Senin, 8 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2626

Genangan Air Penyebab Utama Kerusakan Jalan di Batam, DBMSDA Fokus Pemeliharaan

0
Para pekerja melakukan perbaikan jalan rusak di Jalan Raja Isa Batamcenter, Senin (9/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam terus berupaya menjaga kualitas infrastruktur jalan di kota ini meski dengan keterbatasan anggaran. Dengan panjang jalan lebih dari 1.200 kilometer, sebanyak 82 persen jalan di Batam dinyatakan dalam kondisi baik, sedangkan 18 persen sisanya memerlukan perbaikan dari pemeliharaan rutin hingga menyeluruh.

Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada perbaikan jalan yang rusak dan pembenahan drainase untuk mengurangi genangan air. Menurutnya, genangan air adalah penyebab utama kerusakan aspal jalan di Batam.

“Musuh utama jalan adalah air. Oleh karena itu, kami tidak hanya melakukan pemeliharaan jalan, tetapi juga membenahi saluran air dan drainase di sejumlah wilayah. Dengan langkah ini, ketahanan aspal dapat lebih lama,” ujar Suhar.

Meski memiliki tanggung jawab besar, DBMSDA Batam menghadapi kendala anggaran yang terus menurun. Pada 2024, dinas ini hanya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp140 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan Rp190 miliar pada 2023 dan sekitar Rp300 miliar per tahun di masa sebelumnya.

Baca Juga: DBM-SDA Batam Fokus Tingkatkan Kualitas Jalan, 18 Persen Butuh Penanganan

“Dengan panjang jalan yang setara dengan rute Jakarta ke Surabaya, anggaran yang kami dapat sangat terbatas. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk memprioritaskan mana saja yang paling mendesak,” kata Suhar.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari gaji pegawai, operasional kantor, hingga proyek fisik seperti pemeliharaan dan pembangunan jalan.

Salah satu program yang diupayakan oleh DBMSDA adalah overlay, yakni penambahan lapisan aspal untuk memperbaiki kondisi fungsional dan struktural jalan. Namun, proses ini membutuhkan biaya besar sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

“Melihat usia jalan, banyak yang sudah membutuhkan overlay. Kami usulkan anggarannya karena pekerjaan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk pengaspalan ulang pada ruas-ruas jalan yang kritis,” ungkap Suhar.

Suhar menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan jalan baru dan peningkatan kualitas jalan lama. Langkah ini diperlukan untuk memastikan seluruh ruas jalan di Batam dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Jalan baru terus kami tambah, tetapi kualitas jalan lama juga harus ditingkatkan. Dengan langkah ini, kami berharap kemantapan jalan bisa meningkat dari 82 persen menjadi 83 persen, atau bahkan mencapai 100 persen secara bertahap,” jelasnya.

Baca Juga: Golput Mendominasi, Sentimen Negatif Pengaruhi Suara Pemilih di Batam

Untuk mendukung program pemeliharaan jalan, DBMSDA membuka pintu bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi jalan rusak di lingkungan mereka. Laporan tersebut dapat disampaikan langsung ke dinas atau melalui media seperti WhatsApp.

“Setiap hari kami memantau dan melakukan pemeliharaan sesuai prioritas. Jika ada laporan dari masyarakat, kami upayakan segera ditindaklanjuti,” ujar Kepala Bidang Bina Marga, Dohar Hasibuan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, DBMSDA Batam berharap kualitas jalan di kota ini dapat terus meningkat, mendukung aktivitas masyarakat, dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Meski tantangan anggaran menjadi kendala, komitmen untuk menjaga infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama.

“Pembangunan jalan adalah investasi jangka panjang. Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan jalan di Batam lebih baik dan tahan lama,” tutup Suhar. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Genangan Air Penyebab Utama Kerusakan Jalan di Batam, DBMSDA Fokus Pemeliharaan pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Geledah Kantor Dishub dan Kesbangpol Pekanbaru

0
Penyidik KPK menggeledah Kantor Dishub Pekanbaru sekaligus membawa kepala dinas perhubungan. (Annisa Firdausi/Antara)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yakni Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Selasa (10/12).

Penggeledahan di kantor Dishub Pekanbaru dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Tim KPK terlihat membawa sejumlah koper, tas ransel, dan kardus, dari dalam gedung setelah memeriksa ruangan di lantai 1 dan 5 Gedung Belah Bubung tersebut.

Selain itu, Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso diketahui turut dibawa keluar gedung oleh KPK dan masuk ke mobil. Meski demikian, ruangan kantor Dishub Pekanbaru tidak disegel dan aktivitas pegawai tampak berjalan seperti biasa usai penggeledahan.

Selanjutnya, KPK lakukan penggeledahan di kantor Badan Kesbangpol Pekanbaru. Kuat dugaan penggeledahan berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu yang menyeret nama Penjabat Wali Kota Pekanbaru saat itu Risnandar Mahiwa dan Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution.

Penyidik KPK menetapkan Pj Wali Kota Pekanbaru Risnandar Mahiwa (RM) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Pemerintah Kota Pekanbaru. Hal itu setelah melakukan OTT pada Senin (2/12).

”KPK melakukan serangkaian pemeriksaan dan telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dengan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu RM, IPN, dan NK,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/12).

Tersangka lainnya yakni Pelaksana Tugas Kepala Bagian Umum Pemerintah Kota Pekanbaru Novin Karmila (NK). Dalam operasi senyap tersebut, penyidik KPK menyita uang tunai Rp 6,8 miliar yang diamankan dari beberapa tempat.

”KPK mengamankan total sembilan orang, yakni delapan orang di wilayah Pekanbaru dan satu orang di Jakarta, serta sejumlah uang dengan total sekitar Rp 6.820.000.000,” sebut Nurul Ghufron. (*)

Artikel KPK Geledah Kantor Dishub dan Kesbangpol Pekanbaru pertama kali tampil pada News.

Disdik Sebut Rasio Guru dan Siswa di Batam Belum Ideal

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto menjelaskan penerimaan PPPK Guru tahun ini. F.Rengga Yuliandra

batampos – Kota Batam masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Batam, rata-rata satu sekolah negeri di Batam memiliki jumlah siswa antara 800 hingga 1.500 orang, namun jumlah guru yang tersedia hanya sekitar 30 hingga 40 orang per sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa rasio tersebut jauh dari angka ideal. “Idealnya, dengan jumlah siswa seperti itu, dibutuhkan 10 persen dari jumlah siswa sebagai tenaga pengajar. Artinya, satu sekolah dengan 1.000 siswa, seharusnya memiliki minimal 100 guru,” ujar Tri Wahyu, Selasa (10/12).

Kekurangan tenaga pengajar ini menjadi tantangan besar bagi mutu pendidikan di Batam. Dengan jumlah guru yang terbatas, beban kerja semakin berat, terutama di sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang tinggi.

“Ini juga berpengaruh pada efektivitas proses belajar-mengajar. Guru harus menangani lebih banyak siswa, sehingga perhatian terhadap masing-masing siswa menjadi kurang optimal,” tambahnya.

Baca Juga: Seribuan Kendaraan di Batam Sudah Ikut Program Parkir Berlangganan

Tri Wahyu menyebutkan, salah satu penyebab kekurangan guru adalah kebijakan penghapusan rekrutmen tenaga honorer. Saat ini, penambahan guru hanya bisa dilakukan melalui rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang jumlah formasinya sangat terbatas.

“Kami terus mengupayakan agar formasi guru dalam seleksi PPPK dapat ditambah. Namun, tentu saja itu membutuhkan waktu. Di sisi lain, kami mendorong optimalisasi tenaga pendidikan yang ada saat ini,” katanya.

Baca Juga: DPRD Batam Agendakan RDP Terkait Polemik Perusahaan di Teluk Bakau

Dengan situasi tersebut, pemerintah daerah berharap adanya dukungan lebih dari pemerintah pusat untuk menambah alokasi formasi guru di Batam. Selain itu, solusi jangka panjang seperti pembangunan sekolah baru juga diperlukan untuk mengurangi beban sekolah yang kelebihan kapasitas siswa.

Disinggung mengenai jumlah guru yang memiliki sertifikasi pendidik (serdik), Tri Wahyu menyebutkan angkanya cukup besar, namun ia belum bisa memastikan jumlah pastinya.

“Saya tidak hafal datanya. Namun terakhir, kami menghasilkan 150 guru agama Islam yang mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) dan dinyatakan lulus semuanya,” ucap Tri Wahyu.

Baca Juga: Batam Kekurangan 700 Guru, Disdik Berharap Ada Solusi Tahun Depan

Menurutnya, sertifikasi pendidik penting untuk memastikan mutu pendidikan di Batam. Selain itu, sertifikasi juga berdampak langsung pada kesejahteraan guru.

“Bagi guru yang sudah bersertifikasi, baik ASN maupun non-ASN, mereka berhak mendapatkan tunjangan tambahan. ASN menerima tunjangan setara satu bulan gaji pokok, sedangkan guru non-ASN mendapatkan sekitar Rp2 juta. Namun, bagi yang belum bersertifikasi, tunjangan yang diterima hanya setengahnya,” jelasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Disdik Sebut Rasio Guru dan Siswa di Batam Belum Ideal pertama kali tampil pada Metropolis.

Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp 8,1 Triliun untuk IKN

0
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. (Nurul F/JawaPos.com)

batampos – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 8,1 triliun pada tahun 2025. Anggaran ini nantinya akan menambah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) OIKN yang ditetapkan sebesar Rp 6,3 triliun.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan usulan penambahan anggaran ini salah satunya akan digunakan untuk melaksanakan pembangunan lembaga legislatif dan yudikatif di IKN beserta huniannya, sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto.

Basuki pun memastikan bahwa usulan ini telah disampaikan kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“DIPA kami ada Rp 6,3 triliun, karena perintahnya Pak Presiden untuk mulai melaksanakan yudikatif, legislatif, dan huniannya. Kami sedang mengajukan tambahan ke Bappenas dan Menteri Keuangan Rp 8,1 triliun,” kata Basuki kepada wartawan, belum lama ini.

Tak hanya untuk digunakan pembangunan beserta kelengkapan sarana dan prasarana gedung legislatif dan yudikatif. Namun anggaran itu juga akan digunakan untuk membangun jalan sebagai konetivitas di IKN.

Adapun rencananya pembangunan gedung lembaga legislatif dan yudikatif baru akan dimulai pada awal Januari 2025. Ia menargetkan gedung tersebut akan selesai pada tahun 2027.

“Kalau yang yudikatif dan legislatif baru akan dimulai 2025 ini. Kalau dimulai dari 2025 ini paling 2027 selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 11,2 triliun per Juli 2024. Angka ini merupakan 26,4 persen dari pagu anggaran yang disiapkan pada tahun ini sebesar Rp 42,5 triliun.

Anggaran tersebut telah direalisasikan untuk klaster infrastruktur sebesar Rp 9 triliun dari pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 39,3 triliun. Diantaranya untuk pembangunan Gedung di Kawasan Istana Negara, Kawasan Kemenko dan Kementerian Lain serta Gedung OlKN; Pembangunan tower rusun ASN dan Hankam, Rumah tapak Menteri, dan Rumah Sakit IKN.

Pemerintah juga memberikan tambahan anggaran untuk pembangunan jalan tol IKN, jalan dan jembatan IKN, dan Bandara VVIP, Penataan dan Penyempurnaan Kawasan Bendungan Sepaku Semoi, Embung KIPP, dan Pengendalian Banjir IKN. (*)

Artikel Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp 8,1 Triliun untuk IKN pertama kali tampil pada News.

Dinilai Terbukti Lakukan TPPO, Wanita Asal Medan Dituntut 5 Tahun Penjara

0
Ilustrasi sidang

batampos – Erinda Sri Wahyuni, wanita asal Medan dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam. Wanita berkulit kuning langsat ini dinilai jaksa terbukti melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Erinda merekrut perempuan untuk dipekerjakan sebagai wanita malam di luar negeri. Atas perekrutan itu, Erinda pun mendapat sejumlah keuntungan.

Dalam amar tuntutan jaksa, menilai perbuatan terdakwa Erinda telah sah dan menyakinkan bersalah. Sebagaimana dakwaan jaksa atas pasal 4 Juncto Pasal 10 Juncto Pasal 48 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Perbuataan terdakwa tak ada alasaan pemaaf dan pembenar,” tegas jaksa Arfian, Selasa (10/12).

Baca Juga: Tersangka Kasus Perjudian di Batam Ajukan Praperadilan, Ini Hasilnya

Menurut Arfian, hal memberatkan perbuataan terdakwa karena tidak mengikuti program pemerintah dalam hal tindak pidana perdagangan orang. Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan menyesal.

“Memperhatikan unsur pasal telah terpenuhi, maka menuntut terdakwa Erinda dengan 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara,” imbuh jaksa.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukum dari LBH Suara Keadilan Vierki Siahaan meminta waktu satu pekan untuk pembelaan. Sidang pun ditunda hingga minggu depan dengan agenda pembelaan.

Diketahui, kasus tindak pidana orang (TPPO) yang menyeret terdakwa Erinda Sri Wahyuni terungkap sekira bulan Juni 2024 lalu. Terdakwa ditangkap aparat kepolisian di Hotel Nagoya Inn yang beralamat Komplek Bumi Indah, Blok III Nomor 20-21 Nagoya, Kota Batam.

Baca Juga: Terbukti Cabuli Santri Pengelola Pesantren Galang Divonis 13 Tahun

Pada saat penangkapan, polisi berhasil mengamankan terdakwa dan para korban, yakni saksi Friska Abdilah, saksi Beby Rahayu Pricillya, saksi Fara Aulia dan saksi Syahputri. Setelah penangkapan dan diinterogasi, terungkap bahwa para CPMI ini di rekrut oleh terdakwa dari Patumba Medan. Rencananya, para korban akan di pekerjakan disalah satu klub malam di Malaysia.

Menurut terdakwa Erinda Sri Wahyuni, dirinya nekad merekrut para CPMI ini atas perintah seseorang bernama Koko Chayang (DPO) selaku pemilik klub malam di Negara Malaysia.

Atas perbuatannya, terdakwa Erinda Sri Wahyuni pun didakwa melanggar pasal 4 Juncto Pasal 10 Juncto Pasal 48 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).(*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Dinilai Terbukti Lakukan TPPO, Wanita Asal Medan Dituntut 5 Tahun Penjara pertama kali tampil pada Metropolis.

Siapkan 7 Armada untuk Nataru, Cuaca Ekstrim Jadi Tantangan Warga Berlibur ke Luar Daerah

0
Suasana Pelabuhan Tarempa tampak dipadati calon penumpang yang hendak menikmati liburan ke luar daerah. f.ihsan

batampos – Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Kabupaten Anambas telah menyiapkan 7 armada kapal laut untuk mengangkut calon penumpang yang ingin nikmati libur pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) keluar daerah.

“Kami sudah berkordinasi dengan operator kapal, sejauh ini ada 7 armada yang disiapkan untuk Nataru,” ujar Kepala Dishub-LH Anambas, Abdul Kadir kepada batampos, Selasa, (10/12).

Kadir menjelaskan ketujuh armada yang disiapkan itu yakni MV Seven Star Island, MV VOC Batavia, KM Bukit Raya, KM Lawit (tambahan ekstra dari Pelni), KM Malahayati, KM Sabuk Nusantara 36 dan MV Cinta Indomas.

“Untuk MV Cinta Indomas yang melayani Tarempa-Letung saya dapat informasi besok sudah mulai jalan reguler,” sebut Kadir.

BACA JUGA: Cuaca Buruk, Dua Kapal Ferry Dari Batam Pindah Tempat Bersandar ke Pelabuhan Kuala Maras 

Selama ini, MV Cinta Indomas dalam kurun waktu satu bulan tidak berlayar dikarenakan perawatan rutin di Tanjungpinang. Kapal tersebut digantikan dengan speedboat kecil.

“Cuaca ekstrem begini, kita larang speedboat kecil ke Letung. Bahaya sekali,” tegas Kadir.

Selain itu, pihaknya sedang menunggu kepastian KMP Bahtera Nusantara 01 untuk kembali berlayar. Sampai saat ini kapal roro itu belum selesai docking di Karimun.

“Harapan kita Roro kembali jalan. Kalau tak bisa jalan, kita minta kapal pengganti lah yaitu KMP Bahtera Nusantara 03 yang biasa berlayar ke Tambelan,” tutur Kadir.

Kapal pengganti, menurutnya sangat penting direalisasikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Setiap tahun memang jarang ada lonjakan penumpang dimomen Nataru. Tapi kita antisipasi,” kata Kadir.

Pada momen Nataru ini, ia khawatir dengan cuaca yang telah memasuki musim utara yang disertai gelombang begitu kuat.

“Tiap tahun kita khawatir. Kita sampaikan ke operator kapal, kalau gelombang memungkinkan untuk jalan, ya harus jalan. Kalau tidak, ditunda dulu,” tuturnya.

Kepada masyarakat, ia memghimbau untuk selalu memperhatikan cuaca sebelum menyusun rencana untuk berlibur ke luar daerah.

“Kita menghimbau saudara kita yang ingin liburan, perhatikan cuaca. Kalau tidak memungkinkan jangan dipaksa. Kalau cuaca ekstrim kan susah,” pungkas Kadir. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Artikel Siapkan 7 Armada untuk Nataru, Cuaca Ekstrim Jadi Tantangan Warga Berlibur ke Luar Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Rizki Juniansyah Sabet Medali di Kejuaraan Dunia 2024

0
Rizki Juniansyah meraih medali perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024. (Instagram Rizki Juniansyah)

batampos – Rizki Juniansyah berhasil meraih medali perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024. Di balik kesuksesan itu, ternyata ada kisah unik dan mengharukan yang dialami lifter asal Tangerang tersebut.

Rizky Juniansyah yang diturun di grup B kelas 73 kilogram (kg) putra, mampu tampil ciamik dengan berhasil mengangkat total angkatan 340 kg, dengan rincian snatch 150 kg dan clean & jerk 190 kg.

Torehan itu membuat Rizki Juniansyah berhak mendapatkan medali perak. Dia unggul empat kg lebih banyak dari lifter Tiongkok, Zhong Zhiguang. Total angkatan Rizki hanya kalah dari Ri Ryong-hyon dari Korea Utara dengan 349 kg.

Keberhasilan Rizki Juniansyah meraih perak itu terbilang kejutan. Sebab, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu turun di grup B, grup yang bukan diisi lifter-lifter unggulan seperti grup A. Kijun, sapaannya, beserta lifter grup B lain pun tampil lebih dahulu sebelum grup A.

Karena itu, setelah menyelesaikan angkatan di grup B, Rizki Juniansyah kembali ke tempat menginap atau hotel. Dia memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu hasil lifter-lifter grup A, untuk kemudian diurutkan dari yang paling terbaik.

Tapi, siapa yang menyangka kalau total angkatan Rizki Juniansyah hanya bisa dilewati oleh satu lifter dari grup A. Dia adalah Ri Ryong-hyon dari Korea Utara yang meraih medali emas.

“Saya tidak bisa mempercayainya. Saya sedang tidur di hotel ketika pelatih saya menelepon dan mengatakan bahwa saya memenangkan medali,” kata Rizki Juniansyah dalam laman resmi IWF, Selasa (10/12).

“Saya tiba di sini dengan cepat karena jarak hotel dengan lokasi pertandingan hanya beberapa menit saja,” lanjut Kijun.

Selain perak di total angkatan, Kijun juga mendapatkan perunggu clean & jerk. Dia pun mengaku tak menyangka bisa merebut dua medali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024.

Pasalnya, Rizki hanya mempersiapkan diri dua pekan saja sejak ayah tercintanya meninggal dunia. Ayah Kijun, Muhammad Yasin yang juga mamtan lifter nasional, tutup usia pada Oktober lalu.

“Saya hanya latihan untuk kompetisi ini selama dua pekan, dan saya tetap mendapat (medali) ini,” tutur Rizki Juniansyah.

“Saya sempat istirahat dari latihan setelah Olimpiade, dan pada Oktober saya kehilangan ayah saya karena kecelakaan motor. Ini persiapan yang sulit,” tambahnya.

Dalam akun Instagram pribadinya Rizki Juniansyah juga sempat mengekspresikan keberhasilannya meraih perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024. Dia berjanji akan lebih baik lagi ke depannya.

“Ini adalah akhir yang sangat berkesan di penghujung tahun di kelas 73. Saya bersyukur saya masih bisa tampil. Jangan bersedih tapi saya akan lebih semangat dan siap bertarung lagi tahun depan dengan berlatih sangat keras agar bisa tampil maksimal,” tulis Kijun dalam Instagram pribadinya. (*)

Artikel Rizki Juniansyah Sabet Medali di Kejuaraan Dunia 2024 pertama kali tampil pada Olahraga.

DBM-SDA Batam Fokus Tingkatkan Kualitas Jalan, 18 Persen Butuh Penanganan

0
Para pekerja melakukan perbaikan jalan dan rusak di Jjalan Raja Isa Batamcenter, Senin (9/12). F Cecep Mu;yana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, sebanyak 18 persen ruas jalan di kota ini masih membutuhkan penanganan menyeluruh berupa overlay.

Kepala DBM-SDA Batam, Suhar menyebut, bahwa overlay merupakan proses penambahan lapisan perkerasan di atas permukaan jalan yang sudah ada.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekuatan struktur jalan dan memperbaiki kualitas permukaannya,” ujarnya, Senin (9/12).

Baca Juga: Batam Kekurangan 700 Guru, Disdik Berharap Ada Solusi Tahun Depan

Saat ini, kondisi jalan di Batam secara keseluruhan sudah cukup baik, dengan 82 persen ruas jalan berada dalam kondisi layak. Pencapaian ini merupakan hasil dari pembangunan yang meliputi pelebaran dan peningkatan jalan yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, masih ada 18 persen jalan yang membutuhkan perbaikan lebih menyeluruh.

“Kami sudah melaksanakan pemeliharaan jalan ini. Kalau anggarannya tersedia, pemeliharaan akan terus dilakukan,” kata dia.

Sebelumnya, penanganan jalan rusak dilakukan dengan metode tambal sulam, yaitu menutup lubang-lubang yang ada dengan aspal. Akan tetapi, metode seperti ini hanyalah solusi sementara.

“Sekarang kami fokus pada overlay agar kondisi jalan semakin baik dan pengendara merasa aman,” ujar Suhar.

Baca Juga: 2.213 Perkara Perceraian Masuk Pengadilan Agama Batam Sepanjang 2024, Usia Muda Paling Rentan

Suhar juga mengungkapkan rencana prioritas DBM-SDA Batam untuk tahun 2025. Selain peningkatan kualitas jalan, perhatian juga akan diberikan pada penanganan banjir dan proyek infrastruktur lain yang mendukung kebutuhan masyarakat.

“Pekerjaan yang belum tuntas tahun ini pasti akan dilanjutkan tahun depan, termasuk soal pemeliharaan jalan,” ujar dia. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel DBM-SDA Batam Fokus Tingkatkan Kualitas Jalan, 18 Persen Butuh Penanganan pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Tiket Pesawat Akan Turun, IFG Siapkan Asuransi Perjalanan

0
Suasana di Terminal 3 Bandara Soetta. (Azmi/Antara)

batampos – Jelang libur Natal dan Tahun Baru, IFG memberikan layanan asuransi perjalanan via digital di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Hal ini untuk memudahkan akses terhadap perlindungan yang praktis, terjangkau, dan inovatif, khususnya bagi para wisatawan dan keluarga selama perjalanan.

”Fasilitas ini kami sediakan untuk memberikan akses perlindungan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat yang hendak bepergian jelang libur akhir tahun, sehingga baik wisatawan maupun keluarga dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan” ujar Pantro Pander Silitonga, Direktur Bisnis IFG lewat keterangannya, Selasa (10/12).

Pantro menambahkan, masyarakat hanya cukup scan QR untuk mendapatkan perlindungan asuransi perjalanan berbasis digital untuk kemudian dapat diakses pada aplikasi One by IFG, ini merupakan keseriusan IFG dan anggota holdingnya dalam mengoptimalkan penyediaan fasilitas akses perlindungan bagi masyarakat salah satunya melalui bandar udara sebagai terminal transportasi di bawah naungan InJourney.

Nantinya masyarakat dapat mengakses fasilitas perlindungan dalam bentuk dua produk asuransi yaitu Jasindo Travel Insurance dan Life Saver by IFG Life. Melalui kedua produk asuransi ini, Jasindo dan IFG Life ingin menghadirkan layanan perlindungan yang komprehensif (asuransi perjalanan dan asuransi ritel yang memberikan perlindungan medis, kecelakaan, serta jiwa) bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional.

Kedua produk ini akan memberikan nilai pertanggungan hingga total Rp 200 Juta per orang, serta memberikan manfaat pengelolaan risiko perjalanan seperti keterlambatan perjalanan, pembatalan, kehilangan bagasi, hingga perlindungan medis dengan perlindungan di dalam dan diluar negeri.

“Produk asuransi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perlindungan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan wisata dan mencari perlindungan komprehensif namun tetap mudah diakses dan terjangkau,” ujar Direktur Bisnis Strategis Asuransi Jasindo, Syah Amondaris.

Sementara itu LifeSAVER, merupakan produk asuransi asuransi ritel yang memberikan perlindungan medis, kecelakaan, serta jiwa untuk segala jenis aktivitas, termasuk perjalanan dan olahraga ekstrem yang dirancang untuk memberikan pengalaman perlindungan yang nyaman melalui layanan cashless.

Didukung oleh ribuan provider di seluruh Indonesia, LifeSAVER memberikan fleksibilitas dan ketenangan pikiran dengan manfaat perlindungan yang lengkap.

“LifeSAVER adalah wujud komitmen kami untuk memberikan rasa aman untuk segala jenis aktivitas. Dengan layanan cashless dan akses yang mudah di Terminal 3, kami ingin memastikan pelanggan kami terlindungi di setiap langkah perjalanan mereka,” ujar Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita.

IFG berharap dengan hadirnya kemudahan akses terhadap fasilitas perlindungan ini, dapat meningkatkan jumlah pengguna asuransi untuk melindungi dari risiko yang mungkin terjadi, terutama dalam perjalanan wisata yang diperkirakan akan meningkat tajam pada akhir tahun. (*)

Artikel Harga Tiket Pesawat Akan Turun, IFG Siapkan Asuransi Perjalanan pertama kali tampil pada News.

Tersangka Kasus Perjudian di Batam Ajukan Praperadilan, Ini Hasilnya

0
Sidang praperadilan tersangka kasus perjudian sabung ayam di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (10/12). F. Yofie Yuhendri

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam menolak permohonan praperadilan terkait penetapan tersangka kasus perjudian sabung ayam di ruli Rindu Malam, Seibeduk dengan tersangka Sirdjon Wawondos.

Hal itu disampaikan majelis hakim dalam agenda sidang pembacaan putusan di PN Batam pada Selasa (10/12), yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Dina Puspasari.

“Alhamdulillah, Polresta Barelang memenangkan pra peradilan ini. Hakim menolak seluruh permohonan pemohon,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby Tri Andrestian di Mapolresta Barelang.

Baca Juga: 2 Bangunan Kembali Dirobohkan, Rumah Pemilik dan Pemakai Sabu

Dalam sidang ini, pemohon menggugat Polresta Barelang dengan Nomor: 23/Pid.Pra/2024/PN. Btm, 25 November. Gugatannya terkait penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka yang tidak sah. Kemudian sidang berlangsung sejak 2 Desember lalu.

“Pertimbangan hakim sesuai dengan peraturan Kapolri dan tentang managemen tindak pidana,” katanya.

Debby menjelaskan dalam kasus ini, pihaknya menetapkan 4 orang tersangka, yakni Sirdjon, Arte, Jendri, dan Sentris. Tersangka ditangkap di lokasi perjudian dengan beberapa barang bukti, seperti 14 ekor ayam, uang taruhan judi, dan buku catatan.

“Penetapan tersangka didukung dua alat bukti yang sah. Dan kita lakukan sesuai SOP dan Undang Undang,” tutupnya.

Baca Juga: Terbukti Cabuli Santri Pengelola Pesantren Galang Divonis 13 Tahun

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang menggrebek arena judi dadu dan gelanggang sabung ayam di ruli Rindu Malam, Sei Beduk pada 2 November lalu.

Arena judi ini sudah beroperasi selama 2 bulan dan beromset Rp 30 juta per malamnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Tersangka Kasus Perjudian di Batam Ajukan Praperadilan, Ini Hasilnya pertama kali tampil pada Metropolis.