyampaikan bahwa perilaku warga menjadi salah satu penyebab utama. “Banyak yang melintas lalu membuang sampah di sini. Mereka masukkan sampah rumah tangga ke kantong plastik dan lempar begitu saja ke pinggir jalan,” ujarnya.

Suhardi juga menyebut adanya oknum pedagang pasar kaget yang membuang sampah menggunakan mobil pick-up pada malam hari. “Setiap malam makin bertambah sampahnya,” tambahnya.

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam. Eka Surianto, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, mengakui pihaknya terus berupaya mengatasi persoalan ini. Namun, upaya tersebut terkendala oleh kebiasaan buruk masyarakat yang enggan membuang sampah pada tempatnya.

“Kami tetap bekerja maksimal di lapangan, armada selalu dikerahkan untuk membersihkan sampah. Tapi kalau masyarakat tidak mendukung dengan tertib membuang sampah, sulit rasanya masalah ini selesai,” kata Eka. Ia juga mengimbau agar masyarakat aktif menjaga kebersihan dengan melakukan gotong royong secara rutin.

Selain itu, DLH juga mempertimbangkan penempatan titik-titik bak sampah baru untuk memudahkan warga. Namun, Eka menegaskan bahwa solusi ini tidak akan efektif tanpa perubahan perilaku dari masyarakat. “Perlu ada kerja sama antara pemerintah dan warga. Disiplin membuang sampah itu kunci utama,” tambahnya.

Beberapa warga mengusulkan pemasangan kamera pengawas di lokasi-lokasi rawan pembuangan sampah ilegal. Mereka berharap langkah ini dapat menindak tegas para pelanggar. “Kalau ada sanksi, mungkin orang-orang akan berpikir ulang sebelum buang sampah sembarangan,” kata Herman, salah satu perangkat RT di Seitemiang.

Fenomena penumpukan sampah di Batam memang bukan hal baru. Berulangnya masalah ini menandakan perlunya langkah yang lebih tegas dari pemerintah, termasuk edukasi kepada masyarakat. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi langkah awal yang perlu diutamakan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Sampah Meluber Hingga ke Jalan di Depan TPU Seitemiang pertama kali tampil pada Metropolis.

Miftah Maulana Mundur dari Utusan Khusus Presiden, Begini Tanggapan Istana

0
Miftah Maulana Habiburahman (dua dari kanan) mengunjungi rumah Sunjhaji (tengah) di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, kemarin (4/12). (ROFIK G.P./JAWA POS RADAR MAGELANG)

batampos – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyatakan menghormati keputusan Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, yang mengundurkan diri sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

“Kita hormati keputusan beliau,” kata Hasan Nasbi kepada wartawan, Jumat (6/12). Meski demikian, Hasan mengaku belum memiliki informasi siapa yang akan menggantikan Miftah.

Ia menekankan, itu merupakan hak prerogratif Presiden Prabowo Subianto. “Itu hak prerogratifnya Presiden,” lanjut Hasan.

Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah sebelumnya mengajukan pengunduran diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Keputusan itu disampaikan Miftah setelah menuai polemik terkait dugaan penghinaan terhadap penjual es teh dalam acara Magelang Bersalawat beberapa waktu lalu.

“Hari ini dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, dan penuh kesadaran saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan, setelah berdoa, bermuhsabah dan berisitikharah. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai utusan khusus presiden,” ujar Miftah di Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Jogjakarta, Jumat (6/12).

Miftah menyatakan, keputusan pengunduran diri itu diambil tidak dengan paksaan. Ia menekankan bahwa keputusan itu merupakan bentuk tanggung jawab dirinya kepada Presiden Prabowo Subianto

“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapapun, bukan karena permintaan siapapun. Tetapi keputusan ini saya ambil karena rasa cinta hormat dan tanggungjawab saya yang mendalam kepada bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat,” tegas Miftah.

Diketahui, Miftah Maulana Habiburrahman menuai kritik publik setelah terekam video mengolok-olok seorang penjual es teh yang berdagang dalam acara pengajian Magelang Bersholawat beberapa waktu lalu.

Dalam video itu, Miftah yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, berkata kasar kepada pedagang tersebut.

“Es tehmu ijek okeh ora (es tehmu masih banyak nggak)? Masih? Yo kono didol (ya sana dijual), goblok. Dol en ndisik, ngko lak rung payu yo wes, takdir (Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah, takdir),” tutur Miftah kepada pedagang es teh dalam video tersebut.

Akibat perkataan itu, publik banyak menuntut agar Miftah mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Meski memang, Miftah telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pedagang es teh tersebut. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Miftah Maulana Mundur dari Utusan Khusus Presiden, Begini Tanggapan Istana pertama kali tampil pada News.

Cari Keberadaan Harun Masiku, KPK Terbitkan Surat DPO Baru

0
Harun Masiku. (istiimewa)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang baru terhadap buron Harun Masiku. Surat bernomor: R/5739/DIK.01.02/01-23/12/2024 itu ditandatangani Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, pada Kamis, 5 Desember 2024.

Harun Masiku diburu terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

“DPO tersebut merupakan update atas DPO yang diterbitkan awal 2020,” kata juru bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto kepada wartawan, Jumat (6/12).

Ada empat foto baru yang ditampilkan dalam surat DPO Harun Masiku. KPK mencantumkan identitas Harun Masiku dalam surat penangkapan tersebut.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 21 Maret 1971 itu memiliki tinggi badan 172 cm dan berat badan yang tidak diketahui pasti. Warna kulit sawo matang. Beralamat tinggal di Limo, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Ciri khusus: berkacamata, kurus, suara sengau, logat Toraja/Bugis,” bunyi surat itu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang baru terhadap buron Harun Masiku. (Istimewa)

Bagi siapa yang menemukan Harun bisa menghubungi penyidik Rossa Purbo Bekti pada surat elektronik atau email: [email protected] atau nomor telepon 021-25578300.

Harun Masiku yang merupakan mantan calon legislatif PDIP harus berhadapan dengan hukum lantaran diduga menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan agar bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR namun meninggal dunia.

Ia diduga menyiapkan uang sekitar Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan. Adapun, Wahyu yang divonis dengan pidana tujuh tahun penjara telah mendapatkan program Pembebasan Bersyarat sejak 6 Oktober 2023.

Terdapat dua orang lain yang juga diproses hukum KPK dalam kasus ini yaitu orang kepercayaan Wahyu yang bernama Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri.

Baru-baru ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait membuka sayembara Rp 8 miliar bagi siapa saja yang bisa menemukan dan menangkap Harun. (*)

Sumber: JP Group

 

Artikel Cari Keberadaan Harun Masiku, KPK Terbitkan Surat DPO Baru pertama kali tampil pada News.

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park Ekspor Prekursor Baterai pada 2025

0
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project di Halmahera Tengah, Kamis (5/12).
F. ANTARA/Abdul Fatah

batampos – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berkontribusi dalam mengembangkan kawasan industri pertama yang terintegrasi untuk pengolahan mineral dan ekspor prekursor sebagai komponen baterai kendaraan listrik di Indonesia pada 2025.
”Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT IWIP atas kontribusinya dan Kawasan Industri Weda Bay menjadi pionir dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan pengendalian emisi gas rumah kaca,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project di Halmahera Tengah, Kamis (5/12) dikutip dari Antara.

Dalam kunjungan itu, Menperin disambut oleh Presiden Direktur PT IWIP, Xiang Binghe dan Wakil Presiden Direktur Kevin He bersama jajaran manajemen.

Agus Gumiwang menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

”Hadirnya proyek-proyek ini akan mendukung pengembangan ekosistem KBLBB serta memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya Maluku Utara dan Halmahera Tengah,” ujarnya.

Kunjungan ini, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan sektor industri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. IWIP diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di industri kendaraan listrik dunia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT IWIP, Xiang Binghe, menyatakan rasa syukur atas dukungan pemerintah yang memungkinkan IWIP berkembang hingga memiliki lebih dari 80 ribu karyawan.

IWIP melalui PT Huaneng New Material akan memulai ekspor Precursor Nickel Cobalt Manganese Hydroxide, salah satu bahan penting dalam baterai kendaraan listrik, ke Amerika Utara dan Eropa pada awal 2025 dengan kapasitas 50.000 ton per tahun.
Selain itu, proyek pengembangan baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (Energy Storage System) akan dikelola oleh PT REPT Battero Energy Co. Ltd.

Pabrik ini direncanakan memproduksi baterai dengan kapasitas 8 GWh pada Maret 2026 dan meningkat hingga 20 GWh pada 2027. Proyek ini diproyeksikan menciptakan lapangan kerja bagi 2.800 tenaga kerja.

IWIP juga akan memproduksi Off Road Pure Electric Mining Dump Truck dengan kapasitas baterai 282 kWh, 323 kWh, dan 375 kWh. Perakitan truk pertama dijadwalkan pada Desember 2025.

Di sektor aluminium, PT Kemajuan Alumunium Industry akan memproduksi aluminium ingot berkapasitas satu juta ton per tahun dengan nilai investasi mencapai 655 juta dolar. (*)

 

Artikel PT Indonesia Weda Bay Industrial Park Ekspor Prekursor Baterai pada 2025 pertama kali tampil pada News.

PT Pelni Cabang Batam Siapkan Dua Kapal untuk Hadapi Arus Mudik Natal dan Tahun Baru

0
KM Kelud.

batampos – PT Pelni Cabang Batam memastikan kesiapan mereka dalam menghadapi arus mudik Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan menyiapkan dua kapal penumpang andalan, yaitu KM Kelud dan KM Dorolonda. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode libur panjang akhir tahun.

Iqbal, Kepala PT Pelni Cabang Batam, menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut musim puncak (peak season). Salah satu upaya strategis adalah menambah armada dengan mengoperasikan KM Dorolonda sebagai kapal tambahan yang akan melayani penumpang dengan rute Batam menuju Belawan (Medan), Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Tanjung Priok (Jakarta).

“Sama seperti momen Lebaran dan Nataru tahun sebelumnya, kami menambah rute KM Kelud Batam-Belawan serta mengoperasikan kapal tambahan, KM Dorolonda. Langkah ini untuk memastikan penumpang dapat terlayani dengan baik,” ujar Iqbal Jumat (6/12).

KM Dorolonda dijadwalkan mulai beroperasi pada H-9 Natal atau 16 Desember 2024 dengan rute pertama menuju Belawan. Selanjutnya, kapal ini akan kembali melayani rute Batam-Belawan pada 19 Desember, sebelum bertolak ke Tanjung Priok pada 21 Desember.

“Dengan tambahan armada ini, kami berharap dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung atau bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru. KM Dorolonda akan menambah kapasitas angkut, sehingga kebutuhan transportasi masyarakat bisa terpenuhi,” tambah Iqbal.

Selain itu, PT Pelni juga memastikan bahwa seluruh kapal dalam kondisi layak operasi dan telah melalui proses pemeriksaan teknis. Persiapan fasilitas di atas kapal, seperti tempat duduk tambahan dan layanan kesehatan darurat, juga telah dilakukan untuk menjamin kenyamanan serta keselamatan penumpang.

Iqbal menambahkan bahwa PT Pelni akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan dan pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran arus mudik. “Kami akan memonitor perkembangan jumlah penumpang secara harian. Jika diperlukan, kami siap menyesuaikan jadwal pelayaran,” ujarnya.

Dengan penambahan kapal dan rute ini, PT Pelni optimistis dapat mengakomodasi lonjakan penumpang yang diprediksi meningkat signifikan selama libur Nataru. Masyarakat pun diimbau untuk segera memesan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan kursi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel PT Pelni Cabang Batam Siapkan Dua Kapal untuk Hadapi Arus Mudik Natal dan Tahun Baru pertama kali tampil pada Metropolis.

Ekspor Batam Oktober 2024 Naik 23,28 Persen, Didominasi Sektor Nonmigas

0
Ilustrasi. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada Oktober 2024 tercatat sebesar USD 1.541,50 juta, mengalami kenaikan sebesar 23,28 persen dibandingkan dengan September 2024. Peningkatan ini didorong oleh melonjaknya ekspor sektor nonmigas yang naik sebesar 24,99 persen atau sekitar USD 292,07 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai kumulatif ekspor Januari-Oktober 2024 juga meningkat sebesar USD 1.145,37 juta (9,38 persen). Peningkatan ini didukung oleh naiknya ekspor sektor migas sebesar USD 140,96 juta (20,55 persen) dan sektor nonmigas sebesar USD 1.004,41 juta (8,72 persen).

“Golongan barang ekspor nonmigas terbesar selama Januari-Oktober 2024 adalah Mesin/Peralatan Listrik (HS 85), dengan nilai mencapai USD 5.760,78 juta. Barang ini memberikan kontribusi sebesar 46 persen dari total ekspor nonmigas Batam,” ujar Eko, Jumat (6/12).

Selain itu, komoditas unggulan lain adalah Benda-benda dari Besi dan Baja dengan nilai USD 2.003,26 juta (16 persen) serta Mesin-mesin/Pesawat Mekanik senilai USD 1.173,30 juta (9,37 persen). Namun, ekspor ikan dan udang selama Januari-Oktober 2024 mengalami penurunan sebesar 24,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi hanya 0,10 persen terhadap total ekspor nonmigas.

“Singapura masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar pada Oktober 2024, dengan nilai mencapai USD 424,86 juta. Nilai ini meningkat sebesar 13,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 22,74 persen dibandingkan Oktober 2023,” tambah Eko.

Selama periode Januari-Oktober 2024, Singapura tetap menjadi pasar utama ekspor Kota Batam dengan kontribusi 26,18 persen atau senilai USD 3.494,78 juta, meskipun turun 15,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Negara tujuan ekspor terbesar lainnya adalah Amerika Serikat (USD 3.324,31 juta), Australia (USD 1.480,18 juta), Tiongkok (USD 982,59 juta), dan Jepang (USD 557,69 juta), ” tuturnya.

Dari sisi pelabuhan, Pelabuhan Batuampar mencatat nilai ekspor terbesar pada Oktober 2024, yaitu sebesar USD 943,09 juta. Nilai tersebut meningkat 19,43 persen dibandingkan September 2024 dan naik 49,95 persen dibandingkan Oktober 2023.

Selama periode Januari-Oktober 2024, total ekspor kumulatif melalui Pelabuhan Batuampar mencapai USD 8.010,33 juta, menyumbang kontribusi terbesar, yakni 77,93 persen dari total ekspor Kota Batam. Volume ekspor kumulatif tertinggi justru tercatat melalui Pelabuhan Kabil/Panau, dengan berat mencapai 3.778,17 ribu ton atau naik 221 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini menunjukkan optimisme akan pertumbuhan ekonomi Kota Batam, terutama di sektor perdagangan internasional, yang terus bergerak positif di tengah dinamika global. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Ekspor Batam Oktober 2024 Naik 23,28 Persen, Didominasi Sektor Nonmigas pertama kali tampil pada Metropolis.

SK dan Waktu Kerja Tenaga Honorer Tak Sinkron, Jadi Kendala Dalam Peralihan Status Menjadi PPPK

0
Kepala BKPSDM Anambas, Nurgayah. f.ihsan

batampos – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Anambas menemukan sejumlah tenaga honorer yang tidak sinkron antara Surat Keputusan (SK) dengan waktu dimulainya bekerja.

Hal ini menjadi kendala dalam upaya peralihan status tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada gelombang kedua.

“Memang kami menemukan SK nya Januari 2023, fakta kerjanya di Oktober,” ujar Nurgayah, Kamis, (5/12).

BACA JUGA: TPP PPPK Pemko Tanjungpinang Bulan Oktober Belum juga Dibayar

Sebelumnya, PPPK untuk gelombang kedua diperuntukkan tenaga honorer yang bekerja mulai Januari 2023 dan tidak terdata di Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Untuk menyiasati ini, BKPSDM meminta pelamar untuk menyertakan amprah gaji dalam proses mendaftar.

“Ini hasil koordinasi kami dan telah sepengetahuan pusat. Tapi ini belum bisa dijadikan patokan, ini bentuk upaya,” terang Nurgayah.

Saat ini proses pendaftaran PPPK gelombang kedua sedang berlangsung hingga 31 Desember 2024 mendatang.

“Mereka yang SK awal Januari 2023 ini kan kalau dihitung juga sudah dua tahun. Kami masih menelaah maksud persyaratan bekerja dua tahun berturut-turut di dinas itu seperti apa, apakah dua SK atau gimana,” tutur Nurgayah.

Kemudian, untuk tenaga honoter yang belum dua tahun bekerja serta yang telah mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tapi tak lolos, BKPSDM sedang mencari solusi ke BKN.

“Persoalan-persoalan ini kami coba konsultasikan ke pusat. Pengoptimalan penataan pegawai ini penting mengingat daerah kita yang kepulauan dan terdepan,” sebut Nurgayah.

Mengacu pada juknis Kemenpam RB rekrutmen PPPK, kata Nurgayah ada klausul yang membuka peluang bagi honorer pelamar yang tak sesuai penempatan posisi untuk menjadi PPPK paruh waktu.

“Peraturan Pemerintahnya sudah ada. Namun kami masih menunggu Peraturan Menterinya terbit, semoga saja segera rampung,” pungkas Nurgayah. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel SK dan Waktu Kerja Tenaga Honorer Tak Sinkron, Jadi Kendala Dalam Peralihan Status Menjadi PPPK pertama kali tampil pada Kepri.

Upah Minimum Sektoral Disorot Pengusaha, Apindo Minta Kajian Mendalam

0
Ilustrasi. Pekerja pabrik menaiki bus saat pulang kerja di Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menyoroti kebijakan penetapan upah minimum sektoral yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker).

Ia pun mempertanyakan dasar penetapan kenaikan sebesar 6,5 persen. Termasuk meminta agar sektor-sektor yang dianggap berisiko dikaji lebih mendalam.

“Kita mempertanyakan dasar penetapan 6,5 persen. Pemerintah tak bisa menjawab dengan jelas. Tapi karena itu sudah menjadi keputusan Permenaker, maka sesuai komitmen kita, kalau itu sudah jadi keputusan pemerintah, akan kita patuhi dan ikuti,” katanya, Jumat (6/12).

Namun, Rafki menyoroti ketidakjelasan dalam Permenaker terkait sektor-sektor berisiko. Menurutnya, pemerintah belum memberikan panduan spesifik mengenai sektor yang termasuk kategori berisiko. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi pengusaha untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Permenaker ini belum jelas, tidak disebutkan sektor-sektor yang berisiko itu apa saja. Minimal dikasih panduan lah. Tapi ini diserahkan lagi ke pemerintah daerah, sementara waktunya hanya lima hari untuk menentukan. Sebuah sektor itu berisiko atau tidak butuh kajian mendalam, tak bisa kira-kira,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan para pengusaha dalam diskusi terkait penetapan sektor berisiko. Hal ini memerlukan kesepakatan antara pihak-pihak terkait, karena penyesuaian upah di atas minimum dianggap memberatkan pengusaha.

“Kawan-kawan yang berada di sektor itu juga harus kita ajak dulu. Sepakat enggak mereka ketika sektor usahanya dinaikkan lagi di atas upah minimum? Sementara kenaikan 6,5 persen itu saja sudah cukup berat bagi pengusaha,” ujar dia.

Rafki mengusulkan agar implementasi upah minimum sektoral ditunda hingga dilakukan kajian lebih mendalam. Ia harap, keputusan ini nantinya bisa diterapkan dengan lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan pekerja.

“Kami minta upah minimum sektoral ini diundur sampai Senin mendatang. Kita kaji dulu mana sektor-sektor berisiko dan mana yang kurang berisiko sehingga penerapannya lebih enak. Kalau kita buru-buru menetapkannya, nanti juga enggak dilaksanakan, jadi enggak ada manfaatnya,” katanya.

Terkait Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Rafki menyatakan bahwa Apindo tetap mengikuti aturan pemerintah pusat meskipun ada kekhawatiran terhadap kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban tersebut. Ia mengingatkan bahwa perusahaan yang tidak mampu membayar upah sesuai ketentuan dapat melaporkan diri ke Apindo atau Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Kalau pun enggak mampu, mereka akan mengambil langkah sendiri. Yang kita khawatirkan adalah pengurangan karyawan. Kalau itu terjadi, otomatis pengangguran bertambah,” kata Rafki. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Upah Minimum Sektoral Disorot Pengusaha, Apindo Minta Kajian Mendalam pertama kali tampil pada Metropolis.