Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 2772

BSI Raih Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024

0
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta (kanan) menerima penghargaan Best Practices in Regulation Compliance dalam ajang Anugerah ESG Republika Award 2024 di Hotel Westin Jakarta.

batampos –  PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendapatkan penghargaan sebagai Best Practices in Regulation Compliance dalam Anugerah ESG Republika Award 2024 yang bertemakan Sehati untuk Bumi. Penghargaan ini didapat sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BSI dalam mengimplementasikan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyastika Ananta mengatakan sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI senantiasa berkomitmen dalam implementasi ESG di setiap kebijakan yang diambil. Ini bisa dilihat salah satunya dari pembiayaan keuangan berkelanjutan yang mencapai Rp61,1 triliun hingga Juni 2024.

“Nilai tersebut didominasi oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp47,7 triliun, selanjutnya pembiayaan green sector didominasi sektor eco-efficient product Rp6,2 triliun, proyek eco-green Rp5,9 triliun dan energi terbarukan Rp700 miliar,” papar Bob.

Tidak hanya fokus pada pembiayaan hijau, BSI juga berperan dalam mendukung investasi hijau melalui produk keuangan syariah seperti green sukuk. Produk ini bertujuan mendukung proyek-proyek ramah lingkungan yang menjadi bagian dari upaya nasional.

Pada Mei 2024, BSI juga berhasil menerbitkan sustainability sukuk senilai Rp3 triliun, yang mendapatkan minat tinggi dari investor dengan oversubscribed hingga tiga kali lipat. Hal ini mencerminkan tingginya minat terhadap produk keuangan syariah yang mendukung agenda ekonomi hijau di Indonesia.

Tidak hanya itu, BSI juga mengambil langkah nyata dalam memperkuat komitmennya terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan. Salah satu tonggak penting dalam implementasi ESG adalah pembentukan divisi khusus Environmental, Social, & Governance (ESG) Group, yang bertanggung jawab memastikan kebijakan ini berjalan di seluruh lini bisnis.

Selain itu, lanjut Bob, BSI aktif mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon melalui penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional dan pembiayaan. BSI mengoperasikan berbagai inisiatif hijau, termasuk pembangunan gedung berkonsep ramah lingkungan di Aceh, penggunaan 37 kendaraan listrik (EV), charging station, pemasangan 3 panel surya, dan pembangunan sport center yang berfokus pada efisiensi energi.

Salah satu implementasi aktivitas ini adalah penyediaan 50 titik mesin RVM (Reverse Vending Machine) di seluruh Indonesia. Inisiatif tersebut saat ini berdampak pada pengurangan emisi karbon sebanyak 176,5 ton CO2eq dan telah mendaur ulang sebanyak 33,3 ton limbah plastik. Secara keseluruhan, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp257,39 triliun per Juni 2024. Nilai tersebut tumbuh sebesar 15,99 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kontribusi lainnya dari BSI bagi masyarakat terlihat pula dari program spiritual dan sosial perseroan hingga Juni 2024. Di mana BSI telah menghimpun ziswaf sebesar Rp545 miliar untuk penyaluran manfaat di sektor ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan dan dakwah advokasi yang penyaluran tersebut bekerjasama dengan pihak ketiga.

Adapun total penerima manfaat bidang di bidang ekonomi sebanyak 8.000 orang, bidang pendidikan sekitar 20.000 penerima manfaat. Sementara itu, penerima manfaat di bidang kemanusiaan sebanyak 1,3 juta orang. Untuk penerima manfaat di bidang kesehatan sebanyak 3.000 orang, bidang dakwah, dan advokasi 13.000 orang.

“Ke depan, kami akan terus memperluas portofolio pembiayaan hijau dan mendorong nasabah serta mitra bisnis untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dalam setiap operasional. Hal ini sejalan dengan komitmen BSI untuk berkontribusi dalam agenda nasional untuk mencapai target net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat,” pungkas Bob. (*)

Media Sosial Dibanjiri Keluhan Warga Batam Sulit Dapat Gas Melon

0
gas melon
Ilustrasi. Masyarakat mengantre membeli gas melon.

batampos – Gas LPG tiga kilogram masih sulit didapat. Meskipun ada pengantaran dari pihak agen ke pangkalan, keluhan akan kelangkaan gas melon ini terus disuarakan masyarakat di Batuaji dan Sagulung.

Ini yang terpantau pada sejumlah media sosial masyarakat pada, Senin (23/9). Pencarian gas melon serta curahan hati akan kelangkaan gas melon terbilang sangat banyak dijumpai di medsos. Ada yang mencari stok, ada juga yang ngomel-ngomel karena kelangkaan ini.

Facebook, Instagram, Whatsapp hingga medsos lainnya trending dengan pencarian gas Melon ini.

Baca Juga: Warga Masih Kewalahan Cari Gas Melon

Susanti, salah satu pengguna medsos dalam laman Facebook nya mengaku sudah empat hari kehabisan gas. Pangkalan dekat tempat tinggal nya di perumahan Mantang, Batuaji selalu kehabisan stok sekalipun dia mendapat kabar ada jadwal pengiriman gas dari agen ke pangkalan.

“Saya datang (ke pangkalan), katanya sudah habis karena sudah ramai yang antre nitip tabung sebelum jadwal pengantaran tiba. Sampai sekarang saya masih cari. Tolong info kalau ada tahu stok gas melon, ” ujarnya.

Dalam curhatan di medsos tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan pihak pangkalan yang mengutamakan orang terdekat atau keluarga untuk melayani pembelian gas melon. Meskipun gas melon ada saat didatangi warga, pemilik pangkalan mengaku sudah ada yang punya.

Ini jadi berpeluang terjadinya konflik sebab sebagian yang memang berjuang keras mendapatkan gas melon tetap tidak kebagian, sementara yang lainnya dapat dengan gampang hanya melalui via telepon atau Whatsapp ke pihak pangkalan.

“Di tempat kami, pangkalan ada gasnya tapi saat mau dibeli katanya sudah ada yang punya. Pesanan saudara lah, pesanan kawan lah. Yang tak punya kenalan sama orang pangkalan akan susah dapatkan gas, ” keluh Irma pengguna medsos lainnya.

Pantauan di lapangan, sepanjang Senin, kemarin, warga yang keliling dengan tabung gas mencari gas melon masih sangat banyak dijumpai di jalan raya. Tanpa tujuan yang pasti mereka datangi setiap pangkalan dan kios pinggir jalan yang biasanya menjual gas. Namun upaya mereka ini sia-sia sebab pangkalan dan kios selalu bilang gas melon habis.

“Sudah capek keliling dari pagi tadi. Tak ada satupun pangkalan yang ada stok. Ada pun katanya sudah ada pembelinya. Entah mau cari kemana lagi ini, ” ujar Ikhsan, warga Marina. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Sering Ditinggal Istri ke Singapura, Alasan Honorer Pemko Nekat Cabuli Anak Tiri Hingga Ratusan Kali

0
cabul
Eko Budianto, 34 pelaku pencabulan terhadap anak tirinya yang berusia 14 tahun saat diperiksa penyidik Polsek Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Eko Budianto, 34, seorang honorer di salah satu dinas pemerintah di Batam, ditangkap aparat kepolisian, setelah melarikan diri dari Batam. Eko dituduh melakukan pencabulan terhadap anak tirinya yang berusia 14 tahun sejak tahun 2022, dengan ancaman kekerasan. Pelaku mengaku telah mencabuli korban lebih dari seratus kali selama dua tahun terakhir.

“Awalnya karena istri saya bekerja di Singapura dan sering meninggalkan rumah, saya kesepian. Sejak 2022, sudah lebih dari seratus kali saya melakukan hal itu,” ujar Eko saat diperiksa di Polsek Sekupang, Senin (23/9).

Pelaku melakukan aksi bejatnya di rumah saat istri bekerja. Korban yang tinggal bersama adiknya di rumah pelaku merasa takut karena sering diancam oleh Eko. “Saya ancam, kalau dia lapor ke mamaknya, saya hajar,” ungkap Eko.

Baca Juga: Kabur dari Batam, Pelaku Cabul Anak Tiri Ditangkap Polisi di Pekanbaru

Aksi cabul tersebut akhirnya terbongkar setelah istri pelaku memergoki langsung suaminya melakukan tindakan asusila kepada anaknya. Setelah itu, istri pelaku melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, yang kemudian mengejar pelaku hingga ke Pekanbaru. Eko ditangkap setelah mencoba kabur ke Pekanbaru menggunakan jalur darat dengan sepeda motor, melalui penyebrangan kapal Roro dari Batam menuju Pakning, Jambi.

“Kami mendapatkan informasi terkait rencana pelarian pelaku, sehingga kami langsung bergerak cepat dan berhasil menangkapnya di Pekanbaru,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu M. Ridho Lubis.

Iptu Ridho menjelaskan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pelaku telah berulang kali melakukan aksi cabul terhadap anak tirinya. Setiap kali istrinya tidak berada di rumah, Eko memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan perbuatan keji ini.

Iptu Ridho menegaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1), (2), dan (3) serta Pasal 82 Ayat (1), (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman pidana berat atas perbuatannya.

“Penangkapan ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap ancaman kekerasan seksual, terutama terhadap anak-anak, ” imbaunya.

Kasus pencabulan ini mendapat perhatian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Batam. Dedy Suryadi, pendamping dari UPTD PPA, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan intensif kepada korban, AY (14), serta ibunya yang juga mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut.

“Kami akan memberikan pendampingan psikologis untuk memulihkan kondisi korban dan ibunya. Ibu korban sangat terpukul setelah mengetahui suaminya mencabuli anaknya berkali-kali sejak 2022,” ujar Dedy.

Selain bantuan psikologis, UPTD PPA Batam juga akan memastikan bahwa korban mendapat pendampingan hukum selama proses penyelidikan dan persidangan berlangsung. “Kami akan mendampingi keluarga korban di setiap tahapan hukum, mulai dari melapor ke kepolisian hingga proses visum dan sidang. Kami juga menyediakan layanan visum secara gratis,” tambahnya.

Dedy menambahkan bahwa korban tidak berani melapor karena sering diancam oleh pelaku. “Pelaku mengancam akan menceraikan ibunya dan tidak memberikan nafkah jika korban berani mengadu. Pelaku juga mengancam akan membunuh korban,” jelasnya.

Kasus ini, lanjut Dedy, menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan kekerasan seksual di lingkungan terdekat. UPTD PPA berkomitmen untuk mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan bahwa korban mendapatkan keadilan yang layak. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pemasukan Pajak Reklame Batam Tembus Rp 14 Miliar, Penertiban Baliho Tak Berizin Berjalan Ketat

0
papan reklame
Ilustrasi. . Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam mencatat hingga 20 September 2024 untuk capaian realisasi PBJT reklame mencapai Rp 14 miliar dari target perubahan Rp 23 miliar di tahun ini. Adapun billboard, videotron dan megatron menjadi penyumbang terbesar Rp 12 miliar sementara reklame kain dan sejenisnya hanya mencapai Rp 1 miliar.

“Baliho aktif saat ini ada 361, sementara reklame juga bisa papan nama ada sebanyak 1697 obyek,” kata Sekretaris Bapenda Kota Batam, M Aidil Sahalo, Senin (23/9).

Bapenda menyampaikan mengenai mekanisme penertiban baliho reklame yang melanggar ketentuan berdasarkan Peraturan Walikota no 50 tahun 2024. Penerbitan atau pembongkaran reklame dilaksanakan apabila penyelenggaraan reklame telah habis masa berlakunya. Kemudian, dilakukan tanpa memperoleh persetujuan Wali Kota. Lalu, tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana Perwako.

“Ada regulasi mengatur tentang pengawasan penertiban tayang dan penertibaan konstruksi oleh Tim Penyelengara Reklame (TPR) dan Tim Penertiban Tayang Reklame (TPTR),” terangnya.

Lanjutnya , pemasangan reklame harus selesai dengan ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar etik, estetik, teknis, fiskal, administrasi dan keselamatan.

“Dengan begitu, diharapkan penyelenggaraan reklame bisa tertib, rapi dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Bapenda Batam menekankan bahwa TPTR telah melakukan upaya penertiban. “Kami terus melakukan (pengawasan. Bahkan, kami memanggil wajib pajak yang memasang tidak sesuai dengan estetika,” katanya. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Krisis Air Masih Terjadi di Tanjunguncang

0
Demo Air 7 F Cecep Mulyana scaled
Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Direktur Air Batam Hilir (ABH) Mujiaman saat menemui warga Tanjunguncang. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Warga Perumahan Putera Jaya, Tanjunguncang masih kesulitan dengan suplai air bersih. Aksi unjuk rasa mereka beberapa waktu lalu belum membawa perubahan hingga, Minggu (22/9) siang kemarin. Aliran air masih saja ngadat dan mereka hanya bisa mengandalkan suplai air tanki yang jumlahnya juga jauh dari kebutuhan ideal mereka.

Aldi, warga perumahan Putera Jaya kepada Batam Pos menjelaskan, situasi pasokan air di sana masih sama dengan sebelumnya. Artinya belum ada tindakan yang berarti untuk menanggapi keluhan masyarakat selama ini. Air hanya mengalir di malam hari dengan tekanan yang sangat kecil dan itupun hanya untuk beberapa rumah saja. Masih banyak rumah yang tidak kebagian aliaran air melalui pipa.

Baca Juga: Warga Tanjunguncang Demo di Depan Kantor BP Batam, Ancam Tak Ikut Pilkada Jika Air Tak Mengalir Lancar

“Suplai air tanki memang ada, tapi ya namanya pakai antar tetap saja tak maksimal. Banyak kebutuhan warga tapi yang diantar satu, dua tanki, manalah cukup, ” katanya.

Untuk kebutuhan masak dan minum, masyarakat di sana masih mengandalkan air galon isi ulang yang dibeli dari luar pemukiman mereka. Mereka berharap banyak agar keluhan dan persoalan yang mereka alami ini segera diatasi oleh Pemerintah.

“Kemarin waktu demo katanya mau segera diatasi tapi kok masih seperti ini keadaanya. Tolonglah, sudah bertahun-tahun kami menderita karena masalah air ini. Sudah banyak juga orang pindah dari perumahan ini karena masalah air ini, ” ujar Riko, warga lainnya.

Ketua RW 15, Perumahan Putra Jaya Ilham juga mengakui bahwa situasi dan keadaan di perumahan Putera Jaya belum ada perubahan apapun. Air masih sulit didapat.

“Belum lagi. Masih sama keadaanya, ” ujar Ilham.

Sebelumnya pihak PT Air Batam Hilir (ABH) menjelaskan telah mengupayakan berbagai upaya strategis untuk kelancaran aliran air bersih di wilayah Tanjunguncang ini.

Direktur Utama PT Air Batam Hilir Mujiaman melalui Humas ABH Ginda Alamsyah menjelaskan, ada beberapa langkah yang sudah dan sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan air bersih ini. Beberapa diantaranya yakni; melakukan pengaturan valve di seluruh jalur suplai ke arah perumahan Putrajaya yang diharapkan akan meningkatkan suplai air ke wilayah tersebut dan meminimalisir dampak gangguan terhadap seluruh Kota Batam.

Membangun fasilitas fisik untuk memastikan terjadinya peningkatan suplai ke perumahan Putra Jaya sehingga warga di sana mendapatkan suplai air secepatnya.

“Sambil menunggu selesainya proyek IPA DK5 dan IPA Tembesi yang akan menyelesaikan secara permanen masalah suplai di Putra Jaya ini. Poin-poin ini sudah disetujui oleh Direktur BU SPAM Denny Tondano yang bertindak atas nama BP Batam untuk membangun fasilitas fisik tadi, ” ujar Ginda.

Selain itu untuk tindak lanjut terkait persoalan ini ABH juga melakukan tindakan, Perancangan System Mini Booter Pump di lokasi ujung pipa distribusi utama DN500 mm Putra Jaya, melaksanakan survei lokasi untuk mengidentifikasi kebutuhan material, desain dan konstruksi proyek tersebut, serta segera melakukan pengadaan dan konstruksi dimaksud.

“Selama proses pengadaan maka proses persiapan-persiapan fisik secara paralel dikerjakan meliputi: izin lokasi, penyiapan lahan dan lain-lain. ABH juga akan melaporkan perkembangan proyek kepada BP Batam dan stake holder. Langkah-langkah ini dilakukan dan paralel dengan pengaturan suplai. ABH juga mengoptimalkan penambahan pengiriman mobil tanki sebagai upaya paling memungkinkan untuk dilakukan untuk saat ini. Semua itu dilakukan agar warga di Putra Jaya mendapatkan penambahan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” jelas Ginda. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Disnaker Batam Catat 18.490 Pencari Kerja Sepanjang 2024, Mayoritas Lulusan SLTA

0
las
Ilustrasi. Seorang welder menggesa pengerjaan tongkang di Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Sepanjang tahun 2024, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 18.490 pencari kerja (pencaker) terdaftar. Dari total pencaker tersebut, 8.943 adalah laki-laki dan 9.547 perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, pencaker masih didominasi oleh lulusan SLTA sederajat yang mencapai 16.343 orang. Dari jumlah tersebut, 7.906 adalah laki-laki dan 8.437 perempuan.

Selain lulusan SLTA, pencaker juga terdiri dari lulusan S1 sebanyak 1.105 orang, D3 sebanyak 502 orang, SLTP sebanyak 392 orang, lulusan D1 sebanyak 95 orang, D2 sebanyak 24 orang, lulusan SD 23 orang, serta enam orang lulusan S2.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengungkapkan bahwa pencaker di Kota Batam mayoritas adalah warga yang memiliki KTP Batam.

“Sepanjang Januari hingga September 2024 ini ada 18.490 pencaker yang terdata di Disnaker,” kata Rudi, Senin (23/9).

Menurutnya, dari jumlah tersebut, 16.250 pencaker adalah pemohon kartu kuning (AK-1) ber-KTP Batam. Sementara 2.240 sisanya adalah pencaker dari luar Batam yang juga mengurus kartu kuning di kantor Disnaker.

Berdasarkan data yang diterima dari Disnaker, Kecamatan Sagulung tercatat sebagai kecamatan yang paling banyak mengeluarkan kartu kuning dengan total 5.061 pemohon, diikuti Kecamatan Batuaji dengan 2.244 pemohon, dan Kecamatan Sekupang dengan 2.114 pemohon.

Di sisi lain, kecamatan yang paling sedikit mengeluarkan kartu AK-1 adalah Kecamatan Bulang dengan 81 pemohon, Kecamatan Belakang Padang 96 pemohon, dan Kecamatan Galang 116 pemohon.

Sepanjang tahun 2024, hingga September, sebanyak 13.903 pencaker telah berhasil mendapatkan penempatan kerja melalui berbagai sektor industri di Batam. Dari jumlah tersebut, 12.298 adalah lulusan SLTA yang sudah memperoleh pekerjaan, sementara lulusan S1 yang berhasil mendapatkan pekerjaan berjumlah 797 orang, lulusan D3 sebanyak 716 orang, lulusan SLTP sebanyak 51 orang, lulusan D1 sebanyak 29 orang, delapan orang lulusan D2, dan tiga orang lulusan S2.

Rudi menambahkan, banyak perusahaan di Batam yang membuka lowongan kerja dengan syarat spesifik, seperti pengalaman kerja. Namun, ada juga perusahaan yang tidak menetapkan syarat ketat, terutama untuk posisi sebagai operator. “Banyak perusahaan yang meminta kualifikasi tertentu seperti pengalaman kerja. Namun, ada juga yang tidak menetapkan kualifikasi tersebut, terutama bagi mereka yang ditempatkan sebagai operator,” jelas Rudi.

Sektor manufaktur dan oil & gas menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kota Batam sepanjang tahun 2024. Beberapa perusahaan besar seperti McDermott membuka hingga 6.000 lowongan pekerjaan di bidang tersebut.

“Peluang kerja di Batam saat ini masih cukup besar, terutama di bidang welder, manufaktur, dan oil & gas,” ujar Rudi.

Selain itu, sektor konstruksi dan industri lainnya juga masih banyak membuka lowongan kerja. PT SMOE, salah satu perusahaan yang beroperasi di Batam, terus merekrut pekerja dengan kualifikasi khusus. Namun, sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda), setiap perusahaan diwajibkan melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan lowongan kerja yang tersedia kepada Disnaker.

Salah satu kendala utama yang dihadapi para pencaker di Batam adalah kurangnya keterampilan dan pengalaman kerja. Hal ini terungkap saat petugas Disnaker melakukan wawancara dengan para pencaker yang baru mendaftar.

Sebagian besar pencaker, terutama lulusan SLTA, belum memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, Disnaker Batam terus berupaya memfasilitasi pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi para pencaker melalui berbagai program pelatihan kerja.

“Rata-rata pencaker belum memiliki keterampilan atau pengalaman kerja yang mumpuni. Hal ini menjadi tantangan bagi pencari kerja, terutama dalam menghadapi persaingan di sektor industri,” ungkap Rudi.

Rudi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Batam dengan memfasilitasi pelatihan bagi pencaker dan mempermudah akses informasi terkait lowongan kerja melalui kerja sama dengan perusahaan.

“Kami mewajibkan setiap perusahaan untuk melaporkan lowongan kerja yang tersedia ke Disnaker Batam, sehingga pencari kerja bisa lebih mudah mengetahui peluang yang ada,” tutup Rudi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia ini juga harus dibarengi dengan kemampuan dan skill pekerja itu sendiri. Tinggal bagaimana tenaga kerja menyiapkan skillnya sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri itu.

“Perlu diingat, bahwa Industri di Kota Batam saat ini mengarah pada industri padat modal. Dimana yang lebih banyak dibutuhkan ialah skilled labor (tenaga kerja terdidik),” tuturnya.

Dimana tenaga kerja kita harus dipersiapkan dengan skill yang terus diupgrade sesuai kebutuhan industri saat ini. Pekerja juga tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah semata-mata.

“Artinya ke depan lapangan pekerjaan ini akan semakin besar. Bagi pekerja terampil. Lowongan pekerja yang belum terampil (unskilled labor) akan makin menyempit, ” sebut Rafki. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Sampah Semakin Meluber di Lokasi Bekas TPS

0
IMG 20240923 113243 scaled
Tumpukan sampah di sepanjang pinggir jalan Seibinti, kecamatan Sagulung. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Lokasi bekas tempat penampungan sampah (TPS) sementara di pinggir jalan Seibinti, kecamatan Sagulung masih menumpuk dengan tumpukan sampah rumah tangga. Tumpukan sampah ini meluber hingga ke ruas jalan dan sangat mengganggu pemandangan jalan.

Pantauan di lapangan, sampah yang menumpuk ini umumnya sampah baru dan yang dikemas dalam kantong plastik ataupun karung bekas. Sampah perabotan rumah tangga juga juga banyak seperti; kursi sofa rusak, barang elektronik dan pakaian bekas. Ruas jalan jadi sempit karena serakan sampah ini.

Agus, warga Seibinti menuturkan, sampah ini sudah lama tak diangkut dan dibuang oleh warga yang melintas. Pemotor dan pengendara mobil dari berbagai arah selalu melempar kantong sampah ke lokasi pinggir jalan tersebut.

“Padahal ini sudah bukan TPS lagi. Sudah dipagar, diberi peringatan agar jangan lagi buang ke lokasi ini. TPS sudah sudah pindah ke Seilekop sana, tapi masih saja orang buang ke sini. Sudah lama ini seperti ini. Tiap hari bertambah terus. Lama-lama tutup jalan ini dengan sampah, ” kata Agus.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Lokasi pinggir jalan tersebut bukan lagi lokasi TPS dan tidak ada alasan bagi masyarakat atau siapa saja membuang sampah ke sana. TPS sudah pindah ke lokasi yang lebih luas di dekat galangan kapal Seilekop.

“Itu bukan TPS lagi dan sudah dipagari serta diberi tulisan. Jangan lagi buang sampah kesana. Sampah taruh saja di tong sampai depan rumah karena armada pengangkut sudah cukup banyak dan akan rutin mengambil sampah dari depan rumah, ” ujar Hafiz.

Lurah Seibinti Jamil saat dikonfirmasi mengakui persoalan tersebut. Ini karena masih minimal kesadaran masyarakat untuk tertib dengan sampah rumah tangga masing-masing. Padahal armada pengangkutan sampah dari pemukiman ke TPS bekerja cukup maksimal di lapangan. Diapun berharap masyarakat tak lagi membuang sampah di lokasi bekas TPS tersebut.

“Untuk penanganannya, kami akan koordinasi dengan kelurahan lain di sekitar untuk goro membersihkan sampah itu. Masyarakat juga akan kembali diinformasikan untuk tidak membuang sampah sembarangan, ” ujar Jamil.

Seperti diketahui lokasi penumpukan sampah ini dulunya merupakan TPS sementara, namun karena dikomplain oleh masyarakat yang berdiam di sekitarnya, TPS akhirnya dipindahkan ke lokasi kawasan kosong dekat galangan Kapal Seilekop. Lokasi TPS baru ini lebih luas dan lapang serta jauh dari pemukiman.

Lokasi bekas TPS lama tersebut sebelumnya sudah dibersihkan oleh petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkaran Hidup. Lokasi pinggir jalan ini juga telah dipagar seng dan dipajang tulisan untuk tidak lagi buang sampah ke lokasi tersebut sebab TPS sudah pindah. Namun belakangan lokasi ini kembali disesaki sampah rumah tangga. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Colomadu Siap Menyambut Presiden Jokowi saat Pensiun

0

Setelah 20 Oktober, Presiden Joko Widodo berencana pulang kampung. Rumah pensiun presiden ke-7 RI itu kini dibangun. Meski begitu, warga sekitar sudah tak sabar
menunggu kehadiran Jokowi.

Suasana di salah satu bagian tepi Jalan Adi Sucipto, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, tak begitu ramai. Ada lahan seluas 12.000 meter persegi yang diberi pagar konstruksi. Lokasi itu nanti menjadi rumah pensiun Presiden Jokowi setelah purnatugas.

Melihat kondisinya sekarang, ada kemungkinan rumah pensiun tersebut belum bisa langsung ditempati Jokowi pada Oktober nanti.

”Kalau tidak salah konstruksinya baru mulai beberapa bulan lalu kok, belum lama. Pasang pagar pembatas pro-yeknya juga belum lama,” kata Anton Sugiharto, general manajer Rumah Makan Taman Sari, saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo (grup Batam Pos), Jumat (20/9) siang.

Rumah Makan Taman Sari tepat berada di sebelah barat lahan yang dipakai untuk mem­bangun rumah pensiun Pre­siden Jokowi. Dari lokasi tersebut, wartawan koran ini bisa melihat proses konstruksi itu walau dari kejauhan. Dilihat dari sa­na, area konstruksi tampak je­las. Nah, dari dalam pagar, baru terlihat kesibukan. Sejumlah kendaraan berat dan pekerja kons­truksi tampak berlalu-lalang dan sibuk menggarap pem­bangunan.

”Melihat kondisinya, mung-kin baru jadi pada 2025. Tapi, kurang tahu juga ini kapan rampungnya. Kalau sebagai masyarakat sekitar sih, kami harap bisa cepat rampung dan memberikan dampak yang baik bagi warga sekitar sini,” papar dia.

Dari isu yang berkembang di masyarakat, rumah pensiun presiden itu dikabarkan tidak akan langsung dipakai untuk rumah tinggal. Rumah tersebut akan dikemas menjadi sebuah museum dengan tema tertentu. Hal itu memberikan harapan besar bagi usaha-usaha yang ada di sekitar kawasan Colomadu yang terbentang di sepanjang Jalan Adi Sucipto. Lokasi tersebut merupakan kawasan usaha dan bisnis yang populer di Bumi Intanpari itu.

”Di barat lahan yang dipakai untuk membangun rumah Pak Jokowi ini ada rumah makan kami (RM Taman Sari, red), di timurnya ada Grandis Barn (milik pembalap Rio Haryanto, red). Kemudian di utaranya banyak juga resto, kafe, dan berbagai usaha lainnya. Ya, harapannya ini bisa menambah berkah buat usaha-usaha yang ada di sekitar,” harap Anton.

Hal serupa disampaikan Danti, 44, warga sekitar yang kebetulan memiliki warung makan sederhana. Warungnya tepat berada di seberang pro-yek rumah pensiun Presiden Jokowi. Warga Kelurahan Gajahan, Kecamatan Colomadu, itu sudah lama berjualan di tepi Jalan Adi Sucipto tersebut. Dia merasa ketiban berkah saat pemerintah membangun rumah pensiun presiden.

”Biasanya pekerja proyek makan di sini, jadi ya ikut dapat untung. Tapi, ini juga ketar-ketir. Kan nanti kalau (rumah) sudah jadi apa ya boleh warung jelek gini ada di depan rumah mantan presiden,” ucap dia.

Suasana pengerjaan proyek rumah pensiun Presiden Joko Widodo di Colomadu, Karanganyar, Jateng, Jumat (20/9).
F. SILVESTER KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SOLO

Sebagai warga ber-KTP Karanganyar, Danti jarang mendapat kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Meski demikian, dia selalu terkenang pertemuan pertamanya dengan Presiden Jokowi yang saat itu berkunjung ke kantor Bulog Karanganyar.
Dia dan sejumlah warga kampung yang menunggu lama untuk bisa bersalaman dengan presiden tersebut akhirnya pulang dengan semringah. Mereka senang bisa berfoto bersama sekaligus mendapat santunan dari presiden kala itu.

”Ketemu Pak Jokowi baru sekali itu, makanya ini senang banget kalau akhirnya nanti Pak Jokowi tinggal di sini,” ujarnya.

Dia bersama warga Colomadu lain berharap bisa makin sering bertemu Jokowi saat pensiun. Siapa tahu, kata dia, keluh kesah warga bisa didengar dan dibantu. ”Toh, putranya (Gibran Rakabuming Raka, red) sebentar lagi kan resmi dilantik jadi wakil presiden. Ya harapannya karena bisa tetanggaan ini, nasib orang kecil seperti saya ini bisa lebih diperhatikan,” papar dia.

Terpisah, Camat Colomadu Dwi Adi Susilo membenarkan bahwa pembangunan rumah pensiun Presiden Jokowi yang ada di wilayahnya itu masih dikerjakan. Saat ini area konstruksi pun jauh lebih privat dengan dibangunnya dinding pembatas proyek yang mengelilingi area lahan yang diapit dua resto terkenal di Karanganyar itu.

”Pembangunan rumah pensiun Presiden Jokowi ini diper­kirakan selesai akhir tahun. Ta­pi, sepertinya kalau melihat pem­bangunannya, mungkin ba­ru selesai pada 2025,” kata dia.

Menurut Dwi, keberadaan rumah pensiun Jokowi akan menambah nilai ekonomi Colomadu. Jauh sebelum usaha pergudangan, kuliner, hiburan, dan properti mengisinya, Colomadu merupakan lokasi heritage. Bahkan sudah eksis sebelum Karanganyar menjadi kabupaten.
Hal itu tidak terlepas dari keberadaan Pabrik Gula Colomadu milik Pura Mangkunegaran yang berdiri sejak 1870-an. Colomadu terkenal ramai sejak berdiri pabrik gula yang kini disulap jadi objek wisata.

”Makanya, di sini juga banyak bangunan tua dan sebagainya. Dan, yang paling terkenal adalah wisata heritage karena pabrik gula direvitalisasi jadi De Tjolomadoe seperti saat ini,” terangnya.

Selain De Tjolomadoe yang tersohor itu, Desa Colomadu, Karanganyar, memiliki berbagai wisata andalan lainnya. Selain itu, lokasinya yang dekat dengan Bandara Adi Soemarmo dan akses ke jalan tol membuat berbagai industri di kawasan tersebut tumbuh pesat sampai hari ini.

Melihat berbagai potensi itu, sangat besar peluang Desa Colomadu untuk terus berkembang menjadi wilayah yang lebih maju. Bahkan, kehadiran rumah pensiun Presiden Jokowi memberikan harapan baru bagi pemangku wilayah di Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat bisnis yang mumpuni di masa mendatang.
Dipilihnya lahan di Colomadu sebagai rumah pensiun Presiden Jokowi seperti menjadi berkah bagi warga Karanganyar.

”Karena Colomadu ini merupakan kawasan unggulan di sektor perdagangan dan bisnis hiburan,” kata Kurniadi Maulato, kepala Badan Keuangan Daerah Karanganyar.
Tentu, kata dia, adanya peningkatan dari sektor riil itu memberikan dampak yang besar bagi daerah. Baik peningkatan pendapatan masyarakat, serapan pajaknya, maupun retribusinya.

 

Jokowi Kunjungi  Pameran Alutsista

Sementara itu, Presiden Jokowi kemarin (22/9) mengunjungi pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas. Presiden mengajak kedua cucunya, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Sekitar pukul 09.40, presiden dan kedua cucunya bertolak dari Istana Merdeka menuju Monas menggunakan buggy. Sesampai di Monas, tampak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut mendampingi.

Jan Ethes dan La Lembah Manah yang mengenakan pakaian kasual pun tampak sangat antusias melihat beragam alutsista yang dipamerkan. Bahkan, keduanya mencoba menaiki

’’Medium Tank’’ yang dipajang di area pameran. Mereka tampak ceria dan bersemangat.
Presiden Jokowi juga terlihat menikmati suasana santai itu sambil sesekali berbincang dengan panglima TNI dan Kapolri serta menyapa masya-rakat yang antusias menyaksikan pameran. (*)

Gubkepri Ingin Tarif Tiket Kapal Ferry Batam – Singapura Turun

0

batampos– Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad merespon baik tuntuan dan keluhan masyarakat baik dari kalangan wisatawan dalam negeri atau mancanegara untuk menurunkan tarif tiket kapal ferry Batam – Singapura dan sebaliknya.

Hal ini ditunjukkan Ansar dengan mengundang khusus perwakilan manajemen operator kapal ferry yang melayani Batam – Singapura seperti Sindo, Batam Fast dan juga Majestic, bertempat di Apartemen Panbil, Kota Batam Minggu (22/9).

Menurut Gubernur Ansar, Pemerintah yang selama ini terus ditanya oleh berbagai kalangan yang menginginkan farif tiket ferry Batam – Singapura, tentu ingin agar harga tiket kapal yang dirasa mahal ini bisa kembali turun.

BACA JUGA: Polemik Pariwisata Kepri: VoA, Harga Tiket, dan Target Ambisius

“Sejak pandemi covid 19 harga tarif tiket PP yang sebelumnya dikisaran Rp480 ribu naik menjadi Rp 760 ribu, dan ini sudah berlangsung selama dua tahun lebih. Dan ini yang terus dikeluhkan, ” kata Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar sendiri mendorong untuk bisa segera dibentuk tim survey yang akan membuat kajian, dengan cara turun langsung kel apangan guna meneliti apa saja penyebab tiket tetap mahal pasca pandemi covid.

Sejauh ini kenaikan tarif tiket kapal ferry sendiri khusunya Batam – Singapura karena dipengaruhi kenaikan seaports tax baik di pelabuhan Singapura dan khsusunya Pelabuhan Batam. Dimana seaports tax yang awalnya hanya Rp65 ribu naik menjadi Rp100 ribu.

“Ini yang menjadi penyebab tarif tiket kapal ferry Batam ke Singapura naik, ” imbuh Ansar.

Sementara itu, faktor lainnya yang mempengaruhi kenaikan tarif tiker kapal ferry, tidak ditemukan. Mulai dari bahan bakar minyak, separe part atau suku cadang dan juga biaya agen pelayaran baik di Batam dan juga Singapura.

“Kalau tidak ada kenaikan yang bisa mempengaruhi kenaikan tarif tiket, semoga harapan semua pihak, untuk bisa menurunkan tiket kapal bisa dilakukan. Agar tingkat akupansi atau isian penumpang, bisa tetap ramai, ” pinta Ansar Ahmad.

Dengan turunnya tarif tiket kapal Batam – Singapura secara otomatis juga akan berimbas kepada naiknya tingkat isian kapal itu sendiri. Termasuk akan mendorong naiknya jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke Kepri.( *)

Ascott Hotel Region Batam Bersinergi dengan Komunitas WCD Batam Kepri dan Free The Sea dalam Kegiatan Bersih-bersih di Hari World Clean Up Day

0

bersih bewrsihbatampos – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2024, Ascott Hotel Region Batam, yang terdiri dari HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, Yello Hotel Harbour Bay, dan Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, turut serta dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di kota Batam.

Kegiatan ini melibatkan para karyawan dari masing-masing hotel yang bersama-sama membersihkan area publik dan pantai di berbagai lokasi di Batam. Dengan semangat kolaborasi, mereka berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta menunjukkan komitmen untuk keberlanjutan.

Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama Komunitas World Cleanup Day Batam dan Free The Sea dan berbagai, perusahaan, sekolah dan masyarakat Batam secara keseluruhan.

Kegiatan Word Cleanup Day (WCD) di Kota Batam dilaksanakan pada tanggal 21, 22 dan 28 September 2024 yang tersebar di beberapa titik di kota Batam.

21 September 2024

  • Sagulung, Tembesi – Jembatan 1 Barelang
  • Nongsa – Pantai Tanjung Bemban
  • Sungai Beduk, Piayu – Kampung Tua Bagan
  • Lubuk Baja – Lapangan Bola Tanjung Uma
  • Galang – Sembulang
  • Belakang Padang – Langlang Laut
  • Sagulung – Dapur 12
  • Nongsa – Bumi Perkemahan Punggur

 

22 September 2024

  • Tanjung Uma – Kampung Agas
  • Sekupang – Kampung Tua Tanjung Riau
  • Bengkong – Bengkong Laut
  • Nongsa, Punggur – Kampung Tua Punggur

 

28 September 2024

  • Muka Kuning – Taman Wisata Alam

“Partisipasi kami dalam World Cleanup Day merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami terhadap lingkungan dan masyarakat Batam. Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi, kita dapat membuat dampak yang signifikan dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota ini,” ujar Vincent Gunawan selaku General Manager Cluster Regional Sumatera, Kalimantan – The Ascott Limited Indonesia.

Pemisahan sampah organik dan anorganik dilakukan agar sampah botol-botol plastik yang terkumpul dapat diserahkan kepada Free The Sea yang akan didaur ulang sebagai produk-produk layak guna.

Kami mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dan berkontribusi pada keberlanjutan demi masa depan yang lebih baik. (*)