
batampos – Layanan penyebrangan masyarakat dengan menggunakan kapal roro KM Anambas Bermadah 7 dari Kampung Baru menuju Air Asuk terpaksa dihentikan sejak Jum’at, (3/1) lalu.
Terhentinya layanan ini disebabkan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Palmatak yang menunggak pembayaran bahan bakar minyak (bbm) selama 2 bulan kepada agen penyalur.
“Nunggak dua bulan dengan agen minyak,” ujar Kordinator UPT Dishub LH Palmatak, Rahim, Rabu, (8/1).
Karena menunggak pembayaran, pihak agen enggan memberikan bbm kepada KM Anambas Bermadah 7. Sebab, takut tidak dibayarkan.
BACA JUGA: Pertalite Tercampur Solar, Kendaraan Mogok Usai Isi BBM di SPBU Km 19 Kijang, Bintan
“Satu bulan biasanya capai Rp 20 juta. Kalau untuk tagihan kita saya kurang tahu pas nya berapa. Karena saya baru tugas disini (Palmatak),” tutur Rahim.
Menurutnya tunggakan ini terjadi karena Pemerintah Kabupaten Anambas tidak memiliki keuangan sejak dua bulan terakhir. Hal ini karena dana bagi hasil (dbh) dari pusat tidak disalurkan ke daerah.
“Terbaru kita dapat informasi kalau tunggakan ini dimasukkan ke dalam sistem tunda bayar. Jangan khawatir untuk agen,” tegas Rahim.
Meski sudah menemui titik terang pembayaran hutang, Rahim belum memastikan kapan kapal roro itu kembali berlayar melayani masyarakat.
Sementara itu, warga Air Asuk, Septian menyayangkan dengan adanya penghentian sementara kapal roro. Menurutnya, kejadian ini tidak sepatutnya terjadi.
“Karena kita terganggu juga. Mau menyeberang ke Kampung Baru buat kerja susah. Saya kerja kesana memang bawa motor,” ungkap Septian.
Saat ini, ia bersama warga lainnya terpaksa menggunakan spead boat pancung untuk menyebrang membawa sepeda motor.
“Tapi tarifnya mahal, kalau pulang pergi (pp) Rp 20 ribu. Dua kali lipat dari roro yang cuma Rp 10 ribu,” ujar Septian.
Tidak hanya disegi tarif, dari sisi keselamatan pun juga membahayakan warga. Jika menggunakan spead boat, penumpang sering terkena terjangan ombak yang begitu kuat.
“Kalau pakai roro tidak, kita tenang. Kan sedikit besar body nya. Beda dengan speed boat pancung, deg-degan,” sebutnya.
Untuk itu, Septian meminta Pemerintah Kabupaten Anambas untuk segera mengoperasikan kapal roro agar aktifitas warga bisa kembali normal seperti biasanya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Artikel Nunggak BBM Hampir Rp 40 Juta, KM Anambas Bermadah 7 Hentikan Pelayaran Kampung Baru-Air Asuk pertama kali tampil pada Kepri.









