Kondisi terkini rumah Ali warga Kampung Bukit Cermin, usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu, Senin (30/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang hingga kini belum memberikan bantuan perbaikan rumah, ke warga yang menjadi korban angin kencang. Tidak tersedianya anggaran, menjadi faktor penyebab belum adanya bantuan.
Padahal, Pemko Tanjungpinang memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2024 senilai Rp1,5 Miliar, yang biasanya bisa digunakan untuk penanggulangan bencana alam.
Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang harus melakukan kajian terlebih dahulu, untuk menggunakan BTT, sebagai anggaran memperbaiki sejumlah rumah rusak, akibat diterjang angin kencang tersebut.
“(Anggaran BTT) tinggal 1,5 M di APBDP. Nanti akan kita kaji, sesuai dengan regulasinya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, Senin (1/10).
Saat ini, kata Sekda anggaran untuk memperbaiki rumah yang rusak tersebut memang belum tersedia. Di APBDP Sendiri, Pemko Tanjungpinang hanya menganggarkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Di APBDP baru tersedia anggaran RTLH saja (upaya Pemko) tentu harus sesuai ketentuan keuangan daerah,” tambahnya.
Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang akan terus berupaya mencari solusi, untuk memperbaiki rumah korban angin kencang tersebut. “Sejauh ini masih kita diskusikan upaya apa yang bisa kita lakukan sesuai ketentuan yang ada,” pungkasnya.
Saat ini, keluarga korban angin kencang sudah lebih kurang dua pekan tinggal di rumah dengan atap terpal.Walaupun menggunakan terpal, air hujan tetap merambat masuk membanjiri dalam rumahnya.
“Terpalnya diberikan oleh BPBD dan Dinsos, tapi yang pasang saya sendiri. Walaupun ada terpal, tetap saja rumah masuk air saat hujan,” kata Ali di kediamannya.
Setiap hujan turun, Ali mengaku lantai, pakaian hingga perabotan di dapur selalu basah. Kondisi ini pun, membuat ia tidak tahan menunggu bantuan perbaikan atap rumah dari pemerintah.
Hingga hari ini, Ali hanya menerima bantuan berupa paket sembako saja. Sementara perbaikan atap rumah, masih belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Dapur tidak ditutup, karena terpalnya tidak cukup. Saat angin kencang, televisi kipas angin juga rusak, karena kita langsung selamatkan diri,” pungkasnya. (*)
Kondisi terkini rumah Ali warga Kampung Bukit Cermin, usai diterjang angin kencang beberapa waktu lalu, Senin (30/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang hingga kini belum memberikan bantuan perbaikan rumah, ke warga yang menjadi korban angin kencang. Tidak tersedianya anggaran, menjadi faktor penyebab belum adanya bantuan.
Padahal, Pemko Tanjungpinang memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2024 senilai Rp1,5 Miliar, yang biasanya bisa digunakan untuk penanggulangan bencana alam.
Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang harus melakukan kajian terlebih dahulu, untuk menggunakan BTT, sebagai anggaran memperbaiki sejumlah rumah rusak, akibat diterjang angin kencang tersebut.
“(Anggaran BTT) tinggal 1,5 M di APBDP. Nanti akan kita kaji, sesuai dengan regulasinya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, Senin (1/10).
Saat ini, kata Sekda anggaran untuk memperbaiki rumah yang rusak tersebut memang belum tersedia. Di APBDP Sendiri, Pemko Tanjungpinang hanya menganggarkan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Di APBDP baru tersedia anggaran RTLH saja (upaya Pemko) tentu harus sesuai ketentuan keuangan daerah,” tambahnya.
Kendati demikian, Pemko Tanjungpinang akan terus berupaya mencari solusi, untuk memperbaiki rumah korban angin kencang tersebut. “Sejauh ini masih kita diskusikan upaya apa yang bisa kita lakukan sesuai ketentuan yang ada,” pungkasnya.
Saat ini, keluarga korban angin kencang sudah lebih kurang dua pekan tinggal di rumah dengan atap terpal.Walaupun menggunakan terpal, air hujan tetap merambat masuk membanjiri dalam rumahnya.
“Terpalnya diberikan oleh BPBD dan Dinsos, tapi yang pasang saya sendiri. Walaupun ada terpal, tetap saja rumah masuk air saat hujan,” kata Ali di kediamannya.
Setiap hujan turun, Ali mengaku lantai, pakaian hingga perabotan di dapur selalu basah. Kondisi ini pun, membuat ia tidak tahan menunggu bantuan perbaikan atap rumah dari pemerintah.
Hingga hari ini, Ali hanya menerima bantuan berupa paket sembako saja. Sementara perbaikan atap rumah, masih belum ada kejelasan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Dapur tidak ditutup, karena terpalnya tidak cukup. Saat angin kencang, televisi kipas angin juga rusak, karena kita langsung selamatkan diri,” pungkasnya. (*)
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melalui Pusat Perencanaan Program Strategis mensosialisasikan rencana pembangunan jalan Pelabuhan Batu Ampar – Kampung Seraya (Jalan Kuda Laut – Prambanan – Majapahit) pada Selasa (1/10/2024) di Kantor Kecamatan Batu Ampar.
Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Perencanaan Perhubungan, Wesly Silalahi menyampaikan kepada RT/RW serta perwakilan masyarakat setempat yang hadir bahwa tim konsultan yang telah ditunjuk oleh BP Batam akan melakukan survey lapangan dan analisa teknis dalam waktu dekat guna mendukung perancangan desain jalan ini.
“Melalui pertemuan ini kami mohon kerja sama masyarakat setempat agar dapat membersamai tim konsultan kami yang akan melakukan survey dan analisa teknis sehingga rencana pembangunan jalan ini dapat segera terealisasi,” ujar Wesly.
Jalan yang rencananya akan dibangun sepanjang 3,5 km di atas ROW 30 meter dengan dua lajur pada setiap jalur serta dilengkapi dengan pedestrian ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antara Pelabuhan Batu Ampar ke kawasan pemukiman masyarakat serta pusat bisnis Batam di kawasan Nagoya dan sekitarnya.
“Harapannya jika rencana pembangunan jalan ini telah terealisasi, masyarakat sekitar akan merasakan dampak positif khususnya pada sektor perekonomian,” pungkas Wesly.
Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh Camat Batu Ampar, Ridwan NS; serta perwakilan dari Koramil 01 Batam Timur, Polsek Batu Ampar, dan perangkat masyarakat ini turut digelar diskusi konstruktif antara BP Batam bersama masyarakat terkait rencana pekerjaan jalan ini dan pada prinsipnya perwakilan masyarakat setempat siap mendukung pembangunan Batam Kota Baru. (*)
batampos – Marissa Haque meninggal tanpa sakit saat tidur tadi malam membuat keluarga syok. Perkiraan pihak rumah sakit, istri Ikang Fawzi ini meninggal pada pukul 00.43 WIB.
Meninggalnya Marissa Haque meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga besarnya.
Adik almarhumah Marissa Haque, Soraya menyatakan, orang yang pertama kali mengetahui bahwa kakaknya sudah tidak ada respons adalah suami Marissa, Ikang Fawzi.
“Di ruang tidur, suaminya lah yang tahu (pertama kali). Setelah tahu tidak bergerak, dibawa ke rumah sakit untuk memastikan,” kata Soraya Haque saat ditemui di rumah duka di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (2/10).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, diduga Marissa Haque meninggal dunia sekitar pukul 00.43 WIB dengan mengacu pada surat kematian.
Meninggalnya Marissa Haque yang sangat mendadak tanpa didahului sakit sebelumnya membuat pihak keluarga sangat syok dan terpukul. Terutama suaminya, Ikang Fawzi.
“Kalau melihat dari kondisi Ikang, dia sangat terpukul karena kondisinya mendadak. Ini membuat dia masih belum bisa melihat secara clear,” katanya.
Marissa Haque meninggal dunia. (Instagram/bellafawzi_)
Berhubung Ikang Fawzi masih sangat sedih dan terpukul, Soraya menyarankan untuk tidak mewawancarainya terlebih dahulu sampainya kondisi lebih tenang.
Profil Marissa Marissa Haque
Marissa lahir di Balikpapan, Kalimantan Timur, 15 Oktober 1962. Dia lahir dengan nama Marissa Grace Haque. Dia merupakan kakak dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque.
Marissa merupakan istri dari Ikang Fawzi dan ibunda dari Chikita Fawzi dan Isabella Fawzi.
Marissa termasuk orang yang sangat peduli pada pendidikan. Terbukti, ia melanjutkan pendidikannya hingga S3. Ia menyelesaikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Trisakti.
Dia kemudian melanjutkan S2 di bidang bahasa anak tuna rungu di Universitas Katolik Atma Jaya. Dia juga lulus magister administrasi bisnis (MBA) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Untuk program doktoralnya, Marissa Haque lulus pada 2012 dari Institut Pertanian Bogor.
Marissa Haque memulai karier di dunia hiburan lewat dunia seni peran. Dia debut di dunia perfilman lewat Kembang Semusim di awal dekade 80-an memerankan karakter sebagai Mirna.
Sejak saat itu, Marissa Haque kebanjiran job film membintangi sejumlah judul seperti Tinggal Landas Buat Kekasih, Bawalah Aku Pergi, IQ Jongkok, Hukum Karma, Biarkan Bulan Itu,Jejak Pengantin, Serpihan Mutiara Retak, Sebening Kaca, Melintas Badai, dan banyak judul lain.
Di tahun 1985, Marissa Haque diganjar penghargaan mendapatkan Piala Citra di ajang pemberian penghargaan Festival Film Indonesia untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik lewat film Tinggal Landas Buat Kekasih.
Selain di dunia hiburan, Marissa Haque juga merupakan politisi. Dia pernah bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional.
Marissa Haque tercatat pernah menjadi anggota DPR dan pernah menjadi calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Zulkieflimansyah pada 2006 silam. Namun sayangnya pasangan ini kalah dari pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Mohammad Masduki. (*)
Rudi (kemeja putih) mendampingi Habibie 9berpeci) saat berkunjung ke Batam.
batampos – Di Batam ada dua tokoh besar yang oleh warganya digelar sebagai “Bapak Pembangunan Kota Batam”. Uniknya, tokoh tersebut sama-sama punya panggilan “Rudi”.
Rudi pertama adalah, Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie, dan Rudi kedua adalah H Muhammad Rudi.
“Saya hanya ingin mengembalikan apa yang menjadi masterplan Bapak BJ Habibie (dalam membangun Batam). Sehingga anak kita bisa bahagia nant,” ujar Rudi, yang kini menjabat sebagai Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam, saat menjelaskan tentang konsep pembangunan yang dilakukannya di Batam.
Karena dedikasinya memajukan Kota Batam, terutama pada kesejahteraan masyarakat, maka semasa hayatnya, Rudi Habibie, tepatnya pada 29 April 2019 silam, memberi penghargaan kepada Rudi yang Wali Kota Batam itu
Tokoh yang digelar dunia sebagai “Mr Crack” usai menemukan Crack Progression Theory, tentang titik awal retakan pada pesawat terbang ini, secara khusus memberikan penghargaan pada Rudi, karena sudah banyak berbuat dalam lintas bidang.
Penghargaan dari Presiden Ketiga Republik Indonesia tersebut, terangkum dalam sebuah piagam yang diberikan.
Bunyinya: Piagam Penghargaan Presiden Republik Indonesia Ke-3. Memberikan penghargaan kepada: M Rudi.
Atas dukungan moril maupun material dalam lintas bidang: pendidikan, sosial, kesehatan dan kemanusiaan, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Penghargaan ini menjadi miles stone bagi Rudi bahwa sumbangsihnya kepada masyarakat, bangsa dan negara selama menjabat sebagai Wali Kota Batam, telah banyak diakui berbagai kalangan, termasuk “Rudi” Habibie. (*)
batampos – KPU Kota Batam berencana menggelar debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam rangka Pilkada Batam 2024, yang dijadwalkan berlangsung sebanyak dua kali. Kini persiapannya masih dalam tahap pembahasan.
Debat ini menjadi ajang penting bagi masyarakat Batam untuk mengetahui lebih dalam program serta visi-misi dari para calon pemimpin yang akan bertarung di Pilkada 2024.
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Internal KPU Batam, Bosar Hasibuan mengungkapkan, penentuan jadwal dan lokasi debat sedang dibahas. Untuk pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
“Kami kemungkinan akan mengadakan debat kandidat hanya dua kali, sesuai dengan anggaran yang ada. Saat ini kami masih dalam proses persiapan,” kata Bosar, Rabu (2/10).
Debat calon kepala daerah ini direncanakan berlangsung antara bulan Oktober dan November 2024. Pelaksanaannya merujuk pada Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2024 tentang Kampanye Pilkada, dan Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Kampanye Pilkada.
Debat ini akan melibatkan panelis dari berbagai kalangan profesional, tokoh masyarakat, serta akademisi. Kata Bosar, debat akan dibagi dalam enam segmen.
Untuk segmen pertama, merupakan pembukaan serta penyampaian visi dan misi oleh pasangan calon (paslon). Segmen kedua dan ketiga berfokus pada pendalaman visi dan misi.
Sementara, pada segmen keempat dan kelima diisi dengan sesi tanya jawab serta sanggahan antar paslon. Terakhir, debat akan ditutup pada segmen keenam.
“Materi debat juga sudah ditentukan, meliputi enam tema utama yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemajuan daerah, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian persoalan daerah, penyelarasan pembangunan dari tingkat daerah hingga nasional, serta penguatan NKRI dan kebangsaan,” kata dia. (*)
KETUA Pansel KPK Yusuf Ateh bersama pimpinan lainnya memberikan keterangan kepada wartawan di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (1/10). F. FEDRIK TARIGAN/JAWA POS
batampos – Sepuluh calon pimpinan (Capim) KPK 2024-2029 diumumkan kemarin. Panitia seleksi (Pansel) KPK telah menyerahkan nama-nama itu ke presiden. Anggota DPR RI yang barusan dilantik bakal menjadi ”penguji” terakhir, menyaring untuk lima nama pimpinan Komisi Antirasuah lima tahun ke depan.
Beberapa yang digadang-gadang bakal masuk 10 besar ternyata gagal kemarin. Terutama dari pelamar di internal KPK yang sebelumnya pada 20 besar ada empat nama, kini tinggal satu orang.
Yakni Wakil Ketua KPK Johanis Tanak. Sementara Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Didik Agung Widjanarko, Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan, dan Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana gagal masuk.
Sementara dari Polri, tinggal menyisakan Komjen Setyo Budiyanto yang kini menjabat sebagai Irjen Kementerian Pertanian (Kementan). Sedang untuk korp Adhiyaksa tinggal menyisakan jaksa Fitroh Rohcahyanto.
Ketua Pansel KPK Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, penyerahan sepuluh nama ke presiden itu berlangsung pukul 12.30 WIB. Nantinya pre-siden akan meneruskan nama-nama peserta capim ke DPR.
“Tanpa dikurangi,” terangnya, kemarin. Waktu penyerahan sendiri belum diketahui secara pasti. Yang jelas bakal diberikan dalam waktu dekat.
Wakil Ketua Pansel KPK Arief Satria mengatakan, sepuluh nama yang lolos dipilih berdasarkan tiga kriteria utama. Yakni integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas.
Pansel juga mempertimbangkan reputasi dan kepercayaan publik sebagai bahan pertimbangan. “Jadi aspeknya sangat luas,” katanya.
Masukan dari masyarakat dan rekam jejak para calon juga menjadi tolok ukur pansel menentukan nama-nama yang lolos. Tak lupa, pansel mendapat masukan dari berbagai instansi pemerintah yang mempunyai kompetensi dalam melihat rekam jejak.
Sementara itu, Eks Penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap menilai pansel masih belum tuntas dalam menjaring capim. Ada banyak hal yang bisa disoroti dari nama-nama yang lolos.
Di antaranya, kinerja mere-ka di masa lalu maupun rekam jejaknya. Seharusnya, sepuluh nama yang lolos sudah klir rekam jejaknya. “Tentu ini akan menjadi catatan bagi pansel ke depan untuk melihat hasil pilihan mereka,” paparnya.
Kini dari pilihan yang tersedia itu, bola pemberantasan korupsi ada di tangan DPR. Yang bakal memilih lima orang untuk dipilih menjadi pimpi-nan KPK periode lima tahun ke depan. Yudi berharap DPR bisa mengesampingkan kepentingan politik dalam proses pemilihannya.
“Ada tiga rambu yang harus diperhatikan dalam pemilihan ini,” katanya. Yakni, tidak mempunyai rekam jejak bermasalah, bukan merupakan calon titipan, dan memastikan ada komposisi yang proporsional. Mulai dari latar belakang penegak hukum, akademisi/profesional, lembaga negara, pemerintah, hingga keterwakilan perempuan. (*)
Maarten Paes kembali terpilih sebagai man of the match dalam pertandingan untuk Timnas Indonesia. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Maarten Paes tak bisa melupakan momen debutnya bersama Timnas Indonesia. Pada 6 September 2024 lalu ia berhadapan dengan Arab Saudi dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Dalam pertandingan itu, Indonesia sukses menahan imbang Arab Saudi dengan skor 1-1. Merupakan hasil yang sangat membanggakan di tanah lawan.
Timnas Indonesia yang mengenakan jersey putih dan tampil impresif sejak menit pertama. Gol cepat yang dicetak oleh Ragnar Oratmangoen pada menit ke-19 menjadi pembuka jalan bagi Indonesia untuk memimpin. Pemain FCV Dender itu memanfaatkan ruang tembak dan berhasil menjebol gawang Arab Saudi.
Tak lama setelah gol tersebut, Arab Saudi bangkit menyerang. Menjelang akhir babak pertama, Musab Fahz Aljuwayr berhasil menyamakan kedudukan. Gol tersebut tercipta pada menit ke-45+3 dan membuat skor berubah menjadi 1-1 sebelum turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan. Arab Saudi mendapatkan peluang emas melalui titik penalti. Salem Al Dawsari, bintang Al Hilal yang pernah mencetak gol melawan Argentina di Piala Dunia, maju sebagai algojo.
Tendangan penalti itu berhasil digagalkan Maarten Paes. Kiper yang baru debut bersama Garuda itu tampil luar biasa. Beberapa kali dia berhasil menggagalkan peluang Arab Saudi. Hal itu membuat skor tetap 1-1 hingga peluit akhir dibunyikan.
Dalam laga yang tegang tersebut, ada satu hal yang tak terlupakan oleh Paes. Yakni, kehadiran 30 ribu suporter Indonesia yang memadati tribun tandang. Meski bermain di kandang lawan, atmosfer dukungan dari para suporter Indonesia begitu menggetarkan. Paes pun merinding merasakan energi positif dari suporter yang tak henti-hentinya memberikan dukungan sepanjang laga.
Melalui akun media sosial klubnya, FC Dallas, Maarten Paes menceritakan bagaimana dia mempersiapkan diri untuk debut itu. Dia mengaku sempat gugup. Pasalnya itu adalah awal yang baru dengan tim yang baru pula. Namun, perasaan tersebut berubah menjadi semangat ketika dia mulai merasakan dukungan luar biasa dari para pendukung Indonesia.
“Karena selalu seperti, Anda selalu gugup karena, ya, awal yang baru, tim yang baru. Ya. Anda selalu ingin meninggalkan kesan pertama yang sangat baik, jadi Anda selalu, ya, menantikannya, tetapi itu juga menyenangkan dan juga sedikit gugup,” ujar Maarten Paes.
“Jadi, ya, kami bermain di Saudi, dan itu menjadi pertandingan (dengan suhu) yang sangat panas di sana,” imbuhnya.
“Jadi saya hanya bersiap untuk semuanya, mencoba menjaga tubuh dan pikiran saya. Dan, hanya mencoba untuk menerima kesempatan, menerima tantangan, dan tidak tahu benar apa yang diharapkan sebelum datang ke sana. Datanglah ke sana dengan banyak energi yang baik dan positif,” paparnya.
Paes mengatakan, sebelum pertandingan dia bertemu dengan pelatih Timnas Indonesia dan berdiskusi panjang lebar. Meskipun harus berkomunikasi melalui penerjemah, pertemuan tersebut membuatnya lebih siap mental. Kehangatan sambutan dari rekan-rekan satu tim juga membuat Paes merasa nyaman dan semakin percaya diri.
“Itulah pola pikirnya. Awalnya, ketika saya mendarat, saya datang ke hotel, dan saya bertemu dengan pelatih di kamar hotelnya. Kami mengobrol dengan baik, dengan penerjemah tentu saja. Tetapi kami mengobrol dengan sangat baik, menetapkan standar,” ungkap Maarten Paes.
“Dan kemudian setelah itu, saya mengenal beberapa orang. Saya pernah bermain dengan beberapa dari mereka di klub lama saya, jadi itu sudah bagus,” jelasnya.
Ketika pertama kali melangkah ke lapangan, Paes sudah takjub dengan kehadiran 30 ribu suporter Indonesia. Baginya, atmosfer tersebut sangat berbeda dari apa yang pernah dialami sebelumnya. Bahkan ketika bermain di stadion besar Eropa. Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, Paes merasakan dorongan emosional yang kuat.
“Dan kemudian, ya, semua orang begitu baik dan, ya, memberi saya sambutan yang sangat hangat. Ya, sejak awal, hubungan kami berkembang baik, dan, kami tahu, saya harus mengenal mereka dengan cepat karena saya akan bermain di beberapa pertandingan besar dengan mereka dalam beberapa hari,” tutur Maarten Paes.
“Jadi, ya, itu bagus. Itu sudah sangat tidak nyata ketika saya melihat lapangan. Sudah ada 30.000 suporter tandang di tribun, dan kemudian saya sangat kagum dengan itu,” lanjutnya.
Momen paling mendebarkan bagi Paes adalah saat menghadapi penalti Salem Al Dawsari. Paes mengaku telah mempelajari gaya tendangan Dawsari. Berkat persiapan matang, dia berhasil menggagalkan eksekusi itu. Dia merasa bahwa penyelamatan itu adalah hasil dari ketenangannya di bawah tekanan serta dukungan moral dari para suporter.
“Salem (Al- Dawsari) bermain untuk Al Hilal. Mencetak gol indah melawan Argentina di Piala Dunia. Saya telah mempelajarinya, tetapi dia memiliki 2 jenis PK (Penalty Kick) di mana satu dia hentikan dan satu dia lewati, lalu dia hentikan dan Anda melihat saya, seperti, bergerak sedikit,” jelas Maarten Paes.
“Jadi saya berdoa agar saya tidak bergerak dari garis. Lalu, untungnya, saya pikir saya tetap tenang dan kemudian menjalankan rencana permainan di lapangan dan melakukan penyelamatan,” paparnya.
Setelah penyelamatan tersebut, Paes semakin mantap dalam menjaga gawang. Dia berhasil menjaga performanya hingga akhir pertandingan dan memberikan kontribusi besar dalam hasil imbang melawan Arab Saudi. Bagi Paes, itu adalah pencapaian luar biasa di debutnya bersama Timnas Indonesia.
Maarten Paes juga menyoroti bagaimana perhatian dari media dan suporter Indonesia yang sangat berbeda dari pengalamannya bermain di klub-klub Eropa. Di Indonesia, antusiasme suporter begitu tinggi, bahkan saat latihan sekalipun. Ini adalah pengalaman baru baginya yang membuatnya merasa semakin dekat dengan tim dan para penggemar.
“Dan, ya, saya hanya merasa tenang, dan saya merasakan energinya. Dan, ya, hampir seperti Anda harus melakukannya untuk mereka. Dan itu luar biasa. Dan untungnya, permainan berkembang dengan cara yang memungkinkan saya banyak membantu tim,” ucap Maarten Paes.
“Saya pikir kedua pertandingan itu merupakan dorongan mental yang besar bagi kami menuju kualifikasi Piala Dunia lainnya, di mana kami benar-benar dapat melihat bahwa kami dapat, ya, bersaing ketat dengan negara-negara Piala Dunia yang terwujud ini,” tukasnya.
Menurut Paes, pengalaman bermain di depan suporter Indonesia adalah salah satu puncak kariernya. Meskipun pernah bermain di stadion besar seperti Ajax, dukungan suporter Indonesia membuatnya merasa benar-benar dihargai. Paes mengatakan, dukungan dari suporter Indonesia memberinya dorongan mental yang besar, terutama dalam menghadapi tantangan kualifikasi Piala Dunia yang ketat.
“Ya, kami mungkin benar-benar dapat melakukannya dan melaju hingga Piala Dunia di sini pada tahun 2026. Itu akan menjadi, ya, gila, dan saya pikir itu juga pantas bagi para suporter (Timnas Indonesia),” pungkasnya.
Setelah pertandingan melawan Arab Saudi, Paes yakin bahwa Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, dengan dukungan luar biasa dari suporter dan performa solid di lapangan, Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara besar lainnya. Paes berharap dapat terus memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia dan membuat para suporter bangga.
Kini, Timnas Indonesia akan bersiap menghadapi Bahrain dan China dalam laga selanjutnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Maarten Paes akan kembali menjadi sorotan setelah penampilan gemilangnya melawan Arab Saudi dan Australia. Apakah ia akan kembali menjadi pahlawan di bawah mistar gawang? Para suporter Indonesia tentu sangat menantikan aksinya. (*)
batampos– Dua mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah dan Nurdin Basirun secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kepri 2024. Mereka meyakini bahwa pasangan ini memiliki kapasitas untuk memimpin dan membawa perubahan positif bagi masyarakat Kepri.
Ismeth Abdullah saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI, menyampaikan keyakinannya bahwa Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris mampu menangani isu-isu krusial di Kepri, seperti kemiskinan dan pengangguran.
Menurutnya, pengalaman dan pemahaman kedua calon terhadap permasalahan daerah menjadikan mereka kandidat yang tepat untuk membawa perubahan.
“Pak Ansar dan Pak Nyanyang sangat memahami masalah-masalah seperti kemiskinan dan kurangnya lapangan kerja. Saya yakin mereka bisa memberikan solusi yang lebih baik dan efektif untuk masyarakat. Saya optimis dengan kepemimpinan mereka,” ujar Ismeth, Rabu (2/10).
Sementara itu, Nurdin Basirun yang lebih dulu menyatakan dukungannya kepada pasangan ini, bahkan menyatakan siap terlibat langsung dalam memenangkan Ansar-Nyanyang.
Nurdin menyatakan bahwa dukungannya murni demi kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepri, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Saya merasa harus terlibat langsung dalam mendukung dan memenangkan pasangan Ansar-Nyanyang. Ini bukan untuk kepentingan saya pribadi, tetapi untuk masa depan dan kesejahteraan masyarakat Kepri,” tegas Nurdin.
Dengan pengalaman yang dimiliki Ansar dan Nyanyang, Nurdin optimis bahwa pasangan ini mampu membawa Provinsi Kepulauan Riau menuju kemajuan yang lebih baik.
“Saya yakin pasangan ini bisa diandalkan untuk membangun Kepri dan membuatnya semakin berjaya. Mereka memiliki pengalaman dan kemampuan yang sangat baik,” lanjutnya.
Dukungan dari kedua tokoh penting ini menambah kekuatan politik bagi pasangan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura, yang diusung oleh berbagai partai besar.
Mereka berharap pasangan ini bisa memajukan Kepulauan Riau dan memberikan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di provinsi tersebut.
“Untuk kepentingan masyarakat luas, saya telah memutuskan untuk mendukung Ansar dan Nyanyang. Mereka adalah pasangan yang tepat untuk memimpin Kepri ke depan,” tutupnya (*)
Calon Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menghadiri undangan silaturahmi dengan umat Kristiani di Batam. Foto: Arjuna/ Batam Pos
batampos – Calon Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menggelar silaturahmi dengan sejumlah umat Kristiani di Resto Golden Prawn, Batam, Rabu (2/10). Pertemuan ini diprakarsai oleh Wirya Putra Sar Silalahi dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat.
Tampak sejumlah figur turut hadir, diantaranya ada tokoh pers Kepri sekaligus Komisaris Batam Pos, Marganas Nainggolan, Ketua DPRD Tanjungpinang, Ade Angga, Anggota DPRD Batam, Muhammad Yunus Muda, Anggota DPRD Kepri, Asmin Patros dan sejumlah nama lainnya.
Dalam sambutannya, Ansar menyebut, bahwa pertemuan ini memiliki nilai strategis untuk mendukung pembangunan di Kepri. “Silaturahmi ini menjadi nilai tambah untuk pembangunan di Kepri,” katanya.
Ia menyampaikan, KPU telah menerima pencalonan dirinya bersama Nyanyang Haris Pratamura sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Ansar memperkenalkan sosok Nyanyang yang merupakan pengusaha dan politisi asal Jawa Barat yang sudah lama berkiprah di Kepri.
“Pak Nyanyang ini berasal dari Jawa Barat, sudah 28 tahun di Kepri. Beliau pernah lama tinggal di Anambas dan Moro Karimun, serta pernah menjabat sebagai anggota DPRD Batam dan Provinsi. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Ketua Gerindra Batam dan merupakan salah satu pengusaha logistik,” kata Ansar.
Dia menambahkan, perpaduan latar belakang keduanya sebagai seorang guru dan pengusaha menjadi kekuatan yang bisa menyatukan visi mereka dalam membangun Kepri. Lebih lanjut, Ansar mengungkapkan kebanggaannya atas dukungan yang diberikan langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang menyerahkan surat tugas pencalonan mereka di Batam.
“Dengan berada di barisan presiden terpilih, akan lebih mudah bagi kita mengakses anggaran untuk membangun Kepri. Masih banyak program strategis yang ingin kita realisasikan, termasuk proyek jembatan Batam-Bintan,” ujar dia.
Ia juga sedikit menjelaskan mengenai progres proyek Jembatan Batam-Bintan (Banin), yang saat ini sedang ditahap uji tanah (soil test). Jika tahap ini selesai, proyek tersebut akan segera dilelang.
“Jembatan Batam-Bintan adalah game changer untuk membangun episentrum ekonomi baru di Kepri. Dukungan dari koalisi pemerintah sangat kita butuhkan untuk mewujudkan proyek ini,” katanya.
Proyek jembatan Batam-Bintan sendiri dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antar wilayah, serta meningkatkan perekonomian di Kepri. (*)