Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 271

Peralihan Musim di Kepri, BMKG: Siap-siap Hujan Disertai Angin Kencang

0
Pengendara menembus hujan disertai angin kencang di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 Tanjungpinang, Selasa (7/4). F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Peralihan musim dari kemarau ke musim hujan mulai dirasakan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Bintan dan sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai angin kencang dan terjadi secara tiba-tiba.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani, menjelaskan aliran massa udara di wilayah Pulau Bintan secara umum bergerak dari arah barat daya.

“Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 5 hingga 30 kilometer per jam,” ujarnya, Selasa (7/4).

Berdasarkan analisis skala global, terdapat indikasi pertemuan dan belokan angin di wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan perlambatan massa udara yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.

Selain itu, indeks labilitas atmosfer di wilayah Pulau Bintan dalam tiga hari ke depan diperkirakan berada pada kategori labil sedang.

“Kondisi ini menunjukkan adanya peluang pertumbuhan awan Cumulonimbus atau awan hujan,” jelas Rizqi.

Dengan kondisi tersebut, cuaca di wilayah Tanjungpinang dan Bintan hingga 9 April 2026 diprakirakan berawan, dengan potensi hujan lokal yang dapat terjadi pada pagi, siang, malam hingga dini hari.

“Masyarakat perlu waspada terhadap hujan ringan hingga sesekali lebat yang bisa disertai angin kencang, terutama pada siang dan dini hari,” imbaunya. (*)

Artikel Peralihan Musim di Kepri, BMKG: Siap-siap Hujan Disertai Angin Kencang pertama kali tampil pada Kepri.

Rambu Membingungkan di Jalan Sudirman, Dishub Batam Siap Evaluasi

0
ondisi arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Batam, Selasa (7/4). Terlihat rambu u-turn masih terpasang meski akses putar balik telah ditutup menggunakan pembatas beton, sehingga memicu kebingungan bagi pengguna jalan. F. M. Sya’ban/ Batam Pos
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akhirnya angkat bicara terkait sorotan masyarakat atas keberadaan rambu putar balik (u-turn) yang dinilai membingungkan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di jalur dari arah Kepri Mall menuju Simpang Laluan Madani, Batam Kota.

‎Di lokasi tersebut, akses putar balik sebelumnya telah ditutup menggunakan pembatas beton. Namun, sebagian beton dilaporkan dibuka kembali oleh oknum pengendara, sehingga memicu kebingungan di lapangan, terlebih rambu u-turn masih terpasang.

‎Kepala Dishub Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan penataan lalu lintas berjalan lebih optimal dan tidak menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan.

‎“Kita akan pastikan koordinasi lebih kuat lagi. Ini pekerjaan bersama. Kita punya forum lalu lintas untuk membahas perkembangan, kepadatan, hingga aspek keselamatan,” ujarnya, Selasa (7/4) siang.

‎Ia menjelaskan, forum lalu lintas tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya BP Batam, Dishub, kepolisian lalu lintas, serta lembaga pendukung seperti Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan.

‎Menurut Leo, penutupan u-turn di ruas tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan ketertiban.

‎Mengingat Jalan Sudirman merupakan jalur protokol dengan dua arah dan masing-masing lima lajur, kawasan ini difungsikan sebagai jalur cepat yang harus meminimalkan titik putar balik.

‎“Penutupan itu bagian dari pembagian jalur, termasuk memisahkan kendaraan roda dua dan roda empat. Dalam pelaksanaannya tentu ada tahapan dan penyesuaian,” jelasnya.

‎Terkait masih adanya rambu u-turn yang belum dicabut, Leo menegaskan pihaknya akan segera melakukan penyesuaian berdasarkan hasil koordinasi bersama forum lalu lintas.

‎“Saya pastikan, nanti dari hasil koordinasi, mana yang ditutup dan mana yang dibuka, kita akan sesuaikan rambu-rambunya,” tegasnya.

‎Ia juga memastikan bahwa Dishub Batam terus mendorong tata kelola yang responsif, akuntabel, dan transparan dalam setiap kebijakan, termasuk dalam penataan lalu lintas di jalan protokol.

‎“Di Dishub, saya sudah minta seluruh bidang untuk responsif, akuntabel, dan transparan,” katanya.

‎Sebelumnya, perhatian publik terhadap persoalan ini mencuat setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Avanza Veloz hingga terguling di Jalan Sudirman.

‎Kejadian tersebut memicu kritik, terutama terkait keberadaan rambu u-turn yang masih terpasang meski akses putar balik telah ditutup.

‎Evaluasi pun kini menjadi langkah penting, agar penataan lalu lintas tidak hanya tertib di atas kertas, tetapi juga jelas dan aman di lapangan bagi seluruh pengguna jalan.(*)

Artikel Rambu Membingungkan di Jalan Sudirman, Dishub Batam Siap Evaluasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Mentan Amran: Stok Beras RI 4,6 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino dan Geopolitik

0
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Humas Kementan)

batampos – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nasional dalam kondisi aman untuk menghadapi tekanan geopolitik global serta ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4), Amran menyebut cadangan beras per 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Angka tersebut meningkat dari sebelumnya 4,5 juta ton dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok pangan nasional.

“Cadangan beras hari ini, per tadi pagi tanggal 7 April 2026 mencapai 4,6 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, pemerintah menilai kondisi cadangan beras nasional sangat kuat dan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga di tengah ketidakpastian global.

Amran menegaskan, stok beras saat ini dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman,” katanya.

Ia juga memastikan potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan masih dapat diantisipasi melalui kesiapan stok dan berbagai langkah mitigasi pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian.

Menurutnya, sektor pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar, tetapi juga menentukan keberlangsungan suatu bangsa.

Karena itu, pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga kedaulatan nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Di tingkat global, krisis pangan disebut semakin nyata. Data dari Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan sekitar 724 juta penduduk dunia mengalami kelaparan akibat konflik dan perubahan iklim ekstrem.

Kondisi tersebut diperparah oleh konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan lebih luas dan mengancam sekitar 40 juta orang dengan risiko kelaparan serius.

“Pangan semakin dipandang sebagai aset strategis yang berperan penting dalam stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia,” ujar Amran. (*)

Artikel Mentan Amran: Stok Beras RI 4,6 Juta Ton, Aman Hadapi El Nino dan Geopolitik pertama kali tampil pada News.

Meski Ekspor Batam Turun, Kadin Sebut Industrinya Masih Tangguh

0
Ilustrasi komoditas ekspor. f. istimewa

batampos – Kinerja ekspor Batam pada awal tahun 2026 masih menunjukkan daya tahan di tengah tekanan global. Meski secara total mengalami penurunan, sejumlah sektor utama justru tetap tumbuh dan menjadi penopang.

‎Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau (Kepri) Mustava, mengatakan nilai ekspor Batam pada periode Januari hingga Februari 2026 tercatat sekitar US$3,11 miliar, atau turun sekitar 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar US$3,22 miliar.

‎Penurunan tersebut, kata dia, belum mencerminkan pelemahan secara menyeluruh. “Ini menunjukkan bahwa basis industri ekspor Batam masih bergerak dan masih memiliki kekuatan pada beberapa kelompok produk utama,” ujarnya Selasa (6/4) siang.

‎Ia menjelaskan, beberapa sektor yang mengalami peningkatan antara lain mesin dan peralatan listrik, minyak dan lemak hewan atau nabati, tembakau, produk kimia, perangkat optik, serta bahan kimia organik.

‎Di sisi lain, penurunan ekspor terutama disumbangkan oleh komoditas kapal laut, kakao atau cokelat, besi dan baja, serta mesin dan pesawat mekanik.

‎Dari sisi negara tujuan, penurunan paling terasa datang dari Australia yang turun sekitar 68 persen, serta Vietnam yang turun sekitar 25 persen.

‎“Jadi, penurunan ekspor Batam saat ini lebih dipengaruhi oleh beberapa komoditas dan pasar tertentu, bukan oleh semua sektor secara bersamaan,” kata Mustava.

‎Meski demikian, ekspor Batam ke Amerika Serikat justru menunjukkan tren positif. Hingga Februari 2026, ekspor ke negara tersebut tumbuh sekitar 30 persen dan tetap menjadi tujuan terbesar.

‎“Artinya sampai Februari 2026 pasar Amerika masih tetap kuat bagi Batam,” kata dia.

‎Ia menegaskan, penurunan ekspor Batam pada awal tahun ini bukan terutama disebabkan oleh pasar Amerika Serikat, melainkan lebih banyak dipengaruhi turunnya ekspor kapal laut dan kakao yang terkoreksi cukup tajam.

‎Di luar dua komoditas tersebut, kinerja ekspor Batam secara umum masih cukup baik dan sejumlah sektor utama masih mencatat pertumbuhan positif.

‎“Ekspor Batam memang terkoreksi, tetapi kondisinya masih cukup terjaga, dan masih ada banyak sektor yang menunjukkan pertumbuhan positif,” kata dia.

‎Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam menunjukkan tren serupa. Kepala BPS Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa nilai ekspor Batam pada Januari–Februari 2026 tercatat sekitar US$3,11 miliar, turun sekitar 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎Penurunan tersebut dipicu melemahnya ekspor, baik sektor nonmigas maupun migas. Ekspor nonmigas turun tipis, sementara migas mengalami penurunan lebih dalam.

‎Namun, jika dilihat secara bulanan, kinerja ekspor mulai menunjukkan perbaikan. Pada Februari 2026, nilai ekspor Batam mencapai sekitar US$1,51 miliar, atau naik sekitar 4,4 persen dibandingkan Februari tahun lalu.

‎Kenaikan tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas yang tumbuh lebih dari 5 persen, sementara ekspor migas masih mengalami penurunan.

‎Dari sisi komoditas, ekspor Batam masih didominasi sektor industri. Mesin dan peralatan listrik menjadi penyumbang terbesar, diikuti mesin dan pesawat mekanik, minyak dan lemak nabati, serta besi dan baja.

‎Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti produk kimia, kapal laut, tembakau, kakao, perangkat optik, hingga bahan kimia organik juga turut berkontribusi.

‎Di tengah dinamika tersebut, ekspor ikan dan udang juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, naik lebih dari 30 persen, menjadi salah satu sinyal positif di tengah tekanan yang ada.

‎Dengan kondisi ini, ekspor Batam dinilai masih cukup terjaga, meski menghadapi tantangan dari beberapa komoditas dan pasar tujuan tertentu.(*)

Artikel Meski Ekspor Batam Turun, Kadin Sebut Industrinya Masih Tangguh pertama kali tampil pada Metropolis.

Fraksi Golkar Tarik Ketua dan Anggota Pansus RTRW Kepri, Asmin Patros Dicopot

0
Asmin Patros. F. dok. Batam Pos.

batampos – Dinamika terjadi di Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Kepulauan Riau. Fraksi Golkar menarik sejumlah anggotanya dari pansus, termasuk posisi ketua, saat pembahasan masih berlangsung.

Ketua Pansus RTRW yang dicopot, Asmin Patros, membenarkan adanya pergantian tersebut. Selain dirinya, anggota pansus Teddy Jun Askara juga ditarik dari keanggotaan.

“Namun saya belum tahu pengganti ketua dan Pak Teddy. Saya masih mencari tahu siapa yang terpilih,” ujar Asmin, Selasa (7/4).

Asmin menjelaskan, pencopotan tersebut merupakan keputusan dari Fraksi Golkar yang menugaskan dirinya dan Teddy ke posisi lain. Ia menegaskan, langkah tersebut tidak melanggar aturan yang berlaku.

“Awalnya memang di pansus itu, namun Fraksi Golkar menarik kami dari Pansus RTRW dan digantikan anggota lain,” katanya.

Menurutnya, proses pembahasan RTRW di DPRD Kepri masih terus berjalan dan akan dilanjutkan oleh susunan pimpinan yang baru.

Ia juga menepis isu adanya “titipan” dalam pembahasan RTRW. Asmin menegaskan seluruh keputusan di pansus ditentukan melalui mekanisme internal.

“Tidak ada titipan. Mekanismenya dipilih oleh anggota pansus,” tegasnya.

Pergantian mendadak ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah pembahasan dokumen strategis daerah yang menentukan arah pembangunan wilayah di Kepulauan Riau. (*)

Artikel Fraksi Golkar Tarik Ketua dan Anggota Pansus RTRW Kepri, Asmin Patros Dicopot pertama kali tampil pada Kepri.

KPK Warning Batam, Berpesan agar Pejabat Jangan Sampai Kena OTT

0
uasana rapat koordinasi pemberantasan korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Kota Batam di Alun-alun Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Selasa (7/4). Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) menyoroti tingginya kerawanan praktik korupsi di Kota Batam, khususnya dari sisi penganggaran.

‎Hal itu diungkap dalam rapat koordinasi pemberantasan korupsi yang digelar di Alun-alun Engku Hamidah Lantai 5 Gedung Pemerintah Kota Batam, pada Selasa (7/4) pagi hingga siang.

‎Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Brigjen Pol Agung Yudha Wibowo, mengatakan bahwa potensi korupsi di Batam dapat muncul dari berbagai sektor, namun yang paling rentan adalah pada tahap perencanaan dan penyusunan anggaran.

‎”Pengadaan itu paling rentan, sekarang kami ingatkan hati-hati,” kata dia.

‎Ia mengingatkan seluruh pejabat, khususnya kepala bidang (kabid) dan unsur terkait lainnya, untuk berhati-hati dalam menyusun anggaran agar tidak terjerat praktik korupsi.

‎“Kami mengingatkan agar seluruh pejabat bekerja dengan penuh kehati-hatian, sehingga tidak ada yang terkena operasi tangkap tangan (OTT),” ujarnya.

‎”Saya ingatkan jangan sampai ada pejabat Batam yang terkena OTT,” kata dia.

‎Meski begitu, Agung juga menyampaikan optimisme terhadap potensi Batam sebagai daerah yang mampu bersaing di tingkat regional, termasuk dengan Singapura.

‎Menurutnya, Batam memiliki berbagai keunggulan, mulai dari jumlah penduduk, sektor industri, hingga potensi ekonomi yang besar. Namun demikian, ia menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) agar sejalan dengan potensi tersebut.

‎“Batam memiliki potensi luar biasa. Tinggal bagaimana kita bersama memperkuat tata kelola, meningkatkan integritas, dan mengoptimalkan pendapatan daerah agar selaras dengan potensi yang dimiliki,” katanya.

‎Ia menambahkan, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KPK, kepolisian, kejaksaan, dan seluruh pemangku kepentingan, Batam diharapkan dapat memperkuat kualitas tata kelola keuangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor.

‎Menanggapi hal itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kehadiran KPK memberikan energi positif bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

‎“Rapat koordinasi ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Kota Batam,” ujar Amsakar.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan supervisi KPK dalam upaya pencegahan korupsi yang dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

‎Menurutnya, posisi Batam sebagai daerah strategis dan kawasan investasi unggulan menjadikan penguatan sistem pencegahan korupsi sebagai prioritas utama.

‎Amsakar menambahkan, struktur kepemimpinan yang terintegrasi melalui jabatan ex-officio Wali Kota sebagai Kepala BP Batam menjadi peluang besar dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan investasi.

‎Dalam implementasi program Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP), Pemko Batam mencatat capaian positif dengan nilai 94,21 pada 2025. Meski demikian, capaian tersebut disebut bukan sebagai tujuan akhir.

‎Amsakar menegaskan bahwa pencegahan korupsi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, BP Batam, aparat penegak hukum, kantor pertanahan, hingga masyarakat.

‎“Tahun ini kami berkomitmen meningkatkan kualitas implementasi MCSP secara substansi, mulai dari perencanaan dan penganggaran, transparansi pengadaan barang dan jasa, optimalisasi pengelolaan aset, peningkatan pelayanan publik dan perizinan investasi, hingga penguatan sistem pendapatan daerah,” kata dia.(*)

Artikel KPK Warning Batam, Berpesan agar Pejabat Jangan Sampai Kena OTT pertama kali tampil pada Metropolis.

Tinggal Tunggu Kelulusan, Pelajar SMK di Bintan Meninggal Akibat Kecelakaan

0
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan mobil Toyota Calya dan sepeda motor Honda Karisma di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Bintan Utara. F. HP Bako untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pelajar SMK di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (6/4).

Korban berinisial MH (17), siswa kelas XII SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, dilaporkan meninggal dunia usai sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil.

Peristiwa tersebut sempat terekam video dan beredar di media sosial. Dalam rekaman, terlihat sepeda motor korban rusak parah, sementara warga berupaya mengevakuasi korban menggunakan mobil pikap.

Warga setempat, Nata, membenarkan bahwa korban merupakan warga Desa Busung. Ia menyebut jenazah korban telah dimakamkan pada Senin sore.

“Jenazahnya sudah dimakamkan sore kemarin,” ujar Nata, Selasa (7/4).

Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat diminta temannya untuk mengantarkan barang ke kawasan pelabuhan di Tanjunguban.

Pihak sekolah turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya MH. Salah satu pegawai SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Rono, mengatakan korban merupakan siswa kelas akhir yang tinggal menunggu kelulusan.

“Korban kelas 12, tinggal mengikuti ujian keterampilan. Setelah itu hanya menunggu pengumuman kelulusan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bintan, AKP H.P. Bako, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kecelakaan melibatkan mobil Toyota Calya BP 1561 YP dan sepeda motor Honda Karisma BP 2591 BH.

Menurutnya, kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan WS melaju dari arah Tanjunguban menuju Tanjungpinang. Dari arah berlawanan, korban mengendarai sepeda motor sambil membonceng seorang penumpang berinisial DDS.

“Korban berusaha mendahului kendaraan di depannya dan masuk ke jalur berlawanan,” jelas Bako.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Sepeda motor korban menghantam bagian depan mobil.

“Bagian bemper depan mobil yang tertabrak,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban dan penumpangnya sempat dilarikan ke RSJKO Engku Haji Daud. Namun, MH dinyatakan meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya.

Korban mengalami luka robek di kaki kanan, luka memar di dada, luka robek di mulut, serta luka di bagian leher. Sementara penumpangnya hanya mengalami luka ringan.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas guna menghindari kecelakaan. (*)

Artikel Tinggal Tunggu Kelulusan, Pelajar SMK di Bintan Meninggal Akibat Kecelakaan pertama kali tampil pada Kepri.

Beton U-Turn Bergeser Picu Kecelakaan, Polisi Dorong Evaluasi dan Edukasi Pengendara di Batam

0
Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudirman, kawasan K-Square arah Nagoya, Batam, kembali menyoroti persoalan keselamatan jalan, khususnya terkait penutupan U-turn menggunakan pembatas beton. Insiden yang melibatkan mobil Toyota Veloz dan pick up Daihatsu tersebut diduga dipicu kendaraan yang kehilangan kendali setelah menghantam beton penutup putaran balik.

Peristiwa itu bukan yang pertama. Warga menyebut, beberapa hari sebelumnya juga terjadi kecelakaan hingga sebuah mobil terbalik setelah menghantam beton pembatas U-turn yang posisinya telah bergeser ke badan jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat lalu lintas padat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah beton penutup U-turn tidak lagi berada pada posisi semestinya. Diduga, batu pembatas tersebut kerap digeser oleh pengendara sepeda motor yang tetap memaksa berputar arah di lokasi yang telah ditutup.

Akibatnya, sebagian beton justru menjorok ke badan jalan dan menjadi ancaman serius bagi kendaraan yang melintas. Situasi ini diperparah dengan masih adanya rambu lama yang menunjukkan keberadaan U-turn, sehingga membingungkan pengguna jalan.
Menanggapi hal ini, Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait penataan marka dan fasilitas lalu lintas di lokasi tersebut.
“Perencanaan dan pelaksanaan marka jalan ada di Dinas Perhubungan. Kami akan berkoordinasi agar penanganan di lapangan bisa lebih optimal dan tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembahasan terkait keselamatan jalan idealnya dilakukan melalui Forum Lalu Lintas yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan persepsi serta merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan keselamatan transportasi.

Dalam konsep keselamatan jalan, terdapat lima pilar utama yang harus berjalan beriringan. Pilar pertama adalah perencanaan nasional yang melibatkan Bappenas dalam merumuskan kebijakan strategis keselamatan transportasi.

Pilar kedua berada pada pemerintah daerah yang bertanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur jalan, disusul pilar ketiga yakni Dinas Perhubungan yang berperan dalam penyediaan rambu, marka, dan fasilitas pendukung lalu lintas.

Sementara itu, pilar keempat merupakan peran kepolisian dalam membangun kesadaran dan etika berkendara melalui edukasi kepada masyarakat. Adapun pilar kelima dipegang oleh Jasa Raharja yang memberikan perlindungan serta santunan bagi korban kecelakaan. Kompol Afiditya berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat menciptakan sistem lalu lintas yang lebih aman, termasuk mewujudkan zona selamat sekolah di Batam serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di jalan raya.(*)

Artikel Beton U-Turn Bergeser Picu Kecelakaan, Polisi Dorong Evaluasi dan Edukasi Pengendara di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Ketapel Vol. 2 “Turun Gunung” di MTQH, Disdukcapil Batam Permudah Urus Dokumen Warga

0
Kepala Disdukcapil Batam, Sri Miranthy Adhisty. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui program Ketapel (Ke Tempat Anda, Pelayanan Lengkap) Vol. 2. Program ini digelar bertepatan dengan pelaksanaan MTQH XXXIV tingkat Kota Batam tahun 2026, sebagai upaya mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 10 hingga 16 April 2026, mulai pukul 15.30 hingga 20.30 WIB, di Alun-alun Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Adisthy, mengatakan program Ketapel merupakan strategi jemput bola yang terus diperkuat untuk meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil. Kami yang hadir langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan pelayanan lengkap,” ujarnya, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, berbagai layanan disiapkan dalam program tersebut. Di antaranya perekaman KTP elektronik bagi pemula dengan usia minimal 16 tahun, pencetakan Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), serta akta kelahiran melalui layanan tiga in satu bagi pemula.

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang saat ini terus didorong pemerintah sebagai bagian dari transformasi layanan berbasis digital.

“Seluruh layanan ini diberikan secara gratis. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” tambahnya.

Program Ketapel Vol. 2 ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Batam dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, mudah, dan merata. Kehadiran layanan ini di lokasi MTQH diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang mungkin selama ini belum sempat mengurus dokumen kependudukan.

Selain memberikan kemudahan akses layanan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan MTQH XXXIV Kota Batam agar berlangsung lebih semarak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Disdukcapil Batam optimistis, melalui inovasi pelayanan jemput bola ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan akan semakin meningkat.(*)

Artikel Ketapel Vol. 2 “Turun Gunung” di MTQH, Disdukcapil Batam Permudah Urus Dokumen Warga pertama kali tampil pada Metropolis.

Korban Kasus Showroom Mobil di Batam Bertambah Jadi 35 Orang

0
Korban dugaan penipuan oleh Showroom Mobil mendatangi Polresta untuk menanyakan perkembangan kasus yang dialami mereka, Rabu (1/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos- Kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok bisnis jual beli mobil di Batam terus berkembang. Jumlah korban kini bertambah menjadi 35 orang yang telah terdata mendatangi Mapolresta Barelang untuk melaporkan kerugian yang mereka alami.

Korban pertama yang melapor, Hidayatul Chadmi, mengungkapkan bahwa masih ada korban lain yang terus berdatangan ke Polresta Barelang. Terbaru, pada Senin (6/4), kembali ada korban yang melaporkan kasus serupa dengan terlapor yang sama.
“Masih ada korban lain yang datang melapor dengan kasus yang sama. Ini terus bertambah,” ujar Hidayatul.

Salah satu korban terbaru diketahui bernama Hendrik. Ia melaporkan dugaan penipuan dalam transaksi pembelian mobil Toyota Agya yang dilakukan pada awal Januari 2026.

Dalam keterangannya, Hendrik menyebut telah melakukan pembayaran secara bertahap. Pada 2 Januari ia mentransfer uang sebesar Rp10 juta, kemudian pada 3 Januari kembali mentransfer Rp105 juta melalui rekening atas nama Nora Octavia.

Namun hingga kini, meski unit mobil disebut ada, dokumen penting berupa BPKB tidak pernah diterima oleh korban. Hendrik mengaku dijanjikan oleh seorang sales bernama Teguh, namun yang bersangkutan kini tidak dapat dihubungi.
“Mobilnya ada, tapi BPKB tidak tahu di mana sampai sekarang. Salesnya juga sudah tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.

Selain itu, satu korban lain juga datang melapor, namun belum dapat melengkapi bukti secara fisik dan hanya menunjukkan data transaksi melalui telepon genggamnya.

Dengan adanya tambahan laporan tersebut, total korban yang tercatat telah mencapai 35 orang. Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring banyaknya korban yang belum melapor secara resmi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mendalami laporan yang masuk serta mengumpulkan keterangan dari para korban.

Polisi juga telah melayangkan surat panggilan kepada terlapor Nora Octavia di kediamannya. Namun hingga saat ini, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan penyidik.
“Sudah kami panggil, namun belum hadir. Kami akan kembali melayangkan panggilan untuk dimintai keterangan,” ujar Debby.

Penyidik saat ini masih fokus melengkapi berkas perkara dan mendata seluruh korban guna mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.(*)

Artikel Korban Kasus Showroom Mobil di Batam Bertambah Jadi 35 Orang pertama kali tampil pada Metropolis.