Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2800

Sulit Dapat Kerja, Ade Arungi Laut Belasan Jam Agar Dapat Lulus CPNS

0
Pelamar CPNS, Ade Dahil. f. ihsan

batampos – Tidak tersedianya lapangan pekerjaan di kampung halaman, membuat Ade Dahil (26) pemuda asal Sedanau, Kabupaten Anambas rela mengarungi lautan selama belasan jam menuju Tarempa, Anambas untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepada batampos, Ade mengatakan ia berangkat ke Tarempa secara beramai-ramai dengan rekannya sesama dari Natuna menggunakan KM Bukit Raya.

“Saya sudah seminggu disini dari Sedanau. Pakai KM Bukit Raya. Ramai dengan kawan-kawan lainlah,” kata Ade Dahil Ade Dahil usai mengikuti tes SKD, Selasa, (22/10).

BACA JUGA: Tes SKD CPNS Tanpa Nilai Ambang Batas

Ade memilih datang lebih awal di Tarempa karena tidak adanya transportasi rutin yang tersedia.

“Tak apa nunggu lama disini (Tarempa). Karena kapal susah. Selama nunggu tes, saya tinggal dirumah saudara,” sebut Ade.

Ia mengeluhkan susahnya mendapat pekerjaan setelah lulus kuliah. Ia yang berlatar belakang apoteker ini terpaksa mengikuti tes CPNS di Anambas untuk mencapai keinginannya menjadi abdi negara.

“Cari kerja susah bang, apalagi di Natuna. Ada pembukaan CPNS senang, cuma formasi apoteker tidak ada di sana. Ya terpaksa ambil di Anambas,” ujar Ade.

Saat proses pendaftaran, Ade harus berjuang diketerbatasan sinyal. Sebab, Sedanau mengalami gangguan pada jaringan internet.

“Memang butuh perjuangan, awal pendaftaran susah, selalu gagal. Tapi alhamdulillah berhasil dan lulus administrasi,” ucap Ade yang baru pertama kali ikut seleksi CPNS ini.

Sambil menunggu panggilan tes, Ade merasa deg-degan karena ini merupakan pengalaman pertama.

“Deg-degan, tapi sudah belajar. Sebelum daftar saya sudah siapkan diri. Cuma pengalaman pertama ya begini. Semoga dapat hasil yang baik lah,” pungkas Ade. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Pergi Bawa TKI Ilegal, Pulang Bawa Sabu dan Senpi

0
f8b9570d f12e 4ab2 b843 6075c05983da
Petugas menggiring ND, tekong yang menyelundupkan sabu dan senpi di Mako Lantamal IV Batam, Batuampar, Rabu (23/10) pagi. F.Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Tim Gabungan TNI AL, Polri, BNN, dan Bea Cukai Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 10,3 kg narkotika jenis sabu di Perairan Barat Pulau Takong lyu, Tanjung Balai Karimun. Barang haram ini dibawa pelaku, ND, 49, menggunakan speeeboat dari Malaysia.

Selain pelaku dan sabu, petugas turut mengamankan 1 unit senjata api (senpi) laras pendek jenis blank gun dan 46 butir amunisi yang disimpan di dalam kantong plastik.

Panglima Koarmada 1, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi mengatakan penyelundupan ini digagalkan pada Minggu (20/10) malam oleh Tim Fleet One Quick Response (F1QR).

Saat itu, Tim mendapat informasi bahwa akan ada transaksi sabu dari Malavsia menuju Karimun dengan menggunakan speedboat bermesin Yamaha 85 PK.

“Pengungkapan ini hasil kolaborasi dengan Tim Gabungan,” ujarnya yang didampingi Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah di Mako Lantamal IV Batam, Batuampar, Rabu (23/10) pagi.

Penangkapan ini berlangsung dramatis. Pelaku sempat malarikan diri dan menabrak speedboatnya ke kapal petugas. Akibatnya, speedboat pelaku kandas dan tenggelam.

“Waktu penyergapan sesuai Protap Kamla. Kita memberikan tembakan peringatan, apabila membahayakan bisa kita menembak,” katanya.

Dari kapal yang kandas, petugas mendapati 2 tas yang berisikan sabu. Barang haram ini dibungkus ke dalam 10 plastik transparan bertuliskan merk kemasan kopi.

“Untuk senpi ini dibawa dari Malaysia juga. Tapi (peruntukannya) belum bisa dipastikan, nanti dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya

Kepada petugas, pelaku mengaku warga Tanjung Balai Karimun dan barang haram itu akan diserahkan ke seorang pria di Karimun. Untuk membawa sabu tersebut ia diupah Rp 30 juta perkilogramnya.

“Perginya (ke Malaysia) pelaku membawa PMI ilegal dengan upah Rp 3 juta, dan pulangnya membawa sabu,” ungkapnya.

Sementara Kapolda Kepri, Irjen Yan Fitri Halimansyah mengatakan pengungkapan ini merupakan bukti nyata kerjasama antara instansi yang berjalan efektif.

“Kita berkomitmen menjaga kedaulatan negara serta melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Ia berharap kerjasama antara instansi ini akan semakin solid. Sehingga, seluruh barang haram yang masuk melalui Kepri dapat dicegah dan menyelematkan generasi penerus bangsa.

“Kita harus jaga bangsa kita. Dimulai dari Kepri yang meruoakan wilayah perbatasan dan gerbang masuknya narkotika di Indonesia,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Diduga Pakai Kop Surat Kementerian untuk Keperluan Pribadi, Seskab Teddy Ingatkan Menteri Kabinet Merah Putih

0
Yandri Susanto di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

batampos – Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan imbauan kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih terkait penggunaan kop surat Kementerian. Para Menteri diminta lebih hati-hati dalam menggunakan kop surat Kementerian.

Hal itu buntut dugaan penggunaan kop surat untuk kepentingan pribadi yang dilakukan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Penggunaan kop surat itu viral dan mendapat kritikan dari mantan menkopolhukam Mahfud MD.

“Imbauan untuk semua menteri di kabinet merah putih,” kata Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10).

Budi menyatakan, para pembantu Presiden Prabowo Subianto harus bersama-sama menjaga kepercayaan publik. “Iya, kita harus siaga bersama. Kepercayaan publik yang besar ini harus kita jaga bersama ya,” ucap Budi.

Menurut dia, imbauan itu disampaikan melalui WhatsApp Grup pada jajaran menteri KabinetMerah Putih. “WhatsApp, di WhatsApp Group,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini mengamini bahwa para menteri harus berhati-hati dalam bekerja. Sehingga diharapkan lembaga kementerian tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

“Semuanya diingatkan untuk kita hati-hati dalam lakukan langkah-langkah, terutama yang menyangkut kepentingan pribadi, keluarga, jangan terlena. Jangan digunakan kementerian ini untuk kepentingan pribadi dan keluarga,” tegas Budi.

Berdasarkan pesan yang tersebar di kalangan wartawan, terdapat dua poin yang diingatkan Seskab kepada para menteri.

Pertama, para menteri diharapkan berhati-hati dalam membuat surat atas nama/kop/stempel kementerian dan tanda tangan Menteri, khususnya terkait acara pribadi. Dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi polemik di masyarakat.

Kedua, para menteri diharapkan untuk menekankan kepada bagian humas atau media setiap kementerian untuk lebih berhati-hati. Sehingga mencegah peretasan atau pengambilan website atau media sosial resmi di kementerian masing-masing. (*)

Sumber: JP Group

Kisah Inspiratif Saniar, Nenek Berusia 82 Tahun yang Menjadi Pekerja Keras

0

Kisah-kisah inspiratif dari orang yang lebih berpengalaman dalam menjalani kehidupan, sering kali memberikan pelajaran hidup berharga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda. Salah satunya adalah kisah Saniar, seorang nenek tangguh berusia 82 tahun yang memperlihatkan ketekunan dan kemandirian hingga menunjukkan rasa syukur.

***

Saniar (82 tahun) saat menjajakan dagangan berupa es jeli dan kue serabi menggunakan kereta bayi di Jalan Bakar Batu Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos

Ba’da Zuhur, cuaca terik dengan hawa panas yang cukup menyengat, menghiasi suasana siang itu. Matahari pun memancarkan sinarnya menerangi kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.

Di kawasan itu, sejumlah warga tampak sibuk menjalankan aktivitas masing-masing. Ada yang berjualan di pertokoan, sebagian lagi tengah istirahat siang di kedai kopi. Sementara pengendara lalu lalang memadati ruas jalan raya.

Namun di tepi jalan raya, tampak pemandangan luar biasa dan unik yang hampir setiap hari sering terlihat. Pemandangan khas itu adalah seorang perempuan yang terlihat bungkuk dengan kulit yang tampak telah keriput, mendorong kereta bayi (stroller).

Meskipun diterpa terik matahari dan tampak berjalan pelan pelan dan sedikit tertatih-tatih, perempuan berhijab yang berusia 82 tahun itu, tetap bersemangat mendorong kereta bayi menyusuri sepanjang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.

Hal yang unik lainnya, ternyata sang nenek yang bernama Saniar ini, bukan membawa bayi atau cucunya pada kereta bayi. Namun ternyata isi kereta bayi adalah sebuah boks atau kotak pendingin berisi beberapa botol es jeli. Selain itu, di dalam kereta bayi, tampak juga beberapa bungkus kue serabi.

Usia lanjut, tidak menjadi alasan bagi Saniar untuk menikmati hari tua dan bersantai di rumah. Saniar dengan penuh semangat justru terus berjuang dan bekerja keras membantu perekonomian keluarga dengan berjualan es jeli dan kue serabi.

BACA JUGA: Sehari Usai Diresmikan Wapres, Pedagang Masih Bertahan Jualan di Area Parkir

Beberapa tahun belakangan ini, hampir setiap hari, sejak subuh, Saniar dan kerabatnya mulai menyiapkan dan memasak adonan serabi. Ia juga menyiapkan dan mengolah berbagai es jeli segar berbagai rasa.

Hampir setiap hari pula, Saniar sanggup berjalan kaki mendorong kereta bayi menempuh jarak hampir lima kilometer pulang pergi. Tanpa kenal lelah, Saniar menjajakan es jeli dan dan kue serabi kepada warga Tanjungpinang.

Saniar menempuh perjalanan dan jarak yang cukup jauh. Dari rumahnya di kawasan Kampung Baru Jalan Dr Sutomo, ia menyusuri Jalan Juanda ke kawasan Jalan Bakar Batu hingga ke Kampung Tambak.

Terkadang, pada hari lain, dari Kampung Baru, Saniar menyusuri kawasan Jalan Ir Sutami ke Jalan Raja Ali Haji Batu 4 hingga kawasan Jalan Ahmad Yani Batu 5 Tanjungpinang. Selain menjajakan dagangannya di jalan raya tersebut, Saniar terkadang dari Kampung Baru, menyusuri Jalan Tugu Pahlawan hingga ke Jalan Sumatera Tanjungpinang.

Pembelinya datang dari berbagai kalangan, baik anak-anak sekolah, pekerja kantoran, hingga masyarakat menjadi pelanggan setia. Dengan senyum ramah dan tangan cekatan yang telah keriput, Saniar tanpa lelah dan penuh semangat, menawarkan dan melayani pembeli.

Siang itu, salah seorang pembeli menghampiri Saniar dan membeli satu botol es jelly seharga Rp 13 ribu dan satu bungkus kue serabi seharga Rp 10 ribu. Pembeli itu tampak memberikan uang Rp 50 ribu.

Saat Saniar ingin menyerahkan kembalian, sang pembeli dengan ikhlas menyerahkan uang kembaliannya kepada Saniar. Dengan wajah tersenyum, Saniar pun membalas dengan mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih kepada pembeli. Tak lupa ia mendoakan pembeli agar mendapatkan rezeki berlimpah.

Saat istirahat berteduh dari sengatan sinar matahari, Saniar sempat bercerita. Biasanya, sisa kembalian dari pembeli itu ia tabung. Karena menurut Saniar, menabung itu sangat penting.

“Sebagian ditabung di Masjid,” sebut Saniar sambil tersenyum riang.

Di sela-sela istirahat menghilangkan lelah, Saniar mengaku, dengan berkat izin Allah, ia masih diberi nikmat sehat dan sanggup berjalan kaki mendorong kereta bayi. Ia mengaku tekun dan mandiri serta telah terbiasa bekerja keras sejak muda.

Meskipun kerabat dan keluarganya telah beberapa kali menyarankan agar ia berhenti berjualan dan menikmati masa tuanya, namun Saniar tetap dengan pendiriannya. Menurutnya, berjualan ini adalah cara bersyukur atas nikmat kehidupan yang Allah berikan kepadanya hingga saat ini.

Miris Kasus Kekerasan Anak Masih Terjadi di Bintan, Roby Ingin Kolaborasi Semua Cegah Kekerasan Anak

“Ya mau jualan saja, tidak betah berada di rumah. Kalau capek istirahat dan pulang naik transpot (angkutan umum),” kata Saniar yang mengaku sebagai pensiunan pegawai Pertamina di Bintan.

Meskipun persaingan usaha semakin ketat, Saniar tetap konsisten mempertahankan usaha menjual es jeli dan kue serabi menggunakan kereta bayi. Hal itu dilakukannya demi keluarga kesayangannya.

Selama tubuh masih kuat, tangan masih bisa bergerak serta masih mendapatkan nikmat sehat dari Allah, ia akan terus bersyukur dan menjalankan usaha. Menurutnya, hal yang dilakukannya, bukan hanya soal uang, namun bagaimana mencari rezeki halal dan bermanfaat bagi keluarga dan orang lain.

“Alhamdulillah, uang hasil penjualan bisa untuk bantu (kebutuhan) keluarga, beli popok dan beli susu untuk cucu,” ungkap Saniar yang mengaku kelahiran Sumatera Barat ini.

Usai istirahat dan merasa letihnya telah hilang, Saniar melanjutkan perjalanan untuk menjajakan dagangannya ke kawasan Jalan Raja Ali Haji yang berjarak lebih kurang satu kilometer dari kawasan Sukaberenang Jalan Ir Sutami Tanjungpinang.

Saniar pun sempat berpesan, dalam keadaan apapun, jangan meninggalkan kewajiban salat, berdoa dan sedekah. Selalu berbuat baik kepada sesama. Begitulah pesan Saniar.

Inspirasi bagi Generasi Muda agar Tidak Pantang Menyerah
Kisah semangat dan ketekunan Saniar ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang khususnya generasi muda di Tanjungpinang. Inspirasi untuk selalu bersyukur dan pantang menyerah serta tangguh dalam berbagai keadaan.

Sebab pada zaman modern yang serba cepat dan serba mudah ini, ketekunan dan kerja keras menjadi kunci serta pengingat, bahwa kesenangan dan kebahagiaan sejati tidak datang dari hal-hal yang mudah dan instan. Namun datang melalui perjuangan, ketekunan dan usaha yang tulus.

Banyak pelanggan dan pembeli yang kagum dengan ketangguhan dan kegigihan Saniar dalam menikmati masa tuanya. Saniar disebut sebagai simbol ketekunan dan ketangguhan yang menyebarkan kebaikan dan semangat hidup kepada siapa saja.

Saniar telah membuktikan bahwa usia yang telah menua, bukan penghalang untuk tetap produktif dan bersemangat menjalani kehidupan. Saniar merupakan simbol dari ketekunan, kemandirian dan cinta pada pekerjaan dan selalu mengucap syukur.

“Nenek Saniar mengajarkan kita semua untuk bersyukur. Selama masih sehat dan memiliki semangat hidup, segala sesuatu bisa kita capai, tidak peduli berapa pun usia kita,” kata Ayu, 40, salah seorang pelanggan Saniar.

Ayu bercerita, pernah suatu hari, ia membeli dagangan nenek Saniar. Ia kemudian menawarkan jasa untuk menemani dan mengantar nenek Saniar ke tujuannya. Namun, kata Ayu, nenek Saniar menolak secara halus tawaran tersebut.

“Waktu itu nenek Saniar mengaku ingin berjalan kaki saja. Alasannya karena sudah terbiasa sejak muda,” katanya.

Pada lain hari di kawasan Batu 4, usai pulang bekerja, Ayu ingin membeli dagangan nenek Saniar. Namun dagangan Saniar telah ludes diborong pembeli. Lalu Ayu menawarkan kepada nenek Saniar untuk mengantarkannya pulang ke rumah.

“Nenek Saniar memang sudah agak pelupa karena umurnya. Awalnya nenek tidak mau, tapi akhirnya mau diantar pulang. Kami antar sampai di depan gang rumahnya. Nenek tidak mau diantar sampai rumah. Nenek mengucapkan Alhamdulillah dan terima kasih,” ungkapnya

Menurut Ayu, sikap rendah hati, semangat, ketekunan, kegigihan, ketangguhan dan rasa syukur yang ditunjukkan oleh nenek Saniar, patut menjadi inspirasi bagi generasi muda dan contoh yang baik bagi siapa saja termasuk dirinya.

BACA JUGA: Kesaksian Suami Maimunah, Nenek yang Dirampok di Tanjungpinang, Perampok Datang Pura Pura Bertamu

“Semoga Allah terus memberi nikmat sehat kepada nenek Saniar dan keluarganya. Kami sebagai pelanggannya, dapat ilmu bermanfaat dan berharga dari sosok tangguh nenek Saniar,” tutup Ayu. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar

 

Atap Rumah Warga di Desa Air Glubi, Bintan Terbang Akibat Disapu Angin Kencang

0
Atap rumah warga yang rusak setelah disapu angin kencang di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (22/10/2024) siang. F.Kiriman Iwan untuk Batam Pos.

batampos– Satu rumah warga yang berada di Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir mengalami kerusakan akibat disapu angin kencang, Selasa (22/10/2024).

Berdasarkan video yang diterima Batam Pos, rumah warga yang disapu angin kencang berada di daerah pesisir. Atap bagian belakang rumah itu terlihat sudah hilang akibat diterbangkan angin.

BACA JUGA: Korban Angin Kencang di Desa Mantang Besar, Bintan Bertambah, Dilaporkan 57 Rumah Rusak

“(Atap) diangkat angin puting beliung,’ kata warga dalam video tersebut.

Kades Air Glubi, Iwan membenarkan satu rumah warga rusak akibat disapu angin kencang yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

“Atap di bagian dapur yang rusak akibat terkena angin,” kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut.

Petugas BPBD dan Tagana akan segera turun ke lokasi untuk mendata kerusakan dan melakukan pembersihan puing akibat kejadian.

Tidak hanya itu, pihaknya akan segera menyalurkan bantuan bagi korban yang rumahnya rusak.

“Secepatnya bantuan disalurkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet

Gencar Jemput Bola, Disdukcapil Batam Tuntaskan Perekaman e-KTP Pemilih Baru

0
IMG 20241009 125424 scaled
Warga Batam saat mengurus administrasi kependudukan di kantor Disdukcapil Batam di Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menjelang Pilkada serentak 2024, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam berfokus pada percepatan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dengan menargetkan pemilih pemula.

Hingga akhir Oktober 2024, sebanyak 16.963 warga telah melakukan perekaman e-KTP. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar yang baru memasuki usia 17 tahun, sehingga berstatus sebagai pemilih pemula dalam Pilkada mendatang.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Heryanto, mengatakan upaya percepatan perekaman ini dilakukan melalui program jemput bola. Disdukcapil bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan kecamatan di seluruh Batam untuk mempercepat proses perekaman e-KTP bagi pemilih pemula.

Baca Juga: KPU Batam Dorong Pemilih Pemula Rekam e-KTP

“Kami turun langsung ke sekolah-sekolah dan membuka layanan agar anak-anak yang berusia 17 tahun bisa langsung mendapatkan e-KTP dan siap memilih di Pilkada 2024,” jelas Heryanto, Rabu (23/10).

Layanan jemput bola ini memungkinkan perekaman e-KTP berlangsung lebih cepat dan efisien, di mana petugas Disdukcapil mengunjungi sekolah-sekolah secara rutin. Tidak hanya itu, layanan ini juga dilengkapi dengan program perekaman di kantor-kantor kecamatan untuk memudahkan warga yang tidak dapat mengikuti kegiatan di sekolah.

“Setiap hari kami melakukan perekaman di berbagai tempat, baik di sekolah maupun di kantor kecamatan. Semua ini kami lakukan agar semua warga yang berusia 17 tahun bisa memiliki e-KTP,” tambahnya.

Heryanto menegaskan bahwa seluruh e-KTP yang telah direkam sudah dicetak dan siap digunakan, memastikan tidak ada penundaan dalam proses pencetakan.

“16.963 e-KTP yang direkam, semuanya sudah kami cetak. Jadi, seluruh pemohon telah menerima e-KTP mereka tanpa hambatan,” katanya.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh pemilih pemula yang memenuhi syarat memiliki dokumen resmi untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada serentak 2024.

“Pemilih pemula ini kami prioritaskan agar mereka bisa ikut berpartisipasi dalam Pilkada, sehingga tidak ada yang tertinggal karena belum memiliki e-KTP,” ujar Heryanto.

Selain untuk kepentingan pemilu, perekaman e-KTP juga memudahkan warga untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi lainnya. Salah satu pemohon e-KTP, Bagas yang ditemui di Kantor Disdukcapil Batam mengatakan bahwa ia mengurus e-KTP selain untuk pemilu juga sebagai syarat melamar pekerjaan.

“Saya urus KTP sekarang untuk cari kerja. Sekalian nanti bisa ikut milih wali kota dan gubernur,” ucapnya.

Selain fokus pada perekaman e-KTP, Disdukcapil juga mencatat peningkatan jumlah warga yang mengajukan surat pindah. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 25.985 surat pindah yang diajukan, dengan total penduduk yang berpindah mencapai 52.247 orang. Tingginya mobilitas penduduk ini, baik antar kecamatan maupun keluar dari Batam, menunjukkan dinamika yang cukup tinggi dalam kependudukan di Batam.

“Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan efektif, agar warga dapat mengurus kebutuhan kependudukan mereka dengan mudah,” tutup Heryanto. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Polibatam Tingkatkan Prodi D3 Menjadi D4

0
poltek
Mahasiswa Polibatam sedang belajar Teknik Elektronika dan Konstruksi Kapal di kampus Polibatam. F Polibatam

POLITEKNIK Negeri Batam (Polibatam) menutup dan mengalihkan Program Studi (Prodi) Diploma Tiga (D3) Teknik Elektronika dan D3 Teknik Perencanaan & Konstruksi Kapal menjadi Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Elektronika dan Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.

‘’Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia No. 28/D/OT/2022 tanggal 4 Maret 2022,’’ sebut Wakil Direktur 1 Bagian Akademik Polibatam, Ahmad Riyad Firdaus SSi MT PhD (Rifi) kemarin.

Disebutkan Rifi, terkait penutupan dan pengalihan Prodi Diploma Tiga (D3) menjadi Prodi Sarjana Terapan (D4) adalah Prodi D3 Teknik Elektro menjadi Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektronika.

Kemudian Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal menjadi Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.

Berdasarkan Keputusan tersebut, kedua Prodi ditingkatkan/ migrasi dari jenjang Diploma Tiga (D3) menjadi Sarjana Terapan (D4) dengan beberapa ketentuan yang tertuang dalam keputusan tersebut sebagai berikut:
Pengalihan (migrasi) mahasiswa angkatan 2020 dan angkatan 2021 Prodi D3 Teknik Elektro dan Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal menjadi mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektronika dan Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan.

Lalu, menyelesaikan studi mahasiswa mahasiswa angkatan 2019 dan angkatan sebelumnya pada Prodi D3 Teknik Elektro dan Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal paling lama 1 (tahun) sejak dikeluarkannya surat keputusan tersebut.
Selanjutkan, tidak melakukan penerimaan mahasiswa baru Prodi D3 Teknik Elektro dan Prodi D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal terhitung sejak tanggal keputusan tersebut.

Dengan demikian sejak Semester Ganjil 2022/2023, Polibatam secara resmi telah memulai pembukaan Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektronika dan Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan dan tidak lagi menerima mahasiswa baru Prodi D3 Teknik Elektro dan D3 Teknik Perencanaan dan Konstruksi Kapal. (*/adv).

 

 

Pipa Minyak Shell di Singapura Bocor, KSOP Batam Kerahkan Empat Kapal Patroli Pantau Kebocoran

0
IMG 20241023 131355 scaled
Kabid Gakum KSOP Batam, Yuzirwan Nasution. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menurunkan empat kapal patroli untuk memantau dan menindaklanjuti kebocoran pipa minyak milik perusahaan raksasa energi, Shell, di perairan Singapura.

Kebocoran yang terjadi pada Minggu (20/10) pagi di antara Pulau Bukom dan Bukom Kecil ini telah memicu respons cepat dari KSOP Batam guna memastikan tidak ada dampak pencemaran yang meluas hingga ke perairan Indonesia, khususnya Kota Batam.

Kepala KSOP Khusus Batam, Capt Bharto Ari Raharjo, melalui Kabid Gakum KSOP Batam, Yuzirwan Nasution, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti informasi kebocoran pipa minyak itu dengan mengerahkan empat kapal patroli untuk melakukan pengawasan di seluruh wilayah perairan Batam.

“Kami telah mengerahkan empat kapal patroli untuk memantau situasi dan memastikan tidak ada dampak tumpahan minyak yang mengalir ke perairan Batam. Hingga hari kedua patroli, belum ada laporan terkait pencemaran minyak di wilayah perairan kita,” ujar Yuzirwan, Rabu (23/10).

KSOP Batam juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta instansi terkait lainnya guna mempersiapkan langkah-langkah antisipatif jika tumpahan minyak sampai memasuki perairan Batam.

Menurut Yuzirwan, patroli ini akan terus dilakukan secara intensif hingga situasi dinyatakan aman. “Saat ini, kondisi masih terpantau aman. Namun, kami tetap waspada. Jika nantinya ditemukan tumpahan minyak di wilayah kita, kami akan segera melokalisir area terdampak dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait untuk tindakan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) telah mengonfirmasi bahwa kebocoran pipa minyak milik Shell telah berhasil dihentikan pada sumbernya. Shell juga telah mengerahkan kapal pembersih yang dilengkapi dengan dispersan serta menempatkan boom penampung untuk mengatasi tumpahan yang ada di sekitar lokasi kebocoran.

“Proses pembersihan sedang berlangsung, dan kami juga telah mengaktifkan pemantauan menggunakan pesawat nirawak dan satelit untuk memastikan tidak ada tumpahan minyak yang meluas,” ujar MPA dalam pernyataan resminya.

Meski begitu, KSOP Batam tetap siaga penuh, mengingat perairan Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura bisa saja terdampak. “Patroli ini akan terus berlangsung hingga benar-benar dipastikan tidak ada ancaman pencemaran bagi perairan Batam,” pungkas Yuzirwan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Jalan Rusak Akibat Genangan Air Mulai Diperbaiki

0
IMG 20241023 130402 scaled
Pekerja dari Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan tambal sulam di Jalan R Suprapto, Batuaji yang rusak selama musim hujan. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Jalan R Suprapto, Batuaji yang rusak selama musim hujan ini mulai diperbaiki. Pekerja dari Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan tambal sulam di lokasi-lokasi yang rusak.

Pantauan di lapangan, perbaikan tambal sulam dimulai dari titik kerusakan baru di depan SPBU Simpang Basecamp. Kerusakan jalan yang sebelum pernah diberitakan karena genangan air ini sudah sebagian ditambal.

Pekerja dan alat berat telah menyelesaikan kerusakan di jalur menuju Muka kuning. Dari arah sebaliknya sedang dalam proses perbaikan sepanjang, Rabu (13/10).

“Iya dari BP Batam ini. Kita tambal yang rusak dan berlubang saja, ” ujar Umar, pekerja di lapangan.

Perbaikan jalan rusak ini juga sejalan dengan pengerukan drainase yang tersumbat. Dua unit alat berat diterjunkan untuk keruk drainase induk di sepanjang lokasi jalan rusak tersebut. Akses keluar air dari lokasi jalan juga telah dibuka.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Suhar, sebelumnya menjelaskan perbaikan jalan rusak tahun ini sebatas tambal sulam. Perbaikan sementara ini juga dilakukan bersama pihak BP Batam.

“Untuk pelebaran atau perbaikan secara menyeluruh nanti di tahun depan, ” ujar Suhar.

Seperti diberitakan sebelumnya kerusakan jalan semakin bertambah banyak di berbagai penjuru kota Batam. Intensitas hujan yang cukup tinggi jadi penyebab kerusakan jalan ini. Jalan yang banjir dan tergenang air saat hujan akhirnya rusak karena hilir mudik kendaraan.

Inilah yang terjadi di sepanjang jalan R Suprapto Batuaji. Lubang baru bermunculan sepanjang musim hujan ini. Salah satu titik lokasi jalan rusak baru yakni depan SPBU Simpang Basecamp.

Pecahan aspal di sebelah kanan jalur Batuaji Mukakuning terus melebar hingga ke tengah jalan. Arus lalulintas mulai berjalan lambat karena kendaraan harus melaju pelan di lokasi jalan berlubang ini.

“Mulanya pecah kecil di pinggir dekat median jalan. Karena tergenang air, pecahan itu terus melebar dan sudah memakan separuh jalan. Ini akan terus melebar karena ini jalur ramai dan banyak kendaraan berat, ” ujar Efendi, warga Perumnas, Sagulung.

Selain itu lubang baru juga bermunculan di lokasi banjir dan genangan air depan perumahan Genta I. Jalan sebelum simpang Puteri hijau dari arah Batuaji ini juga mulai pecah-pecah aspalnya. Air terus menggenangi lokasi jalan yang mulai rusak ini. Kerusakan terancam semakin bertambah banyak karena genangan air tadi.

Begitu juga ruas jalan depan perumahan Puteri Tubuh sebelum simpang SMKN I Batam. Pecahan aspal mulai menghambat arus lalulintas. Kerusakan ini juga karena banjir dan genangan air tadi. Aspal jalan jadi lembek karena dibilang kendaraan. Pecahan-pecahan aspal ini mulai melebar ke seluruh ruas jalan.

Selain lokasi kerusakan baru, lokasi jalan yang memang selama ini sudah rusak seperti di turunan Bukit Daeng dan depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza juga kian bertambah parah. Kemacetan di jam sibuk tidak bisa dihindari lagi di lokasi jalan rusak ini.

Kerusakan jalan ini mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara. Selain sebabkan macet di jam sibuk, jalan rusak ini juga kerap sebabkan kecelakaan. Saat hujan, lubang di ruas jalan tidak kelihatan karena tergenang air. Pengendara sering terjebak di dalam lubang tersebut.

“Pemotor sering jatuh karena masuk lubang yang tergenang air. Ini bahaya memang. Semoga cepat diperbaiki, ” ujar Anang, warga yang dijumpai di simpang SMKN I Batam. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Bawaslu Keluarkan Rekomendasi ke Kemenpan RB, Terkait Netralitas ASN di Pilkada Karimun

0

batampos – Selama hampir satu bulan lamanya pelaksanaan kampanye Pilkada di Kabupaten Karimun, Bawaslu Kabupaten Karimun telah menerima berbagai laporan. Khususnya, terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang diduga ikut terlibat dalam kampanye pasangan calon kepala daerah.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko yang dikonfirmasi Batam Pos, Selasa (22/10) mengatakan, sampai dengan saat ini ada 7 laporan laporan yang diterima/ Untuk 6 jenis laporan yang kita terima terkait dengan netralitas ASN. Dan satu laporan terkait dengan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karimun,” ujarnya.

BACA JUGA: Bawaslu Amankan 140 Karung Beras Berstiker Paslon Pilwako Tanjungpinang

Untuk laporan terkait netralitas ASN, lanjut Eko, ada di dua lokasi. Yakni, 3 di Pulau Karimun dan 3 di Pulau Kundur. Semua laporan tersebut karena kehadiran atau ikut berpartisaipasi dalam kampanye salah satu Paslon kepala daerah. Kemudian, satu orang sudah selesai dilakukan proses. Unsur dan materinya masuk atau disertai dengan bukti. Sehingga, Bawaslu Kabupaten Karimun sudah mengeluarkan rekomendasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mengambil keputusan.

”Satu orang ASN yang sudah kita keluarkan rekomendasi dan dikirimkan ke Kemenpan RB berinisial Ds dan masih aktif bertugas di salah satu OPD di Pemerintah Kabupaten Karimun. Kemudian, untuk 5 laporan yang berhubungan netralitas ASN saat ini masih dalam tahap pengkajian. Artinya, harus dilakukan pemenuhan unsur secara materil dan formil,” terangnya.

Perlu diketahui, tambahnya, ASN dilarang untuk hadir atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan kampanye Paslon kepala daerah. Dan, ini diatur dengan undang-undang ASN. Sehingga, jika terbukti rekomendasi yang dikeluarkan ditujukan ke Kemenpan RB untuk memberikan Dengan kata lain bukan pidana Pemilu/ Pilkada.

”Kemudian, untuk laporan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye juga masih dalam proses pengkajian. Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan. Jika memang memenuhi unsur materil dan formil, maka ini termasuk dalam pidana Pilkada. Karena, tidak boleh merusak APK,” jelas Eko. (*)

Reporter: Sandi