Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 266

Dinkes Jamin Warga Batam Bisa Berobat dengan KTP

0
Bisa Berobat dengan KTP
Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar RDPU dengan Dinkes Batam dan seluruh RS di Batam, Selasa (3/1).

batampos – Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam dan seluruh direktur rumah sakit di Batam. Pertemuan tersebut menyoroti pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama masih belum meratanya pemahaman penggunaan KTP Batam sebagai syarat berobat di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmaryadi, membenarkan adanya RDPU yang digelar pada Selasa (3/1). Ia menegaskan, pertemuan tersebut bukan hanya membahas polemik yang sempat mencuat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), melainkan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di Batam.

“Tidak ada pembahasan khusus soal rumah sakit yang sempat diributkan itu. Ini pertemuan rutin, Komisi IV minta masukan dari rumah sakit, intinya diskusi untuk perbaikan pelayanan kesehatan,” ujar Didi saat dihubungi Batam Pos, Rabu (4/1).

Baca Juga: ‎Pajak Restoran dan BPHTB Gendong PAD Batam, Retribusi Tertinggal Jauh

Dalam rapat tersebut, Dinkes dan DPRD membahas berbagai kendala yang dihadapi rumah sakit, termasuk pelayanan pasien ber-KTP Batam yang dinilai belum sepenuhnya dipahami hingga ke lini pelayanan terbawah.

“Seluruh warga ber-KTP Batam kita jamin pelayanannya. Itu kembali kami tegaskan,” kata Didi.

Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, mengatakan pihaknya telah secara tegas meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi lebih intens terkait mekanisme berobat menggunakan KTP Batam.

“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan agar sosialisasi itu dilakukan secara serius. Saya kejar juga, berapa kali dilakukan dan kapan dilakukan. Kami sebagai mitra meminta agar ini lebih intens,” ujar Dandis saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Dandis, persoalan tidak hanya berhenti pada sosialisasi di tingkat pimpinan rumah sakit. Informasi tersebut harus benar-benar sampai ke petugas pelayanan paling bawah, seperti operator pendaftaran dan tenaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kalau Dinas Kesehatan sudah menyampaikan ke rumah sakit, maka rumah sakit wajib meneruskan ke seluruh jajaran. Jangan hanya berhenti di top level. Harus sampai ke operatornya, supaya tidak ada lagi kendala di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga: Penyelundupan BBL Senilai Rp 11 Miliar Tujuan Malaysia Digagalkan

Ia menyebut RDPU kali ini merupakan pertemuan kedua yang digelar Komisi IV dengan rumah sakit. Rapat serupa juga pernah dilakukan tahun lalu sebagai upaya berkelanjutan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di Batam.

“Ini bukan pertama. Tahun lalu juga kami kumpulkan rumah sakit. Tujuannya agar pelayanan makin baik. Hari ini kami lihat ada perkembangan positif. Dari 22 rumah sakit yang bekerja sama, semuanya hadir. Itu menunjukkan komitmen mereka,” kata Dandis.

Ia menambahkan, rumah sakit yang beroperasi di Batam memiliki tanggung jawab besar karena menjadi mitra pemerintah dalam sistem pelayanan kesehatan nasional melalui BPJS Kesehatan.

Dandis juga menegaskan dukungan DPRD terhadap program Pemerintah Kota Batam di sektor kesehatan. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk turut menyiapkan administrasi kependudukan sejak dini.

“Kami pasti mendukung program ini karena untuk kemaslahatan masyarakat Batam. Tapi masyarakat juga harus menyiapkan administrasi kependudukan, jangan saat mau berobat baru mengurus. Harus ada titik temu antara kebijakan pemerintah dan kesiapan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Didi mengakui bahwa persoalan utama selama ini bukan pada kebijakan pemerintah, melainkan lemahnya pemahaman di internal rumah sakit akibat sosialisasi yang tidak diteruskan dengan baik.

“Dari sisi pemerintah, sebenarnya tidak ada masalah. Waktu sosialisasi awal tahun lalu, kami minta minimal manajer pelayanan rumah sakit hadir. Tapi ternyata yang hadir banyak yang tidak menangkap substansi sosialisasi itu,” jelas Didi.

Akibatnya, lanjut Didi, informasi tersebut tidak diteruskan ke jajaran manajemen dan petugas pelayanan, terutama di IGD, yang justru menjadi titik krusial pelayanan pasien.

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di RSBK beberapa waktu lalu. Menurutnya, petugas pelayanan tidak memahami bahwa warga ber-KTP Batam tetap dijamin pelayanan kesehatannya.

“Bagian pelayanan tidak paham bahwa kalau sudah ber-KTP Batam itu tidak ada masalah. KTP otomatis dijamin, baik melalui mekanisme Bankesda, BPJS, maupun pembayaran premi jika BPJS tidak aktif,” ungkapnya.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,6 Juta, Sumbang 79% Wisman Kepri

Didi menjelaskan, bagi warga dengan BPJS tidak aktif, pemerintah daerah dapat menanggung pembayaran premi selama kasusnya dijamin BPJS. Sedangkan untuk layanan yang tidak ditanggung BPJS, pemerintah tetap dapat menanggung melalui mekanisme klaim sesuai aturan yang berlaku.

Ia menambahkan, persoalan utama dalam kasus RSBK bukan pada penolakan pelayanan, melainkan lambannya proses administrasi pengembalian uang uang muka (DP) pasien.

“Masalahnya itu pengembalian uang DP yang terlalu lama karena administrasinya panjang. Padahal kalau sudah ada kebijakan, bisa saja pakai dana talangan dulu. Direktur bisa kembalikan ke pasien, urusan administrasi menyusul. Itu soal kebijakan manajemen,” kata dia. (*)

Artikel Dinkes Jamin Warga Batam Bisa Berobat dengan KTP pertama kali tampil pada Metropolis.

Lamine Yamal Tegaskan Loyalitas: Ingin Tutup Karier Bersama Barcelona

0
Bintang muda Spanyol Lamine Yamal.

batampos– Di tengah godaan klub-klub elite Eropa, bintang muda Spanyol Lamine Yamal menegaskan komitmennya untuk tetap setia bersama Barcelona. Pemain berusia 18 tahun itu mengaku ingin menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Camp Nou, klub yang ia sebut sebagai yang terbaik di dunia.

Yamal tak menutupi kecintaannya pada Barcelona, baik sebagai klub maupun sebagai rumah. Ia menikmati setiap momen dalam perjalanan kariernya dan berharap tak perlu mencari pelabuhan lain hingga gantung sepatu.

“Ya, semoga saja saya bisa pensiun di Barcelona. Pada akhirnya, saya merasa berada di klub terbaik di dunia. Saya sangat menikmati setiap hari, setiap sesi latihan. Saya juga tinggal di kota terbaik di dunia, dan semoga saya bisa bertahan di sini seumur hidup,” ujar Yamal, dikutip dari Mundo Deportivo, Rabu (4/2).

Komitmen tersebut sejalan dengan langkah manajemen Barcelona yang baru saja mengikat Yamal dengan kontrak jangka panjang bernilai besar hingga musim panas 2031. Kontrak itu resmi ditandatangani setelah sang pemain genap berusia 18 tahun.

Musim ini, performa Yamal kian bersinar. Ia telah mencatatkan 14 gol dan 13 assist dari 29 penampilan di semua kompetisi. Di ajang Liga Spanyol, Yamal bahkan sudah menyamai rekor gol terbaiknya dengan sembilan gol, meski kompetisi baru berjalan setengah musim.

Catatan impresif tersebut semakin menegaskan status Lamine Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola saat ini, sekaligus simbol masa depan Barcelona. (*)

Artikel Lamine Yamal Tegaskan Loyalitas: Ingin Tutup Karier Bersama Barcelona pertama kali tampil pada Olahraga.

Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,6 Juta, Sumbang 79% Wisman Kepri

0
Kunjungan wisman ke Batam
Aktivitas penumpang di Terminal Feri Internasional Batam Center saat libur akhir tahun 2025. Berdasarkan data BPS Batam, kunjungan wisman ke Batam tembus 1,6 juta. (BP Batam)

batampos – Sektor pariwisata Kota Batam kembali mencatatkan capaian impresif. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam menembus 1.613.202 kunjungan, melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, capaian tersebut melampaui target Pemko melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam yang sebelumnya mematok 1,5 juta kunjungan. Dengan demikian, realisasi kunjungan wisman pada 2025 mencatatkan surplus 113.202 kunjungan.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan capaian tersebut mempertegas tren positif kunjungan wisman ke Batam dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan terjadi secara konsisten sejak 2021 hingga 2025.

Baca Juga: Reklamasi Tanjunguncang Diduga Langgar Izin & Tata Ruang

Pada 2021 atau saat pandemi Covid-19, kunjungan wisman ke Batam tercatat hanya 2.651 kunjungan. Angka tersebut melonjak signifikan pada 2022 menjadi 565.936 kunjungan seiring penurunan kasus pandemi, lalu meningkat kembali pada 2023 menjadi 1.192.931 kunjungan. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 yang mencapai 1.326.831 kunjungan, hingga mencetak rekor baru pada 2025 sebanyak 1.613.202 kunjungan.

“Capaian ini menegaskan posisi Batam sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Ardiwinata, Rabu (4/2).

Ia menyebutkan, sepanjang 2025 Batam menyumbang sekitar 79,58 persen dari total kunjungan wisman ke Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2.027.037 kunjungan.

Dari sisi kebangsaan, kunjungan wisman ke Batam masih didominasi wisatawan asal Singapura dengan total 789.674 kunjungan. Posisi kedua ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 418.330 kunjungan.

Selanjutnya, wisatawan asal China mencatatkan 53.275 kunjungan, disusul India sebanyak 45.338 kunjungan, dan Filipina sebanyak 25.283 kunjungan.

“Dominasi wisatawan dari Singapura dan Malaysia mencerminkan kuatnya peran Batam sebagai destinasi lintas batas. Kedekatan geografis, kemudahan konektivitas transportasi laut dan udara, serta pengembangan daya tarik wisata yang semakin beragam menjadi faktor pendukung utama,” katanya.

Baca Juga: BMKG: Curah Hujan di Kepri Rendah hingga Akhir Februari, Intensitas Meningkat di Maret

Secara bulanan, puncak kunjungan wisman ke Batam terjadi pada Desember 2025 dengan total 195.525 kunjungan. Lonjakan tersebut sejalan dengan momentum libur akhir tahun dan meningkatnya mobilitas perjalanan internasional.

Menurut Ardiwinata, capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan pariwisata.

“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2025 melampaui target yang telah ditetapkan. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat menjaga iklim pariwisata,” ujarnya. (*)

Artikel Kunjungan Wisman ke Batam Tembus 1,6 Juta, Sumbang 79% Wisman Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Megawati Hangestri Bidik Puncak Klasemen Proliga 2026

0
Bintang Jakarta Pertamina Enduro Megawati Hangestri Pratiwi termotivasi membawa timnya meraih posisi teratas dalam Proliga 2026. (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)

batampos – Opposite hitter Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri Pratiwi, mengaku termotivasi untuk membawa timnya merebut posisi teratas klasemen Proliga 2026.

Saat ini, Pertamina Enduro menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 15 poin, tertinggal lima angka dari pemuncak klasemen, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia.

“Peringkat dua di klasemen saat ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab,” ujar Megawati dalam keterangan resmi klub, Kamis.

Kapten tim nasional Indonesia itu menegaskan dirinya dan rekan-rekan setim siap memaksimalkan setiap peluang yang ada di lapangan.

“Saya dan teman-teman akan berusaha mengeksekusi setiap peluang dengan sebaik mungkin, terutama sebagai hitter,” imbuhnya.

Tim asuhan Bulent Karslıoglu tengah berada dalam performa menjanjikan setelah mencatatkan lima kemenangan beruntun. Tren positif tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina Enduro untuk mempertahankan gelar juara musim ini.

Kepercayaan diri tim semakin meningkat karena Pertamina Enduro akan tampil sebagai tuan rumah pada lanjutan Proliga 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Malang, pada 5–8 Februari 2026.

Pada seri tersebut, Megawati dan kawan-kawan dijadwalkan menghadapi Jakarta Electric PLN Mobile pada Kamis (5/2) pukul 19.00 WIB, serta Medan Falcons pada Minggu (8/2) pukul 19.00 WIB. (*)

Artikel Megawati Hangestri Bidik Puncak Klasemen Proliga 2026 pertama kali tampil pada Olahraga.

BP Batam Tingkatkan Layanan Pertanahan

0

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat digitalisasi layanan pertanahan dan meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Melalui Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi, BP Batam menyelenggarakan sosialisasi pemutakhiran akun Land Management System (LMS) Online sekaligus penerapan tanda tangan elektronik (TTE) dalam proses penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah, pada Rabu (4/2/2026).

Sosialiasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari Rabu, 4 Februari 2026 hingga Jum’at 6 Februari 2026 di Marketing Data Centre PDSI BP Batam.

Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian membuka kegiatan ini mengatakan, BP Batam berkomitmen dalam mengelevasi layanan pertanahan dalam transformasi digital yang mudah dan efisien.

Penerapan TTE ini dilakukan melalui kolaborasi dengan penyedia teknologi digital trust terkemuka untuk keamanan dan kecepatan dalam pengurusan dokumen secara elektronik yakni Privy Indonesia.

“Menindaklanjuti banyak masukan terhadap penerapan LMS, kami melakukan transformasi digital dengan pemutakhiran akun baru LMS dan terintegrasi dengan tanda tangan secara elektronik.” Kata Danang.

Ia menjelaskan langkah ini juga dilandasi oleh komitmen pelayanan publik yang mendukung percepatan proses administrasi, peningkatan akuntabilitas data, serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Tino Chandra Siregar menjabarkan inovasi digital TTE dilatarbelakangi fakta bahwa banyaknya Penerima Alokasi Yang belum melakukan Tanda Tangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT) pada tahun 2025 sebanyak 1.038.

Sehingga total Pemohon belum melakukan tanda tangan dokumen keseluruhan 2020-2025 yakni 1.895 Pemohon.

“Dengan TTE ini tanda tangan bisa dilakukan dimana saja, tidak perlu hadir secara fisik, dan tanpa antrian.” Jelas Tino.

Tanda Tangan Elektronik ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Pertanahan, Pasal 41 ayat 4. Adapun alur sebagai berikut :
1. Pendaftaran Akun dengan mengisi Identitas Diri, unggah KTP dan Swafoto, Persetujuan Pengguna
2. Verifikasi oleh Privy
3. Aktivasi dengan Persetujuan Otorisasi Penandatanganan Secara Otomatis

Sementara itu, ditemui secara terpisah seusai rapat, Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi Denny Tondano mengatakan kegiatan sosialisasi menggandeng Privy Indonesia diharapkan semakin memperluas pemahaman para pemangku kepentingan dalam implementasi TTE.

“termasuk notaris, pejabat pembuat akta tanah, pengembang, dan masyarakat umum, kami harapkan dapat memperoleh pemahaman lebih, mengenai mekanisme penggunaan LMS Online dan TTD elektronik dalam rangkaian proses pertanahan di kawasan Batam.” Kata Denny.

Menurutnya, kegiatan juga sekaligus menampung masukan dan saran dari peserta yang hadir mengingat pelaksanaan tanda tangan elektronik akan dilakukan secara bertahap sebagai opsi bagi pemohon yang tidak dapat hadir melakukan tanda tangan basah.

Hal ini sejalan dengan spirit Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk terus meningkatkan pelayanan dengan transformasi digital pada layanan pertanahan di lingkungan BP Batam serta mendukung iklim investasi yang kondusif dan inklusif.

”Implementasi LMS Online dan TTD elektronik mencerminkan komitmen BP Batam untuk memberikan layanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.” pungkas Denny Tondano. (*)

Artikel BP Batam Tingkatkan Layanan Pertanahan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tingkatkan Layanan Pertanahan

0

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat digitalisasi layanan pertanahan dan meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Melalui Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi, BP Batam menyelenggarakan sosialisasi pemutakhiran akun Land Management System (LMS) Online sekaligus penerapan tanda tangan elektronik (TTE) dalam proses penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah, pada Rabu (4/2/2026).

Sosialiasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari Rabu, 4 Februari 2026 hingga Jum’at 6 Februari 2026 di Marketing Data Centre PDSI BP Batam.

Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian membuka kegiatan ini mengatakan, BP Batam berkomitmen dalam mengelevasi layanan pertanahan dalam transformasi digital yang mudah dan efisien.

Penerapan TTE ini dilakukan melalui kolaborasi dengan penyedia teknologi digital trust terkemuka untuk keamanan dan kecepatan dalam pengurusan dokumen secara elektronik yakni Privy Indonesia.

“Menindaklanjuti banyak masukan terhadap penerapan LMS, kami melakukan transformasi digital dengan pemutakhiran akun baru LMS dan terintegrasi dengan tanda tangan secara elektronik.” Kata Danang.

Ia menjelaskan langkah ini juga dilandasi oleh komitmen pelayanan publik yang mendukung percepatan proses administrasi, peningkatan akuntabilitas data, serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Tino Chandra Siregar menjabarkan inovasi digital TTE dilatarbelakangi fakta bahwa banyaknya Penerima Alokasi Yang belum melakukan Tanda Tangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT) pada tahun 2025 sebanyak 1.038.

Sehingga total Pemohon belum melakukan tanda tangan dokumen keseluruhan 2020-2025 yakni 1.895 Pemohon.

“Dengan TTE ini tanda tangan bisa dilakukan dimana saja, tidak perlu hadir secara fisik, dan tanpa antrian.” Jelas Tino.

Tanda Tangan Elektronik ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Pertanahan, Pasal 41 ayat 4. Adapun alur sebagai berikut :
1. Pendaftaran Akun dengan mengisi Identitas Diri, unggah KTP dan Swafoto, Persetujuan Pengguna
2. Verifikasi oleh Privy
3. Aktivasi dengan Persetujuan Otorisasi Penandatanganan Secara Otomatis

Sementara itu, ditemui secara terpisah seusai rapat, Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi Denny Tondano mengatakan kegiatan sosialisasi menggandeng Privy Indonesia diharapkan semakin memperluas pemahaman para pemangku kepentingan dalam implementasi TTE.

“termasuk notaris, pejabat pembuat akta tanah, pengembang, dan masyarakat umum, kami harapkan dapat memperoleh pemahaman lebih, mengenai mekanisme penggunaan LMS Online dan TTD elektronik dalam rangkaian proses pertanahan di kawasan Batam.” Kata Denny.

Menurutnya, kegiatan juga sekaligus menampung masukan dan saran dari peserta yang hadir mengingat pelaksanaan tanda tangan elektronik akan dilakukan secara bertahap sebagai opsi bagi pemohon yang tidak dapat hadir melakukan tanda tangan basah.

Hal ini sejalan dengan spirit Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk terus meningkatkan pelayanan dengan transformasi digital pada layanan pertanahan di lingkungan BP Batam serta mendukung iklim investasi yang kondusif dan inklusif.

”Implementasi LMS Online dan TTD elektronik mencerminkan komitmen BP Batam untuk memberikan layanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.” pungkas Denny Tondano. (*)

Artikel BP Batam Tingkatkan Layanan Pertanahan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Tingkatkan Layanan Pertanahan

0

batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat digitalisasi layanan pertanahan dan meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Melalui Direktorat Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi, BP Batam menyelenggarakan sosialisasi pemutakhiran akun Land Management System (LMS) Online sekaligus penerapan tanda tangan elektronik (TTE) dalam proses penandatanganan perjanjian pemanfaatan tanah, pada Rabu (4/2/2026).

Sosialiasi ini dilakukan secara bertahap mulai dari Rabu, 4 Februari 2026 hingga Jum’at 6 Februari 2026 di Marketing Data Centre PDSI BP Batam.

Kasubdit Dokumentasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Danang Febrian membuka kegiatan ini mengatakan, BP Batam berkomitmen dalam mengelevasi layanan pertanahan dalam transformasi digital yang mudah dan efisien.

Penerapan TTE ini dilakukan melalui kolaborasi dengan penyedia teknologi digital trust terkemuka untuk keamanan dan kecepatan dalam pengurusan dokumen secara elektronik yakni Privy Indonesia.

“Menindaklanjuti banyak masukan terhadap penerapan LMS, kami melakukan transformasi digital dengan pemutakhiran akun baru LMS dan terintegrasi dengan tanda tangan secara elektronik.” Kata Danang.

Ia menjelaskan langkah ini juga dilandasi oleh komitmen pelayanan publik yang mendukung percepatan proses administrasi, peningkatan akuntabilitas data, serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Data dan Informasi Lahan, Pesisir dan Reklamasi Tino Chandra Siregar menjabarkan inovasi digital TTE dilatarbelakangi fakta bahwa banyaknya Penerima Alokasi Yang belum melakukan Tanda Tangan Perjanjian Pemanfaatan Tanah (PPT) pada tahun 2025 sebanyak 1.038.

Sehingga total Pemohon belum melakukan tanda tangan dokumen keseluruhan 2020-2025 yakni 1.895 Pemohon.

“Dengan TTE ini tanda tangan bisa dilakukan dimana saja, tidak perlu hadir secara fisik, dan tanpa antrian.” Jelas Tino.

Tanda Tangan Elektronik ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Pertanahan, Pasal 41 ayat 4. Adapun alur sebagai berikut :
1. Pendaftaran Akun dengan mengisi Identitas Diri, unggah KTP dan Swafoto, Persetujuan Pengguna
2. Verifikasi oleh Privy
3. Aktivasi dengan Persetujuan Otorisasi Penandatanganan Secara Otomatis

Sementara itu, ditemui secara terpisah seusai rapat, Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir dan Reklamasi Denny Tondano mengatakan kegiatan sosialisasi menggandeng Privy Indonesia diharapkan semakin memperluas pemahaman para pemangku kepentingan dalam implementasi TTE.

“termasuk notaris, pejabat pembuat akta tanah, pengembang, dan masyarakat umum, kami harapkan dapat memperoleh pemahaman lebih, mengenai mekanisme penggunaan LMS Online dan TTD elektronik dalam rangkaian proses pertanahan di kawasan Batam.” Kata Denny.

Menurutnya, kegiatan juga sekaligus menampung masukan dan saran dari peserta yang hadir mengingat pelaksanaan tanda tangan elektronik akan dilakukan secara bertahap sebagai opsi bagi pemohon yang tidak dapat hadir melakukan tanda tangan basah.

Hal ini sejalan dengan spirit Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra untuk terus meningkatkan pelayanan dengan transformasi digital pada layanan pertanahan di lingkungan BP Batam serta mendukung iklim investasi yang kondusif dan inklusif.

”Implementasi LMS Online dan TTD elektronik mencerminkan komitmen BP Batam untuk memberikan layanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta pelaku usaha.” pungkas Denny Tondano. (*)

Artikel BP Batam Tingkatkan Layanan Pertanahan pertama kali tampil pada Metropolis.

‎Pajak Restoran dan BPHTB Gendong PAD Batam, Retribusi Tertinggal Jauh

0
PAD Batam
Warga Batam saat menikmati aneka hidangan di Restoran Seafood Jawa-Melayu yang terletak di kawasan Tanjung Piayu. Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat, sektor restoran menyumbang Rp187,288 M untuk PAD Batam. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Arus investasi yang terus mengalir ke Batam belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kinerja seluruh sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di saat pajak daerah hampir menyentuh target maksimal, sebagian sektor retribusi justru tertinggal cukup jauh.

‎Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam menunjukkan, hingga akhir 2025, capaian pajak daerah telah menembus 95 persen. Namun retribusi daerah hanya mampu bergerak di kisaran 71 persen, menciptakan jarak yang mencolok di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi kota industri ini.

‎Kepala Bapenda, Raja Azmansyah, mengatakan capaian tersebut didorong oleh kinerja sejumlah objek pajak utama yang bahkan melampaui target.

‎“Untuk pajak daerah tahun 2025, realisasinya di angka 95 persen. Bahkan ada tiga objek pajak yang capaiannya lebih dari 100 persen,” ujar Raja kepada Batam Pos, Rabu (4/1) siang.

Baca Juga: Batam Ngebut di Tengah Krisis Global

‎Tiga sektor pajak yang mencatatkan kinerja paling menonjol yakni pajak restoran, pajak kendaraan bermotor, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

‎Dari ketiganya, sektor pajak restoran menjadi penyumbang lonjakan paling signifikan. Sepanjang 2025, pajak restoran menghasilkan Rp187,288 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran Rp151 miliar.

‎“Peningkatannya cukup signifikan. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi, khususnya sektor jasa dan konsumsi, berjalan cukup baik,” kata Raja.

‎Secara keseluruhan, realisasi PAD Kota Batam tahun 2025 berada di angka 93 persen. Angka tersebut terdiri dari pajak daerah yang mencapai 95,5 persen, sementara sektor retribusi masih tertahan di kisaran 71 persen.

‎“Kalau pajak daerah relatif aman. Yang memang perlu dioptimalkan ke depan adalah sektor retribusi,” ujarnya.

‎Raja menjelaskan, rendahnya capaian retribusi disebabkan oleh variasi kinerja di masing-masing perangkat daerah. Retribusi perparkiran dari sektor Dinas Perrhubungan (Dishub) , misalnya, hanya mencapai sekitar 75 persen, sementara retribusi persampahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bahkan berada di bawah 70 persen.

‎Meski begitu, ada juga sektor retribusi yang menunjukkan kinerja menggembirakan. Retribusi Tenaga Kerja Asing (TKA) melalui Iuran Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) tercatat mencapai 93 persen, dengan nilai realisasi sekitar Rp44,8 miliar.

‎“Untuk parkir, realisasinya sekitar Rp15 miliar. Sedangkan retribusi sampah di angka Rp34 miliar,” tambahnya.

Baca Juga: DBD Masih Landai di Awal Tahun, Namun Warga Batam Diminta Tak Lengah

Saat ditanya sektor retribusi yang belum memenuhi target, Raja mengakui hampir seluruh pos retribusi masih berada di bawah 90 persen dan belum mencapai target, kecuali IMTA.

‎“Parkir, pelayanan pelabuhan, dan beberapa retribusi lainnya masih belum optimal. Secara total keseluruhan, retribusi baru mencapai 71,2 persen,” katanya.

‎Memasuki tahun 2026, Bapenda Batam memasang target yang lebih agresif. Untuk pajak daerah, target ditetapkan sebesar Rp2,09 triliun.

‎“Kita punya tagline menuju Rp2 triliun. Ini tentu perlu kerja keras. Harapannya, ekonomi Batam terus tumbuh, investasi berjalan baik, sehingga berdampak langsung pada penerimaan pajak,” ujar Raja.

‎Sementara itu, target retribusi daerah tahun 2026 dipatok di angka Rp355 miliar. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Bapenda Batam mulai melakukan sejumlah pembenahan, terutama dari sisi pelayanan dan sistem. Salah satunya dengan meluncurkan layanan BPHTB versi baru yang berbasis digital.

Baca Juga: Pokir DPRD Batam Tahun 2027 Dikunci

‎“Ini untuk mempermudah mitra kami, terutama notaris, BPN, dan KPKNL, dalam proses validasi BPHTB, mulai dari pendataan, pembayaran, hingga pelaporan,” jelasnya.

‎Ke depan, Bapenda juga akan fokus pada penguatan digitalisasi perpajakan, pemutakhiran data potensi pajak, serta peningkatan pengawasan terhadap objek pajak.

‎“Kita ingin memastikan kepatuhan wajib pajak sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Itu kunci agar PAD bisa terus tumbuh secara berkelanjutan,” kata Raja. (*)

Artikel ‎Pajak Restoran dan BPHTB Gendong PAD Batam, Retribusi Tertinggal Jauh pertama kali tampil pada Metropolis.

RSBP Raih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan

0

batampos  — Rumah Sakit BP Batam (RSBP) resmi meraih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan sebagai pengakuan atas pemenuhan standar integrasi sistem pelayanan dan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Piagam Transformasi diserahkan dalam rangkaian kunjungan kerja BPJS Kesehatan Pusat ke RSBP pada Selasa (4/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, jajaran BPJS Kesehatan juga melakukan peninjauan langsung alur pelayanan pasien, mulai dari pendaftaran melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) hingga layanan di poliklinik, guna memastikan kesesuaian antara sistem digital dan implementasi pelayanan di lapangan.

Capaian Bintang 4 menandai bahwa RSBP telah memenuhi persyaratan transformasi digital BPJS Kesehatan, meliputi implementasi antrean online, penerbitan SEP elektronik, biometrik, serta integrasi layanan farmasi (bridging farmasi) yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Direktur RSBP dr. Tanto Budiharto dalam keterangannya menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur rumah sakit dalam membangun pelayanan berbasis digital yang berorientasi pada mutu dan akuntabilitas.

“Capaian Bintang 4 ini merupakan wujud komitmen RSBP dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, inovatif, didukung sumber daya manusia yang mahir, serta akurat dalam pengelolaan data pelayanan dan klaim, sejalan dengan nilai PRIMA yang kami terapkan,” ujar dr. Tanto.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa capaian RSBP tidak terlepas dari sinergi kelembagaan dan komitmen pimpinan dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan.

“Transformasi digital di RSBP merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BP Batam dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami mendorong agar capaian ini menjadi fondasi untuk penguatan layanan kesehatan yang semakin prima,” ujar Ariastuty Sirait.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen RSBP dalam memenuhi standar transformasi digital BPJS Kesehatan.

“Bintang 4 menunjukkan bahwa sistem dan proses digital di RSBP telah terintegrasi dengan baik sesuai ketentuan BPJS Kesehatan. Kami berharap capaian ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga ke depan dapat mendukung pelayanan JKN yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkap Edwin Aristiawan.

RSBP berkomitmen untuk terus melanjutkan pengembangan sistem informasi pelayanan, termasuk penguatan rekam medis elektronik (EMR) dan integrasi lanjutan sesuai roadmap transformasi digital BPJS Kesehatan, guna mendukung peningkatan mutu layanan JKN bagi masyarakat. (*)

Artikel RSBP Raih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan pertama kali tampil pada Metropolis.

RSBP Raih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan

0

batampos  — Rumah Sakit BP Batam (RSBP) resmi meraih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan sebagai pengakuan atas pemenuhan standar integrasi sistem pelayanan dan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Piagam Transformasi diserahkan dalam rangkaian kunjungan kerja BPJS Kesehatan Pusat ke RSBP pada Selasa (4/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, jajaran BPJS Kesehatan juga melakukan peninjauan langsung alur pelayanan pasien, mulai dari pendaftaran melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) hingga layanan di poliklinik, guna memastikan kesesuaian antara sistem digital dan implementasi pelayanan di lapangan.

Capaian Bintang 4 menandai bahwa RSBP telah memenuhi persyaratan transformasi digital BPJS Kesehatan, meliputi implementasi antrean online, penerbitan SEP elektronik, biometrik, serta integrasi layanan farmasi (bridging farmasi) yang terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Direktur RSBP dr. Tanto Budiharto dalam keterangannya menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur rumah sakit dalam membangun pelayanan berbasis digital yang berorientasi pada mutu dan akuntabilitas.

“Capaian Bintang 4 ini merupakan wujud komitmen RSBP dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, inovatif, didukung sumber daya manusia yang mahir, serta akurat dalam pengelolaan data pelayanan dan klaim, sejalan dengan nilai PRIMA yang kami terapkan,” ujar dr. Tanto.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa capaian RSBP tidak terlepas dari sinergi kelembagaan dan komitmen pimpinan dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan.

“Transformasi digital di RSBP merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BP Batam dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami mendorong agar capaian ini menjadi fondasi untuk penguatan layanan kesehatan yang semakin prima,” ujar Ariastuty Sirait.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan komitmen RSBP dalam memenuhi standar transformasi digital BPJS Kesehatan.

“Bintang 4 menunjukkan bahwa sistem dan proses digital di RSBP telah terintegrasi dengan baik sesuai ketentuan BPJS Kesehatan. Kami berharap capaian ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga ke depan dapat mendukung pelayanan JKN yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkap Edwin Aristiawan.

RSBP berkomitmen untuk terus melanjutkan pengembangan sistem informasi pelayanan, termasuk penguatan rekam medis elektronik (EMR) dan integrasi lanjutan sesuai roadmap transformasi digital BPJS Kesehatan, guna mendukung peningkatan mutu layanan JKN bagi masyarakat. (*)

Artikel RSBP Raih Bintang 4 Transformasi Digital BPJS Kesehatan pertama kali tampil pada Metropolis.