Senin, 8 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2622

Target Investasi Rp 115 Triliun per Tahun, BP Batam Siapkan Infrastruktur Prioritas

0
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

batampos – BP Batam akan memfokuskan pengembangan kawasan strategis sebagai prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025.

Langkah ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa perencanaan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen dalam lima tahun mendatang.

“BP Batam bertugas untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Dengan perencanaan yang matang, saya optimis ekonomi Batam akan kembali tumbuh lebih dari 7,04 persen,” ujarnya, Rabu (11/12).

Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, BP Batam Prioritaskan Pengembangan Kawasan Strategis

Untuk mencapai target tersebut, BP Batam menetapkan sejumlah prioritas infrastruktur, di antaranya pengembangan prasarana pendukung konektivitas darat, fasilitas perumahan dan permukiman, serta sarana pengembangan kawasan industri. Langkah-langkah ini dirancang guna mendukung Prioritas Nasional 3 yang menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada periode 2025-2030, Batam harus mampu menarik investasi rata-rata Rp 115 triliun per tahun.

“Kami membutuhkan dukungan penuh dari seluruh komponen daerah agar target ekonomi ini dapat tercapai. Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan rencana kerja pemerintah lima tahun ke depan,” kata Rudi.

Beberapa sektor strategis yang menjadi fokus pengembangan BP Batam meliputi: Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pengembangan terminal kargo untuk meningkatkan kapasitas logistik; Pelabuhan Batuampar, modernisasi pelabuhan guna meningkatkan efisiensi distribusi barang; infrastruktur jalan, peningkatan jalan koridor utama untuk memperlancar konektivitas transportasi darat.

Baca Juga: 216 Km Jalan Butuh Perbaikan, Tambal Sulam Tak Efektif, Warga Harapkan Perbaikan Permanen

Selain itu, BP Batam juga memaksimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti Nongsa Digital Park (NDP) untuk sektor teknologi digital, KEK MRO untuk industri kedirgantaraan, dan KEK Kesehatan yang berfokus pada pariwisata kesehatan terintegrasi.

Rudi optimis langkah-langkah ini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi Batam. Melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor strategis, Batam dapat berkontribusi signifikan dalam mendorong perekonomian nasional menuju target pertumbuhan yang ambisius.

“Dengan pengembangan yang tepat, Batam akan semakin kokoh sebagai pusat investasi dan logistik internasional,” kata dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Target Investasi Rp 115 Triliun per Tahun, BP Batam Siapkan Infrastruktur Prioritas pertama kali tampil pada Metropolis.

ASN Pindah ke IKN Mundur jadi April 2025

0
Ilustrasi bangunan Istana Kepresidenan di IKN yang memiliki desain seperti burung garuda mengepakkan sayapnya. (Ist. Jawa Pos)

batampos – Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyampaikan bahwa ASN yang akan pindah ke IKN bakal mundur menjadi April 2025 atau setelah Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Dari sebelumnya direncanakan pada Januari 2025.

Menurut Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono, rencana itu mundur karena hingga kini Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) masih dalam proses menghitung terkait pemindahan ASN secara bertahap.

Ia mengatakan, sesuai rencana memang pemindahan ASN akan dilakukan pada Januari 2025. Namun karena mendekati Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran maka kemungkinan baru akan dilakukan pada April 2025.

“Menurut Menteri PANRB yang kita siapkan dan hitung semua itu mulai April. Sebenarnya kan bulan Januari 2025, cuma Maret kan lebaran. Ada lebaran, mungkin dihitung itu,” kata Basuki kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Basuki membeberkan bahwa saat ini OIKN sedang ditahap melanjutkan pembangunan IKN. Hal ini sejalan dengan rencana pemindahan ibu kota politik yang bisa dilakukan pada tahun 2028.

Sementara itu, untuk sektor yudikatif dan legislatif baru akan dimulai pembangunannya pada tahun 2025 mendatang. Adapun penyelesaian pembangunannya diperkirakan membutuhkan waktu 2 tahun.

“Yudikatif dan legislatif baru mulai 2025, kalau baru kulai 2025 minimal ya 2027 selesai,” pungkas Basuki.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (PANRB) era Presiden Jokowi, Abdullah Azwar Anas akhirnya membuka suara terkait transfer ASN ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, mutasi ASN ke IKN akan dilakukan mulai Januari 2025 dari sebelumnya dijadwalkan sekitar September dan Oktober tahun ini.

Anas mengklaim, jadwal transfer ini telah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo yang diperolehnya melalui Mensesneg Pratikno, pada Senin (7/10) malam.

“Saya kemarin sudah dapat perintah ditanya terus sama wartawan ini kapan pindah ke IKN. Tadinya September ke Oktober arah Presiden bukan soal apa. Tadi Pak Menteri PU, Kepala OIKN Tadi sampaikan sudah selesai tapi kita diminta ekosistemnya dibereskan,” kata Anas dalam acara Gebyar Pelayanan Prima di Hotel Sheraton Grand, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

“Tapi tadi malam saya dapat perintah dari Bapak Presiden melalui Pak Pratikno. Dapat perintah Januari ASN pindah ke IKN,” sambungnya. (*)

Artikel ASN Pindah ke IKN Mundur jadi April 2025 pertama kali tampil pada News.

Ini 10 Penyakit yang Paling Banyak Ditangani di RSUD Embung Fatimah Batam

0
Perawat RSUD Embung Fatimah saat melayani pasien. Foto: R Yusuf Hidayat/ Batam Pos

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam merilis data 10 penyakit teratas yang ditangani sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin Sumarni, total kasus yang tercatat melibatkan berbagai jenis penyakit, mulai dari infeksi menular hingga penyakit kronis yang dipengaruhi gaya hidup. Data ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat Batam dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pola hidup sehat.

Penyakit pertama dengan jumlah kasus tertinggi adalah Tuberkulosis (TB) paru BTA (+) dengan total 80 pasien, termasuk 74 kasus baru. Sayangnya, enam pasien meninggal dunia, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan. TB tetap menjadi perhatian utama mengingat penularannya yang tinggi dan memerlukan pengobatan yang intensif.

Posisi kedua diisi oleh demam tifoid dan paratifoid, yang mencatat 61 total kasus dengan 59 kasus baru. Dua pasien meninggal dunia akibat penyakit ini, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Penyakit ini erat kaitannya dengan kebersihan makanan dan lingkungan, yang menjadi tantangan di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai.

Baca Juga: Vasektomi, Bukti Sayang Suami kepada Istri

Di peringkat ketiga, diabetes mellitus tidak bergantung pada insulin menjadi ancaman serius dengan 67 kasus, termasuk 59 kasus baru. Tiga pasien perempuan meninggal dunia akibat komplikasi penyakit ini. Pola hidup yang kurang sehat, seperti konsumsi gula berlebih, menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya prevalensi diabetes.

Diare dan gastroenteritis akibat infeksi berada di peringkat keempat dengan 61 kasus, termasuk 58 kasus baru. Satu pasien laki-laki meninggal dunia akibat penyakit ini. Diare sering kali terkait dengan konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi, yang menyoroti pentingnya akses terhadap air bersih.

Pneumonia menduduki posisi kelima dengan 46 total kasus, termasuk 44 kasus baru. Dua pasien perempuan meninggal dunia akibat penyakit ini, yang umumnya menyerang anak-anak dan lansia dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pencegahan dengan vaksinasi dan perbaikan kualitas udara sangat diperlukan.

Di urutan keenam, infark miokard akut atau serangan jantung mencatat 46 kasus, termasuk 41 kasus baru. Dua pasien, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, meninggal dunia. Penyakit ini sering kali disebabkan oleh pola makan tidak sehat, stres, dan kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga: Genangan Air Penyebab Utama Kerusakan Jalan di Batam, DBMSDA Fokus Pemeliharaan

Penyakit lainnya yang menjadi perhatian adalah demam berdarah dengue (DBD) dengan 36 kasus, di mana satu pasien laki-laki meninggal dunia. DBD tetap menjadi masalah kesehatan musiman di Batam, terutama selama musim hujan. Upaya pemberantasan sarang nyamuk terus digalakkan untuk menekan kasus ini.

Anemia lainnya berada di posisi kedelapan dengan 33 kasus, tanpa pasien meninggal dunia. Gangguan ini sering kali disebabkan oleh kekurangan nutrisi, khususnya zat besi, yang penting untuk produksi darah.

Gangguan endokrin, nutrisi, dan metabolisme lainnya mencatat 44 kasus, dengan angka kematian cukup tinggi, yaitu lima pasien perempuan. Gangguan ini mencerminkan pola makan yang kurang seimbang dan perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan metabolisme.

Terakhir, hipertensi esensial (primer) mencatat 31 kasus, termasuk 30 kasus baru. Satu pasien laki-laki meninggal dunia akibat komplikasi hipertensi. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala namun memiliki dampak serius pada organ vital jika tidak terkontrol.

Baca Juga: Disdik Sebut Rasio Guru dan Siswa di Batam Belum Ideal

Ellin Sumarni menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyakit-penyakit ini dengan menjaga kebersihan, mengadopsi pola makan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kesadaran akan kesehatan adalah langkah pertama untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit,” ujarnya.

Darwis, perangkat RT berharap ada perhatian dan peningkatan fasilitas drainase di tahun 2025 mendatang untuk mendukung pola hidup sehat masyarakat. Persoalan yang sering dialami selama ini adalah masalah kebersihan lingkungan.

Sanitasi pemukiman kurang memadai sehingga lingkungan jadi tak sehat. Genangan air dan penumpukan sampah menjadi penyumbang lonjakan berbagai penyakit yang dialami masyarakat.

“Kuncinya di pola hidup sehat. Ini juga harus didukung dengan lingkungan yang sehat. Drainase dan sampah masih bermasalah selama ini. Semoga di tahun yang akan datang ini bisa dibenahi untuk mendukung kehidupan masyarakat yang sehat dan kuat,” ujar Darwis. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Ini 10 Penyakit yang Paling Banyak Ditangani di RSUD Embung Fatimah Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Dewan Minta Disdik Bersikap Selesaikan Konflik Siswa SD yang Dikeluarkan Gegara Ortu Protes

0
Ketua DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Kepri saat ini belum mengambil sikap, terkait adanya Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tanjungpinang Kota, yang bakal mengeluarkan seorang siswa usai mengharumkan nama sekolah.

Siswa kelas empat berinisial JS (10) itu terancam dikeluarkan dari sekolah, setelah terjadinya pertikaian antara Kepala Sekolah dengan orang tua murid, yang tidak menerima adanya dugaan pemotongan uang hadiah juara.

Sejauh ini, Disdik Tanjungpinang sama sekali belum berupaya untuk melakukan mediasi antara pihak sekolah dengan orang tua. “Mediasi kita tidak tahu, saya tunggu instruksi dari pimpinan. Kalau saya pribadi belum bisa bersikap,” kata Kasi Pembinaan SD Disdik Tanjungpinang, Ahmad Suprapto kepada Batam Pos, Rabu (11/12).

BACA JUGA: Komplain Hadiah Lomba Dipotong, Siswa SD di Tanjungpinang Malah Dikeluarkan dari Sekolah

Kepala Sekolah di SD tersebut, diklaim telah mendatangi Disdik untuk mengklarifikasi permasalahan itu. Menurutnya, dikeluarkannya siswa berprestasi ini, atas permintaan dari orang tua.

Kendati demikian, ia tidak bisa menjelaskan secara rinci, penyebab kepala sekolah ataupun orang tua ingin memberhentikan JS dari SD yang berada di Kecamatan Tanjungpinang Kota itu.

“Tidak bisa menjelaskan permasalahannya apa. Detailnya kita tidak tahu. Karena orang tua belum ada konfirmasi ke kita (Disdik),” tambahnya.

Selain itu, Disdik juga membantah bahwa SD tersebut telah memotong hadiah lomba juara Pidato Berbahasa Melayu yang dimenangkan JS senilai Rp1,9 juta. Menurutnya, semua uang hadiah sebesar Rp3,8 juta itu sudah diberikan kepada orang tua.

“Setahu saya kepala sekolah sudah kasih semua. Ini pengakuan dari pihak sekolah,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto menyayangkan tindakan kepala sekolah yang tega memberhentikan siswa berprestasi, hanya karena adanya protes orang tua terkait pemotongan uang hadiah.

Agus menegaskan, seharusnya Kepala Sekolah dapat memanggil orang tua sebelum menerbitkan surat, untuk memberhentikan dan memindahkan JS dari SD tersebut.

“Yang lebih parahnya, harusnya Kepala Dinas Pendidikan memanggil kepala sekolah dan orang tua murid untuk didudukan. Untuk dicarikan solusi,” sebutnya.

Jika Dinas Pendidikan lepas tangan, Ketua DPRD Tanjungpinang itu akak meminta Komisi I untuk segera memanggil semua pihak yang terlibat. “Agar masalah itu diselesaikan. Jangan dibiarkan seperti ini, takutnya menjadi pembelajaran yang tidak baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

 

Artikel Dewan Minta Disdik Bersikap Selesaikan Konflik Siswa SD yang Dikeluarkan Gegara Ortu Protes pertama kali tampil pada Kepri.

Aturan Baru, Kolom Pungutan di STNK Kendaraan Jadi Tambah Banyak

0
Tampilan STNK dengan tambahan kolom kutipan Opsen PKB. (Modul PPRD).

batampos – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) menerbitkan ‘Modul PDRD: Opsen Pajak Daerah’, pada (5/11) lalu. Modul ini diharapkan bisa menjadi referensi untuk pemerintah daerah menyusun kebijakan opsen pajak daerah, sebelum diberlakukan mulai 5 Januari tahun 2025.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Luky Alfirman dalam sambutannya di ‘Modul PDRD: Opsen Pajak Daerah’ menyatakan, implementasi opsen pajak daerah sesuai dengan UU HKPD berlaku mulai 5 Januari 2025, sehingga sudah tidak lama lagi kebijakan ini harus berjalan secara nasional dan serentak.

“Dalam rangka implementasinya diperlukan strategi dan upaya persiapan, baik oleh pemerintah pusat, pemda, dan stakeholders terkait lainnya (perbankan dan kepolisian), antara lain meliputi penguatan dasar hukum, koordinasi dengan pihak terkait, penyiapan administrasi, dan komunikasi publik. Hadirnya modul ini diharapkan mampu membantu mempersiapkan implementasi kebijakan opsen pajak daerah,” tulis Luky.

Adapun kebijakan opsen pajak daerah atas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Kebijakan opsen pajak daerah ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Sementara spesifik untuk kendaraan bermotor, Opsen Pajak ini juga akan mempengaruhi STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan masyarakat. Nantinya, STNK kendaraan bermotor akan ketambahan kolom baru untuk kutipan Opsen Pajak.

Yang berubah adalah lembar Surat Ketetapan Kewajiban Pembayaran (SKKP) PKB/BBNKB dan SWDKLLJ yang biasanya melekat di STNK. Dikutip dari Modul PDRD Opsen Pajak Daerah, Direktorat Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kementerian Keuangan, terdapat penambahan dua kolom pajak di tabel jumlah pajak yang harus dibayar, yaitu Opsen PKB dan Opsen BBNKB.

Jika mengacu pada Modul PPRD, total akan ada tujuh komponen pajak yang harus dibayar. Penambahan ini juga menandai beban kutipan baru bagi para pemilik kendaraan bermotor khususnya yang brand new alias gress dari diler.

Nantinya, tabel pajak harus dibayar di SKKP yang ada di belakang STNK itu bakal berubah menjadi sebagai berikut:

– BBNKB
– Opsen BBNKB
– PKB
– Opsen PKB
– SWDKLLJJ
– Biaya Administrasi STNK
– Biaya Administrasi TNKB

Modul PPRD tersebut juga merinci mekanisme setoran Opsen PKB dan Opsen BBNKB yang harus dibayarkan pemilik kendaraan. Tertulis bahwa kedua tambahan pajak itu dibayar bersamaan dengan penyetoran PKB dan/atau BBNKB oleh bank ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pembayaran Opsen PKB dan Opsen BBNKB dilakukan bersamaan dengan pembayaran PKB dan BBNKB. SKPD Opsen PKB dan SKPD Opsen BBNKB ditetapkan oleh Gubernur dan dicantumkan di dalam SKPD PKB atau SKPD BBNKB.

Berdasarkan Perpres Samsat, SKKP berfungsi sebagai SKPD. Untuk mengakomodir Opsen PKB dan Opsen BBNKB, pada SKKP yang ada saat ini dapat ditambahkan baris untuk memuat jumlah opsen pajaknya.

Pembayaran Opsen PKB dan Opsen BBNKB terutang oleh WP menggunakan SSPD berdasarkan SKPD yang ditetapkan. Berdasarkan Perpres tentang Samsat, TBPKP berfungsi sebagai SSPD. Besaran Opsen PKB/Opsen BBNKB terutang perlu dimuat dalam SSPD PKB/BBNKB (menambah baris dalam TBPKP). (*)

Artikel Aturan Baru, Kolom Pungutan di STNK Kendaraan Jadi Tambah Banyak pertama kali tampil pada News.

Persiapan Nataru 2024 di Kepri: Transportasi Laut dan Darat Siap, Pembelian Tiket 100 Persen Daring

0
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar, Minggu (8/12). Menjelang Natal dan Tahun Baru penumpang kapal mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, sejumlah pihak terkait di Kepri menyatakan kesiapan mereka untuk memastikan kelancaran arus transportasi baik di jalur laut maupun darat.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri, Dini Kusumahati, mengungkapkan bahwa koordinasi antarinstansi telah dilakukan guna meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.

“Kami sudah melakukan koordinasi persiapan angkutan Nataru di lintas penyeberangan baik laut maupun darat di Kepulauan Riau agar tercipta keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Kami fokus pada pelayanan kepada masyarakat,” ujar dia, Rabu (11/12).

Baca Juga: Uji Coba Peningkatan Suplai Air Dimulai, Proyek Pipa Baru untuk Wilayah Batuaji dan Nongsa

Menurut Dini, kesiapan sarana dan prasarana telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Setelah rapat koordinasi bersama instansi terkait, persiapan dinyatakan mencapai 100 persen. Ramcheck terhadap kendaraan darat dan kapal penyeberangan juga telah dilakukan sepenuhnya.

Dini menjelaskan bahwa salah satu pembaruan dalam pelaksanaan tahun ini adalah penerapan pembelian tiket secara daring. “Rekayasa tidak terlalu berbeda dari tahun sebelumnya, namun tahun ini pembelian tiket 100 persen dilakukan secara online. Kami berharap masyarakat yang datang ke pelabuhan sudah memiliki tiket,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menyediakan ruang khusus bernama bufferzone di beberapa pelabuhan bagi masyarakat yang mengalami kendala terkait kepemilikan tiket.

“Sosialisasi melalui media sosial juga sudah dilakukan agar masyarakat lebih memahami mekanisme baru ini,” ujarnya.

Baca Juga: Penduduk Usia Kerja di Batam Capai 940 Ribu, Tingkat Pengangguran Turun Jadi 7,68 Persen

Hal senada disampaikan General Manager PT ASDP Cabang Batam, Hermin Welkis, yang memastikan kesiapan fasilitas di Pelabuhan Roro Telaga Punggur. “Kami sudah menyiapkan bufferzone khusus agar tidak ada penumpang atau kendaraan yang tidak mendapatkan pelayanan. Penumpang yang datang cukup menunjukkan tiket dan langsung naik ke kapal,” kata Hermin.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah membuka penjualan tiket sejak beberapa hari lalu untuk semua rute. Jika terjadi lonjakan penumpang menjelang hari keberangkatan, PT ASDP siap menambah perjalanan ekstra.

“Kami berharap penumpang yang sudah memiliki tiket dapat langsung antre dan masuk ke kapal tanpa harus menumpuk di pelabuhan,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Persiapan Nataru 2024 di Kepri: Transportasi Laut dan Darat Siap, Pembelian Tiket 100 Persen Daring pertama kali tampil pada Metropolis.

Pesan Presiden Prabowo ke Polri di Akpol Semarang: Kurangi Perayaan Ulang Tahun, Sederhana Saja, Tumpengan di Markas

0
Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto saat pembukaan Apel Kasatwil Polri 2024 di Semarang. (Mabes Polri)

batampos – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan institusi Kepolisian untuk selalu berhemat dan efisien dalam mengelola anggaran negara.

Ia mengimbau kepolisian untuk mengurangi acara-acara yang bersifat seremoni, termasuk peringatan hari ulang tahun (HUT).

Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan arahan di acara apel Kasatwil Polri di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (11/12). “Sekali lagi, hemat, kurangi pemborosan. Kurangi seremoni, jangan terlalu banyak (perayaan) HUT HUT,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, sebaiknya perayaan ulang tahun Kepolisian dirayakan secara sederhana dan menghindari pemborosan. Misalnya dengan tumpengan di markas. “Kurangi perayaan ulang tahun. Sederhana saja tumpengan di markas,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan kepada jajaran kepolisian untuk selalu berpihak kepada rakyat dan membela kepentingan rakyat.

“Saya minta saudara-saudara, saya mengimbau, bukan atas nama Prabowo, tetapi atas nama rakyat Indonesia. Atas nama orang tuamu. Atas nama anak-anakmu, kepolisian berpihaklah, dan selalu membela kepentingan rakyat Indonesia,” pesan Prabowo.

Prabowo juga menekankan harapannya agar kepolisian selalu menjunjung profesionalisme dalam bertugas. “Dengan polisi yang kuat, militan, yang profesional, kita selamatkan masa depan kita. Kita selamatkan bangsa,” tegas Prabowo.

“Bangsa dan rakyat sangat memerlukan polisi yang terampil,” imbuhnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Pesan Presiden Prabowo ke Polri di Akpol Semarang: Kurangi Perayaan Ulang Tahun, Sederhana Saja, Tumpengan di Markas pertama kali tampil pada News.

12,3 Kg Sabu Dibakar, BNNP Kepri Musnahkan Barang Bukti Penindakan Selama 2 Bulan

0
Kabid Berantas BNNP Kepri, Kombes Bubung Pramiadi memasukkan sabu yang dimusnahkan ke dalam mobil incinerator di Kantor BNNP Kepri, Nongsa, Rabu (11/12). F.BNNP Kepri untuk Batam Pos

batampos – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 12,3 kilogram, Rabu (11/12). Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan mobil incinerator.

Kabid Berantas BNNP Kepri, Kombes Bubung Pramiadi mengatakan pemusnahan barang bukti ini merupakan hasil penindakan selama 2 bulan, yakni Oktober-November.

“Sabu ini didapati dari 4 laporan dengan jumlah 3 orang tersangka,” ujarnya.

Bubung menjelaskan kasus ini diungkap di 2 lokasi yakni di Batam dan Karimun. Dimana, kasus pertama diungkap Tim F1QR Lantamal IV Batam di Perairan Karimun pada akhir Oktober lalu.

Dalam kasus ini, petugas mengamankan barang bukti 10 kg sabu dan tersangka berinisial NR, 48.

“Untuk proses hukumnya dilimpahkan ke BNNP Kepri, dan barang buktinya ini telah mendapatkan ketetapan hukum untuk dimusnahkan,” katanya.

Kasus kedua diungkap oleh Bea Cukai Karimun di Pelabuhan Internasional dengan barang bumti 177 gram sabu dan tersangka berinisial BS, 29. Kemudian pengungkapan Lantamal IV Batam dengan barang bukti 2,5 kilogram di Perairan Belakang Padang.

“Kasus ketiga ini pelaku melarikan diri, dan hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan bersama siapa pemilik dan yang membawanya,” katanya.

Sedangkan pengungkapan keempat pada Selasa (26/11) di Perairan Pulau Keban, Karimun dengan barang bukti 18 paket sabu atau seberat 35,51 gram.

“Pemusnahan ini sebagai bentuk komitmen kita bersama untuj memberantas peredaran narkotika di Kepri ini,” tutupnya.

Adapun ke tiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) sub Pasal 112 (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel 12,3 Kg Sabu Dibakar, BNNP Kepri Musnahkan Barang Bukti Penindakan Selama 2 Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

Satu Korban Speeboat Tenggelam Ditemukan Meninggal

0
Warga yang ikut mencari korban hilang pasca tenggelam speedboat fiber menemukan satu orang korban atas nama Suhardi alias Dan keadaan meninggal dunia. f. ist

batampos– Hari ketiga pencarian korban tenggelamnya satu unit speeboat pada Senin (9/12) yang ditumpangi para karyawan perusahaan tambang pasir darat dari Desa Buluh Patah, Kecamatan Sugie Besar tujuan ke Moro, Rabu (11/12) telah berhasil menemukan satu dari tiga orang yang hilang.

Kapolsek Moro, AKP Wibowo yang dikonfirmasi Batam Pos membenarkan bahwa upaya pencarian terhadap tiga orang korban tenggelamnya speedboat sudah berhasil ditemukan satu orang. ”Satu orang ditemukan atas nama Suhardi alias Dan dalam keadaan meninggal. Ditemukan oleh warga dio Perairan Rukau, Kecamatan Moro pada pukuk 07.30 WIB,” ujarnya.

BACA JUGA: Tim Gabungan Masih Cari Korban Speedboat Tenggelam di Perairan Kepala Riau

Tim Gabungan yang bverada di lapangan, katanya, langsung menuju ke lokasi tempat ditemukannya satu korban tenggelamnya speedboat fiber untuk melakukan evakuasi. Pada siang harinya, korban yang ditemukan berhasil dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga.

”Mayat korban tidak dibawa ke Puskesmas, melainkan langsung diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan kemudian akan dikebumikan. Dengan ditemukannya satu orang korban tenggelamnya satyu unit speedboat, mkaka saat ini masih ada dua orang korban yang belum ditemyukan. Pencarian terhadao dua korban lagi akan dilanjutkan keesokan hari,” ungkap Kapolsek Moro.

Sesuai beriota di Batam Pos, speedboat fiber dengan mesin tempel berkekuatan 40 PK yang berangkat dari Desa Buluh Patah, Kecamatan Sugie Besar pada Senin (9/12) tenggelam setelah dihantam ombak dan angin kencang di Perairan Kepala Riau. Saat kejadian, di dalam speedbioat terdapat 6 orang penumpang termasuk satu orang tekong.

Dari kejadian ini, tekong dan satu orang penumpang selamat. Sementara itu, empat orang meninggal sempat hilang. Dan, satu diantaranya ditemyukan terlebih dulu atas nama Indra meninggal dunia, Kemudian, hari ini (Rabu) satu korban ditemukan atas nama Suhardi. Masih ada dua orang yang belum ditemukan atas nama Yat dan Maikel. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Satu Korban Speeboat Tenggelam Ditemukan Meninggal pertama kali tampil pada Kepri.

Ratusan PMI Ilegal yang Dideportasi Malaysia Tiba di Tanjungpinang, Ada 3 Anak-anak

0
Ratusan PMI nonprosedural dideportasi oleh pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa (10/12). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia dengan sistem nonprosedural atau tidak resmi dideportasi. Ratusan PMI itu kembali ke tanah air melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepri.

Setidaknya ada 300 PMI ilegal yang dijadwalkan tiba di Tanjungpinang pada Selasa (10/12). Beberapa diantara mereka berasal dari Provinsi Kepri, sementara sisanya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga daerah lainnya.

“Sore ini masuk 150 orang (PMI), tiga diantaranya anak-anak. Malam ini akan masuk lagi sebanyak 150 orang. Jadi total 300 orang yang dikirim dari Johor Baru,” kata Koordinator Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, Ani Sulistia Ningsih.

BACA JUGA: Malaysia Deportasi Ratusan PMI Bermasalah Lewat Tanjungpinang

Sebelum dipulangkan, ratusan PMI nonprosedural ini sempat ditahan di tempat tahanan Pekan Nanas, Malaysia. Rata-rata mereka diberi hukuman, karena bekerja di negeri jiran tersebut tanpa mengantongi dokumen yang resmi.

Sepanjang tahun 2024 sendiri, setidaknya terdapat 1.391 PMI ilegal yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia melalui Tanjungpinang. “Sebagian besar masuk melalui jalur tikus (tidak resmi). (PMI) lewat jalur resmi sedikit sekali,” tambahnya.

Sementara 300 orang yang tiba hari ini, bakal segera dilakukan pemulangan ke kampung halaman masing-masing. “300 orang ini akan dibawa ke RPTC Tanjungpinang dulu, sebelum dilakukan pemulangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Junior satu diantara PMI yang dideportasi itu menyampaikan bahwa ia ditangkap saat berada di tengah laut, saat tengah menuju Malaysia melalui jalur yang tidak resmi.

Pria asal NTT tersebut mengaku masuk ke Malaysia menggunakan kapal tongkang, yang berlayar dari Tanjung Balai. Di negeri jiran, ia berencana akan bekerja di kebun sawit.

“Kirain orang yang mau jemput kita, ternyata polisi Malaysia. Pergi kesana pakai kapal tongkang, sama 28 orang lainnya,” pungkasnya. (*)

Reportre: M Ismail

 

Artikel Ratusan PMI Ilegal yang Dideportasi Malaysia Tiba di Tanjungpinang, Ada 3 Anak-anak pertama kali tampil pada Kepri.