Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 2641

Budi Mardianto Jabat Wakil Ketua II DPRD Batam

0
mardiyanto
Budi Mardianto

batampos – Pimpinan DPRD Kota Batam masih menyisakan satu kursi kosong lagi, dimana PDIP sampai sekarang belum menetapkan satu nama untuk mengisi jabatan sebagai Wakil Ketua II.

Wakil Ketua DPD PDIP Kepri, Sahat Sianturi, mengungkapkan satu nama yang berkemungkinan mengisi kursi Wakil Ketua II DPRD Batam, yakni Budi Mardianto. Bahkan, keputusan tersebut berasal dari DPP PDIP dan telah melalui mekanisme internal partai.

“Yang berhak menjadi pim-pinan itu kan yang mempunyai jabatan di KSB (Ketua, Sekretaris dan Bendahara),” katanya, Kamis (3/10).

Legislator DPRD Kepri ini menyebut, bahwa pertimba-ngan itu telah merujuk banyak hal. Budi dinilai sebagai sosok yang lebih senior ketimbang Anggota DPRD Batam dari fraksi PDIP lainnya saat ini.

Untuk dewan terpilih dari PDIP periode 2024-2029 ini, memang tidak ada yang masuk di lingkaran KSB. Meski Budi tak masuk dalam KSB, namun sosoknya dinilai matang untuk menjadi pimpinan.

“KSB tak ada yang terpilih di periode ini, kecuali Cak Nur (Nuryanto), itupun beliau mundur (karena mencalonkan diri di Pilkada Batam),” ujar Sahat.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Batam, Nuryanto sempat menyebut bahwa yang masuk radar untuk mengisi posisi pimpinan di DPRD Batam ialah figur internal di tingkat DPC. Ia mengamini bahwa Budi sudah diusulkan untuk mengisi posisi Wakil Ketua II.

“Sudah ditandatangani DPP. Mas Budi (Budi Mardianto) yang mengisinya (posisi Wakil Ketua II DPRD Batam),” katanya.

Jabatan pimpinan DPRD Batam 2024-2029 sebelumnya sudah ditetapkan. Beberapa yang dilantik adalah Kamaluddin dari NasDem sebagai Ketua DPRD Batam, Wakil Ketua I, Aweng Kurniawan dari Gerindra, dan Wakil Ketua III, Hendra Asman dari Golkar. (*)

 

Reporter: Arjuna

Melihat Proses Kreatif Pembuatan Tanjak Melayu di Tanjungpinang

0

Tanjak Melayu merupakan salah satu warisan budaya bagi masyarakat Melayu. Sebagai bagian dari pakaian adat tradisional, tanjak tidak hanya sekadar pelengkap, namun termasuk simbol utama identitas masyarakat Melayu. Oleh sebab itu, keberadaan tanjak Melayu perlu dijaga dan dilestarikan.

***

Herlena membuat tanjak di Galeri Alfa Thanjack Store Jalan Bhayangkara Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos

Tanjak Melayu merupakan bagian dari pakaian adat tradisional Melayu yang memiliki makna penting dalam budaya masyarakat Melayu. Tanjak adalah sejenis penutup kepala yang terbuat dari kain songket yang dilipat dan dibentuk dengan teknik dan keterampilan khusus.

Tanjak tidak hanya berfungsi sebagai aksesoris ataupun hanya sekedar penutup kepala, namun merupakan simbol kebanggaan penghormatan terhadap tradisi dan adat serta identitas masyarakat Melayu.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, ada kebangkitan minat terhadap penggunaan tanjak identitas masyarakat Melayu. Tanjak bahkan mulai dilihat sebagai simbol kebanggaan Melayu yang dikenakan dalam acara-acara adat, kesenian, seremonial pemerintah dan swasta hingga perhelatan internasional.

Tanjak Melayu juga bukan hanya sekedar aksesoris tradisional, namun menjadi kebanggan masyarakat Melayu. Sejak zaman kerajaan hingga masa modern saat ini, tanjak terus menjadi bagian penting dalam budaya dan identitas masyarakat Melayu.

BACA JUGA: Pelajar SMPN 3 Tebing Diajarkan Cara Mengikat Kain Samping dan Buat Tanjak

Pembuatan tanjak Melayu juga melibatkan beberapa proses kreatif yang kaya dengan nilai-nilai budaya. Salah satunya terkait pemilihan kain songket yang akan dikreasikan menjadi tanjak.

Proses kreatif pertama dalam pembuatan tanjak Melayu kreasi adalah memilih kain yang akan digunakan untuk membuat tanjak. Jenis kain yang sering dipakai adalah songket.

Kain khas Melayu ini dikenal dengan corak dan warnanya yang cukup mencolok. Kain songket tidak hanya dipilih karena keindahannya. Namun kain ini memiliki makna tersendiri dalam budaya Melayu.

Rancangan corak dan motif ini tidak hanya memperindah tanjak. Namun juga memiliki makna yang mendalam seperti melambangkan kebijaksanaan atau kemakmuran.

Proses kreatif kedua adalah proses menjahit, melipat dan membentuk kain hingga menjadi tanjak. Proses ini bagian inti dari pembuatan tanjak dan memerlukan berbagai teknik lipatan. Sehingga menghasilkan bentuk tanjak yang berbeda-beda.

Setiap lipatan untuk membentuk tanjak, perlu dilakukan dengan teliti dan penuh kesabaran. Hal ini untuk memastikan bahwa bentuk akhir tanjak sesuai dengan tradisi dan aturan pembuatan tanjak Melayu.

Proses kreatif selanjutnya adalah menyempurnakan bentuk tanjak. Setelah tanjak terbentuk, tahap akhir prosesnya yaitu menyimpul tanjak dan menghiasnya agar tampak lebih elegan dan indah.

Beberapa pengrajin tanjak kemungkinan berkreasi dengan menambahkan sejumlah aksesoris seperti manik-manik atau elemen lain untuk memperkaya dan mempercantik tampilan tanjak.

BACA JUGA: Tanjak Expo Kemenag 2024 Ditutup, Kakanwil Serahkan Tongkat Estapet ke Kabupaten/Kota

Pengrajin Tanjak Turut Melestarikan Warisan Budaya Melayu
Salah seorang pengrajin tanjak Melayu di Tanjungpinang yakni Herlena, mengaku belajar membuat tanjak secara autodidak. Menurutnya setiap tahapan atau proses pembuatan tanjak, membawa makna yang mencerminkan kearifan lokal.

“Jadi membuat tanjak itu tidak boleh sembarangan juga, harus banyak belajar, membaca dan mencari tahu peruntukannya untuk apa saja,” katanya.

Sebagai contoh, kata Herlena, proses melipat dan menyimpul tanjak yang rumit dan tidak sembarangan itu, melambangkan ketelitian dan kesabaran. Selain itu, tanjak yang dikenakan pada kepala, juga melambangkan nilai-nilai tradisi dan adat Melayu.

“Di situlah (melipat dan menyimpul) letak nilai seninya. Jadi tanjak bukan sekadar aksesoris, karena menurut saya tanjak merupakan hal utama saat mengenakan pakaian adat Melayu,” katanya.

Tanjak Melayu, lanjut Herlena, biasanya sering dikenakan masyarakat Melayu dalam berbagai upacara adat, acara pernikahan atau saat bertemu dengan tokoh masyarakat atau pun tokoh-tokoh penting.

Pada zaman modern saat ini, kata Herlena, tanjak Melayu juga mulai dikenakan dalam acara-acara seremonial resmi pemerintahan atau acara-acara budaya lainnya. Tanjak juga biasa digunakan dalam sejumlah acara dan kegiatan pihak swasta.

“Hal ini menunjukkan bahwa tanjak Melayu tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Herlena, selain ikut melestarikan warisan budaya Melayu ini, ia juga turut mengedukasi para pemesan tanjak kreasi buatannya. Tidak lupa ia mengingatkan kepada pemesan tentang bagaimana cara penggunaan tanjak Melayu yang benar.

“Sebagai pengrajin dan orang Melayu, niat kami adalah untuk menjaga dan melestarikan Tanjak sebagai warisan budaya Melayu,” jelas pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Tanjungpinang Barat ini.

Masih kata Herlena, dalam proses kreatif pembuatan tanjak Melayu memerlukan kombinasi dari keterampilan, pengetahuan budaya dan sentuhan seni. Setiap tanjak yang dihasilkan, bukan hanya sebagai karya seni yang indah. Namun menjadi simbol dari nilai-nilai tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Ya jadi harus paham dengan proses pembuatannya yang rumit. Semoga kita terus menghargai warisan budaya Melayu ini,” sebutnya.

Sebagai niat awal untuk melestarikan tradisi dan warisan budaya Melayu ini, Sejak tahun 2016, Herlena mulai memproduksi tanjak dan membuka galeri tanjak Melayu. Herlena membuka Galeri Alfha Thanjack Store di Jalan Bhayangkara Tanjungpinang.

Selain membuat tanjak Melayu berbagai corak, motif dan warna, Herlena juga mulai mengembangkan usahanya dengan membuat suvenir atau cinderamata tanjak Melayu.

“Jadi adanya pembuatan tanjak ini adalah untuk menjaga dan melestarikan tradisi dan warisan budaya Melayu,” terangnya. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

Ansar Ahmad Pemimpin Terbaik untuk Lanjutkan Pembangunan Pro Rakyat

0

ansar makanbatampos – Calon gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad merupakan pemimpin terbaik melanjutkan pembangunan pro rakyat bagi masyarakat Kepri. Ansar dianggap punya kapasitas menjanjikan untuk kemajuan Kepri.

Anggota Persekutuan Gereja Kepri, Pendeta Josrudi mengatakan, ia optimis dengan kemampuan Ansar membangun Kepri lebih baik. Ia menegaskan, berbekal pengalaman melimpah, Ansar layak menjadi gubernur Kepri di kepemimpinan selanjutnya.

“Kita optimis Pak Ansar bisa melanjutkan pembangunan Kepri yang belum tercapai,” kata Pendeta Josrudi, Kamis (3/10/2024).

Komitmen Ansar begitu besar untuk menyelesaikan pembangunan Kepri menjadi lebih baik. Sejauh ini, telah banyak program strategis hingga prestasi yang berhasil ditorehkan Ansar.

Seperti salah satunya yakni berhasil meningkatkan kualitas SDM sebanyak 2000 lebih milenial menjadi tenaga kerja profesional. Tak hanya itu, Ansar juga sukses membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di atas lahan seluas 1.998 meter, dengan bangunan seluas 1.500 meter persegi dan menawarkan pelatihan berbagai bidang kerja di Kabupaten Karimun melalui APBD Provinsi Kepri.

Lalu, Ansar berhasil menaikkan kualitas lingkungan Kepri. Adapun Indeks Kualitas Lingkungan Hidup yang meningkat dari 69,47 pada tahun 2021 menjadi 74,26. Angka tersebut berada di atas angka nasional yaitu 72,54 poin.

Maka dari itu, Pendeta Josrudi menegaskan, ia bersama pendeta gereja yang lain akan mendukung pemimpin yang komitmen melanjutkan pembangunan Kepri lebih baik. Ia menilai, hanya Ansar sejauh ini terbukti memberikan kemajuan positif untuk Kepri.

“Kita para pendeta juga memiliki prinsip bahwa kita dukung pemerintah yang membangun Kepri menjadi lebih baik,” tutup Pendeta Josrudi. (*)

Pemko Batam dan Baznas Salurkan 150 Paket Sembako untuk Melawan Stunting

0
IMG 20241004 WA0008
Penyerahan bantuan sembako yang diberikan langsung oleh Sekda Kota Batam Jefridin kepada penerima.

batampos – Upaya penanganan stunting di Kota Batam terus dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada faktor-faktor penyebab guna memastikan langkah yang diambil tepat sasaran. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memperkuat ketahanan pangan di wilayah rentan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin menyerahkan bantuan paket sembako yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam kepada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Batuaji. Acara penyerahan berlangsung di Kantor Camat Batuaji, Kamis (3/10).

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada Baznas Kota Batam yang telah memberikan bantuan paket sembako ini. Bantuan ini diharapkan dapat membantu menuntaskan permasalahan stunting di Kota Batam, khususnya di Kecamatan Batuaji,” kata Jefridin dalam sambutannya.

Baca Juga: Satgas Stunting Batam Temukan Kasus di Batuaji

Ia berpesan kepada para orangtua penerima bantuan agar memanfaatkan sembako yang diterima dengan baik, mengingat paket tersebut berisi kebutuhan gizi penting untuk anak-anak mereka.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak kita, sehingga Batam bisa mencapai target zero stunting,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan berupa 150 paket sembako. Termasuk susu yang diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan gizi balita yang terkena stunting.

Wakil Ketua II Baznas Batam, Habib Soleh menyebut, bantuan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara Baznas dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menurunkan angka stunting. Ia menjelaskan, bahwa sumber dana untuk bantuan ini berasal dari zakat yang dibayarkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko.

“Hari ini, Baznas berkontribusi dalam menurunkan angka stunting di Kota Batam. Alhamdulillah, progresnya cukup baik berdasarkan laporan dari dokter Rumah Sehat Baznas. Bantuan ini berasal dari zakat ASN, termasuk dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Pak Sekda, serta seluruh pegawai Pemko Batam. Semoga zakat yang diberikan dapat meringankan beban serta membawa kebahagiaan bagi para penerima di Kota Batam,” ujar Habib Soleh. (*)

Reporter: Arjuna

Makan Bareng Masyarakat, Ansar Ahmad Sosok Pemimpin yang Merakyat

0

ansar makan enakbatampos – Calon gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad merupakan sosok pemimpin merakyat untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kepri. Melebur bersama masyarakat, menjadi salah satu bukti jika Ansar tidak berjarak dengan rakyat.

Hal itu dibuktikan saat Ansar menyantap sarapan paginya di Rumah Makan Pondok Sarapan Pagi Upik yang ada di Jalan Pancur, Tanjungpinang. Ansar yang mengenakan kemeja kaos kerah berwarna hitam tersebut duduk di antara para pengunjung restoran tersebut.

Pemilik RM Pondok Sarapan Pagi Upik, Indra mengatakan, Ansar memang sering sarapan di tempatnya. Selain itu, Indra menuturkan, saat sarapan, Ansar menikmatinya di tengah-tengah masyarakat Tanjungpinang.

“Tempat ini jadi langganan Pak Ansar untuk sarapan. Biasanya suka Sabtu-Minggu. Beliau juga sering mentraktir dan menyatu bersama masyarakat,” kata Indra, ketika ditemui di lokasi, Kamis (3/10/2024).

Tidak hanya itu, Indra juga hafal dengan menu yang biasa dipesan bupati Bintan periode 2005-2015 tersebut. Ia menjelaskan jika lontong usus dan teh telur adalah sarapan pagi favorit Ansar.

“Lontong usus dan teh telur itu menu yang biasa dipesan Bapak Ansar,” ucapnya.

Maka dari itu, ia mendoakan agar Ansar bisa memimpin Kepri di periode selanjutnya. Ia menegaskan, Ansar bisa melanjutkan hingga menuntaskan pembangunan Kepri yang belum selesai.

“Mudah-mudahan Pak Ansar bisa membawa Kepri lebih baik lagi,” tandasnya. (*)

Rutan Batam Gelar Simulasi Penanganan Musibah Kebakaran Bersama Damkar

0
rutan
Pegawai Rutan Batam saat latihan simulasi keadaan darurat musibah kebakaran. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam gelar latihan simulasi keadaan darurat musibah kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Kamis (3/10).

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan petugas dalam menangani situasi darurat, terutama kebakaran, yang bisa terjadi di lingkungan Rutan. Pelatihan ini berlangsung di halaman depan Rutan Batam dengan melibatkan seluruh petugas sebagai peserta.

Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo mengatakan, pentingnya pelatihan seperti ini untuk memastikan setiap petugas memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi kebakaran.

“Pelatihan dan simulasi ini adalah langkah preventif yang penting. Kami ingin memastikan seluruh petugas di Rutan Batam memiliki kemampuan untuk mencegah dan menangani kebakaran secara cepat dan tepat. Ini bukan hanya untuk melindungi fasilitas, tetapi juga untuk menjaga keselamatan para penghuni dan petugas di lingkungan rutan,” ujar Fajar.

Kegiatan pelatihan dimulai dengan pemberian materi oleh pihak Dinas Pemadam Kebakaran dilanjutkan dengan praktik lapangan. Petugas diberi kesempatan untuk belajar cara mengendalikan api yang muncul dari tabung gas yang merupakan salah satu pemicu kebakaran yang umum terjadi. Selain penggunaan APAR, petugas juga diajarkan teknik pemadaman api secara manual.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga meliputi pengecekan fasilitas APAR yang tersebar di berbagai titik penting di dalam Rutan. Kelayakan fungsi APAR, kondisi fisik APAR, masa kedaluwarsa, serta penempatan yang strategis untuk memudahkan akses dalam situasi darurat, khususnya di area dapur dan blok hunian warga binaan dipastikan berfungsi dengan baik.

Selain melakukan pengecekan fasilitas, Karutan beserta jajaran bersama Dinas Pemadam Kebakaran juga melihat dan memetakan jalur evakuasi apabila terjadi bencana alam ataupun kebakaran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis pengamanan dan antisipasi bencana, dengan tujuan utama untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) di Rutan tetap terkendali dan terjaga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Banyak Dukung Pembangunan Rumah Ibadah, Ansar Ahmad Pemimpin Religius

0

ansar masjidbatampos – Calon gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad tercatat berhasil membangun sarana prasarana peribadatan untuk di Kepri. Maka dari itu, masyarakat menilai, Ansar merupakan pemimpin religius untuk Kepri lebih agamis.

“Soal membangun rumah ibadah saya kira itu tergantung kalau ada permohonan permintaan kita pasti fasilitasi,” kata Ansar, Kamis (3/10/2024).

Lebih lanjut, Ansar menegaskan, ia juga sudah banyak membangun rumah ibadah seperti masjid hingga gereja. Tak hanya membangun, ia juga memberikan bantuan lainnya kepada rumah ibadah di Kepri.

“Ada masjid, mushala hingga gereja yang sudah saya bangun dan saya bantu,” tutur Ansar.

Seperti diketahui, Ansar berhasil memberikan bantuan keumatan untuk masyarakat Kepri. Ia sukses menggalakkan pembangunan rumah ibadah sebanyak 2.353 paket bantuan.

Adapun hal itu sebagai upaya pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Tak hanya itu, Ansar juga memberikan bantuan terhadap 861 rumah ibadah se-Kepri senilai Rp112 miliar di 2024.

Oleh sebab itu, Ansar menegaskan, adanya upaya pembangunan rumah ibadah tersebut sebagai bentuk kebhinekaan di Kepri. Karenanya, ia ingin bersama-sama membangun Kepri lebih baik di masa yang akan datang.

“Nah saya kira biar kita bersama-sama membangun Kepri lebih baik,” ujar Ansar. (*)

Berhasil Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, Simpul Dukungan Pada Ansar Ahmad Menguat

0

ansar simpulbatampos – Calon gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad terbukti berhasil membangun ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Kepri. Keberhasilan tersebut membuat simpul dukungan untuk Ansar semakin menguat.

Koordinator Daerah (Korda) Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) Kepri, Rustam Pasaribu mengungkapkan, Ansar merupakan figur ideal membangun Kepri melalui ekonomi kerakyatan. Menurutnya, Ansar juga punya kapasitas membanggakan mendorong ekonomi Kepri tumbuh signifikan.

“Pak Ansar itu membangun ekonomi kerakyatan dan menyejahterakan masyarakat Kepri,” kata Rustam, Kamis (3/10/2024).

Ansar merupakan pemimpin yang sudah memiliki banyak rekam jejak manis membangun Kepri dari berbagai sisi. Hal itu juga termasuk kepada penguatan ekonomi hingga UMKM yang terus tumbuh secara mandiri.

Salah satu torehan membanggakannya yakni Ansar berhasil meningkatkan ekonomi dari minus 3,80 persen pada tahun 2020, tumbuh positif ke angka 5,20 persen. Adapun angka tersebut menduduki peringkat pertama dan tertinggi se-Pulau Sumatera.

Kemudian, Ansar juga sukses memajukan UMKM agar naik kelas. Salah satu capaiannya yakni berhasil menyalurkan bantuan modal tanpa bunga sebesar Rp25,7 miliar kepada 1.306 UMKM serta mengadakan pelatihan pemasaran, pengembangan kewirausahaan, hingga bantuan alat, vokasional, dan bantuan sertifikasi halal terhadap 4.600 UMKM.

Maka dari itu, Rustam melihat, dari kerja nyata tersebut, menurutnya, Ansar pemimpin yang sangat diharapkan memimpin Kepri. Karenanya, ia menegaskan dukungan untuk Ansar semakin tak terelakkan.

“Kalau melihat kontribusi dan kerja nyata Pak Ansar, kami punya keyakinan bahwasanya beliau itu sangat diharapkan memimpin Kepri,” tandasnya. (*)

Tingkatkan Pengawasaan Iklan Obat Tradisional dan Suplemen di Wilayah Perbatasaan

0
jamu
BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat menggelar forum komunikasi pengawasan iklan obat dan suplemen di wilayah perbatasan yang digelar di Hotel Aston, Batam, Kamis (3/10).
F. YASHINTA/BATAM POS

batampos – Badan Pengawasaan Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Forum Komunikasi Pengawasaan Iklan Obat Bahan Alam, Obat Kuasi dan Suplemen Kesehatan di Hotel Aston Batam, Kamis (3/10). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan penga-wasaan dan kewaspadaan terhadap penyiaran dan iklan khusus untuk obat tradisional hingga suplemen kesehatan di daerah perbatasaan. Karena itu, digelar forum komunikasi untuk meningkatkan koloborasi penguatan dan pengawasaan antarlintas fungsi di Batam.

Lembaga penyiaran menjadi salah satu media rujukan bagi masyarakat dalam mencari informasi yang valid dan terkini. Begitu pula iklan atau promosi produk yang disiarkan melalui tv atau radio menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam menjual dan mempromosikan produk­nya.

Berdasarkan hasil pengawasan iklan oleh Badan POM, diketahui bahwa sebagian besar penayangan iklan produk obat bahan alam (obat tradisional) dan suplemen kesehatan di radio dan tv tidak sesuai ketentuan. Hal ini karena belum tersosialisasinya regulasi periklanan bagi media penyiaran maupun pemasang iklannya.

Direktur PMPUPO BPOM, Ema Setyawati, mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan koloboratif di Batam. Dengan tema penguatan pengawasan bahan alam pada wilayah perbatasaan melalui kolobrasi lintas fungsi

“Jadi semua lintas fungsi-fungsi, kementerian lembaga yang ada di daerah, dalam ini pemerintah daerah, semua komponen lah. Kita undang untuk duduk bersama untuk membicarakan pengawasaan dan pe-nguataan obat bahan, kuasi dan suplemen kesehatan,” ujar Ema, usai acara.

Menurut dia, Batam adalah daerah perbatasaan. Yang menjadi satu kekhasan dan prioritas untuk bisa ditingkatkan pengawasaanya dan kewaspadaan dari pemerin-tah daerah. Sehingga apa yang menjadi peran peme-rintah daerah juga bisa dimengerti.

“Jadi kami harapkan pemerintah daerah membantu pengawasaan, karena prinsipnya pengawasaan itu ada tiga pilar,” jelas Ema.

Tiga pilar yangg dimaksud adalah pengusaha yang harus mengawasi produknya, kedua pemerintah dalam hal ini tak hanya BPOM serta ketiga adalah masyarakat.

Dimana semuanya bertanggungjawab terhadap kesehatan diri sendiri melalui konsumsi produk yang aman.

“Jadi tiga pilar itu tolong dicatat. Ketiga unsur tersebut dipertemukan di satu tempat. Untuk membahas permasalahaan pengawasaan serta yang menjadi peran-peran ketiga pilar tersebut,” jabar Ema.

Dalam kegiatan forum itu, ada 4 tema yang dibahas, pertama monotoring peredaran dan efek samping obat bahan alam, pengawasan penyiaran atau iklan dengan membangun penyiaran yang sehat dalam upaya perlindungan masyarakat, peningkatan kerjasama dengan Beacukai di daerah FTZ, pertemuan dengan pelaku usaha yang menjual produk bahan alam dengan memberi edukasi yang menjadi hak dan kewajiban, sehingga perlindungan kesehatan masyarakat terjamin.

“Satu hari ada empat tema. Bahkan tadi ada perjanjian kerjasama dengan KIPD propinsi,” tegas Ema. (*)

 

 

3 Tahun Nihil Kasus, Anambas Berpeluang Jadi Daerah Kawasan Bebas Malaria

0
Tim Asesor Malaria Kemenkes, Lukman Hakim saat terima cenderamata dari Bupati Anambas, Abdul Haris. f. ihsan

batampos – Kabupaten Anambas menjadi daerah prioritas Kementrian Kesehatan untuk dijadikan kawasan bebas Malaria.

Hal ini diungkapkan oleh Asesor Malaria, Lukman Hakim ketika mengunjungi Tarempa dalam rangka uji petik eliminasi Malaria di Tarempa, Kamis, (3/10).

“Kedatangan kita ini berdasarkan laporan bahwa Anambas sudah 3 tahun berturut-turut selalu bebas malaria. Maka kita datang untuk meninjau langsung sekaligus memvalidasi data,” kata Lukman Hakim.

BACA JUGA: Pemkab Bintan Raih Penghargaan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria dari ADINKES

Lukman menjelaskan untuk menjadi daerah bebas malaria ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, kasus malaria dibawah 1 per 1000 penduduk berisiko.

Kedua, selama tiga tahun berturut-turut tidak ada kasus malaria yang ditemukan. Terakhir, kasus malaria tidak menyebabkan kematian.

“Dari tiga hal ini bisa kita simpulkan Anambas masuk eliminasi malaria skala nasional dan daerah prioritas yang ditunjuk Kemenkes,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Anambas, Abdul Haris mengaku bersyukur selama tiga tahun menjaga angka kasus malaria akhirnya dapat perhatian khusus dari Kemenkes.

“Alhamdulillah, selama tiga tahun ini upaya kita untuk mencegah kasus malaria membuahkan hasil. Pertama masyarakat kita sehat, kedua kita diperhatikan oleh pusat dan masuk eliminasi skala nasional,” kata Haris.

Haris tidak membantah jika adapun kasus malaria di Anambas, dipastikan karena terkena nyamuk dari luar daerah.

“Dari luar (kasusnya). Didalam tubuh manusia ini kan sudah ada malaria. Cuma kapasitasnya saja, produkfitasnya saja. Kalau sifat lemah dia tak apa. Jika dia kuat (virusnya) maka menjadi penyakit malaria. Kita harap masyarakat dapat berperilaku hidup sehat agar terhindar dari segala penyakit,” pungkas Haris. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin