Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 2730

Dua Pelaku Perampokan Alfamart Masih Misterius

0
menodong pisau laknat 1 1
Ilustrasi

batampos – Dua pelaku perampokan Alfamart Sagulung Baru yang terekam kamera CCTV, Senin (2/9) lalu masih jadi pekerjaan penyidik kepolisian untuk mengungkap siapa mereka. Penyidik belum bisa mengidentifikasi siapa kedua pria ini sebab minimal petunjuk.

Rekaman CCTV tidak bisa menunjukan wajah kedua pelaku karena tertutup helm dan masker. Keterangan saksi juga demikian belum ada titik terang siapa dua pelaku perampokan tersebut.

“Belum ada petunjuk. Masih kita dalami terus, ” ujar Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Husnul.

Baca Juga: Perampokan Alfamart Sagulung Masih Jadi PR Polisi

Penyelidikan perampokan ini juga melibatkan penyidik dari Satreskrim Polresta Barelang dan Polda Kepri. Ini tetap jadi atensi polisi untuk penegakan hukum dan menjamin keamanan masyarakat.

“Masih terus kita cari petunjuk. Semoga secepatnya terungkap, ” kata Husnul.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencurian dan kekerasan terjadi di ritel Alfamart yang berlokasi di Kaveling Sagulung Baru (Saguba), kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, Senin (2/9) sekitar pukul 23.00 WIB. Dua orang pelaku yang terekam kamera CCTv tidak saja berhasil menggasak uang sebesar Rp50 juta tapi juga melukai karyawati Alfamart.

Korban yang terluka ini adalah Krisma karyawati ritel yang berjaga saat kejadian perampokan berlangsung. Wanita 26 tahun ini terluka di bagian telapak tangan kanan karena mencoba merampas pisau yang digunakan pelaku untuk melakukan perampokan dan pengancaman.

Dari laporan yang masuk dan juga keterangan saksi yang diperiksa, aksi perampokan ini terjadi saat tempat usaha waralaba tersebut akan tutup. Saat itu korban yang sudah siap dengan kegiatan bersih-bersih dan pintu rolling door sudah ditutup separuh.

Saat korban hendak memasukkan uang hasil penjualan seharian ke dalam brankas, dua pelaku yang mengenakan helm ini masuk menenteng pisau dan mengancam korban serta dua pegawai lainnya.

Uang yang sudah keluar dari meja kasir dan hendak masuk ke brangkas diambil paksa oleh dua pelaku.

“Korban sempat minta tolong ke kedua pelaku untuk tidak melukai dan merampok. Dan menawarkan mereka berdua (pelaku) masing – masing Rp 500 ribu tapi ditolak. Mereka paksa semua uang yang mau dimasukan dalam brankas tadi. Korban mencoba merampas pisau tapi ditarik salah satu pelaku sehingga tangannya terluka, ” kata kapolsek Sagulung Iptu Rohandi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Disdik Batam Verifikasi Ulang Data 6.445 Anak Putus Sekolah, Target Selesai Oktober

0
WhatsApp Image 2024 09 11 at 13.15.05
Ilustrasi, anak putus sekolah.

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menanggapi data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang mencatat sebanyak 6.445 anak di Batam putus sekolah.

Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto mengatakan, data tersebut masih harus melalui proses verifikasi dan validasi ulang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami tidak bisa langsung mengambil kesimpulan dari data itu. Perlu pengecekan lebih lanjut karena bisa jadi beberapa anak sebenarnya telah melanjutkan pendidikan di tempat lain, seperti pesantren, tetapi datanya belum diperbarui,” ujar Tri Wahyu, Selasa (17/9).

Baca Juga: Batam Hadapi Tantangan Pendidikan, Ribuan Anak Putus Sekolah

Tri menekankan bahwa kategori anak putus sekolah mencakup tiga kelompok besar: anak yang tidak pernah bersekolah, anak yang dikeluarkan, dan anak yang telah lulus tetapi tidak melanjutkan. Dari tiga kategori ini, Disdik Batam tengah memprioritaskan untuk mengidentifikasi penyebab pasti di setiap kasus.

Hingga saat ini, hasil verifikasi sementara menunjukkan bahwa jumlah anak putus sekolah di Batam menurun menjadi 5.314. Dari total tersebut, 846 di antaranya berada di tingkat SD, 861 di tingkat SMP, dan 1.414 siswa di SMK yang statusnya dikeluarkan atau dropout.

Selain itu, terdapat 2.171 anak yang telah lulus tetapi memilih tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Tri Wahyu menjelaskan, proses verifikasi ini akan berlanjut hingga data final dapat diperoleh. Meskipun pemerintah pusat menargetkan penyelesaian verifikasi hingga Desember, Disdik Batam menargetkan bisa menyelesaikannya lebih cepat pada Oktober 2024.

“Kami berusaha keras agar data ini benar-benar akurat. Jangan sampai anak-anak yang sebenarnya sudah melanjutkan pendidikan masih tercatat sebagai putus sekolah. Kami optimis bisa selesai pada Oktober,” katanya.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kondisi pendidikan di Batam serta memungkinkan pemerintah daerah mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam menanggulangi anak putus sekolah.

Menurutnya, pembaruan data secara berkala terus dilakukan agar tidak ada anak yang terlewatkan dalam sistem pendidikan. Tri Wahyu juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, dalam memantau kondisi pendidikan di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap dengan verifikasi ini, kami bisa mendapatkan data yang benar-benar akurat, sehingga penanganan kasus anak putus sekolah di Batam bisa lebih efektif,” pungkasnya.

Sebelumnya, Berdasarkan data Kemendikbudristek, tercatat sebanyak 6.554 anak di Batam mengalami putus sekolah. Angka ini mencakup berbagai jenjang pendidikan.

Angka tersebut tentunya harus menjadi pengingat, ribuan anak putus sekolah di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di Batam.

Anggota DPRD Batam dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Anas, menyatakan kekhawatirannya terhadap hal ini. Persoalan ini, kata Anwar, harus menjadi perhatian serius.

“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Kami yang masih muda punya tanggung jawab untuk adik-adik kami di Batam,” ujarnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Air Tak Kunjung Lancar, Warga Tanjunguncang Ancam Tak Ikut Pilkada

0
demo bp batam
Ribuan warga dari beberapa perumahan di Tanjunguncang menggeruduk BP Batam, Senin (7/11/2022). Aksi ini mereka lakukan karena kesulitan mendapatkan air bersih. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Masyarakat yang berdiam di dekat kawasan galangan Kapal di kelurahan Tanjunguncang berencana gelar aksi unjuk rasa di sepanjang jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Rabu (17/9). Rencana aksi ini terkait dengan persoalan krisis pasokan air bersih.

Bertahun-tahun lamanya masyarakat di sana menantikan pasokan air bersih yang normal namun tak kunjung dipenuhi. Masyarakat cukup geram dan berencana melakukan aksi unjuk rasa tersebut.

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi ke Polsek Batuaji, rencana aksi ini melibatkan sekitar 5000 warga. Aksi berpusat di simpang empat Polsek Batuaji dan dimulai pukul 06.00 WIB.

Tuntutan yang disampaikan yakni meminta pemerintah daerah dan pengelolah air bersih untuk segera menormalkan aliran air di pemukiman mereka. Jika tuntutan ini tidak terpenuhi maka, warga akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan kompak untuk tidak ikut dalam pemilihan kepala daerah nanti.

“Apabila air tetap tidak hidup di lingkungan RW 15 dan RW 22, maka kami masyarakat Perumahan Putera Jaya tidak ikut Pilkada,” isi tuntutan dalam surat pemberitahuan aksi yang dikoordinir oleh Silvester tersebut.

Beberapa warga Perumahan Putera Jaya yang dijumpai Batam Pos, membenarkan adanya rencana aksi unjuk rasa menuntut aliran air lancar ke pemukiman mereka tersebut. Selama ini air di perumahan Putera Jaya dan sekitarnya tidak lancar dan bahkan tidak mengalir sama sekali.

Warga selama ini bergantung pada suplai air dengan mobil tanki yang jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan ideal air masyarakat di sana. Tenaga, pikiran dan anggaran banyak terkuras akibat krisis air berkepanjangan ini.

“Sudah lelah kami dengan situasi ini. Selama ini hanya janji-janji saja. Kami seperti tak dianggap. Bagus tak usah ikut Pilkada kalau situasinya begini terus. Setiap kali kami lakukan aksi yang keluar hanya janji-janji saja. Kenyataannya apa, air tetap tak ngalir sampai saat ini, ” ujar Muklis, salah seorang warga.

Kapolsek Batuaji AKP Benny Syahrizal membenarkan adanya rencana aksi unjuk rasa ini. Surat pemberitahuan sedang dikaji bersama Intelkam Polresta Barelang.

“Masih kita bahas soal pemberitahuan aksi ini bersama Intel Polres, ” ujar Benny. (*)

Reporter: Eusebius Sara

KPU Batam Tetapkan DPT Pilkada 2024 Sebanyak 899.666 Pemilih

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi.

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada Tahun 2024, dengan jumlah total mencapai 899.666 pemilih. Penetapan ini diumumkan dalam acara rekapitulasi DPT yang berlangsung di Hotel Harris Batam Center, Selasa (17/9) siang.

Ketua KPU Kota Batam Mawardi mengatakan, kecamatan dengan jumlah pemilih terbanyak adalah Sagulung, dengan jumlah 153.415 pemilih. Disusul oleh Batam Kota yang memiliki 143.254 pemilih, dan Sekupang dengan 124.618 pemilih.

Sementara itu, rincian jumlah pemilih di kecamatan lainnya adalah Batuaji 98.823 pemilih, Bengkong 92.469 pemilih, Sungai Beduk 68.158 pemilih, Nongsa 68.128 pemilih, Lubuk Baja yakni 67.775 pemilih, serta Batu Ampar 45.116 pemilih,

“Sementara itu kecamatan Belakang Padang 15.297 pemilih, Galang: 14.087 pemilih dan Bulang 8.526 pemilih, ” ujarnya.

Komisioner KPU Batam Adri Wislawawan menjelaskan bahwa dibandingkan dengan DPT Pemilu legislatif dan pilpres 2024 yang lalu, yang tercatat sebanyak 851.614 pemilih, terdapat kenaikan signifikan pemilih dalam DPT Pilkada 2024.

“Peningkatan ini mencapai 48.052 pemilih, ” ujarnya.

Selain pengumuman DPT, KPU Batam juga telah mempersiapkan 1.821 tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di 64 kelurahan dan 12 kecamatan di seluruh Batam. Dari total 899.666 pemilih, 448.965 di antaranya adalah laki-laki dan 450.701 adalah perempuan.

Adri menambahkan, bagi pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT, mereka tidak perlu khawatir. Pada hari pemilihan, mereka dapat menggunakan Daftar Pemilih Khusus (DPK) di TPS yang sesuai dengan alamat domisili yang tertera di KTP mereka.

“DPK adalah nomenklatur yang sama dengan yang digunakan pada Pemilu 2024 yang lalu.

Dengan penetapan ini, KPU Batam berharap proses Pilkada 2024 dapat berjalan lancar dan semua pemilih dapat menyalurkan hak pilihnya dengan baik.

“Kalau ada yg belum masuk DPT jangan khawatir, di hari H bisa memilih di TPS sesuai alamat domisili sesuai KTP sebagai DPK, ” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Polibatam dan PMI Adakan Pelatihan

0
F Polibatam dan PMI Selasa 17 September 2024
Mahasiswa Program Studi Logistik dan Perdagangan Internasional, dosen Polibatam, P2M Polibatam 2024, PMI Batam, dan Komunitas Batam Menggendong foto bersama di Gedung Technopreneur Polibatam, Sabtu (24/8/2024). F Polibatam

batampos – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Batam menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama terkait bantuan dasar hidup (basic life support) pada bayi dan anak. Kegiatan diikuti 22 peserta dari Komunitas Batam Menggendong di Gedung Technopreneur Polibatam, Sabtu (24/8/2024).

BACA JUGA: Mahasiswa Polibatam Produksi Film Animasi Ficusia

Pelatihan ini bagian Program Pengabdian Masyarakat (P2M) diadakan dosen Jurusan Manajemen dan Bisnis, khususnya dari Program Studi Logistik dan Perdagangan Internasional serta Program D2 Jalur Cepat Distribusi Barang. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Ambulans PMI Kota Batam, Hendy.

BACA JUGA: Tim Robot Polibatam Juara 3, Kalahkan Cina

Hendy menyampaikan materi mengenai pertolongan pertama bantuan dasar hidup mencakup Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). CPR adalah tindakan pertolongan pertama yang diberikan kepada orang yang mengalami henti napas dan henti jantung, yang dapat disebabkan berbagai kondisi seperti serangan jantung, kecelakaan, tersedak, atau tenggelam. Kasus henti napas dan henti jantung pada bayi, anak, dan dewasa cenderung meningkat, dan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait pertolongan pertama menjadi faktor kegagalan dalam penanganan awal, terutama di kalangan ibu-ibu.

BACA JUGA: Polibatam dan Universite Polytechnique Haut-de-France

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan teknik pertolongan pertama pada bayi dan anak yang benar.

BACA JUGA: Polibatam Wisuda 953 Mahasiswa

Nurul Afiani, perwakilan dari Komunitas Batam Menggendong, memberikan kesan positif terhadap kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat baik karena tidak diajarkan di sekolah atau perkuliahan umum,” ujarnya.

Kegiatan ini berjalan lancar dan mendapat respon positif dari seluruh peserta. Diharapkan, pelatihan serupa akan terus diadakan secara berkala dengan tema-tema berbeda. Kegiatan ini didukung P2M Polibatam 2024, PMI Kota Batam, serta tim dosen dan mahasiswa Polibatam, khususnya mahasiswa Program Studi Logistik dan Perdagangan Internasional. Komunitas Batam Menggendong juga turut berperan dalam mendukung kesuksesan acara ini.

Event ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pertolongan pertama, khususnya dalam situasi darurat yang melibatkan bayi dan anak. (*)

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Pemko Batam Tetapkan Kriteria Penerima Insentif Guru Swasta, Fokus pada Peningkatan Akses Pendidikan

0
Tri Wahyu Purbianto Kadisdik Batam Dalil Harahap 78 scaled e1697799331527
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Tri Wahyu Rubianto. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos.

batampos – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto mengungkapkan adanya dua kriteria utama bagi penerima insentif dari Pemerintah Kota Batam. Kriteria tersebut berlaku bagi sekolah maupun guru yang berhak menerima bantuan tersebut. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Batam.

Kriteria Sekolah Penerima Insentif Sekolah yang memenuhi syarat penerima insentif harus memiliki izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Selain itu, sekolah juga harus terdaftar dalam aplikasi Dapodik serta melakukan pemutakhiran data secara rutin.

Sekolah juga diwajibkan menerapkan penggunaan seragam nasional setiap Senin dan pakaian Melayu setiap Jumat, melaksanakan upacara bendera pada hari Senin, serta memberikan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga miskin, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari ketua yayasan.

“Tujuan utamanya adalah memberikan perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu di Kota Batam,” jelas Tri Wahyu Rubianto.

Kriteria Guru Penerima Insentif Bagi guru, syarat utama meliputi masa kerja minimal dua tahun di satuan pendidikan, yang dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan dari yayasan. Guru yang berhak juga memiliki gaji maksimal 2/3 dari Upah Minimum Kota (UMK) dan memiliki ijazah sesuai dengan jenjang pendidikan yang diajarkan.

Selain itu, insentif hanya diberikan kepada guru di satuan pendidikan induknya, sementara guru yang sedang dalam masa tugas belajar, atau yang tidak aktif mengajar, serta tenaga kependidikan seperti pegawai tata usaha dan petugas kebersihan tidak termasuk dalam penerima insentif.

“Ketentuan ini akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) yang sedang kami bahas,” tambahnya.

Besaran Insentif dan Jumlah Penerima Tri Wahyu juga menyebutkan bahwa insentif yang diberikan bervariasi, yaitu Rp1 juta untuk guru yang berada di wilayah mainland, dan Rp1,25 juta bagi guru di wilayah hinterland. Sedangkan, guru PAUD akan menerima insentif antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per bulan.

Pada tahun ini, sebanyak 4.937 guru swasta di Kota Batam telah diverifikasi sebagai penerima insentif, dari total 6.191 guru swasta. “Masih banyak yang mengantri, dan untuk memastikan insentif ini tepat sasaran, Pemko Batam akan menggunakan aplikasi EDU-Insentif untuk memantau kinerja para guru,” pungkas Tri Wahyu.

Dengan adanya program ini, Pemerintah Kota Batam berharap insentif tersebut dapat mendukung kualitas pendidikan di wilayah Batam dan meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik swasta. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Survei Poltracking untuk Pilwako Batam, Amsakar-Li Claudia Memimpin dengan 64,8 Persen

0
amsakar Li claudia
Amsakar Ahmad – Li Claudia Candra.

batampos – Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru jelang Pilkada di Kota Batam. Survei tersebut menunjukkan elektabilitas pasangan Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra unggul 64,8 persen dibanding Nuryanto-Hardi Selamat Hood yang hanya 21,1 persen.

Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan pengambilan data dilakukan pada 4 hingga 10 September 2024.

“Survei ini melibatkan 400 responden dengan margin of error sebesar lebih kurang 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” kata Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, Selasa (17/9).

Survei tersebut mencakup 12 kecamatan di Kota Batam, disesuaikan secara proporsional berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Stratifikasi survei dilakukan berdasarkan proporsi jenis kelamin pemilih. Pewawancara terlatih mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka dengan bantuan aplikasi teknologi terhadap responden yang dipilih secara acak.

Pada simulasi head to head calon wali kota, Amsakar unggul dengan perolehan elektabilitas sebesar 61,7 persen. Sedangkan rivalnya, Nuryanto, hanya meraih 19 persen. Sementara itu, untuk simulasi calon wakil wali kota, Li Claudia memimpin dengan 54,9 persen, mengungguli Hardi Hood yang memperoleh 20,2 persen.

Survei ini juga memetakan sebaran pemilih berdasarkan usia dan tipologi. Kelompok pemilih gen z, milenial muda, milenial matang, gen x, hingga baby boomers dan silent generation, cenderung mendukung pasangan Amsakar-Li Claudia. Selain itu, pemilih dengan tipologi rasional, psikologis dan sosiologis juga menunjukkan kecenderungan yang sama.

Survei ini juga mengungkap beberapa isu utama yang dihadapi warga Batam. Sebanyak 44,4 persen responden menyoroti harga kebutuhan pokok yang mahal, sementara 28,3 persen mengeluhkan sulitnya mencari lapangan kerja. Persoalan lain seperti biaya pendidikan menengah yang tinggi (8,1 persen) dan biaya kesehatan yang mahal (6,8 persen) juga muncul sebagai isu penting.

Di sisi lain, sebanyak 94,4 persen responden mengetahui bahwa Pilkada akan dilaksanakan secara serentak pada November 2024. Menariknya, 75,5 persen responden menyatakan tidak akan mengubah pilihannya terhadap calon yang didukung, sementara 15,2 persen lainnya masih mungkin berubah pikiran.

Di antara yang masih mungkin berubah, 46,9 persen akan memantapkan pilihan selama masa kampanye. Sedangkan 32,7 persen akan memutuskannya di hari pemilihan.

Survei ini merupakan potret terbaru dinamika politik di Kota Batam menuju Pilkada pada 27 November 2024. Meskipun pasangan Amsakar-Li Claudia sementara unggul, berbagai kemungkinan masih dapat terjadi menjelang hari pemilihan.

Konstelasi politik menuju Pilwako Batam memang semakin dinamis dengan hadirnya dua pasangan calon. Pertarungan kedua pasangan ini menjadi lebih menarik dengan munculnya berbagai koalisi dan strategi politik yang beragam.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda, koalisi gemuk yang mendukung pasangan Amsakar-Li Claudia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dinamika politik Batam. Terutama melalui simpul-simpul jaringan partai dan simpatisan. Selain itu, mereka diuntungkan dengan kemudahan akses dalam berbagai sektor.

Sementara itu, pasangan Nuryanto-Hardi Hood muncul pada masa injury time setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas pencalonan. Rahmayandi menilai strategi yang diambil oleh pasangan ini lebih menekankan pada pendekatan organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Jika strategi pendekatan ormas ini berjalan efektif, hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi pasangan Nuryanto-Hardi Hood,” ujarnya.

Meskipun mendapatkan dukungan dari partai-partai nonparlemen, Rahmayandi menilai bahwa kekuatan partai-partai tersebut tidak terlalu signifikan.

Polarisasi politik juga menjadi salah satu isu yang mencuat dalam Pilwako Batam kali ini. Menurut dia, polarisasi politik antara koalisi partai besar yang mendukung Amsakar-Li Claudia dan PDIP yang mengusung Nuryanto-Hardi Hood sangat mungkin terjadi.

“Polarisasinya akan sangat nampak dan berdampak buruk kepada masyarakat jika isu-isu seperti etnis, agama, suku, ideologi partai, dan sikap pragmatisme politik dimainkan oleh tim sukses masing-masing,” ujarnya.

Dalam hal elektabilitas dan popularitas, Rahmayandi menyebut, isu-isu yang diangkat oleh para calon atau tim suksesnya akan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan. Selain itu, kemampuan merangkul ormas-ormas kemasyarakatan yang cukup menjamur di Batam juga akan mempengaruhi hasil pemilihan.

Terkait partisipasi pemilih, Rahmayandi memperkirakan bahwa banyak masyarakat akan bersikap apatis dan skeptis dalam pemilihan kali ini. Sebab masyarakat dianggap dihadapkan pada situasi pilihan yang tidak sesuai dengan selera mereka.

Selain itu, ia menyoroti peran perempuan dalam politik lokal, khususnya terkait pencalonan Li Claudia sebagai calon wakil wali kota. Peran perempuan dalam politik saat ini sudah mulai lebih berani dan percaya diri, namun masih sering dijadikan alat dalam permainan politik yang kompleks.

“Peran politik perempuan saat ini mulai cukup berani dan percaya diri, namun masih pada posisi dijadikan alat politik dalam permainan politik yang sangat kompleks,” kata Rahmayandi. (*)

Reporter: Arjuna

Insentif Kader Posyandu di Bintan Naik Jadi Rp 330 Ribu per Bulan

0
Roby Kurniawan

batampos– Insentif kader posyandu di Bintan dinaikan Rp 100 ribu. Dari sekitar Rp 230 ribu per bulan, dinaikkan menjadi sekitar Rp 330 ribu per bulan.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan, kenaikan insentif merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada kader posyandu yang selama ini memiliki andil dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, kader posyandu adalah garda terdepan yang menangani kesehatan ibu dan anak, remaja serta lanjut usia.

BACA JUGA: Posyandu Desa Gemuruh Juara  2 Jambore Kecamatan Kundur Barat

“Apalagi bicara penanganan stunting, karena yang mengetahui keluarga berisiko stunting adalah kader posyandu,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk kenaikan insentif kader posyandu, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggarkan sekitar Rp 4,97 miliar pada APBD-P tahun 2024 untuk insentif 1.611 kader posyandu di Bintan.

“Kenaikan insentif kader posyandu mulai berlaku pada alokasi anggaran APBD-P 2024, Insentif naik Rp 100 ribu, jadi kader posyandu akan menerima insentif Rp 330 ribu per kader per bulan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Harmoni Keberagaman Budaya dalam Pawai Tatung di Batam

0
Pawai Tatung 2 F Cecep Mulyana
Suasana pagelaran Pawai Tatung 2024 di Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pawai Tatung kembali memeriahkan Festival Mooncake di Batam, menampilkan tradisi spiritual masyarakat Tionghoa yang spektakuler. Event digelar di kawasan Lubukbaja, Kota Batam, Minggu (15/9).

Acara yang diselenggarakan oleh Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia (Magabutri) Kepri ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat kerukunan antar-etnis di Indonesia. Pagelaran ini dimulai dari Vihara Cipta Dharma dan Klenteng Tua Pek Pekong Windsor, menuju ke arah depan Sari Jaya Hotel.

Pawai Tatung kali ini mengangkat tema “Harmoni dalam Keberagaman”. Demikian disampaikan oleh Ketua Magabutri Kepri, Susanto Theodolite.

Ia menyebut, persiapan untuk Pawai Tatung sudah dilakukan selama empat bulan. Ini merupakan kali kedua pawai diselenggarakan, setelah pertama kali diadakan pada tahun 2022.

“Pawai Tatung ini adalah salah satu upaya kita untuk memperkenalkan budaya kita kepada dunia. Selain itu, acara ini bertujuan mempererat tali persaudaraan di antara kita semua,” kata dia.

Pawai Tatung sendiri adalah tradisi ritual khas masyarakat Tionghoa, di mana para peserta atau “tatung” menunjukkan kemampuan spiritual mereka. Tradisi ini sering kali dipertontonkan dalam festival-festival budaya Tionghoa di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Selain Pawai Tatung, Festival Mooncake juga menjadi bagian penting dari acara ini. Festival Mooncake, atau Festival Pertengahan Musim Gugur, merupakan tradisi etnis Tionghoa yang dirayakan pada bulan purnama terindah di pertengahan musim gugur.

Di Indonesia, festival ini telah berkembang menjadi acara yang inklusif, merayakan keberagaman budaya dengan melibatkan berbagai etnis. “Yang kita rayakan itu adalah tradisinya, dan kami mengajak semua etnis untuk ikut serta,” tambah Susanto.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara itu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri berkomitmen menjadikan Pawai Tatung sebagai bagian dari kalender tahunan.

“Karena festival ini tidak hanya milik masyarakat Tionghoa, tetapi juga mencerminkan keragaman budaya kita di Kepri,” ujarnya.

Dia juga mendukung penuh pengembangan festival ini. Bahkan, Ansar menyatakan rencana untuk menjadikannya sebagai acara berskala nasional.

“Kami berencana menjadikan festival ini sebagai event nasional, sehingga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mulai tahun depan, InsyaAllah, festival ini akan dilaksanakan dengan skala yang lebih besar,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya mengembangkan sektor pariwisata di Batam, yang merupakan destinasi unggulan ketiga di Indonesia. Kepri, lanjut dia, adalah minatur Tanah Air dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang tetap harmonis.

“Kepri adalah provinsi yang sangat heterogen, namun kita patut bersyukur karena konflik antar suku, agama, dan budaya hampir tidak pernah terjadi di sini. Ini adalah bukti nyata toleransi yang kuat di tengah masyarakat kita,” ujar dia.

Sebagai salah satu provinsi terbaik dalam hal toleransi beragama, Ansar berharap masyarakat Kepri terus menjaga keharmonisan antar sesama.

“Pawai Tatung dan Mooncake Festival ini adalah wujud nyata keragaman dan kebersamaan. Kita melihat bukan hanya warga Tionghoa yang hadir, tetapi juga masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya turut merayakan,” kata Ansar.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti mengatakan, pentingnya acara seperti ini dalam memajukan pariwisata daerah. Menurutnya, ada tiga daya tarik utama dalam pariwisata: alam, budaya, dan kreativitas.

“Ini adalah festival budaya yang mempertontonkan khazanah budaya Indonesia. Festival Mooncake menjadi momentum yang tepat untuk menonjolkan harmoni dalam keberagaman. Jadi, festival ini tidak hanya mengangkat satu budaya saja, tapi semua budaya yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Katanya, festival ini telah diselenggarakan secara rutin sejak tahun 2010 dan terus dipertahankan karena tema yang diusung selalu relevan, yakni keberagaman dan harmoni antarbudaya. (*)

Reporter: Arjuna

Tupperware Bangkrut

0

batampos – Tupperware, brand terkenal perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari plastik bersiap mengajukan kebangkrutannya pada Minggu ini, menyusul upaya selama setahun menghidupkan kembali bisnisnya di tengah berkurangnya permintaan di seluruh dunia.

SEJUMLAH perlengkapan Tupperware. F Facebook Tupperware

Tupperware yang telah beroperasi lebih dari dari satu abad dalam bidang penyimpanan makanan ini, berencana mendapatkan perlindungan pengadilan setelah perusahaan tersebut melanggar ketentuan pembayaran utangnya. “Setelah berkoordinasi dengan penasihat hukum dan keuangan atas pelanggaran yang dilakukan, mereka bersiap melakukan pengajuan pailit,” ujar seorang sumber yang tidak disebutkan namanya untuk membahas hal-hal yang bersifat rahasia ini, seperti dilansir dari The Straits Times, Selasa (17/9/2024).

BACA JUGA:
Retno Marsudi Ditunjuk Jadi Utusan Khusus PBB Jelang Purnatugas dari Menteri Luar Negeri

Persiapan kebangkrutan ini menyusul negosiasi berlarut-larut antara Tupperware dan pemberi pinjamannya mengenai cara mengelola utang lebih dari US$700 juta. Pemberi pinjaman setuju di 2024 untuk memberikan ruang bernapas atas persyaratan pinjaman yang dilanggar, tetapi kondisi perusahaan terus memburuk. Bahkan, saham perusahaan turun lebih dari 50 persen pada pukul 3:53 p.m. di New York.

Namun di tengah kabar tak sedap ini, rencana pengajuan kebangkrutan ini belum final. Bisa saja berubah. Seorang perwakilan untuk Tupperware menolak berkomentar.

Tupperware berdiri pada 1946 di Amerika Serikat oleh Earl Tupper. Merek ini terkenal karena meski pun berbahan dasar plastik tapi kedap udara dan makanan yang disimpan di dalamnya tahan lama. Mereka ini terkenal di kalangan ibu rumah tangga di seluruh dunia, bahkan dalam perkembangan bisnisnya, ada lebih dari 300 ribu tim marketing independen yang memasarkan produk ini.

Juni lalu, mereka berencana menutup satu-satunya pabrik di AS dan melakukan PHK pada hampir 150 karyawan. Sebelumnya,  mereka juga mengganti CEO Miguel Fernandez dan beberapa anggota dewan sebagai bagian dari upaya mengubah bisnis, mengangkat Laurie Ann Goldman sebagai CEO baru. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK