Kondisi pelantar di objek wisata sejarah Istana Kota Rebah Tanjungpinang, Kamis (3/10). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
batampos– Pelantar mangrove di tempat wisata Istana Kota Rebah, Kota Tanjungpinang, Kepri terbiar rusak. Tidak diperbaikinya pelantar tersebut, membuat objek wisata sejarah itu sepi didatangi pengunjung.
Pantauan Batam Pos, Kamis (3/10) tidak ada satupun pengunjung yang datang ke Istana Kota Rebah tersebut. Jembatan yang berada di hutan mangrove terlihat rusak, dengan tidak adanya penyangga untuk para pengunjung bersandar.
“Pengunjung tidak ada yang datang. Tapi pemancing banyak yang datang. Pemancing biasanya mancing di pelantar itu,” kata Pawi, penjaga wisata Istana Kota Rebah.
Pawi menyampaikan, saat ini kondisi pelantar yang menampilkan keindahan di Sungai Carang Tanjungpinang itu memang memang sangat memprihatinkan. Sehingga, pengunjung enggan menyinggahi objek wisata itu.
“Ramainya waktu pas ada event-event saja. Seperti festival Gunung Bintan kemarin. Ya seperti itulah kondisinya, tidak diperbaiki,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri menegaskan, saat ini pelantar Istana Kota Rebah memang belum bisa untuk difungsikan.
Sehingga, Disbudpar Tanjungpinang melarang pengunjung yang datang ke wisata Istana Kota Rebah, untuk tidak melintas di jembatan tersebut. Hal ini, berkaitan dengan segi keamanan bagi wisatawan yang datang ke lokasi itu.
“Memang sata larang pengunjung lewat di jembatan itu. Takutnya ada wisatawan yang jatuh, nanti siapa yang mau bertanggungjawab,” tegas Nazri.
Nazri mengakui, Disbudpar memang sudah ada rencana untuk merenovasi pelantar Istana Kota Rebah. Melihat kondisi keuangan Pemko yang mengalami devisit, renovasi itu tidak jadi dilaksanakan hingga hari ini.
“Sudah kita upayakan untuk rehab (renovasi). Melihat kondisi APBD kita yang defisit, jadi belum kita laksanakan,” pungkasnya. (*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana. KPK juga turut menahan Direktur Utama PT Energi Kita Indonesia, Satrio Wibowo.
Penahanan itu dilakukan, setelah Budi dan Satrio menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) Covid-19. Sementara satu tersangka lainnya, yakni Direktur Utama PT Permana Putra Mandiri, Ahmad Taufik belum ditahan.
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur menjelaskan, Budi Sylvana ditahan di Rutan Gedung ACLC KPK, sementara Satrio ditahan di Gedung Merah Putih KPK. Keduanya ditahan untuk 20 hari pertama.
“KPK selanjutnya melakukan penahanan kepada tersangka BS di Rutan Cabang KPK Gedung ACLC, dan tersangka SW di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih. Penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 3 sampai dengan 22 Oktober 2024,” kata Asep Guntur dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (3/10).
Asep menjelaskan, perkara ini terjadi pada Maret 2020, saat Direktur Utama (Dirut) PT Yonsin Jaya, Shin Dong Keun mewakili para produsen APD menunjuk PT Permana Putra Mandiri sebagai distributor resmi APD selama 2 tahun.
Menurutnya, pada 20 Maret 2020 atau awal pandemi Covid-19, Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan pada awal membeli APD sebanyak 10.000 unit dari PT Permana Putra Mandiri dengan harga Rp 379.500/set.
Keesokan harinya, pada 21 Maret 2020, TNI atas perintah Kepala BNPB pada saat itu mengambil APD dari produsen APD milik PT Permana Putra Mandiri di Kawasan Berikat, dan langsung mendistribusikan ke 10 provinsi dengan tidak dilengkapi dokumentasi, bukti pendukung, dan surat pemesanan.
“Pada 22 Maret 2020, Saudara SDK (Shin Dong Keun) dan Saudara SW (Satrio Wibowo) selaku dirut PT EKI (Energi Kita Indonesia) menandatangani kontrak kesepakatan sebagai authorized seller APD sebanyak 500.000 set dengan nilai tergantung nilai tukar dollar saat pemesanan,” ucap Asep.
Selanjutnya, PT Permana Putra Mandiri dan PT Energi Kita Mandiri menandatangani kontrak kerja sama distribusi APD, dengan margin 18,5% diberikan kepada PT Permana Putra Mandiri. Mantan Sestama BNPB yang juga kuasa pengguna anggaran BNPB saat itu, Harmensyah bernegosiasi dengan Satrio Wibowo agar harga APD diturunkan dari US$ 60 menjadi USD 50.
Penawaran tersebut tidak mengacu pada harga APD dengan mereka yang sama yang dibeli oleh Kemenkes sebelumnya, yaitu sebesar Rp 370.000 per set. Dalam rapat juga disimpulkan PT Permana Putra Mandiri akan menagih pembayaran atas 170.000 set APD yang didistribusikan TNI dengan harga USD 50/set atau sekitar Rp 700.000.
Selanjutnya, pada 25 Maret 2020, PT Energi Kita Indonesia dan PT Yonsin Jaya memesan 500.000 set APD dengan menyerahkan giro Rp 113 miliar bertanggal 30 Maret 2020. Dokumen kepabean dan dokumen lain sengaja menggunakan data PT Permana Putra Mandiri karena PT Energi Kita Indonesia tidak mempunyai izin penyaluran alat kesehatan, tidak memiliki gudang, dan Non PKP.
“Pada 27 Maret 2020, Saudara SW menghubungi kepala BNPB pada saat itu, di antaranya untuk segera dilakukan pembayaran terhadap 170.000 APD yang diambil TNI, dan meminta diberikan SPK dari BNPB agar sesuai dengan pengamanan raw material dari Korea,” ungkap Asep.
Atas permintaan itu, pembayaran pertama sebesar Rp 10 miliar dilakukan pada 27 Maret 2020 dari bendahara BNPB kepada rekening BNI PT PPM. Padahal, saat itu belum ada kontrak ataupun surat pesanan.
Pembayaran kedua sebesar Rp 109 miliar dilakukan pada 28 Maret 2020 dari PPK Puskris Kemenkes kepada rekening BNI PT PPM.
“Di sisi lain, saudara HM baru menunjuk Saudara BS sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk pengadaan APD di Kementerian Kesehatan pada 28 Maret 2020. Sedangkan surat keputusan penunjukan tersebut dibuat backdate tertanggal 27 Maret 2020,” ungkapnya.
Pada rapat itu juga diterbitkan surat pemesanan APD dari Kemenkes kepada PT Permana Putra Mandiri sejumlah 5 juta setdengan harga satuan US$ 48,4, yang ditandatangani Satrio Wibowo. Tak hanya itu, dalam surat tersebut tidak terdapat spesifikasi pekerjaan, waktu pelaksanaan pekerjaan, pembayaran, serta hak dan kewajiban para pihak secara teperinci. Selain itu, surat pemesanan tersebut ditujukan kepada PT Permana Putra Mandiri, tetapi PT Energi Kita Indonesia turut menandatangani surat tersebut.
Selanjutnya, pada 15 April 2020, Kemenkes memberikan surat pemberitahuan kepada PT Permana Putra Mandiri yang menyebut PT Permana Putra Mandiri telah mengirimkan 790.000 set APD dari total 5 juga set APD yang sudah dipesan hingga 15 April 2020. Pada 7 Mei 2020 dilakukan negosiasi ulang harga dengan harga yang disepakati bervariasi.
Ia menyebut, untuk 503.500 set APD yang dikirim 27 April 2020 hingga 7 Mei 2020 disepakati harga Rp 366.850. Kemudian, barang yang dikirim setelah 7 Mei 2020 dengan harga Rp 294.000. Secara total, Kemenkes menerima 3.140.200 set APD hingga 18 Mei 2020.
“Atas pengadaan tersebut, audit BPKP menyatakan telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 319 miliar,” ujar Asep.
Ketiga tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
Warga membawa dua gas melon yang dibeli dari operasi pasar LPG 3 Kg yang digelar Pertamina Patra Niaga Kepri bersama Disperindag Kota Batam di Kantor Camat Bengkong, Senin (16/9). Pertamina tawarkan tukar tabung gas 3 kilogram khusus untuk pelaku usaha non-UMKM. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – PT Pertamina Patra Niaga Kepri meluncurkan program trade-in tabung gas 3 kilogram khusus untuk pelaku usaha non-UMKM dan konsumen yang tidak berhak menerima subsidi.
Melalui program ini, konsumen dapat menukar tabung gas melon dengan tabung Bright Gas 5,5 kilogram atau 12 kilogram secara gratis, guna mendorong penggunaan gas non-subsidi di kalangan yang tidak memenuhi syarat.
Program ini bertujuan untuk mendorong transisi penggunaan gas non-subsidi bagi kalangan yang tidak berhak atas LPG 3 kg. Demikian disampaikan oleh Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Kepri, Gilang Hisyam.
Ia mengatakan, penukaran dua tabung elpiji 3 kilogram dapat ditukar dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram. Sementara empat tabung elpiji 3 kilogram dapat ditukar dengan tabung Bright Gas 12 kilogram, lengkap dengan isinya.
“Program ini ditujukan untuk konsumen yang tidak termasuk dalam kategori pengguna LPG 3 kg, seperti pelaku usaha laundry, kafe, dan rumah makan yang tidak masuk kategori UMKM,” ujar Gilang, Rabu (2/10).
Proses penukaran tabung gas melon ini dapat dilakukan di kantor Pertamina Kepri di Batam. Program ini berlangsung sampai Desember 2024, dengan insentif khusus bagi 100 konsumen pertama berupa pengisian gas gratis.
“Kami memberikan penawaran khusus bagi 100 konsumen pertama yang melakukan trade-in dengan gas kosong, mereka akan mendapatkan pengisian gratis,” kata dia.
Pertamina juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pelaku usaha non-UMKM agar segera beralih menggunakan gas non-subsidi. Harapannya, agar semakin banyak konsumen yang sadar dan mengikuti program ini.
“Kami berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya program ini,” ujar Gilang.(*)
Anggota DPR RI termuda Annisa Maharani Azzahra Mahesa dari fraksi Partai Gerindra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (1/10). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
batampos – Annisa Maharani Alzahra Mahesa alias Annisa Mahesa menarik perhatian publik setelah resmi dilantik menjadi Anggota DPR RI periode 2024-2029. Annisa merupakan anak dari almarhum politikus Partai Gerindra, Desmond J Mahesa.
Annisa merupakan Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra. Legislator daerah pemilihan (Dapil) Banten III itu merupakan wanita kelahiran 17 Juli 2001 yang usianya baru 23 tahun.
Annisa Mahesa dikenal setelah dirinya didapuk menjadi Pimpinan Sementara DPR RI, dalam sidang paripurna pelantikan 580 Anggota DPR RI, pada Selasa (1/10).
Menelisik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Annisa Mahesa pada laman elhkpn.kpk.go.id, memiliki total harta kekayaan senilai Rp 5.870.445.000 atau Rp 5,8 miliar. LHKPN itu terakhir dilaporkan pada 15 Agustus 2024.
Annisa tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan 12 bidang yang tersebar, di Kota Serang dan Kota Pandeglang senilai total Rp 2.571.445.000 atau Rp 2,57 miliar. Harta itu merupakan hibah tanpa akta.
Annisa juga tercatat memiliki mobil Lexus LX570 tahun 2017 senilai Rp 2,2 miliar. Mobil mewah itu juga merupakan hibah tanpa akta.
Selain itu, Annisa juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sejumlah Rp 536.500.000. Serta kas dan setara kas Rp 562.500.00. Sehingga total harta kekayaan Annisa seluruhnya mencapai Rp 5.870.445.000. (*)
batampos – Bawaslu Kota Batam mendapat sejumlah laporan mengenai dugaan pelanggaran Pilkada. Sebagian besar aduan tersebut terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho mengungkapkan, pihaknya telah menerima total lima laporan terkait dugaan pelanggaran Pilkada. Kemudian, ada satu temuan pengawas hasil dari informasi yang dihimpun dari masyarakat.
“Laporan-laporan ini mencakup isu-isu terkait netralitas ASN, dengan dua terlapor di wilayah Bengkong dan Sagulung. Setelah ditelusuri, kami telah memutuskan bahwa laporan tersebut tidak terbukti mengandung unsur pelanggaran Pilkada,” ujarnya, Kamis (3/10).
Selain itu, Bawaslu Batam juga menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan pelecehan verbal dari salah satu calon kepala daerah. Meski begitu, laporan tersebut pun dinyatakan tak memenuhi unsur pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Antonius menambahkan, terdapat laporan terbaru terkait netralitas ASN, yang menyangkut seorang lurah di Sagulung. Saat ini, Bawaslu masih melakukan kajian internal dan berencana untuk melakukan klarifikasi mengenai laporan tersebut pada hari berikutnya.
Sebagaimana diketahui, laporan soal dugaan pelecehan verbal itu menyasar ke pernyataan calon Wakil Wali Kota Batam, Hardi Selamat Hood, terhadap Li Claudia Chandra, pada acara deklarasi damai beberapa waktu lalu.
Kemudian, laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN diadukan oleh Tim Kuasa Hukum Nuryanto-Hardi Selamat Hood (NADI), kemarin.
Kepatuhan terhadap netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilkada diatur dalam Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menekankan bahwa ASN harus menjaga integritas dan netralitasnya dalam pelaksanaan tugas, terutama pada saat periode pemilihan umum. (*)
batampos – Mengasah imajinasi, anak bisa belajar sambil bermain. Para orang tua pun dituntut paham bagaimana bentuk permainan yang bisa mengedukasi anak sambil
bermain.
Tujuannya selain mengasah imajinasi anak, proses belajar juga tidak akan membosankan.
Teknologi modern dalam bentuk gawai memudahkan orang tua. Dilansir laman hallosehat.com. Penggunakan game edukasi melalui platform Android kini juga menjadi bagian penting dan menyenangkan untuk media pembelajaran anak.
Selain menyenangkan, hal itu dilakukan agar anak tidak merasa bosan dengan rutinitas belajar. Anda bisa menyiasati mendidik anak di rumah dengan cara mengajaknya bermain
game edukasi.
Banyaknya game di platform Android tentu bakal membingungkan orang tua ketika memilih game yang cocok untuk anaknya.
Oleh karena itu, berikut beberapa game edukasi anak terbaik untuk Android yang bisa Anda simak:
1. Puzzle
Dilansir laman hallodoc.com Membuat puzzle sangat mudah. Cukup dengan bahan gambar yang digemari anak. Gambar tersebut kemudian digunting menjadi beberapa bagian kecil.
Selanjutnya, anak diminta menyusun menjadi gambar utuh. Game puzzle dapat juga dimainkan di perangkat komputer dengan mengunduh gambar yang sudah dibuat puzzle. Anak diminta menata kembali menjadi gambar utuh.
Permainan sambung kata dapat diucapkan secara langsung. Caranya dengan membuat kelompok kecil.
Kemudian masing-masing anak diminta melanjutkan kata yang diucapkan temannya supaya tersusun menjadi kalimat yang bisa dipahami.
Sebagai varisasi permainan dapat juga menggunakan perangkat komputer untuk game sambung huruf atau sambung kata.
3. Game memasak
Game memasak adalah salah satu permainan yang seru dan menarik. Dalam game ini, anak akan belajar komposisi dan mengenal beragam warna.
Warna cerah dari gambar sayur dan buah bisa membangun mood positif bagi anak.
Game memasak dapat dilakukan secara nyata dengan alat masak mainan, dapat juga dimainkan secara digital dengan perangkat komputer.
Pada game edukasi anak ini bisa mengarang cerita sendiri atau mengambil sebuah fabel atau dongeng dari internet untuk memulainya.
Berikan beberapa pilihan kosakata lain untuk masing-masing kata kerja yang terdapat di dalam fabel atau dongeng.
Tugasnya anak agar berhasil menyelesaikan games edukasi untuk anak ini adalah mengganti kosakata yang sudah ada dengan salah satu kosakata pilihan yang Anda sediakan.
Hal ini bertujuan agar cerita di dalam dongeng bisa lebih “hidup” atau mudah dibayangkan oleh orang lain yang membacanya.
5. Game menyusun balok-balok
Menyusun balok-balok juga bisa mengasah imajinasi anak. Ia bisa menyusun baloknya seperti gedung, mobil, rumah dan lain-lain.
Selain mengasah imajinasi, anak juga belajar untuk memperhitungkan supaya baloknya seimbang dan tidak runtuh.
Sebenarnya tidak harus balok, ibu bisa memberikan barang apa pun yang sekiranya mudah untuk disusun.
Salah satu contohnya, ibu bisa memanfaatkan kotak kardus yang sudah tidak terpakai untuk jadi permainan balok. (*)
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Heribertus Ompusunggu bersama Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Deni Langie, dan undangan mmemberikan keterangan pada rilis pemusnahan barang bukti narkoba Mapolresta Barelang, Kamis (3/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu, ekstasi, dan ganja di Mapolresta Barelang, Kamis (3/10) siang.
Adapun barang bukti yang dimusnahkan yakni sabu sebanyak 4,74 kg, 1.746 butir ekstasi, dan 5,44 gram ganja. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan alat prekursor.
Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu mengatakan barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan dari bulan Juni-Agustus.
“Ada 10 laporan polisi (LP). Dengan 8 orang tersangka, dan 2 orang rehabilitasi,” ujarnya yang didampingi Kasat Narkoba Polresta Barelang, AKP Deni Langie.
Kasus pertama diungkap pada 4 Juni di Perumahan Livia Garden, Batam Kota dengan barang bukti 0,52 gram sabu, dan pada 23 Juni di Berengkeng Lapas Kelas 2A dengan barang bukti 12,5 gram.
“Ini barang temuan. Dan masih dilakukan penyelidikan,” kata Heribertus.
Kemudian 2 penindakan sabu di rumah kosong jalan Prambanan, Batuampar dan pintu masuk Kepri Mall dengan masing-masing barang bukti 0,48 gram, 4.05 kg dan 900 butir ekstasi. Penindakan ke enam pada 11 Juli di pinggir Dapur 12 Sagulung dengan barang bukti 223,19 gram dan di pintu keluar Harbour Bay penindakan 500 butir ekstasi.
Selanjutnya penindakan 213,31 gram sabu di Jalan Brigjend Katamso, Batuahu dan di depan Hotel Nivila Inn Komplek Nagoya City Center dengan barang bukti 360 butir ekstasi, 111,35 gram sabu dan gram ganja, serta pada 16 Agustus penindakan 0,67 gram sabu di kawasan Sarana Citra Nusa, Kabil.
“Dari seluruh laporan ini, ada 3 laporan yang masih dalam penyelidikan,” ungkap Heribertus.
Ia menjelaskan 8 orang tersangka tersebut terdiri dari kurir, pengedar, dan 2 orang pengguna. Dengan adanya pengungkapan dan pemusnahan ini dapat menyelamstkan 17 ribu jiwa dari peredaran narkotika.
“Ini menunjukkan semua pihak yang berjuang keras untuk melawan narkoba,” katanya.
Sebelum pemusnahan dilakukan pengujian keaslian barang bukti dan turut dihadiri pihak Kejaksaan, BPOM, MUI, NU, dan FKUB.
Kesepuluh terjadi Pada Jum’at tanggal 16 Agustus 2024. di Pinggir jalan (jalan tanah) dekat Pos 3 Sarana Citra Nusa Kel: Kabil Kec. Nongsa Kota Batam, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis Sabu sebanyak 0,67 Gram.
Laporan Polisi yang pertama Pada hari Selasa tanggal 4 Juni 2024 sekira pukul 17.00 Wib terjadi di Perm. Livia Garden Kota Batam dengan mengamankan Narkotika Jenis Sabu sebanyak 0,52 Gram.
Kemudian yang kedua terjadi Pada hari Minggu tanggal 23 Juni 2024 sekira pukul 13.30 Wib. Di Berengkeng Lapas Kelas 2A Kel Tambesi Kec. Sagulung Kota Batam, ini masih dalam lidik yang mana merupakan limpahan dari lapas kelas 2a barelang, Dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 12,5 gram.
Yang ketiga terjadi Pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2024 sekira pukul 00.56 Wib. di Kostkosan Jalan Bengkong Indah Dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 175,71 gram.
Yang Keempat terjadi Pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2024. di rumah kosong jalan Prambanan Kel. Seraya Kec. Batu Ampar – Kota Batam, Dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 0,48 gram.
Yang kelima terjadi Pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2024. di Di Pintu Masuk Kepri Mall Kel. Sukajadi Kec. Batam Kota – Kota Batam, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 4.054,3 gram dan Ekstasi sebanyak 900 butir.
Yang keenam terjadi Pada hari Kamis tanggal 11 Juli 2024 sekira pukul 20.00 Wib. di pinggir jalan dapur 12, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu 223,19 gram.
Yang ketujuh terjadi Pada hari Senin tanggal 15 Juli 2024 di Pintu Keluar Harbour Bay Kel. Sungai Jodoh Kec. Batu Ampar – Kota Batam, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis Ekatasi sebanyak 500 Butir.
Kedelapan terjadi Pada hari Selasa tanggal 16 Juli 2024 di Jl. Brigjen Katamso, Depan Mesjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kel. Tanjung Uncang, Kec. Batu Aji, Batam, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis Sabu sebanyak 213,31 Gram.
Kesembilan terjadi Pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2024. di pinggir jalan depan Hotel Nivila Inn Komplek Nagoya City Center, Jl. Komp. Business Centre No.13, Kel. Lubuk Baja Kota, Kec. Lubuk Baja, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis Ekstasi sebanyak 360 Butir, 111,35 Gram Sabu dan 5,44 Gram Ganja.
Kesepuluh terjadi Pada Jum’at tanggal 16 Agustus 2024. di Pinggir jalan (jalan tanah) dekat Pos 3 Sarana Citra Nusa Kel: Kabil Kec. Nongsa Kota Batam, dengan mengamankan barang bukti narkotika jenis Sabu sebanyak 0,67 Gram.
Ia menjelaskan 8 orang tersangka tersebut terdiri dari kurir, pengedar, dan 2 orang pengguna. Dengan adanya pengungkapan dan pemusnahan ini dapat menyelamstkan 17 ribu jiwa dari peredaran narkotika.
“Ini menunjukkan semua pihak yang berjuang keras untuk melawan narkoba,” katanya.
Sebelum pemusnahan dilakukan pengujian keaslian barang bukti dan turut dihadiri pihak Kejaksaan, BPOM, MUI, NU, dan FKUB. (*)
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali memfasilitasi pergeseran satu Kepala Keluarga (KK) dari hunian sementara ke hunian tetap di Tanjung Banun pada Kamis (3/10/2024).
Angka ini menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke Tanjung Banun sebanyak empat KK dan ratusan KK lainnya masih menunggu antrean rampungnya pekerjaan rumah pilihan mereka masing-masing hingga 31 Desember 2024 ini.
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bersedia mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City dan berharap rumah baru ini dapat terus meningkatkan kesejahteraan warga hingga generasi kedepannya.
“BP Batam mengucapkan terima kasih kepada warga Rempang yang telah bersedia mendukung PSN Rempang Eco-City, lewat dukungan warga yang luar biasa ini harapannya investasi ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi Batam khususnya warga di Pulau Rempang,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.
“Semoga rumah baru Tanjung Banun ini dapat memberikan kebahagiaan, kesejahteraan, dan harapan baru bagi warga yang telah menempatinya hingga generasi penerusnya nanti,” pungkas Tuty.
Ditemui saat proses penurunan barang di rumah barunya, Fahrudin seorang Kepala Keluarga yang hari ini difasilitasi pergeseran ke hunian tetap oleh BP Batam mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada BP Batam yang telah memenuhi hak-hak masyarakat terdampak PSN ini.
“Selama kami berada di hunian sementara, semua hak-hak yang disampaikan di awal pergeseran telah kami terima dan Alhamdulillah hari ini saya bersama keluarga telah difasilitasi pindah ke hunian tetap kami,” kata Fahrudin.
“Saya dan keluarga siap mendukung proyek ini dengan harapan anak cucu kami kedepannya bisa hidup lebih sejahtera dan bahagia,” pungkas Fahrudin sembari tersenyum. (*)
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) kembali memfasilitasi pergeseran satu Kepala Keluarga (KK) dari hunian sementara ke hunian tetap di Tanjung Banun pada Kamis (3/10/2024).
Angka ini menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke Tanjung Banun sebanyak empat KK dan ratusan KK lainnya masih menunggu antrean rampungnya pekerjaan rumah pilihan mereka masing-masing hingga 31 Desember 2024 ini.
Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol, Ariastuty Sirait mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bersedia mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City dan berharap rumah baru ini dapat terus meningkatkan kesejahteraan warga hingga generasi kedepannya.
“BP Batam mengucapkan terima kasih kepada warga Rempang yang telah bersedia mendukung PSN Rempang Eco-City, lewat dukungan warga yang luar biasa ini harapannya investasi ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi Batam khususnya warga di Pulau Rempang,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.
“Semoga rumah baru Tanjung Banun ini dapat memberikan kebahagiaan, kesejahteraan, dan harapan baru bagi warga yang telah menempatinya hingga generasi penerusnya nanti,” pungkas Tuty.
Ditemui saat proses penurunan barang di rumah barunya, Fahrudin seorang Kepala Keluarga yang hari ini difasilitasi pergeseran ke hunian tetap oleh BP Batam mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada BP Batam yang telah memenuhi hak-hak masyarakat terdampak PSN ini.
“Selama kami berada di hunian sementara, semua hak-hak yang disampaikan di awal pergeseran telah kami terima dan Alhamdulillah hari ini saya bersama keluarga telah difasilitasi pindah ke hunian tetap kami,” kata Fahrudin.
“Saya dan keluarga siap mendukung proyek ini dengan harapan anak cucu kami kedepannya bisa hidup lebih sejahtera dan bahagia,” pungkas Fahrudin sembari tersenyum. (*)
Suasana rapat pembentukam Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (FTJSLP) Anambas yang digelar di Kantor Bupati. f.ihsan
batampos – Proses rapat pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (FTJSLP) Kabupaten Anambas yang digelar di Kantor Bupati Anambas, Pasir Peti, Kecamatan Siantan, Kamis, (3/10) berlangsung ricuh.
Rapat yang dipimpin oleh Bupati Anambas Abdul Haris bersama Perwakilan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Roy Widiartha itu dijadwalkan untuk membahas bantuan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) ricuh disebabkan salah satu masyarakat meminta agar perusahaan Minyak dan Gas (Migas) dapat membuka kembali aliran dana sejak tahun 2017.
“Buka buku lama dalam penyaluran dana CSR. Selama ini kita tidak tahu menahu kemana aliran dana itu. Kalau mau kita buka sama-sama dan baru lanjutkan dengan pembentukan FTJSLP,” kata warga, Eko Pratama.
Mendengar permintaan dari Eko, Camat Palmatak Wan Rumadi terpancing emosi yang membuat situasi semakin memanas. Bahkan, Bupati Haris sampai meminta seluruh audiensi agar kembali tenang.
Setelah audiensi tenang, Bupati meminta kepada perusahaan migas agar segera membuka buku lama mengenai penyaluran dana CSR.
“Pengeluaran dana CSR pasti di audit. Seharusnya dijelaskan apa saja yang dikeluarkan. Saya minta segera dibuat baliho isinya catatan pengeluaran dana. Untuk apa pula perusahaan migas takut-takut, desa juga sudah duluan buat begitu,” pinta Haris.
Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto menyetujui saran dari Bupati untuk membuat baliho yang berisikan laporan pengeluaran dana CSR.
“Kami menyanggupi. Tetapi, untuk FTJSLP ini, kami meminta semua perusahaan dilibatkan. Tidak hanya perusahaan migas, perusahaan yang bergerak dibidang lain juga harus ada. Contoh perusahaan perbankan. Ini untuk kemajuan Anambas yang kita cintai,” kata Andri.
Andri menjelaskan sejak dulu, perusahaan migas yang beroperasi di Anambas selalu berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat setempat.
Menurutnya, permasalahan ini ada misskomunikasi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Kedepan ia berkomitmen untuk memperbaiki komunimasi antara perusahaan dengan masyarakat.
Kemudian, ia meminta kepada Bagian Pemerintahan untuk mendata semua perusahaan yang berlokasi di Anambas. Dengan tujuan untuk memasukkan ke dalam FTJSLP agar penyerapan dana CSR lebih maksimal.
“Saya minta di data semua perusahaan, terus disortir perusahaan apa yang masuk ke dalam forum ini. Biar dana CSR lebih maksimal dan ada keterbukaan,” tegas Haris. (*)