Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2550

Menko Polkam Minta Semua Pihak Tetap Waspada Meski Tak Ada Aksi Terorisme Sejak 2023

0
Menko Polkam Budi Gunawan dalam acara BNPT pada Selasa (3/12). (Humas Kemenko Polkam).

batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menyampaikan bahwa dua tahun belakangan Indonesia nihil aksi terorisme. Meski begitu, dia meminta semua pihak tetap waspada. Sebab, hal itu tidak lantas menghilangkan potensi terjadinya aksi terorisme. Imbauan itu dia sampaikan pada Selasa (3/12) dalam acara Peluncuran Dokumen I-KHub BNPT Counter Terrorism and Violent Extremism (CT/VE) Outlook 2024.

”Meskipun saat ini seolah-olah sel teror itu sedang tidur, namun dari hasil pengalaman saya di dunia intelijen, terorisme ini semakin bermetamorfosis, lebih canggih dengan memanfaatkan berbagai ruang siber untuk menyebarkan pahamnya secara global,” kata pejabat yang akrab dipanggil BG tersebut.

Menurut BG, zero terrorist attack sejak 2023 memang patut disyukuri. Apalagi capaian itu membuat peringkat Indonesia dalam Global Terrorism Index ikut membaik. Kini Indonesia masuk dalam kategori low impacted dari sebelumnya ada masuk di kategori medium impacted.

”Tentunya ini merupakan capaian besar yang patut kita apresiasi bersama, hasil kerja kolaboratif yang sangat luar biasa dari seluruh pihak, baik pada aspek pencegahan maupun penegakan hukum,” ucap BG.

Namun demikian, mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu menyampaikan bahwa kondisi tanpa teror dua tahun terakhir bukan berarti para teroris telah menghentikan aktivitas mereka. Sehingga semua pihak harus tetap waspada dan hati-hati.

”Tugas kita kedepan adalah bagaimana mempertahankan kondisi ini, sehingga kehadiran negara dapat memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” terang dia.

Dalam kesempatan tersebut, BG mengaku teringat dengan beberapa kasus terorisme di Indonesia. Diantaranya Bom Sarinah pada 2016, kemudian teror di Terminal Kampung Melayu pada 2017, dan teror Bom Gereja di Surabaya pada 2018.

”Waktu itu saya melihat langsung aksi teror tersebut dan dampak yang diakibatkan dari serangan yang sungguh luar biasa tersebut. Banyak korban jiwa yang bergelimpangan, kemudian kerugian materil. Tentunya juga menimbulkan dan menebar ketakutan di seluruh penjuru Tanah Air kita,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Menko Polkam Minta Semua Pihak Tetap Waspada Meski Tak Ada Aksi Terorisme Sejak 2023 pertama kali tampil pada News.

Pelni Siapkan 4 Kapal Layani Penumpang saat Nataru

0
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– PT. Pelni Tanjungpinang menyiapkan empat kapal yang bakal beroperasi, melayani penumpang asal Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 mendatang.

Empat kapal tersebut ialah KM. Sabuk Nusantara yang berlayar dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) menuju antar pulau di Kepri. Seperti Anambas hingga Natuna. Kemudian KM. Tidar rute Kijang Bintan menuju Pelalawan hingga Tanjung Priok.

BACA JUGA: Gunakan 2 Kapal Tujuan 10 Kecamatan, KPU Mulai Distribusikan Logistik ke Luar Pulau Karimun

“Lalu ada KM. Bukit Raya dan KM. Lawit yang melayani penumpang dari Kijang menuju antar Pulau yang ada di Kepri. Sejauh ini, yang sudah banyak terjual tiket menuju pelalawan,” kata Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, Senin (2/12).

Nantinya, semua kapal tersebut bakal membawa penumpang lebih banyak dari hari-hari biasanya. Sebab, kapal itu mendapatkan dispensasi sebanyak 30 persen dari total kapasitas angkutan.

Saat Nataru, KM. Tidar akan membawa 2.800 orang penumpang. Sementara KM. Bukit Raya dan KM. Lawit membawa 1.546 penumpang. “Semuanya sudah termasuk dispensasi penumpang sebesar 30 persen,” tambahnya.

Ia memprediksi jumlah penumpang saat jelang Nataru 2024 ini bakal mengalami kenaikan sebanyak 50 persen. Sehingga, warga yang hendak bepergian menggunakan kapal Pelni, disarankan untuk membeli tiket dari jauh-jauh hari.

“Semua armada kita sudah siap menghadapi penumpang saat Nataru. Secara keseluruhan, kapal Pelni juga sudah menjalani uji keselamatan berlayar,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Pelni Siapkan 4 Kapal Layani Penumpang saat Nataru pertama kali tampil pada Kepri.

Prabowo: Momen Libur Natal Dorong Pertumbuhan Ekonomi

0
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin sidang kabinet paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12).
F. Setpres untuk Batam Pos

batampos – Pada momen Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini, Presiden Prabowo Subianto berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan penurunan harga tiket pesawat. Hal itu disampaikan dalam pengantar sidang kabinet paripurna, Senin (2/12).

Prabowo juga meminta jajarannya menyiapkan momen Nataru sebaik-baiknya dengan digarap lintas kementerian. ”Di sini Menko infrastruktur, Menhub, menteri PU, menteri pariwisata, Kapolri, dan TNI akan meningkat tugasnya menjelang akhir tahun,” ujarnya.
Dia ingin Nataru bisa berjalan tertib dan lancar sehingga masyarakat merasa nyaman.

”Mungkin kali pertama dalam beberapa tahun, kita bisa menurunkan tiket pesawat. Kita mampu menurunkan harga tiket pesawat 10 persen menjelang akhir tahun,” kata Prabowo.

Hal itu diharapkan dapat membantu masyarakat. Meski demikian, dia juga tidak ingin industri penerbangan terganggu.

Terpisah, Direktur Utama InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia) Faik Fahmi mengatakan, pihaknya mendukung penuh adanya penurunan harga tiket pesawat untuk membantu mobilitas masyarakat dan pembangunan perekonomian. Sejalan dengan hal itu, perseroan sebagai operator 37 bandara pun menetapkan potong tarif sebesar 50 persen atas pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau juga dikenal dengan passenger service charge (PSC).

Potongan tarif PJP2U itu berlaku di seluruh bandara di dalam naungan Angkasa Pura dan di seluruh rute penerbangan domestik kelas ekonomi. Dengan catatan, pemesanan tiket dilakukan pada 1 Desember 2024–3 Januari 2025 dengan keberangkatan penerbangan pada masa angkutan Nataru, yakni 19 Desember 2024–3 Januari 2025.

Tak hanya PJP2U, InJourney Airports juga menetapkan potongan harga tarif 50 persen atas pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U) bagi maskapai penerbangan. Potongan itu pun berlaku di seluruh bandara InJourney Airports pada masa angkutan Nataru, yakni 19 Desember 2024–3 Januari 2025.

”Potongan harga tarif sebesar 50 persen atas PJP4U diterapkan untuk pendaratan (landing fee) dan penempatan pesawat (parking fee) saat berada di bandara sebagai bentuk dukungan InJourney Airports pada maskapai,” jelasnya. (*)

Artikel Prabowo: Momen Libur Natal Dorong Pertumbuhan Ekonomi pertama kali tampil pada News.

42 Ribu Siswa SD di Batam Sudah Diimunisasi DT dan TD

0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, mencatat sebanyak 42.472 siswa telah menerima imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Diphteria (TD) dari total target 66.800 siswa di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa pemberian imunisasi ini mencakup siswa Sekolah Dasar (SD) di berbagai jenjang kelas.

“Untuk siswa kelas satu SD yang menerima imunisasi DT, jumlahnya mencapai 14.574 anak atau sekitar 65 persen dari total sasaran 22.422 anak,” ujar Didi , Selasa (3/12).

Selanjutnya, imunisasi TD untuk siswa kelas dua SD telah diberikan kepada 14.363 anak atau sekitar 64,8 persen dari target 22.189 anak.

“Sementara itu, untuk siswa kelas lima SD, sebanyak 13.535 anak telah menerima imunisasi TD, setara dengan 61 persen dari target yang sama,” kata dia.

Menurut Didi, imunisasi ini dilakukan secara terstruktur di sekolah-sekolah yang ada di Kota Batam. Namun, pihaknya juga memberikan alternatif bagi siswa yang belum mendapatkan imunisasi di sekolah.

“Siswa yang belum sempat mendapatkan imunisasi di sekolah dapat mendatangi Puskesmas terdekat. Ada 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Batam,” jelasnya.

Pemberian imunisasi DT dan TD ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit berbahaya seperti difteri dan tetanus.

Didi mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi sebagai bentuk perlindungan kesehatan jangka panjang.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Dinkes Kota Batam untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan terbebas dari penyakit menular yang berpotensi membahayakan,” ujarnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel 42 Ribu Siswa SD di Batam Sudah Diimunisasi DT dan TD pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Terdepan dalam Implementasi Sertifikat Elektronik, 18 Ribu Warga Beralih

0
Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana, dalam Monitoring dan Evaluasi Implementasi Penerbitan Dokumen Elektronik pada Layanan Pertanahan Tahun 2024. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Sejak peluncurannya pada Desember 2023, sebanyak 2,4 juta Sertifikat Elektronik berhasil diterbitkan, menghemat lebih dari 35% waktu dalam proses penerbitan sertifikat tanah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana, dalam Monitoring dan Evaluasi Implementasi Penerbitan Dokumen Elektronik pada Layanan Pertanahan Tahun 2024.

Suyus menjelaskan, sertifikat elektronik mempermudah proses yang sebelumnya memakan waktu, seperti pencapstempel, penjilidan, dan pengiriman dokumen fisik. “Sekarang, dengan sertifikat elektronik, prosesnya lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Selain efisiensi waktu, sertifikat ini juga lebih mudah diakses melalui brankas elektronik, dengan keamanan data yang lebih terjamin karena disimpan dalam blok data yang tidak bisa diubah.

Sementara itu di Kota Batam sendiri, hingga 2 Desember 2024, sebanyak 18.306 sertifikat elektronik telah diterbitkan. Humas BPN Batam, Yudo Prio, menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat Batam sangat tinggi untuk beralih dari sertifikat fisik ke sertifikat elektronik.

“Hingga Desember ini, sudah lebih dari 18 ribu warga Batam yang beralih ke sertifikat elektronik,” ujarnya, Selasa (3/12).

Keuntungan sertifikat elektronik sangat dirasakan oleh masyarakat, antara lain pengurangan risiko kerusakan atau kehilangan dokumen fisik, serta perlindungan dari mafia tanah.

“Sertifikat elektronik menghindarkan masyarakat dari berbagai risiko kerusakan yang sering terjadi pada sertifikat berbahan kertas, seperti dimakan rayap, terkena air, hilang, atau terbakar,” tambah Yudo.

BPN Batam kata Yudo, terus melakukan digitalisasi sertifikat tanah secara bertahap. Batam, bersama dengan Jakarta, menjadi percontohan dalam penerbitan sertifikat elektronik. “Kami terus memantau agar proses ini semakin cepat dan efisien,” kata Yudo.

Untuk memfasilitasi peralihan ini, BPN Batam telah membuka layanan khusus bagi warga yang ingin mengajukan sertifikat elektronik. Warga dapat mengajukan permohonan melalui aplikasi Sentuh Tanahku atau langsung datang ke kantor BPN Batam.

Adapun syarat mengurus sertifikat online di BPN Batam, di antaranya, Unduh aplikasi Sentuh Tanahku. Buat akun baru menggunakan username dan password, atau login jika sudah memiliki akun sebelumnya. Lakukan aktivasi dengan NIK pada kantor BPN. Mengajukan formulir pendaftaran ke kantor BPN untuk pengajuan penerbitan sertifikat tanah dan setorkan dokumen persyaratan yang telah disiapkan sebelumnya.

Sertifikat tanah diproses untuk segera diterbitkan. Pemohon membayar Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB). Setelah pembayaran, sertifikat tanah akan terbit dalam jangka waktu setengah hingga satu tahun setelah proses pengajuan.

Aturan sertifikat elektronik tertuang pada Pasal 6 Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang Bpn 1/2021 Tentang Sertifikat Elektronik, seluruh sertifikat yang diterbitkan untuk pendaftaran tanah pertama kali akan diterbitkan dalam bentuk sertifikat elektronik. Hal ini juga berlaku untuk penggantian Sertifikat jadi Sertipikat-el untuk tanah yang sudah terdaftar.

Langkah ini diharapkan mempercepat pelayanan pertanahan dan memberikan perlindungan lebih terhadap data pertanahan masyarakat. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Batam Terdepan dalam Implementasi Sertifikat Elektronik, 18 Ribu Warga Beralih pertama kali tampil pada Metropolis.

Tips Anti Jet Lag untuk Perjalanan Udara yang Panjang

0
Ilustrasi Traveling. (jawapos)

batampos – Perjalanan udara yang panjang seperti ke luar negeri kerap menimbulkan jet lag.

Jet lag seperti dikutip dari Sleep Foundation merupakan gangguan pada jam tubuh karena perjalanan yang cepat melewati banyak perbedaan waktu.

Meskipun tidak semua traveler akan mengalami hal ini. Jet lag memang sangat personal. Ada yang merasakannya sangat tajam, tapi sebagian tidak merasakan apa-apa meski mengarungi perjalanan udara antar benua dengan perbedaan waktu yang tajam.

Baca juga: Terkena Serangan Jantung, Aktor Park Min Jae Meninggal Dunia di Tiongkok

Beberapa gejala jet lag bisa dari gangguan tidur, merasa mengantuk di siang hari, performa mental dan fisik yang terganggu hingga sakit perut.

Kondisi jet lag dapat bertahan dari beberapa hari hingga beberapa minggu, terutama untuk orang-orang yang melakukan perjalanan ke arah timur.

Dilansir dari Cleveland Clinic, jet lag merupakan sesuatu yang umum terjadi pada orang-orang yang melakukan perjalanan panjang. Tapi terkadang beberapa orang tidak mengalaminya atau bahkan gejala yang dialami lebih parah daripada orang lain.

Perjalanan dengan pesawat membuat jet lag menjadi lebih parah karena dalam perjalanan menggunakan pesawat tubuh kita bergerak lebih cepat daripada otak kita. Sehingga jam tubuh kita tidak dapat beradaptasi dengan waktu setempat begitu saja.

Salah satu penyebab lainnya adalah duduk terlalu lama dalam pesawat, kurangnya oksigen, tekanan udara yang menurun, suhu kabin yang rendah, dan kelembaban yang rendah.

Baca juga: Liburan Akhir Tahun di Banyan Tree Bintan, Rasakan Sensasi Menginap di Perbukitan Hijau dengan Pemandangan Laut China Selatan

Berikut tip-tip untuk melawan jet lag agar liburan dapat dinikmati lebih baik.

1. Atur waktu tidur dengan baik

Dilansir dari Healthline, kita perlu untuk menjadwalkan waktu tidur dengan baik. Kita dapat mengikuti waktu tempat tujuan. Dengan begitu kita menyesuaikan waktu tidur kita dengan waktu lokasi tujuan kita.

Kita juga dapat mengatur aktivitas kita selama penerbangan berjalan sesuai dengan waktu lokasi tujuan.

2. Hindari Paparan matahari langsung

Sinar matahari dapat mengganggu jam alami tubuh kita, karena dengan adanya sinar matahari tubuh kita otomatis akan mengenali apakah saat itu jam untuk bangun atau tidur.

Begitu kita sampai pada tujuan, sebaiknya beraktivitas di luar ruangan agar tubuh kita dapat beradaptasi dengan waktu setempat.

Apabila beraktivitas di luar ruangan terasa berlebihan atau terlalu lelah, kita dapat menggunakan lampu biasa.

Baca juga: Liburan Akhir Tahun Seru di Swiss-Belinn Baloi Batam

3. Minum yang banyak

Perjalanan udara yang lama dapat menyebabkan dehidrasi, hal ini juga dapat membuat tubuh kita lelah dan tidak dapat beraktivitas dengan baik.

Sebaiknya membawa botol minum kosong ketika melewati keamanan bandara, karena bandara menyediakan air isi ulang, atau meminta air kepada pramugari selama perjalanan.

Dalam penerbangan biasanya alkohol ditawarkan kepada kita, tapi sebaiknya kita menghindarinya karena mereka dapat menyebabkan dehidrasi.

4. Makan dengan porsi kecil

CDC merekomendasikan agar kita memakan porsi yang lebih kecil untuk menghindari sakit perut atau gangguan pencernaan.

Sebaiknya kita juga menghindari makanan yang tidak kita kenali pada hari-hari pertama sampai di lokasi. Karena kita belum tahu apakah perut kita dapat mencernanya dengan baik.

5. Minum kopi atau melatonin

Kopi atau minuman berkafein tidak akan menyembuhkan jet lag, tapi akan membantu kita lebih bangun dan fokus pada siang hari.

Apabila kesusahan tidur, melatonin dapat merangsang rasa kantuk agar kita dapat tidur dengan nyenyak pada malam hari.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila ingin mengkonsumsi melatonin. (*)

Sumber: Jpgroup

 

Artikel Tips Anti Jet Lag untuk Perjalanan Udara yang Panjang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kasus DBD di Batam Capai 722, Bengkong Jadi Penyumbang Terbesar

0
Ilustrasi.

batampos – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, sejak 1 Januari hingga 1 Desember 2024, tercatat 722 kasus DBD dengan 13 orang meninggal dunia akibat demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan lonjakan kasus DBD ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi belakangan ini. Kondisi tersebut menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Secara nasional memang terjadi peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Di Kota Batam sendiri, kasus meninggal mencapai 13 orang,” ujar Didi, Selasa (3/12).

Jumlah kasus tahun ini lebih tinggi dibandingkan 392 kasus pada tahun 2023. Meskipun demikian, angka tersebut masih di bawah puncak kasus tahun 2022 yang mencapai 902 kasus

Menurutnya, Kecamatan Bengkong menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai 121 kasus dengan insiden rate (IR) 93 per 100.000 penduduk. Disusul oleh Kecamatan Batamkota dengan 110 kasus (IR 54/100.000), Sagulung 109 kasus (IR 49/100.000), dan Sekupang 96 kasus (IR 54/100.000).

Kecamatan Batuaji mencatat 73 kasus (IR 50/100.000), sementara Batuampar memiliki 70 kasus (IR 109/100.000). Sisanya berasal dari gabungan enam kecamatan lainnya di Kota Batam.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat genangan air.

Didi menambahkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, dan munculnya bintik merah pada kulit, menjadi salah satu penyebab utama terlambatnya penanganan kasus.

“Kami terus mendorong edukasi melalui Puskesmas dan Posyandu agar masyarakat lebih tanggap dalam mengenali gejala dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika terindikasi DBD,” tuturnya.

Dinkes Batam juga telah melakukan berbagai upaya seperti fogging, pembagian larvasida, dan sosialisasi intensif di kecamatan-kecamatan dengan kasus tinggi.

“Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama untuk menekan kasus DBD, ” pungkas Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kasus DBD di Batam Capai 722, Bengkong Jadi Penyumbang Terbesar pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Sayur Beranjak Naik Jelang Akhir Tahun

0
Warga saat membeli sayuran di Pasar Botania I Batamcentre. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Memasuki bulan Desember, harga sayuran kembali melonjak di berbagai pasar tradisional di Batam. Pantauan di pasar-pasar seperti Pasar Fanindo di Batuaji dan Pasar Sagulung menunjukkan harga sejumlah komoditas sayur naik tajam. Kenaikan ini diperkirakan disebabkan oleh faktor cuaca dan meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Di pasar Fanindo, sayuran hasil suplai petani lokal seperti bayam, kangkung, dan daun singkong kini dijual dengan harga Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram. “Semua naik sayur. Sudah tiga hari ini naik, katanya karena musim hujan,” ujar Nining, salah seorang pedagang di pasar tersebut, Selasa (3/12).

Tidak hanya sayuran lokal, sayuran yang diimpor dari luar Batam seperti sawi dan buncis juga mengalami kenaikan harga. Sebelumnya, harga sayuran ini berada di kisaran Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram, namun kini melambung hingga Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram. Kondisi ini dirasakan memberatkan oleh pedagang maupun pembeli.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti tomat. Sandi, pedagang di Pasar Sagulung, menyebut harga tomat yang biasanya Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp28 ribu per kilogram. “Ini akibat cuaca, curah hujan tinggi menyebabkan banyak petani gagal panen,” jelas Sandi.

Faktor cuaca memang menjadi penyebab utama melonjaknya harga sayuran. Curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir membuat petani mengalami kesulitan dalam memanen sayuran. Namun, situasi ini juga diperburuk oleh meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan dapur menjelang liburan akhir tahun.

Lonjakan harga sayuran ini menjadi fenomena yang kerap terjadi menjelang hari besar. Pada bulan Desember, perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya mendorong kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk sayuran. Masyarakat berharap agar pemerintah dapat turun tangan untuk mengendalikan harga.

“Ini gejala awal kenaikan harga semua kebutuhan pokok. Kami harap pemerintah segera melakukan pengawasan agar harga tidak melonjak terus,” kata Suryani, seorang ibu rumah tangga di Batuaji. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kenaikan harga yang bisa menyulitkan ekonomi masyarakat.

Dengan pengawasan dan kebijakan yang tepat, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok, terutama sayuran, dapat tetap stabil hingga pergantian tahun. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi warga yang merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa harus terbebani oleh harga kebutuhan yang melambung. (*)

Reporter: Eusebiu Sara

Artikel Harga Sayur Beranjak Naik Jelang Akhir Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Diduga Karena Api Puntung Rokok, Semak Belukar di Depan Perumahan Tiban Mas Terbakar

0
Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom memadamkan api di depan Perumahan Tiban Mas, Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Kebakaran melanda area semak belukar yang terletak di depan Perumahan Tiban Mas, Kelurahan Tiban Lama, Sekupang, Selasa (3/12) siang. Diduga, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Beruntung, kejadian ini tidak menelan korban jiwa, dan api dapat dipadamkan dengan cepat oleh pihak kepolisian yang dibantu warga setempat.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, yang kebetulan sedang melaksanakan patroli di wilayah tersebut, bersama personelnya segera menuju lokasi saat mengetahui adanya titik api. Dengan angin kencang dan cuaca yang panas, potensi api untuk meluas sangat tinggi.

“Dalam situasi seperti ini, respons cepat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas. Kami bergerak cepat bersama tim untuk mengendalikan api sebelum membahayakan pemukiman warga,” ujar Kompol Benhur di lokasi kejadian.

Dengan alat pemadam seadanya serta ember berisi air yang disediakan oleh warga, personel Polsek Sekupang berhasil memadamkan api sebelum api semakin meluas. Tidak ada korban jiwa atau kerugian material yang dilaporkan akibat kejadian ini.

Kapolsek Sekupang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap aktivitas yang bisa memicu kebakaran, terutama di area terbuka seperti semak belukar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berhati-hati, terutama dalam membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan, karena hal ini bisa menjadi pemicu kebakaran,” tambahnya.

Upaya tanggap darurat yang dilakukan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Sekupang dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Kompol Benhur Gultom juga memastikan bahwa patroli di area rawan kebakaran akan ditingkatkan sebagai langkah preventif ke depannya.

Warga Tiban Mas pun mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh pihak kepolisian dalam menangani situasi darurat tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam menjaga lingkungan tetap aman dan nyaman. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Diduga Karena Api Puntung Rokok, Semak Belukar di Depan Perumahan Tiban Mas Terbakar pertama kali tampil pada Metropolis.

Minimnya Partisipasi Pemilih Jadi Bahan Revisi UU Pemilu

0
Warga menggunakan hak pilihnya. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

batampos – Penurunan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 didorong amblesnya partisipasi di provinsi-provinsi besar. Bahkan, penurunannya mencapai 20 persen dibandingkan dengan pemilu Februari lalu.

Hal itu dipotret dari catatan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Di Jakarta, misalnya, partisipasi pilkada hanya 58 persen. Turun 21 persen dibandingkan dengan pemilu yang menyentuh 79 persen. Di Jawa Barat, capaian partisipasi pemilu sebesar 81,7 persen. Kini melorot tinggal 61,7 persen.

Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf mengatakan, rendahnya minat pemilih mungkin disebabkan faktor ketokohan paslon yang tidak sesuai harapan publik sehingga tidak menarik partisipasi. ”Kalau MU lawan Chelsea, itu biasanya penontonnya banyak,” selo-rohnya di kantor KPU, Jakarta, Senin (2/12).

Dia mengatakan, dari sisi sosialisasi, dia menilai sudah maksimal. Mayoritas masyarakat sudah mengetahui adanya pilkada. Karena itu, pengalaman ini harus menjadi bahan evaluasi bagi partai.

”Untuk benar-benar mencari calon yang memang menjadi jagonya masyarakat,” imbuhnya.
Faktor lainnya, menurut Dede, adalah waktu yang berdempetan dengan pilpres sehingga memicu kelelahan psikis pemilih terhadap politik. ”Mungkin bisa kita lakukan ke depan perubahan dengan beda tahun, misalnya,” jelasnya.

Faktor tersebut, lanjut dia, akan menjadi isu yang dibahas dalam revisi UU Pemilu. Namun, untuk detailnya, pihaknya masih akan melakukan exercise dan kajian.

Koordinator Nasional JPPR Rendy Umboh mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi minimnya partisipasi pemilih. Faktor pertama adalah rendahnya minat masya-rakat yang dipengaruhi sosok calon yang tidak diharapkan.

Imbasnya, mereka tidak tertarik untuk datang ke TPS dan memilih abstain. ”Barangkali disebabkan animo pemilih itu sendiri yang memang enggan menunaikan hak untuk memilih,” ujarnya.

Situasi itu harus menjadi bahan evaluasi di tataran partai politik. Dengan begitu, ke depan, figur terbaik dengan elektabilitas yang paling tinggilah yang semestinya dicalonkan sebagai calon kepala daerah.

Kemudian, dari sisi penye-lenggara, Umboh mendesak agar cara sosialisasi dievaluasi. Sejauh ini, pihaknya melihat sosialisasi yang dilakukan sebatas formalitas.

”Tidak menyentuh sisi-sisi substansial tujuan dan maksud sosialisasi tersebut. Jangan-jangan, banyak juga sosialisasi yang diselewengkan atau tidak dilaksanakan dengan benar,” imbuhnya.

Apa yang terpotret di pilka-da, lanjut dia, bisa jadi merupakan situasi nyata. Sementara itu, tingginya partisipasi pemilu Februari lalu justru didorong money politics.

”Karena para caleg dan timnya sangat masif dan kencang melakukan politik uang,” ungkapnya. Sementara pada pilkada, money politics relatif lebih berat akibat cakupan wilayah yang luas. Khususnya di pilgub yang harus menjangkau satu provinsi. (*)

Artikel Minimnya Partisipasi Pemilih Jadi Bahan Revisi UU Pemilu pertama kali tampil pada News.

Play sound