Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 2644

SOTK di Pemkab Bintan Berubah, Bapelitbang Bakal Jadi Bapperinda

0
Ahdi Muqsith. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan berubah.

Setidaknya ada satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bintan diusulkan akan diubah.

Adalah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Bintan akan diubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bintan.

Plt Bupati Bintan, Ahdi Muqsith menyampaikan, Pemkab Bintan telah melakukan kajian pembentukan Brida  Kabupaten Bintan.

“Hasil kajian dalam proses pembentukan Brida di Bintan adalah rencana kelembagaan yang akan dibentuk dan tetap terintegrasi dengan perencanaan,” jelasnya.

Hal ini menyusul Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang pembentukan badan riset dan inovasi nasional. Dalam pasal 66 ayat 1 Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) dibentuk oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA: Perubahan SOTK Sebabkan BKPSDM Karimun Telat Usulkan NI PPPK ke BKN

Dia mengatakan, bidang penelitian dan pengembangan Bapelitbang Bintan akan bertransformasi menjadi bidang riset dan inovasi daerah (Brida).

Selanjutnya, nomenklatur Bapelitbang akan berubah menjadi badan perencanaan, pembangunan, riset dan inovasi daerah (Bapperida).

“Bapperinda berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada bupati Bintan, yang memiliki tugas membantu kepala daerah,” katanya.

Dikatakannya, perubahan Bapelitbang menjadi Bapperida tidak akan mempengaruhi kinerja dari perangkat daerah.

Tapi diharapkannya, dapat merevitalisasi fungsi dan peran dalam proses perencanaan, kebijakan daerah dan menemukan inovasi yang dapat memberikan terobosan-terobosan dalam mencari solusi terhadap persoalan dan isu strategis yang ada di masyarakat. (*)

Reporter: Slamet

Thomas Tuchel akan Jadi Pelatih Inggris

0
Thomas Tuchel resmi ditunjuk FA untuk menjadi pelatih Inggris. (Instagram Thomas Tuchel)

batampos – Thomas Tuchel dilaporkan telah menyepakati untuk menjadi pelatih baru Timnas Inggris, menggantikan Gareth Southgate yang mundur pada musim panas lalu. Tuchel adalah pelatih asing ketiga yang menangani Inggris, setelah sebelumnya ada Svan Goran Ericsson (Swedia) dan Fabio Capello (Italia).

Tuchel, pelatih 51 tahun yang merupakan mantan pelatih Chelsea dan membawa klub itu menjuarai Liga Champions, sebelumnya menganggur setelah meninggalkan Bayern Muenchen pada akhir musim lalu.

Mengutip laporan SkySports, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dijadwalkan mengadakan konferensi pers pada Rabu pukul 13.30 waktu setempat untuk secara resmi mengumumkan Tuchel sebagai penerus Southgate, sekaligus mengakhiri masa jabatan sementara Lee Carsley yang telah menangani tim selama empat pertandingan terakhir.

Tuchel diharapkan membawa perubahan besar pada Timnas Inggris, yang selama beberapa bulan terakhir ditangani Carsley pasca-kekalahan di Nations League dari Yunani. Meski sempat dipertimbangkan sejumlah nama lain, termasuk Jurgen Klopp dan Graham Potter, FA memilih Tuchel sebagai kandidat utama.

Pakar transfer sepak bola, Fabrizio Romano, juga menyebutkan bahwa Thomas Tuchel telah mempertimbangkan untuk menerima pekerjaan sebagai manajer Timnas Inggris sejak Juli lalu.

“Thomas Tuchel telah menyelesaikan kesepakatan untuk menjadi manajer baru Timnas Inggris. Syarat-syarat telah disepakati, dan kontrak siap untuk ditandatangani dengan pernyataan resmi yang diharapkan segera diumumkan,” tulis Fabrizio Romano dalam akun X.

Sebelumnya, FA telah menjajaki pembicaraan dengan Tuchel sejak kekalahan Inggris di Nations League, yang kemudian diperparah oleh ketidakpastian masa depan Lee Carsley.

Kekalahan tersebut membuat FA semakin mempercepat pencarian pelatih tetap, dan meskipun awalnya tertarik pada Pep Guardiola, FA tidak melanjutkan negosiasi dengan manajer Manchester City tersebut.

FA, khususnya Direktur Teknik John McDermott, menginginkan pelatih dengan rekam jejak kuat dalam meraih trofi. Tuchel dianggap memenuhi kriteria itu setelah sukses di berbagai klub, termasuk memenangi liga bersama Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen, serta membawa Chelsea juara Liga Champions. (*)

Disnaker Batam Catat 20.457 Pencaker Sepanjang 2024, 5.695 Pencaker Belum Bekerja

0
Pencaker Urus Kartu Kunong Dalil Harahap78
Ilustrasi. Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 20.457 pencari kerja (Pencaker) sepanjang tahun 2024 atau periode Januari-September 2024. Berdasarkan tingkat pendidikan, pencaker di Batam masih didominasi oleh lulusan SLTA sederajat yang mencapai 18.081 orang. Lalu lulusan S1, 1.256 orang dan S2 sebanyak 7 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengungkapkan bahwa pencaker di Kota Batam mayoritas adalah warga yang memiliki KTP Batam. “Pencaker kita masih didominasi lulusan SMA dan ber KTP Batam, ” ujarnya, Rabu (16/10).

Sementara itu sepanjang tahun 2024, atau hingga September, sebanyak 14.763 pencaker telah berhasil mendapatkan penempatan kerja melalui berbagai sektor industri di Batam. Sedangkan sisanya yakni sebanyak 5.695 orang belum bekerja.

Baca Juga: Disnaker Batam Fokus Pada Pelatihan, Job Fair Tidak Diadakan Tahun Ini

Rudi menyebutkan, sektor manufaktur, galangan kapal dan oil & gas masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kota Batam sepanjang tahun 2024. Beberapa perusahaan besar seperti McDermott dan PT Simoe membuka hingga ribuan lowongan pekerjaan di bidang tersebut. “Peluang kerja di Batam saat ini masih cukup besar, terutama di bidang welder, manufaktur, dan oil & gas,” ujar Rudi.

Selain itu, banyak perusahaan di Batam yang membuka lowongan kerja dengan syarat spesifik, seperti pengalaman kerja. Namun, ada juga perusahaan yang tidak menetapkan syarat ketat, terutama untuk posisi sebagai operator. “Banyak perusahaan yang meminta kualifikasi tertentu seperti pengalaman kerja,” jelas Rudi.

Selain itu, sektor konstruksi dan industri lainnya juga masih banyak membuka lowongan kerja dengan kualifikasi khusus. Namun, sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda), setiap perusahaan diwajibkan melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan lowongan kerja yang tersedia kepada Disnaker.

Pemerintah daerah katanya terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Batam dengan memfasilitasi pelatihan bagi pencaker dan mempermudah akses informasi terkait lowongan kerja melalui kerja sama dengan perusahaan.

“Kami mewajibkan setiap perusahaan untuk melaporkan lowongan kerja yang tersedia ke Disnaker, sehingga pencaker bisa lebih mudah mengetahui peluang yang ada,” tutur Rudi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia ini juga harus dibarengi dengan kemampuan dan skill pekerja itu sendiri. Tinggal bagaimana tenaga kerja menyiapkan skillnya sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri itu.

“Perlu diingat, bahwa Industri di Kota Batam saat ini mengarah pada industri padat modal. Dimana yang lebih banyak dibutuhkan ialah skilled labor (tenaga kerja terdidik),” tuturnya.

Dimana tenaga kerja kita harus dipersiapkan dengan skill yang terus diupgrade sesuai kebutuhan industri saat ini. Pekerja juga tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah semata-mata.

“Artinya ke depan lapangan pekerjaan ini akan semakin besar. Bagi pekerja terampil. Lowongan pekerja yang belum terampil (unskilled labor) akan makin menyempit, ” sebut Rafki. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Disnaker Batam Fokus Pada Pelatihan, Job Fair Tidak Diadakan Tahun Ini

0
las
Ilustrasi. Seorang welder menggesa pengerjaan tongkang di Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam memastikan bahwa tahun ini tidak akan ada penyelenggaraan job fair oleh pemerintah daerah. Hal ini dikarenakan fokus utama Disnaker adalah peningkatan pelatihan bagi masyarakat yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja. Keputusan ini diambil untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja dan meningkatkan daya saing di pasar kerja.

“Tidak ada job fair, pelatihan yang kita tingkatkan,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu (16/10).

Menurutnya, Disnaker Batam memulai pelaksanaan pelatihan dengan membuka 48 pelatihan kerja dan 30 pelatihan peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja dan pekerja pada Januari 2024. Program ini menyasar total 1.780 peserta yang terdiri dari 1.161 pencaker dan 619 tenaga kerja yang sudah bekerja. Jenis pelatihan yang ditawarkan meliputi berbagai bidang keterampilan yang dibutuhkan oleh industri di Batam.

Baca Juga: Disnaker Batam Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Dukung Rekrutmen Penyandang Disabilitas

“Ada 48 pelatihan kerja dan 30 pelatihan peningkatan kerja yang kita siapkan. Diantaranya, pelatihan forklif, bahasa Korea, rigger, autocad muda, bahasa Inggris/asing pariwisata, las 3G SMAW, teknisi jaringan komputer, las 5G (PIPE) SMAW serta pelatihan welder 3G/4G,” ujarnya.

Selain itu, Disnaker Batam juga melaksanakan Program Bimbingan Teknis (Bimtek) dan sertifikasi gratis yang sudah dimulai sejak 16 September 2024. Program ini diselenggarakan di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah ditunjuk oleh Disnaker. Terdapat 10 jenis pelatihan yang ditawarkan dalam program Bimtek ini, antara lain K3 teknisi listrik, teknisi forklift, AK3 umum, fitter pipe, welder 6G FCAW, security pratama, welder 6G SMAW, welder 6G GTAW, teknisi K3 Bekerja di ketinggian dan teknisi kelistrikan.

“Program ini menyediakan 206 kuota peserta dan diharapkan sertifikasi yang diberikan akan meningkatkan daya saing tenaga kerja Batam, karena sertifikasinya diakui secara nasional dan regional, ” tambahnya.

Selain Bimtek, Disnaker Batam juga mengadakan pelatihan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), yang melibatkan 15 perusahaan di Batam. Pelatihan ini ditujukan untuk perwakilan bagian Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan agar mampu berkomunikasi lebih efektif dengan pekerja penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu dan tuna wicara.

“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kesiapan perusahaan dalam mempekerjakan penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan bahwa penyandang disabilitas dapat bekerja di lingkungan yang inklusif dan perusahaan mampu memberikan dukungan yang diperlukan,” ungkap Rudi.

Menurut Rudi, program pelatihan tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan industri yang dikumpulkan dari perusahaan-perusahaan di Batam, serta masukan dari masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

“Kami menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan sektor-sektor industri di Batam. Disnaker mengumpulkan informasi dari perusahaan-perusahaan untuk mengetahui sektor mana saja yang membutuhkan tenaga kerja, juga dari usulan Musrenbang dan perusahaan langsung,” ujar Rudi.

Meskipun tahun ini tidak ada job fair, Rudi menyebutkan bahwa pada tahun depan job fair kemungkinan besar akan kembali diadakan. Menurutnya, pelatihan dan job fair harus dilakukan secara seimbang agar pencaker yang telah dibekali keterampilan melalui pelatihan dapat langsung ditempatkan di perusahaan.

“Mungkin di tahun depan kita akan mulai membuka kembali job fair. Kami harus menyelaraskan antara pelatihan dan job fair, di mana pelatihan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan job fair digunakan untuk penempatannya,” ujar Rudi.

Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi yang terus ditingkatkan oleh Disnaker Batam, diharapkan tenaga kerja di kota ini dapat lebih siap bersaing dan memenuhi kebutuhan industri yang berkembang pesat. Pemerintah juga berharap penyelenggaraan job fair di tahun mendatang dapat membantu mempercepat penyerapan tenaga kerja secara optimal. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Tak Ada Anggaran, Pembangunan Mall Pelayanan Publik Belum Jelas

0
Tenaga Ahli dari UMRAH memaparkan kajian pembentukan Mall Pelayanan Publik Anambas. f.ihsan

batampos – Pemerintah Kabupaten Anambas berencana akan segera membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kecamatan Siantan.

Pembangunan MPP ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus berbagai jenis dokumen serta perizinan.

“Mall ini untuk mempermudah akses masyarakat. Semua ada disini baik mengurus SIM, Izin Usaha dan dokumen kependudukan. Satu pintu ada di situ,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Anambas, Abdul Rasyid, Selasa, (15/10).

BACA JUGA: Semua Pembayaran Pajak Daerah Akan Dipusatkan di MPP Tanjungpinang

Untuk memperlancar kepengurusan pembangunan MPP, Anambas telah selesai melakukan kajian yang digelar oleh Tenaga Ahli (TA) Oksep Adhyanto dan Irman dari Universitas Maritim Raja Ali Haji.

“Dari hasil kajian dinyatakan bahwa kita layak ada MPP. Dan diputuslan lokasinya berada di Kecamatan Siantan. Mereka mengambil dari kepadatan penduduk,” terang Rasyid.

Dari keputusan bersama, maka Taman Bermadah yang berlokasi di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Tarempa akan dijadikan MPP. Ditambah lagi jarak dari Pelabuhan menuju lokasi dekat, membuat masyarakat yang berada dipulau lebih terjangkau menuju lokasi tersebut.

“Disana ada juga bangunan kantor Disdukcapil, maka kita akan revitalisasi kantor itu. Dan buat tiga lantai, sesuai persyaratanlah,” tutur Rasyid.

Meski telah sepakat membangun MPP, Rasyid menegaskan Pemkab Anambas tidak menganggarkan anggaran pembangunan di APBD 2025.

“Tidak ada anggaran di APBD 2025. Mungkin 2026 lah baru dibangun. Saat ini kita menggesa persyaratan administrasinya dulu ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” pungkas Rasyid. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

 

Upaya Pemko Batam Atasi Banjir di Tembesi Tower, Investor Bakal Dilibatkan

0
Jalan Raja Isa Banjir 2 F Cecep Mulyana scaled
Hujan deras yang mengguyur kota Batam dan buruknya sistem drainase mengakibatkan sejumlah ruas jalan banjir, seperti yang terlihat di jalan Raja Isa Batamcenter ini, Senin (14/10). Foto: Cecep Mulyan/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, melalui Pelaksana Tugas (Pjs) Wali Kota Batam, Andi Agung telah mengambil sejumlah langkah guna mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda kota tersebut.

Menurut Andi, beberapa titik banjir yang menjadi perhatian utama, seperti di Simpang Kepri Mall, Tembesi Tower, dan beberapa lokasi lainnya, sudah mulai dinormalisasi dengan membersihkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air.

“Kita sudah menaikkan semua sampah yang menyumbat saluran-saluran itu,” ujar Andi, Rabu (16/10).

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Anggaran Rp32,4 Miliar untuk Atasi Banjir

Hasil rapat koordinasi juga menghasilkan beberapa langkah strategis, termasuk memetakan wilayah banjir yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Selain itu, seluruh pegawai Pemko Batam dijadwalkan akan mengadakan gotong royong massal pada hari Jumat mendatang di beberapa titik rawan.

Dia menambahkan, terdapat sekitar 20 titik rawan banjir yang perlu segera ditangani. Pihaknya tidak ingin kejadian kemarin terulang, apalagi jika cuaca ekstrem dan hujan turun berbarengan dengan air pasang laut yang menyebabkan air sulit mengalir ke laut.

Salah satu titik yang paling terdampak adalah di kawasan Tembesi Tower. Hal itu pun dibenarkan oleh Kepala DBMSDA, Suhar. Pihaknya telah beberapa kali mengunjungi lokasi di Tembesi Tower untuk mencari solusi terbaik. Namun, penyelesaiannya membutuhkan waktu dan tidak dapat dieksekusi dengan cepat.

“Kita sudah delapan kali ke sana mencari solusi, tetapi tidak serta-merta langsung bisa kita eksekusi. Kami terus mencari cara terbaik agar investasi di sana tidak terganggu, namun kami juga tidak ingin merugikan masyarakat,” kata Suhar.

Dia menyebut, Pemko Batam sedang dalam proses mengupayakan pembangunan saluran baru, yang akan melibatkan investor di kawasan tersebut.

Terkait bantuan bagi korban banjir, Suhar mengatakan bahwa hal itu belum dibahas secara rinci. Fokus mereka saat ini adalah mencari solusi yang tepat, terutama karena beberapa warga terdampak tinggal di area yang masuk dalam wilayah investasi.

“Ini bukan masalah yang mudah diselesaikan, dan kami perlu melakukan pendekatan hati-hati agar semua pihak tidak dirugikan,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Partisipasi Prakir Berlangganan masih Rendah, Dishub Ajak Warga Bergabung

0
parkir
Seorang juru parkir mengatur kendaraan di area parkir kawasan KBC, Batam Kota, Minggu (13/10) lalu. Dishub mengungkap jumlah pendaftar parkir berlangganan masih minim.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus mengupayakan partisipasi dalam program parkir berlangganan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 240 stiker parkir langganan yang tersebar di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam. Dishub tetap mendorong peningkatan partisipasi dari ASN dan masyarakat.

“Hingga saat ini, sudah ada 240 stiker parkir langganan yang terdiri dari 68 untuk roda dua dan 172 untuk roda empat. Untuk total stiker yang terjual kepada masyarakat umum, ada 139 pis untuk roda dua dan 783 pis untuk roda empat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, Senin (15/10).

Dishub mengimbau warga Batam untuk mendaftarkan kendaraan mereka dengan menghubungi atau datang langsung ke kantor Dishub UPT Parkir.

Ia menambahkan, bagi anggota ASN yang belum terdaftar, pihaknya berkomitmen untuk melibatkan lebih banyak pihak, termasuk ASN dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dalam program ini.

“Kami telah membuka konter pendaftaran di berbagai lokasi strategis, seperti kantor DPRD dan Pemko Batam. Upaya ini dilakukan untuk mempermudah ASN dan masyarakat umum yang ingin berlangganan stiker parkir,” ucapnya.

Diharapkan, dengan sistem ini, akan tercipta kedisiplinan yang lebih baik dalam penggunaan lahan parkir, serta berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan konflik terkait parkir di Batam.

“Stiker parkir berlangganan hanya berlaku di tepi jalan dan tidak berlaku di area mal,” sebutnya.

Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam, Alexander, menambahkan bahwa saat ini Dishub tengah mengarahkan OPD di lingkungan Pemko Batam untuk menggunakan stiker parkir berlangganan agar dapat dicontoh oleh masyarakat umum.

“Masyarakat yang menggunakan stiker ini dapat menunjukkan kepada juru parkir. Nanti, juru parkir akan melakukan pemindaian (scanning) untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut telah terdaftar,” tutupnya. (*)

Di Bawah Terik Matahari, Warga dan Tokoh Rempang-Galang Antuasias Hadiri Kampanye Amsakar-Claudia

0

f3518fd2 a108 4af6 af41 33afcaf79ec6batampos – Calon Wali Kota Batam nomor urut 2, Amsakar Achmad bersua masyarakat Rempang dan Galang dalam kegiatan kampanye di Lapangan Bola Kaki Sijantung, Galang, Selasa (15/10) siang.

Amsakar didampingi istrinya, Erlita Sari serta rombongan disambut antusias yang hadir. Tampak yang turut menyambut yakni tokoh masyarakat Rempang dan Galang, Gerisman Ahmad juga tokoh perjuangan Rempang Iswandi atau yang mahsyur dikenal Bang Long.

Keduanya hadir dan menyatakan dukungan kepada pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra.

“Coblos Nomor?” seru pemandu acara yang kemudian kompak disambut seruan masyarakat dengan menyebut “nomor dua” sembari mengacungkan dua jari.

Sejak awal, warga sudah sangat antusias menunggu Amsakar. Kehadiran wakil walikota Batam dua periode ini juga disambut kompang ibu-ibu Rempang dan Galang.

Pada sesi hiburan yang dipandu Artis Ibukota, Septi KDI, warga bersama Amsakar larut dalam kegembiraan. Bahkan ibu-ibu lansia ikut bersenandung dan berjoget bersama Amsakar.

“Semoga Amsakar terpilih dan diberi kemudahan menjalankan amanah,” ucap seorang warga.

Sementara itu Amsakar Achmad menyampaikan rasa bangga atas semangat warga Rempang dan Galang.

“Galang menyala, hormat saya atas antusiasme masyarakat yang menunggu kampanye ASLI walaupun matahari terik. Semua kita ingin berkontribusi untuk Batam, negeri yang kita cintai. #batamrumahkita,” ujarnya.

Seorang pemuda setempat, Anggi yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan harapan agar Batam semakin baik di bawah kepemimpinan Amsakar.

Lebih lanjut, lulusan S1 jurusan Ilmu Pemerintahan di STISIPOL Tanjungpinang ini berharap jika Amsakar-Li Claudia terpilih agar memperhatikan lebih memperhatikan masyarakat setempat, lebih khususnya anak muda tempatan.

“Kami sangat berharap Bapak Amsakar bisa lebih memperhatikan lagi pemuda-pemudi tempatan yang berada di pulau-pulau jika terpilih nanti menjadi walikota,” harap dia. (*/adv)

Presiden Usulkan Wamenhan sebagai Kepala BIN

0

batampos – Keputusan strategis masih diambil Presiden Joko Widodo, memasuki pekan terakhir dirinya menjabat. Presiden Jokowi mengirimkan surat ke pimpinan DPR. Isinya adalah surat pemberhentian Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG).

Jokowi mengusulkan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra sebagai calon Kepala BIN pengganti BG. Sesuai ketentuan di UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, pemberhentian dan pengangkatan Kepala BIN dilakukan setelah mendapatkan pertimbangan dari DPR.

Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membenarkan surat tersebut. ”Presiden telah mengirim surat ke Ketua DPR tertanggal 10 Oktober,’’ katanya, Selasa (15/10).
Setelah surat ini dilayangkan, pemerintah menyerahkan kelanjutannya kepada DPR.

’’Proses selanjutnya menjadi ranah dari DPR,’’ bebernya.

Ari menyatakan presiden punya kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan Kepala BIN setelah mendapat pertimbangan DPR RI. Dasar pertimbangan dewan itu yang membedakan jabatan kepala badan dengan menteri. Karena pemberhentian itu berlangsung di akhir masa jabatan, Jokowi pun sudah mendiskusikan hal itu dengan Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih.

Terpisah, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyebutkan Prabowo ingin melantik menteri dan kepala lembaga secara bersama-sama. Khusus Kepala BIN, proses pemberhentian dan pengangkatannya harus sesuai ketentuan UU Intelijen Negara.

’’Maka proses di DPR mengenai pertimbangan pemberhentian dan pengangkatan harus dilakukan lebih awal,’’ katanya.

 

Fit and Proper di DPR Digelar Hari Ini

Di tempat terpisah, Ketua DPR RI Puan Maharani me-ngatakan sudah menerima surat presiden terkait pemberhentian dan pengangkatan Kepala BIN. Rencananya, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kepala BIN akan dilakukan pagi hari ini di DPR.

’’Jadi sudah diusulkan satu nama dari Presiden Jokowi,’’ ujarnya di DPR.

Puan menambahkan, surat presiden itu telah dibahas dalam rapat konsultasi pimpinan DPR dan pimpinan fraksi. Mengingat alat keleng-kapan dewan belum terbentuk, DPR memutuskan untuk membentuk tim yang dipimpin oleh pimpinan DPR. Itu sesuai dengan ketentuan Pasal 111 dan Pasal 112 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib. (*)

Cara 1000 Days Fund Peduli Anak-Anak Indonesia

0
COO 100 days Fund dr Rindang Asmara-Petersen.
F. Dokumentasi Pribadi untuk Batam Pos

batampos – MIRAWATI, seorang ibu rumah tangga di Pulau Papagarang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ingat ketika anaknya berusia 1 tahun. Berat dan tinggi badan si kecil stagnan.
”Kami sedih. Cemas,” kata Mirawati seperti dalam film Indonesia’s Silent Emergency: Stunting in Rural Populations. Film dokumenter itu karya Nayla Punjabi bersama MD Entertainment Foundation dan 1000 Days Fund.

Lokasi Pulau Papagarang tidak jauh dari kawasan superprioritas Taman Nasional Komodo. Kawasan tersebut memang daerah miskin. Berdasar Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, angka stunting di NTT mencapai 37,9 persen. Jumlah itu melampaui prevalensi stunting nasional yang menyentuh 21,5 persen.

”Disuruh makan makanan bergizi dan alhamdulillah sudah normal kembali,” kata Mirawati.
Upaya itu dilakukan berdasar informasi yang diberikan kader kesehatan. Yakni, pentingnya asupan makanan sesuai kebutuhan gizi. Selain itu, perlunya pemeriksaan tumbuh kembang dan imunisasi.

Perubahan pengetahuan Mirawati tersebut juga dirasakan ibu-ibu lain di desanya. Hasil kerja keras kader untuk door-to-door menyuarakan tengkes dan cara mengatasinya mulai terlihat. Kader memberikan sosialisasi sejak ibu masih mengandung dan mendampingi selama perawatan.

Kamis (19/9), Jawa Pos (grup Batam Pos) mewawancarai COO 1000 Days Fund dr Rindang Asmara-Petersen.

Dia menceritakan pengalamannya dalam melihat tengkes. Menurut Riri, sapaan akrabnya, tengkes merupakan fenomena gunung es.

”Penyebabnya banyak sekali. Masalah stunting sangat kompleks, tetapi solusinya sederhana,” katanya.

Riri menyatakan, cara yang dilakukan 1000 Days Fund adalah melatih pekerja kesehatan  masyarakat dan profesionalisasi kader. Namun, pelatihan itu tidak hanya solusi sementara.

”Fokus pada pengawasan, keterampilan, gaji, persediaan, dan keberlanjutan para pekerja kesehatan masyarakat yang akan menyelamatkan generasi anak-anak dari stunting,” tuturnya.

Sering kali tengkes dikaitkan dengan makanan. Apa yang dikonsumsi anak saat 1.000 hari pertamanya dianggap jadi pencetus tengkes. Makan kenyang setiap hari belum tentu anak tidak tengkes. Misalnya, anak mengonsumsi jajanan kemasan atau makanan tinggi gula saja.

”Masalah utama tengkes itu akses. Banyak orang yang berpikir hanya makanan,” ujarnya.
1000 Days Fund memiliki empat center of excellence penanganan tengkes di NTT. Yakni, di Manggarai Barat, Kupang, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan. Dari center of excellence tengkes itu, ada beberapa kesamaan, yakni masih ditemukan orang tua yang sebenarnya punya uang, tapi anaknya mengalami tengkes.

”Mereka punya uang untuk beli rokok atau pulsa. Pulsanya digunakan nonton YouTube untuk anak-anaknya, sementara makanan yang dibeli tidak bergizi,” ucap Riri. Itulah yang menjadi dasar kesimpulan bahwa penyebab tengkes ialah minimnya pengetahuan atau informasi.

Dia membandingkan dengan di kota, jumlah dokter anak banyak. Orang tua mudah memantau tumbuh kembang si kecil. Sementara di daerah, NTT, misalnya, jumlah dokter sedikit.

”Kalau yang saya alami saat di NTT, dokter anak tidak ada, dokter umum saja tidak banyak. Di pulau kecil itu, yang ada paling bidan desa,” ujarnya. Dengan begitu, perlu kader yang mengambil peran penting dalam pencegahan dan penanganan tengkes.
Kader bisa lebih luwes berhadapan dengan masyarakat. Dari sisi jarak, biasanya mereka tinggal di wilayah yang sama sehingga kader bisa sering melakukan kunjungan ke rumah keluarga yang rawan tengkes.

Selain itu, karena kader berasal dari masyarakat juga, komunikasinya bisa lebih baik. Menyadari hal itu, pengetahuan kader harus ditingkatkan agar mampu menyampaikan informasi yang tepat.

Riri mencontohkan program pencegahan tengkes melalui tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil. Mereka tidak hanya ditanya apakah sudah minum tablet tambah darah, tapi juga diberi pemahaman kenapa harus mengonsumsi itu, agar menumbuhkan kesadaran.

”Kader itu bagian dari komunitas. Kader tahu bahasa lokal. Kader tahu konteks budaya lokal,” ucap Riri. Menyadari pentingnya kader tersebut, 1000 Days Fund bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan yang memiliki kurikulum kompetensi kader.

Kader juga memberikan masukan kepada 1000 Days Fund. Di awal terbentuk pada 2019, 1000 Days Fund memiliki poster pintar terkait sosialisasi tengkes. ”Namun, saat itu isi poster tulisan semua. Lalu, dikasih tahu kalau ini tidak ada yang baca,” ujarnya.

Pihaknya melakukan evaluasi dari input tersebut. ”Sehingga poster pintar sekarang itu sudah picture based (bergambar, red),” imbuhnya.

Untuk mengoptimalkan peran kader posyandu dalam pencegahan stunting, kader-kader binaan 1000 Days Fund dibekali keterampilan case management. Yakni, kemampuan deteksi dini ibu hamil dan bayi di bawah 2 tahun (baduta) yang berisiko tengkes, yang bila perlu dilakukan intervensi dan rujukan.

Selain itu, kader tidak dibiarkan kerja sendiri. Mereka disupervisi, misalnya oleh bidan desa. Kader juga diberi alat-alat untuk bekerja sekaligus imbal jasa. Terkait gaji itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemda setempat.

”Agar kader ini lima tahun ke depan setelah dilatih tidak boleh diganti. (Karena) kadang ada unsur politis juga, kepala dinasnya ganti, kadernya diganti juga,” tuturnya. (*)

 

Reporter: FERLYNDA PUTRI