Kamis, 18 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2601

Temukan Kenyamanan Menginap di Hotel Four Points By Sheraton Batam

0

batampos – Four Points By Sheraton Batam yang berlokasi di Jodoh, menawarkan fasilitas yang lengkap dan nyaman guna memanjakan setiap tamu hotel yang menginap.

Apalagi, jumlah kamar yang disediakan terus bertambah. Saat ini, tercatat hotel ini memiliki 102 kamar dengan tipe Deluxe King dan Deluxe Twin.

Marcom Four Points by Sheraton Batam, Fea Ardiyani menjelaskan, setiap kamar dilengkapi working desk untuk menemani aktivitas tamu hotel, sehingga bisa betah bersantai sembari menyelesaikan tugas-tugas di kamar yang nyaman.

Selain itu, Four Points By Sheraton Batam juga memiliki Hotel Facility yang lengkap, mulai dari Fitness Center, Hotel Spa, Swimming Pool, dan fasilitas lain seperti Outlet, The Lounge, juga Evolusi Restoran.

”Silakan datang dan nikmati kenyamanan di dalamnya,” ujar Fea, Kamis (19/12) pekan lalu.

Tak hanya itu, bagi tamu yang menghendaki kamar connecting dengan kamar lainnya, juga tersedia di hotel ini. Sehingga, tamu yang datang bersama kelaurga besarnya bisa tetap terhubung satu sama lainnya, meski berbeda kamar. ”Untuk itu, kami tunggu di Four Points By Sheraton Batam,” ujar Fea. (*)

Artikel Temukan Kenyamanan Menginap di Hotel Four Points By Sheraton Batam pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kemendag Fasilitasi Akses Produk Teh ke Pasar Global

0
ilustrasi

batampos – Kementerian Perdagangan berharap sektor makanan dan minuman (mamin) produksi Indonesia mampu menjadi raja di negeri sendiri sekaligus menembus pasar global. Spesifik untuk komoditas teh, Kemendag meyakini komoditas tersebut punya potensi yang besar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, Kemendag melalui perwakilan perdagangan di luar negeri terus berupaya memperluas pasar ekspor produk-produk Indonesia. Dia mengajak eksportir mamin untuk memanfaatkan perwakilan perdagangan RI di luar negeri seperti atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dalam perluasan pasar ekspor pelaku usaha.

”Kami akan terus membantu eksportir melalui perwakilan di luar negeri, yaitu atase perdagangan dan ITPC, untuk memasarkan produk mamin di Indonesia. Tentu ini termasuk untuk produk PT Perkebunan Nusantara (PTPN),” ujar Budi.

Salah satu contoh sukses adalah teh Walini yang merupakan salah satu produk hilir teh milik PTPN I Regional 2 sebagai produsen teh terbesar di Indonesia. Produk teh Walini berhasil menembus pasar internasional dengan pangsa pasar ekspor terbesar ke Amerika Serikat sebesar 40 persen.

Diikuti oleh Jerman (15 persen), Malaysia (11 persen), Inggris (11 persen), dan sejumlah negara lainnya seperti Polandia, Australia, Jepang, Pakistan, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Kanada. Keberhasilan Walini menembus pasar internasional didukung oleh pemenuhan beragam standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

Budi membeberkan, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-16 sebagai negara eksportir teh terbesar di dunia dengan kontribusi ekspor sebesar 0,86 persen. (*)

Artikel Kemendag Fasilitasi Akses Produk Teh ke Pasar Global pertama kali tampil pada News.

Rudi Optimis APBD Kota Batam Mencapai Rp 5 Triliun

0
Jalan Bandara Internasional Hang Nadim.

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, optimis target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam dapat mencapai Rp 5 triliun. Dengan dukungan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berbagai proyek strategis yang tengah berjalan, Rudi menegaskan potensi Batam sebagai pusat investasi dan ekonomi semakin kuat.

“Terima kasih kepada OPD penghasil yang sudah bekerja optimal sehingga APBD Kota Batam saat ini mencapai Rp 4 triliun,” ujar Rudi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan APBD Akhir Tahun 2024 serta persiapan APBD Tahun Anggaran 2025 di Kantor Pemerintah Kota Batam (Pemko Batam), Jumat (27/12).

Rudi yakin, optimalisasi kerja yang lebih baik akan mampu mendorong pendapatan daerah untuk menembus angka Rp 5 triliun. Optimisme ini diperkuat oleh pembangunan infrastruktur seperti Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Batuampar, dan Jalan Utama. Menurut Rudi, penyelesaian proyek-proyek tersebut tidak hanya meningkatkan daya tarik Batam bagi investor dan wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

“Kalau ini selesai, orang akan ramai datang ke sini, perekonomian juga akan berputar dengan sendirinya. Saya berharap ke depan pendapatan terus mengalami peningkatan,” tambahnya.
Rapat ini juga menyoroti pentingnya pelaksanaan APBD berdasarkan aturan yang berlaku untuk menghindari potensi masalah hukum. Rudi mengajak seluruh pegawai Pemko Batam menjaga kekompakan dan koordinasi demi kemajuan bersama.

“Mari terus solid, menjaga kebersamaan, dan menjalin koordinasi yang baik demi kemajuan Kota Batam ke depan,” tutupnya.

Dengan semangat dan strategi yang terarah, Kota Batam diharapkan terus berkembang, mencapai target APBD Rp 5 triliun, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Rudi Optimis APBD Kota Batam Mencapai Rp 5 Triliun pertama kali tampil pada Metropolis.

Tekanan Industri Tekstil Bisa Berlanjut Jika Tidak Ada Perubahan Aturan Impor Pakaian Jadi

0
Pengunjung memilih baju di salah satu mal di Surabaya, beberapa waktu lalu.. (F. RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

batampos – Industri tekstil mengeluhkan belum bisa keluar dari tekanan impor. Tidak hanya sepanjang tahun ini, pengusaha memproyeksi tahun depan masih akan kesulitan apabila arus produk impor tak terbendung oleh regulasi.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (Apsyfi) Redma Gita Wirawasta menga-takan, asosiasi masih menginginkan pemerintah mempertimbangkan untuk mengkaji ulang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. ”Aturan tersebut meng-hilangkan peraturan teknis untuk impor pakaian jadi yang berpengaruh pada kenaikan impor,” ujar Redma.

Dia mengatakan, lonjakan impor pakaian jadi menjadi salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan jatuhnya industri tekstil tanah air. Menurut Redma, Permendag 8/2024 yang menghapus peraturan teknis untuk perizinan impor pakaian jadi telah menaikkan impor pakaian jadi hingga sekitar 18 kali lipat dibanding sebelumnya.

Industri TPT, lanjut dia, merupakan sebuah ekosistem yang terdiri atas hulu hingga hilir. Dengan demikian, apabila terjadi gangguan pada salah satu bagiannya akan berpengaruh pada bagian yang lain.

Redma menyatakan, impor pakaian jadi tidak hanya berpengaruh pada produksi garmen. Lebih dari itu, dampaknya bisa sampai ke hulu produksi serat, benang, dan industri terkait lainnya.

”Artinya, ini menganggu seluruh rantai industri, bukan produksi garmen saja,” tegasnya.

Apsyfi sebelumnya melaporkan sebanyak 60 perusahaan tekstil berguguran dalam dua tahun terakhir. Redma memerinci, sebanyak 34 perusahaan tutup dan berhenti beroperasi. Sisanya melakukan efisiensi berupa pengurangan tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK), merumahkan tenaga kerja, dan relokasi.

”Hal ini mengakibatkan sekitar 250 ribu karyawan mengalami PHK,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pihaknya mendukung pemerintah apabila ingin me-review kembali Permendag 8/2024. ”Selain itu, perlu diperhatikan beberapa hal berikut seperti rendahnya revitalisasi mesin-mesin produksi baru di sektor tekstil-garmen nasional sehingga output produk yang dihasilkan oleh industri nasional lebih rendah, kurang cost-efficient, dan kurang ramah lingkungan dibandingkan produk-produk serupa dari negara pesaing,” ujar Shinta.

Dia pun menyoroti semakin berkurangnya daya saing akses pasar produk garmen/tekstil nasional di pasar-pasar tujuan ekspor utama. Hal itu terlihat jelas pasca berlakunya EU-Vietnam Free Trade Area (FTA). Yakni, terjadi peralihan demand produk garmen dari Indonesia ke Vietnam karena preferensi pasar yang lebih besar yang dimiliki oleh eksportir garmen asal Vietnam ke EU dibandingkan akses pasar yang dimiliki oleh eksportir asal Indonesia. (*)

Artikel Tekanan Industri Tekstil Bisa Berlanjut Jika Tidak Ada Perubahan Aturan Impor Pakaian Jadi pertama kali tampil pada News.

Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Naik Lebih dari Dua Kali Lipat

0
Ilustrasi.. (jawapos.com)

batampos – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengumumkan hasil pemantauan kekerasan di lingkungan pendidikan di Jakarta, Jumat (27/12). Hasilnya, Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan angka kasus tertinggi. Kinerja satgas pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dinilai kurang efektif.

Dalam paparan JPPI, kekerasan di dunia pendidikan mengalami kenaikan sejak 2020. Perinciannya, pada 2020 tercatat ada 91 kasus. Kemudian, jumlahnya naik menjadi 142 kasus pada 2021. Lalu, 194 kasus pada 2022. Berikutnya, ada 285 kasus pada 2023. Tahun ini jumlah kekerasan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, yakni 573 kasus.

Untuk sebaran kasus kekerasan di dunia pendidikan berdasar provinsi, Jatim terbanyak dengan 81 kasus. Disusul Jawa Barat (56), Jawa Tengah (45), Banten (32), dan Jakarta 30 kasus. Lokasi kekerasan paling banyak ada di sekolah (64 persen). Sisanya di lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk pesantren (20 persen) dan madrasah (16 persen).

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, kasus kekerasan di dunia pendidikan di Pulau Jawa cukup tinggi karena populasinya besar. Jumlah murid dan lembaga pendidikan sangat banyak. Potensi terjadinya kekerasan juga cukup tinggi.

Berbeda dengan di daerah luar Jawa, populasi sekolah dan peserta didik yang sedikit membuat pengawasannya lebih mudah. ”Tapi, saya lihat di Jawa ini pengawasannya lebih longgar,” katanya.

Idealnya, ketika jumlah lembaga pendidikan dan peserta didik sangat banyak, pengawasannya juga harus ketat dan maksimal. Dia mencontohkan, sekolah dengan jumlah peserta didik sampai ratusan murid.

Belum lagi ada pesantren di Jawa dengan jumlah santri ribuan orang. Tetapi, pengawasannya tidak terlalu maksimal. ”Seharusnya diperkuat pengawasannya,” sambungnya.

Sayangnya, keberadaan satgas pencegahan kekerasan di lembaga pendidikan selama ini hanya formalitas. Ketika sudah dibentuk, orang-orangnya tidak tahu melakukan apa saja. Sebab, pada praktiknya tidak ada pelatihan atau pendampingan untuk melakukan pengawasan serta pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Matraji juga menegaskan, sistem pengawasan, khususnya di lembaga pendidikan dengan jumlah murid atau santri banyak, tidak bisa hanya dilakukan lembaganya. Maka, harus bersifat terbuka atau inklusif dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Termasuk melibatkan unsur orang tua murid atau santri. ”Sehingga, beban untuk penga-wasan lingkungan pendidikan tidak hanya ada di pundak kepala sekolah atau kiai penga-suh pesantren,” paparnya. (*)

Artikel Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Naik Lebih dari Dua Kali Lipat pertama kali tampil pada News.

Mantan CEO Suzuki Meninggal Dunia

0

batampos – Dunia otomotif dunia kehilangan salah satu tokoh global paling berpengaruh dalam sejarah otomotif modern. Kabar duka tersebut datang dari Jepang. Osamu Suzuki, mantan pemimpin dan orang nomor satu pabrikan Suzuki dikabarkan meninggal dunia, Jumat (27/12).

Melalui informasi resmi perwakilan Suzuki di Indonesia, disampaikan bahwa Osamu Suzuki meninggal dunia pada usia 94 tahun. Osamu Suzuki meninggal karena menderita penyakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening.

Kepergian Osamu Suzuki sekaligus menutup perjalanan bersejarah Suzuki selama masa kepemimpinannya.

Tercatat dalam sejarah, bahwa Osamu Suzuki adalah salah satu tokoh di industri otomotif. Dia berhasil mengubah Suzuki dari produsen kecil kendaraan ringan menjadi raksasa global yang dikenal di seluruh dunia.

Mengutip informasi obituary yang dibagikan Suzuki Indonesia, Osamu Suzuki merupakan sosok yang lahir pada tahun 1930. Osamu Suzuki merupakan orang asli Gero City, Prefektur Gifu.

Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor pada tahun 1958. Dia kemudian menikah dengan Shoko, cucu dari pendiri Michio Suzuki dan putri presiden kedua, Shunzo Suzuki.
Osamu Suzuki bergabung dengan Suzuki Motor tiga tahun setelah Suzuki meluncurkan sepeda motor pertamanya, yaitu Colleda COX 125cc 4-tak, serta mobil Suzulight 360cc 2-tak. Keduanya menjadi pelopor era kendaraan kecil atau Ke-i Car di Jepang.

Osamu Suzuki memang bukan pewaris asli trah Suzuki. Namun, kebiasaan dan budaya di sana, ketika bisnis keluarga tidak memiliki ahli waris laki-laki, sang suami kemudian mengambil nama belakang istri. Hingga Osamu mengubah nama belakangnya menjadi Suzuki.

Osamu Suzuki duduk menahkodai Suzuki mulai tahun 1978 sebagai Presiden Direktur. Saat itu, nama Suzuki belum seperti sekarang. Jauh dari kata dipertimbangkan sebagai produsen otomotif.

Namun demikian, di bawah kendali dan tangan dingin Osamu Suzuki, era ekspansi yang belum pernah terjadi sebelumnya dimulai. Osamu Suzuki memperkenalkan model ikonik yang kemudian memimpin ekspansi pesat ke pasar internasional.

Penjualan Suzuki ketika ia mengambil alih perusahaan pada 1978 mencapai JPY 323 miliar, menurut harian bisnis Nikkei Shimbun.

Saat Osamu pensiun sebagai ketua perusahaan pada tahun 2021, penjualan Suzuki mencapai JPY 3,18 triliun atau setara USD 20 miliar.

Angka tersebut merupakan catatan yang menakjubkan, yang meningkatkan pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat, yang kemudian mengubah Suzuki menjadi salah satu produsen kendaraan yang diakui dunia.

Pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024, Suzuki mencatat penjualan sekitar 3,2 juta kendaraan di seluruh dunia, berada di belakang Toyota, produsen mobil terbesar di Jepang dan dunia.

Lebih dari setengah penjualan Suzuki ini berasal dari India, di mana anak perusahaannya, Maruti Suzuki, mendominasi pasar.

Sebelum menjadi presiden pada 1978, Osamu Suzuki memegang berbagai posisi manajemen, dan pada tahun berikutnya, ia meluncurkan mobil mini Suzuki Alto di Jepang.

Selama masa jabatannya, pria yang lahir dengan nama Osamu Matsuda ini menjalin kemitraan strategis dengan General Motors dan Volkswagen.

Langkah ini memperluas kehadiran Suzuki di Amerika Utara dan Eropa, serta memperkuat posisinya di India melalui keunggulan Suzuki dalam mobil kecil dan mendapatkan banyak penghargaan dunia. (*)

Artikel Mantan CEO Suzuki Meninggal Dunia pertama kali tampil pada News.

Benchmark Pengelolaan Kawasan, BP Batam Terima Kunjungan Dirjen Kelautan dan Perikanan

0

batampos – Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Harlas Buana, menerima kunjungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Jumat (27/12/2024).

Didampingi Direktur Lalu Lintas dan Penanaman Modal BP Batam, Surya Kurniawan Suhairi, rombongan disambut di Marketing Center BP Batam.

Analis Pasar Hasil Perikanan Ahli Muda, Umar Hasan selaku pimpinan rombongan menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari BP Batam.

Pada pertemuan tersebut, Hasan mengatakan tujuan pertemuan ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengelolaan kawasan investasi guna mendukung rencana proses hilirisasi kelautan dan perikanan.

Rencananya, proses hilirisasi tersebut akan dilakukan secara terpusat dan terintegrasi secara sistem bisnis perikanan, meliputi praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran.

“Kami berharap bisa belajar dari BP Batam terkait pengelolaan kawasan sekaligus cara mengundang investor untuk berinvestasi, mengingat Batam sudah memiliki 31 kawasan industri dan 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujar Hasan.

Ia juga berharap BP Batam dapat memberikan masukan atas program yang diusung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Kampung Nelayan Modern (Kalamo) yang bisa diterapkan di dalam rencana pengembangan hilirisasi tersebut.

Kalamo sendiri merupakan upaya pemerintah pusat dalam peningkatan produktivitas nelayan dengan membangun sejumlah fasilitas seperti, dermaga, balai pertemuan nelayan, koperasi, cold storage, dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Rencananya pengembangan ini akan dilakukan dalam skala besar. Bila nanti layak secara teknis dan administrasinya, mudah-mudahan pembangunan kawasan industri ini bisa terlaksana atau bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi KEK perikanan,” harap Hasan.

Terkait hal tersebut, Harlas mengatakan, sebelumnya BP Batam bersama KKP telah mengunjungi Tanjung Banun dalam rangka pemberdayaan masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan.

Dengan rencana pengembangan yang disampaikan Hasan dan tim, Harlas berharap proyek percontohan hilirisasi tersebut juga dapat dikembangkan di Tanjung Banun.

“Jadi kunjungan ini masih berkaitan dengan kunjungan kami kemarin. Harapannya dari kunjungan itu bisa menjadi salah satu target KKP untuk membangun Kalamo dalam rangka menyukseskan program pemberdayaan masyarakat Tanjung Banun,”

Bukan tanpa alasan, Harlas menjabarkan setidaknya ada 13 kelompok nelayan di Tanjung Banun yang dibina oleh Dinas Perikanan Kota Batam.

“Lahannya sudah ada. Apakah nanti akan dibangun pasar ikan atau infrastruktur lainnya, bisa dilakukan untuk menjadi pusat kegiatan perikanan. Sedangkan untuk perizinan usaha terkait perikanan berikut budidayanya akan diterbitkan oleh BP Batam melalui Online Single Submission (OSS),” pungkas Harlas. (rud)

Artikel Benchmark Pengelolaan Kawasan, BP Batam Terima Kunjungan Dirjen Kelautan dan Perikanan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pasca Natal 2024, Jumlah Pemudik yang Gunakan KM Bukit Raya Capai 1.456 Orang

0
Kapal Pelni KM. Sabuk Nusantara yang berada di perairan Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– PT. Pelni cabang Tanjungpinang, Kepri menyebut puncak penumpang kapal setelah perayaan Natal akan terjadi pada Sabtu (27/12). Pelni mencatat bakal ada 1.456 orang penumpang yang mudik menggunakan KM. Bukit Raya.

Per Jumat (27/12) setidaknya terdapat 1.200 orang yang telah membeli tiket rute Pelabuhan Kijang, menuju Pulau Laut, Pulau Tujuh hingga Surabaya. Angka itu, diprediksi terus bertambah hingga jadwal keberangkatan.

“Berangkat sekitar pukul 22.00 WIB. Waktu keberangkatan sedikit ditunda, salah satunya karena faktor cuaca. Awalnya pukul 13.00 WIB,” kata Kepala Pelni cabang Tanjungpinang, Putra Kencana, Jumat (27/12).

BACA JUGA: Natal, Arus Mudik Normal di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun

Ia menerangkan, puncak penumpang sebelum perayaan Natal telah terjadi pada 20 Desember 2024 lalu. Tercatat, ada 1.500 orang penumpang yang menggunakan KM Tidar tujuan Kijang-Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Maumere, hingga Kupang.

Jumlah penumpang jelang maupun sesudah perayaan Natal ini mengalami kenaikan sebanyak 10 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Jumlah penumpang belum bisa disebutkan, karena masih direkap,” tambahnya.

Naiknya angka penumpang tersebut, menurutnya dipengaruhi musim libur yang cukup panjang, yaitu Natal, Tahun Baru dan ditambah libur anak sekolah, sehingga masyarakat banyak memilih pulang ke kampung.

“Tujuan penumpang sebelum Natal didominasi daerah Timur, terutama Nusa Tenggara Timur, Baubau, Lewoleba, serta Larantuka,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Pasca Natal 2024, Jumlah Pemudik yang Gunakan KM Bukit Raya Capai 1.456 Orang pertama kali tampil pada Kepri.

Libur Natal, Jumlah Pengunjung Pantai Trikora di Bintan Capai 1.250 Orang

0
Orangtua ikut mengawasi anak-anak yang bermain di bibir Pantai Dugong, kawasan wisata Pantai Trikora, Bintan, Jumat (27/12/2024) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata yang ada di kawasan wisata sepanjang Pantai Trikora, Bintan selama libur Natal 2024 tercatat sekitar 1.250 orang.

“Sejak Senin 23 Desember  sampai siang ini sudah ada lebih kurang 1.250 orang wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata yang ada di sepanjang Pantai Trikora,” ungkap Sekretaris BPBD Bintan, Agus Ariyadi di Pantai Dugong, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (27/12/2024).

Menurutnya, jumlah pengunjung di sejumlah objek wisata di sepanjang Pantai Trikora akan meningkat menjelang libur Tahun Baru 2025.

BACA JUGA: Mulai Sabtu Ini Diprediksi Ramai Wisatawan Kunjungi Pantai Trikora, Bintan

“Perkiraan kami di penghujung tahun akan ramai wisatawan mengunjungi sejumlah objek wisata di Pantai Trikora, karena kabarnya beberapa tempat wisata seperti hotel dan homestay sudah penuh,” katanya.

Pria akrab disapa Adi itu mempersilakan wisatawan berlibur di pantai, namun tidak berenang ke tengah laut.

“Memang dua hari terakhir cuaca cukup bagus, gelombang tidak terlalu tinggi tapi angin lumayan kencang, kita harus tetap waspada,” katanya.

Petugas BPBD Bintan, katanya, terus memberikan imbauan ke wisatawan yang berkunjung ke pantai untuk tidak berenang ke tengah laut.

“Silakan main di pantai, tapi jangan berenang terlalu jauh ke tengah,” katanya.

Dia berharap, wisatawan dapat memakluminya karena gelombang masih lumayan tinggi dan angin masih kencang.

Pengelola objek wisata Pantai Dugong, Sukarno mengatakan, wisatawan mulai ramai berkunjung dari siang hingga sore hari.

“Tapi kalau hari Sabtu dan Minggi, ramainya mulai pagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk masuk ke objek wisata Pantai Dugong, wisatawan cukup membayar Rp 10 ribu per orang. Di objek wisata Pantai Dugong tersedia 22 pondok. 1 pondok disewa dengan tarif Rp 35 ribu.

“Kalau ramai, pondok-pondok yang ada habis disewa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Libur Natal, Jumlah Pengunjung Pantai Trikora di Bintan Capai 1.250 Orang pertama kali tampil pada Kepri.

Kenaikan PPN 12 Persen Ancam Daya Beli Masyarakat Batam

0
Ketua Apindo Kota Batam Rafky Rasyid (ANTARA/Jessica)

batampos – Pemerintah Indonesia akan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025 mendatang.

Kebijakan ini diperkirakan berdampak signifikan terhadap perekonomian wilayah di Indonesia, termasuk Batam, meskipun kota ini berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) alias Free Trade Zone (FTZ).

Demikian disampaikan oleh Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid. Kenaikan PPN akan menurunkan daya beli konsumen di Batam.

“Untuk barang konsumsi di Batam, tidak bebas PPN. Akibat dari kenaikan PPN ini adalah turunnya daya beli konsumen di Batam,” ujar Rafki, Sabtu (28/12).

Penurunan daya beli ini diperkirakan akan berdampak pada konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dari sisi konsumsi rumah tangga, kemungkinan akan turun. Akibatnya bisa menahan pertumbuhan ekonomi Batam,” katanya.

Rafki mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif khusus untuk menjaga daya beli masyarakat. Ia mencontohkan kebijakan PT PLN yang memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen untuk bulan Januari dan Februari 2025.

Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk PLN Batam, yang berstatus sebagai perusahaan swasta, yang notabene terpisah dari PLN Nasional.

“Kita berharap BUMN di Batam melakukan langkah-langkah seperti PLN Nasional tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat Batam tidak turun,” kata Rafki.

Ia juga mengkhawatirkan bahwa tanpa adanya insentif, pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2025 akan semakin melambat dibandingkan tahun 2024.

Oleh karena itu, Apindo Batam mendesak pemerintah daerah untuk mempertimbangkan kebijakan yang dapat memberikan insentif bagi masyarakat, terutama kalangan menengah yang akan lebih banyak menanggung beban kenaikan PPN kali ini.

Sementara itu, pemerintah pusat tetap pada keputusan untuk menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa penyesuaian tarif PPN ini akan kembali kepada rakyat dalam berbagai bentuk, seperti bantuan sosial dan subsidi. Namun, kekhawatiran akan dampak kenaikan PPN terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk di Batam. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Kenaikan PPN 12 Persen Ancam Daya Beli Masyarakat Batam pertama kali tampil pada Metropolis.