Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 257

Xiaomi 17 Resmi Meluncur Global, Ponsel Compact dengan Baterai 6.330 mAh

0
Xiaomi 17 hadir dengan baterai jumbo di bodi compact. Sumber gambar: x.com/Xiaomi.

batampos – Xiaomi 17 resmi diluncurkan secara global dan langsung mencuri perhatian sebagai salah satu smartphone flagship paling menarik di tahun 2026. Ponsel ini tampil dengan desain relatif compact namun dibekali kapasitas baterai jumbo.

Xiaomi 17 hadir dengan layar OLED 6,3 inci yang nyaman digenggam. Dari sisi performa, perangkat ini ditenagai chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang menjanjikan kinerja cepat serta efisiensi daya lebih optimal.

Dimensinya tergolong lebih kecil dibanding banyak ponsel flagship lain di kelasnya. Meski begitu, model global Xiaomi 17 dibekali baterai berkapasitas 6.330 mAh. Sementara versi Tiongkok disebut membawa baterai hingga 7.000 mAh, angka yang jarang ditemui pada ponsel dengan ukuran serupa.

Kapasitas tersebut didukung teknologi baterai silikon karbon (Si-C) yang memungkinkan densitas energi tinggi tanpa membuat bodi perangkat terasa tebal atau berat berlebihan. Teknologi ini juga diklaim mampu meningkatkan daya tahan baterai dibanding model lain di kelas yang sama.

Untuk mendukung mobilitas pengguna, Xiaomi 17 dilengkapi pengisian cepat 100W serta pengisian daya nirkabel 50W. Kombinasi ini menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan ponsel premium dengan stamina baterai kuat.

Di sektor fotografi, Xiaomi 17 dibekali kamera utama 50 MP dengan konfigurasi lensa hasil kolaborasi bersama Leica. Kamera tersebut diklaim mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi, termasuk dalam kondisi minim cahaya.

Dengan kombinasi desain compact, performa tinggi, serta baterai besar, Xiaomi 17 membidik pengguna yang menginginkan smartphone premium tanpa kompromi pada daya tahan dan performa. (*)

Artikel Xiaomi 17 Resmi Meluncur Global, Ponsel Compact dengan Baterai 6.330 mAh pertama kali tampil pada Lifestyle.

Berbekal Paspor Pelancong, Tujuh Warga Kepri yang hendak Bekerja di Malaysia Diamankan Polisi

0
PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Batam. Terbaru, ada tujuh warga Kepri yang hendak berangkat dan bekerja di Malaysia dengan modal paspor pelancong. f. Dok Polda Kepri

batampos – Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri menggagalkan keberangkatan tujuh calon pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural di Pelabuhan Batam Center, Senin (2/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketujuh orang tersebut hendak berangkat menuju Stulang Laut, Malaysia.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri Tri Prasetyo menjelaskan, ke tujuh calon PMI merupakan warga Kepri. Mereka hendak berangkat bekerja ke Malaysia tanpa prosedur resmi. Saat diperiksa, mereka hanya mengantongi paspor pelancong dan tidak memiliki visa kerja.

“Mereka kami amankan di Pelabuhan Batam Center. Dari tiket mereka, tujuannya Situlang Laut. Tujuannya untuk bekerja, namun dokumen yang dimiliki hanya paspor pelancong. Tidak ada visa kerja,” ujar Tri Prasetyo.

Disinggung terkait penyalur, menurur Tri pihaknya masih melakukan pendalaman, dengan mengumpulkan data dan keterangan dari para korban.

“Masih kami dalami,” tegasnya

Ia menambahkan, upaya pencegahan ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap keberangkatan PMI nonprosedural dari wilayah Kepri. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami jalur dan pihak yang memfasilitasi keberangkatan ketujuh orang tersebut.

“Ini masih kami dalami, termasuk siapa yang mengarahkan dan memfasilitasi keberangkatan mereka. Dugaan sementara, mereka merupakan calon korban penyaluran pekerja nonprosedural,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para calon PMI tersebut masih berusia muda, berkisar 20 hingga 30 tahun. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kepulauan Riau dan mengaku hendak mencari pekerjaan di Malaysia.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri melalui jalur tidak resmi. Selain berisiko menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), PMI nonprosedural juga rawan mengalami penipuan, eksploitasi, hingga masalah hukum di negara tujuan.

“Kami meminta warga memastikan seluruh dokumen dan proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi sebelum bekerja ke luar negeri,”Pungkasnya.(*)

Artikel Berbekal Paspor Pelancong, Tujuh Warga Kepri yang hendak Bekerja di Malaysia Diamankan Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Daging Sapi di Tanjungpinang Diprediksi Naik Jadi Rp170 Ribu Jelang Lebaran

0
Pedagang melayani pembeli daging sapi segar di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang. Harga daging diprediksi naik hingga Rp170 ribu per kilogram jelang Idulfitri 2026. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga daging sapi segar di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus merangkak naik selama Ramadan 1447 H/2026. Dari sebelumnya Rp140 ribu per kilogram, kini harga sudah menyentuh Rp160 ribu per kilogram dan diprediksi kembali naik menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Riyanto, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan para pedagang sapi terkait lonjakan harga tersebut.

“Saat ini sudah mencapai Rp160 ribu per kilogram. Kita juga sudah komunikasi dengan pedagang sapi,” kata Riyanto, Minggu (1/3).

Menurutnya, para pedagang bahkan sepakat menaikkan harga hingga kisaran Rp170 ribu per kilogram menjelang Lebaran. Kenaikan itu dipicu melonjaknya harga sapi dari daerah pemasok, terutama dari Lampung, ditambah biaya transportasi yang ikut meningkat.

“Harga sapi dari Lampung memang naik, kemudian ditambah lagi dengan biaya ongkos kirimnya,” ujarnya.

Hingga kini, Disperdagin Tanjungpinang masih mencari solusi untuk menekan harga agar tetap terkendali di pasaran. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna membahas langkah stabilisasi.

“Ini sedang penjajakan, semoga ada solusi sebelum lebaran nanti agar harga daging sapi tetap terkendali,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin, menyebut pedagang sulit memperoleh keuntungan jika menjual daging sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp140 ribu per kilogram yang ditetapkan Badan Pangan Nasional.

Menurutnya, dengan harga Rp170 ribu per kilogram saja, keuntungan yang diperoleh pedagang masih tergolong tipis karena tingginya harga sapi dan ongkos kirim dari Lampung.

“Kalau Rp170 ribu untungnya juga tipis. Karena ongkosnya tidak main-main, Bapanas tidak hitung itu,” ujarnya.

Thamrin mengaku saat ini ketersediaan sapi di kandangnya tersisa belasan ekor dan dalam waktu dekat akan didatangkan lagi 11 ekor dari Lampung.

Namun, ia berharap ada kebijakan baru agar pedagang tidak dipaksa menjual di bawah harga modal.

“Kita juga minta jaminan soal harga. Apalagi saat ini jeroan kurang laku, otomatis modal yang harus dikeluarkan juga tinggi,” pungkasnya. (*)

Artikel Harga Daging Sapi di Tanjungpinang Diprediksi Naik Jadi Rp170 Ribu Jelang Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Antisipasi Kerawanan, PN Batam Perkuat Pengamanan Sidang Vonis Sabu 2 Ton

0
Para terdakwa yang terlibat dalam penyelundupan sabu hampir 2 ton disidang di PN Batam, Kamis (5/2/2026) lalu. F istimewa

batampos – Menjelang pembacaan vonis perkara penyelundupan sabu hampir dua ton yang dijadwalkan pada Kamis (5/3/2026), Pengadilan Negeri Batam meningkatkan pengamanan persidangan. Langkah ini diambil menyusul tingginya perhatian publik terhadap perkara tersebut.

“Sebagai lembaga peradilan yang berada di bawah koordinasi Mahkamah Agung Republik Indonesia, Pengadilan Negeri Batam memastikan proses hukum berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Pengamanan diperketat terutama untuk perkara-perkara yang dinilai berisiko tinggi,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Batam, Vabianes Wattimena.

Ia mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum. Menurut dia, kebutuhan pengamanan tambahan umumnya berasal dari kejaksaan sebagai pihak yang menghadirkan terdakwa ke persidangan.

“Untuk perkara tertentu yang berisiko tinggi, pengamanan sidang memang ditingkatkan. Biasanya kami mendapat informasi dari Intelkam. Kalau ada potensi tertentu, kami koordinasikan untuk penambahan pengamanan tertutup,” ujar Vabianes.

Ia menjelaskan, informasi mengenai potensi kerawanan kerap diperoleh dari unsur intelijen kepolisian, khususnya fungsi Intelkam.

Berdasarkan informasi tersebut, pimpinan pengadilan dapat meminta dukungan pengamanan berlapis guna mengantisipasi gangguan selama persidangan berlangsung.

Peningkatan pengamanan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan sidang pembacaan vonis berjalan lancar, tanpa intervensi maupun gangguan, serta tetap menjunjung prinsip keterbukaan dan kepastian hukum.(*)

 

Artikel Antisipasi Kerawanan, PN Batam Perkuat Pengamanan Sidang Vonis Sabu 2 Ton pertama kali tampil pada Metropolis.

Ford Recall 4,3 Juta Kendaraan karena Perangkat Lunak Bermasalah

0
Ford tarik 4,3 juta pickup dan SUV di AS karena masalah software trailer brake. Sumber gambar: x.com/FOX2News.

batampos – Produsen otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motor Company, mengumumkan penarikan besar-besaran terhadap sekitar 4,3 hingga 4,4 juta kendaraan di Amerika Serikat. Penarikan atau recall ini dipicu kesalahan perangkat lunak pada modul trailer yang berpotensi memengaruhi fungsi rem dan lampu pada trailer yang ditarik kendaraan.

Laporan tersebut telah disampaikan Ford kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), sebagaimana dikutip dari Car and Driver, Senin (2/3).

Masalah terletak pada komponen bernama Integrated Trailer Module (ITRM), yakni sistem yang menghubungkan kendaraan dengan trailer. Gangguan perangkat lunak menyebabkan modul kehilangan komunikasi dengan sistem kendaraan saat proses awal kendaraan dinyalakan.

Akibatnya, lampu rem, lampu sein, hingga sistem pengereman trailer pada beberapa varian bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini dikategorikan sebagai race condition dalam sistem perangkat lunak.

Jika fungsi lampu atau rem trailer tidak bekerja, risiko kecelakaan dapat meningkat karena kendaraan lain tidak menerima sinyal visual yang semestinya.

Penarikan ini mencakup sejumlah model populer, di antaranya: Ford F-150, Ford F-250 Super Duty, Ford Maverick, Ford Ranger, Ford Expedition, Lincoln Navigator dan Ford E-Transit.

Ford menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kecelakaan, cedera, maupun kebakaran yang dikonfirmasi akibat masalah tersebut. Namun, tercatat ratusan klaim garansi yang diduga berkaitan dengan cacat perangkat lunak ini.

Sebagai langkah perbaikan, Ford akan melakukan pembaruan perangkat lunak secara over the air (OTA) untuk sebagian besar kendaraan terdampak mulai Maret hingga Mei 2026.

Selain itu, pemilik kendaraan juga dapat mendatangi dealer Ford atau Lincoln untuk melakukan pembaruan perangkat lunak secara gratis.

Pemberitahuan resmi kepada pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim melalui surat pada pertengahan Maret 2026. (*)

Artikel Ford Recall 4,3 Juta Kendaraan karena Perangkat Lunak Bermasalah pertama kali tampil pada Lifestyle.

Residivis Curanmor Ditangkap Polisi, Sudah Empat Kali Beraksi dan Sepeda Motor Dijual hanya Rp1juta

0
Ilustrasi Curanmor. F. Istimewa

batampos – Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri kembali mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Batam. Dalam pengungkapan terbaru, polisi mengamankan tiga orang tersangka berinisial MG, SM, dan UC.

Direktur Reskrimum Polda Kepri Ronni Bonic menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Sabtu (28/2). Dua tersangka, MG dan SM, dibekuk di kawasan Marina, Sagulung. Sementara UC diamankan di kawasan Jodoh.

“Dari hasil pengungkapan ini, kami mengamankan tiga tersangka. Dua orang ditangkap di Marina, Sagulung, dan satu tersangka di Jodoh,” kata Ronni, kemarin.

Berdasarkan laporan polisi, sindikat ini beraksi di sejumlah lokasi di Batam Kota. Para tersangka mengaku telah mencuri sedikitnya empat unit sepeda motor, dengan sasaran utama sepeda motor jenis matik.

“Empat unit sepeda motor hasil curian berhasil kami amankan dan saat ini berada di Mapolda Kepri sebagai barang bukti,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan, diketahui MG dan SM merupakan residivis kasus serupa. Sementara UC berperan sebagai penadah. Motor hasil curian dijual kepada UC dengan harga bervariasi, berkisar Rp1 juta hingga Rp1,6 juta per unit, tergantung jenis dan kondisi kendaraan.

“Mereka mengaku baru empat kali melakukan pencurian. Namun, pengakuan ini masih kami dalami karena tidak menutup kemungkinan ada TKP lain. Kasus ini juga melibatkan jaringan penadah, sehingga masih kami kembangkan,” tegas Ronni.

Ia memastikan penyidikan masih berlanjut untuk membongkar kemungkinan keterlibatan pelaku lain maupun jaringan penadah yang lebih luas. Para tersangka dijerat Pasal 472 tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pemilik sepeda motor matik yang kerap menjadi sasaran pelaku curanmor. Masyarakat juga diminta segera melapor ke polisi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.(*)

Artikel Residivis Curanmor Ditangkap Polisi, Sudah Empat Kali Beraksi dan Sepeda Motor Dijual hanya Rp1juta pertama kali tampil pada Metropolis.

Wabup Anambas Raja Bayu Sentil OPD, PAD Dinilai Bocor dan Tak Digarap Serius

0
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menyampaikan arahan kepada ASN terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib bersatu untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Penegasan itu disampaikan Raja Bayu di hadapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Agung Baitul Ma’mur Tarempa, Senin (2/3). Ia secara terbuka menyoroti lemahnya kontribusi PAD terhadap kas daerah.

“Selama ini PAD kita masih sangat bergantung pada transfer pusat. Ini harus kita ubah,” tegasnya.

Ia meminta seluruh OPD tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam mengelola potensi pendapatan daerah. Menurutnya, peningkatan PAD harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya satu atau dua instansi.

“Saya minta semua OPD bersatu. Jangan saling menunggu. Kita harus kompak untuk menaikkan PAD,” ujarnya.

Raja Bayu menyoroti sejumlah sektor yang dinilai bisa segera dioptimalkan, salah satunya retribusi parkir. Ia menilai pengelolaan parkir harus lebih tertib agar tidak terjadi kebocoran penerimaan yang merugikan daerah.

“Parkir harus dikelola serius. Jangan sampai ada kebocoran yang merugikan daerah,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Selain parkir, biaya sandar kapal di Pelabuhan Sri Siantan juga menjadi perhatian. Ia menilai pelabuhan sebagai salah satu aset daerah dengan potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal.

“Pelabuhan Sri Siantan ini aset daerah. Biaya sandar harus jelas, tertib, dan sesuai aturan,” tegasnya.

Raja Bayu juga menekankan pentingnya optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia meminta OPD terkait memperbaiki pendataan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“PBB harus kita genjot. Data harus akurat dan penagihan harus maksimal,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pajak Kendaraan Bermotor juga menjadi sorotan. Ia meminta segera dilakukan koordinasi dengan pihak Samsat guna meningkatkan penerimaan dari sektor tersebut.

“Segera koordinasi dengan Samsat. Pajak kendaraan bermotor ini potensi besar yang tidak boleh kita abaikan,” katanya.

Menurutnya, seluruh potensi pendapatan, baik dari sektor pajak maupun retribusi, harus digarap secara maksimal demi memperkuat keuangan daerah. Ketergantungan terhadap dana transfer pusat, lanjut dia, tidak bisa terus dipertahankan.

“Kalau kita ingin daerah ini mandiri dan pembangunan berjalan lebih cepat, maka PAD harus kita tingkatkan mulai sekarang,” tutupnya. (*)

Artikel Wabup Anambas Raja Bayu Sentil OPD, PAD Dinilai Bocor dan Tak Digarap Serius pertama kali tampil pada Kepri.

Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu

0
Bibir pantai di nongsa tercemar dan berbau. f Istimewa

batampos – Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali tercemar limbah cair berbau menyengat. Pantauan Batam Pos di pesisir pantai pada Senin (2/3) pagi, terlihat sisa limbah berwarna kehitaman menempel di sejumlah batu miring di bibir pantai. Air laut tampak keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat hidung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau limbah sudah tercium sejak pagi hari dan hingga siang belum juga hilang. Menurut dia, saat air laut surut, bau terasa semakin kuat karena limbah tampak mengendap di tepi pantai.

“Pagi tadi baunya lebih parah. Sampai sekarang masih bau. Kami sampaikan ini bukan cari sensasi, tapi memang fakta di lapangan. Tadi pagi limbahnya kelihatan sampai ke pinggir pantai,” ujar warga tersebut.

Ia menjelaskan, limbah yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu limbah kerap berbentuk gumpalan yang mengeras lalu meleleh saat terkena panas, kini limbah sudah dalam bentuk cair dan menyebar di laut. Kondisi itu dinilai lebih berbahaya karena langsung mencemari perairan.

“Airnya bukan hanya keruh, tapi baunya menyengat. Aktivitas warga terganggu. Ibu saya yang biasanya menghirup udara segar pagi-pagi jadi tidak jadi keluar rumah,” katanya.

Warga menyebut, pencemaran serupa kerap terjadi menjelang akhir tahun, namun tahun ini dinilai paling parah. Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan dan warga pesisir, termasuk para ibu rumah tangga yang biasa mencari gonggong di pantai untuk dijual ke pasar.

“Sekarang mereka takut ambil gonggong, khawatir beracun. Padahal itu sumber penghasilan. Kalau begini terus, nelayan dan warga pesisir sangat dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HNSI Kepri, Bernard Gultom, menilai pencemaran limbah di Pantai Nongsa terjadi hampir setiap tahun. Ia menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung tuntas.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali, hampir setiap tahun. Pengawasan dari pemerintah, baik provinsi maupun kota, termasuk dinas lingkungan hidup, kami nilai masih lemah. Pelakunya tidak pernah tertangkap, seolah-olah datang buang limbah, lalu pergi begitu saja,” tegasnya.

Bernard mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan di perairan perbatasan, termasuk berkoordinasi dengan patroli laut. Ia menduga pencemaran bisa berasal dari aktivitas kapal yang melintas di jalur perairan internasional.

“Banyak kapal internasional lalu-lalang. Kita tidak tahu apakah ada yang membuang limbah di laut lalu terbawa arus ke pantai Nongsa. Pemerintah harus betul-betul menjaga perbatasan laut kita. Jangan masyarakat terus yang diminta bersiaga,” katanya.

Menurutnya, pencemaran ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan menjauh dari wilayah tangkap akibat bau dan pencemaran, sehingga penghasilan nelayan menurun. Selain itu, sektor pariwisata pantai juga terancam karena wisatawan enggan datang jika pantai tercemar dan berbau.

“Pantai ini sumber penghidupan nelayan dan pelaku usaha wisata. Kalau terus dibiarkan, siapa yang mau datang? Ini bukan sekadar harapan, tapi permintaan tegas agar pemerintah hadir dan menuntaskan persoalan yang berulang ini,” tutupnya.(*)

Artikel Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu

0
Bibir pantai di nongsa tercemar dan berbau. f Istimewa

batampos – Pantai Nongsa di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali tercemar limbah cair berbau menyengat. Pantauan Batam Pos di pesisir pantai pada Senin (2/3) pagi, terlihat sisa limbah berwarna kehitaman menempel di sejumlah batu miring di bibir pantai. Air laut tampak keruh dan mengeluarkan aroma tak sedap yang menyengat hidung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bau limbah sudah tercium sejak pagi hari dan hingga siang belum juga hilang. Menurut dia, saat air laut surut, bau terasa semakin kuat karena limbah tampak mengendap di tepi pantai.

“Pagi tadi baunya lebih parah. Sampai sekarang masih bau. Kami sampaikan ini bukan cari sensasi, tapi memang fakta di lapangan. Tadi pagi limbahnya kelihatan sampai ke pinggir pantai,” ujar warga tersebut.

Ia menjelaskan, limbah yang muncul kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu limbah kerap berbentuk gumpalan yang mengeras lalu meleleh saat terkena panas, kini limbah sudah dalam bentuk cair dan menyebar di laut. Kondisi itu dinilai lebih berbahaya karena langsung mencemari perairan.

“Airnya bukan hanya keruh, tapi baunya menyengat. Aktivitas warga terganggu. Ibu saya yang biasanya menghirup udara segar pagi-pagi jadi tidak jadi keluar rumah,” katanya.

Warga menyebut, pencemaran serupa kerap terjadi menjelang akhir tahun, namun tahun ini dinilai paling parah. Dampaknya dirasakan langsung oleh nelayan dan warga pesisir, termasuk para ibu rumah tangga yang biasa mencari gonggong di pantai untuk dijual ke pasar.

“Sekarang mereka takut ambil gonggong, khawatir beracun. Padahal itu sumber penghasilan. Kalau begini terus, nelayan dan warga pesisir sangat dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HNSI Kepri, Bernard Gultom, menilai pencemaran limbah di Pantai Nongsa terjadi hampir setiap tahun. Ia menyebut lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab masalah tak kunjung tuntas.

“Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali, hampir setiap tahun. Pengawasan dari pemerintah, baik provinsi maupun kota, termasuk dinas lingkungan hidup, kami nilai masih lemah. Pelakunya tidak pernah tertangkap, seolah-olah datang buang limbah, lalu pergi begitu saja,” tegasnya.

Bernard mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam memperketat pengawasan di perairan perbatasan, termasuk berkoordinasi dengan patroli laut. Ia menduga pencemaran bisa berasal dari aktivitas kapal yang melintas di jalur perairan internasional.

“Banyak kapal internasional lalu-lalang. Kita tidak tahu apakah ada yang membuang limbah di laut lalu terbawa arus ke pantai Nongsa. Pemerintah harus betul-betul menjaga perbatasan laut kita. Jangan masyarakat terus yang diminta bersiaga,” katanya.

Menurutnya, pencemaran ini berdampak langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan menjauh dari wilayah tangkap akibat bau dan pencemaran, sehingga penghasilan nelayan menurun. Selain itu, sektor pariwisata pantai juga terancam karena wisatawan enggan datang jika pantai tercemar dan berbau.

“Pantai ini sumber penghidupan nelayan dan pelaku usaha wisata. Kalau terus dibiarkan, siapa yang mau datang? Ini bukan sekadar harapan, tapi permintaan tegas agar pemerintah hadir dan menuntaskan persoalan yang berulang ini,” tutupnya.(*)

Artikel Pantai Nongsa Tercemar Limbah Cair Berbau, Aktivitas Nelayan Terganggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Cari Tempat Bukber di Batam? Ini 5 Cafe untuk Buka Puasa yang Wajib Dicoba

0
5 cafe Batam rekomendasi bukber Ramadan bareng keluarga. Sumber gambar: Instagram cincai.cafe.

batampos – Momen buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi agenda yang dinantikan saat Ramadan. Selain menikmati hidangan berbuka, suasana nyaman dan pilihan menu variatif menjadi pertimbangan utama dalam memilih tempat.

Bagi Anda yang sedang mencari cafe bukber di Batam, berikut lima rekomendasi tempat yang bisa menjadi pilihan bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

1. Cincai Cafe

Cafe ini dikenal memiliki tempat yang luas sehingga cocok untuk rombongan. Menu buka puasa yang ditawarkan mengusung konsep all you can eat dengan pilihan beragam.

Lokasi: Komp Pertokoan KBC, Belian, Kecamatan Batam Kota.

2. Bluefire Beach Club

Mengusung suasana tepi pantai, Bluefire menawarkan menu Nusantara yang variatif. Pengunjung dapat menikmati momen berbuka sambil menyaksikan suasana sore di kawasan Bengkong Laut.

Lokasi: Komplek Gold Coast Luxury, Golden City.

3. Kobie Coffee

Cafe ini menjadi salah satu tempat favorit anak muda. Selain menu buka puasa yang beragam, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas photo box gratis.

Lokasi: Pelita dan Tiban.

4. Kopi Boemi

Dikenal sebagai cafe skena, Kopi Boemi menghadirkan paket buka puasa all you can eat dengan menu berbeda setiap harinya.

Lokasi: Jl. Sudirman Centre No.106, Teluk Tering, Batam Kota.

5. Tntrem Cafe

Berada di kawasan tepi laut, cafe ini menawarkan suasana berbuka yang lebih santai dan spesial. Tersedia paket buka puasa yang cocok untuk keluarga maupun sahabat.

Lokasi: Bundaran Ocarina, Ocarina Lot, Jl. Pasir Putih No.1, Sadai, Bengkong.

Dengan banyaknya pilihan cafe yang menawarkan suasana nyaman dan menu lezat, momen buka bersama tahun ini bisa menjadi lebih berkesan.

Namun, karena Ramadan biasanya ramai, pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum datang. (*)

Artikel Cari Tempat Bukber di Batam? Ini 5 Cafe untuk Buka Puasa yang Wajib Dicoba pertama kali tampil pada Metropolis.