Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 2620

135 Faskes Siap Layani Peserta JKN di Batam dan Karimun, Termasuk Layanan Kacamata

0
BPJS Kesehatan ff Iman Wachyudi
Ilustrasi. Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam melayani masyarakat di kantornya di kawasan Batam Center. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam, Kepulauan Riau telah memperpanjang kerjasama dengan 135 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah Batam dan Karimun. Fasilitas ini siap melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah mengungkapkan bahwa di wilayah Batam, terdapat 115 FKTP yang beroperasi. Fasilitas tersebut terdiri dari 21 puskesmas, 87 klinik pratama, tiga klinik Polri, dan empat klinik TNI.

Sementara itu, di Karimun, ada 20 FKTP yang meliputi 13 puskesmas, tiga klinik pratama, satu klinik Polri, dua klinik TNI, dan satu rumah sakit tipe D pratama.

“Kerjasama ini adalah komitmen kami untuk terus memberikan layanan kesehatan berkualitas kepada peserta JKN di Batam dan Karimun,” ujar Harry, Rabu (17/10).

Baca Juga: Hilang Ingatan, Pria Diduga Korban Lakalantas Butuh Keluarga Dekat

Selain FKTP, BPJS Kesehatan juga memperluas kerjasamanya dengan 22 rumah sakit di Batam dan dua rumah sakit di Karimun sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL).

Tidak hanya itu, sebanyak 10 optik di wilayah tersebut turut menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk membantu peserta JKN dalam mendapatkan layanan pembuatan kacamata.

Harry menjelaskan, peserta JKN dapat menerima bantuan pembuatan kacamata dengan plafon yang bervariasi berdasarkan kelas layanan.

“Peserta kelas I mendapatkan bantuan sebesar R120 ribu, peserta kelas II sebesar Rp200 ribu, dan peserta kelas III Rp300 ribu,” kata dia.

Baca Juga: Aspabri Sebut Kenaikan dan Penurunan Harga Tiket Feri Tak Berdampak pada Kunjungan Wisman

Prosesnya sederhana, setelah peserta menerima resep dari dokter spesialis mata, mereka dapat menebus kacamata di optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, Harry menekankan bahwa bantuan tersebut memiliki batas plafon.

“Jika biaya kacamata melebihi plafon yang disediakan, peserta harus menanggung selisihnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, BPJS Kesehatan menghadirkan program BPJS Satu. Program ini merupakan optimalisasi peran petugas penanganan pengaduan yang hadir di rumah sakit untuk membantu peserta JKN-KIS. Harry juga menjelaskan bahwa kerjasama dengan FKTP dan FKTL dievaluasi setiap tahun.

“Jika ada fasilitas kesehatan yang tidak memenuhi komitmen dalam menjalankan perjanjian, maka kerjasama dapat diakhiri,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Nilai Potensi Pariwisata Kepri dan Batam Kian Kompetitif

Saat ini, BPJS Kesehatan tengah melakukan penilaian ulang terhadap seluruh FKTP dan rumah sakit yang menjadi mitra. Penilaian tersebut mencakup kualitas pelayanan, waktu antrean, jam praktek dokter, hingga keluhan yang diterima dari peserta JKN selama setahun terakhir.

“Untuk melanjutkan kerjasama, setiap fasilitas kesehatan harus mendapatkan nilai minimal 70 dari penilaian yang kami lakukan bersama Dinas Kesehatan, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan pihak lainnya,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Penyelundupan Ratusan Ribu Ekor Benih Lobster Digagalkan

0
Tim gabungan dari BC, Polri, Lantamal IV menunjukkan barang bukti ratusan ribu baby lobster senilai lebih Rp23 miliar. f.sandi

batampos– Operasi laut gabungan antara BC Kepri, Bareskrim Polri dan Lantamal IV pada Senin (14/10) berhasil menggagalkan penyelundupan benih bening lobster (BBL) di Perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Dari penindakan yang dilakukan aparat gabungan tiga instansi ini berhasil mengamankan barang bukti ratusan ribu ekor BBL.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Adhang Noegroho Adhi bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Saefudin dan Wadan Lantamal IV, Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara menyebutkan, berawal dari informasi bahwa ada high speed craft (HSC) yang menggunakan mesin tempel 4 unit masing-masing berkekuatan 200 PK akan melalukan penyelundupan BBL.

BACA JUGA: BC Tangkap Dua Speedboat Penyelundup dan Lepasliarkan 177.300 Ekor Benih Lobster

”Atas informasi ini tim aparat gabungan melakukan berkomunikasi dengan Tim Patroli Laut Bea Cukai yang sedang melakukan Operasi Jaring Sriwijaya 2024 untuk melakukan strategi pengawasan laut yang berlapis. Dan setelah dilakukan pengamatan HSC yang diduga akan melakukan penyelundupan BBL ditemukan,” ujarnya.

Aparat di laut, kata Adhang, langsung melakukan pengejaran terhadap HSC yang akan melalukan tindak ilegal. Upaya pengejaran berlangganan selama 3 jam yang akhirnya pelaku penyelundupan mengkandaskan sarana transportasi di daratan Berakit. Setelah itu, pelaku melarikan diri.

”Saat melakukan pemeriksaan terhadap HSC tersebut ditemukan puluhan kotak stereofom. Tim kemudian melakukan pengamanan terhadap HSC dan setelah dilakukan pemeriksaan terdapat 46 kotak stereofom yang berisi BBL. Selanjutnya, untuk memastikan jumlah BBL yang ada di dalam 46 kotak stereofom dilakukan pencacahan bersama Balai Karantina Kepri. Dan jumlah semua BBL sebanyak 237.305 ekor dengan perkiraan nilai barang Rp23,8 miliar,” jelas Adhang.

Dikatakan Adhang, modus yang digunakan oleh para pelaku penyelundup telah berubah. Seperti, jika sebelumnya sering melakukan kegiatan penyelundupan pada malam hari. Tapi, saat ini melakukan kegiatannya di siang hari. Meski demikian, timnya sudah mengantisipasi perubahan modus tersebut.

”Untuk mencegah terjadinya tindakan penyeludupan, termasuk modus para pelaku, maka kita melakukan patroli rutin dan patroli gabungan yang melibatkan Bea Cukai Batam, Polda Kepri dan Lantamal IV. Termasuk juga tindakan pengawasan lainnnya,” ungkapnya.

BBL hasil penindakan, lanjutnya, telah dilepasliarkan pada Selasa (15/10) di Perairan Anak Kenipan Batu, Karimun. Kegiatan pelepasliaran ini diikuti juga BC Kepri, Bareskrim Polri, Lantamal IV, BC Batam, Polda Kepri, Polres Karimun, Lanal TBK dan Badan Karantina Pelayanan Stasiun TBK. Penindakan yang berhasil dilakukan tidak lepas dari sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Bea Cukai Kepri dengan Polri, BC Batam dan Lantamal IV. (*)

Reporter: Sandi

 

KPK Periksa Eks Komisaris Pertamina Terkait Dugaan Pengadaan LNG Tanpa Perizinan

0
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto. (ANTARA/HO)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pengadaan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair di PT Pertamina pada 2011-2021. Penyidik KPK juga telah memeriksa mantan Komisaris PT Pertamina, A. Edy Hermanto, pada Kamis (17/10).

Juru bicara KPK Tessa Mahardika menjelaskan, penyidik mendalami pengetahuan Edy Hermanto terkait dugaan pengadaan LNG tanpa adanya izin dan persetujuan dari komisaris di PT Pertamina. Pemeriksaan terhadap Edy berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Saksi didalami terkait dengan pengadaan LNG tanpa ada izin dan persetujuan komisaris dan RUPS,” kata Tessa kepada wartawan, Jumat (18/10).

KPK sebelumnya mengembangkan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina (Persero) tahun 2011–2021. Dalam perkara yang merugikan keuangan negara sebesar USD 113.839.186 itu, KPK lebih dulu menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan.

Tessa menjelaskan, KPK menetapkan dua tersangka baru dalam pengembangan kasus ini. Kedua tersangka itu berinisial HK dan YA.

“Bahwa terkait dengan pengembangan tersebut, KPK telah menetapkan dua tersangka penyelenggara negara dengan inisial HK dan YA,” ucap Tessa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/7).

HK merupakan Hari Karyuliarto, mantan Direktur Gas PT Pertamina. Sementara, YA merupakan Yenni Andayani, mantan Direktur Gas dan Energi Baru Terbarukan PT Pertamina.

“Terkait dengan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para tersangka akan kami umumkan saat penyidikan perkara ini telah dirasakan cukup,” ungkap Tessa.

Mantan Dirut PT Pertamina Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan sebelumnya divonis pidana sembilan tahun penjara dan Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Karen Agustiawan terbukti bersalah terkait kasus korupsi Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina tahun 2011-2021.

Karen terbukti merugikan negara sebesar USD 113.839.186.60 alias Rp 1.778.323,27. Tindakan melawan hukum itu dilakukan Karen bersama-sama dengan mantan Senior Vice President (SVP) Gas & Power PT Pertamina, Yenni Andayani dan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto.

Karen juga diyakini telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu memperkaya diri sebesar Rp 1.091.280.281,81 dan USD 104,016.65. Kemudian memperkaya korporasi CCL LLC seluruhnya sebesar USD 113,839,186.60. Jumlah kerugian negara itu berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait perkara ini.

Karen Agustiawan terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (*)

Kekerasan Seksual Oknum Guru Terhadap Murid, DPRD Batam Serukan Tindakan Tegas

0
461867561 1256441542378659 8150453816739406884 n
Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution.

batampos – Kasus dugaan kekerasan seksual oleh seorang oknum guru berinisial N, 33, di Nongsa, terhadap muridnya mengundang keprihatinan besar dari berbagai pihak. Termasuk anggota DPRD Batam.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Surya Makmur Nasution menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia mengecam tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum guru itu dan menekankan pentingnya langkah tegas agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

“Perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut, bila terbukti benar, sangat mencoreng nama baik profesi guru yang seharusnya menjadi teladan bagi para murid,” kata Surya, Kamis (17/10).

Baca Juga: Akhirnya Jaksa Tahan Dua Tersangka Korupsi Penyimpangan Aset Asuransi Persero Batam

Ia menegaskan perlunya tindakan cepat dan tegas dari pihak terkait untuk menangani kasus ini.

Pihaknya meminta Dinas Pendidikan Kota Batam untuk segera bertindak. Ia mendesak agar dibentuk tim pencari fakta guna menyelidiki kasus ini secara mendalam dan transparan.

“Disdim Kota Batam harus membentuk tim pencari fakta untuk menyelesaikan kasus pencabulan ini dengan tuntas. Kasus ini tidak boleh dianggap remeh,” kata Surya.

Lebih lanjut ia juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai aturan.

Baca Juga: Pemeriksaan Dugaan Korupsi RSUD Rampung, Kejari Batam Punya 2 Calon Tersangka

“Aparat hukum harus bertindak tegas. Jika fakta dan bukti sudah cukup, maka proses hukum harus dilaksanakan dengan seadil-adilnya,” ujarnya.

Selain menuntut penyelidikan kasus ini, Surya juga menekankan pentingnya pembinaan bagi para guru agar mereka menjalankan tugasnya dengan hati-hati.

Menurutnya, pembinaan secara berkala dari Dinas Pendidikan sangat diperlukan untuk menjaga integritas profesi guru dan mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

“Dinas Pendidikan perlu melakukan pembinaan yang intensif kepada para guru agar mereka lebih berhati-hati dan memahami peran serta tanggung jawabnya sebagai pendidik. Kejadian seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Mabes TNI Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP untuk Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

0
Deretan alutsista TNI AU yang akan digunakan dalam pengamanan VVIP pada pelantikan presiden dan wakil presiden Minggu (20/10) mendatang. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

batampos – Mabes TNI akan melakukan Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada Jumat (18/10). Hal ini disampaikan oleh Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi saat memeriksa kesiapan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Kamis (17/10).

”Baru saja kami melaksanakan Apel Kesiapan, Apel Kesiapan baik personel maupun alutsista TNI Angkatan Udara dalam rangka pengamanan VVIP pelantikan presiden dan wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 oktober 2024,” ungkap Tedi kepada awak media.

Perwira tinggi bintang tiga TNI AU itu menyatakan bahwa Apel Kesiapan itu dilaksanakan atas izin Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Menurut Tedi, apel tersebut sengaja dilaksanakan sebelum Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat besok.

”Sebelum kegiatan apel di Monas, TNI Angkatan Udara mengecek seluruh kesiapan. TNI Angkatan Udara mendukung secara penuh demi suksesnya pelantikan presiden Republik Indonesia tanggal 20 Oktober 2024,” tegasnya.

TNI AU sudah menyiapkan empat unit pesawat tempur F-16, pesawat angkut yang terdiri atas Boeing 737 Angkut Intai; Boeing 737 400; CN 295; C-130J Super Hercules, dan helikopter yang terdiri atas dua unit Caracal H225 dan satu unit NAS 332 untuk kebutuhan evakuasi medis udara. Seluruh pasukan dan alutsista tersebut diperiksa secara langsung oleh Tedi untuk memastikan tidak ada satupun yang belum siap. (*)

Aspabri Sebut Kenaikan dan Penurunan Harga Tiket Feri Tak Berdampak pada Kunjungan Wisman

0
Pelabuhan Batamcenter 1 F Cecep Mulyana scaled e1729181122588
Suasana di Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri), menilai bahwa kenaikan harga tiket feri internasional dari Batam ke luar negeri tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Penurunan harga tiket sebesar Rp30 ribu juga tidak memberikan dampak yang berarti. Demikian disampaikan oleh Ketua Aspabri, Surya Wijaya, Kamis (17/10).

“Kita tidak ada pembanding. Kita teriak-teriak mahal, sementara parameternya adalah jumlah penumpang. Setiap hari ada sekitar 2.000 orang yang datang ke Batam. Itu data dari luar negeri,” ujarnya.

Baca Juga: Jeju Air Mendarat di Batam, Tandai Penerbangan Langsung dari Korea Selatan

Dia menambahkan, kebijakan kenaikan atau penurunan harga tiket feri internasional tidak berpengaruh pada keputusan orang untuk berkunjung ke Batam.

Jika tidak ada target yang jelas seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, perubahan harga tiket feri tidak akan memberi dampak signifikan.

“Kalau ingin perubahan, itu harus ada targetnya. Misalnya target kunjungan wisman. Kalau tidak ada target signifikan, maka tak berpengaruh apapun,” kata Surya.

Apabila harga tiket feri dinaikkan hingga Rp1 juta, ia yakin kunjungan ke Batam tetap tinggi. “Tingkat kunjungan hotel juga masih banyak. Harga tiket dibuat Rp1 juta pun saya yakin masih banyak orang yang datang,” tambahnya.

Baca Juga: Pjs Wali Kota Batam: Armada Truk Sampah Baru Segera Tuntas di APBD 2025

Selain itu, ia menyebutkan bahwa kebijakan Visa on Arrival (VOA) juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisman.

“VOA itu juga tak begitu berpengaruh. Dulu kita punya free VOA, tapi hasilnya sama saja dengan sekarang,” katanya.

Surya menggarisbawahi bahwa meskipun Batam dan Kepri memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, belum ada langkah konkret untuk memanfaatkannya dengan maksimal.

Baca Juga: Imigrasi Deportasi 2 WN Singapura dari Batam, Ini Kasusnya

Ia menyarankan agar Indonesia belajar dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang berhasil menarik wisatawan dengan memperbaiki aksesibilitas dan mempermudah prosedur masuk bagi turis asing.

“Negara-negara tetangga berlomba-lomba membuka akses dan mempermudah orang asing turis masuk. Kembali lagi ke aksesibilitas,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Erina Gudono Flexing Lagi, Pamer Makan ala Omakase Berharga Jutaan

0
Erina Gudono pamer kemewahan lagi, makan sushi seharga jutaan. (Instagram @erinagudono)

batampos – Erina Gudono, istri dari anak bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mendapat sorotan tajam dari netizen, usai melahirkan anak pertamanya di RS Bunda Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah pada Agustus lalu sempat pamer naik jet pribadi dan makan roti mahal di Amerika Serikat (AS), kini Erina Gudono flexing lagi.

Melalui unggahan Story di Instagram pribadinya, terlihat bahwa Erina Gudono sedang pamer kemewahan menyantap sajian khas Jepang berkonsep Omakase.

Omakase adalah pengalaman makan khas Jepang di mana pelanggan mempercayakan koki untuk menyajikan hidangan sesuai dengan pilihannya.

Kata omakase dalam bahasa Jepang berarti “percayakan kepada chef” atau “saya serahkan pada Anda”. Sementara yang dimakan Erina Gudono, terlihat ada sebuah daging ikan dan terlihat wadah untuk menggulung sushi.

“Terimakasih Omakase di RSnya @kaesangp Akhirnya bisa makan sushi sashimi nigiri lagi,” tulis Erina Gudono memberikan caption pada unggahan Story-nya.

Makanan jepang bergaya Omakase sendiri umumnya ditawarkan dengan harga mahal. Tidak heran kalau hal ini kembali membuat netizen kesal.

Gaya hidup Erina Gudono disebut tidak peka dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana ekonomi sedang turun, daya beli melemah, dan masalah hidup lainnya.

Erina Gudono dan santapan Omakase-nya yang berharga mahal langsung jadi gunjingan netizen di platform media sosial atau medsos seperti X (Twitter).

Oh ya, di beberapa restoran yang menampilkan daftar menu Omakase khas Jepang di Jakarta, rata-rata untuk bisa menyantap makanan tersebut dibutuhkan uang minimal Rp 1,5 jutaan.

Kalau sampai mendatangkan langsung chef-nya ke tempat yang diinginkan, jelas harganya beda lagi. Bisa berkali-kali lipatnya. Kemudian, harga juga ditentukan dengan kualitas bahannya. Seperti ikan untuk sushi atau sashimi yang digunakan.

Sementara pada unggahan Erina Gudono, terlihat restoran yang dipilih adalah Zutto Jakarta yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk. Zutto sendiri pernah merilis harga paket omakase mereka mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 13 juta.

Harga tersebut di luar biaya layanan private datang ke tempat klien seperti yang dilakukan oleh Kaesang. Untuk harga Rp 2 jutaan, Zutto menyajikan 14–15 menu. Selain itu, mereka juga memiliki paket Rp 13 juta untuk 16 menu.

“Potret negeri kita. mantunya mulyono makan mewah setelah melahirkan, sementara di luar sana banyak ibu yang berkutat dengan minimnya akses ke layanan kesehatan berkualitas karena kendala ekonomi. dikatain sialan juga ga cukup,” kata netizen dengan akun X @cinnamongirlc.

Kemarahan netizen lainnya terakumulasi dengan jumlah yang mencapai 2.000 lebih komentar, 6.000 lebih repost, dan 20 ribu lebih Likes di satu unggahan X terkait santapan Omakase-nya Erina Gudono.

Banyak yang menilai bahwa benar Erina Gudono dan keluarganya memang selama ini tak peduli dengan cibiran masyarakat Indonesia.

Astaga, bener2 emang dia gak peduli ya, kayak “apaan pada suara lu, gak mempan buat hidup gue. Gue masih bisa tetep makan enak, dan ngapa2in, sementara lu pada cuma bacot doang, gak ngerubah apa” mungkin gitu di pikirannya si dugong. Ya Allah, ini kita harus gimana lagi sih?” tulis komentar akun X @dayeVLR.

Sebagai informasi, dalam omakase, pelanggan tidak perlu memilih menu karena koki akan meracik hidangan berdasarkan bahan yang tersedia. Koki juga mungkin tidak menunjukkan menu kepada pelanggan sama sekali.

Omakase dikenal karena interaksi langsungnya dengan koki. Biasanya, dapur di restoran omakase memiliki konsep open kitchen sehingga pengunjung bisa melihat koki memasak.

Pelanggan juga bisa mengobrol dengan koki untuk mengungkapkan alergi atau bahan makanan yang tidak suka. (*)

Pemerintah Nilai Potensi Pariwisata Kepri dan Batam Kian Kompetitif

0
IMG 20241017 WA0055 e1729168510390
Seremonial penyambutan ketibaan penumpang dari Incheon ke Batam di Bandara Hang Nadim. (F.Istimewa untuk Batam Pos)

batampos – PT Bandara Internasional Batam (BIB) telah meluncurkan rute baru penerbangan langsung dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Incheon, Korea Selatan. Penerbangan perdana ini tiba di Batam pada Kamis (17/10) dini hari, disambut dengan antusias oleh pemerintah dan pelaku industri pariwisata setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti menyampaikan, langkah ini merupakan kemajuan signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas wisatawan mancanegara ke wilayah Kepri.

“Alhamdulillah, aksesibilitas ke Kepri makin kompetitif. Kini, tidak hanya melalui jalur laut, tetapi juga udara untuk negara-negara long haul seperti Korea Selatan,” ujar Guntur.

Baca Juga: Jeju Air Mendarat di Batam, Tandai Penerbangan Langsung dari Korea Selatan

Menurutnya, Korea Selatan adalah salah satu pasar potensial bagi pariwisata Kepri. Gaya hidup masyarakat Korea yang gemar bermain golf menjadi alasan utama bagi mereka untuk memilih Batam dan Bintan sebagai destinasi wisata.

“Batam dan Bintan dikenal memiliki lapangan golf yang sangat populer. Kami berharap daya tarik ini mampu menarik lebih banyak wisatawan Korea ke wilayah lain di Kepri juga,” kata dia.

Dengan adanya penerbangan langsung ke Incheon, ia harap jumlah wisatawan dari Korea Selatan akan meningkat, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Batam dan Kepri secara keseluruhan.

Baca Juga: DPRD Batam Minta Imigrasi Awasi Ketat Wisatawan Pemegang PR Singapura

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, turut menyambut baik pembukaan rute penerbangan ini. “Ini luar biasa sekali. Pembukaan akses ini sangat mendukung perkembangan pariwisata Batam,” katanya.

Ia menambahkan, dengan hadirnya penerbangan langsung ini, Batam diharapkan semakin menarik di mata wisatawan mancanegara.

“Kita memiliki banyak amenitas yang berkelas, yang akan semakin meningkatkan daya tarik Batam sebagai destinasi wisata internasional. Kami juga berencana mengadakan berbagai event dengan adanya akses baru ini,” ujar Ardiwinata. (*)

Repoter: Arjuna

Profesi Freelancer Bakal Banyak Diminati

0
Ilustrasi freelancer.

batampos – Populasi masyarakat kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang cukup marak dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu pemicunya.

CEO sekaligus Founder platform Sribu Ryan Gondokusumo mengatakan, menurunnya kelas menengah memang tidak lepas dari kesempatan kerja. “Akan ada efek positif (di ekosistem freelancer). Karena banyak kehilangan pekerjaan,” kata Ryan dalam keterangannya Kamis (17/10).

Ryan mengatakan dalam setahun terakhir, jumlah freelancer yang bergabung di platform Sribu mengalami peningkatan. Mereka ada yang baru pertama terjun di ekosistem freelancer. Kemudian ada yang menjadi freelancer karenan kehilangan pekerjaan. “Yang paling banyak adalah orang-orang yang memang ingin berprofesi sebagai freelancer,” jelasnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak seperti sekarang, Ryan mengakui banyak perusahaan yang mengurangi karyawannya. Tujuannya untuk menyeimbangkan keuangannya.

“Di sisi lain usaha mereka harus terus berjalan,” tuturnya.

Maka cara yang paling tepat bagi perusahaan tersebut, adalah memanfaatkan jasa freelancer. Termasuk juga di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Ryan mengatakan layanan freelancer yang paling banyak dibutuhkan adalah desain dan IT. Termasuk desain logo usaha serta desain website. “UMKM di Indonesia terus bermunculan,” jelasnya. Sehingga kebutuhan tenaga freelancer terus dibutuhkan. Dengan keahlian yang berbeda-beda. (*)

Hilang Ingatan, Pria Diduga Korban Lakalantas Butuh Keluarga Dekat

0
IMG 20241017 143642 scaled e1729167135974
Pria yang diduga korban laka lantas menjalani perawatan (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. (F.Eusebius Sara)

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji merawat pasien seorang lelaki yang tidak diketahui identitasnya. Sudah sepekan pria ini menjalani perawatan intensif di ruangan rawat inap dan hingga Kamis (17/10), dia belum mengingat siapa dirinya dan apa yang terjadi padanya.

Pasien ini butuh anggota keluarga dekat agar mendapat penindakan medis yang sesuai.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam Ellin Sumarni menjelaskan, pasien yang belum diketahui identitasnya ini tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tanggal 12 Oktober dinihari hari lalu. Pasien ini disebutkan pengantar sebagai korban laka lantas di simpang Sintai, Tanjunguncang.

“Saat diantar dia dalam kondisi tidak sadar dan penuh dengan luka di sekujur tubuh. Kepalanya juga terluka dan kena benturan,” kata Ellin.

Baca Juga: Imigrasi Deportasi 2 WN Singapura dari Batam, Ini Kasusnya

Di IGD pasien ini mendapat penanganan awal yang sesuai dan kemudian dipindahkan ke ruangan rawat inap. Kondisinya tidak langsung membaik karena benturan dan luka di sekujur tubuhnya. Dua hari terakhir dia mulai sadar dari komanya, namun dia belum bisa mengingat apapun tentang dirinya ataupun kejadian yang menimpanya.

“Beberapa kali dia hanya sebut nama Siska. Kita coba respon dengan pertanyaan tak jawab dia,” ujar Petugas medis di ruangan rawat inap.

Batam Pos yang menyambangi kamar pria ini menyaksikan memang kondisinya memprihatinkan. Sekujur tubuh penuh dengan luka seperti terguling atau terjatuh dari sepeda motor. Dia sadar dan sudah bisa bergerak namun dia tak bisa mengingat apapun. Saat ditanya siapa namanya dia hanya diam.

Baca Juga: Samsat Batuaji Luncurkan Aplikasi SIPAMOR untuk Permudah Penagihan dan Pendataan Pajak Kendaraan Bermotor

Dia sudah mendapat penanganan medis yang sesuai dan menutut petugas medis, dia harus menjalani penanganan lebih lanjut seperti operasi sehingga petugas di sana membutuhkan keluarga dekat untuk menyetujui penindakan lebih lanjut tersebut.

“Bagi siapa saja yang mengenal pria ini tolong informasikan ke keluarganya biar segera ambil tindakan medis yang sesuai,” ujar Ellin. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara