Rabu, 17 Juni 2026
Beranda blog Halaman 276

Piala Dunia 2026 Kian Dekat, Cedera Kylian Mbappe, Mo Salah hingga Lamine Yamal Dipertanyakan

0
Lamine Yamal mengalami cedera dalam laga Barcelona vs Celta Vigo di Liga Spanyol 2025/2026, Kamis (23/4). (AP Photo/Joan Monfort)

batampos – Ketegangan menjelang Piala Dunia 2026 semakin meningkat mengingat ancaman cedera tengah menghantui para pemain top dunia. Hanya sekitar 45 hari tersisa sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Saat ini setiap cedera dapat berdampak fatal terhadap peluang tampil di ajang terbesar sepak bola itu.

Salah satunya, wonderkid Brasil Estevao yang harus meninggalkan lapangan dalam kekalahan Chelsea 0-1 dari Manchester United awal bulan April. Sang pemain muda terlihat terpukul, bahkan menutupi wajahnya saat berjalan keluar lapangan.

Dilansir dari The Athletic, hasil pemindaian medis kemudian mengonfirmasi cedera hamstring tingkat empat atau kategori paling parah yang membuat peluang Estevao tampil di Piala Dunia bersama Brasil menjadi sangat diragukan.

Ancaman serupa juga dialami banyak pemain lain. Xavi Simons menjadi korban terbaru setelah mengalami cedera lutut serius saat membela Tottenham Hotspur. Dalam pernyataannya, Simons mengakui bahwa mimpinya tampil di Piala Dunia telah sirna.

“Hidup terasa kejam hari ini. Semua yang saya inginkan adalah berjuang untuk tim, dan sekarang kesempatan itu hilang, termasuk Piala Dunia,” tulisnya.

Situasi itu menunjukkan betapa sempitnya waktu pemulihan bagi pemain yang mengalami cedera jelang turnamen. Cedera jangka menengah saja sudah cukup untuk menghapus peluang masuk dalam daftar 1.248 pemain yang akan tampil di tiga negara tuan rumah Piala Dunia.

Sejumlah bintang besar juga mulai dihantui kekhawatiran serupa. Kylian Mbappe mengalami cedera hamstring saat Real Madrid bermain imbang melawan Real Betis, sedangkan Mohamed Salah juga mengalami masalah serupa saat Liverpool mengalahkan Crystal Palace. Keduanya masih diharapkan pulih tepat waktu, tetapi kondisi mereka akan terus dipantau secara ketat.

Di Spanyol, talenta muda Lamine Yamal juga menambah daftar kekhawatiran setelah mengalami cedera paha yang membuatnya absen di fase akhir perebutan gelar La Liga bersama Barcelona.

Namun, tidak semua pemain yang cedera memiliki harapan dan peluang untuk tampil di Piala Dunia. Beberapa nama sudah dipastikan absen, seperti Rodrygo yang harus mengubur impian tampil di Piala Dunia setelah mengalami cedera ligamen lutut (ACL). Dalam unggahannya, Rodrygo menyebut momen itu sebagai salah satu hari terburuk dalam hidupnya.

Nasib serupa dialami penyerang Liverpool Hugo Ekitike yang mengalami cedera Achilles saat tampil di Liga Champions melawan Paris Saint-Germain dan diperkirakan absen selama enam bulan. Sementara itu, Serge Gnabry juga dipastikan absen setelah mengalami cedera otot adductor bersama Bayern Munchen.

Kekhawatiran juga menyelimuti pemain lain, seperti Kai Havertz yang mengalami cedera otot saat membela Arsenal, serta Eberechi Eze yang harus ditarik keluar lebih awal dalam pertandingan yang sama. Keduanya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera.

Tak hanya itu, bek Argentina Cristian Romero juga terancam absen setelah mengalami cedera dalam pertandingan sebelumnya dan menambah panjang daftar pemain yang berpacu dengan waktu untuk pemulihan.

Meskipun demikian, ada sedikit harapan bagi pemain yang cedera. Jika sebelumnya Piala Dunia hanya diikuti 32 tim, pada edisi 2026 jumlahnya meningkat menjadi 48 tim. Penambahan itu membuat jumlah pertandingan lebih banyak dan durasi turnamen menjadi lebih panjang, yaitu sekitar 38 hari.

Dengan format yang lebih besar, setiap tim juga memiliki lebih banyak pemain dalam skuad (maksimal 26 orang), sehingga pelatih bisa melakukan rotasi dan mengatur kondisi pemain dengan lebih leluasa selama turnamen berlangsung.

Dengan hanya 16 dari 48 tim yang tersingkir sebelum fase gugur, beberapa pemain yang belum sepenuhnya fit masih berpeluang masuk dalam skuad dan pulih di tengah turnamen. Namun, situasi itu tetap menyisakan ketidakpastian. Jadwal padat kompetisi klub di akhir musim membuat risiko cedera semakin tinggi, sedangkan waktu pemulihan semakin sempit. (*)

Artikel Piala Dunia 2026 Kian Dekat, Cedera Kylian Mbappe, Mo Salah hingga Lamine Yamal Dipertanyakan pertama kali tampil pada Olahraga.

Tawarkan Anak di Bawah Umur, 2 Mucikari Ditangkap di Sagulung

0
Polisi menangkap seorang mucikari yang nemawarkan anak bawah umur di Sagulung.

batampos – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sagulung membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur. Dua orang yang diduga berperan sebagai mucikari, masing-masing berinisial RA dan NF, berhasil diamankan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas prostitusi terselubung melalui aplikasi digital. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal Reskrim Polsek Sagulung langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, mengungkapkan bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan menawarkan perempuan muda kepada pelanggan melalui aplikasi pesan singkat, kemudian melanjutkan transaksi secara daring.

“Dari hasil penyelidikan, para pelaku menawarkan korban melalui aplikasi. Setelah ada kesepakatan, pelanggan diarahkan untuk bertemu di lokasi tertentu,” ujarnya, Senin (27/4).

Baca Juga: Diduga Mabuk, Pengendara Scoopy Terluka dalam Kecelakaan Tunggal di Gajah Mada Tiban

Untuk memastikan praktik tersebut, polisi melakukan penyamaran dengan metode undercover buy. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan RA di salah satu hotel di kawasan Sagulung bersama seorang korban berinisial S yang masih berusia 17 tahun.

“Dalam operasi penyamaran, kami berhasil mengamankan satu pelaku bersama korban yang ternyata masih di bawah umur. Ini yang menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Dari hasil interogasi awal, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku lainnya, NF, di lokasi berbeda. Bersama NF, turut diamankan seorang perempuan berinisial Y yang berusia 19 tahun.

Menurut Aris, kedua tersangka berada dalam satu jaringan yang sama dan memperoleh keuntungan dari setiap transaksi yang dilakukan.

“Tarif yang dipatok sekitar Rp200 ribu sekali pertemuan. Para pelaku mengambil keuntungan antara Rp50 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung kesepakatan dengan pelanggan,” jelasnya.

Baca Juga: Terdakwa Kasus Kayu Ilegal Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap pada Tuntutan

Polisi juga menemukan fakta bahwa sejumlah korban direkrut dari luar daerah. Beberapa perempuan didatangkan dari luar Batam, termasuk dari Pekanbaru, untuk kemudian ditawarkan kepada pelanggan di wilayah Batam.

“Dari hasil pemeriksaan, ada korban yang direkrut dari luar daerah. Mereka didatangkan ke Batam untuk dijadikan bagian dari jaringan ini,” tambahnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, jaringan prostitusi online ini diperkirakan telah beroperasi selama kurang lebih tiga bulan. Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus. Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini,” tutup Aris.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 88 junto Pasal 76 huruf I Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 455 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(*)

Artikel Tawarkan Anak di Bawah Umur, 2 Mucikari Ditangkap di Sagulung pertama kali tampil pada Metropolis.

MBG Sabtu Ditiadakan, Negara Hemat Rp 1 Triliun dalam Satu Hari

0
Ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG. (Istimewa)

batampos – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan, penghapusan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Sabtu dapat menghemat anggaran sekitar Rp 1 triliun dalam satu hari. Juda menyampaikan, langkah tersebut merupakan bagian dari penajaman atau refocusing belanja pemerintah agar pelaksanaan program prioritas tetap berjalan lebih efisien dan berkualitas.

“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang itu dihilangkan. Satu hari itu bisa ngirit satu triliun,” kata Juda dalam sesi Policy Dialogue pada acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut dinilai lebih logis karena peserta didik tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk menerima makanan. Menurut dia, penghematan tersebut dapat mencapai sekitar Rp 4 triliun dalam sebulan jika dihitung selama empat pekan.

“Empat kali dalam sebulan itu bisa mengirit atau menghemat Rp 4 triliun. Setahun tentu saja sekitar Rp 50 triliun kita bisa menghemat,” ujarnya.

Selain pada hari Sabtu, pemerintah juga menghapus penyaluran MBG saat masa liburan sekolah sebagai bagian dari penajaman program. Juda menegaskan pemerintah tetap menjalankan program prioritas, namun dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran dan berkualitas.

“Ini adalah refocusing atau penajaman. Kita tetap melakukan program-program prioritas yang ada dengan lebih berkualitas dan lebih tajam,” ucapnya.

Ia menambahkan pemerintah juga mengevaluasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar nutrisi. Menurutnya, pemerintah akan bertindak tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang tidak memenuhi standar tersebut.

Lebih lanjut, Juda mengatakan penajaman belanja tersebut dilakukan untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di tengah tekanan harga minyak global.

Ia menambahkan pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat, meskipun berimplikasi pada peningkatan subsidi.

Untuk itu, pemerintah melakukan pengendalian belanja serta optimalisasi penerimaan, termasuk melalui sistem perpajakan coretax dan potensi penerimaan dari kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). (*)

Artikel MBG Sabtu Ditiadakan, Negara Hemat Rp 1 Triliun dalam Satu Hari pertama kali tampil pada News.

Ancaman Siber Mengintai, Perbankan Kepri Tingkatkan Kewaspadaan

0
Forum Cyber Defense dan Fraud Prevention yang digelar di Grand Mercure Batam Centre, Senin (27/4). F.Yashinta

batampos – Maraknya kasus penipuan digital mendorong perbankan di Kepulauan Riau meningkatkan kewaspadaan. Hal itu mengemuka dalam forum Cyber Defense dan Fraud Prevention yang digelar di Grand Mercure Batam Centre, Senin (27/4).

Forum ini diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, BPR, perusahaan gadai, asuransi, perusahaan sekuritas, hingga perwakilan Bank Indonesia dan divisi siber Polda Kepri.

Direktur Eksekutif Perbanas Pusat, Eka Sri Dana Afriza yang membuka seminar tersebut, menegaskan transformasi digital di sektor perbankan harus diimbangi dengan sistem keamanan yang kuat agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

“Dalam menghadapi dinamika tersebut, industri perbankan perlu mengedepankan pendekatan yang lebih proaktif melalui penguatan fungsi investigasi, pemanfaatan teknologi analitik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang memahami pola-pola kejahatan keuangan modern,” tegasnya.

Baca Juga: Stunting Turun ke 1,28 Persen, Kemiskinan Ditekan, Batam Percepat Intervensi Warga Rentan

Selain itu, sinergi antara industri dan regulator menjadi faktor yang sangat penting. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan perlu diimplementasikan secara efektif di level operasional, sehingga tercipta standar keamanan yang kuat dan konsisten di seluruh industri perbankan, baik bank umum maupun BPR/BPRS.

“Dalam hal ini, PERBANAS sebagai asosiasi perbankan nasional memiliki peran strategis untuk menjembatani kolaborasi tersebut, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pelaku industri. Forum seperti ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat kapasitas kolektif industri dalam menghadapi risiko yang semakin kompleks.

Penguatan aspek cyber defense dan pencegahan fraud tidak hanya bertujuan untuk memitigasi risiko kerugian finansial, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Perbanas Kepri, Lenny, mengatakan forum ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan pelaku industri keuangan terhadap ancaman cyber crime.

“Ini lebih kepada edukasi. Kami menghadirkan pakar yang menjelaskan kasus nyata, bagaimana modus terjadi, serta langkah pencegahan dan penanganannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ancaman penipuan digital kini tidak hanya terjadi di sektor perbankan, tetapi juga merambah ke platform non-bank seperti e-money, paylater, hingga aset kripto.

Menurutnya, banyak nasabah yang menjadi korban karena kurang memahami modus penipuan, seperti phishing, tautan palsu, hingga aplikasi berbahaya yang disebarkan melalui pesan singkat.

“Masih banyak masyarakat yang mudah terkecoh, misalnya dengan link palsu atau file APK yang terlihat seperti undangan, padahal itu digunakan untuk mencuri data,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Perketat Pengawasan Balap Liar dan Kejahatan Malam Hari di Batam Kota

Lenny menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan telah menyediakan sistem pelaporan terpadu yang dapat dimanfaatkan korban untuk mempercepat penanganan kasus penipuan digital.

“Dengan sistem tersebut, aliran dana bisa segera dilacak dan dihentikan sebelum berpindah ke pihak lain,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital dinilai menjadi kunci utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Kegiatan diselenggarakan oleh Perbanas Kepri bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BMPD Kepri sebagai upaya memperkuat pertahanan siber di sektor jasa keuangan. Sejumlah pakar hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Wani Sabu, Arif Wibowo, serta Mita Rika Novilia. Mereka memaparkan berbagai modus kejahatan siber serta strategi pencegahannya. (*)

Artikel Ancaman Siber Mengintai, Perbankan Kepri Tingkatkan Kewaspadaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sangat Suka Minum Kopi Hitam

0
Ilustrasi minum kopi. (Elite Daily)

batampos – Kopi hitam bukan sekadar minuman—bagi sebagian orang, ini adalah gaya hidup. Tanpa gula, tanpa krimer, hanya rasa pahit yang kuat dan aroma yang tajam. Menariknya, dalam dunia psikologi, preferensi terhadap kopi hitam sering dikaitkan dengan pola kepribadian tertentu.

Dilansir dari Expert Editor, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa pilihan minuman bisa mencerminkan cara seseorang berpikir, bersikap, dan berinteraksi dengan dunia.

Lalu, seperti apa sebenarnya kepribadian orang yang sangat menyukai kopi hitam?

1. Cenderung Sederhana dan Apa Adanya

Pecinta kopi hitam biasanya menyukai hal-hal yang simpel. Mereka tidak membutuhkan tambahan untuk menikmati sesuatu. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan kepribadian yang autentik—tidak suka berpura-pura atau berlebihan. Mereka nyaman menjadi diri sendiri tanpa perlu “pemanis” dalam hidupnya.

2. Tegas dan Mandiri

Rasa pahit kopi hitam tidak mudah dinikmati oleh semua orang. Mereka yang menyukainya sering dianggap memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan. Mereka tahu apa yang mereka suka dan tidak mudah terpengaruh oleh opini orang lain. Sikap mandiri ini membuat mereka cenderung kuat dalam menghadapi tekanan.

3. Memiliki Disiplin Tinggi

Banyak pecinta kopi hitam mengaitkan minuman ini dengan rutinitas—misalnya diminum setiap pagi sebelum memulai aktivitas. Hal ini mencerminkan sifat disiplin dan terstruktur. Dalam psikologi, kebiasaan rutin seperti ini sering dimiliki oleh individu yang memiliki kontrol diri yang baik.

4. Berpikir Logis dan Rasional

Orang yang memilih kopi hitam sering diasosiasikan dengan pola pikir yang praktis dan rasional. Mereka cenderung fokus pada fungsi daripada estetika. Alih-alih mencari sensasi rasa yang kompleks, mereka lebih menghargai esensi dan tujuan.

5. Cenderung Introvert

Beberapa studi menunjukkan bahwa pecinta kopi hitam lebih sering memiliki kecenderungan introvert. Mereka menikmati waktu sendiri, seperti menyeruput kopi sambil membaca atau berpikir. Bukan berarti anti-sosial, tetapi mereka lebih nyaman dalam suasana yang tenang dan reflektif.

6. Perfeksionis dalam Cara Tertentu

Walaupun terlihat santai, banyak pecinta kopi hitam memiliki standar tinggi terhadap hal-hal yang mereka anggap penting. Mereka memperhatikan detail, termasuk kualitas kopi, cara penyeduhan, hingga waktu yang tepat untuk menikmatinya.

7. Tangguh dan Tidak Mudah Mengeluh

Menikmati rasa pahit bisa menjadi simbol ketahanan mental. Dalam perspektif psikologi simbolik, orang yang menyukai kopi hitam sering dikaitkan dengan kemampuan menerima realita hidup—baik yang manis maupun pahit. Mereka tidak mudah mengeluh dan cenderung menghadapi masalah dengan kepala dingin.

Meskipun tidak semua pecinta kopi hitam memiliki semua ciri di atas, pola ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana preferensi sederhana bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Pada akhirnya, secangkir kopi hitam bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang cara seseorang memandang hidup.

Jadi, kalau kamu termasuk penggemar kopi hitam, mungkin ada beberapa poin di atas yang terasa “relate” dengan dirimu.(*)

Artikel Ini 7 Ciri Kepribadian Orang yang Sangat Suka Minum Kopi Hitam pertama kali tampil pada Lifestyle.

Bangun Jiwa Wirausaha, STTI Tanjungpinang Hadirkan Praktisi Kopiway di Kuliah Umum

0
Dosen kewirausahaan Mulyadi Tan bersama pemilik Kopiway, Miminhelmet, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa STTI Tanjungpinang. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – STTI Tanjungpinang menekankan pentingnya mental dan keberanian dalam berbisnis melalui kuliah umum kewirausahaan yang menghadirkan praktisi usaha sebagai pembicara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang digagas dosen kewirausahaan, Mulyadi Tan, untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif kepada mahasiswa.

Menurut Mulyadi, pembelajaran kewirausahaan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi perlu diperkuat dengan pengalaman nyata dari pelaku usaha.

“Mahasiswa tidak hanya perlu memahami konsep bisnis, tetapi juga mendengar langsung pengalaman tentang perjuangan, kegagalan, hingga keberanian dalam mengambil keputusan,” ujarnya, Senin (27/4).

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus didorong sebagai bagian dari penguatan pendidikan kewirausahaan di kampus.

Melalui interaksi langsung dengan praktisi, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami cara membangun bisnis, tetapi juga memiliki mental tangguh dan pantang menyerah.

“Kami ingin mahasiswa melihat bahwa kesuksesan itu melalui proses. Ada fase jatuh dan gagal, tetapi yang terpenting adalah tetap melangkah,” katanya.

Dalam kuliah umum tersebut, STTI juga menghadirkan pelaku usaha lokal, Miminhelmet, pemilik Kopiway yang tengah dikenal di kalangan pecinta kopi di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari kemudahan, melainkan dari kemauan untuk bertahan dan terus belajar dari proses.

“Saya berdiri di sini bukan sebagai yang paling pintar, tetapi sebagai orang yang pernah hampir menyerah,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk berani memulai usaha serta menghadapi tantangan dunia bisnis dengan lebih percaya diri. (*)

Artikel Bangun Jiwa Wirausaha, STTI Tanjungpinang Hadirkan Praktisi Kopiway di Kuliah Umum pertama kali tampil pada Kepri.

Nelayan, Petani hingga Ojek di Anambas Bakal Dapat Perlindungan BPJS

0
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu memimpin rapat administrasi pekerja kelompok rentan untuk didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyiapkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti nelayan, tukang ojek, dan petani. Program ini difokuskan untuk memberikan jaminan kecelakaan kerja bagi sektor informal yang selama ini belum terlindungi.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan perlindungan bagi masyarakat yang bekerja dengan risiko tinggi.

“Pekerja rentan ini sangat membutuhkan perlindungan. Mereka bekerja setiap hari dengan risiko, tapi belum semuanya memiliki jaminan,” ujar Raja Bayu, Senin (27/4).

Menurutnya, kelompok pekerja informal menjadi prioritas karena tidak memiliki ikatan kerja formal dengan perusahaan, sehingga rentan tidak mendapatkan perlindungan saat terjadi kecelakaan kerja.

Ia menjelaskan, nelayan menghadapi risiko cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut, sementara tukang ojek berpotensi mengalami kecelakaan lalu lintas. Petani juga dihadapkan pada risiko penggunaan alat kerja, bahan kimia, hingga kondisi medan yang berat.

“Kalau terjadi kecelakaan, minimal mereka sudah memiliki jaminan. Ada biaya pengobatan dan santunan untuk membantu keluarga,” katanya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Anambas menggandeng BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, proses pendataan dan penataan administrasi pekerja tengah dilakukan agar program berjalan tepat sasaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan skema pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mendukung keberlanjutan program.

“Kami sedang merapikan data pekerja. Pembiayaan akan didukung melalui APBD agar program ini berjalan maksimal,” jelasnya.

Dengan adanya perlindungan ini, diharapkan pekerja rentan di Anambas dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang. Pemerintah daerah juga optimistis langkah ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah tersebut. (*)

Artikel Nelayan, Petani hingga Ojek di Anambas Bakal Dapat Perlindungan BPJS pertama kali tampil pada Kepri.

Dibiayai APBN, Jembatan Gantung Tok Kenot Jadi Urat Nadi Baru Warga Belat

0
Bupati Karimun, Iskandarsyah memotong pita sebagai tanda peresmian Jembatan Gantung Tok Kenot. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Bupati Karimun, Iskandarsyah meresmikan Jembatan Gantung Tok Kenot yang menghubungkan Desa Tebias dan Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Senin (27/4). Infrastruktur ini diharapkan mempermudah akses warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Iskandarsyah mengatakan, kehadiran jembatan gantung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena selama ini akses antar desa harus ditempuh menggunakan transportasi laut.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kapal atau speedboat untuk menuju desa tetangga. Ini tentu menghemat waktu dan biaya,” ujarnya.

Menurutnya, Jembatan Gantung Tok Kenot menjadi infrastruktur strategis yang berperan sebagai urat nadi baru bagi aktivitas warga di Kecamatan Belat. Selain meningkatkan mobilitas, jembatan ini juga diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Ia menambahkan, keberadaan jembatan juga sangat membantu pelajar dan warga yang hendak menuju Tanjung Balai Karimun melalui pelabuhan.

Jembatan tersebut dibangun sejak 2025 menggunakan anggaran dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nilai sekitar Rp7,07 miliar.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas pembangunan ini, termasuk kepada Cen Sui Lan yang telah mengusulkan saat menjadi anggota DPR RI,” katanya.

Jembatan Gantung Tok Kenot memiliki panjang 60 meter dan lebar 1,5 meter, yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Untuk mendukung konektivitas, Pemerintah Kabupaten Karimun juga telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1,9 miliar pada tahun ini untuk pembangunan akses jalan dari jembatan menuju Kantor Desa Sungai Asam.

Dengan rampungnya jembatan tersebut, diharapkan konektivitas antar desa semakin lancar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (*)

Artikel Dibiayai APBN, Jembatan Gantung Tok Kenot Jadi Urat Nadi Baru Warga Belat pertama kali tampil pada Kepri.

Nge-Jazz di Batam

0

batampos – Batam pelan-pelan membangun identitasnya lewat jazz. Bukan sekadar ikut merayakan agenda global, International Jazz Day, yang diinisiasi UNESCO setiap 30 April, tetapi juga menunjukkan bahwa kota ini punya denyut musik yang terus tumbuh.

Perayaan tahun ini yang digarap Batam Jazz Society (BJS) terasa seperti panggung regenerasi. Lebih dari dua dekade mereka konsisten merawat ekosistem jazz lokal—bukan cuma menghadirkan konser, tapi juga menciptakan ruang belajar, bereksperimen, dan berkembang bagi musisi muda.

Nama Zamis jadi salah satu bukti nyata. Penyanyi jazz yang sedang naik daun ini membawa warna baru lewat karya orisinal yang kuat. Kehadirannya bukan cuma penampilan, tapi simbol bahwa jazz Batam sedang memasuki fase baru.

Energi serupa juga terasa dari Luke Jozsua. Di panggung hari ketiga, 2 Mei 2026, drummer muda ini bakal menunjukkan eksplorasi musik yang berani dan dinamis—menandai bagaimana generasi baru mulai mendefinisikan ulang jazz dengan cara mereka sendiri.

Menariknya, regenerasi ini berjalan beriringan dengan kolaborasi. Line-up seperti C.O.A, Tanaka Manaloe, BOP Quintet, Tanjak Impromptu, Alphamama dari Belanda, hingga Diminished 7th dari Tanjung Pinang memperlihatkan pertemuan lintas gaya dan latar.

Di hari penutup, sorotan mengarah ke Sausan—mahasiswi Politeknik Batam yang mulai dikenal lewat Jazzelasa—serta Roadroots, band yang tumbuh dari komunitas dan tetap setia pada akarnya. Keduanya jadi representasi perjalanan, dari ruang kecil komunitas hingga panggung yang lebih luas.

Puncaknya, kolaborasi internasional menghadirkan Nita Aartsen bersama Pong Nakornchai, Alexander, dan Brandon. Di titik ini, batas geografis seolah hilang—yang tersisa hanya bahasa musik yang menyatukan.

Lewat International Jazz Day 2026, Batam tidak sekadar merayakan jazz. Kota ini sedang bercerita—tentang proses panjang, tentang komunitas, dan tentang generasi baru yang siap membawa jazz ke arah yang lebih luas. (*)

Artikel Nge-Jazz di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Lagi, Kecelakaan Kerja di PT ASL Shipyard Renggut Nyawa Pekerja

0
Ilustrasi kecelakaan kerja.

batampos – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Sabtu (25/4) siang. Seorang pekerja, Dame Lumban Tobing, meninggal dunia setelah terlindas forklift.

Insiden terjadi saat proses pengangkutan tabung gas di area kerja. Korban diduga berada di jalur lintasan forklift hingga tertabrak dan terjatuh, lalu terlindas.

“Korban sempat ditolong rekan kerja di lokasi,” ujar Robi, salah seorang pekerja.

Baca Juga: Polisi Perketat Pengawasan Balap Liar dan Kejahatan Malam Hari di Batam Kota

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Embung Fatimah. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat di bagian kaki dan tubuh.

Kapolsek Batuaji, Bayu Rizki Subagyo, membenarkan kejadian tersebut. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.

“Sudah empat saksi yang dimintai keterangan, termasuk operator forklift,” ujarnya.

Kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard tercatat bukan kali pertama. Sejumlah insiden sebelumnya juga menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Dinas Ketahanan Pangan Sebut Kenaikan Harga Minyak Goreng di Batam Karena Masalah Distribusi

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, sebelumnya telah mengingatkan manajemen perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan kerja. Pemerintah membuka peluang sanksi jika kejadian serupa kembali terulang. (*)

Artikel Lagi, Kecelakaan Kerja di PT ASL Shipyard Renggut Nyawa Pekerja pertama kali tampil pada Metropolis.