Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2778

Galangan Kapal Kekurangan 3000 Tenaga Las, Iperindo dan TJSL IDSurvey Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Las di Batam

0
IMG 20241015 WA0028
Peserta pelatihan dan sertifikasi kompetensi juru las SMAW dan GTAW. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Perusahaan Galangan Kapal di Batam masih berhadapan dengan persoalan kekurangan tenaga las atau welder. Perusahaan galangan kapal yang bergabung dalam Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri sebut kekurangan sekitar 3000 tenaga welder saat ini.

Untuk mengatasi persoalan ini, Iperindo Kepri bergerak bersama dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), sebagai Holding Jasa Survei IDSurvey untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi juru las SMAW dan GTAW yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Galangan Kapal dan Lepas Pantai.

Pelatihan dan sertifikasi tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang yang dipusatkan di PT Bahtera Bahari Shipyard Kabil Punggur yang dimulai, Selasa (15/10).

Baca Juga: Produksi Kapal Aman Hingga Akhir Tahun, Galangan Kapal Butuh Regulasi yang Lebih Mudah

Kepala Unit TJSL PT BKI Persero, Arif Bijaksana Prawira Negara dalam arahannya menjelaskan, pelatihan ini merupakan program kolaborasi yang dilaksanakan di beberapa daerah, termasuk Batam yang memiliki kebutuhan tenaga las cukup besar.

“Program kolaborasi TJSL IDSurvey ini meliputi pendidikan dan pelatihan juru las, dengan jumlah peserta di Batam sebanyak 90 orang. Selain itu, ada juga pelatihan di Belawan, Sumut dengan 30 peserta, Palembang 30 peserta, dan Banjarmasin 30 peserta,” kata Arif.

Dia menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk mendukung industri maritim, terutama galangan kapal dalam negeri. “Kekurangan tenaga welder ini juga terjadi di daerah lain. Pelatihan ini untuk mengatasi kekurangan tenaga las tersebut. Kami berharap pelatihan ini bisa menghasilkan welder kelas dunia,” tuturnya.

Arif juga mengungkapkan bahwa dalam pelatihan ini mencakup dua jenis keahlian yang khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri perkapalan di Batam.

“Tipe keahlian SMAW dan GTAW adalah yang paling banyak dibutuhkan di Batam. Sekitar 60 persen galangan kapal di Indonesia berada di Batam, dan hingga tahun 2026, sudah banyak pesanan pembuatan kapal di sini,” ujarnya.

Sekretaris Iperindo Kepri, Mariati Bangun apresiasi dengan dukungan baik dari pihak TJSL IDSurvey ini. Ini terobosan yang baik untuk memenuhi kebutuhan tenaga welder di Batam.

“Ini bagus karena memang persoalan galangan kapal di Batam selama ini kekurangan tenaga welder. Kekurangan berkisar diangka 3000 tenaga welder. Semoga dengan pelatihan ini sedikit membantu persoalan kekurangan tenaga welder ini, ” ujar Mariati.

Seperti dijelaskan sebelumnya, kata Mariati, industri galangan kapal di Kepri khususnya Batam sudah cukup baik. Orderan pembuatan kapal mencukupi hingga tahun 2026. Selain membutuhkan dukungan pemerintah dengan memudahkan birokrasi dan layanan administrasi ke pengusaha, galangan kapal juga butuh tenaga welder yang sesuai.

“Ini terobosan yang baik dari Iperindo untuk atasi masalah kekurangan tenaga welder tadi. Kami berharap semuanya berjalan dengan baik dan pelatihan ini mampu mendukung kekurangan juru las atau welder bagi galangan kapal di Batam tadi, “katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

KPU Batam Mulai Pencetakan Surat Suara Pilkada 2024, Siap Distribusi Akhir Oktober

0
IMG 20241015 WA0040
Ketua KPU Batam, Mawardi, Komisioner KPU Batam, Bosar Hasibuan, Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Zainal Abidin Christopher Tamba, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Riki Saputra, serta perwakilan dari Bawaslu Kota Batam saat menghadiri monitoring produksi logistik surat suara untuk Pilkada Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam di Cikarang, Senin (14/10). Foto: KPU Batam untuk Batam Pos

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam memulai pencetakan surat suara untuk Pilkada 2024 pada Senin (14/10). Pencetakan dilakukan di PT Gramedia Printing Group, Cikarang, Jawa Barat dengan pengawasan ketat dari berbagai pihak terkait.

Komisioner KPU Batam, Bosar Hasibuan menjelaskan bahwa pencetakan surat suara ini dihadiri oleh Ketua dan anggota KPU Batam, Kabag Ops Polresta Barelang, Kasi Intel Kejari Batam, serta perwakilan Bawaslu Kota Batam.

“Kami sudah menghadiri undangan resmi dan melakukan monitoring terhadap proses pencetakan. Diperkirakan pencetakan surat suara selesai pada 15 Oktober, dilanjutkan dengan proses cutting dan pengemasan,” ujar Bosar, Selasa (15/10).

Baca Juga: Logistik Pilkada di Batam Hampir Lengkap, Surat Suara Dijadwalkan Tiba Akhir Oktober

Setelah proses tersebut selesai, pengiriman surat suara ke wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kota Batam, diperkirakan dimulai pada 26 Oktober 2024.

Dalam surat suara Pilkada Kota Batam, paslon nomor urut 1, Nuryanto-Hardi, dan paslon nomor urut 2, Amsakar-Li Claudia Candra akan tampil dengan desain vertikal menyesuaikan jumlah paslon yang hanya dua. Desain ini telah dikonfirmasi oleh liaison officer (LO) masing-masing paslon.

“Pencetakan dilakukan sesuai DPT yang telah ditetapkan, ditambah 2,5 persen untuk mengantisipasi pemilih cadangan,” jelas Bosar.

DPT Pilkada Kota Batam sendiri tercatat sebanyak 899.666 pemilih, yang terdiri dari 448.965 laki-laki dan 450.701 perempuan, tersebar di 1.821 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selain surat suara, logistik lainnya seperti 3.666 kotak suara dan 7.284 bilik suara juga telah diterima KPU Batam sejak akhir September. Logistik tambahan berupa tinta, segel, dan kabel ties juga siap didistribusikan ke TPS-TPS.

Ketua KPU Batam, Mawardi menambahkan bahwa seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan Pilkada berjalan dengan lancar dan transparan. “Kami berkomitmen memastikan semua elemen logistik dan teknis siap tepat waktu, sehingga proses pemungutan suara dapat berjalan tanpa hambatan,” kata Mawardi.

Dengan semua persiapan ini, KPU Batam optimistis pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Batam akan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Pemko Batam Siapkan Anggaran Rp32,4 Miliar untuk Atasi Banjir

0
Jalan Raja Isa Banjir 2 F Cecep Mulyana scaled
Hujan deras yang mengguyur kota Batam dan buruknya sistem drainase mengakibatkan sejumlah ruas jalan banjir, seperti yang terlihat di jalan Raja Isa Batamcenter ini, Senin (14/10). Foto: Cecep Mulyan/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp32,4 miliar untuk mengatasi permasalahan banjir di wilayah Batam pada tahun 2025.

Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk beberapa kegiatan utama, termasuk pembangunan stasiun pompa banjir, normalisasi saluran, dan peningkatan drainase di sejumlah titik rawan banjir di Batam.

Kepala Dinas DBMSDA Kota Batam, Suhar menjelaskan bahwa salah satu prioritas dalam penanganan banjir adalah pengadaan stasiun pompa yang akan ditempatkan di wilayah Jodoh, yang selama ini menjadi salah satu titik terparah saat terjadi banjir. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi genangan yang sering terjadi di daerah tersebut, terutama saat musim hujan tiba.

Baca Juga: DBMSDA Siapkan Stasiun Pompa Senilai Rp20 Miliar untuk Atasi Banjir di Batam

“Untuk penanganan banjir tahun depan, fokus kami meliputi tiga kegiatan utama, yaitu pengadaan stasiun pompa, normalisasi saluran melalui operasional alat berat, dan peningkatan drainase tersier dan sekunder di beberapa lokasi untuk mengantisipasi banjir on the spot,” ungkap Suhar, Selasa (14/10).

Tahap awal, stasiun pompa banjir akan dibangun di wilayah Jodoh hingga Nagoya, mengingat daerah ini sering menjadi langganan banjir. Suhar menyampaikan bahwa pihaknya akan membangun tiga stasiun pompa banjir di wilayah Jodoh dan satu stasiun pompa lagi di wilayah Baloi.

“Stasiun pompa banjir akan kita bangun di muara-muara untuk membuang air ke laut. Lokasi pertama yang dipilih adalah Pasar Induk Jodoh, karena wilayah ini termasuk yang paling rawan tergenang,” tambahnya.

Meskipun pengadaan stasiun pompa banjir baru dimulai dengan satu unit, Suhar optimis hal ini akan membantu mengurangi intensitas banjir di beberapa wilayah, seperti Nagoya, Jodoh, dan sekitarnya. “Meskipun baru satu stasiun yang tersedia, paling tidak ini bisa mengurangi genangan di beberapa titik seperti wilayah Martabak Har di Nagoya, Jodoh, dan area sekitarnya,” jelas Suhar.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan pentingnya pembangunan stasiun pompa banjir di Batam, mengingat selama ini penanganan banjir hanya mengandalkan aliran air secara alami melalui gravitasi. Air hujan yang melimpah sulit mengalir dengan cepat ke tempat pembuangan, terutama di wilayah datar yang elevasinya tidak jauh dari permukaan laut.

“Jalan-jalan sudah dilebarkan dan drainase sudah optimal, tapi banjir masih terjadi karena air hujan tidak bisa cepat dibuang. Oleh karena itu, wilayah-wilayah yang datar, dengan elevasi rendah, seperti Jodoh dan Nagoya, membutuhkan solusi pompa untuk mempercepat aliran air ke laut,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kota Batam, Wan Taufik, mengungkapkan bahwa dari total anggaran Rp32,4 miliar yang diusulkan untuk penanganan banjir tahun 2025, sebesar Rp18,9 miliar dialokasikan untuk pembangunan stasiun pompa beserta bangunan pelengkapnya. Selain itu, Rp8,4 miliar digunakan untuk pembangunan dan peningkatan drainase, serta Rp5,1 miliar dialokasikan untuk normalisasi saluran.

“Usulan anggaran untuk tahun 2025 ini dirancang agar penanganan banjir di Batam dapat dilakukan secara efektif dan bertahap, mengingat permasalahan banjir masih menjadi tantangan besar bagi kota ini,” ungkap Wan Taufik.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga Batam dapat diatasi, sehingga tidak lagi menimbulkan kerugian material dan gangguan pada kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan infrastruktur guna menjamin lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Krisis Armada Sampah di Batam, Pjs Wali Kota Batam Janjikan Solusi Lewat APBD 2025

0
truk sampah terguling
Truk sampah terguling saat melintas di Laluan Madani atau Simpang Jam Batam beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kondisi armada sampah di Batam yang semakin buruk mendesak pemerintah untuk segera melakukan peremajaan. Pengadaan armada baru dicanangkan bakal dimasukkan dalam APBD 2025 untuk mengatasi persoalan ini.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Andi Agung menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung pengadaan armada sampah baru di APBD 2025 mendatang. Hal ini disampaikannya mengingat banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi armada sampah yang saat ini dinilai tidak layak.

“Kondisi armada sampah yang beroperasi maupun yang parkir atau tidak beroperasi membutuhkan peremajaan dengan pembelian armada baru,” ujar Andi, Selasa (15/10).

Baca Juga: Penumpukan Sampah di TPS Liar Banyak Terjadi di Sagulung dan Batuaji 

Dia menyoroti kritik yang kerap muncul di media sosial terkait buruknya kondisi armada. Tak sedikit aduan dari masyarakat yang mengeluh mengenai pengangkutan sampah.

“Pengaduan masyarakat soal kelayakan armada perlu menjadi atensi pemerintah. Jangan biarkan masyarakat kecewa dengan kondisi armada yang sudah jauh dari kata layak,” katanya.

Ia mengungkapkan, pembahasan terkait pengadaan armada baru sudah masuk dalam rencana APBD 2025. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk pembelian armada baru.

Andi memastikan akan mengawal anggaran tersebut hingga penandatanganan APBD pada 21 November mendatang. Sehingga pada 2025, Batam dapat memiliki armada baru untuk menggantikan armada yang ada sekarang.

Ia juga menekankan pentingnya armada baru untuk mengoptimalkan kinerja Satgas sampah dan meningkatkan kepuasan masyarakat. Meski begitu, Andi menyadari tantangan yang ada dan berharap solusi dapat ditemukan secara bertahap.

“Karena ini sudah akhir tahun, jadi kalau tidak terkejar tahun ini, kita upayakan tahun depan. Kebutuhan armada baru memang urgent agar pelayanan publik bisa ditingkatkan,” ujar dia. (*)

Reporter: Arjuna

Halangi PJU dan Marka Jalan, Pepohonan di Jalan Ahmad Dahlan Ancam Keselamatan Pengendara

0
IMG 20241015 143254 scaled
Warga saat melintasi Jalan Ahmad Dahlan, Seitemiang. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Pepohonan yang berada di sepanjang row Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang hingga Tanjungriau sudah terlampau rimbun. Pepohonan ini bisa saja mengancam keselamatan pengendara yang melintasi jalan tersebut jika patah atau tumbang dihempas angin dan hujan.

Pantauan di lapangan, kondisi pepohonan ini semakin rimbun. Banyak pohon yang miring karena saking rimbun nya ranting dan dahan pohon. Ketinggian pohon bahkan sudah melebihi tiang lampu sehingga menutup lampu penerangan jalan umum dan marka jalan.

Gantungan kabel listrik juga sudah banyak yang masuk ke celah rimbunnya pepohonan tadi. Beberapa pepohonan bahkan sudah ada yang kering.

Baca Juga: Jalan Ahmad Dahlan Memprihatinkan, Sampah Menumpuk, Pepohonan Terlampau Rimbun Hingga Jalan yang Rusak

Warga pengguna jalan berharap ruas jalan ini diperhatikan. Pepohonan dipangkas untuk pemandangan jalan ataupun keselamatan pengendara.

“Ini sudah seperti jalur utama. Orang kerja, antar anak sekolah pada lewat jalan ini kalau ke Batuaji ataupun sebaliknya ke Tanjungriau. Jalan ini seperti ke pedalaman perkampungan. Tak terurus. Sampah berserakan di pinggir jalan. Lubang dan bergelombang di mana-mana. Pohon juga sudah terlalu rimbun. Ini perlu penataan ulang, ” ujar Ridwan, warga Batuaji yang bekerja di galangan Kapal Tanjungriau.

Ruas jalan yang membentang dari TPU Seitemiang hingga kampung Tanjungriau ini malam hari juga cukup seram. Itu karena tidak semua lampu PJU menyala dan menerangi jalan. Lampu PJU sebagian masih tidak berfungsi. Yang berfungsi pun tidak maksimal menerangi jalan karena tertutup pepohonan yang rimbun tadi.

Lurah Tanjungriau Syamsuddin sebelumnya, mengatakan, penataan ruas jalan Ahmad Dahlan sudah diajukan dalam Musrenbang sebelumnya dan menunggu proses selanjutnya.

“Itu semua sudah ada dalam Musrenbang. Menunggu proses lebih lanjut dari dinas terkait, ” ujar Syamsuddin. (*)

Reporter: Eusebius Sara

‘Bebingah Sang Tansahayu’, Cucu ke-5 Presiden Joko Widodo dari Pasangan Kaesang Pangarep & Erina Gudono

0
Kaesang Pangarep-Erina Gudono. (Instagram @kaesangp)

batampos – Cucu ke-5 Presiden Joko Widodo telah lahir dari pasangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono. Bayi perempuan tersebut dinamai dengan Bebingah Sang Tansahayu.

Seperti cucu presiden yang lain, nama anak dari Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pun mencuri perhatian.

Nama putri pertama Kaesang Pangarep, Bebingah Sang Tansahayu, selain unik juga sarat makna.

Baca juga: Resep Pizza Roti Tawar, Masak Cukup 15 Menit, Cocok untuk Bekal

Dikatakan Kaesang, putrinya yang diberi nama lekat dengan bahasa Jawa itu memiliki makna tertentu.

Kaesang pun menuturkan arti di balik nama Bebingah Sang Tansahayu yang merupakan nama dari bahasa Jawa dan telah dipilih oleh sang istri.

“Bebingah itu yang membuat bahagia. Sang Tansahayu itu dialah yang selalu cantik dalam tutur kata, paras, semuanya lah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (15/10).

Anak bungsu Presiden Joko Widodo itu mengungkap bahwa nama putrinya seluruhnya diberikan oleh Erina.

Baca juga: Tips Bantu Anak Pemalu Jadi Percaya Diri

“Dari bahasa Jawa, yang buat istri saya. Nama semua dari istri saya,” pungkas Kaesang.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep resmi mengumumkan kelahiran anak pertamanya dengan Erina Gundono pada hari ini, Selasa (15/10) di RSU Bunda Jakarta.
Anak yang berjenis kelamin perempuan itu lahir dengan selamat pukul 07.02 WIB.

“Alhamdulillah hari ini tanggal 15 Oktober 2024 telah lahir anak kami saya dengan Rrina dengan selamat dan sehat sekali,” ujar Kaesang kepada wartawan, Selasa (15/10).

“Alhamdulilah semua sehat,” sambungnya.

Anak bungsu Presiden Joko Widodo itu juga mengatakan, ia dengan Erina telah memberi nama pada anak tersebut.

“Namanya Bebingah Sang Tansahayu,” tuturnya. Bebingah, kata Kaesang, lahir dengan bobot berat 3,4 kg dan panjang 50 cm. (*)

Sumber: Jpgroup

DPRD Soroti Ratusan Reklame yang Terbiar Tak Berizin di Tanjungpinang

0
Papan reklame yang berada di simpang empat traffic light batu 6 Kota Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos– DPRD Tanjungpinang menyoroti terkait banyaknya kontruksi papan reklame yang tidak memiliki izin. Sebanyak 222 papan reklame yang tersebar Kota Tanjungpinang, Kepri itu nantinya bakal ditindak oleh DPRD bersama pihak terkait.

Ketua Sementara DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto mengatakan ia akan berkoordinasi dengan komisi terkait, untuk menindaklanjuti terkait ratusan papan reklame yang berdiri kokoh, namun tidak mengantongi izin tersebut.

“Nanti saya perintahkan mereka, untuk turun bersama pihak terkait. Seperti BP2RD dan petugas Satpol PP Tanjungpinang,” kata Agus di Gedung DPRD Tanjungpinang, Senin (14/10).

Ia menegaskan, ratusan reklame tidak berizin itu nantinya akan dieksekusi atau dibongkar oleh Satpol PP Tanjungpinang. Kendati demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

BACA JUGA: Aneh, Kok Bisa 47 Papan Reklame Pemko dan 18 Papan Reklame Pemprov Kepri Berdiri tapi Tak Miliki Izin

“Nanti kita turun bersama Satpol PP (papan reklame) mana saja yang barus ditertibkan. Biasanya yang eksekusi ialah Satpol PP,” ungkapnya.

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tanjungpinang, Yusri menyampaikan, sejauh ini pihaknya hanya baru membongkar 16 papan reklame tidak berizin. Sementara sisanya, masih terbiar berdiri tanpa memiliki izin.

“Yang sudah ditertibkan oleh Satpol PP sebanyak sembilan papan reklame milik Pemko dan tujuh milik swasta,” tambahnya.

Dari 222 papan reklame yang tercatat tidak memiliki izin, 86 diantaranya merupakan milik Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Provinsi Kepri dan instansi vertikal. Sementara reklame milik pihak swasta yang tidak memiliki izin sebanyak 136 unit. (*)

Reporter: M Ismail

 

Nelayan Tradisional di Bintan Mengeluh Penghasilan Menurun Akibat Kapal Pukat Bilis Beroperasi Dekat Kelong Nelayan

0

batampos– Sejumlah nelayan tradisional mengeluhkan penghasilan menurun akibat beroperasinya kapal-kapal pukat bilis di sekitar kelong nelayan di perairan Manjin, Galang Batang, Bintan.

“Iya kemarin kami sempat bertengkar dengan orang dari kapal-kapal pukat bilis karena mereka mencari ikan dengan pukat pas di depan kelong-kelong nelayan,” kata nelayan asal Kawal, Bintan, Sunghuat, dihubungi, Senin (14/10/2024).

Sejumlah kapal pukat bilis yang terekam kamera nelayan saat beroperasi dekat kelong nelayan di perairan Manjin, Galang Batang, Bintan. F.Kiriman Sunghuat untuk Batam Pos.

Dia mengatakan, kalau kapal pukat bilis beroperasi di depan kelong nelayan maka penghasilan nelayan tradisional akan terganggu.

“Kalau mereka beroperasi dekat kelong kita, kita tidak ada hasil. Pernah satu hari kita cuma dapat penghasilan Rp 47 ribu saja,” katanya.

Dia mengatakan, kapal-kapal pukat bilis tersebut berasal dari beberapa daerah di Pulau Bintan seperti dari Desa Kelong dan Sei Enam.

BACA JUGA: Nelayan Kembali Diresahkan Aktivitas Pukat dan Bom Ikan di Perairan Tambelan

Sepengetahuannya, kapal-kapal pukat bilis tersebut diperbolehkan beroperasi di atas 4 mill dari bibir pantai.

“Ini di bawah 1 mill, mereka mencari ikan di dekat kelong nelayan,” katanya.

Dia mengatakan, tidak melarang kapal-kapal pukat bilis beroperasi di perairan Bintan.

Apalagi, katanya, kapal-kapal pukat bilis telah dilengkapi teknologi memadai seperti GPS.

“Mereka bisa tengok radar ikan dimana, jadi mereka tinggal ke sana. Kalau kita nelayan tradisional hanya mengharapkan dari hasil kelong yang sifatnya lebih banyak menunggu,” katanya.

Dia berharap, nelayan dari kapal-kapal pukat bilis bisa saling menghargai satu sama lain, apalagi mereka sama-sama nelayan.

“Janganlah tangkap ikan dengan pukat bilis dekat kelong nelayan,” pungkasnya.

Kadis Perikanan Bintan, Fachrimsyah mengatakan, sampai saat ini belum menerima keluhan dari masyarakat nelayan.

“Kami belum mendapat laporan, tapi silakan sampaikan ke kami,” katanya.

Hanya dia mengatakan, area tangkap nelayan menjadi kewenangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Kita akan koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan soal area tangkap di DKP Provinsi, karena mereka ada bidang pengawasnya. Kita akan lihat titik koordinatnya, setelah itu dilakukan mediasi antara nelayan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Vinilon Group Kembali Raih Penghargaan Superbrands

0
Suherman Sarkawi, Distribution Sales Director Vinilon Group hadir menerima Superbrands Indonesia 2024.
F. VINILON UNTUK BATAM POS

batampos – Vinilon Group perusahaan terkemuka di industri perpipaan di Indonesia, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Superbrands 2024 untuk kategori pipa di acara “Superbrands Gala Award 2024” yang berlangsung Jumat (27/9) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Tahun ini adalah kali ke-8 Vinilon Group meraih penghargaan Superbrands. Penghargaan ini diberikan kepada merek yang telah terbukti memiliki kualitas terbaik, inovasi berkelanjutan, serta komitmen terhadap kepuasan pelanggan. Vinilon Group terpilih karena konsistensinya dalam menghadirkan produk berkualitas tinggi serta inovasi di bidang perpipaan yang telah diakui di pasar nasional dan internasional.

Proses penilaian dilakukan oleh panel ahli independen dan melalui survei langsung kepada konsumen untuk mengevaluasi kualitas, performa, dan keandalan sebuah merek.
Suherman Sarkawi, selaku Distribution Sales Director Vinilon Group, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

“Penghargaan Superbrands 2024 ini menjadi bukti nyata bahwa upaya kami dalam mempertahankan kualitas produk serta pelayanan terbaik kepada konsumen telah diakui. Ini juga merupakan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri perpipaan di Indonesia.” ujarnya.

Vinilon Group yang telah berdiri lebih dari 45 tahun, selalu berkomitmen untuk memberikan produk pipa terbaik dengan teknologi terkini di industri perpipaan. Produk unggulannya, yaitu pipa PVC (Polyvinyl Chloride), PE (Polyethylene), PPR (Polypropylene Random), dan pipa Vinilon KRAH yang dikenal akan daya tahan, fleksibilitas, dan ramah lingkungan.

Selain itu, Vinilon Group juga memiliki jaringan distribusi yang luas, sehingga mampu menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari konstruksi perumahan hingga proyek infrastruktur skala besar dari hulu ke hilir.

Sebagai perusahaan yang selalu berorientasi pada kualitas, Vinilon Group tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada layanan purna jual yang prima, edukasi bagi para profesional di industri konstruksi, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui praktik produksi yang berkelanjutan.

Dengan diraihnya penghargaan ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat kepada Vinilon Group sebagai merek pilihan untuk solusi sistem perpipaan. (*)

Lik Khai Nyatakan Komitmennya Dukung ASLI di Pilwako Batam

0

batampos – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Anggota DPRD Kepri, Lik Khai, berlangsung meriah di Ballroom Aston Pelita Batam, Minggu (13/10) malam.
Acara ini dihadiri berbagai tokoh, termasuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra, yang mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sahabat-sahabat Lik Khai dan Jelvin Tan.

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Batam, Jelvin Tan mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan Amsakar-Li Claudia (ASLI) pada Pilwako Batam mendatang.

“Saya mengajak sahabat-sahabat sekalian, mari kita mengantarkan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia untuk jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Banyak hal-hal krusial yang bisa diselesaikan dengan program-program mereka,” ujarnya.

Sementara, Lik Khai sebagai tuan rumah acara sekaligus Anggota DPRD Kepri, juga menyatakan dukungan penuh bagi pasangan ini, khususnya dari kalangan masyarakat Tionghoa.

“Warga Batam, khususnya orang Tionghoa, siap mendukung Pak Am dan Bu Li Claudia,” kata dia.

Dalam pidatonya, Amsakar menegaskan komitmennya bersama Li Claudia untuk maju di kontestasi Pilwako guna menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Batam. Ia menekankan, pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi prioritas perlu diimbangi dengan pe-ningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Saya harus mengatakan bahwa konsentrasi kami terlalu besar terhadap infrastruktur, padahal ada sisi lain yang harus dikerjakan. Maju dan hebatnya sebuah bangsa bukan dilihat dari infrastrukturnya, melainkan dari IPM-nya,” katanya.

Ia juga menyoroti masalah pendidikan dan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Lalu, ASLI juga tidak memiliki ambisi pribadi dalam pencalonan ini, melainkan ingin memberikan kontribu-si terbaik bagi Batam.

“Ibu Li Claudia sudah selesai dengan urusannya sendiri. Kami hadir di sini untuk membuat kebajikan bagi negeri ini,” kata Amsakar.

“Kenapa harus memilih ASLI? Karena ASLI ini tidak palsu. Kami merupakan kombinasi yang saling melengkapi, satu dari eksekutif dan satu dari legislatif, serta representasi gender. ASLI adalah kombinasi dari arus bawah dan perintah dari atas,” tambah Amsakar. (*/adv)

 

Reporter: Arjuna