Jumat, 26 Juni 2026
Beranda blog Halaman 26

Masih Menanti Kegarangan La Pulga, Ini Dia Jadwal Argentina vs Australia

0
Lionel Messi memimpin Timnas Argentina di Piala Dunia 2026. (Instagram/@leomessi)

batampos – Timnas Argentina dan Austria memperebutkan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga lanjutan babak penyisihan Grup J ini akan dihelat di AT&T Stadium, Texas, Amerika Serikat, Selasa (23/6) pukul 00.00 WIB.

Timnas Argentina dan Austria sama-sama telah mengantongi satu kemenangan. Itu artinya, pemenang dari laga ini akan memastikan diri lebih cepat ke babak gugur piala dunia.

Sementara tim yang mengalami kekalahan akan menentukan nasib di laga terakhir babak grup J piala dunia. Secara matematis, timnas Argentina tentu lebih diunggulkan.

Bermodalkan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair di laga sebelumnya, timnas Argentina yang berjuluk La Albiceleste diprediksi menjadi tim selanjutnya yang menempatkan diri dalam daftar peserta babak 32 besar.

Terlebih lagi, dalam segi materi pemain, Argentinya nyaris tanpa cela. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni sampai kebingungan menentukan komposisi lini depan menyusul pulihnya Julian Alvarez dari cedera engkel.

Di sisi lain, Lautaro Martinez juga memiliki kontribusi cukup besar di laga sebelumnya. Penyerang Inter Milan ini aktif membuka ruang dalam membongkar pertahanan Aljazair sehingga rekannya, Lionel Messi bisa leluasa bergerak.

“Pelatih harus terus-menerus membuat keputusan, siapa yang bermain, siapa yang tidak, siapa yang masuk, siapa yang keluar. Semua orang ingin bermain, tetapi membangun tim membutuhkan 11 pemain, dan Anda mencari fungsi yang ideal,” kata Scaloni dilansir dari Reuters, Senin (22/6).

Argentina juga dalam kepercayaan diri tinggi menyusul performa garang sang megabintang Lionel Messi yang mencetak hattrick di laga sebelumnya. Untuk diketahui, pemain berjuluk La Pulga ini berpeluang menecatatkan rekor lain.

Jika berhasil mencetak gol ke gawang Austria, Messi akan menjadi pemain pertama di abad ke-21 yang mampu mencetak gol di enam laga Piala Dunia beruntun.

Meski demikian, Austria juga merupakan tim yang pantang dianggap remeh. Tim asuhan Ralf Rangnick ini belum terkalahkan dalam enam laga terakhir.

Dalam enam laga tersebut, Austria sudah mencetak sebanyak 13 gol. Oleh karena itu, Das Team -julukan Austria- berpotensi menjadi batu sandungan bagi sang jawara bertahan,

Dengan demikian, laga ini sayang untuk dilewatkan, tidak hanya bagi penggemar Messi, tetapi pecinta sepak bola secara keseluruhan. Hasil dari laga ini akan membuka episode baru dalam perdebatan siapa lebih hebat di antara Messi dan bintang Portugal, Cristiano Ronaldo yang selama Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan hangat.

Laga ini bisa disaksikan secara langsung di stasiun televisi nasional, TVRI. Laga ini juga bisa disaksikan secara streaming di platform MaxStream dan Folaplay.

Berikut Jadwal Lengkapnya:

Pertandingan: Argentina vs Austria

Stadion: AT&T Stadium, Texas, Amerika Serikat

Waktu: Selasa (23/6)

Kick-off: pukul 00.00 WIB

Siaran Langsung: TVRI/MaxStream/Folaplay. (*)

 

 

Artikel Masih Menanti Kegarangan La Pulga, Ini Dia Jadwal Argentina vs Australia pertama kali tampil pada Olahraga.

Roy Suryo dan Dokter Tifa Tolak Menandatangani Berita Acara Pengalihan Penahanan

0
Pakar telematika Roy Suryo ditangkap polisi. f. istimewa

batampos – Pelimpahan berkas perkara, tersangka, dan barang bukti dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tidak berjalan mulus. Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa menolak menandatangani berita acara pengalihan penahanan dari polisi kepada jaksa.

Penasihat hukum kedua tersangka, Ahmad Khozinudin, menyampaikan hal itu kepada awak media. Menurut dia, kedua kliennya tidak menandatangani berita acara pengalihan penahanan karena merasa bukan tahanan polisi dalam kasus tersebut.

”Berita acara pengalihan penahanan dari Polda (Metro Jaya) menuju ke Kejaksaan tadi tidak ditandatangani, ditolak, dan memang tidak relevan,” kata dia pada Senin (22/6).

Menurut Khozinudin, tidak ada dasar penahanan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa. Sejak proses hukum kasus tersebut berjalan, mereka berdua selalu memenuhi panggilan penyidik dan bersikap kooperatif. Sehingga mereka berdua tidak perlu ditahan.

”Sejak awal status tersangka, baik Roy Suryo maupun (Dokter) Tifa itu tidak pernah ditahan,” ujarnya.

Keputusan itu, lanjut Khozinudin, menegaskan bahwa tidak pernah ada kekhawatiran terhadap kedua kliennya akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan melakukan tindak pidana yang. Karena itu pula, dia mempertanyakan dokumen pengalihan penahanan dalam proses pelimpahan hari ini.

Selain itu, Roy Suryo dan Dokter Tifa juga menyoroti baju tahanan yang dikenakan saat proses pelimpahan berlangsung. Menurut dia, keduanya tidak mengenakan baju tahanan ketika dibawa dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dan saat kembali dari rumah sakit ke polda.

”Tadi sempat terjadi perdebatan karena polisi menganggap bahwa mengenakan rompi tahanan itu adalah bagian dari SOO,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dia menegaskan penyidik berpedoman pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP.

”Kami pastikan seluruh tahapan yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah sesuai dengan prosedur KUHAP,” kata Iman pada Senin (22/6).

Dalam kasus tersebut, kedua tersangka diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan tindak pidana lain yang berkaitan dengan dokumen elektronik. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, upaya paksa yang dilakukan oleh penyidik merupakan bagian dari rangkaian proses hukum yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelum dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka, penyidik melakukan pemeriksaan fisik dan psikis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka. Pemeriksaan dan perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Proses hukum tersebut dipastikan tidak menyasar personal, profesi, atau ketokohan seseorang, melainkan berdasarkan laporan masyarakat yang didukung alat bukti, keterangan saksi, ahli, dan bukti lainnya. Setelah semua lengkap, kedua tersangka diserahkan kepada jaksa.

”Hari ini Senin, 22 Juni 2026, lebih kurang pukul 09.15 WIB, untuk 2 orang tersangka, saudara RS (Roy Suryo) dan saudari TT (Dokter Tifa) ditahapduakan,” imbuhnya.(*)

 

Artikel Roy Suryo dan Dokter Tifa Tolak Menandatangani Berita Acara Pengalihan Penahanan pertama kali tampil pada News.

Belum Ditemukan, Petugas Masih Terus Melakukan Pencarian Anak yang Hanyut di Tanjung Sengkuang

0
Petugas sedang melakukan pencarian anak yang hanyut di Tanjung Sengkuang. F. Istimewa

batampos – Seorang anak laki-laki bernama Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas (4) dilaporkan hanyut setelah terjatuh ke dalam gorong-gorong saat bermain di tengah hujan deras di kawasan RT 03/RW 012, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Senin (22/6) pagi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 10.55 WIB dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batam.

“Korban diketahui terjatuh dan hanyut ke gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang atau sekitar Pelabuhan Pendi. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian,” ujar Dedius.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban bermain hujan di depan rumahnya. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan deras.

Korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam saluran drainase atau gorong-gorong yang arus airnya cukup deras akibat tingginya curah hujan. Keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga laporan diterima korban belum ditemukan.

Menurut keterangan ibu korban, Chatarina, anaknya sedang bermain di sekitar parit saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tidak lama kemudian korban terseret arus dan diduga terbawa hingga ke arah laut.

Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung mengerahkan enam personel tim rescue menggunakan Rescue Car Type II dengan membawa satu unit perahu karet dan sejumlah peralatan pendukung pencarian.

“Pada pukul 11.10 WIB tim rescue bergerak menuju lokasi kejadian dan diperkirakan tiba di area pencarian sekitar pukul 11.45 WIB. Saat ini pencarian masih terus dilakukan bersama unsur SAR gabungan,” kata Dedius.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Batam, Polairud Polda Kepri, Satpolairud Polresta Barelang, TNI AL Batam, BPBD Kota Batam, Tagana Batam, serta masyarakat setempat.

Tim SAR juga menyiapkan berbagai peralatan, seperti rubber boat, AquaEye untuk deteksi bawah air, perangkat komunikasi, responder bag, serta peralatan evakuasi lainnya guna mendukung proses pencarian.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan disertai petir dengan kecepatan angin berkisar 0 hingga 13 knot dari arah selatan.

Dedius mengatakan tim SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian hingga korban ditemukan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras karena saluran drainase maupun gorong-gorong dapat menjadi sangat berbahaya akibat arus yang kuat,” tutupnya.(*)

Artikel Belum Ditemukan, Petugas Masih Terus Melakukan Pencarian Anak yang Hanyut di Tanjung Sengkuang pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Mau Dibawa ke Mana? Dari Kawasan Industri Menuju Pusat Geoekonomi Indonesia

0
Fary Francis. (istimewa)

SIANG kemarin suasana diskusi bersama mahasiswa pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan) terasa berbeda.

Saat membahas dinamika ekonomi global, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan
kaitannya dengan pertahanan negara, saya menggunakan Batam sebagai studi kasus bagaimana sebuah kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) dapat menjadi instrumen strategis bagi kepentingan nasional.

Saya menjelaskan bahwa pada abad ke-21 kekuatan suatu bangsa tidak lagi
hanya ditentukan oleh jumlah tentara, kapal perang, atau pesawat tempur. Kekuatan nasional juga ditentukan oleh kemampuan menguasai investasi, teknologi, industri strategis, logistik, energi, data, dan rantai pasok global.

Baca juga: Investasi Rp17,4 Triliun, Saatnya SDM Batam Bertransformasi

Di tengah diskusi, seorang mahasiswa mengangkat tangan dan bertanya,

“Pak, sebenarnya Batam mau dibawa ke mana?”

Saya terdiam sejenak.

Karena sesungguhnya pertanyaan itu bukan hanya tentang Batam. Pertanyaan itu adalah tentang posisi Indonesia dalam peta persaingan ekonomi dunia yang sedang berubah sangat cepat.

Saat ini Batam merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun 2025, realisasi investasi Batam mencapai Rp69,3 triliun atau 119 persen dari target. Pertumbuhan ekonominya mencapai 6,76 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Batam juga menjadi rumah bagi lebih dari 1.600 perusahaan manufaktur, logistik, dan jasa, serta berada di jalur Selat Malaka yang dilalui sekitar 30 persen perdagangan dunia.

Namun dunia sedang memasuki babak baru. Persaingan antarnegara tidak lagi hanya memperebutkan investasi, tetapi juga pusat teknologi, semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pusat data, energi masa depan, dan kendali rantai pasok global.

Dalam konteks itu, Batam tidak boleh hanya menjadi kawasan industri berbiaya murah atau sekadar pelengkap ekonomi negara lain. Batam harus naik kelas menjadi Pusat Geoekonomi Indonesia di Selat Malaka.

Geoekonomi pada hakikatnya adalah kemampuan suatu negara memanfaatkan posisi geografisnya untuk memperkuat pengaruh ekonomi, menarik investasi, menguasai rantai pasok, dan meningkatkan daya saing nasional. Dan tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki keunggulan geoekonomi sekuat Batam.

Saya melihat masa depan Batam bukan sekadar kawasan industri, melainkan Execution Hub of Indonesia—tempat berbagai kebijakan strategis nasional diterjemahkan menjadi investasi nyata, inovasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Batam harus memimpin empat transformasi besar.

Baca juga: Menyiapkan Kebangkitan Kembali Batam: Kompetensi, Inovasi, dan Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Tangguh

Pertama, menjadi pusat industri teknologi tinggi berbasis elektronik maju, semikonduktor, AI, dan data center.

Kedua, menjadi hub logistik dan maritim internasional yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan perdagangan global.

Ketiga, menjadi pusat inovasi yang melahirkan talenta, teknologi, dan perusahaan masa depan.

Keempat, menjadi gerbang investasi Indonesia yang mampu mengintegrasikan kepentingan ekonomi nasional dengan kesejahteraan masyarakat lokal.

Namun ukuran keberhasilan Batam tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk.

Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah seberapa besar investasi tersebut menciptakan pekerjaan berkualitas, meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat industri nasional, memperluas basis ekspor, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menjelang akhir diskusi, saya kembali menjawab pertanyaan mahasiswa tadi.

“Batam mau dibawa ke mana?”

Menurut saya, Batam harus dibawa menjadi pusat geoekonomi Indonesia, sebuah kawasan yang mengintegrasikan industri, logistik, teknologi, investasi, dan inovasi dalam satu ekosistem berdaya saing global.

Bukan sekadar kawasan yang menarik modal, tetapi kawasan yang mampu mengubah
posisi Indonesia dari pasar menjadi pemain utama dalam ekonomi dunia.

Sebab pada akhirnya, pertahanan yang kuat memerlukan ekonomi yang kuat. Dan ekonomi yang kuat memerlukan pusat-pusat pertumbuhan strategis yang mampu menghubungkan kepentingan nasional dengan dinamis. (*)

Oleh: Fary Francis, Dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan dan Deputi Bidang Investasi BP Batam

Artikel Batam Mau Dibawa ke Mana? Dari Kawasan Industri Menuju Pusat Geoekonomi Indonesia pertama kali tampil pada News.

Bocah Empat Tahun Hanyut Setelah Terpeleset ke Parit di Daerah Tanjung Sengkuang

0
Ilustrasi anak hanyut . f istimewa

batampos – Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Azzahra Baibas dilaporkan hanyut di saluran drainase atau parit di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Senin (22/6) pagi. Hingga Senin siang, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa itu terjadi saat Kota Batam sedang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Korban yang diketahui merupakan anak dari penjaga masjid diduga terpeleset saat hendak menuju masjid yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Blok E, Tanjung Sengkuang, tepatnya di wilayah RW 12 RT 04. Saat kejadian, arus air di parit dilaporkan cukup deras akibat hujan yang turun sejak pagi.

Diduga, korban terpeleset dan jatuh ke dalam parit sebelum akhirnya terseret arus deras. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kapolsek Batuampar AKP Amru Abdullah membenarkan adanya kejadian seorang anak yang hanyut di kawasan Tanjung Sengkuang tersebut. Saat ini, pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan pencarian intensif.
“Iya benar, ada anak yang dilaporkan hanyut di parit kawasan Tanjung Sengkuang. Saat ini anggota bersama tim SAR dan warga masih melakukan pencarian,” ujar Amru.

Informasi yang disampaikan warga, saluran drainase tempat korban hanyut terhubung langsung ke laut sehingga pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan menyisir sepanjang aliran parit hingga ke muara.

Selain menyisir ke arah laut, tim juga memperluas pencarian hingga ke bagian hulu drainase untuk memastikan kemungkinan korban tersangkut di sepanjang aliran. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung.(*)

Artikel Bocah Empat Tahun Hanyut Setelah Terpeleset ke Parit di Daerah Tanjung Sengkuang pertama kali tampil pada Metropolis.

Bocah Empat Tahun Hanyut Setelah Terpeleset ke Parit di Daerah Tanjung Sengkuang

0
Ilustrasi anak hanyut . f istimewa

batampos – Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Azzahra Baibas dilaporkan hanyut di saluran drainase atau parit di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Senin (22/6) pagi. Hingga Senin siang, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa itu terjadi saat Kota Batam sedang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Korban yang diketahui merupakan anak dari penjaga masjid diduga terpeleset saat hendak menuju masjid yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Blok E, Tanjung Sengkuang, tepatnya di wilayah RW 12 RT 04. Saat kejadian, arus air di parit dilaporkan cukup deras akibat hujan yang turun sejak pagi.

Diduga, korban terpeleset dan jatuh ke dalam parit sebelum akhirnya terseret arus deras. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kapolsek Batuampar AKP Amru Abdullah membenarkan adanya kejadian seorang anak yang hanyut di kawasan Tanjung Sengkuang tersebut. Saat ini, pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan pencarian intensif.
“Iya benar, ada anak yang dilaporkan hanyut di parit kawasan Tanjung Sengkuang. Saat ini anggota bersama tim SAR dan warga masih melakukan pencarian,” ujar Amru.

Informasi yang disampaikan warga, saluran drainase tempat korban hanyut terhubung langsung ke laut sehingga pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan menyisir sepanjang aliran parit hingga ke muara.

Selain menyisir ke arah laut, tim juga memperluas pencarian hingga ke bagian hulu drainase untuk memastikan kemungkinan korban tersangkut di sepanjang aliran. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung.(*)

Artikel Bocah Empat Tahun Hanyut Setelah Terpeleset ke Parit di Daerah Tanjung Sengkuang pertama kali tampil pada Metropolis.

Aliran Air Mengecil di Beberapa Titik di Seibeduk karena Perbaikan Pipa Bocor

0
perbaikan pipa yang bocor dilakukan di sejumlah titik di Sei Beduk. F Istimewa

batampos – Gangguan pasokan air bersih kembali dikeluhkan warga di sejumlah kawasan Kota Batam. Kebocoran pipa distribusi utama di kawasan Sei Beduk membuat aliran air ke permukiman warga mengecil bahkan terhenti total sejak Senin (22/6) pagi.

‎Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mencari cara darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Perumahan Griya Piayu Asri, sejumlah warga memanfaatkan hujan yang turun untuk menampung air menggunakan ember, baskom, hingga tong penampungan.

‎Air hujan itu digunakan untuk kebutuhan dasar seperti mengisi bak kamar mandi, mencuci, hingga keperluan sanitasi.
‎Farlin, salah seorang warga Griya Piayu Asri, mengaku kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari karena air tidak mengalir sejak pagi.

‎”Cuci muka pun susah, apalagi mau buang air besar,” kata Farlin kepada Batam Pos, Senin.

‎Menurut dia, gangguan pasokan air bersih bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut. Namun, terhentinya suplai air sejak pagi membuat aktivitas rumah tangga warga terganggu cukup signifikan.

‎Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain yang mengaku harus menunda mencuci pakaian dan menghemat sisa air yang masih tersedia di dalam bak penampungan rumah.

‎Sementara itu, PT Air Batam Hilir (ABH) melalui pemberitahuan resminya menyampaikan bahwa gangguan pelayanan terjadi akibat pekerjaan perbaikan kebocoran pipa distribusi berdiameter 200 milimeter (DCIP 200 mm) di depan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Piayu, Kecamatan Sei Beduk.

‎Perusahaan menyebut proses perbaikan masih berlangsung sehingga berdampak pada penurunan tekanan hingga penghentian sementara suplai air minum ke sejumlah wilayah.

‎Adapun kawasan yang terdampak meliputi Pancur, GMP Piayu, Perumnas, Mangsang, Bida Ayu, serta sejumlah permukiman lain di sekitarnya.

‎Corporate Communication PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, mengatakan penyebab kebocoran pipa masih dalam proses investigasi. Saat ini fokus utama perusahaan adalah mempercepat proses perbaikan agar pasokan air dapat kembali normal.

‎”Kebocoran yang terjadi mengakibatkan gangguan suplai ke warga. Saat ini tim sedang melakukan perbaikan kebocoran. Semoga perbaikan bisa lebih cepat sehingga air kembali mengalir normal,” kata Ginda.

‎Ia menjelaskan tim teknis telah diterjunkan ke lokasi sejak gangguan terdeteksi untuk melakukan penanganan terhadap pipa yang mengalami kebocoran.

‎Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Air Batam Hilir juga menyiagakan armada mobil tangki air bersih bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai dalam waktu lebih dari 24 jam.

‎”Kami menyiagakan mobil tangki air minum untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai hingga lebih dari 1×24 jam. Permintaan dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT, RW, maupun kelurahan setempat dan disampaikan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir,” ujarnya.

‎Gangguan ini kembali menyoroti persoalan ketahanan dan keandalan jaringan distribusi air bersih di Batam. Di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, pasokan air bersih menjadi salah satu layanan publik yang paling sering dikeluhkan masyarakat, terutama ketika terjadi kebocoran pipa atau gangguan pada instalasi pengolahan air.

‎Hingga Senin siang, proses perbaikan masih berlangsung dan belum ada kepastian kapan distribusi air ke wilayah terdampak akan kembali normal sepenuhnya. Warga berharap perbaikan dapat segera rampung agar aktivitas rumah tangga tidak terus terganggu.(*)

Artikel Aliran Air Mengecil di Beberapa Titik di Seibeduk karena Perbaikan Pipa Bocor pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Gandeng BRIN Cari Solusi Krisis Air dan Industri Hijau

0

batampos – Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan investasi, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari solusi jangka panjang bagi ketahanan sumber daya air dan pengembangan industri berkelanjutan di Batam.

‎Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6) lalu.

‎Kolaborasi ini muncul di tengah tantangan yang semakin besar dalam pengelolaan sumber daya air di Batam.

‎Sebagai kawasan perdagangan bebas dan pusat investasi nasional, kebutuhan air bersih terus meningkat seiring pertumbuhan industri, kawasan permukiman, dan jumlah penduduk.

‎Namun berbeda dengan banyak daerah lain di Indonesia, Batam tidak memiliki sumber air baku dari sungai besar maupun kawasan hutan yang luas.

‎Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan seluruh kebutuhan air bersih Batam saat ini bergantung pada sistem waduk yang menampung air hujan.

‎Menurut dia, kondisi tersebut membuat Batam rentan terhadap perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan tekanan pembangunan yang berpotensi mengganggu daerah tangkapan air.

‎”Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” kata Sudirman.

‎Ia menilai pendekatan pembangunan berbasis riset menjadi semakin penting karena tantangan Batam ke depan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

‎Menurut Sudirman, hasil riset yang aplikatif dibutuhkan untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih tepat dalam mengelola sumber daya alam sekaligus mendukung iklim investasi.

‎Selain isu ketahanan air, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri berbasis teknologi dan inovasi.

‎Salah satu fokusnya adalah pengkajian pembangunan Batam Science and Technology Park yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan riset terapan, teknologi industri, dan inovasi berbasis kebutuhan dunia usaha.

‎Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan ruang lingkup kerja sama yang disepakati cukup luas dan mencakup sejumlah sektor strategis yang menjadi kebutuhan pembangunan Batam.

‎Di antaranya pengembangan kawasan sains dan teknologi, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi ekonomi sirkular, industri maritim berkelanjutan, hingga pengembangan industri hijau.

‎”Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” kata Hendrian.

‎Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menjelaskan kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.
‎Menurut dia, kedua lembaga telah menyusun peta jalan penelitian yang akan dijalankan selama tiga tahun ke depan.

‎Program tersebut melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN serta tiga unit teknis BP Batam.

‎Secara keseluruhan terdapat sepuluh aktivitas utama yang akan dijalankan berdasarkan enam tema besar yang telah disepakati bersama.

‎”Seluruh aktivitas dirancang agar hasil riset tidak berhenti di atas kertas, tetapi dapat langsung diimplementasikan untuk mendukung pengembangan kawasan Batam,” ujar Asep.

‎Ia menambahkan, model kolaborasi seperti ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan publik.

‎Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama dengan BP Batam merupakan upaya untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dengan kebutuhan industri yang selama ini sering terjadi.

‎Dalam dunia riset, kondisi tersebut dikenal sebagai valley of death, yaitu fase ketika hasil penelitian gagal diimplementasikan menjadi produk, teknologi, atau kebijakan yang dapat dimanfaatkan secara luas.

‎Menurut Arif, BRIN ingin memperkuat perannya sebagai think tank pemerintah dengan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

‎”BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” katanya.

‎Kerja sama tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya Batam memperkuat daya saing sebagai kawasan industri modern yang mulai mengarah pada pengembangan sektor berteknologi tinggi, termasuk pusat data, industri maritim, manufaktur berorientasi ekspor, dan energi berkelanjutan.

‎Dalam beberapa tahun terakhir, isu ketahanan air menjadi salah satu tantangan utama Batam. Pertumbuhan jumlah penduduk, perluasan kawasan industri, serta perubahan tata guna lahan terus meningkatkan tekanan terhadap daerah tangkapan air dan waduk yang menjadi sumber utama air baku.

‎Melalui kolaborasi dengan BRIN, BP Batam berharap berbagai persoalan tersebut dapat diantisipasi melalui pendekatan ilmiah, pemanfaatan teknologi, dan kebijakan berbasis data.

‎Selain memperkuat ketahanan air, hasil riset juga diharapkan mampu mendukung transformasi industri yang lebih ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

‎”Tujuan akhirnya adalah memastikan pertumbuhan investasi dan pembangunan Batam tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat di masa depan,” kata Sudirman.(*)

Artikel Batam Gandeng BRIN Cari Solusi Krisis Air dan Industri Hijau pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Pernah Ada Penumpukan Sampah Komersil, Pedagang Apresiasi Mahaju Langgeng Jaya

0
Petugas dari PT Mahaju Langgeng Jaya sedang mengangkut sampah komersial di daerah Sekupang beberapa waktu lalu. F. Istimewa

batampos – Sejumlah pedagang yang sudah bermitra dengan PT Mahaju Langgeng Jaya mengapresiasi transporter sampah tersebut. Sampah kini tidak pernah menumpuk. Pengangkatan sampah selalu tepat waktu.

Irfan, seorang pedagang ayam penyet di Tiban mengakui bahwa pengangkutan sampah komersial dari hasil perdagangan mereka tidak pernah ada kendala. “Kita harus jujur. Ini sudah hampir dua bulan, tidak ada kendala terkait sampah kami. Tidak ada penumpukan sampah sehingga nyaman saja bagi para pelanggan kami,” katanya.

Menurut Irfan, pengangkutan sampah komersial memang upah angkatnya lebih mahal. Tapi bukan membebani. “Memang lebih mahal kalau dibandingkan sebelumnya. Tapi jujur sampah kami mau tiga bahkan sampai empat kali dalam seminggu. Jadi tak masalahlah,” katanya.

Demikian halnya disampaikan, Ratih pedagang lainnya di daerah Sekupang. Ia tegas mengatakan bahwa, upah angkut yang mereka bayarkan yakni Rp4 ribu tidaklah memberatkan.

“Hanya empat ribu tapi tidak pernah sampah menumpuk, tidak memberatkanlah. Kalau kami bagaimana sampah terangkut dan pembeli atau konsumen tidak terganggu,” tambahnya.

Terpisah, Jampang selaku penanggung jawab PT Mahaju Langgeng Jaya mengatakan, bahwa pihaknya melakukan pekerjaan atau pun pelayanan pengangkutan sampah dengan maksimal.

” Bagaimana sampah jangan sampai menumpuk. Pedagang dan pembeli tetap nyaman. Bahkan dalam seminggu itu terkadang mau sampai empat pengangkutan kita lakukan,” ujarnya.

Terkait uang sampah yang dibayarkan pedagang sejauh ini tidak ada komplain pedagang. “Jadi perlu kami tegaskan, bahwa pedagang itu tak ada komplain uang sampah. Kami tidak pernah memungut retribusi. Tetapi kami memungut upah kerja kami. Dan pedagangnya malah sangat senang dengan kinerja kami. Dan kami tulus mengerjakan ini,” katanya.

Selain itu, Jampang juga menegaskan bahwa perusahaannya tidak dan belum masuk kawasan pemukiman atau di dalam perumahan. Tetapi hanya di pertokoan, dan pedagang kaki lima.

“Itu pun ada beberapa pedagang yang tidak mau kami angkut sampahnya, kami tidak paksa. Itu hak dia. Dan menurut saya meski tak dibayar, kami berupaya tetap mengangkut sampahnya,” katanya.

Ia mencontohkan saat ini untuk pedagang kaki lima yang ada di pinggir jalan, ia hanya meminta pelaku usaha membayar Rp4ribu. Tetapi sudah terjamin kebersihan dan terbebas dari tumpukan sampah.

“Sekarang ini kami baru sekitar 100an tenant PK5 yang bekerjasama dengan kami. Kami tidak memaksa. Jadi kebanyakan belum Kerjasama dengan kami,” ujarnya.

Demikian dengan tarif sampah di pertokoan, rumah makan, restoran dan sebagainya. Tarifnya tidak besar perbedaanya dari yang sebelumnya. “Memang ada sedikit kenaikan, kami swasta. Tapi kami menjanjikan pelayanan dan pengangkutan sampah dengan maksimal. Dan kami tidak pernah memaksa pedagang harus kami yang angkut sampahnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Iqbal, membenarkan PT Mahaju Langgeng Jaya merupakan perusahaan transporter sampah yang memiliki izin resmi untuk mengangkut dan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Punggur.

“Itu perusahaan swasta yang menyelenggarakan pengangkutan sampah. Mereka memiliki legalitas lengkap dan memang bermitra dengan DLH dalam konteks akses pembuangan ke TPA,” kata Iqbal.

Namun, ia menegaskan tarif yang dipungut perusahaan bukan bagian dari retribusi resmi pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2022 tentang retribusi pelayanan persampahan.

“Kalau pemerintah ada tarif berdasarkan perda. Tetapi kalau swasta, mereka menghitung sendiri biaya operasionalnya, seperti gaji pekerja, bahan bakar, dan perawatan armada,” ujarnya.(*)

Artikel Tak Pernah Ada Penumpukan Sampah Komersil, Pedagang Apresiasi Mahaju Langgeng Jaya pertama kali tampil pada Metropolis.

Kecelakaan Maut di Pantai Melur Disebabkan Rem Blong

0
Bus rombongan-wisatawan terbalik di kawasan Pantai New Melur, Galang, dievakuasi oleh polisi dan warga. (Foto tangkapan video WAG)

batampos – Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Hino BP 7159 EY di kawasan Pantai New Melur, Kecamatan Galang, diduga kuat disebabkan oleh rem blong. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan bus mengalami gagal pengereman saat melaju menuju kawasan wisata Pantai Melur.

“Bus diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman,” ujar Afid.

Ia menjelaskan, rombongan penumpang saat itu hendak melaksanakan kegiatan doa bersama di kawasan Pantai Glory Melur. Namun ketika memasuki area wisata, laju bus tidak dapat dikendalikan.

Baca Juga: Ombudsman Soroti Pelibatan Siswa dalam Pawai Dukung MBG di Batam

Menurut keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk kawasan wisata, kendaraan terus melaju lurus dan tidak sempat berbelok sebelum akhirnya keluar jalur dan terperosok ke area tanah di pinggir jalan.

“Bus terus melaju saat memasuki kawasan wisata dan tidak sempat berbelok sehingga keluar jalur,” katanya.

Polisi mencatat jumlah penumpang di dalam bus mencapai lebih dari 30 orang. Setelah kecelakaan terjadi, para korban langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Galang sebelum dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kota Batam.

“Korban awalnya mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang sebelum dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Batam untuk perawatan lebih lanjut,” ujar Afid.

Korban luka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RS Graha Hermine, RSUD Embung Fatimah, RS Bunda Halimah, dan RS Elisabeth.

Baca Juga: Satu Tiket Dua Harga, Bikin Bingung Penumpang RoRo Mengkapan-Batam

Sementara itu, Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Ellin, mengatakan rumah sakit tersebut menerima 12 korban rujukan dari lokasi kejadian. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

“Awalnya ada 12 pasien yang dirujuk ke RSUD Embung Fatimah. Saat ini yang masih menjalani perawatan sebanyak tujuh orang,” kata Ellin.

Dari tujuh pasien yang masih dirawat, tiga di antaranya direncanakan menjalani operasi dan akan dirujuk ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam serta Rumah Sakit Awal Bros. Namun proses rujukan masih terkendala ketersediaan ruang operasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan, tetapi kamar operasi masih penuh,” ujarnya. (*)

Artikel Kecelakaan Maut di Pantai Melur Disebabkan Rem Blong pertama kali tampil pada Metropolis.