batampos – Masyarakat Anambas mengeluhkan pelayanan transportasi kapal ferry MV VOC Batavia dan MV Seven Star Island yang sempat terhenti selama dua pekan sejak akhir September lalu.
Penghentian kapal ferry yang biasa melayani rute Tanjungpinang-Batam-Letung-Tarempa ini disebakan dua kapal milik Santoni itu mengalami kerusakan.
“Ya benar kapal ferry tak jalan dua minggu kemarin. Informasinya rusak,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Anambas, Nurullah, Minggu, (13/10).
Nurullah heran kapal tersebut bisa mengalami kerusakan secara bersamaan. Mengingat, biasanya operator hanya menjalankan satu kapal saja untuk melayani Anambas.
“Mereka ada dua kapal. Itupun tidak dijalankan sekaligus, tetapi satu aja yang dijalankan. Dan yang tak jalan biasanya stand by, kalau ada kerusakan,” tutur Nurullah.
Dishub-LH telah mengirimkan surat kepada PT Galaxy Ocean Shipyard selaku pengelola kapal untuk memberikan klarifikasi.
“Kami sudah berkirim surat namun belum dibalas,” kata Nurullah.
Sementara itu Direktur PT Galaxy Ocean Shipyard, Aseng saat dikonfirmasi membenarkan perihal dua kapal ferry yang melayani masyarakat Anambas mengalami kerusakan.
“Iya rusak, sekarang satu kapal sudah bagus lagi. MV Seven Star Island sudah jalan, sementara kapal itu dulu yang jalan,” ujar Aseng.
MV Seven Star Island yang sudah baik kondisinya sudah dioperasikan pihaknya pada Jum’at, (11/10) lalu.
Dikatakan Aseng, kerusakan ini terjadi serentak bukan karena kemauan perusahaan. Tetapi terjadi karena kebetulan saja.
“Untuk satu kapal lagi, MV VOC Batavia kita sedang menunggu sparepart datang. Estimasi dua minggu lagi selesai perbaikan,” sebut Aseng.
Selain perbaikan kapal, Aseng juga menyampaikan pihaknya merubah jadwal keberangkatan. Biasanya kapal berangkat dari Tanjungpinang pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu.
“Kita rubah menjadi Senin, Rabu dan Jumat. Tapi sementara kita jalan dua minggu sekali, Senin dan Jum’at,” kata Aseng. (*)
(kiri-kanan). Wakil Komisaris Utama BSI Adiwarman Karim, Komisaris Independen BSI Komaruddin Hidayat, salah satu pembina Yayasan KH Ahmad Dahlan Munichy B Edress, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Syamsul Anwar, Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama, Dewan Pengawas Syariah BSI Jaih Mubarok dan Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro saat acara ground breaking pembangunan Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta
batampos – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus meningkatkan kolaborasi dengan komunitas umat muslim di Tanah Air guna memperkokoh Islamic ecosystem di dalam negeri melalui kontribusi pembangunan Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama mengatakan BSI bertekad membangun sinergi berkelanjutan dengan membangun kemandirian ekonomi umat lewat optimalisasi masjid. Saat ini kami terus menggali kemungkinan potensi melalui kerjasama pengelolaan keuangan masjid serta kerjasama program keumatan di sejumlah masjid di Indonesia, salah satunya di Yogyakarta.
Pembangunan masjid padepokan KHA Dahlan diinisiasi oleh cucu dan cicit founding father salah satu organisasi terbesar di Indonesia yakni Persyarikatan Muhammadiyah. KH Ahmad Dahlan sendiri memiliki 6 orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Zaharah. BSI mensupport pendanaan pembangunan bersama dengan beberapa BUMN lainnya.
Lebih lanjut Hary Gusti mengungkap saat ini BSI telah bekerjasama dengan lebih dari 55 ribu masjid di Indonesia dengan kelolaan dana lebih dari Rp5,8 triliun. Hal ini menjadi spirit bagi kami untuk bersama memajukan ekonomi ummat dan memberikan kontribusi untuk mendorong ZISWAF dan program keummatan lainnya lebih transparan, pengelolaan digital dan terstruktur.
“Upaya tersebut diimplementasikan dalam bentuk kerjasama pengelolaan keuangan dengan DKM Masjid, Lembaga Amil Zakat, pengelolaan cash management masjid yang baik sehingga dari ekosistem masjid akan terus tumbuh menjadi sarana keummatan yang terus memberikan kemaslahatan yang luas”. pungkas Harry.
KH Ahmad Dahlan juga memiliki surau dan padepokan yang terletak di Yogyakarta. Surau tersebut terletak di tengah-tengah Kampung Kauman yaitu berada tepat di samping rumah KH Ahmad Dahlan, sedangkan padepokan yang akan direnovasi terletak di Kampung Pingit.
Pembangunan Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta
Harry meyakini bahwa kehadiran Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan ini nantinya akan membawa banyak kemaslahatan bagi masyarakat di sekitarnya. Pembangunan Masjid Ahmad Dahlan berdiri di atas lahan KHA Dahlan seluas 358 m2, yang nantinya akan dipergunakan untuk sarana ibadah dengan kapasitas dan bangunan yang layak. Komplek masjid ini juga ditargetkan agar memadai untuk menjadi tempat pembelajaran dan pengkajian agama Islam, syiar dakwah, serta muamalah bagi masyarakat umum Yogyakarta, serta menjadi pusat informasi dan kajian sejarah mengenai KHA Dahlan. Masjid yang berlokasi di Padepokan KHA Dahlan juga diniatkan sebagai lembaga yang universal dan inklusif sebagaimana nilai yang dikembangkan BSI.
“Kiai Haji Ahmad Dahlan merupakan seorang ulama besar bergelar Pahlawan Nasional Indonesia dan pendiri Muhammadiyah. BSI yakin nantinya Masjid Ahmad Dahlan ini akan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Yogyakarta dan para jamaah yang beribadah di masjid tersebut,” kata Harry
Bangunan masjid ini akan dilengkapi ruang utama ibadah, ruang wudhu, ruang marbot, dan toilet. Masjid ini akan menampung kurang lebih 300 jamaah dalam melakukan ibadah sholat lima waktu, sholat jumat, dan kegiatan pembinaan keislaman dan kepemudaan.
BSI terus bersinergi dalam bidang agama yakni penyediaan tempat ibadah yang layak. Selanjutnya di bidang pendidikan di mana BSI menjadi bank mitra dalam pengelolaan dana institusi pendidikan di berbagai level dan jenjang kependidikan.
“BSI juga memberikan beasiswa untuk siswa yang membutuhkan dan berprestasi serta bidang sosial untuk program pengelolaan UMKM binaan dan desa di Yogyakarta,” tutup Harry.
Hadir dalam acara ini Wakil Komisaris Utama BSI Adiwarman Karim, Komisaris Independen BSI Komaruddin Hidayat, salah satu pembina Yayasan KH Ahmad Dahlan Munichy B Edress, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih dan Tajdid Syamsul Anwar, Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama, Dewan Pengawas Syariah BSI Jaih Mubarok dan Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto serta pimpinan Aisiyah.
BSI sebelumnya telah membangun masjid yabg berlokasi diantaranya di kawasan wisata Bromo, Bakauheni Lampung, Rest Area Cipali Km 166 dan rest Area Cipularang KM88
Petugas dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam saat melakukan pemeliharaan PJU di Jalan Raja Isa. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Warga Batam tampaknya harus bersabar jika berharap adanya pembangunan baru Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun depan. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mengonfirmasi bahwa tidak ada rencana pembangunan PJU baru untuk tahun 2025. Fokus anggaran tahun depan akan diarahkan sepenuhnya untuk pemeliharaan titik-titik PJU yang sudah ada.
“Pembangunan PJU baru sepertinya belum ada tahun depan. Untuk 2025, anggaran hanya dialokasikan untuk pemeliharaan, bukan pembangunan,” ujar Kepala Bidang PJU DBMSDA Kota Batam, Kukuk, Senin (14/10).
Anggaran pemeliharaan PJU tahun 2025 akan mencapai Rp1,5 miliar, sama seperti tahun ini. Dari total anggaran tersebut, Rp300 juta khusus disiapkan untuk perbaikan dan penggantian kabel-kabel yang hilang akibat pencurian. Sisa anggaran digunakan untuk mengganti komponen PJU lainnya seperti lampu, tiang, dan jaringan kabel yang rusak.
DBMSDA Kota Batam melaporkan bahwa dari total 17.000-an titik PJU yang ada, sekitar 300 ratusan titik tidak berfungsi, terutama akibat pencurian kabel tembaga. Untuk mengatasi masalah ini, DBMSDA telah beralih menggunakan kabel aluminium, yang dinilai lebih ekonomis dan diharapkan dapat menekan kasus pencurian.
“Kabel aluminium dipilih karena nilai ekonomisnya lebih rendah dibanding tembaga, sehingga diharapkan mengurangi insentif pencurian,” jelas Kukuk.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi DBMSDA Batam cukup berat. Pencurian kabel terjadi lebih cepat daripada kemampuan tim melakukan perbaikan. Namun, pemeliharaan terus dilakukan secara rutin oleh tim patroli lapangan yang siap menangani kerusakan di berbagai wilayah.
“Kami akan terus berupaya menjaga PJU yang sudah ada agar tetap berfungsi dengan baik. Meski tidak ada pembangunan baru, pemeliharaan akan dilakukan secara intensif,” tambahnya.
Dengan tidak adanya pembangunan PJU baru, pemeliharaan yang tepat dan efisien diharapkan dapat menjaga fungsi penerangan jalan di Batam, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat yang beraktivitas di malam hari.
Tugas kami tidak hanya mengganti kabel yang dicuri, tetapi juga memastikan perbaikan dilakukan secepat mungkin agar PJU kembali normal. Kalau pemeliharaan terus dilakukan sampai akhir tahun. Tidak pernah berhenti atau selesai. Tim patroli terbagi dari beberapa wilayah. Ketika ditemui kerusakan, kalau bisa langsung diatasi saat itu, ” pungkasnya. (*)
Potret kemeriahan perayaan anniversary BPR Dana Nagoya ke-18. Foto: BPR Dana Nagoya untuk Batam Pos
batampos – BPR Dana Nagoya merayakan ulang tahun ke-18 dengan berbagai acara menarik, termasuk giveaway bagi para nasabah dan pengikut media sosial mereka. Acara berlangsung di Kantor Pusat BPR Dana Nagoya, di Komplek Nagoya Newton Blok F No 1-2, Batam, Jumat (11/10) lalu.
Acara ini diadakan bertujuan untuk mempererat hubungan dengan para nasabah setia, serta memberikan apresiasi kepada karyawan yang telah bekerja loyal selama bertahun-tahun.
Pimpinan Kantor BPR Dana Nagoya Cabang Odessa Botania, Nugrahadi Perdana mengatakan, bahwa giveaway yang diadakan dalam rangka anniversary ini berisi hadiah uang tunai, souvenir, dan berbagai hadiah menarik lainnya dengan total hadiah mencapai belasan juta rupiah.
“Giveaway ini terbuka bagi para followers media sosial BPR Dana Nagoya serta nasabah setia kami,” katanya.
Tidak hanya giveaway, BPR Dana Nagoya juga memberikan penghargaan khusus kepada karyawan yang telah bekerja selama minimal 10 tahun. Karyawan yang memenuhi kriteria tersebut menerima emas antam seberat 1 gram.
Selain itu, seluruh karyawan BPR Dana Nagoya yang berjumlah sekitar 70 orang berkesempatan mendapatkan hadiah doorprize sebagai bagian dari perayaan ulang tahun perusahaan.
“Agenda seperti ini telah rutin kami gelar dalam tiga tahun terakhir, dengan tujuan tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga mendekatkan diri kepada calon nasabah. Kami berharap acara ini memberikan kesan yang mendalam bagi nasabah serta karyawan kami,” kata dia.
Dalam waktu dekat, BPR Dana Nagoya bakal mengadakan kegiatan internal sebagai kelanjutan dari perayaan ulang tahun perusahaan. Harapannya, agar loyalitas karyawan dapat terus terjaga, sementara nasabah dan calon nasabah bisa merasa semakin dekat dengan BPR Dana Nagoya.
Saat ini, BPR Dana Nagoya memiliki sekitar 3.000 nasabah. Punya satu kantor pusat, serta dua kantor cabang yang berada di Bengkong dan Botania. (*)
Nelayan Tanjunguma bersiap-siap pergi melaut. Warga Batam diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut untuk mengantisipasi adanya korban jiwa di laut. Hal ini disebabkan cuaca Batam yang kerap dilanda hujan dan angin kencang. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Polsek Sagulung kembali mengeluarkan peringatan kepada masyarakat nelayan untuk tingkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang cukup ekstrim saat ini. Aktifitas pelayaran antar pulau, lingkungan tempat tinggal yang rawan dengan hantaman angin puting beliung, bencana tanah longsor, pohon tumbang dan lain sebagainya agar benar-benar diperhatikan demi menghindari korban nyawa atau harta benda.
Kapolsek Sagulung Iptu Rohani Tambunan menuturkan, imbauan ini juga diperuntukan kepada pelaku usaha jasa pelayaran baik itu pancung ataupun kapal kayu lainnya di pelabuhan Sagulung dan pulau-pulau di sekitarnya. Penambang pancung boat ataupun kapal kayu pengangkut barang harus mengedepankan keamanan dan keselamatan berlayar.
Itu artinya jumlah penumpang ataupun kondisi cuaca di wilayah perairan harus disesuaikan dengan keadaan. Jika keadaan cuaca memburuk pelayaran hendaknya dihentikan sementara. Jikapun berlayar tentu harus melengkapi diri dengan alat keselamatan seperti pelampung, lampu penerang kapal dan lain sebagainya.
“Babinkamtibmas kita terus keliling untuk sampaikan sosialisasi dan peringatan. Aktifitas pelayaran sangat kita perhatikan agar selalu mengedepankan keselamatan berlayar,” ujar Rohandi.
Begitu juga di darat, segala potensi terjadinya bencana alam seperti tanah longsor, hantaman angin puting beliung hingga pohon tumbang telah disosialisasikan kepada masyarakat agar sama-sama waspada.
“Di pulau Buluh misalkan sering terjadi puting beliung, itu kita minta perangkat setempat dan juga Babinkamtibmas di sana untuk selalu cek rumah atau bangunan yang berpotensi mudah rusak diterpa angin. Kita upayakan agar kewaspadaan ditingkatkan,” ujar Rohandi. (*)
Timnas Indonesia berhasil raih poin di kandang Bahrain di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.(Instagram/@timnasindonesia)
batampos – Timnas Indonesia mengalami kenaikan peringkat dalam ranking FIFA tanpa berkeringat. Terbaru, posisi skuad Garuda kini naik dua tingkat berkat ‘bantuan’ yang diberikan oleh rekan Maarten Paes dan bintang Paris Saint Germain (PSG).
Untuk diketahui, dalam ranking FIFA terakhir pada 19 September 2024, Timnas Indonesia menduduki urutan ke-129 dengan 1.124,17 poin. Perolehan angka skuad Garuda kemudian bertambah 4,39 poin pada 10 Oktober lalu.
Penambahan poin itu didapat setelah Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Bahrain dalam matchday ketiga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Hanya saja, tambahan angka itu tidak cukup untuk mengubah posisi Indonesia dalam ranking FIFA.
Namun, berdasarkan situs Football Ranking per Senin (14/10), Timnas Indonesia saat ini berada di posisi ke-127 dengan peroleh 1.128,56 poin. Ya, Garuda seketika naik dua tingkat tanpa mengeluarkan keringat sama sekali.
Ternyata, kenaikan peringkat Timnas Indonrsia dalam ranking FIFA diperoleh berkat hasil negatif yang dialami Niger dan Republik Afrika Tengah dalam Kualifikasi Piala Afrika 2025. Mereka kalah dari lawannya masing-masing pada 11 dan 12 Oktober lalu.
Niger misalnya, mereka dipaksa menyerah oleh Angola dengan skor dua gol tanpa balas di Estadio 11 de Novembro, Talatona. Dalam laga itu, Angola diperkuat oleh gelandang Manuel Luis da Silva Cafumana aka Show, yang merupakan rekan Maarten Paes di klub Amerika Serikat, FC Dallas.
Sementara Republik Afrika Tengah, juga takluk saat melakoni laga tandang. Mereka dibuat tak berdaya oleh tuan rumah Maroko di Honor Stadium, Oujda dengan skor telak 5-0. Bek Paris Saint Germain (PSG), Achraf Hakimi menyumbang satu gol dalam kemenangan Maroko tersebut.
Kekalahan yang diterima Niger dan Republik Afrika Tengah membuat mereka harus rela turun peringkat. Posisi kedua negara Afrika itupun digusur oleh Timnas Indonesia yang bertanding lebih dulu.
Sebelum jeda internasional Oktober dimulai, diketahui Republik Afrika Tengah dan Niger ada di atas Indonesia. Niger menempati urutan ke-127 dengan 1132,39 poin, sedangkan Republik Afrika Tengah duduk di posisi ke-128 dengan 1130,7 poin.
Kenaikan dua tingkat jelas jadi modal apik untuk Timnas Indonesia, khususnya jelang melawan Tiongkok yang akan berlangsung pada Selasa (15/10).
Timnas Indonesia kini akan semakin bersemangat dalam meraih kemenangan. Apalagi, jika Garuda berhasil memetik tiga angka dari Tiongkok, maka posisi peringkat mereka dalam ranking FIFA akan naik lagi, bahkan melonjak cukup drastis. (*)
Sejumlah masyarakat nelayan saat berada di pelantar nelayan Kampung Mentigi, Tanjunguban, Bintan pada Minggu (13/10/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Sejumlah nelayan Kampung Mentigi, Tanjunguban menolak aktivitas pengerukan pasir laut dan ekspor pasir laut.
Pasalnya, mereka sudah pernah merasakan dampak dari aktivitas pengerukan pasir laut yang dilakukan belasan tahun lalu di perairan Tanjunguban.
“Lebih dari 10 tahun yang lalu kita bergabung dengan nelayan (Kampung) Sekera turun ke laut menolak pengerukan pasir laut,” kata nelayan Kampung Mentigi, Safii ditemui di pelantar nelayan Kampung Mentigi, Tanjunguban, Minggu (13/10/2024).
Dia mengatakan, saat itu sejumlah nelayan sudah naik ke atas kapal pengeruk pasir.
Bahkan, saat itu nelayan sempat mengancam kalau dalam waktu 15 menit jangkar kapal tidak dinaikkan, maka kapal akan dibakar.
Menurutnya, pengerukan pasir laut sangat berdampak pada kehidupan dan matapencaharian nelayan di Kampung Mentigi.
Dia menyebut, dampaknya antara lain pasir pantai turun ke laut akibat pengerukan pasir laut dan rumah warga di pesisir menjadi rawan karena pasir bergerak ke laut.
“Waktu itu pengerukan pasir dilakukan pas di depan perairan Kampung Mentigi. Kalau tidak salah ingat, seminggu aktivitas berjalan, pasir pantai di sini turun 20 sentimeter karena bergerak ke laut, yang tinggal hanya lumpur,” katanya.
Hal senada disampaikan Ahmad, nelayan asal Kampung Mentigi. Dia pun menolak aktivitas pengerukan pasir laut karena berdampak pada matapencaharian nelayan.
“Otomatis tangkapan ikan berkurang, karena ikan menjauh tidak mau naik mendengar suara mesin yang berisik dari kapal pengeruk pasir laut,” kata dia.
Selain itu, kata dia, air laut menjadi keruk akibat pengerukan pasir laut.
“Misal kalau pengerukan di Lobam, kami di sini tetap menolak juga karena kalau terbawa arus, dampaknya akan ke sini juga,” katanya. (*)
Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Batam menggelar acara bertajuk “Goes to Campus” di Auditorium Politeknik Negeri Batam dihadiri 200 peserta berusia 15 hingga 18 tahun. f.azis
batampos– Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Batam menggelar acara bertajuk “Goes to Campus” yang diperuntukkan bagi anak-anak panti asuhan. Kegiatan ini diadakan di Auditorium Politeknik Negeri Batam dan dihadiri oleh 200 peserta berusia 15 hingga 18 tahun.
Ketua Forum LKSA Batam, Muji Syukur, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan memperkenalkan dunia perkuliahan dan dunia kerja kepada anak-anak panti asuhan.
“Kegiatan ini didukung oleh Ikatan Alumni Politeknik Batam (Ia Polbat), PT Freethesea, YMM. Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan baik setelah dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Batam dan Direktur Politeknik Batam,” ujar Muji Syukur, Senin (14/10).
Acara ini juga diisi dengan berbagai materi penting, seperti penanggulangan sampah di Kota Batam secara baik yang disampaikan oleh narasumber dari Free The Sea , serta pencegahan kenakalan remaja yang diisi oleh Polresta Barelang.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan motivasi bagi anak-anak panti asuhan untuk mempersiapkan masa depan mereka, baik di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap acara ini bisa berkelanjutan di tahun-tahun mendatang agar anak-anak panti asuhan mendapatkan ilmu yang bermanfaat sebagai bekal menghadapi masa depan,” tambahnya.
Muji Syukur juga menekankan bahwa anak-anak panti asuhan memiliki potensi yang sama dengan anak-anak lainnya untuk meraih cita-cita mereka.
“Mereka harus percaya diri dan yakin bahwa mereka bisa sukses, sama seperti anak-anak lain di luar sana,” ujarnya.
Saat ini, Forum LKSA Batam menaungi 71 panti asuhan yang terdaftar secara resmi di Kota Batam. Ia juga mengimbau kepada panti asuhan yang belum mendaftarkan diri agar segera melakukan registrasi ke Dinas Sosial untuk mendapatkan akreditasi.
“Dengan akreditasi ini, panti asuhan akan lebih mudah mengakses bantuan dari pemerintah dan dapat lebih berkolaborasi dalam forum LKSA,” tutupnya. (*)
Salah satu peserta Batam International Marching & Art Competition (BIMAC) 2024 saat tampil di Dataran Engku Putri. Foto: Aziz Maulana/ Batam Pos
batampos – Batam International Marching & Art Competition (BIMAC) 2024 sukses menjadi daya tarik wisatawan di kota Batam pada akhir pekan. Penampilan pertunjukkan perpaduan seni musik dan budaya ini bakal diadakan setiap tahunnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan BIMAC telah menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Batam. “Event ini sukses menjadi daya tarik wisata di Batam pada akhir pekan ini,” ujarnya, Senin (14/10).
BIMAC menampilkan berbagai atraksi, termasuk Street Parade, Color Guard, dan Drumline Battle, yang digelar di dua lokasi utama, Dataran Engku Putri dan Temenggung Abdul Jamal.
Menurutnya, acara ini adalah bentuk implementasi dari program ekonomi kreatif, terutama di sektor musik. “Acara ini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, ke Batam,” katanya.
BIMAC tak hanya menampilkan keahlian para peserta dalam marching band, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar budaya.
Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Andi Agung menyatakan rasa bangganya terhadap acara yang berhasil melibatkan partisipasi luas, baik dari peserta domestik maupun internasional.
“Saya bangga dan turut berbahagia dengan diselenggarakannya acara ini. Melalui acara ini, kita berharap dapat lebih memperkenalkan Batam sebagai kota yang tidak hanya terkenal dengan pariwisatanya, tetapi juga dengan budaya dan kreativitasnya,” katanya.
Sebanyak 16 grup dengan total sekitar 800 peserta dari berbagai daerah dan negara ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Para peserta bersaing memperebutkan hadiah total sebesar Rp150 juta yang dibagikan dalam tujuh kategori.
Andi Agung berharap acara ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan bakat mereka, sekaligus memperkenalkan budaya Batam ke kancah internasional.
“Event ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun hubungan antar budaya dan memperkuat semangat persatuan. Mari kita dukung para peserta dan ciptakan suasana yang sportif,” tutupnya. (*)
Jalan raya di Batuaji dikepung banjir saat hujan, pagi hingga siang Senin (14/10). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Pemukiman dan jalan raya kembali dikepung banjir di Batuaji, Sagulung dan sekitarnya saat hujan, pagi hingga siang Senin (14/10). Arus lalu lintas di jalan raya lumpuh, rumah banyak yang terendam banjir.
Warga benar-benar kewalahan. Mereka yang sedang berkendara harus mengulur waktu menunggu banjir surut atau mencari jalur alternatif lainnya. Warga yang di rumah, harus berjibaku dengan terjangan air yang masuk hingga dalam rumah. Banjir jadi persoalan serius di wilayah Batam Barat ini.
Pantauan di lapangan untuk ruas jalan utama, banjir terlihat merata di lokasi yang selama ini memang jadi lokasi langganan banjir. Jalan R Suprapto, ada banyak titik lokasi banjir. Mulai dari simpang Basecamp, depan perumahan Puskopkar, depan Genta I, depan SP Plaza, Puteri Tujuh dan di Tembesi.
Begitu juga jalan brigjen Katamso Tanjunguncang, banjir menggenangi ruas jalan di depan SPBU Tanjunguncang. Jalan Marina City di simpang Perumahan Jupiter. Begitu jalan menuju kawasan galangan Seilekop Sagulung hampir semua nya terendam banjir.
Tidak saja jalan utama. Jalan masuk perumahan juga banyak menghambat aktifitas warga. Akses keluar masuk warga tertutup karena dihadang banjir.
“Kalau jalan kami di sini selalu begini setiap hujan. Kami pasti terkurung, tak bisa kemana-mana. Banjir naik motor tak bisa lewat lagi. Kalau paksa pasti mogok, ” ujar Irina, warga Marina yang terjebak banjir di jalan depan perumahan Marina Raya.
Selain jalan raya, pemukiman juga banyak yang terendam banjir. Pemukiman di wilayah Marina, Kelurahan Tanjung riau misalkan hampir semua terimbas karena terjangan banjir tadi. Perumahan Beni Raya, Marina Raya dan pemukiman liar lainnya benar-benar kerepotan dengan hantaran banjir tadi.
Wilayah Kelurahan Tanjunguncang, Seilekop, Seibinti kecamatan Sagulung juga banyak yang melapor pemukiman mereka banjir.
Penyebabnya masih sama yakni sistem drainase yang bermasalah. Masih banyak drainase yang tersumbat sehingga air tidak mengalir lancar. (*)