Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 2799

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke RI Capai 7,75 Juta

0
ILUSTRASI: Kunjungan wisman ke Batam sebelum pandemi. (Dok.Batampos)

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman meningkat mencapai 7,75 juta selama semester I-2024 atau sepanjang Januari hingga Juli 2024. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020 atau pada saat Pandemi Covid-19.

“Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2024, total kunjungan wisman mencapai 7.752.910 kunjungan atau meningkat 20,75 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023,” kata Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Senin (2/9).

“Total jumlah kunjungan wisman secara kumulatif hingga Juli 2024 ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2020,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia merinci bahwa pada Juli 2024, kunjungan wisman melalui pintu masuk utama tercatat sebanyak 1.152.937 kunjungan, sementara yang masuk melalui pintu masuk perbatasan sebanyak 157.819 kunjungan.

“Dengan demikian, secara total jumlah kunjungan Wisman sebanyak 1.310.756 kunjungan atau naik sebesar 9,42 persen secara bulanan dan 16,91 persen secara tahunan,” rincinya.

Selanjutnya dilihat dari asal kebangsaannya, pada Juli 2024, kunjungan wisman terbanyak berasal dari kebangsaan Malaysia, kemudian disusul Australia, dan Tiongkok.

Meski begitu, Pudji membeberkan bahwa kunjungan wisman asal Malaysia ini mengalami penurunan sebesar 3,26 persen secara bulanan, sementara secara tahunan naik 14,68 persen.

Di lihat dari asal bandara, wisman berkebangsaan Malaysia dan Tiongkok, jelas Pudji, paling banyak masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Sementara wisman berkebangsaan Australia paling banyak masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai. Dalam hal rata-rata lama tinggal, pada Juli 2024, Wisman termasuk pelintas batas menghabiskan sekitar 8,10 malam di Indonesia atau sekitar 8 malam,” pungkasnya. (*)

Tren Positif Pariwisata Batam, Tingkat Hunian Hotel dan Kunjungan Restoran Naik

0
turis
Sejumlah wisman tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, beberapa waktu lalu. (F. Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos – Sektor pariwisata di Kota Batam terus menunjukkan tren positif dengan meningkatnya tingkat hunian hotel dan kunjungan ke restoran.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan, bahwa saat ini tingkat hunian hotel di Batam hampir mencapai 100 persen pada akhir pekan. Sementara pada hari kerja berkisar antara 60 sampai 70 persen.

“Kunjungan restoran di Batam juga tumbuh signifikan. Bahkan tingkat hunian hotel kalau weekend itu bisa mencapai 100 persen,” ujarnya, Senin (2/9).

Baca Juga: Penjualan Tiket Kapal Roro Sistem Online Dikeluhkan, Begini Tanggapan General Manager PT ASDP Batam

Dalam periode Januari hingga Juli 2024, Batam telah mencatat sekitar 600 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), dari total 700 ribu kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ardi menyimpulkan, Batam menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar di Kepri dan banyak indikator keberhasilan pariwisata Kepri ditentukan oleh Batam.

Mayoritas kunjungan turis asing ke Batam masih didominasi oleh wisatawan dari Singapura. Lalu diikuti oleh Malaysia dan negara-negara lainnya.

“Hampir 75 persen tingkat kunjungan di kita berasal dari sana (Singapura dan Malaysia),” kata dia.

Lebih lanjut, Ardi memaparkan, jumlah hotel di Batam saat ini mencapai 278 unit. Sementara jumlah restoran hampir mencapai 3.500 unit.

“Dalam pariwisata, ini disebut dengan amenitas, yang mencakup fasilitas seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lainnya,” katanya.

Baca Juga: Resmikan Rumah Pemenangan, Rudi Ajak Relawan Tak Tergiring Isu Negatif di Sosmed

Selain amenitas, dia juga menyoroti pentingnya akses dan atraksi dalam perkembangan pariwisata. Akses yang dia maksud meliputi infrastruktur seperti jalan dan flyover. Atraksi mencakup event-event seperti pagelaran budaya, alam, dan bazar.

Di Batam, hampir mencapai 280 event yang terselenggara atau bakal terlaksana tahun ini. Dengan berbagai upaya dan pencapaian ini, Batam terus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama wisata di Kepri, juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Dari data BP Batam, aktivitas penumpang di Terminal Ferry Domestik dan Internasional pada periode semester I tahun 2024 mengalami kenaikan. Total penumpang yang berangkat dan tiba di Batam mencapai 4,2 juta orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan 6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2023. Hal demikian disampaikan oleh Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Dendi Gustinandar.

Kata dia, pada semester I di 2024 ini, jumlah penumpang kapal di Terminal Ferry Domestik sekitar 1,9 juta orang. Kemudian, untuk di Terminal Ferry Internasional tercatat hampir mencapai 2,3 juta penumpang.

“Total aktivitas penumpang, baik datang maupun berangkat di Terminal Ferry Domestik dan Internasional totalnya 4.284.570 juta orang,” kata Dendi.

Baca Juga: Revitalisasi Bandara Hang Nadim Berjalan Sesuai Rencana, Dikerjakan Malam Hari hingga Subuh

Di Terminal Ferry Internasional Batam, sebanyak 1,75 juta penumpang berangkat dan datang tujuan Singapura. Kemudian, ada 550 ribu orang yang berangkat dan datang tujuan Malaysia.

Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di 2023 lalu, penumpang yang datang dan berangkat via Terminal Ferry Domestik Batam berada diangka 1,8 juta orang. Untuk di Terminal Ferry Internasional, sekitar 2,1 juta jiwa.

“Kalau di tahun 2023, untuk semester I itu total penumpang yang datang dan berangkat lewat Terminal Ferry Domestik dan Internasional diangka 4.033.965 orang,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

RAB Masih Dihitung, Stadion Demang Lebar Daun di Bintan Segera Ditata

0
Kadispora Bintan, Alfeni Harmi. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Stadion Demang Lebar Daun di Kijang, Kecamatan Bintan Timur akan ditata.

Untuk itu, anggaran untuk menata stadion sebagai ikon Kabupaten Bintan itu masih dihitung.

Kadispora Bintan, Alfeni Harmi mengatakan, penghitungan rencana anggaran biaya (RAB) untuk penataan stadion masih dilakukan Dinas Perkim Bintan.

BACA JUGA: Bakal Dijadikan Kantor Dispora Bintan, Rp 150 Juta Dikucurkan untuk Stadion Megat Alang Perkasa

“Kalau selesai dihitung RAB, kita mengusulkan penataan stadion Demang Lebar Daun,” ungkap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bintan.

Dia mengatakan, untuk penataan Stadion Demang Lebar Daun di Kijang mengambil sampel dari Stadion Sri Tri Buana di Tanjungpinang dan Stadion Citramas di Batam.

“Tidak akan jauh beda, terutama penataan rumput lapangan,” ujarnya. (*)

Reporter: Slamet

Cara Mendaftar QR Code Pertamina Supaya Bisa Beli Pertalite di SPBU, Ini Panduan Lengkapnya

0
Ilustrasi mengisi bensin dengan BBM Pertalite. (Dok. Pertamina)

batampos – PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Pertalite terus dilakukan sesuai penugasan yang diberikan Pemerintah. Tidak ada rencana menghentikan distribusi Pertalite pada 1 September 2024.

Namun, pelaksanaan aturan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite menggunakan QR code masih tarik-ulur. Sempat beredar kabar aturan tersebut berlaku mulai 1 September 2024 atau kemarin. Ternyata, aturan tersebut belum berlaku.

Kabarnya, aturan itu akan resmi dilaksanakan mulai bulan depan atau tepatnya 1 Oktober. Sebagai persiapan, Pertamina mengimbau masyarakat untuk mulai mendaftar QR Code melalui laman subsidi tepat Pertamina.

Seperti halnya pembelian BBM jenis diesel bersubsidi, QR Code merupakan bukti bahwa kendaraan boleh diisi Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU. QR Code ini bisa didapat dengan cara mendaftar melalui situs https://subsiditepat.mypertamina.id/.

Selanjutnya, pendaftar atau mereka yang masih ingin mengkonsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite wajib melengkapi sejumlah syarat. Persyaratan tersebut mencakup dokumen seperti foto KTP, foto diri, dan foto STNK (tampak depan dan belakang).

Kemudian, calon pendaftar juga wajib mencantumkan foto kendaraan mereka. Foto kendaraan sendiri diambil dari berbagai angle. Tampak keseluruhan dari depan, belakang, samping kanan dan kiri, dan wajib tampak depan nomor polisi serta foto KIR bagi kendaraan pengguna KIR.

Pastikan juga seluruh dokumen dapat terbaca dengan jelas dan dikirim dalam format foto (jpg). Selain itu, untuk memastikan foto yang diunggah jelas dan tidak pecah, kirim dengan resolusi tinggi agar memudahkan proses verifikasi.

Data yang didaftarkan warga akan dicocokkan dengan dokumen kendaraan. Bila terverifikasi maka QR Code bakal diberikan. Warga bisa mencetaknya lalu menunjukkan ke petugas SPBU. Jadi tak perlu menggunakan ponsel.(*)

Parkir Berlangganan di Batam Kurang Diminati ASN, Baru 228 Kendaraan Terdaftar

0
parkir langganan
Dishub membuka konter di kantor DPRD Batam untuk mendaftar parkir berlanggnana di sana. (F. Azis Maulana/Batam Pos)

batampos – Sistem parkir berlangganan yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam nyatanya masih kurang diminati oleh masyarakat dan juga kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Tercatat untuk kendaraan roda dua hanya 68, sementara roda empat 160 kendaraan.

Kepala Dishub Kota Batam, Salim mengatakan bahwa anggaran untuk parkir berlangganan kendaraan dinas Pemko Batam baru akan dialokasikan pada tahun anggaran 2025.

“Target kami adalah kendaraan pribadi dari ASN Pemko Batam,” jelas Salim, Senin (2/9).

Saat ini, 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mengikutsertakan ASN mereka dalam program ini, dengan total 228 kendaraan terdaftar, yang meliputi 68 kendaraan roda dua dan 160 roda empat.

Baca Juga: Walikota Batam HM Rudi Kenang Nyat Kadir, Pelopor Pengembangan Kota Batam

Dishub menargetkan 500 stiker untuk roda dua, 1.000 untuk roda empat, dan 500 untuk roda enam pada tahun 2024.

“Target sementara dari Dishub untuk stiker adalah roda dua sebanyak 500 kendaraan, roda empat 1.000 kendaraan, dan roda enam 500 kendaraan,” katanya.

Untuk mendorong upaya tingkat partisipasi ASN, pihaknya sudah melakukan secara personal baik kepada ASN maupun kepala dinasnya. Kemudian ada imbauan tertulis melalui Kepala Daerah dan Sekda.

“Diharapkan juga para pegawai di lingkup Pemko Batam dapat turut serta menyukseskan program daerah,” ujarnya.

Untuk kendaraan dinas di setiap jajaran Dishub secara resmi ke tim Badan Anggaran (Banggar) untuk di tahun 2025 mobil dinas dianggarkan parkir berlangganan.

Baca Juga: Sempena Hari Pelanggan Nasional, PLN Beri Diskon Tambah Daya Hanya Rp240.904

Untuk secara keseluruhan masyarakat Kota Batam data akhir Agustus 2024, total sebanyak 993 kendaraan telah mendaftar untuk mengikuti parkir berlangganan. Kendaraan yang terdaftar terdiri dari 132 kendaraan roda dua, 693 kendaraan roda empat, dan 168 kendaraan roda enam.

Target pendapatan daerah dari program ini sebesar Rp 1,1 miliar, dengan realisasi saat ini mencapai Rp 574,8 juta atau sekitar 52,25 persen dari target.

Terpisah, Anggota DPRD Batam, Hendra Asman menambahkan, selama ini banyak yang protes mengenai kebocoran retribusi parkir. Sistem parkir berlangganan ini akan mengentaskan hal itu, paling tidak bisa meminimalisir, dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Batam.

“Salah satu alasan kami menyetujui revisi aturan adalah agar ada inovasi yang bisa mendongkrak penerimaan daerah dari retribusi parkir tepi jalan ini,” ujarnya.

Baca Juga: JPO di Batuaji Butuh Pelebaran

Masyarakat sebenarnya ingin kemudahan. Secara bertahap, diharapkan program ini bisa menyebar kepada semua pemilik kendaraan. Untuk itu, perlu upaya mendorong agar jumlah pelanggan parkir berlangganan ini bisa terus meningkat. Salah satunya melalui pemerintahan dan legislatif.

“Ini merupakan program dari Pemerintah Kota Batam, sudah seharusnya mereka dukung. Caranya ajak berlangganan. Makanya harus jemput bola,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Paus Fransiskus Datang ke Indonesia, Polri Lakukan Pengamanan Selama Enam Hari

0
Apel Pasukan Gabungan dilaksanakan oleh Polri bersama TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (2/9). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

batampos – Polri menyelenggarakan operasi khusus dengan sandi Operasi Tribrata Jaya pada awal September 2024. Korps Bhayangkara melaksanakan operasi tersebut untuk mengawal dan mengamankan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada Selasa (3/9) sampai Jumat (6/9).

Sebelum menggerakan pasukan dalam operasi tersebut, Apel Pasukan Gabungan dilaksanakan oleh Polri bersama TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin (2/9).

Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Imam Widodo memimpin Apel Gelar Pasukan Gabungan tersebut. Dia hadir dalam apel itu bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya Agus Hariadi.

“Operasi terpusat dengan sandi Operasi Tribrata Jaya 2024 akan dilaksanakan selama enam hari. Mulai tanggal 3 September sampai 8 September 2024 di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” terang dia.

Jenderal bintang tiga Polri itu menyatakan bahwa, Polri bersinergi dengan TNI dalam agenda tersebut. Total TNI-Polri mengerahkan 9.030 pasukan dalam pengawalan dan pengamanan kunjungan pemimpin gereja katolik dunia tersebut.

“Agar tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif kami bersinergi dengan TNI serta komponen pengamanan lainnya,” terang Imam. Dia pun memastikan operasi pengamanan sudah disusun dengan rapi.

Kepada ribuan personel Polri yang ditugaskan dalam Operasi Tribrata Jaya 2024, Komjen Imam meminta mereka untuk mengikuti arahan dan petunjuk yang sudah disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Sebelum pelaksanaan operasi, kami telah melaksanakan latihan pra operasi. Baik secara parsial maupun gabungan antara Polri bersama TNI dan unsur terkait lainnya,” beber dia.

Lewat Komjen Imam, Jenderal Sigit mengingatkan agar tidak ada satu pun personel Polri yang memandang sebelah mata segala potensi ancaman dan gangguan.

“Kita tidak boleh underestimate, waspada setiap potensi ancaman sekecil apa pun yang dapat mengganggu jalannya kegiatan pengamanan kunjungan Paus Fransiskus,” terang dia. Perlakuan serupa juga berlaku untuk personel yang bertugas mengamankan jalannya International Sustainable Forum (ISF) 2024. (*)

 

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series di Kepri

0
IMG 20240902 WA0081 e1725279236683
Kendaraan mengisi BBM Non Subsidi di SPBU. F. Rengga Yuliandra

batampos – PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), kembali menyesuaikan harga BBM non-subsidi secara berkala.

Pada September 2024 ini, harga untuk Pertamax Series dan Dex Series mengalami penurunan, dengan harga baru mulai berlaku pada 1 September 2024.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan mengikuti tren harga rata-rata minyak internasional yang dipublikasikan melalui Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus, serta memperhitungkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Baca Juga: Berlaku, Beli Pertalite Dibatasi 20 Liter, Bagi Pemilik Mobil yang Tak Bisa Tunjukkan QR Code MyPertamina

“Evaluasi dan penyesuaian harga BBM non-subsidi akan terus dilakukan setiap bulan. Harga bisa tetap, naik, atau turun, tergantung pada tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Pada September ini, seluruh harga BBM non-subsidi Pertamina mengalami penurunan,” ujar Heppy.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen menyediakan produk berkualitas dengan harga kompetitif di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Riau (Kepri).

Menurutnya, untuk harga Pertamax Turbo (RON 98) mengalami penurunan menjadi Rp 15.100 dari sebelumnya Rp 16.150, sementara Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 13.550 dari Rp 14.300.

Baca Juga: Dua Paslon di Pilwako Batam Rampungkan Tes Kesehatan, Pleno Segera Digelar

Sementara itu untuk Dexlite (CN 51) juga mengalami penurunan harga menjadi Rp 14.700 dari sebelumnya Rp 16.050, dan Pertamina Dex (CN 53) turun menjadi Rp 15.200 dari Rp 16.350 per liter. Penyesuaian harga ini berlaku di seluruh wilayah Kepri.

“Selain penurunan harga, Pertamina Patra Niaga juga menawarkan berbagai promo dan program loyalitas melalui aplikasi MyPertamina,” kata Satria. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Pengendara masih Banyak Tak Gunakan QR Code saat Isi Pertalite

0
Petugas SPBU Sei Carang Tanjungpinang melayani pengisian pertalite untuk kendaraan roda empat, Senin (2/9). F. Mohamad Ismail

batampos– Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite menggunakan QR Code My Pertamina, khsus kendaraan roda empat mulai diberlakukan. Untuk di Kota Tanjungpinang, Kepri sendiri masih banyak pengendara mobil yang belum menggunakan QR code.

Kondisi itu terlihat di SPBU Jalan Sei Carang, kilometer 9 Tanjungpinang. Dimana, masih banyak pengendara mobil melalukan pengisian BBM pertalite dengan cara membayar tunai. Pengendara yang tidak memiliki QR barcode kuota pembelian BBM pertalite dibatasi.

BACA JUGA: Komitmen dalam Pengelolaan Lingkungan, PT Timah Tbk Raih Dua PROPER Emas Tahun 2022

“Masih banyak yang tidak ada barcode. Sebelum kita isi, kita tanya apakah ada QR atau tidak. Jika tidak ada, ya maksimal hanya bisa beli pertalite Rp200 ribu atau 20 liter saja,” kata Deni, pengawas SPBU PT. Energy Sejahtera, Senin (2/8).

Ia menerangkan, bahwa semua SPBU sudah mulai menerapkan penggunaan QR Code tersebut, sejak 1 September kemarin. Baginya sudah memiliki QR, maka dapat mengisi BBM pertalite sebanyak 120 liter per hari.

Selain itu, Deni menegaskan bahwa petugas SPBU mencatat nomor polisi kendaraan roda empat yang melakukan pengisian pertalite tidak menggunakan QR code. Hal ini, gara kendaraan tersebut tidak berulang kali mengisi.

“Kami input plat nomornya. Jika sudah mengisi 20 liter, maka di hari yang sama tidak bisa lagi. Untuk yang punya QR code maksimal 120 liter,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya kebijakan penggunakan QR code code ini menimbulkan antrean panjang mobil yang hendak mengisi pertalite. Sebab, petugas SPBU harus mengecek data terlebih dahulu, sebelum melakukan pengisian.

“(Antrean) karena kita harus cek data kendaraanya, jadi lebih lama. Kita juga minta yang belum ada QR segera mendaftar. Karena bulan depan, jika tidak ada QR code, tidak bisa isi sama sekali,” tegasnya.

Sementara menurut seorang pengendara mobil, Dini mengaku belum mengetahui tentang pengisian pertalite khsus mobil, harus menggunakan QR code My Pertamina. Kendati demikian, kata Dini ia tetap dapat mengisi, namun dengan kuota yang terbatas.

“Ya saya belum tau isi minyak harus gunakan QR code. Tadi isinya cuma bisa Rp200 saja. Jadi ke depan saya akan daftar, karena biasanya sekali isi diatas Rp200 ribu,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: M Ismail

Warga RI yang Jalan-jalan ke Luar Negeri Meningkat, Ini Negara Tujuan Utama

0
Petugas Kepolisian dari Bandara Soetta saat melakukan pemantauan di Terminal 3 Bandara Soetta. (Azmi/Antara)

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan nasional (wisnas) atau warga RI yang doyan jalan-jalan ke luar negeri meningkat sebanyak 917,804 perjalanan pada Juli 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan angka tersebut tercatat naik 7,23 persen dibandingkan dengan Juni 2024. Bahkan, tercatat meningkat 12,46 persen dibandingkan Juli tahun lalu.

Adapun periode libur sekolah, jelas Pudji, turut mendorong peningkatan perjalanan wisnas pada bulan Juli 2024 ini. “Kemudian secara kumulatif jumlah perjalanan Wisnas di sepanjang Januari hingga Juli 2024 mencapai 5,342,902 perjalanan atau meningkat 22,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Senin (2/9).

Meskipun meningkat, Pudji membeberkan bahwa jumlah perjalanan wisnas hingga Juli 2024 ini tercatat masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama saat sebelum pandemi. Dilihat dari negara tujuannya, warga RI cenderung doyan jalan-jalan tiga negara. Meliputi, Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura. Di mana, paling tinggi sebesar 33,14 persen banyak yang pergi ke Malaysia.

“Jika kita lihat negara tujuan utama wisatawan nasional pada Juli 2024 negara yang paling banyak dikunjungi Wisnas Indonesia adalah Malaysia yaitu sebesar 33,14 persen, kemudian disusul oleh Arab Saudi 18,33 persen, dan Singapura 12,86 persen,” jelasnya.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya, Pudji mengungkapkan proporsi kunjungan Wisnas ke Arab Saudi kembali mengalami peningkatan. Adapun hal ini didorong utamanya karena jemaah haji yang sudah kembali ke tanah air.

“Total proporsi kunjungan ketiga negara ini terhadap total perjalanan Wisnas mencapai 64,33 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, dilihat dari moda transportasi yang digunakan warga RI lebih suka menggunakan moda transportasi udara sebanyak 79,1 persen. Kemudian, disusul dengan mode transportasi laut yaitu sebesar 14,4 persen dan mode transportasi darat yaitu sebesar 6,5 persen.

Pudji menyebut, terdapat sekitar 726.000 perjalanan wisnas melalui udara dan angka tersebut lebih tinggi sekitar 6,32 persen jika dibandingkan dengan bulan Juni 2024.

“Dalam hal pintu kedatangan WisNus, Bandara Soekarno-Hatta berada di posisi pertama yaitu sekitar 473.000 perjalanan kemudian disusul Pelabuhan Batam di Kepulauan Riau dan juga Bandara Kualanamu di Sumatera Utara,” pungkasnya. (*)

Bapas Batam Sudah Resmi Beroperasi, Ini Fungsinya

0
IMG 20240902 WA0018 e1725278654499
Gedung Balai Pemasyarakatan (Bapas) Batam yang berlokasi di belakang Lapas Kelas II A Batam. F.Eusebius Sara

batampos – Gedung Balai Pemasyarakatan (Bapas) Batam yang dibangun oleh Kementerian Hukum dan HAM RI di belakang Lapas Kelas II A Batam sudah mulai beroperasi. UPT Pemasyarakatan yang baru ini dipimpin oleh Fajar Kusnaldi.

Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau Dannie Firmansyah menuturkan, beroperasinya kantor Bapas Batam ini setelah Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri menerima nomenklatur pengoperasian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 30 Agustus lalu.

“Pejabatnya sudah ada semua dan sudah aktif saat ini. Pembangunan sudah rampung dan fasilitas akan dilengkapi secara bertahap,” ujar Dannie di Rutan Batam, Senin (2/9).

Baca Juga: Waspada Monkeypox, Balai Karantina Kesehatan Batam Perketat Pengawasan di Pelabuhan dan Bandara

Dengan beroperasinya gedung Bapas Batam ini, kata Dannie, Kepri sudah ada duan kantor Bapas. Bapas pertama ada di Tanjungpinang.

Sesuai tugas dan fungsinya Bapas ini nantinya akan menjadi wadah bimbingan dan pengawasan kepada klien Pemasyarakatan. Klien Pemasyarakatan yang dimaksud ialah mereka yang berada di dalam bimbingan Bapas seperti terpidana bersyarat, narapidana atau anak yang berhadapan dengan hukum yang telah mendapatkan PB/CB/CMB dan anak yang dikembalikan kepada bimbingan orang tua atau wali sesuai dengan putusan pengadilan.

“Selama ini baru satu Bapas di Tanjungpinang. Padahal Batam ini paling banyak klien pemasyarakatan. Alhamdulillah, Kemenkumham sudah menjawab kekurangan ini,” kata Dannie.

Baca Juga: Berlaku, Beli Pertalite Dibatasi 20 Liter, Bagi Pemilik Mobil yang Tak Bisa Tunjukkan QR Code MyPertamina

Gedung Bapas Batam dari Kemenkumham ini dibangun oleh CV Mahameru sejak 2022 lalu dan menelan anggaran sekitar Rp8,9 miliar. Dari catatan Batam Pos sebelumnya pengerjaan sempat terhambat karena faktor cuaca dan lain sebagainya, namun kini sudah rampung dan beroperasi

Kalapas Batam Heri Kusrita menyambut baik beroperasinya gedung Bapas ini. Bapas memang dibutuhkan di Batam karena banyak sekali klien Pemasyarakatan di Kota Batam ini. Selama ini agak kesulitan sebab harus ke Tanjungpinang untuk mendapatkan layanan Bapas ini.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena ini untuk kelancaran layanan Pemasyarakatan di Batam ini,” katanya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara