Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 2611

Keran Ekspor Laut Kepri Akan Merusak Ekosistem Laut

0

batampos – Keputusan Presiden Jokowi membuka kembali ekspor pasir laut berkedok sedimentasi akan memberikan dampak mengerikan bagi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pasalnya, 143 ribu nelayan di wilayah ini akan terancam masa depannya apabila aktivitas tersebut dilaksanakan. Wajar saja jika akhirnya nelayan melawan dan menolak pengerukan laut yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, jumlah nelayan di wilayah Kepri tercatat sebanyak 143.354 orang. Angka ini juga telah dilaporkan ke Badan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan).

“Jumlah nelayan di seluruh wilayah Provinsi Kepri sampai saat ini adalah sebanyak 143.354 orang yang tersebar di tujuh kabupaten/kota,” ujar Kepala DKP Provinsi Kepri, Said Sudrajat, belum lama ini.

Menurutnya, nelayan adalah kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan. Pemerintah juga telah menga-tur wilayah tangkap bagi nelayan, baik nelayan tradisional maupun yang sudah modern, sehingga tidak terganggu oleh aktivitas lain.

“Kepentingan nelayan harus menjadi perhatian besar. Atas dasar itu, perlindungan terhadap nelayan adalah sebuah keharusan,” tegasnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distrawandi, mengkritik keras kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait ekspor pasir laut. Menurutnya, kebijakan ini berdampak buruk terhadap kehidupan nelayan dan lingkungan pesisir di Kepri.

“Kami rasa kebijakan dari KKP itu brutal dan tidak memikirkan aspek nelayan serta lingkungan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan bahwa aktivitas ekspor pasir laut telah mengurangi hasil tangkapan ikan secara signifikan. Kegiatan sedimentasi dan penambangan pasir tumpang tindih dengan zona perikanan tangkap, sehingga berdampak langsung pada pendapatan nelayan.

pasir lautPerbandingan hasil tangkapan ikan sebelum dan sesudah aktivitas ekspor pasir laut sangat mencolok, dengan penurunan drastis yang dirasakan oleh nelayan.

“Pasti sangat berkurang karena kegiatan sedimentasi tersebut tumpang tindih dengan zona perikanan tangkap,” katanya.

Ia juga menyoroti kerusakan lingkungan laut akibat penambangan pasir, termasuk kerusakan terumbu karang dan habitat ikan. Eksploitasi pasir laut tidak memperhatikan kearifan lokal dan mengancam kelestarian ekosistem laut yang menjadi sandaran hidup nelayan tradisional.

“Kita tidak tahu seganas apa mereka mengeksploitasi sehingga tidak lagi memandang kearifan lokal bagi nelayan tradisional,” ujarnya.

HNSI Kepri telah menerima banyak keluhan dari anggotanya terkait dampak negatif ekspor pasir laut. Keluhan tersebut datang dari berbagai pengurus DPC HNSI di kabupaten-kabupaten yang terdampak oleh aktivitas sedimentasi.

“Kami sudah menerima surat dan bentuk keluhan dari pengurus DPC HNSI yang ada di kabupaten yang akan dilak-sanakan kegiatan sedimentasi atau penambangan pasir laut,” ujar Distrawandi.

Menurutnya, pendapatan nelayan menurun drastis akibat penurunan hasil tangkapan. Ia khawatir dampak jangka panjang dari eksploitasi pasir laut ini akan memperparah situasi nelayan dan masyarakat pesisir.

“Kami sangat yakin kalau hal ini terjadi, akan lebih gawat lagi daripada masalah kasus Rempang,” ujarnya.

Meskipun beberapa kali diundang dalam rapat koordinasi, Distrawandi menilai bahwa pemerintah kurang mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan dan kehidupan nelayan sebelum menetapkan kebijakan ekspor pasir laut. Sebagai solusi, HNSI Kepri mengusulkan agar sedimentasi dilakukan di tempat-tempat yang tidak bersinggungan dengan zona perikanan tangkap nelayan.

Pihaknya menyarankan pendalaman alur di wilayah yang dangkal sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. “Silakan lakukan kegiatan sedimentasi atau lainnya, mungkin bisa dilakukan pendalaman alur di tempat-tempat yang sudah dangkal dan tidak bersinggungan dengan zona perikanan tangkap nelayan,” katanya.

Dengan berbagai dampak negatif yang terjadi, HNSI Kepri menegaskan bahwa kebijakan ini sangat merugikan nelayan dan mengancam keberlanjutan mata pencarian mereka di masa depan. ”Sesuai yang kami sampaikan, kebijakan ini sangat merugikan nelayan,” ujar Distrawandi.

Terpisah, Guru Besar Universitas Pakuan Bogor, Andi Muhammad Asrun, yang juga mantan pengacara Pemprov Kepri, mengatakan bahwa nelayan di Provinsi Kepri harus melakukan perlawanan. Karena jika aktivitas ini dilak-sanakan, nelayan adalah pihak yang paling terdampak.

“Jika kita lihat ke belakang, aktivitas ekspor pasir laut di Provinsi Kepri justru tidak memberikan dampak besar bagi percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas tambang membutuhkan waktu lama untuk diperbaiki. Provinsi Kepri adalah daerah yang memiliki luas laut 96 persen. Maka tidak heran jika kemudian daerah ini ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas atau sasaran untuk ekspor sedimentasi.

“Namun jika ini dipaksakan dengan dalih apa pun, maka keberlangsungan hidup atau masa depan nelayan yang akan menjadi korban,” tegasnya.

Maka dari itu, ia mendorong nelayan-nelayan di Provinsi Kepri untuk berani bersuara menolak rencana ini. Ia berharap, para nelayan tidak termakan bujuk rayu dalam bentuk apa pun, karena ini menyangkut hajat hidup mereka sebagai nelayan, terutama nelayan tradisional.
Menurutnya, dari laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sebanyak 26 pulau tenggelam di Provinsi Kepri. Penyebabnya adalah aktivitas tambang. Baginya, ini adalah dampak nyata bahaya dari tambang pasir laut. Apabila ini diteruskan, maka akan mengancam keberlangsungan Provinsi Kepri.

“Jika kita biarkan tambang pasir laut berjalan, maka Provinsi Kepri berada dalam ancaman tenggelam. Maka pemerintah daerah di Provinsi Kepri harus bergerak menolak ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi bertentangan dengan komitmennya terhadap perlindungan ekosistem laut, wilayah pesisir, dan pulau kecil. Maka dari itu, pihaknya melihat kebijakan ini sarat dengan kepentingan bisnis kelompok tertentu.

“Nelayan juga harus bersatu, jika perlu melakukan gugatan, karena ini menyangkut keberlangsungan hidup mereka sebagai nelayan,” tutupnya.

Seperti diketahui, setelah dua dekade aktivitas ekspor sedimentasi dan pasir laut disetop pada era Presiden Megawati, pada ujung masa jabatannya, Presiden Jokowi menganulir moratorium tersebut dengan membuka kembali izin tersebut dengan dalih untuk mengatasi kedangkalan jalur pelayaran.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) Nomor 16 Tahun 2024 tentang Dokumen Perencanaan Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut, Provinsi Kepri menjadi lokasi prioritas atau sasaran untuk pelaksanaan penam­bangan sedimentasi.

Merujuk pada Permen KKP Nomor 16 Tahun 2024 tersebut, luas perairan Provinsi Kepri yang akan menjadi sasaran pengerukan sedimentasi adalah 3.030.320.445,37 meter persegi, yang terbentang sampai ke Laut Natuna Utara. Daerah-daerah yang akan terkena dampak termasuk Laut Natuna, Pulau Karimun, Pulau Lingga, dan Pulau Bintan.

Dalam peraturan tersebut juga ditegaskan bahwa kedalaman sedimentasi laut yang akan dikeruk atau disedot untuk diekspor adalah 3 meter. Sedangkan potensi volume hasil sedimentasi di laut wilayah Provinsi Kepri adalah sebanyak 9.090.961.336,11 meter kubik.

Sementara itu, mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Kepri, Sahat Sianturi, mengatakan bahwa dalam perda tersebut tidak ada aturan mengenai pengerukan sedimentasi. “Jika kita lihat dari Permen Kementerian Kelautan dan Perikanan, kewenangan sepenuhnya berada di pemerintah pusat. Karena tidak ada diatur dalam Perda RZWP3K,” ujarnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pendapatan yang diterima dari ekspor sedimentasi tersebut dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang artinya milik pemerintah pusat.

Baginya, tidak adil, apabila daerah tidak mendapatkan benefit, jika kebijakan ini diterapkan.

“Pemerintah daerah harus mempertanyakan ini, karena ini menyangkut berbagai persoalan. Baik itu masalah penerimaan daerah, rehabilitasi lingkungan dan nelayan tentunya.”

Lebih lanjut, katanya, apa yang diatur dalam Perda RZWP3K adalah terkait wilayah tambang pasir laut. Namun ia memastikan, aktivitas itu nanti tidak dilakukan di wilayah tangkap nelayan, karena akan dilakukan di atas 4 mil.

“Wilayah tangkap nelayan kita atur di dalam area 4 mil, sedangkan aktivitas tambang pasir laut adalah di atasnya,” tutup Sahat. (*)

 

Reporter: Alfian Lumban Gaol – Jailani – Arjuna

Shin Tae-yong Belum Bisa Pastikan Maarten Paes Dimainkan saat Indonesia Hadapi Bahrain

0
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes saat menjalani latihan di Bahrain. (Dok. PSSI)

batampos – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengungkapkan kondisi terbaru mengenai Maarten Paes. Dia menyebut pemulihan cedera sang penjaga gawang masih 70 persen sehingga belum ada kepastian terkait apakah bisa dimainkan lawan Bahrain atau tidak.

Maarten Paes sudah bergabung dengan Timnas Indonesia, Selasa (8/10) siang waktu setempat. Dia jadi pemain terakhir yang datang ke Bahrain karena perjalanan panjang puluhan jam dari Amerika Serikat.

Meski baru mendarat, Maarten Paes diketahui sudah langsung ikut latihan Timnas Indonesia sore kemarin waktu setempat. Shin Tae-yong pun belum memberikan menu latihan taktik kepada kiper FC Dallas itu.

“Kemarin ada pemain yang baru bergabung dan hari ini juga, termasuk Maarten Paes yang sudah tiba di sini bersama kita. Tadi kami menggelar sesi latihan yang berfokus ke conditioning,” kata Shin Tae-yong seusai memimpin sesi latihan, Selasa (8/10) sore.

Selain itu, Shin Tae-yong mengaku terus memantau perkembangan pemulihan cedera jari tangan Maarten Paes jelang pertandingan versus Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Kamis (10/10) malam. Kondisi eks kiper FC Twente itu sejauh ini masih belum 100 persen pulih.

Shin Tae-yong juga akan menunggu keputusan dari tim dokter, yang akan mengevaluasi untuk memastikan kesiapan pemain klub FC Dallas tersebut. Jadi pelatih asal Korea Selatan itu tak menjamin Maarten Paes bisa main lawan Bahrain.

“Kemungkinan untuk bermain masih 70 persen. Tapi hari ini dan besok akan dilihat terlebih dulu perkembangan pemulihannya,” ujar eks pelatih Timnas Korea Selatan.

Maarten Paes diketahui menderita cedera pergelangan tangan sejak 3 Oktober lalu. Akibatnya, dia harus melewatkan dua pertandingan bersama FC Dallas di laga lanjutan Major League Soccer (MLS) 2024. Yakni saat FC Dallas kalah 3-2 dari San Jose Earthquakes dan menahan imbang tanpa gol Portland Timbers.

Maarten Paes bahkan sampai harus menggunakan wrist protector alias pelindung pergelangan tangan pada tangan kanannya. Tapi, Shin Tae-yong memastikan cedera yang dialami Paes bukanlah sesuatu yang serius.

Oleh karena itu, penjaga gawang berusia 26 tahun itu tetap dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia dalam menatap dua pertandingan penting putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain dan Tiongkok. “(Cederanya) tidak begitu parah. Kita akan ambil keputusan nanti,” tegasnya. (*)

 

Menteri Anas Dorong Peningkatan Jumlah MPP di Daerah

0

batampos – Mal Pelayanan Publik (MPP) telah bertambah sebanyak 22 seiring dengan dilakukannya soft launching oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas secara serentak. Diharapkan, dengan penambahan jumlah MPP baru tersebut, dapat memotivasi daerah lainnya untuk terus mengintegrasikan layanannya melalui MPP.

“Telah terbentuk 208 MPP fisik yang telah diresmikan, mudah-mudahan kedepan ini akan terus bergerak naik, dan hari ini ada 22 MPP fisik yang akan diresmikan bersama secara simbolik,” ujarnya dalam Gebyar Pelayanan Prima, Selasa (08/10).

Adapun ke-22 MPP itu diantaranya yakni MPP Kota Pematangsiantar; MPP Kabupaten Rokan Hulu; MPP Kota Padang Panjang; MPP Kota Solok; MPP Kabupaten Solok; MPP Kabupaten Dharmasraya; MPP Kota Sungai Penuh; MPP Kabupaten Bengkulu Selatan; MPP Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur; MPP Kabupaten Pesisir Barat; MPP Kabupaten Pringsewu; MPP Kabupaten Bangka Tengah; MPP Kota Depok; MPP Kota Pekalongan; MPP Kabupaten Landak; MPP Kabupaten Temanggung; MPP Kabupaten Lombok Utara; MPP Kabupaten Lombok Timur; MPP Kabupaten Sumbawa Barat; MPP Kabupaten Bulukumba; MPP Kota Baubau; serta MPP Kabupaten Bolaang Mongodow Utara.

Menteri Anas menjabarkan ada empat ekosistem pelayanan terintegrasi diantaranya yaitu direct service dimana masyarakat dapat menerima pelayanan secara langsung, seperti di MPP. Kemudian selanjutnya, mobile service atau layanan bergerak seperti pemberian layanan dengan menggunakan kendaraan. Kemudian, self service dan electronic service.

“Presiden juga berharap ada mobile service, pelayanan mobil bergerak. Ini kalau terpadu antar instansi pemerintah saya kira luar biasa, seperti di Azerbaijan ada bis yang keliling, bahkan ada kereta api yang berhenti di satu kawasan untuk melayani,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan, Kementerian PANRB juga terus mendorong digitalisasi layanan melalui MPP Digital. Kini, MPP Digital dapat diakses di 199 kabupaten/kota. Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri PANRB No. 457/2024 tentang Penyelenggara Mal Pelayanan Publik Digital Nasional.

Mantan Kepala LKPP itu menyebutkan, MPP membawa dampak terhadap kemudahan berusaha, dimulai dari mempercepat proses pengurusan perizinan, meningkatkan kualitas pelayanan, mengurangi biaya dan waktu, meningkatkan efisiensi dan transparansi, hingga meningkatkan daya saing bisnis.

Untuk diketahui, MPP Digital diluncurkan oleh Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin pada 20 Juni 2023 lalu. Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, pengajuan izin layanan tenaga kesehatan, dan layanan kependudukan diintegrasikan pada MPP Digital.

Dalam kesempatan itu, secara resmi PT Taspen Persero bergabung dengan MPP Digital Nasional untuk menghadirkan layanan jaminan pensiun. “MPP Digital ini targetnya adalah ada dampak, jadi MPP Digital merupakan bentuk virtual pengintegrasian layanan,” ungkap Menteri Anas.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga ditetapkan 20 Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP). Untuk diketahui, pada tahun 2024, ditetapkan KepmenPANRB No. 305/2024 tentang Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Instansi Pemerintah. Melalui keputusan tersebut, ditetapkan sebanyak 4 JIPP Kementerian, 2 JIPP Lembaga, dan 14 JIPP Provinsi. Hingga saat ini telah terbangun sebanyak 54 JIPP yang terdiri dari 36 JIPP Pemerintah Daerah dan 18 JIPP Pemerintah Pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan pengalamannya terkait transformasi layanan kesehatan. Salah satunya adalah integrasi layanan publik milik Kementerian Kesehatan pada MPP Digital.

Dijelaskannya, dalam mengintegrasikan data, terdapat hambatan-hambatan yang ditemui. Baginya, integrasi aplikasi dan integrasi data adalah hal yang sulit, dan bukan masalah teknis. Menurutnya, jika masalah ego sektoral masing-masing kementerian/lembaga bisa diatasi, integrasi bisa terjadi.

“Kita bisa lebih humble integrasi itu pasti bisa terjadi. Sehingga publik, tidak usah lihat dua aplikasi, lihatnya satu saja. Biarkan yang menurut kita pantas di depan, itu yang dilihat,” ujarnya.

Menkes mengungkapkan, inti dari integrasi itu adalah kerja sama. Integrasi sudah dilakukan di 199 kabupaten/kota yang dapat diakses melalui MPP. “Dengan terintegrasi kita jadi tahu berapa banyak dan datanya satu, sama. Bisa di-track prosesnya seberapa cepat, kalau kelamaan pemdanya bisa kita tegur,” ungkapnya.

Ditegaskan bahwa dalam perizinan harus ada kemauan antar-kementerian dan lembaga untuk bekerja sama, integrasi, dan rela jika ada orang lain yang di depan. Sementara itu di masyarakat, imbuhnya, digitalisasi adalah hal yang penting.

“Karena tidak mungkin kita bisa menjangkau 280 juta, di 7.000 inhabited island kalau kita tidak bisa pakai ini. Infrastrukturnya udah ada (infrastruktur digital). Penting untuk transformasi digital, agar reformasinya bergerak, birokrasi berdampak,” pungkasnya, (*)

Tujuh Manfaat Yoga Bagi Kesehatan Tubuh dan Pikiran

0

batampos – Yoga telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai praktik fisik dan spiritual yang membawa manfaat besar bagi tubuh dan pikiran dari India. Tidak hanya sebagai latihan fisik, yoga menawarkan beragam manfaat kesehatan yang telah dibuktikan oleh banyak penelitian ilmiah, salah satunya, Journal of Alternative and Complementary MedicineInternational Journal of Yoga.

Ilustrasi olahraga yoga (Instagram/@i.fungshion_yoga)

Journal of Yoga memaparkan beragam manfaat yoga yang dapat membantu Anda memahami mengapa banyak orang memilih yoga sebagai bagian dari gaya hidup sehatnya. Berikut tujuh manfaatnya:

  1. Meningkatkan Fleksibilitas Tubuh

Salah satu manfaat utama dari yoga adalah peningkatan fleksibilitas tubuh. Dengan melakukan gerakan-gerakan yoga secara rutin, otot-otot yang kaku dan kencang dapat menjadi lebih lentur. Peningkatan fleksibilitas ini tidak hanya membantu tubuh bergerak dengan lebih bebas, tetapi juga mengurangi risiko cedera, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun olahraga.

  1. Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi

Yoga melibatkan banyak gerakan yang menuntut keseimbangan tubuh, yang pada akhirnya akan meningkatkan koordinasi antara tubuh bagian atas dan bawah. Praktik yoga secara teratur dapat memperkuat otot-otot inti dan meningkatkan stabilitas tubuh secara keseluruhan. Ini sangat bermanfaat bagi lansia untuk menghindari jatuh dan menjaga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukkan yoga dapat mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi darah.  Yoga melibatkan pernapasan dalam dan relaksasi dapat mengurangi stres, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Melalui latihan pernapasan yang terkontrol, aliran darah menjadi lebih lancar, sehingga mendukung fungsi jantung yang optimal.

  1. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Teknik pernapasan dalam yoga yang dikenal dengan nama pranayama dan meditasi dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, yang membantu tubuh beristirahat dan mengurangi stres. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan yoga dapat menurunkan kadar hormon kortisol, yang berhubungan dengan stres.

  1. Meningkatkan Kekuatan Otot

Meskipun yoga lebih dikenal dengan latihan peregangan, banyak gerakan yoga yang membutuhkan kekuatan otot yang signifikan. Posisi seperti downward dog, plank, dan warrior pose melibatkan penggunaan otot-otot tubuh secara maksimal, membantu membangun kekuatan dan daya tahan tubuh. Otot yang kuat akan mendukung kesehatan sendi dan postur tubuh yang lebih baik.

  1. Meningkatkan Kualitas Tidur

Berlatih yoga secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Gerakan yang menenangkan dan teknik relaksasi dalam yoga dapat menurunkan tingkat kecemasan dan mempersiapkan tubuh untuk tidur yang lebih nyenyak. Posisi-relaksasi seperti savasana dan pernapasan dalam dapat membantu tubuh melepaskan ketegangan, sehingga memudahkan tidur yang lebih nyenyak dan segar keesokan harinya.

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Mental dan Emosional

Yoga tidak hanya bermanfaat bagi tubuh fisik, tetapi juga bagi kesejahteraan mental dan emosional. Latihan yoga secara teratur dapat meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki mood, dan memberikan perasaan tenang dan bahagia. Selain itu, meditasi dalam yoga dapat membantu seseorang menemukan kedamaian batin dan meningkatkan ketenangan pikiran.

Dengan berbagai manfaat kesehatan yang ditawarkan, yoga adalah salah satu pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Praktik yoga secara rutin dapat menjadi kunci mencapai kesehatan yang optimal, menjaga keseimbangan hidup, dan merasa lebih bahagia. Jangan ragu membentangkan matras Anda dan mulailah gerakan yoga basic demi kesehatan fisik dan mental Anda (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Universitas Awal Bros Inisiasi Kelompok Peduli Nelayan

0

lppm awalbrosbatampos – Sebagai bagian dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Awal Bros mengadakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Kelompok Peduli Nelayan (KPN) dalam Mendekatkan Akses Pelayanan Kesehatan pada Nelayan di Kecamatan Galang, Kota Batam”.

Pembentukan Kelompok Peduli Nelayan ini merupakan rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat yang mendapatkan Hibah Pengabdian Masyarakat dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapai mitra. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan serta Pemeriksaan Kesehatan.

Ns. Sri Muharni M.Kep, Ketua tim dosen yang terlibat, menyatakan bahwa Kelompok Peduli Nelayan ini merupakan inisiatif untuk menjawab masalah kessehatan yang dihadapi nelayan tradisional.

“Kami berharap dengan terbentuk nya Kelompok peduli nelayan (KPN), mereka aktif sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka yang akan berdampak pada kesehatan para nelayan, sehingga KPN dapat melaksanakan pemeriksaan rutin pada nelayan dan para nelayan bisa mendapatkan pengetahuan baru terkait bagaimana pencegahan dan pengobatan Hipertensi dan Diabetes Millitus,” ungkap Sri Muharni.

Ketua Kelompok Nelayan Bapak Zainudin, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan para tim Pengabdian masyarakat ini. “Kami sangat mendukung pembentukan Kelompok Peduli Nelayan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain membantu para nelayan meningkatkan derajat kesehatannya, kegiatan ini juga akan menciptakan hubungan yang baik antara pihan kampus dengan masyarakat pesisir,” ucapnya.

awalbrosSebagai kelanjutan dari pembentukan KPN ini, KPN akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin pada nelayan “Nelayan sering kali menghadapi berbagai risiko kesehatan, seperti Hipertensi dan Diabetes Millitus. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin pd tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat untuk mendeteksi secara dini tanda-tanda penyakit yang dimiliki oleh para nelayan. Kami bersyukur diberikan kesempatan belajar dan berlatih bersama tim PKM dari Universitas Awal Bros dibawah bimbingan Ibu Sri dan tim,” jelas Bu Nina Ketua KPN.

Pemeriksaan kesehatan gratis juga disediakan bagi para nelayan, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, Kolesterol dan asam urat. Hal ini bertujuan untuk memastikan nelayan tetap sehat dan produktif dalam bekerja.

Kelompok Nelayan mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Universitas Awal Bros dalam.

“Pembentukan Kelompok Peduli Nelayan dan rangkaian kegiatan pelatihan pendampingan serta pemeriksaan kesehatan ini sangat relevan dan bermanfaat. Kami berharap ini bisa menjadi program berkelanjutan,” ujarnya.

Diharapkan, melalui kegiatan PKM ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan nelayan. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah pesisir lainnya di Kota Batam dan sekitarnya. (*)

Tipu Pelamar Kerja, Ketua SPSI Anambas Dilaporkan ke Polisi

0
Pelapor saat dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Anambas. f.ihsan

batampos – Dua pelamar kerja didampingi Aliansi Masyarakat Anambas Menggugat (ALAM) membuat laporan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Anambas perihal dugaan penipuan dan penggelapan uang untuk masuk bekerja di perusahaan Minyak dan Gas (Migas).

Pelamar kerja itu mendatangi Satreskrim dengan membawa sejumlah barang bukti.

Ketua Aliansi Masyarakat Anambas Menggugat (ALAM), Abdul Razak menjelaskan perbuatan penipuan dan penggelapan uang sudah kerap terjadi dengan menyasar para pencari kerja.

Aksi ini diduga dilakukan oleh Humas PT Global Dharma Sarana Karya (GDSK) yang juga Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Anambas berinsial St.

BACA JUGA: Ngaku Punya Orang Dalam, Warga Tanjunguban, Bintan Tipu 8 Orang Pencari Kerja dan Raup Untung Rp 11,6 Juta

“Perbuatannya sudah lama dilakukan. Sudah dilevel mafia itu. Cuma dulu orang takut melapor. Saat ini yang melaporkan perbuatan pelaku baru dua orang dan satu saksi pelapor,” ujar Abdul Razak saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa, (8/10).

Dikatakannya, modus yang digunakan pelaku yakni mengimingi-imingi pelamar pekerja untuk menyetor uang dengan jaminan bisa langsung bekerja di perusahaan Migas pada saat proses perekrutan karyawan.

“Untuk biaya setoran tergantung kerjanya apa. Kalau di catering dan cleaning service kisaran belasan hingga Rp 20 juta. Sedangkan di fast boat maupun security kisaran Rp 30 juta hingga Rp 40 juta,” terang Razak.

Pelamar yang menyetor, sambung dia, ada juga yang keterima kerja. Tetapi, kebanyakan tidak lulus bekerja ketika seleksi.

“Saat ini pelaku lagi diperiksa polisi, belum dijadikan tersangka,” kata Razak

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Anambas, Iptu Rio Ardian membenarkan adanya laporan masuk mengenai kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pelaku, St.

“Ya benar, kami sedang memeriksa beberapa saksi termasuk diduga pelaku (St),” kata Rio saat dihubungi.

Saat disinggung apakah pelaku bermain tunggal atau berkomplotan, Rio belum mau berkomentar terlalu jauh.

“Belum tahu, kita lagi kejar periksa saksi-saksi dan terduga pelaku. Kan ini penipuan dan penggelapan, kita harus kumpulkan beberapa alat barang bukti. Kalau ada perkembangan kami sampaikan,” tutur Rio. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Polri Bongkar Sindikat Judi Online, Perputaran Uangnya Capai Rp 685 M

0
Ilustrasi judi online yang meresahkan. (Green Apple Supply)

batampos – Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat judi online yang dikendalikan warga negara (WN) Tiongkok. Tak tanggung-tanggung, perputaran uang dalam bisnis ilegal ini mencapai Rp 685 miliar.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, situs judi online yang bernama Slot8278 itu dikendalikan oleh warga negara Tiongkok berinisial QF selaku Direktur Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). Dalam kasus ini, penyidik menangkap 7 orang tersangka dengan peran yang berbeda.

“QF berperan dalam mengatur dan memastikan kelancaran aliran dana dari hasil perjudian tersebut ke para pelaku maupun pengguna. Dia juga bertanggung jawab membuat kesepakatan kerja sama dengan PJP lainnya,” ujar Himawan, Rabu (9/10).

Kemudian 6 tersangka lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yaitu RA selaku Direktur Utama Penyedia Jasa Pembayaran, IMM selaku Komisaris serta Legal Penyedia Jasa Pembayaran, dan AF selaku Chief Operating Officer serta Manajemen Bisnis Penyedia Jasa Pembayaran.

Kemudian FH selaku Finance atau Manajemen Keuangan Penyedia Jasa Pembayaran, RAP selaku Operator Aplikasi Penyedia Jasa Pembayaran, dan HG selaku Operator Aplikasi penyedia Jasa Pembayaran.

Sementara satu orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan inisial IJ yang merupakan warga negara Indonesia (WNI). Sindikat ini secara aktif menargetkan pasar Indonesia dengan jumlah pemain mencapai 85 ribu orang.

“Situs ini menarik pemain dari Indonesia dengan menyediakan berbagai jenis permainan judi daring,” kata Himawan.

Selain di Indonesia, Himawan menyebut situs judi tersebut juga beroperasi di negara Asia lainnya seperti Thailand, Kamboja, Malaysia, Vietnam. Sementara untuk menarik minat masyarakat, situs judi itu memanfaatkan layanan penyedia jasa pembayaran dan perbankan sebagai tempat deposit dan penarikan hasil judi.

“Para pelaku juga membuat aplikasi untuk mengoneksikan deposit dan withdraw dari penyedia jasa pembayaran ke website perjudian tersebut yang berada di Cina,” tuturnya.

Himawan menjelaskan, selama situs judi itu beroperasi sejak September 2022 hingga saat ini diperkirakan total perputaran uang yang terjadi mencapai Rp 685 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa 17 unit handphone, 3 unit laptop, 1 unit ipad, 3 unit token salah satu bank, 1 unit token bank, dan saat ini telah diajukan pemblokiran terhadap 5 rekening, serta uang tunai total Rp 6 Miliar 55 Juta.

Atas perbuatannya, Himawan mengatakan para tersangka dijerat Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-undang No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 82 dan atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana.

Serta Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 303 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara. (*)

2 Mobil Mewah Masuk ke Batam, Bea Cukai Periksa Dokumen dan Fisiknya

0
Bea Cukai Batam
Ilustrasi. Kantor Bea Cukai Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

batampos – Dua unit mobil mewah jenis Nissan GTR R35 warna biru dan Toyota Land Cruiser 2024 warna hitam masuk ke Batam melalui Pelabuhan Bintang 99, Batuampar. Mobil baru ini diketahui masuk pada akhir Agustus lalu.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia membenarkan masuknya mobil mewah ini. Oleh BC Batam, mobil tersebut diperiksa dokumen dan fisiknya.

“Tidak ada penyelundupan. Pelabuhan 99 itu kawasan pabean dan bisa sebagai tempat penyelasaian kewajiban pabean,” ujarnya kepada Batam Pos, Selasa (8/10) malam.

Baca Juga: Netralitas ASN Batam di Pilkada Dipertanyakan, Pjs Wali Kota Andi Agung Beri Teguran

Evi enggan merincikan asal, importir, maupun pemilik mobil mewah tersebut. Namun, ia memastikan masuknya dua unit mobil itu merupakan hal yang wajar dan legal.

“Pemasukan kendaraan ke Batam dengan kondisi baru sesuai dengan list yang dikeluarkan oleh BP Batam,” katanya.

Usai diperiksa, kata Evi, mobil mewah tersebut bisa beroperasi dengan menggunakan plat nomor berwarna hijau. Artinya, kendaraan ini hanya bisa digunakan di Batam.

“Ini proses layanan biasa dan legal. Untuk data importasi ada di sistem dan tidak bisa dipublish,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Sekjen DPR Berstatus Tersangka, KPK Masih Hitung Dugaan Kerugian Negara

0
Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (15/5/2024). Penyidik KPK memeriksa Indra Iskandar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR pada tahun anggaran 2020. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan masih mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan kelengkapan rumah jabatan anggota (RJA) DPR RI, yang menyeret nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar.

“Perkaranya sedang running, sedang jalan,” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/10).

Asep menjelaskan, pihaknya saat ini tengah melakukan perhitungan dugaan kerugian negara dari pengadaan mebeler RJA DPR RI. Perhitungan kerugian negara itu tengah dihitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Jadi kita sedang melakukan perhitungan kerugian keuangan negara. Kita sedang support data-data yang terkait dengan masalah pengadaan rumah jabatan,” ungkap Asep.

KPK memang tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan alat perlengkapan rumah jabatan anggota (RJA) DPR. Sekjen DPR Indra Iskandar juga telah diperiksa KPK, pada Rabu (15/5) lalu.

Saat itu, Indra ditelisik penyidik KPK, terkait sejumlah vendor yang diuntungkan dari pengadaan alat kelengkapan di rumah jabatan DPR RI. Indra Iskandar menjalani proses pemeriksaan kurang lebih selama tiga jam. Pemeriksaan itu berjalan sejak pukul 09.07 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

“Indra Iskandar (Sekretaris Jenderal DPR RI), saksi hadir dan dikonfirmasi antara kaitan jabatan dan tugas saksi selaku Sekjen DPR RI. Termasuk dikonfirmasi pula dugaan adanya pihak vendor yang mendapatkan keuntungan secara melawan hukum dalam pengadaan barang dan jasa di DPR,” ungkap kepala bagian pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (16/5).

Pemeriksaan Indra Iskandar merupakan penjadwalan ulang, setelah mangkir pada Rabu (8/5) lalu. Usai menjelani pemeriksaan, Indra menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus dugaan korupsi terkait perlengkapan rumah jabatan DPR RI kepada KPK.

“Ya sebagai warga negara yang baik, saya sudah memenuhi panggilan dari penyidik KPK dan hari ini intinya sudah saya sampaikan semua tentang pengetahuan saya, tentang fakta-fakta yang saya ketahui sudah saya sampaikan,” ucap Indra usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (15/5).

Indra enggan menjelaskan lebih jauh terkait dugaan korupsi yang saat ini tengah diusut KPK. Termasuk soal penggeledahan KPK, terhadap ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Tanya ke penyidik, tanyakan penyidik, saya nggak boleh masuk pokok perkara. Ini substansi, silakan tanya penyidik, intinya sudah saya sampaikan,” urai Indra.

Dalam pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan kelengkapan rumah jabatan DPR RI, KPK juga telah menggeledah Kantor Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI dan empat lokasi berbeda di wilayah Jakarta pada 29 April dan 30 April 2024. Empat lokasi lainnya itu merupakan kediaman dan kantor dari para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Dari sejumlah lokasi itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait dengan perkara.

Barang bukti yang diamankan antara lain, dokumen-dokumen pengerjaan proyek, alat eletronik, hingga bukti transaksi keuangan berupa tranfer sejumlah uang. Sejumlah alat bukti itu kemudian disita untuk dianalisis guna melengkapi berkas penyidikan.

Adapun, kasus korupsi proyek ini diduga telah mengakibatkan kerugian negara hingga puluhan miliar rupiah. Perbuatan melawan hukum itu diduga dilakukan oleh sejumlah perusahaan yang menjadi pelaksana dalam proyek tersebut.

Modus yang digunakan yaitu diduga menggunakan bendera perusahaan lain serta pengadaan yang hanya formalitas. Di mana, pengadaan itu untuk kelengkapan rumah jabatan di Kalibata dan Ulujami.

KPK sendiri telah melakukan pencegahan keluar negeri terhadap tujuh orang dalam perkara ini selama enam bulan pertama, terhitung hingga Juli 2024.

Mereka yakni Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar; Hiphi Hidupati, Kepala Bagian Pengelolaan Rumjab DPR RI; Tanti Nugroho, Dirut PT Daya Indah Dinamika; dan Juanda Hasurungan Sidabutar, Direktur PT Dwitunggal Bangun Persada. Kemudian, Kibun Roni, Direktur Operasional PT Avantgarde Production; Andrias Catur Prasetya, Project Manager PT Integra Indocabinet; dan Edwin Budiman, swasta.

Meski demikian, sampai saat ini KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara hingga pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasuah itu. (*)

Warga Tangkap Ular Sanca 5 Meter yang Bersembunyi di Plafon Rumah

0
Detik-detik warga menangkap ular sanca 5 meter yang masuk ke dalam rumah wara, Selasa (8/10). F. Warga untuk BATAM POS

batampos– Ular sanca dengan panjang lebih kurang lima meter berhasil ditangkap oleh warga Gang Sungai Payung 2, Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Kepri, pada Selasa (8/10). Ular tersebut kedapatan bersembunyi di plafon rumah warga.

Ular tersebut pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah bernama Daya (55) sekitar pukul 08.30 WIB. Kala itu, ia yang sedang berbaring di dalam kamar dikagetkan dengan adanya ular sanca, yang sedang bertengger di plafon rumah.

BACA JUGA: Warga Tanjunguban, Bintan Kaget Temukan Ular Phyton saat Bersih-bersih

“Saya sedang baring, liat ke atas rumah ada ular di atas plafon. Saya kaget, langsung berteriak minta tolong tetangga,” kata Daya.

Setelah itu, kata dia warga sekitar mulai berdatangan untuk menangkap ular tersebut. Warga juga sempat kesulitan untuk menangkap ular itu, sebab hewan reptil itu memiliki tubuh yang panjang.

“Lumayan lama ditangkapnya. Karena ularnya berada di atas. Tapi berhasil ditangkap dan diamankan warga. Kayaknya ularnya dijual,” tambahnya.

Menurut Daya, ular sanca maupun ular jenis lainnya memang kerap masuk ke dalam beberapa rumah warga, yang ada di Gang Sungai Payung 2. “Memang sering masuk rumah warga sini. Disini nan rumah laut semua,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Pemadam Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tanjungpinang, Derry mengatakan bahwa pihaknya memang tidak menerima laporan, terkait ular yang masuk ke rumah warga tersebut.

Jika menerima laporan, Derry memastikan pihaknya akan turun ke lokasi untuk mengevakuasi ular tersebut. “Belum ada informasi. Kalau ada pasti kita evakuasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail