Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2798

Gibran Masih Tunggu Arahan Prabowo Soal Pembagian Tugas

0
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memantau uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 270, Jakarta Utara, Rabu (23/10/2024). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

batampos – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengaku masih menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembagian tugas kerja. Pembagian tugas itu rencananya akan dilakukan saat sidang kabinet hari ini, Rabu (23/10).

“Habis ini kan kita sidang kabinet. Kita tunggu arahan dari Pak Presiden Prabowo,” ujar Gibran saat memantau uji coba MBG di SMPN 270, Jakarta Utara.

Meski begitu, menurut Gibran, tugasnya sebagai Wakil Presiden tidak akan jauh berbeda dengan apa yang dikerjakan Wakil Presiden sebelumnya yakni Ma’ruf Amin.

Sebagaimana diketahui, pada Pemerintahan sebelumnya, Ma’ruf Amin ditugasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani kemiskinan, stunting, pemberdayaan eknomi masyarakat hingga penanggulangan bencana.

“Kurang lebih masih sama (dengan Ma’ruf Amin). Tapi sekali lagi kita tunggu arahan berikutnya dari Pak Presiden Prabowo.

Pada kesempatan itu, Gibran juga mengungkapkan alasannya sering ‘blusukan’ mengunjungi berbagai program atau proyek pemerintah, khususnya yang berada di wilayah Jakarta.

Misalnya, di hari pertamanya kerja pada Senin (21/10), Gibran langsung meninjau proyek MRT Jakarta. Lalu pada Selasa (22/10), Gibran meninjau pelaksanaan uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 03 Menteng, pembangunan jalur Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai dan Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC).

Hari ini, Gibran kembali memantau uji coba MBG di SMPN 270, Jakarta Utara. Gaya blusukan ini mirip dengan gaya sang bapak yang juga merupakan Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi itu, Gibran mengatakan, sebagai Wakil Presiden, dirinya merupakan pembantu Presiden. Dirinya hanya ingin memastikan seluruh program maupun proyek dapat berjalan sesuai dengan target yang ada.

“Kita ini pembantunya Presiden. Kita pastikan pembangunan yang ada. Pembangunan yang sudah berjalan, ini bisa tereksekusi dengan baik. Sesuai timeline yang ada,” ucapnya.

Gibran memastikan, akan terus memantau berbagai program maupun proyek ada. Terutama pembangunan yang masuk kedalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Yang jelas kita pastikan lokasi-lokasi ini terutama yang proyek strategis nasional ini bisa berjalan dengan baik. Sebelum diresmikan oleh Pak Presiden Prabowo,” ungkapnya. (*)

Sumber: JP Group

Penimbunan Lahan di Jalan Nipah, Tanjunguban, Dikeluhkan Warga, Satpol PP Turun ke Lokasi

0
Tim gabungan turun ke lokasi penimbunan lahan di jalan Nipah, Tanjunguban, Rabu (23/10/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Penimbunan lahan di jalan Nipah, Tanjunguban, Bintan dikeluhkan warga.

Pasalnya, tanah timbunan yang diangkut truk dari lokasi penimbunan lahan berjatuhan dan mengotori jalan Permaisuri, Tanjunguban.

Keluhan warga ditanggapi tim gabungan terdiri dari Satpol PP Bintan, Dishub Bintan, Camat Bintan Utara, Lurah Tanjunguban Kota serta Polres Bintan dengan turun ke lapangan pada Rabu (23/10/2024).

BACA JUGA: Jalan Rusak dan Berlubang Menuju Pelabuhan Kota Sagara, Tanjunguban Mulai Ditimbun dan Diratakan

“Kita dapat perintah dari Pak Kasatpol PP untuk mengecek kebenarannya dan kita dari tim turun ke lokasi penimbunan lahan,” kata Penyidik PNS pada Satpol PP Bintan, Sumadi.

Dia mengatakan, di lapangan sudah tidak menemukan aktivitas penimbunan lahan di jalan Nipah, Tanjunguban.

“Aktivitas penimbunan lahan sudah tidak ada, cuma kita panggil (pihak penimbun lahan) dan yang bersangkutan datang,” katanya.

Saat itu, dia mengatakan, pihaknya meminta tanah timbunan yang tumpah dan mengotori jalan agar dibersihkan karena telah melanggar Perda nomor 2 tahun 2016 tentang ketertiban umum (Tibum).

Kemudian, tim menemukan pihak penimbun lahan belum membayar pajak sebagaimana diatur dalam Perbup Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan  Kabupaten Bintan.

“Walau sudah tidak ada aktivitas di lokasi, kita tetap meminta mereka membayar pajak,” pungkas dia. (*)

Reporter: Slamet

Di Malaysia Dianggap Kriminal, 32 Pekerja Migran Ilegal Kembali Dideportasi

0
PHOTO 2024 10 23 15 36 59
Sebanyak 32 Pekerja migran  ilegal dideportasi dari Malaysia karena tidak memiliki dokumen. F.Yashinta/Batam Pos

batampos  – Nasib para pekerja migran ilegal asal Indonesia yang bekerja di luar negeri ternyata tidak baik-baik saja. Sebab oleh negara luar mereka dianggap sebagai penjahat atau pembuat kriminal.

Seperti negara Malaysia, yang mengangap pekerja migran ilegal yang tak memiliki dokumen sebagai kriminal. Karena itu, setelah disidang di Malaysia, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dideportasi. Dan ternyata ada ratusan PMI yang menunggu giliran di Malaysia untuk diusir.

Kemarin, sebanyak 32 PMI kembali dideportasi dari Malaysia. Mereka dideportasi dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia menuju pelabuhan Feri Internasional Batamcenter sekitar pukul 15.00 WIB.

Salah satu sumber mengatakan nasib para PMI yang dideportasi sangatlah miris. Sebab sebelum dideportasi, para PMI harus disidang dan mendapat hukuman. Usai menjalani masa hukuman, barulah para PMI di deportasi.

“Saat di pelabuhan Malaysia mereka ini masih dianggap penjahat. Masih dipakaikan borgol. Saat naik kapal ke Indonesia, barulah borgol dilepas,” ujar sumber yang enggan disebut nama.

Sementara, Petugas BP3MI yang bertugas di wilayah Pelabuhan Batamcenter Indra Dwiputra mengatakan jumlah PMI yang dideportasi yakni 32 WNI . Sebanyak 23 orang berjenis kelamin laki-laki dan 9 perempuan.

“Mereka dideportasi, kasusnya sama dengan sebelumnya. Paspor mati, tak memiliki paspor atau dokumen bekerja,” ujar Indra disela kedatangan para PMI.

Menurut dia, modus yang digunakan para PMI ilegal untuk bekerja di Malaysia, diantaranya dengan alasan berkunjung atau wisata. Namun ternyata mereka tinggal dan bekerja di Malaysia tanpa dokumen.

“Kalau melihat syarat dan kelengkapan dokumen, jatuhnya mereka non prosedural atau ilegal,” tegas Indra.

Masih kata Indra, depoertasi para PMI merupakan yang ke lima kalinya di bulan Oktober.  Dimana menurut informasi, juga masih banyak PMI yang menunggu antrean dideportasi.

“Biasanya setiap minggu pasti ada deportasi. Untuk bulan Oktober saja, sudah 5 kali. Paling banyak 88 orang,” sebut Indra.

Masih kata Indra, para PMI nantinya akan dibawa ke Shelter penampungan sementara di kawasan Imperium Batamcenter. Dimana para PMI nantinya akan didata dan dibimbing, sembari menunggu jadwal untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

“Jadi di shelter nantinya akan kami data, permasalahaan mereka seperti apa sehingga bisa dideportasi. Setelah didata, nanti mereka akan dijawalkan pulang. Untuk pemulangan mereka difasilitasi sepenuhnya oleh BP3MI,” jelas Indra. (*)

Reporter: Yashinta

Perbaikan Database Lahan, Sesmenko : Kita Jaga Investasi dengan Kepastian Berusaha

0
sesmenko susiwiyino
Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso

batampos – Dalam rangka menjaga kepastian dan penerapan Good Governance dalam berinvestasi, Badan Pengusahaan Batam sedang melakukan penyempurnaan database dan Land Management System (LSM).

Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso selaku Ketua Dewan Pengawas BP Batam menjelaskan bahwa saat ini BP Batam sedang melakukan penyempurnaan sistem LMS (pengelolaan lahan), terutama terkait dengan database dan proses bisnis alokasi lahan.

Ketua Dewan Pengawas BP Batam menegaskan bahwa tidak ada moratorium pelayanan pertanahan selama penyempurnaan sistem LMS, yang waktunya kebetulan bersamaan dengan Kepala BP Batam Muhammad Rudi menjalani masa cuti.

⁠”tidak ada moratorium pelayanan, namun pengalokasian lahan baru belum dapat dilakukan, karena database tanah sedang dilakukan penyempurnaan terkait kualitas & integritas data.” Kata Susi.

“bahwa tidak benar pemberitaan yang beredar berkaitan dengan adanya moratorium pelayanan pertanahan, yang ada hanya penyempurnaan Database Lahan dan Sistem pengelolaannya.” Terangnya lebih lanjut.

Adapun saat ini pelayanan LMS tetap berjalan, tetapi khusus pelayanan pengalokasian statusnya off karena sedang pemutahiran data base. Sementara layanan lainnnya seperti perpanjangan hak atas tanah, peralihan & perijinan lainnya tetap berjalan normal.

Susiwijono Moegiarso berharap iklim investasi berjalan kondusif dan berpesan untuk dapat menjaga investasi dengan kepastian berusaha.

“Karena kalau dialokasikan sekarang, kemudian ada perbedaan karena perbaikan database, malah menimbulkan ketidakpastian. Kita ingin menjaga iklim investasi ini kondusif salah satunya dengan kepastian terkait pengelolaan tanah”. (*)

Perbaikan Database Lahan, Sesmenko : Kita Jaga Investasi dengan Kepastian Berusaha

0
sesmenko susiwiyino
Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso

batampos – Dalam rangka menjaga kepastian dan penerapan Good Governance dalam berinvestasi, Badan Pengusahaan Batam sedang melakukan penyempurnaan database dan Land Management System (LSM).

Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI Susiwijono Moegiarso selaku Ketua Dewan Pengawas BP Batam menjelaskan bahwa saat ini BP Batam sedang melakukan penyempurnaan sistem LMS (pengelolaan lahan), terutama terkait dengan database dan proses bisnis alokasi lahan.

Ketua Dewan Pengawas BP Batam menegaskan bahwa tidak ada moratorium pelayanan pertanahan selama penyempurnaan sistem LMS, yang waktunya kebetulan bersamaan dengan Kepala BP Batam Muhammad Rudi menjalani masa cuti.

⁠”tidak ada moratorium pelayanan, namun pengalokasian lahan baru belum dapat dilakukan, karena database tanah sedang dilakukan penyempurnaan terkait kualitas & integritas data.” Kata Susi.

“bahwa tidak benar pemberitaan yang beredar berkaitan dengan adanya moratorium pelayanan pertanahan, yang ada hanya penyempurnaan Database Lahan dan Sistem pengelolaannya.” Terangnya lebih lanjut.

Adapun saat ini pelayanan LMS tetap berjalan, tetapi khusus pelayanan pengalokasian statusnya off karena sedang pemutahiran data base. Sementara layanan lainnnya seperti perpanjangan hak atas tanah, peralihan & perijinan lainnya tetap berjalan normal.

Susiwijono Moegiarso berharap iklim investasi berjalan kondusif dan berpesan untuk dapat menjaga investasi dengan kepastian berusaha.

“Karena kalau dialokasikan sekarang, kemudian ada perbedaan karena perbaikan database, malah menimbulkan ketidakpastian. Kita ingin menjaga iklim investasi ini kondusif salah satunya dengan kepastian terkait pengelolaan tanah”. (*)

Ansar Ahmad Pemimpin Kolaboratif yang Didukung Masyarakat dan Gubernur Pendahulu

0

batampos – Cagub Kepri nomor urut 1, Ansar Ahmad semakin dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kolaborasi dan gotong royong untuk kemajuan Kepulauan Riau. Ansar berhasil merangkul seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kepri yang lebih baik dan sejahtera.

Karakter kepemimpinan Ansar yang kolaboratif membuatnya menjadi sosok yang dihormati dan didukung banyak kalangan. Ia mampu mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersatu, dengan visi yang jelas dan komitmen nyata terhadap kemajuan Kepri.

Tokoh Masyarakat Bintan Timur, Abdul Muhadir Ritonga, menyatakan bahwa Ansar adalah figur pemimpin yang tepat untuk membawa perubahan di Kepri. Menurutnya, semangat kolaborasi yang ditunjukkan Ansar menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan wilayah ini.

“Saya lihat Pak Ansar itu tidak membeda-bedakan jika di tengah masyarakat. Dan selalu mengajak masyarakat Kepri, Batam untuk bersama-sama memajukan wilayahnya,” kata Abdul, Rabu (23/10/2024).

Abdul juga menambahkan bahwa selama masa kampanye, Ansar selalu mengedepankan pentingnya gotong royong dalam membangun Kepri. Ia tidak hanya memamerkan capaian, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan.

“Di setiap agenda kampanyenya, Pak Ansar itu pemimpin yang mengutamakan gotong royong bersama masyarakat,” lanjutnya.

Kepemimpinan kolaboratif Ansar tercermin dalam berbagai proyek infrastruktur yang sukses diwujudkan. Dari penuntasan pembangunan Jembatan Sanur hingga pembangunan Balai Latihan Kerja, semua dirancang untuk kepentingan masyarakat luas.

Kerja nyata dan pendekatan gotong royong ini membuat Ansar Ahmad terus mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat. Abdul menyatakan bahwa masyarakat Bintan dan sekitarnya solid dalam mendukung Ansar untuk satu periode lagi sebagai gubernur Kepri.

“Kini masyarakat Bintan sudah solid mendukung Pak Ansar untuk satu periode lagi,” ujar Abdul.

Dukungan yang semakin menguat ini juga tidak terlepas dari pengakuan dan apresiasi dari para gubernur pendahulu. Mereka menilai Ansar sebagai sosok yang mampu melanjutkan dan meningkatkan program-program pembangunan, dengan pendekatan kolaboratif yang efektif. (*/adv)

Ekonomi Maju Pesat, Ansar Ahmad Diinginkan Lanjut Pimpin Kepri

0
Ansar Ahmad menyalami pendukungnya .

batampos – Calon Gubernur (cagub) Kepualaun Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad pemimpin yang mampu membawa perubahan besar bagi Kepulauan Riau. Program-program ekonomi yang dijalankan Ansar sukses melesatkan pertumbuhan ekonomi Kepri, menjadikannya sosok yang diharapkan bisa melanjutkan kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Tokoh Masyarakat Tanjungpinang, Aditya Harrizal, menyebutkan bahwa Ansar adalah pemimpin yang telah memberikan bukti nyata dalam membangun dan memajukan Kepri. Menurutnya, Ansar adalah figur yang pantas untuk terus memimpin dan memperkuat ekonomi daerah ini di masa mendatang.

“Kami menilai Pak Ansar pemimpin kompeten karena dia telah berhasil memajukan Kepri, terutama dalam sektor ekonomi,” kata Aditya, Rabu (23/10/2024).

Ansar telah terbukti kompeten dan berhasil mengangkat perekonomian Kepri dari tantangan besar. Ia tidak hanya memfokuskan diri pada pembangunan, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selama menjabat sebagai gubernur periode 2021-2024, Ansar Ahmad mencatat banyak pencapaian positif yang mengangkat perekonomian Kepri. Dalam waktu yang terbilang singkat, ia berhasil membawa berbagai perubahan signifikan.

Salah satu capaian terbesar Ansar adalah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri dari minus 3,80 persen pada 2020 menjadi 5,20 persen. Pertumbuhan ini menjadikan Kepri sebagai salah satu wilayah dengan ekonomi terkuat di Sumatera.

Tak hanya itu, Ansar juga mencatat prestasi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kepri. Di bawah kepemimpinannya, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,69 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 9,36 persen. Ini merupakan pencapaian bersejarah bagi Kepri.

Aditya menambahkan bahwa melihat hasil nyata yang dicapai Ansar, dirinya yakin Kepri akan terus tumbuh dan lebih sejahtera di masa depan. Ia menegaskan bahwa Ansar adalah sosok pemimpin yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Kepri selama satu periode lagi.

“Semoga Kepri bisa terus berkembang di tangan Pak Ansar,” ujar Aditya dengan penuh harapan.

Dengan dukungan yang semakin menguat dari masyarakat, Ansar Ahmad diyakini mampu membawa Kepulauan Riau menjadi lebih maju dan sejahtera. Program-program ekonominya yang berhasil telah membuktikan komitmen dan kompetensinya sebagai pemimpin yang dibutuhkan Kepri saat ini. (*/adv)

Program Kepri Terang Sukses, Ansar Ahmad Raih Dukungan Besar Masyarakat Batam

0

batampos – Calon Gubernur (cagub) Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad kembali membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau. Program Kepri Terang yang diinisiasinya terbukti sukses membawa kemakmuran dan manfaat besar bagi masyarakat di seluruh Batam dan wilayah Kepri lainnya.

Sebagai calon gubernur nomor urut 1, Ansar Ahmad dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi. Melalui berbagai program pro rakyat, termasuk Kepri Terang, Ansar mampu menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga Kepri.

Tokoh Masyarakat Batam, Muhammad Yani, menyebut Ansar sebagai pemimpin yang telah berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Menurutnya, program Kepri Terang adalah salah satu bukti nyata keberhasilan Ansar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di pulau-pulau kecil.

“Program-program Pak Ansar hampir semuanya terlaksana dengan baik, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau kecil, termasuk program Kepri Terang,” kata Yani, Rabu (23/10/2024).

Bagi masyarakat Kepri, Ansar Ahmad adalah pemimpin yang membawa perubahan nyata. Berkat berbagai inisiatif unggulan yang dijalankannya, dukungan untuk Ansar terus menguat, terutama dari masyarakat Batam.

Salah satu program yang menonjol adalah Kepri Terang, yang telah memberikan bantuan pemasangan listrik baru secara gratis kepada 13.148 rumah tangga berpenghasilan rendah. Program ini dilaksanakan sejak 2021 hingga 2023 dengan tujuan meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh Kepulauan Riau.

Selain Kepri Terang, Ansar juga mencanangkan program Nelayan Terlindungi, yang memberikan jaminan perlindungan kepada 31.556 nelayan dari tahun 2022 hingga 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja para nelayan yang berjuang mencari nafkah di laut.

Pencapaian besar ini membuat masyarakat semakin percaya bahwa kepemimpinan Ansar perlu dilanjutkan. Muhammad Yani menyatakan keyakinannya bahwa program-program Ansar harus diteruskan di periode mendatang agar Kepri semakin maju dan sejahtera.

“Mudah-mudahan, dengan doa dan usaha kita semua, Pak Ansar bisa melanjutkan pembangunan Kepri,” ujar Yani dengan penuh harapan.

Dengan program-program pro rakyat yang terbukti sukses, Ansar Ahmad mendapatkan dukungan yang semakin kuat. Masyarakat Batam dan Kepulauan Riau berharap kepemimpinannya dapat terus membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan seluruh wilayah. (*/adv)

Sidang Sabu 35 Kg, 2 Polisi Penangkap yang Juga Terjerat Kasus Narkoba Jadi Saksi

0
image1 4
Sidang perkara narkotika sebanyak 35 kg yang melibatkan 3 terdakwa, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (23/10). F.Yashinta/Batam Pos

batampos – Sidang dugaan tindak pidana perkara narkotika sebanyak 35 kilogram yang melibatkan Ade, serta Efendi dan Nely, pasangan suami istri bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (23/10). Agenda persidangan adalah dua saksi polisi penangkap, yang saat ini juga terjerat kasus narkotika karena menyalahgunakan barang bukti sabu.

Proses persidangan mendengar keterangan dua saksi polisi itu berlangsung secara online atau virtual, dikarenakan keduanya tengah menjalani tahanan di Rutan Polda Kepri. Kedua saksi itu yakni Wan Rahman dan Aryanto.

Dalam keterangannya, saksi polisi Wan Rahman menjelaskan penangkapan para terdakwa berawal dari informasi masyarakat, akan adanya transaksi narkotika dalam jumlah besar. Yang kemudian informasi itu ditelusuri dan mendapatkan pasangan suami yang akan melakukan transaksi narkotika.

“Kami mendapatkan pasangan suami istri ini di Pelabuhan Nongsa Pura hendak menjemput barang. Sebenarnya yang menjemput saudara Efendi, namun kami menemukan uang pada istri Efendi, yakni saudara Nely,” ujar Wan Rahman berdampingan dengan Ary secara online

Menurut Wan Rahman, terdakwa Efendi dijanjikan upah Rp 150 juta oleh seseorang. Tugasnya, yakni menjemput dan mengantar sabu itu ke Jakarta. Di jakarta, barang bukti sabu 35 kg itu akan dijemput oleh Ade.

“Karena itu, kami lakukan pengembangan sampai Jakarta. Saat melakukan transaksi di Jakarta, barulah kami menangkap Ade,” ungkap Wan lagi.

Masih kata saksi Wan, para terdakwa diduga menjadi sindikat narkotika internasional. Karena barang bukti sabu berasal dari luarnegeri.

“Diduga mereka sindikat narkoba internasional, makanya kami lakukan pengembangan,” jelas Wan.

Keterangan saksi polisi dibenarkan oleh para terdakwa. Namun salah satu terdakwa Ade, mengaku hanya diupah Rp 10 juta untuk mengambil sabu. Ia yang bekerja sehari-hari sebagai sales makanan tergiur uang tersebut karena butuh dana untuk operasi kaki sang kakak.

“Saya cuma diminta ambil 1 kg, tapi di TKP ada satu tas yang ternyata berisi 35 kantong. Ya saya bawa semua, kemudian saya ditanhkap,” ujar Ade.

Sementara pasangan suami istri, Efendi dan Nely mengaku dijanjikan uang Rp 150 juta untuk menjemput dan membawa sabu. Namun upah tersebut belum diterima.

“Untuk upah yang dijanjikan belum ada. Kami baru menerima uang operasional. Istri saya hanya ikut-ikutan saya,” ujar Efendi.

Usai mendengar keterangan terdakwa, sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda tuntutan dari jaksa.

Diketahui, pasangan suami istri Efendi dan Nely serta Ade dijerat dengan UU narkotika karena membawa 35 kg sabu. Ketiganya pun terancam pidana mati. (*)

Reporter: Yashinta

Rumah Singgah Ansar Ahmad Bantu Rakyat Berobat, Dukungan Masyarakat Karimun Menguat

0
Ansar Ahmad bersama pendukungnya.

batampos – Calon gubernur (cagub) nomor urut 1, Ansar Ahmad semakin dikenal sebagai pemimpin yang peduli dan nyata dalam membantu masyarakat Kepulauan Riau. Program Rumah Singgah yang dijalankannya terbukti berdampak besar, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan warga yang harus berobat ke luar daerah. Dukungan masyarakat terhadap Ansar pun semakin menguat, terutama di wilayah Karimun.

Ansar menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan layanan yang mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat. Program Rumah Singgah menjadi salah satu bukti konkret dari upaya Ansar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kepri.

Tokoh masyarakat Kecamatan Tebing, Karimun, Ulman Pardamaian Silaen, mengungkapkan bahwa program Rumah Singgah telah memberikan manfaat besar bagi keluarganya. Ia mengakui betapa fasilitas tersebut sangat membantu ketika salah satu anggota keluarganya harus mendapatkan perawatan medis.

“Kami rasakan sendiri program Pak Ansar itu sangat nyata dari mulai pendidikan, kesehatan, seperti Rumah Singgah di ibu kota itu. Saudara saya sudah menikmati fasilitas Rumah Singgah selama satu bulan dan betul-betul membantu masyarakat Kepri,” kata Ulman.

Ulman menjelaskan bahwa keberadaan Rumah Singgah sangat membantu, khususnya bagi masyarakat dari pulau-pulau terluar yang membutuhkan tempat tinggal saat harus berobat di kota besar. Kehadiran fasilitas ini memberikan kemudahan dan rasa aman bagi warga yang harus menjalani perawatan.

“Kemudian ditambah lagi rumah singgah yang ada di Batam dan dari masyarakat di pulau-pulau terluar itu sangat membantu sekali,” ujarnya.

Selain keberhasilan program Rumah Singgah, Ansar Ahmad juga fokus pada pengembangan infrastruktur lain yang berdampak besar bagi ekonomi daerah. Salah satu proyek yang sedang dikebut adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan, yang kini telah memasuki tahap akhir soil investigation.

Program-program nyata yang diinisiasi oleh Ansar mendapatkan apresiasi dan dukungan luas dari masyarakat Karimun. Ulman menegaskan bahwa masyarakat berharap Ansar dapat melanjutkan masa kepemimpinannya agar pembangunan yang sudah berjalan bisa diteruskan dan ditingkatkan.

“Jadi masyarakat Tebing dan Karimun ingin Pak Ansar satu periode lagi dan melanjutkan program yang sudah ada serta menambah program yang lebih bagus untuk Kepri lebih maju ke depannya,” kata Ulman dengan penuh keyakinan.

Dukungan yang terus mengalir menunjukkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap kepemimpinan Ansar Ahmad. Dengan program pro rakyat seperti Rumah Singgah, Ansar tidak hanya membawa solusi nyata, tetapi juga harapan bagi kemajuan Kepulauan Riau. (*/adv)