Ilustrasi: Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter ramai selama akhir pekan pada bulan lalu. F.Yashinta
batampos – Jelang Natal dan Tahun Baru arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter masih sepi. Bahkan, belum ada tanda-tanda akan terjadinya lonjakan penumpang, karena belum adanya permintaan extra trip.
Seperti arus penumpang pada Minggu (8/12) terpantau sedikit mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Namun jumlah itu masih dikatakan sepi jika dibandingkan hari biasa.
“Ya untuk hari Minggu ini, arus penumpang bisa dikatakan sepi, untuk keberangkatan hanya 7000-an, biasanya diatas Rp 10 ribuan,” ujar Erik Mario Sihotang, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter.
Bahkan untuk kedatangan penumpang tercatat tak banyak, tercatat hanya 2000-an penumpang. Padahal pada akhir pekan bulan lalu arus penumpang kedatangan bisa mencapai 8000-an orang.
“Untuk kedatangan juga sepi,” imbuhnya.
Meski arus penumpang sepi, proses sandar kapal baik di keberangkatan maupun kedatangan juga masih terganggu. Hal itu dikarenakan jumlah ponton yang berfungsi hanya dua
“Masih terkendala karena ponton, jadi proses sandar kapal agak lama, karena harus antre,” tegasnya
Masih kata Erik, ia juga mendapat kabar jika pada tanggal 10 Desember mendatang ponton yang disegel akan dibuka. Menurutnya, informasi itu merupakan angin segar yang baik untuk pelayanan di pelabuhan tersebut.
“Mudah-mudahan informasi itu benar, jadi pelayanan bisa lebih lancar apalagi jelang Nataru ini,” kata Erik.
Sebelumnya, Pelayanan di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center tidak berjalan maksimal. Satu dari tiga ponton tempat sandar feri internasional masih tidak dapat digunakan karena disegel oleh pengelola lama, PT Synergy Tharada, sejak 2 Agustus atau tepatnya sekitar 4 bulan lalu.
Kondisi ini tentunya berdampak signifikan terhadap pelayanan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter yang menjadi arus terpadat lalu lalang perjalanan Batam-Singapura dan Malaysia. (*)
ILUSTRASI: Warga membeli telur di Pasar Minggu, Bengkulu, Minggu. Telur salah satu barang yang tidak dikenakan kenaikan PPN. F Suprizal Tanjung, Batam Pos
batampos – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengharapkan, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menyebut, realisasi penerimaan pajak Indonesia per 31 Oktober 2024 tercatat sebesar Rp 1.517,53 triliun, hanya mencapai 76,3 persen dari target penerimaan pajak 2024.
Dengan sisa waktu yang terbatas di akhir tahun ini, tampaknya target penerimaan pajak akan sulit tercapai sepenuhnya. Hal ini memperlihatkan tantangan besar dalam menjaga keseimbangan anggaran negara, terutama dalam mendanai berbagai program yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Negara membutuhkan penerimaan pajak untuk membiayai berbagai program yang manfaatnya dikembalikan ke rakyat. Kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan merupakan keputusan bersama antara seluruh fraksi di DPR dan Pemerintah,” kata Said kepada wartawan, Minggu (8/12).
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Meskipun ada penyesuaian tarif PPN, negara tetap memastikan bahwa barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tetap bebas dari PPN antara lain beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium, dan daging.
Serta telur, yaitu telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan, atau dikemas; susu, yaitu susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan/atau dikemas atau tidak dikemas.
Berikutnya, buah-buahan, yaitu buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui proses dicuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, di-grading, dan atau dikemas atau tidak dikemas; dan sayur-sayuran, yaitu sayuran segar yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan/atau disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah.
Selain barang-barang diatas, lanjut Said, semuanya dikenakan PPN menjadi 12 persem, termasuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM), seperti kendaraan, rumah, dan barang konsumsi kelas atas.
Hal ini bertujuan agar mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi dapat berkontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara, yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program sosial yang meningkatkan kualitas hidup dan memperkecil kesenjangan sosial-ekonomi.
Namun, jika dalam kenaikan PPN hanya PPNBM saja yang dinaikkan, maka tidak akan mampu mendongkrak target penerimaan pajak tahun 2025 sesuai UU APBN 2025. Sebab PPNBM rata-rata saja sejak 2013 – 2022 dari pos penerimaan tidak sampai 2 persen, hanya 1,3 persen.
Ia menekankan, penerimaan pajak ini akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat, dan memperkecil kesenjangan sosial-ekonomi.
“Ini adalah wujud nyata negara berperan dalam distribusi kekayaan, memastikan pajak yang dipungut lebih besar dari mereka yang memiliki kapasitas lebih tinggi,” papar Said.
Menurutnya, rencana penerimaan pajak tahun 2025, dengan skenario PPN menjadi 12 persen salah satunya untuk membiayai program-program prioritas diantaranya, Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan dana sekitar Rp 71 triliun, Pemeriksaan Kesehatan Gratis Rp 3,2 triliun, Pembangunan Rumah Sakit Lengkap Berkualitas di daerah Rp 1,8 triliun, Renovasi Sekolah Rp 20 triliun, serta Lumbung Pangan Nasional, Daerah dan Desa Rp 15 triliun.
Selain itu, melanjukan program penghapusan kemiskinan ekstrem, dan penurunan prevalensi stunting. Ia memahami, sejak 2018 hingga 2023, jumlah penduduk kelas menengah Indonesia menurun sebesar 9 juta jiwa, dari 61 juta menjadi 52 juta jiwa.
Hal ini berdampak pada penurunan proporsi tabungan terhadap total pengeluaran, yang menunjukkan pelemahan daya beli di kalangan masyarakat terutama di menengah bawah. Karena itu, ia juga memahami kebijakan kenaikan PPN 12 persen akan mempengaruhi daya beli,
terutama bagi kelas menengah dan masyarakat miskin.
“Untuk itu, Banggar DPR meminta pemerintah perlu menjalankan kebijakan mitigasi secara komprehensif. Hal ini untuk memastikan bahwa dampak dari kebijakan ini tidak terlalu membebani golongan masyarakat yang sudah mengalami penurunan daya beli,” pungkasnya. (*)
Petugas Tim Gabungan memeriksa pengunjung THM dalam operasi pekat, Sabtu (7/12) malam. F.Anggoro untuk Batam Pos
batampos – Tim Gabungan yang terdiri dari Ditres Narkoba Polda Kepri, Satres Narkoba Polresta Barelang, BNNP Kepri dan TNI menggelar razia di sejumlah kawasan, Sabu (7/12) malam. Kegiatan ini dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Seligi 2024.
Dirresnarkoba Polda Kepri, AKBP Anggoro Wicaksono mengatakan razia ini menyasar ke tempat hiburan malam (THM), hotel, dan kos-kosan di wilayah Nagoya dan Batuaji.
“Operasi ini merupakan bukti komitmen dalam memberantas peredaran narkoba di Batam,” ujarnya.
Adapun lokasi yang disambangi petugas di Nagoya yakni di Fore Play, Chili Bar, Dynasty, kosan Jasmine, Hotel Batam Star, Tjahya Pub, Hotel Bali, dan Hotel Romance.
Sedangkan di Batuaji di Pub Orion, Pub Winner, Fortuna Pub, Cafe 88 Mitra Mall, Grand Master Cafe, The Platinum Pub, dan Pub Expose.
Anggoro menjelaskan dalam razia tersebut, pihaknya memeriksa identitas dan melakukan tes urin kepada para pengunjung. Hasilnya, satu pengunjung Pub Orion berinisial AM positif mengkonsumsi narkotika.
Kemudian, petugas juga mengamankan 4 orang yang berada di kamar 225 Hotel Romance, Nagoya. Dari lokasi, petugas mendapatkan sabu dan timbangan digital.
“Di kamar tersebut, tim mengamankan dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka dibawa ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Anggoro menambahkan kegiatan razia ini akan rutin di lakukan dengan target seluruh tempat hiburan, kos-kosan, dan hotel yang rawan peredaran narkotika.
“Kami tidak akan memberikan toleransi bagi siapapun menyentuh narkotika,” tutupnya. (*)
batampos – Arsenal mengamankan satu poin ketika bertandang ke markas Fulham setelah bermain imbang 1-1 pada pekan ke-15 Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, London, Minggu (8/12) malam.
Pada pertandingan itu Arsenal dapat memaksakan hasil imbang berkat gol William Saliba. Sebelumnya Fulham dapat unggul terlebih dahulu lewat Raul Jimenez, demikian catatan Premier League seperti dilansir dari Antara.
Meski hanya mampu mengamankan hasil imbang, Arsenal tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris dengan torehan 29 poin dari 15 pertandingan. Sementara itu, Fulham berada di posisi ke-10 klasemen sementara Liga Inggris dengan torehan 23 poin dari 15 pertandingan yang sudah dilalui, terpaut empat poin dari zona empat besar.
Secara statistik pada pertandingan ini, Arsenal unggul atas Fulham dengan mencatatkan 67 persen penguasaan bola serta melepaskan 12 tendangan. Empat di antaranya tepat sasaran.
Arsenal mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu pada pertandingan ini dan sempat mendapatkan peluang melalui sundulan William Saliba. Sayang bola masih menyamping dari gawang Fulham.
Meskipun begitu, Fulham dapat unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Raul Jimenez. Dia memanfaatkan umpan terobosan dari Kenny Tete sehingga skor berubah menjadi 1-0 pada menit ke-11.
Tertinggal satu gol membuat Arsenal lebih meningkatkan intensitas serangan mereka dan kembali mendapatkan peluang melalui tendangan Declan Rice. Namun bola masih menyamping dari gawang Fulham.
Arsenal baru bisa menyamakan kedudukan pada menit 52. Umpan sundulan Kai Havertz disambut sentuhan William Saliba yang membobol gawang dari Fulham sehingga skor kembali sama kuat 1-1.
Menjelang berakhirnya waktu normal, Arsenal sempat berhasil membobol gawang dari Fulham lewat tendangan Bukayo Saka. Namun gol tersebut dianulir wasit karena adanya offiside terlebih dahulu setelah melalui tinjauan VAR.
Selanjutnya Arsenal lebih sering memberikan ancaman dan beberapa kali menciptakan peluang untuk mencetak gol kemenangan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor sama kuat 1-1 untuk kedua tim tetap bertahan. (*)
Ilustrasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (www.ikn.go.id )
batampos – Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat digunakan untuk salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah atau pada 2025 mendatang. Masjid Negara di IKM dapat menampung 5.580 jamaah, dengan kapasitas maksimal direncanakan sebanyak 60.000 jamaah.
Masjid Negara adalah masjid yang berada di Ibu Kota Negara Indonesia menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat kenegaraan. Saat ini Masjid Istiqlal sebagai Masjid Negara, dengan dipindahkannya Ibu Kota Negara ke Nusantara, sehingga Masjid di IKN menjadi Masjid Negara.
“Pembangunan Masjid Negara IKN telah mencerminkan kemajuan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara dan juga menegaskan semangat kebhinekaan, penghormatan serta toleransi antarumat beragama,” kata juru bicara kantor komunikasi kepresidenan, Hariqo Wibawa Satria kepada wartawan, Minggu (8/12).
“Masjid ini akan berdampingan di area pusat peribadatan dengan tempat ibadah lainnya, seperti gereja, pura, vihara, klenteng dan Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius yang merupakan basilika pertama di Indonesia, dan tahun 2022 disampaikan Kementerian Agama telah mendapatkan izin prinsip dari Vatikan,” sambungnya.
Selain sebagai tempat ibadah, lanjut Satria, masjid juga diharapkan semakin memaksimalkan perannya dalam meningkatkan toleransi antarumat beragama, menjaga kerukunan antarwarga, menjaga persatuan bangsa, menguatkan moderasi beragama, serta meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan yang toleran berciri khas Indonesia, muslim nusantara.
Hal ini sesuai dengan Asta Cita yang kedelapan, memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
“Saat ini Masjid Negara IKN sedang proses pembangunan merupakan tahap I yang terdiri dari bangunan utama dengan 4 lantai, 2 lantai mezzanine dan pelataran 2 lantai untuk serbaguna dan parkir, dapat menampung nantinya 29.000 jamaah,” ungkap Satria.
Ia menegaskan, langkah ini membuktikan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan pembangunan IKN, sekaligus menyediakan fasilitas ibadah yang memadai dan representatif bagi seluruh masyarakat Inonesia, sesuai Visi Indonesia Maju.
Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 32.125 m2 dengan luas bangunan masjid dan plaza seluas 60.173 m2, serta Minaret seluas 427 m2. Selain itu juga terdapat bangunan komersial seluas 2.212 m2 (2 lantai), dan bangunan penunjang seluas 727 m2 (1 lantai).
“Masjid Negara dilengkapi fasilitas parkir yang mendukung kebutuhan pengunjung, termasuk 4 lot khusus VVIP, 1 lot untuk difabel. Selain itu, tersedia juga 5 lot parkir yang diperuntukkan bagi bus, serta pada lantai LG di area pelataran dengan kapasitas 64 lot parkir,” papar Satria.
Lebih lanjut, Satria menyatakan bahwa bangunan masjid terdiri dari tiga bagian yaitu kubah utama, plaza terbuka dan minaret. Bentuk kubah masjid mengambil konsep simbol sorban dan galaksi sebagai penafsiran semesta alam raya yang tanpa batas.
Sementara, area plaza terbuka memberikan ketegasan akses arah Kiblat. Sedangkan menara masjid atau minaret memiliki tinggi 99 meter melambangkan asmaul husna serta menghadirkan bentuk melingkar ke atas menyiratkan doa yang dipanjatkan dan untuk melambangkan nilai keilahian atau ketuhanan.
“Masjid IKN akan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)
Foto bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama Forkopimda Bintan dan masyarakat saat kegiatan Gebyar Pajak Daerah 2024 di Tanjunguban, Bintan, Sabtu pagi (7/12/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama Ketua TP PKK Bintan Hafizha Rahmadhani melaksanakan jalan santai bersama masyarakat yang memadati ruas jalan utama Tanjung Uban dalam Gebyar Pajak Daerah sempena Hari Jadi Ke 76 Kabupaten Bintan, Sabtu (7/12/2024) pagi.
Antusias masyarakat sejak pagi hari menampakkan semarak pelaksanaan giat kegembiraan ini.
Berbagai kalangan dan usia membaur menjadi satu dalam kerumunan dimulai pada saat posisi start hingga finish.
Bupati Roby pun turut berbaur dalam kerumunan dan berjalan santai bersama masyarakat.
“Alhamdulillah, luar biasa antusias masyarakat hari ini. Memang ini untuk menambah semarak hari bahagia bagi Bintan,” kata Roby singkat saat dirinya sedang mengikuti jalan santai.
Roby juga menambahkan bahwa euforia kegiatan yang dilaksanakan tetap mengedepankan asas positif. Sebab semua kegiatan yang dilaksanakan harus memberi dampak bagi masyarakat dan sekitar.
“Kegiatan-kegiatan yang positif, seperti jalan santai ini. Minimal kita tumbuhkan kembali kecintaan kita untuk hidup sehat, aktifitas yang menyehatkan dan jangan lupa, berkumpul seperti ini juga jadi moment silahturahmi,” jelas Roby menambahkan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bintan, Mohd Setioso menyampaikan, kegiatan gebyar pajak daerah digelar sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap masyarakat atau wajib pajak yang sudah berkomitmen membayar pajak.
Selain itu, dia mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk mengenalkan kepada masyarakat atau wajib pajak untuk membayar pajak dengan memanfaatkan sistem digitalisasi QRIS.
Gebyar Pajak Daerah kali ini juga semakin semarak dengan hadirnya artis Ibu Kota Jenita Janet. Artis dangdut yang namanya mencuat lewat single Di Reject tersebut berhasil menggoyang ribuan masyarakat di Halaman Gedung Nasional Tanjung Uban.
Tak berhenti di situ, semarak kegiatan juga semakin bertambah dengan ratusan doorprize. Mulai dari lima unit sepeda motor sebagai doorprize utama, diikuti dengan hadiah-hadiah menarik lainnya.
Seperti tahun sebelumnya, Gebyar Pajak Daerah 2024 juga memberikan apresiasi dan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan dengan kepatuhan pajak yang tinggi. Termasuk juga para wajib di Bintan yang tentunya dinilai aktif dalam perpajakan daerah. (*)
Anggota Satlantas Polresta Barelang memeriksa kondisi mobil yang rusak parah akibat kecelakaan di jalan BJ Habibie Batamcenter, Minggu (8/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di dekat Rumah Makan Saung Sunda, Batam Centre, Minggu (8/12) sekitar pukul 04.30 WIB. Kecelakaan ini menyebabkan 1 unit mobil Toyota Avanza B 2270 UKP ringsek hingga terbalik.
Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun sopir LN, 55, dan penumpangnya MS, 46 mengalami luka-luka.
Kasat Lantas Polresta Barelang, AKP Afiditya Arief Wibowo mengatakan kecelakaan ini berawal saat mobil melaju dari arah Alun-Alun Batam Centre melewati Jalan Ahmad Yani. Sesampainya di dekat Rumah Makan Saung Sunda, sopir hilang kendali.
“Kemudian mobil menabrak pohon dan terguling,” ujarnya.
Salah satu sepeda motor yang terlibat tabrakan masih berada di lokasi kecelakaan yang terjadi di jalan Sungai Dato, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (8/12/2024) dini hari. F.Kiriman Ony untuk Batam Pos.
batampos– Dua pengendara sepeda motor dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat tabrakan di jalan Sungai Dato, Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (8/12/2024) dini hari.
Dari video salah satu akun instagram memperlihatkan puing-puing sepeda motor yang terlibat tabrakan berceceran di jalan Sungai Dato, Kijang.
Sejumlah warga membantu mengevakuasi sepeda motor yang terlibat kecelakaan, lalu membawa dua pengendara sepeda motor ke rumah sakit.
Sementara, salah satu sepeda motor yang terlibat tabrakan masih berada di lokasi kejadian.
Sepeda motor Yamaha Vixion itu rusak di bagian depan.
Seorang warga yang kebetulan berada di lokasi saat kejadian, Rusdi mengatakan, dirinya tidak tahu kronologi tabrakan yang melibatkan dua sepeda motor tersebut.
“Hanya dengar suara benturan keras saja,” katanya.
Dia memperkirakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z melaju dari arah Kijang menuju ke arah Tanjungpinang, sedangkan sepeda motor Yamaha Vixion melaju dari arah sebaliknya.
Akibat kecelakaan itu, dia mengatakan, dua pengendara sepeda motor dan satu penumpangnya tergeletak di jalan.
“Mereka mengalami luka-luka saja,” katanya.
Tidak lama setelah tabrakan, dia bersama warga lain membawa para korban ke rumah sakit.
Kanit Gakum Satlantas Polres Bintan, Ipda Juang ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum menerima laporan adanya tabrakan tersebut.
batampos – Berdiri pada tahun 2004, berkat visi Pak Ayong, Rumah Makan Jodoh telah menjadi ikon kuliner legendaris di Batam. Menyajikan hidangan khas Chinese-Indonesia, restoran ini menjadi saksi kelezatan warisan leluhur yang terus hidup melalui setiap resep turun-temurun.
Harmoni Cita Rasa Nusantara dan Tionghoa
Keunikan Rumah Makan Jodoh terletak pada perpaduan sempurna rempah-rempah Tionghoa, dan kekayaan kuliner Indonesia. Filosofi ini tercermin dalam setiap hidangan, di mana keaslian rasa berpadu dengan sentuhan modern yang menggugah selera.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi setiap tamu,” ungkap Pak Ayong, Sabtu (7/12).
Suasana Modern, Hangat, dan Kekeluargaan
Dengan desain interior modern yang tetap menjaga kehangatan khas keluarga, Rumah Makan Jodoh menjadi destinasi ideal untuk berbagai kesempatan. Terletak strategis di Komplek Ruko Grand Orchid, Batam Center, restoran ini menawarkan fasilitas lengkap, mulai dari 13 ruangan VIP yang fleksibel, ruang privat KTV, hingga ballroom berkapasitas 150 orang.
Rumah Makan Jodoh berada di Komplek Ruko Grand Orchid, Batam Center. Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
“Fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan acara keluarga, pertemuan bisnis, hingga perayaan seperti pesta pernikahan atau ulang tahun,” tambahnya.
Hidangan Andalan yang Menggoda
Setiap sajian di Rumah Makan Jodoh dibuat dari bahan-bahan segar berkualitas premium, memastikan kelezatan yang konsisten. Beberapa menu andalan yang wajib Anda coba meliputi:
Bihun Goreng Kepiting
Ayam Goreng Bawang
Ayam Kampung Goreng Spesial
Hepo Lada Hitam
Ikan Loipun Kolagen
Menjelang perayaan Imlek, restoran ini juga menghadirkan menu spesial dengan paket istimewa untuk melengkapi momen kebersamaan Anda.
Jembatan Masa Lalu dan Masa Kini
Lebih dari sekadar restoran, Rumah Makan Jodoh adalah warisan budaya yang terus hidup. Dengan menjaga akar sejarah kawasan Jodoh, restoran ini merangkul masa lalu sambil menghadirkan inovasi untuk masa kini.
“Kami ingin menjadi tempat di mana keluarga, sahabat, dan komunitas bisa mempererat hubungan sambil menikmati hidangan yang otentik,” tutup Pak Ayong. (*)
batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri telah mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri pada Pilkada 2024. Hasilnya, pasangan calon (paslon) 02 Rudi-Rafiq tumbang, sementara paslon 01 Ansar-Nyanyang unggul.
Dalam pleno yang berlangsung pada Minggu (8/12) di Tanjungpinang itu, paslon Ansar-Nyanyang meraup 450.109 suara. Sedangkan, paslon Rudi-Rafiq meraup 367.357 suara.
Kendati demikian, saksi paslon 02 menolak untuk menandatangani berita acara penetapan rekapitulasi tersebut. Mereka menilai adanya kecurangan dalam proses berjalannya Pilkada serentak 2024 di Kepri.
“Seperti kecurangan melalui paket sembako, hingga administrasi tentang pendistribusian surat undangan pemilih,” kata Baharudin, selaku Direktorat saksi Paslon 02.
Menurutnya, tidak maksimalnya pengiriman surat C6 kepada masyarakat menimbulkan dampak yang sangat fatal untuk partisipasi pemilih. Sebab, masyarakat Kepri tidak diberikan ruang untuk menggunakan hak pilih pada Pilkada 2024 ini.
Paslon 02 juga menilai, telah terjadinya operasi “senyap” yang dilakukan tim Paslon 01, untuk menghalangi pemilih agar tidak mendukung Paslon 02. Sehingga, tidak banyak masyarakat yang menyalurkan hak suara dalam Pilkada kali ini.
“Jadi kami menolak proses dan hasil Pilkada 2024. Untuk gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi) akan kita pelajari dan bahas dulu dengan Paslon,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ansar-Nyanyang, Ade Angga meminta kepada tim 02 untuk menempuh jalur yang tersedia, jika keberatan dan menolak hasil Pilkada 2024. Pihaknya mengaku mendukung, jika tim Paslon 02 ingin mengungkap kecurangan.
“Kami mendukung jika temuan (kecurangan) itu ada dan diselesaikan. Kami mendukung diusut sampai tuntas,” tegasnya.
Menanggapi permasalahan itu, Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo menyampaikan bahwa tim Paslon 02 memiliki hak, untuk tidak menandatangani berita acara hasil pleno rekapitulasi tersebut.
Selain itu, tim paslon yang menolak tidak berpengaruh terhadap proses pleno rekapitulasi. Kendati demikian, KPU Kepri tetap menunggu dan memantau terkait permohonan sengketa hasil Pilkada 2024 di Kepri ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami akan menunggu selama tiga hari. Jika (sengketa) terdaftar di MK, maka kami akan mempersiapkan diri dalam penyelesaian sengketa di MK,” pungkasnya. (*)