batampos – Calon Gubernur (cagub) Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, Ansar Ahmad kembali membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau. Program Kepri Terang yang diinisiasinya terbukti sukses membawa kemakmuran dan manfaat besar bagi masyarakat di seluruh Batam dan wilayah Kepri lainnya.
Sebagai calon gubernur nomor urut 1, Ansar Ahmad dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi. Melalui berbagai program pro rakyat, termasuk Kepri Terang, Ansar mampu menunjukkan komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas hidup warga Kepri.
Tokoh Masyarakat Batam, Muhammad Yani, menyebut Ansar sebagai pemimpin yang telah berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Menurutnya, program Kepri Terang adalah salah satu bukti nyata keberhasilan Ansar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat di pulau-pulau kecil.
“Program-program Pak Ansar hampir semuanya terlaksana dengan baik, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau kecil, termasuk program Kepri Terang,” kata Yani, Rabu (23/10/2024).
Bagi masyarakat Kepri, Ansar Ahmad adalah pemimpin yang membawa perubahan nyata. Berkat berbagai inisiatif unggulan yang dijalankannya, dukungan untuk Ansar terus menguat, terutama dari masyarakat Batam.
Salah satu program yang menonjol adalah Kepri Terang, yang telah memberikan bantuan pemasangan listrik baru secara gratis kepada 13.148 rumah tangga berpenghasilan rendah. Program ini dilaksanakan sejak 2021 hingga 2023 dengan tujuan meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh Kepulauan Riau.
Selain Kepri Terang, Ansar juga mencanangkan program Nelayan Terlindungi, yang memberikan jaminan perlindungan kepada 31.556 nelayan dari tahun 2022 hingga 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja para nelayan yang berjuang mencari nafkah di laut.
Pencapaian besar ini membuat masyarakat semakin percaya bahwa kepemimpinan Ansar perlu dilanjutkan. Muhammad Yani menyatakan keyakinannya bahwa program-program Ansar harus diteruskan di periode mendatang agar Kepri semakin maju dan sejahtera.
“Mudah-mudahan, dengan doa dan usaha kita semua, Pak Ansar bisa melanjutkan pembangunan Kepri,” ujar Yani dengan penuh harapan.
Dengan program-program pro rakyat yang terbukti sukses, Ansar Ahmad mendapatkan dukungan yang semakin kuat. Masyarakat Batam dan Kepulauan Riau berharap kepemimpinannya dapat terus membawa perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan seluruh wilayah. (*/adv)
Sidang perkara narkotika sebanyak 35 kg yang melibatkan 3 terdakwa, dua di antaranya merupakan pasangan suami istri di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (23/10). F.Yashinta/Batam Pos
batampos – Sidang dugaan tindak pidana perkara narkotika sebanyak 35 kilogram yang melibatkan Ade, serta Efendi dan Nely, pasangan suami istri bergulir di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (23/10). Agenda persidangan adalah dua saksi polisi penangkap, yang saat ini juga terjerat kasus narkotika karena menyalahgunakan barang bukti sabu.
Proses persidangan mendengar keterangan dua saksi polisi itu berlangsung secara online atau virtual, dikarenakan keduanya tengah menjalani tahanan di Rutan Polda Kepri. Kedua saksi itu yakni Wan Rahman dan Aryanto.
Dalam keterangannya, saksi polisi Wan Rahman menjelaskan penangkapan para terdakwa berawal dari informasi masyarakat, akan adanya transaksi narkotika dalam jumlah besar. Yang kemudian informasi itu ditelusuri dan mendapatkan pasangan suami yang akan melakukan transaksi narkotika.
“Kami mendapatkan pasangan suami istri ini di Pelabuhan Nongsa Pura hendak menjemput barang. Sebenarnya yang menjemput saudara Efendi, namun kami menemukan uang pada istri Efendi, yakni saudara Nely,” ujar Wan Rahman berdampingan dengan Ary secara online
Menurut Wan Rahman, terdakwa Efendi dijanjikan upah Rp 150 juta oleh seseorang. Tugasnya, yakni menjemput dan mengantar sabu itu ke Jakarta. Di jakarta, barang bukti sabu 35 kg itu akan dijemput oleh Ade.
“Karena itu, kami lakukan pengembangan sampai Jakarta. Saat melakukan transaksi di Jakarta, barulah kami menangkap Ade,” ungkap Wan lagi.
Masih kata saksi Wan, para terdakwa diduga menjadi sindikat narkotika internasional. Karena barang bukti sabu berasal dari luarnegeri.
Keterangan saksi polisi dibenarkan oleh para terdakwa. Namun salah satu terdakwa Ade, mengaku hanya diupah Rp 10 juta untuk mengambil sabu. Ia yang bekerja sehari-hari sebagai sales makanan tergiur uang tersebut karena butuh dana untuk operasi kaki sang kakak.
“Saya cuma diminta ambil 1 kg, tapi di TKP ada satu tas yang ternyata berisi 35 kantong. Ya saya bawa semua, kemudian saya ditanhkap,” ujar Ade.
Sementara pasangan suami istri, Efendi dan Nely mengaku dijanjikan uang Rp 150 juta untuk menjemput dan membawa sabu. Namun upah tersebut belum diterima.
“Untuk upah yang dijanjikan belum ada. Kami baru menerima uang operasional. Istri saya hanya ikut-ikutan saya,” ujar Efendi.
Usai mendengar keterangan terdakwa, sidang ditunda hingga minggu depan dengan agenda tuntutan dari jaksa.
Diketahui, pasangan suami istri Efendi dan Nely serta Ade dijerat dengan UU narkotika karena membawa 35 kg sabu. Ketiganya pun terancam pidana mati. (*)
batampos – Calon gubernur (cagub) nomor urut 1, Ansar Ahmad semakin dikenal sebagai pemimpin yang peduli dan nyata dalam membantu masyarakat Kepulauan Riau. Program Rumah Singgah yang dijalankannya terbukti berdampak besar, terutama dalam memfasilitasi kebutuhan warga yang harus berobat ke luar daerah. Dukungan masyarakat terhadap Ansar pun semakin menguat, terutama di wilayah Karimun.
Ansar menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan layanan yang mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat. Program Rumah Singgah menjadi salah satu bukti konkret dari upaya Ansar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kepri.
Tokoh masyarakat Kecamatan Tebing, Karimun, Ulman Pardamaian Silaen, mengungkapkan bahwa program Rumah Singgah telah memberikan manfaat besar bagi keluarganya. Ia mengakui betapa fasilitas tersebut sangat membantu ketika salah satu anggota keluarganya harus mendapatkan perawatan medis.
“Kami rasakan sendiri program Pak Ansar itu sangat nyata dari mulai pendidikan, kesehatan, seperti Rumah Singgah di ibu kota itu. Saudara saya sudah menikmati fasilitas Rumah Singgah selama satu bulan dan betul-betul membantu masyarakat Kepri,” kata Ulman.
Ulman menjelaskan bahwa keberadaan Rumah Singgah sangat membantu, khususnya bagi masyarakat dari pulau-pulau terluar yang membutuhkan tempat tinggal saat harus berobat di kota besar. Kehadiran fasilitas ini memberikan kemudahan dan rasa aman bagi warga yang harus menjalani perawatan.
“Kemudian ditambah lagi rumah singgah yang ada di Batam dan dari masyarakat di pulau-pulau terluar itu sangat membantu sekali,” ujarnya.
Selain keberhasilan program Rumah Singgah, Ansar Ahmad juga fokus pada pengembangan infrastruktur lain yang berdampak besar bagi ekonomi daerah. Salah satu proyek yang sedang dikebut adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan, yang kini telah memasuki tahap akhir soil investigation.
Program-program nyata yang diinisiasi oleh Ansar mendapatkan apresiasi dan dukungan luas dari masyarakat Karimun. Ulman menegaskan bahwa masyarakat berharap Ansar dapat melanjutkan masa kepemimpinannya agar pembangunan yang sudah berjalan bisa diteruskan dan ditingkatkan.
“Jadi masyarakat Tebing dan Karimun ingin Pak Ansar satu periode lagi dan melanjutkan program yang sudah ada serta menambah program yang lebih bagus untuk Kepri lebih maju ke depannya,” kata Ulman dengan penuh keyakinan.
Dukungan yang terus mengalir menunjukkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap kepemimpinan Ansar Ahmad. Dengan program pro rakyat seperti Rumah Singgah, Ansar tidak hanya membawa solusi nyata, tetapi juga harapan bagi kemajuan Kepulauan Riau. (*/adv)
batampos – Pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura, semakin menunjukkan kekompakan dan kompetensinya dalam memajukan Kepri. Didukung penuh oleh Prabowo Subianto, duet ini mampu menyinergikan program-program pemerintah pusat hingga daerah, membawa Kepri ke arah kemajuan yang lebih besar.
“Amanah ini disampaikan langsung kepada saya. Dan Pak Ansar sudah familiar di mata Pak Prabowo juga masyarakat Kepri. Kepri butuh Pak Ansar dan saya mendapatkan amanah mendampinginya di periode selanjutnya, agar koordinasi sampai konsolidasi pemda dengan pemerintah pusat bisa berjalan seirama,” kata Nyanyang, Senin (21/10/2024).
Ansar-Nyanyang memiliki kapasitas yang kuat untuk menyelaraskan berbagai program demi kemajuan daerah. Dedikasi mereka untuk membangun Kepri terlihat dari komitmen yang terus diperkuat, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan.
Salah satu program besar yang akan dilanjutkan oleh Ansar-Nyanyang adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Proyek ini diyakini akan menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi di Kepulauan Riau.
“Jembatan Batam-Bintan adalah mimpi kita bersama. Ini sudah dicanangkan dari zaman Pak Ismeth Abdullah sebagai gubernur Kepri pertama dan sekarang di masa Pak Ansar baru kita seriusin lagi,” ungkap Nyanyang.
Tidak hanya di sektor infrastruktur, Ansar telah banyak melakukan perubahan nyata di Kepri melalui program-program pro rakyat yang berdampak positif. Kepercayaan masyarakat terus meningkat karena banyak program yang sudah dirasakan manfaatnya.
Salah satu program yang akan terus diperkuat oleh Ansar-Nyanyang adalah SPP gratis untuk siswa dan BPJS kesehatan bagi nelayan. Ke depan, mereka berencana memperluas cakupan penerima BPJS hingga mencakup tukang ojek, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Nyanyang menegaskan bahwa mereka telah merancang banyak kebijakan yang fokus pada kepentingan rakyat. Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, Ansar-Nyanyang akan mampu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kepri lebih baik di periode mendatang.
“Semua butuh proses dan kita tidak boleh putus asa. Mimpi kita bersama ini harus sama-sama kita wujudkan. Saya yakin tidak ada satupun masyarakat Kepri yang tidak ingin Kepri lebih maju dan berkembang,” tutup Nyanyang.
Dukungan dari Prabowo Subianto menjadi dorongan kuat bagi Ansar-Nyanyang untuk melanjutkan program-program unggulan dan membawa perubahan signifikan di Kepulauan Riau. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, mereka siap menjadikan Kepri lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. (*/adv)
batampos – Komisi Yudisial (KY) mengaku sudah menerima informasi adanya dugaan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga orang hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga hakim PN Surabaya itu terjaring operasi senyap Kejaksaan Agung (Kejagung).
Juru bicara KY Mukti Fajar Nur Dewata menyatakan, pihaknya tengah menelusuri informasi dugaan OTT terhadap tiga hakim di PN Surabaya.
“KY telah menerima informasi terkait adanya tiga hakim PN Surabaya yang terjaring OTT oleh Kejaksaan Agung dan KY masih menelusuri kebenaran berita tersebut,” kata Mukti kepada JawaPos.com, Rabu (23/10).
Anggota KY itu memastikan, pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah Kejaksaan Agung memberikan informasi rinci terkait OTT terhadap pihak-pihak di lingkungan PN Surabaya.
“KY akan menyampaikan statemen resmi setelah memperoleh detail OTT tersebut,” tegas Mukti.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 3 hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ditangkap dalam OTT itu.
“Betul (ada penangkapan),” ucap Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, Rabu (23/10).
Pihak yang terkena OTT ini diduga hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap terdakwa Gregorius Ronald Tannur (GRT) dalam perkara pembunuhan Dini Sera Afrianti. Namun, Febrie belum merespon lebih jauh mengenai hal itu. “Terkait Tanur sore ada keterangan dari Kapuspenkum,” jelas Febrie.
Seperti diketahui, pada akhir Juli lalu, Ronald Tannur yang merupakan anak anggota DPR saat itu, menjalani sidang vonis. Oleh hakim PN Surabaya, Ronald Tannur divonis bebas.
Majelis hakim yang menangani perkara tersebut terdiri dari tiga orang. Mereka adalah Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo.
Putusan itu menjadi kontroversial karena rekaman CCTV dan reka adegan menunjukkan Ronald Tannur sengaja melindas Dini Sera Afrianti. (*)
Kapal Tanker MT AL Derwazah diduga dirampok di perairan Batuampar Kota Batam Provinsi Kepri. (Foto: KPLP Tanjung Uban)
batampos – Kapal super tanker berbendera Kuwait, MT Al Derwazah diduga disatroni perampok Rabu (23/10) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Perampokan ini terjadi saat kapal melintas di Perairan Batuampar.
Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Trisno Eko Santoso mengatakan pihaknya mengetahui dugaan perampokan ini dari laporan Vessel Traffic Service (VTS) Batam.
“VTS ini menginfokan kemana-kemana, dan masuk juga ke kita (Polairud Polda Kepri). Dan kita bergerak ke lokasi yang disampaikan,” ujarnya.
Dari pemeriksaan polisi, perampokan tersebut dialami oleh chief engineer saat kapal tengah berlayar dengan kecepatan lambat. Korban mengaku disekap menggunakan tali tepatnya di kamar mesin.
“Saat kita sampai, talinya (pengikat korban) sudah terbuka, korban tidak terikat. Tidak ada pengancaman, maupun luka-luka,” katanya.
Kepada petugas, korban mengaku dirampok oleh seorang pria. Dalam aksinya, pelaku menggasak ponsel korban.
“Korban menolak membuat laporan, dan kita mau cek CCTv juga katanya tidak ada. Menolak semuanya, kan ini aneh,” ungkapnya.
Trisno mengaku belum bisa menyimpulkan laporan ini merupakan perampokan. Sebab, pihaknya hanya diberikan bukti oleh korban berupa tali.
“Belum bisa kita pastikan, kita tidak boleh memaksa juga. Kapal sudah melanjutkan perjalanan menuju Cina,” tutupnya. (*)
batampos – Tidak tersedianya lapangan pekerjaan di kampung halaman, membuat Ade Dahil (26) pemuda asal Sedanau, Kabupaten Anambas rela mengarungi lautan selama belasan jam menuju Tarempa, Anambas untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Kepada batampos, Ade mengatakan ia berangkat ke Tarempa secara beramai-ramai dengan rekannya sesama dari Natuna menggunakan KM Bukit Raya.
“Saya sudah seminggu disini dari Sedanau. Pakai KM Bukit Raya. Ramai dengan kawan-kawan lainlah,” kata Ade Dahil Ade Dahil usai mengikuti tes SKD, Selasa, (22/10).
Ade memilih datang lebih awal di Tarempa karena tidak adanya transportasi rutin yang tersedia.
“Tak apa nunggu lama disini (Tarempa). Karena kapal susah. Selama nunggu tes, saya tinggal dirumah saudara,” sebut Ade.
Ia mengeluhkan susahnya mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah. Ia yang berlatar belakang apoteker ini terpaksa mengikuti tes CPNS di Anambas untuk mencapai keinginannya menjadi abdi negara.
“Cari kerja susah bang, apalagi di Natuna. Ada pembukaan CPNS senang, cuma formasi apoteker tidak ada di sana. Ya terpaksa ambil di Anambas,” ujar Ade.
Saat proses pendaftaran, Ade harus berjuang diketerbatasan sinyal. Sebab, Sedanau mengalami gangguan pada jaringan internet.
“Memang butuh perjuangan, awal pendaftaran susah, selalu gagal. Tapi alhamdulillah berhasil dan lulus administrasi,” ucap Ade yang baru pertama kali ikut seleksi CPNS ini.
Sambil menunggu panggilan tes, Ade merasa deg-degan karena ini merupakan pengalaman pertama.
“Deg-degan, tapi sudah belajar. Sebelum daftar saya sudah siapkan diri. Cuma pengalaman pertama ya begini. Semoga dapat hasil yang baik lah,” pungkas Ade. (*)
Petugas menggiring ND, tekong yang menyelundupkan sabu dan senpi di Mako Lantamal IV Batam, Batuampar, Rabu (23/10) pagi. F.Yofi Yuhendri/Batam Pos
batampos – Tim Gabungan TNI AL, Polri, BNN, dan Bea Cukai Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 10,3 kg narkotika jenis sabu di Perairan Barat Pulau Takong lyu, Tanjung Balai Karimun. Barang haram ini dibawa pelaku, ND, 49, menggunakan speeeboat dari Malaysia.
Selain pelaku dan sabu, petugas turut mengamankan 1 unit senjata api (senpi) laras pendek jenis blank gun dan 46 butir amunisi yang disimpan di dalam kantong plastik.
Panglima Koarmada 1, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi mengatakan penyelundupan ini digagalkan pada Minggu (20/10) malam oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR).
Saat itu, Tim mendapat informasi bahwa akan ada transaksi sabu dari Malavsia menuju Karimun dengan menggunakan speedboat bermesin Yamaha 85 PK.
“Pengungkapan ini hasil kolaborasi dengan Tim Gabungan,” ujarnya yang didampingi Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah di Mako Lantamal IV Batam, Batuampar, Rabu (23/10) pagi.
Penangkapan ini berlangsung dramatis. Pelaku sempat malarikan diri dan menabrak speedboatnya ke kapal petugas. Akibatnya, speedboat pelaku kandas dan tenggelam.
“Waktu penyergapan sesuai Protap Kamla. Kita memberikan tembakan peringatan, apabila membahayakan bisa kita menembak,” katanya.
Dari kapal yang kandas, petugas mendapati 2 tas yang berisikan sabu. Barang haram ini dibungkus ke dalam 10 plastik transparan bertuliskan merk kemasan kopi.
“Untuk senpi ini dibawa dari Malaysia juga. Tapi (peruntukannya) belum bisa dipastikan, nanti dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya
Kepada petugas, pelaku mengaku warga Tanjung Balai Karimun dan barang haram itu akan diserahkan ke seorang pria di Karimun. Untuk membawa sabu tersebut ia diupah Rp 30 juta perkilogramnya.
“Perginya (ke Malaysia) pelaku membawa PMI ilegal dengan upah Rp 3 juta, dan pulangnya membawa sabu,” ungkapnya.
Sementara Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah mengatakan pengungkapan ini merupakan bukti nyata kerjasama antara instansi yang berjalan efektif.
“Kita berkomitmen menjaga kedaulatan negara serta melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Ia berharap kerjasama antara instansi ini akan semakin solid. Sehingga, seluruh barang haram yang masuk melalui Kepri dapat dicegah dan menyelematkan generasi penerus bangsa.
“Kita harus jaga bangsa kita. Dimulai dari Kepri yang meruoakan wilayah perbatasan dan gerbang masuknya narkotika di Indonesia,” tutupnya. (*)
Yandri Susanto di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
batampos – Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan imbauan kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih terkait penggunaan kop surat Kementerian. Para Menteri diminta lebih hati-hati dalam menggunakan kop surat Kementerian.
Hal itu buntut dugaan penggunaan kop surat untuk kepentingan pribadi yang dilakukan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Penggunaan kop surat itu viral dan mendapat kritikan dari mantan menkopolhukam Mahfud MD.
“Imbauan untuk semua menteri di kabinet merah putih,” kata Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10).
Budi menyatakan, para pembantu Presiden Prabowo Subianto harus bersama-sama menjaga kepercayaan publik. “Iya, kita harus siaga bersama. Kepercayaan publik yang besar ini harus kita jaga bersama ya,” ucap Budi.
Menurut dia, imbauan itu disampaikan melalui WhatsApp Grup pada jajaran menteri KabinetMerah Putih. “WhatsApp, di WhatsApp Group,” ungkap Budi.
Lebih lanjut, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini mengamini bahwa para menteri harus berhati-hati dalam bekerja. Sehingga diharapkan lembaga kementerian tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“Semuanya diingatkan untuk kita hati-hati dalam lakukan langkah-langkah, terutama yang menyangkut kepentingan pribadi, keluarga, jangan terlena. Jangan digunakan kementerian ini untuk kepentingan pribadi dan keluarga,” tegas Budi.
Berdasarkan pesan yang tersebar di kalangan wartawan, terdapat dua poin yang diingatkan Seskab kepada para menteri.
Pertama, para menteri diharapkan berhati-hati dalam membuat surat atas nama/kop/stempel kementerian dan tanda tangan Menteri, khususnya terkait acara pribadi. Dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi polemik di masyarakat.
Kedua, para menteri diharapkan untuk menekankan kepada bagian humas atau media setiap kementerian untuk lebih berhati-hati. Sehingga mencegah peretasan atau pengambilan website atau media sosial resmi di kementerian masing-masing. (*)
Kisah-kisah inspiratif dari orang yang lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan, sering kali memberikan pelajaran hidup berharga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. Salah satunya adalah kisah Saniar, seorang nenek tangguh berusia 82 tahun yang memperlihatkan ketekunan dan kemandirian hingga menunjukkan rasa syukur.
***
Saniar (82 tahun) saat menjajakan dagangan berupa es jeli dan kue serabi menggunakan kereta bayi di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos
Ba’da Zuhur, cuaca terik dengan hawa panas yang cukup menyengat, menghiasi suasana siang itu. Matahari pun memancarkan sinarnya menerangi kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.
Di kawasan itu, sejumlah warga tampak sibuk menjalankan aktivitas masing-masing. Ada yang berjualan di pertokoan, sebagian lagi tengah istirahat siang di kedai kopi. Sementara pengendara lalu lalang memadati ruas jalan raya.
Namun di tepi jalan raya, tampak pemandangan luar biasa dan unik yang hampir setiap hari sering terlihat. Pemandangan khas itu adalah seorang perempuan yang terlihat bungkuk dengan kulit yang tampak telah keriput, mendorong kereta bayi (stroller).
Meskipun diterpa terik matahari dan tampak berjalan pelan pelan dan sedikit tertatih-tatih, perempuan berhijab yang berusia 82 tahun itu, tetap bersemangat mendorong kereta bayi menyusuri sepanjang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.
Hal yang unik lainnya, ternyata sang nenek yang bernama Saniar ini, bukan membawa bayi atau cucunya pada kereta bayi. Namun ternyata isi kereta bayi adalah sebuah boks atau kotak pendingin berisi beberapa botol es jeli. Selain itu, di dalam kereta bayi, tampak juga beberapa bungkus kue serabi.
Usia lanjut, tidak menjadi alasan bagi Saniar untuk menikmati hari tua dan bersantai di rumah. Saniar dengan penuh semangat justru terus berjuang dan bekerja keras membantu perekonomian keluarga dengan berjualan es jeli dan kue serabi.
Beberapa tahun belakangan ini, hampir setiap hari, sejak subuh, Saniar dan kerabatnya mulai menyiapkan dan memasak adonan serabi. Ia juga menyiapkan dan mengolah berbagai es jeli segar berbagai rasa.
Hampir setiap hari pula, Saniar sanggup berjalan kaki mendorong kereta bayi menempuh jarak hampir lima kilometer pulang pergi. Tanpa kenal lelah, Saniar menjajakan es jeli dan dan kue serabi kepada warga Tanjungpinang.
Saniar menempuh perjalanan dan jarak yang cukup jauh. Dari rumahnya di kawasan Kampung Baru Jalan Dr Sutomo, ia menyusuri Jalan Juanda ke kawasan Jalan Bakar Batu hingga ke Kampung Tambak.
Terkadang, pada hari lain, dari Kampung Baru, Saniar menyusuri kawasan Jalan Ir Sutami ke Jalan Raja Ali Haji Batu 4 hingga kawasan Jalan Ahmad Yani Batu 5 Tanjungpinang. Selain menjajakan dagangannya di jalan raya tersebut, Saniar terkadang dari Kampung Baru, menyusuri Jalan Tugu Pahlawan hingga ke Jalan Sumatera Tanjungpinang.
Pembelinya datang dari berbagai kalangan, baik anak-anak sekolah, pekerja kantoran, hingga masyarakat menjadi pelanggan setia. Dengan senyum ramah dan tangan cekatan yang telah keriput, Saniar tanpa lelah dan penuh semangat, menawarkan dan melayani pembeli.
Siang itu, salah seorang pembeli menghampiri Saniar dan membeli satu botol es jelly seharga Rp 13 ribu dan satu bungkus kue serabi seharga Rp 10 ribu. Pembeli itu tampak memberikan uang Rp 50 ribu.
Saat Saniar ingin menyerahkan kembalian, sang pembeli dengan ikhlas menyerahkan uang kembaliannya kepada Saniar. Dengan wajah tersenyum, Saniar pun membalas dengan mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih kepada pembeli. Tak lupa ia mendoakan pembeli agar mendapatkan rezeki berlimpah.
Saat istirahat berteduh dari sengatan sinar matahari, Saniar sempat bercerita. Biasanya, sisa kembalian dari pembeli itu ia tabung. Karena menurut Saniar, menabung itu sangat penting.
“Sebagian ditabung di Masjid,” sebut Saniar sambil tersenyum riang.
Di sela-sela istirahat menghilangkan lelah, Saniar mengaku, dengan berkat izin Allah, ia masih diberi nikmat sehat dan sanggup berjalan kaki mendorong kereta bayi. Ia mengaku tekun dan mandiri serta telah terbiasa bekerja keras sejak muda.
Meskipun kerabat dan keluarganya telah beberapa kali menyarankan agar ia berhenti berjualan dan menikmati masa tuanya, namun Saniar tetap dengan pendiriannya. Menurutnya, berjualan ini adalah cara bersyukur atas nikmat kehidupan yang Allah berikan kepadanya hingga saat ini.
“Ya mau jualan saja, tidak betah berada di rumah. Kalau capek istirahat dan pulang naik transpot (angkutan umum),” kata Saniar yang mengaku sebagai pensiunan pegawai Pertamina di Bintan.
Meskipun persaingan usaha semakin ketat, Saniar tetap konsisten mempertahankan usaha menjual es jeli dan kue serabi menggunakan kereta bayi. Hal itu dilakukannya demi keluarga kesayangannya.
Selama tubuh masih kuat, tangan masih bisa bergerak serta masih mendapatkan nikmat sehat dari Allah, ia akan terus bersyukur dan menjalankan usaha. Menurutnya, hal yang dilakukannya, bukan hanya soal uang, namun bagaimana mencari rezeki halal dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain.
“Alhamdulillah, uang hasil penjualan bisa untuk bantu (kebutuhan) keluarga, beli popok dan beli susu untuk cucu,” ungkap Saniar yang mengaku kelahiran Sumatera Barat ini.
Usai istirahat dan merasa letihnya telah hilang, Saniar melanjutkan perjalanan untuk menjajakan dagangannya ke kawasan Jalan Raja Ali Haji yang berjarak lebih kurang satu kilometer dari kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.
Saniar pun sempat berpesan, dalam keadaan apapun, jangan meninggalkan kewajiban salat, berdoa dan sedekah. Selalu berbuat baik kepada sesama. Begitulah pesan Saniar.
Inspirasi bagi Generasi Muda agar Tidak Pantang Menyerah Kisah semangat dan ketekunan Saniar ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang khususnya generasi muda di Tanjungpinang. Inspirasi untuk selalu bersyukur dan pantang menyerah serta tangguh dalam berbagai keadaan.
Sebab pada zaman modern yang serba cepat dan serba mudah ini, ketekunan dan kerja keras menjadi kunci serta pengingat, bahwa kesenangan dan kebahagiaan sejati tidak datang dari hal-hal yang mudah dan instan. Namun datang melalui perjuangan, ketekunan dan usaha yang tulus.
Banyak pelanggan dan pembeli yang kagum dengan ketangguhan dan kegigihan Saniar dalam menikmati masa tuanya. Saniar disebut sebagai simbol ketekunan dan ketangguhan yang menyebarkan kebaikan dan semangat hidup kepada siapa saja.
Saniar telah membuktikan bahwa usia yang telah menua, bukan penghalang untuk tetap produktif dan bersemangat menjalani kehidupan. Saniar merupakan simbol dari ketekunan, kemandirian dan cinta pada pekerjaan dan selalu mengucap syukur.
“Nenek Saniar mengajarkan kita semua untuk bersyukur. Selama masih sehat dan memiliki semangat hidup, segala sesuatu bisa kita capai, tidak peduli berapa pun usia kita,” kata Ayu, 40, salah seorang pelanggan Saniar.
Ayu bercerita, pernah suatu hari, ia membeli dagangan nenek Saniar. Ia kemudian menawarkan jasa untuk menemani dan mengantar nenek Saniar ke tujuannya. Namun, kata Ayu, nenek Saniar menolak secara halus tawaran tersebut.
“Waktu itu nenek Saniar mengaku ingin berjalan kaki saja. Alasannya karena sudah terbiasa sejak muda,” katanya.
Pada lain hari di kawasan Batu 4, usai pulang bekerja, Ayu ingin membeli dagangan nenek Saniar. Namun dagangan Saniar telah ludes diborong pembeli. Lalu Ayu menawarkan kepada nenek Saniar untuk mengantarkannya pulang ke rumah.
“Nenek Saniar memang sudah agak pelupa karena umurnya. Awalnya nenek tidak mau, tapi akhirnya mau diantar pulang. Kami antar sampai di depan gang rumahnya. Nenek tidak mau diantar sampai rumah. Nenek mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih,” ungkapnya
Menurut Ayu, sikap rendah hati, semangat, ketekunan, kegigihan, ketangguhan dan rasa syukur yang ditunjukkan oleh nenek Saniar, patut menjadi inspirasi bagi generasi muda dan contoh yang baik bagi siapa saja termasuk dirinya.
“Semoga Allah terus memberi nikmat sehat kepada nenek Saniar dan keluarganya. Kami sebagai pelanggannya, dapat ilmu bermanfaat dan berharga dari sosok tangguh nenek Saniar,” tutup Ayu. (*)