Selasa, 23 Juni 2026
Beranda blog Halaman 2749

Ekspor Timah-Nontimah Babel Naik 11,71 Persen

0
F. ANTARA/HO-Humas PT Timah Tbk
Ilustrasi ekspor timah Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat nilai ekspor timah dan nontimah pada Oktober 2024 sebesar 201,28 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau naik 11,71 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya 180,19 juta dolar AS.

”Ekspor timah dan nontimah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya naik 28,40 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel, Toto Haryanto Silitonga, di Pangkalpinang, Senin (2/12) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan ekspor timah pada Oktober 2024 sebesar 170,62 juta dolar AS, atau naik 13,34 persen jika dibandingkan nilai ekspor September 2024 sebesar 150,54 juta dolar AS.

”Ekspor komoditas nontimah tercatat sebesar 30,67 juta Dolar AS atau naik 3,43 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya 29,65 juta Dolar AS,” katanya lagi.

Ia menyatakan timah dari Provinsi Kepulauan Babel sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, dengan Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya. Sepanjang Januari-Oktober 2024, sebanyak 27,22 persen ekspor timah dikirim ke negara ini dengan nilai sebesar 278,10 juta dolar AS.

India dan Korea Selatan berada di peringkat selanjutnya. Sebesar 23,84 persen dan 15,49 persen ekspor timah diekspor ke kedua negara tersebut. Selanjutnya, Singapura, dan Jepang.

”Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 83,77 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia,” katanya pula.

Ia menyatakan secara kumulatif Januari-Oktober 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (c-to-c), total ekspor ke 5 negara terbesar tujuan ekspor timah terkontraksi sebesar 25,44 persen. Tiongkok terkontraksi hingga 43,30 persen demikian juga ke negara Jepang juga terkontraksi sebesar 24,53 persen.

”Singapura merupakan negara dengan kontraksi terdalam hingga 48,24 persen. Sementara ekspor ke negara India dan Korea Selatan meningkat masing masing 26,20 persen dan 40,87 persen,” katanya lagi. (*)

Artikel Ekspor Timah-Nontimah Babel Naik 11,71 Persen pertama kali tampil pada News.

Petani di Desa Sebong Pereh, Bintan Berhasil Panen Cabai di Lahan Bauksit, Manfaatkan Bubuk Kerang dan Rengkam

0
Budi Susilaputra, petani cabai menunjukkan cabai yang siap dipetik di kebunnya di Kampung Pasir Satu, RT 002 RW 001 Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (2/12/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Petani yang tergabung dalam kelompok tani bahagia tani di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan berhasil panen cabai dengan memanfaatkan lahan bauksit.

Budi Susilaputra bersama rekannya, Kristian menyampaikan, mereka menanam cabai di lahan bauksit seluas 1,5 hektare.

Ada 40 ribu batang tanaman cabai yang ditanam diantaranya cabai keriting, cabai rawit dan cabai hijau.

Dari ketiga jenis cabai itu, katanya, cabai keriting sudah lima kali panen dengan perkiraan panen sekitar 1 ton.

BACA JUGA: 28.000 Bibit Cabai Dibagikan ke Warga Tanjungpinang

“Cabai keriting, usianya sudah tiga bulan, sudah panen lima kali,” katanya saat ditemui di kebunnya di Kampung Pasir Satu, RT 002 RW 001 Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Senin (2/12/2024).

Sementara cabai rawit baru berusia 2 bulan dan diprediksi panen pada awal Januari 2024, sedangkan cabai hijau sudah mulai dipetik.

Dia mengakui, tidak mudah mengelola lahan yang mengandung bauksit. Karena itu, dia banyak memanfaatkan pupuk organik dari kotoran hewan.

Tidak hanya itu, dia pun memanfaatkan kulit kerang dan rengkam.

Kulit kerang biasanya dibeli dari nelayan, kemudian diolah menjadi bubuk kerang. Fungsi dari bubuk kerang, dijelaskanya untuk penetral tanah.

“Kita taburi gitu saja diaduk dengan tanah,” kata dia.

Kemudian, mereka pun menggunakan rengkam atau sejenis rumput laut yang mudah diperoleh di laut.

“Rengkam bagus, fungsinya sebagai pupuk untuk tanaman,” katanya.

Dia sengaja menggunakan pupuk organik agar tanah lebih lama dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Dari menanam cabai ini, dia mengatakan, kesulitannya adalah air.

“Kendalanya sementara air, tapi kita tetap berusaha agar tanaman cabai yang ditanam mendapat suplai air cukup,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Petani di Desa Sebong Pereh, Bintan Berhasil Panen Cabai di Lahan Bauksit, Manfaatkan Bubuk Kerang dan Rengkam pertama kali tampil pada Kepri.

Kopi Temanggung Tembus Pasar Luar Negeri

0
Kopi, minuman favorit penuh manfaat/ image by coolvetor on freepik

batampos – Kopi jenis robusta dan arabika yang dibudidayakan petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini semakin diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

Produsen kopi warga Ngemplak, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Deden Sofiudin, di Temanggung, Senin (2/12), menyampaikan selain konsumen dalam negeri, melalui pemasaran digital pihaknya sudah merambah ke luar negeri seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Jerman, dan Rusia.

Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil kopi jenis arabika dan robusta di Provinsi Jawa Tengah. Total ada 13.000 hektare lahan kopi robusta dan 2.500 hektare kopi arabika yang tersebar di 12 kecamatan.

Bahkan saat ini para petani meraup keuntungan besar karena harga jual kopi meningkat tajam dalam dua tahun terakhir, harga kopi robusta dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp80.000 per kilogram dan kemudian harga kopi arabika naik dari Rp70.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram.

Ia menyampaikan, usaha yang sudah digeluti sejak tahun 2016 kini membuahkan hasil, karena produk kopi arabika dan robusta banyak diminati para konsumen dalam negeri maupun luar negeri.

Ia menyebutkan setiap bulan rata-rata dapat menjual sampai tiga kuintal biji sangrai atau “roasbean”.

“Sudah punya pasar yang bagus di pasar lokal, kita juga sudah punya pelanggan luar negeri, serapannya bagus karena memang dari tahun 2016, kita masuk ke kopi Temanggung yang diproduksi dengan kualitas yang bagus dipasarkan lewat online. Dengan kenaikan harga kopi ini permintaan masih jalan, tetapi volumenya berkurang,” katanya. (*)

Artikel Kopi Temanggung Tembus Pasar Luar Negeri pertama kali tampil pada News.

Seleksi Kompetensi Dasar PPPK Segera Dimulai

0
peserta saat akan mengikuti ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Batam di Hotel Golden View, Bengkong, Jumat (17/11) lalu. Ujian serupa akan digelar dalam waktu dekat ini.
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sebanyak 2.193 calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Desember 2024 di Hotel Golden View, Bengkong, Batam.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, menyatakan bahwa pelaksanaan SKD ini akan melibatkan tim dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami dari BKPSDM mendukung proses registrasi peserta. Setiap hari akan ada tiga sesi tes, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang per sesi,” ujar Hasnah, Senin (2/12).
Pemko Batam membuka total 2.300 formasi PPPK, yang terdiri atas 67 formasi untuk tenaga kesehatan dan 2.124 formasi untuk tenaga teknis.

Selain itu, rekrutmen PPPK tahap kedua juga tengah berlangsung sejak 17 November hingga 31 Desember 2024.

“Peserta tahap kedua nantinya juga akan memperebutkan sisa formasi dari periode pertama,” tambah Hasnah.

Sebelumnya, Pemko Batam menerima 150 sanggahan dari 218 pelamar PPPK yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, seluruh sanggahan diterima setelah pelamar berhasil menunjukkan dokumen asli berupa ijazah dan transkrip nilai.

“Sebagian besar pelamar awalnya hanya mengunggah dokumen berupa fotokopi, sehingga tidak memenuhi syarat administrasi. Setelah mereka mengajukan sanggahan dan menunjukkan dokumen asli, sanggahan tersebut kami terima,” jelas Hasnah.

Ia juga mengingatkan para pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kompetisi di setiap formasi cukup ketat.

“Dengan dukungan koordinasi antara Pemkot Batam dan BKN, proses seleksi diharapkan dapat berjalan lancar dan transparan,” ujarnya. (*)

Artikel Seleksi Kompetensi Dasar PPPK Segera Dimulai pertama kali tampil pada Metropolis.

PT Timah Tbk Uji Coba Program Makanan Bergizi Gratis di SDN 009 Kundur Barat

0
sekretaris wilayah Eko Yori, staf CSR Pangkal Pinang Panji SP tengah foto bersama dalam acara program makanan bergizi gratis di SDN 009 Kundur Barat

batampos– PT Timah Tbk uji coba berikan program makanan bergizi gratis di SDN 009 Kundur Barat Senin 02/12. Sebanyak 147 porsi makanan bergizi gratis diberikan kepada siswa – siswi dengan menu ayam goreng, sayur, susu dan buah jeruk. Seratusan anak tampak sumringah mendapatkan makanan bergizi gratis.

BACA JUGA: DPRD Kepri Dorong Program Makan Gratis, Akan Dianggarkan Tahun 2025

Acara uji coba program makanan bergizi gratis dihadiri Eko Yori sekretaris wilayah area Kundur, Panji SP staf CSR Pangkal Pinang,koordinator CSR area Kundur Eka Budhy Susanto, Kapolsek Kundur Utara/ Barat, Danramil 03 Kundur, kepala Puskesmas Kundur Barat, Lurah Sawang, kepala desa Sawang Laut, korwil dinas pendidikan kabupaten Karimun.

Dalam sambutanya sekretaris wilayah Eko Yori mengatakan uji coba memberi makanan bergizi gratis untuk pelajar pertama kalinya dilaksanakan. Kegiatan ini dalam upaya mendukung program pemerintah memberikan makanan bergizi gratis dengan tema
gotong royong dan akuntabel.

” Alhamdulillah hari ini kita sedang uji coba menjalankan program pemerintah memberi makanan bergizi gratis untuk pelajar selama dua belas hari,” terang Eko Yori.

Kepala SDN 009 Saharun mengaku sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan program ujicoba makan bergizi gratis. Kami sangat senang siswa – siswi kami sebanyak 147 anak hari ini merasa gembira. Semoga program ini memberikan manfaat dan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. (*)

Artikel PT Timah Tbk Uji Coba Program Makanan Bergizi Gratis di SDN 009 Kundur Barat pertama kali tampil pada Kepri.

Proses TTE Bermasalah, Disdukcapil Pastikan Layanan Tidak Terhenti

0
Pelayanan dokumen kependudukan di Disdukcapil Batam di Sekupang, beberapa waktu lalu. Meski mengalami kendala pencetakan, namun pengajuan dokumen kependudukan tetap diterima oleh Disdukcapil.
F. Dalil Harahap/batam Pos

batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mengumumkan adanya kendala dalam pencetakan dokumen kependudukan akibat proses pemeliharaan konsolidasi tanda tangan elektronik (TTE) yang tengah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil).

Akibat kendala tersebut, beberapa dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, dan akta perkawinan untuk sementara waktu belum dapat dicetak.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Heryanto, menyatakan bahwa masalah ini hanya berdampak pada proses pencetakan, sedangkan pelayanan lain, termasuk penerimaan berkas pengajuan, tetap berlangsung normal.

“Pencetakan saja yang belum bisa dilakukan minggu ini. Namun, untuk pelayanan dan penerimaan berkas, kami tetap melayani,” ujar Heryanto, Senin (2/12).

Heryanto menjelaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengu-rus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil, tetapi pencetakannya baru bisa dilakukan setelah proses pemeliharaan selesai. Ia memastikan pihaknya berusaha agar layanan dapat kembali normal dalam waktu dekat.

“Insyaallah, pelayanan dokumen kependudukan akan kembali normal pada minggu depan setelah proses pemeliharaan selesai,” terangnya.

Dengan adanya kendala ini, masyarakat diimbau untuk bersabar. Bagi mereka yang membutuhkan dokumen dalam waktu dekat, diharapkan dapat menyesuaikan pengurusan sesuai jadwal penyelesaian konsolidasi yang ditetapkan oleh Kemendagri. Disdukcapil Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Hal serupa disampaikan oleh Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Batam, Nur Amri Arif. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengajukan pengurusan dokumen kependudukan.

“Kendala hanya terjadi pada pencetakan dokumen, tetapi pengajuan tetap dilayani. Jadi, masyarakat yang ingin mengurus dokumen seperti KK, KTP, akta kelahiran, dan lainnya tetap bisa datang,” jelasnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Artikel Proses TTE Bermasalah, Disdukcapil Pastikan Layanan Tidak Terhenti pertama kali tampil pada Metropolis.

UMR Naik 6,5 Persen, UMP Kepri Tunggu Regulasi

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata. F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan kenaikan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) sebanyak 6,5 persen. Sementara penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri 2025, masih menunggu regulasi dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

UMP tahun 2025 diprediksi senilai Rp3.623.653 atau naik sebesar Rp221.161 jika ditambah 6,5 persen, dari nilai UMP tahun 2024 senilai Rp3.402.492.

BACA JUGA: Disnaker Kepri Tak Bisa Pastikan Jadwal Penetapan UMP 2025

“Presiden sudah umumkan (UMR) naik 6,5 persen. Tapi untuk ditetapkan oleh Gubernur, kita harus menunggu regulasi,” kata Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata, Senin (2/12).

Usai UMR diumumkan, Disnakertrans Kepri masih belum melakukan pembahasan untuk penetapan nilai UMP 2025. Disnaker juga masih terus berkomunikasi dengan Kemenaker, untuk melakukan hitung-hitungan upah minum tersebut.

“Karena tidak boleh langsung (menetapkan). Kita harus menghitung seperti apa 6,5 persen itu,” tambahnya.

Selain itu, Mangara juga enggan membeberkan nilai kenaikan UMP tahun depan, yang nantinya jadi acuan pemerintah kabupaten kota untuk menetapkan nilai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Sebab, Disnakertrans Kepri sendiri masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Apalagi, menurutnya untuk menetapkan UMP tersebut harus berlandaskan hukum yang tetap.

“Saya tidak mau mendahulukan peraturan. Terkait pengupahan ini (UMP) harus dadar hukum yang tetap,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel UMR Naik 6,5 Persen, UMP Kepri Tunggu Regulasi pertama kali tampil pada Kepri.

TIM Konsorsium Politeknik se-Kepri dan TKDV

0
Tim Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri), Tim TKDV, dan berbagai unsur pemerintah foto bersama di Harris Hotel, Batam, Selasa (19/11/2024). F Polibatam

TIM Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau (Kepri) bersama Tim Koordinasi Vokasi Daerah (TKDV) menyusun strategi daerah untuk revitalisasi vokasi di Kepri. Kegiatannya adalah Finalisasi Strategi Daerah (strada) dan Diskusi Publik Revitalisasi Vokasi Provinsi Kepri di Harris Hotel, Batam, pada 19-20 November.

Tujuannya menyusun rencana revitalisasi vokasi di Kepri lima tahun kedepan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah seperti Bappeda Kepri, Dinas Pendidikan Kepri, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kepri, MKKS Tanjungpinang, dan MKKS Batam

Strada revitalisasi vokasi terdiri dari enam strategi: 1: Optimalisasi Sistem Informasi Pasar Kerja. 2: Penguatan Peran DUDI dalam Proses Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. 3: Penguatan Sistem Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Sesuai dengan Kebutuhan Pasar Kerja. 4: Meningkatnya Relevansi dan Aksesibilitas Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. 5: Terwujudnya kolaborasi riset inovasi dan hilirisasi produk oleh akademisi, industri/masyarakat, dan pemerintah daerah. 6: Monitoring dan Evaluasi efektivitas pelaksanaan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi

Diharap dokumen strada ini menjadi acuan banyak pihak dalam mengembangkan vokasi di Kepri. Juga bagi pemerintah daerah dalam menyusun Rencana Pembangunan Daerah jangka pendek maupun jangka menengah. Khususnya pada pengembangan vokasi.

‘’Sehingga pengembangan vokasi dapat menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas tenaga kerja, penurunan tingkat pengangguran vokasi, serta pada perkembangan ekonomi Kepri”, ujar Sudra Irawan, sebagai Ketua Tim Konsorsium Politeknik se-Kepri sekaligus dosen Polibatam. (adv)

 

 

SUPRIZAL TANJUNG, Batam

Artikel TIM Konsorsium Politeknik se-Kepri dan TKDV pertama kali tampil pada Metropolis.

Pembahasan UMK Batam Tunggu Permenaker

0
Ilustrasi. Pekerja pabrik menaiki bus saat pulang kerja di Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam untuk tahun 2024 masih terganjal penerbitan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker). Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menyatakan bahwa pembahasan UMK baru dapat dimulai setelah Permenaker tersebut diterbitkan sebagai pedoman resmi.

“Untuk pembahasan, kan ada aturannya, yakni Permenaker. Dan ini belum keluar, masih kita tunggu,” ujar Rudi, Senin (2/12).

Ia menjelaskan, setelah Permenaker terbit, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada seluruh pihak terkait, diikuti pembahasan dengan melibatkan unsur buruh dan pengusaha.

”Kalau sekarang, apa yang mau kita bahas? Formula seperti apa juga belum tahu. Kita tunggu dulu Permenaker itu keluar, meskipun acuan kenaikan sudah ada, yakni 6,5 persen,” tambahnya.

Rudi optimistis Permenaker akan diterbitkan bulan ini, sehingga proses pembahasan UMK Batam dapat selesai sebelum akhir tahun.

“Kita tunggu minggu ini atau minggu depan. Pokoknya bulan ini harus selesai, jadi semua clear,” ungkapnya.

Selain menunggu Permenaker, Rudi juga menyebut bahwa pihaknya telah melakukan persiapan awal terkait pembahasan UMK. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha agar penetapan UMK dapat mengakomodasi kebutuhan semua pihak.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyampaikan pandangannya terkait proses penetapan UMK. Ia menilai pembahasan upah minimum sebaiknya tetap dilakukan di tingkat Dewan Pengupahan Daerah, yang terdiri atas unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Selama ini pembahasan UMK dilakukan oleh Dewan Pengupahan yang lebih memahami kondisi perekonomian di daerah. Jika kenaikan upah minimum dipukul rata 6,5 persen secara nasional, disparitas upah antardaerah akan makin lebar,” ujar Rafki.

Ia menjelaskan, kebijakan yang seragam berpotensi menimbulkan ketimpangan. “Pelaku usaha di daerah dengan upah minimum lebih tinggi akan lebih terbebani, sedangkan pekerja di daerah dengan upah rendah hanya menikmati kenaikan kecil. Jadi, prinsip upah berkeadilan akan makin jauh,” tambahnya.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya hanya mengeluarkan pedoman pembahasan upah minimum, bukan menetapkan angka kenaikan secara langsung. “Kami berharap pemerintah memberikan fleksibilitas dalam pembahasan UMK, karena yang paling memahami kondisi perekonomian daerah adalah pelaku ekonomi di daerah tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya segera menerbitkan Permenaker agar proses pembahasan UMK di daerah dapat segera dilakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebijakan upah minimum tidak hanya mengedepankan kepentingan pekerja, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan usaha.

Rudi Sakyakirti menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebijakan UMK dapat diselesaikan tepat waktu. “Kami siap bekerja cepat. Begitu Permenaker turun, pembahasan langsung dilakukan agar semua pihak mendapatkan kejelasan,” tegasnya.

Penetapan UMK Batam diharapkan menjadi solusi yang adil untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa membebani pelaku usaha secara berlebihan. Apalagi, Batam merupakan salah satu pusat industri dan perdagangan uta-ma di Indonesia. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Artikel Pembahasan UMK Batam Tunggu Permenaker pertama kali tampil pada Metropolis.

Aipda Nikson Hajar Ibu Kandung hingga Tewas

0
Ilustrasi

batampos – Di Kabupaten Bogor, seorang anggota Polri tega menganiaya ibu kandungnya hingga tewas. Aipda Nikson Pangaribuan, 41, nama anggota polisi itu, mendorong ibunya hingga terjatuh. Lalu, dia menghantam kepala ibunya dengan menggunakan tabung elpiji melon.

Peristiwa sadis itu terjadi pada Minggu (1/12) pukul 21.30 di Kampung Rawajamun, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Waktu itu, Herlina, korban, sedang melayani pembeli di warungnya.

’’Saat itu ada seorang saksi bernama Bangun sedang berbelanja di warung Bu Herlina,’’ terang Kapolsek Cileungsi Kompol Wahyu Maduransyah dilansir dari Radar Bogor (grup Batam Pos). Selain Herlina, Bangun melihat Aipda Nikson di dalam warung.

Pada saat itulah Bangun melihat Aipda Nikson tiba-tiba mendorong tubuh Herlina hingga terjatuh di lantai. Melihat ibunya tak berdaya, Nikson yang berdinas di Polrestro Metro Bekasi Kota itu bukannya kasihan. Dia justru mengambil tabung elpiji melon (3 kg).

Dengan kalap, Nikson menghantam kepala ibunya dengan tabung elpiji warna hijau itu.
Tak cukup sekali, dia meng-hantam kepala ibu yang melahirkannya itu hingga tiga kali. Herlina pun terkapar.

Melihat Nikson mengamuk, Bangun ketakutan. Dia kabur. Bangun menceritakan peristiwa itu kepada seorang teman bernama Hotbin. Mereka lalu kembali ke warung dan melihat Herlina tergeletak tak berdaya. Herlina lantas dilarikan ke RS Kenari.

”Setelah sampai di RS Kenari, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Kompol Wahyu.

Dia mengatakan, Nikson sempat melarikan diri dengan menggunakan mobil pikap. Dia lalu membuat kekacauan karena memarkir kendaraan di tengah jalan raya, tepatnya di depan RS Hermina Cileungsi. Setelah itu, Nikson berjalan kaki menuju sebuah kafe.

Aksi nekadnya berakhir setelah petugas Polsek Cileungsi bersama Polres Bogor dan Polres Bekasi membekuknya. Dia dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dengan menggunakan ambulans.

”Barang bukti yang berhasil diamankan, antara lain, satu tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang digunakan untuk memukul korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan bahwa pelaku akan dijerat secara pidana maupun etik. ”Saat ini proses etiknya sedang dilaksa-nakan Propam Polda Metro Jaya. Sedangkan proses pidananya di kami,” katanya.

Kendati pelaku anggota polisi aktif, Rio berjanji tidak memberikan perlakuan istimewa. Sebaliknya, dia berjanji memproses kasus tersebut dengan tegas. ”Dia (pelaku, red) sangat keterlaluan. Kami tidak akan main-main memproses kasus ini,’’ tegasnya.

Rio belum menjelaskan secara detail mengapa Aipda Nikson tega menganiaya ibu kandungnya sendiri. Dia hanya mengatakan bahwa pelaku terlibat cekcok dengan ibunya. Dia juga berjanji mengenakan pasal dengan hukuman yang paling berat terhadap pelaku.

”Penyidik sedang melakukan penyelidikan secara mendalam, mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan Propam Polda Metro Jaya,” tegasnya. (*)

Artikel Aipda Nikson Hajar Ibu Kandung hingga Tewas pertama kali tampil pada News.