Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2805

Tak Hadir di Pelantikan Prabowo, Presiden Biden Kirim Lima Delegasi dari AS

0

batampos – Pelantikan Presiden Republik Indonesia (RI) yang baru, yakni Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming akan dilaksanakan di Jakarta, Minggu (20/10/2023) mendatang. Dalam pelantikan itu, sebagian besar tamu negara hadir. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Jo Biden dipastikan tidak menghadiri pelantikan.

Presiden Joe Biden di Gedung Putih (nytimes.com)

Meski tak hadir, Biden mengirimkan lima delegasinya untuk menghadiri pelantikan. “Presiden AS Joseph R Biden, Jr hari ini mengumumkan penunjukan delegasi kepresidenan untuk menghadiri pelantikan yang mulia Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024, di Jakarta, Indonesia,” ujar Juru Bicara Kepresidenan AS di Gedung Putih melalui siaran persnya, Sabtu (12/10/2024) siang ini.

BACA JUGA:
Begini Alasan Joe Biden Mundur dari Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat

Ada pun lima delegasi yang akan menghadiri pelantikan Prabowo yakni, Duta Besar AS untuk RI  Kamala Shirin Lakhdhir, Wakil Menteri Perdagangan, Departemen Perdagangan AS Don Graves, Panglima Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Departemen Pertahanan AS Laksamana Samuel Paparo, Daniel J. Kritenbrink Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Departemen Luar Negeri AS, dan Mira Rapp-Hooper, Asisten Khusus Presiden dan Direktur Senior untuk Asia Timur dan Oseania, Dewan Keamanan Nasional (NSC), Gedung Putih.

Linda Thomas-Greenfield, Perwakilan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, akan memimpin delegasi tersebut. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Tak Hadir di Pelantikan Prabowo, Presiden AS Biden Kirim Lima Delegasi

0

batampos – Pelantikan Presiden Republik Indonesia (RI) yang baru, yakni Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming akan dilaksanakan di Jakarta, Minggu (20/10/2023) mendatang. Dalam pelantikan itu, sebagian besar tamu negara hadir. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Jo Biden dipastikan tidak menghadiri pelantikan.

Presiden Joe Biden di Gedung Putih (nytimes.com)

Meski tak hadir, Biden mengirimkan lima delegasinya untuk menghadiri pelantikan. “Presiden AS Joseph R Biden, Jr hari ini mengumumkan penunjukan delegasi kepresidenan untuk menghadiri pelantikan yang mulia Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024, di Jakarta, Indonesia,” ujar Juru Bicara Kepresidenan AS di Gedung Putih melalui siaran persnya, Sabtu (12/10/2024) siang ini.

BACA JUGA:
Begini Alasan Joe Biden Mundur dari Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat

Ada pun lima delegasi yang akan menghadiri pelantikan Prabowo yakni, Duta Besar AS untuk RI  Kamala Shirin Lakhdhir, Wakil Menteri Perdagangan, Departemen Perdagangan AS Don Graves, Panglima Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Departemen Pertahanan AS Laksamana Samuel Paparo, Daniel J. Kritenbrink Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Departemen Luar Negeri AS, dan Mira Rapp-Hooper, Asisten Khusus Presiden dan Direktur Senior untuk Asia Timur dan Oseania, Dewan Keamanan Nasional (NSC), Gedung Putih.

Linda Thomas-Greenfield, Perwakilan Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, akan memimpin delegasi tersebut. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

9 Desa Dapat Tambahan Insentif dari Pusat

0
Jackie Stewart Touw

batampos– Pemerintah Kabupaten Karimun mengusulkan 42 desa yang dinilai berkinerja baik ke pemerintah pusat. Sehingga, pemerintah desa bisa mendapatkan tambahan insentif dari pemerintah pusat.

”Tahun lalu kita usul 42 desa atau semua desa ke pemerintah pusat untuk mendapatkan insentif. Namun, setelah dievaluasi dan dinilai, yang dianggap berkinerja baik hanya 9 desa. Begitu juga untuk tahun ini ada 9 desa yang dinilai berkinerja baik dan mendapatkan tambahan insentif,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun, Jackie Stewart Touw kepada Batam Pos, Jumat (11/10).

BACA JUGA: Korban Angin Kencang di Desa Mantang Besar, Bintan Bertambah, Dilaporkan 57 Rumah Rusak

Kinerja pemerintah desa, katanya, yang memberikan penilaian tidak hanya dari Kabupaten Karimun. Tapi, ada tiga kementerian yang ikut menilai. Yakni, Kementerian Desa, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Yang menjadi penilaian adalah pengelolaan APBDes yang bersumber dari dana desa (DD).

”Kita tidak bisa asal memberikan penilaian desa sebagai desa berkinerja baik. Karena, sistim keuangan desa (Siskeudes) itu online dan bisa dilihat oleh tiga kementerian tersebut. Sehingga, jika kita asal memberikan penilaian terhadap suatu desa pasti akan ketahuan di pusat. Karena, ada Siskeudes yang bisa dilihat secara online atau daring,” paparnya.

Dikatakan Jackie, ada beberapa kriteria yang dinilai untuk desa agar mendapatkan status berkinerja baik. Yakni, mulai dari perencanaan APBDes, pelaksanaan, evaluasi dan kesesuaian anggaran. Termasuk juga penggunaan sistim non tunai di pemerintahan desa.

”Untuk besaran nominal insentif tambahan yang diterima 9 desa sebanyak Rp1.296.000.000. Dengan kata lain setiap desa mendapatkan Rp144 juta. Adanya 9 desa yang mendapatkan penilaian berkinerja baik diharapkan juga dapat diikuti oleh desa-desa lainnya,” ungkapnya.

Menyinggung tentang penyaluran DD, Jackie menyebutkan, sudah dalam dua tahun ini sistim penyaluran DD dari pusat dalam setahun dilakukan sebanyak dua kali.

”Untuk DD tahun ini sudah 100 persen disalurkan oleh pemerintah pusat ke 42 desa. Saat ini, setiap desa sedang menjalankan program yang ada di APBDes. Termasuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT). Kemudian, untuk besarnya DD tahun depan berapa jumlahnya belum terbit dari Kementerian Keuangan,” terangnya. (*)

Reporter: Sandi

Pemuda Asal Sumenep, Jatim Hamili Pelajar Kembar di Jemaja

0
Pelaku, S (tengah) sedang dibawa dua anggota Polsek Jemaja ke Tarempa untuk diserahkan ke Satreskrim Polres Anambas. f. polsek jemaja

batampos – Pelajar kembar, sebut saja Mawar dan Melati asal Jemaja yang masih berusia 15 tahun itu hamil secara serentak.

Kejadian ini terungkap setelah Kepala Sekolah, Nuraina Syuhada curiga dengan perubahan fisik korban.

“Kepala sekolahnya curiga dengan perubahan fisik. Lalu lapor ke kami, dan kami selidiki dan periksa saksi,” kata Kapolsek Jemaja, Iptu Aang Setiawan melalui sambung seluler, Jum’at, (11/10).

Setelah menginterogasi korban, diketahui bahwa yang melakukan perbuatan persetubuhan itu yakni S (23), pemuda asal Sumenep, Jawa Timur. Aksi pelaku rutin dilakukan sejak Maret lalu.

BACA JUGA: Jumardi: Saya Nak Bertanggung Jawab, Bang, Kasus Pelajar Hamil

Pelaku yang berprofesi sebagai nelayan itu, berhasil diamankan polisi usai menyelam memasang perangkap ikan di perairan Desa Impol pada Jum’at, (11/10) pukul 02.00 WIB dini hari.

“Pelaku ditangkap habis menyelam pasang bubu (perangkap ikan) di Impol. Waktu ditangkap tidak melakukan perlawanan,” ujar Aang.

Aang mengungkapkan dalam melancarkan aksinya, pelaku selalu menggoda dan membujuk korban agar mau melakukan perbuatan terlarang.

“Pelaku melancarkan aksinya di rumah korban dalam keadaan sepi. Pelaku ini tinggal dirumah korban. Masih satu profesi dengan bapak angkat korban,” tutur Aang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, usia kehamilan kedua gadis kembar itu sudah memasuki 6 bulan.

“Kehamilan sudah diperiksa medis, diketahui sudah memasuki 25 minggu dan 26 minggu. Selisih satu minggu saja. Kalau hitungan bulan, sudah injak 6 bulan,” terang Aang.

Saat ini, sambung Aang, pelaku akan diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Anambas untuk diperiksa lebih lanjut. Karena, di Polsek Jemaja belum memiliki Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

“Sekarang diberangkatkan dari Jemaja menuju Tarempa menggunakan MV Bahtera Lingga. Kita limpahkan ke Polres Anambas,” pungkas Aang Setiawan. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Penindakan Bea Cukai Batam Didominasi Barang Kena Cukai

0
IMG 0498 scaled e1728703102780
Bea Cukai Batam memusnahkan barang ilegal hasil penindakan kepabeanan dan cukai periode 2017-2024 di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (10/10/2024). (Bea Cukai Batam)

batampos – Bea Cukai Batam sepanjang tahun ini sudah melakukan 500 penindakan. Penindakan didominasi oleh barang kena cukai (BKC).

“Sampai September ini sudah 500 penindakan. Dan kami perkirakan itu meningkat,” ujar Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batu Aji, Kamis (10/10) pagi.

Ia menjelaskan biasanya penindakan yang dilakukan Bea Cukai Batam bisa mencapai 800 kali per tahunnya. Penindakan ini terdiri dari 11 item, diantaranya hssil tembakau, menuman etil alkohol, elektronik dan ponsel, serta baju bekas.

“Tahun ini kita sudah menerbitkan 13 SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan). Tapi ada barang temuan yang tidak ada tersangkanya,” katanya.

Baca Juga: Jalan Amblas di Nongsa Rencananya Mulai Diperbaiki November

Zaky menjelaskan selain penindakan, pihaknya tengah meningkatkan sosialisasi. Sosialisasi ini bertujuan untuk perederan barang ilegal di Batam.

“Meindak tanpa edukasi sesuatu yang kurang baik. Maka kami berkolaborasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum) terkait,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bea Cukai Batam melakukan pemusnahan barang bukti hasil penindakan di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang, Batuaji, Kamis (10/10) pagi. Total barang bukti yang dimusnahkan senilai Rp 16,4 miliar.

Baca Juga: Kabar Terkini Kasus Personel Sat Narkoba Polresta Barelang yang Jual Sabu

Barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penindakan sejak 2017-2024. Adapun barangnya berupa hasil tembakau dengan jumlah 13,5 juta batang atau senilai Rp 8,5 miliar, 7.354 minuman etil alkohol berbagai merek senilai Rp 4,7 miliar, elektronik dan ponsel 436 unit senilai Rp 1,1 miliar, baju bekas 2167 ball senilai Rp 700 juta.

Kemudian perlengkapan kapal Rp 240 juta, makanan dan minuman 2081 pcs senilai Rp 100 juta, VCD, kabel dan charger Rp 100 juta, spareparr kendaraan Rp 80 juta, air soft gun 74 unit Rp 68 juta, sex toys 12 pcs, dan perkakas rumah tangga senilai Rp 750 juta. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Pesan Khusus Prabowo tentang Batam untuk Pasangan Amsakar-Claudia

0
amsakar 2
Amsakar

batampos – Pasangan ASLI (akronim Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra) mendapat arahan khusus dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

“Pesan Bapak Prabowo majukan Kota Batam, sejahterakan masyarakatnya,” kata Li Claudia saat bertemu warga Taman Yasmin Kebun, Jumat (11/10) malam.

Sementara itu, Amsakar mengatakan, bahwa perjuangan memajukan daerah ini sejatinya harus linear antara daerah dan pusat. ASLI (Amsakar dan Li Claudia) adalah perwujudan dari hal ini.

“Kami siap berjuang bersama masyarakat,” sebut Amsakar.

Di kesempatan ini, Amsakar dan Li Claudia menggelar kampanye dialogis. Masyarakat bertanya langsung seputar program ASLI.

Masyarakat setempat menilai program ASLI sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti penyediaan seragam sekolah gratis, akses air, hingga jaminanan sosial kelompok rentan.

“Kami berharap program bapak Amsakar dan Ibu Li Claudia ini dapat terwujud,” harap seorang warga.

Di lokasi, suasana kampanye begitu riuh namun sarat akan suasana kekeluargaan. Terlebih, masyarakat setempat familiar dengan mendiang Datok Nyat Kadir.

Selain pasangan ASLI, pada saat yang bersamaan juga hadir Calon Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. (*/Adv)

Konsisten Peduli Isu Stunting, Srikandi PLN Batam Beri Pelatihan Kader Posyandu

0

srikandi plnbatampos – Srikandi PLN Batam konsisten menunjukkan kepedulian terhadap isu stunting pada ibu dan anak, khususnya di Kota Batam. Kali ini, gugus tugas pegawai perempuan PLN Batam tersebut menyelenggarakan program Srikandi Peduli Ibu dan Anak yang bertajuk “Pelatihan dan Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu” di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (UPTD P2PMKS) Nilam Suri Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Kamis (10/10).

Hasil sinergi Srikandi PLN Batam dengan Puskesmas Kampung Jabi dan UPTD P2PMKS Nilam Suri ini diikuti oleh puluhan Kader Posyandu terpilih se-Kota Batam. Dalam kegiatan ini, dikupas tuntas relasi psikologis ibu dan anak serta tata cara komunikasi efektif yang dapat membantu kader posyandu dalam menyampaikan pemahaman mengenai stunting kepada para ibu di Kota Batam.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, dalam sambutannya mengutarakan bahwa kegiatan ini masih merupakan rangkaian dari Program Ibu Asuh yang telah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Tidak hanya memberi bantuan penyokong kebutuhan gizi ibu dan anak secara langsung, Srikandi PLN Batam juga berupaya agar para Kader Posyandu sebagai elemen penting dalam pemberantasan stunting memiliki bekal yang cukup dalam melakukan penyuluhan, terutama terkait kesehatan ibu dan anak.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberi wawasan lebih dan meningkatkan pengetahuan Kader Posyandu tentang bagaimana menyampaikan penyuluhan agar gizi anak dapat tercukupi dengan baik. Selain itu, kami juga sangat menantikan sejauh mana dampak positif dari bantuan yang telah diberikan,” ungkap Euis.

Lebih lanjut, Euis menegaskan peran Srikandi PLN Batam sebagai agen sosialisasi isu-isu yang dekat dengan perempuan, baik di lingkup internal maupun eksternal perusahaan.

“Srikandi PLN Batam berkomitmen untuk selalu peduli terhadap isu-isu perempuan, termasuk kesetaraan gender dan pelecehan seksual yang perlu kita sadari bersama. Kami akan terus berupaya untuk memberi kontribusi nyata tidak hanya untuk perusahaan, melainkan juga masyarakat,” ujar Euis.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala UPTD P2PMKS Nilam Suri, Efriadi, mengapreasiasi kiprah Srikandi PLN Batam dalam menambah keterampilan masyarakat serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

“Pelatihan ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi Kader Posyandu dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat. Kader Posyandu penting karena berhubungan langsung ibu dan anak, sehingga kami berterima kasih atas terselenggaranya acara ini. Sebelumnya, UPTD P2PMKS Nilam Suri dan Srikandi PLN Batam juga telah berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan seperti pemberian edukasi terhadap siswa-siswi sekolah menengah dan penyerahan bantuan,” tutur Efiriadi.

“Semoga kerja sama yang telah terjalin bisa tetap berlanjut untuk bersama-sama membangun Kota Batam,” tambah Efriadi lagi mengungkapkan harapannya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Kampung Jabi, David, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dalam mewujudkan Zero New Stunting atau tidak ada penambahan angka stunting baru.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mencetak Kader-Kader dengan keterampilan komunikasi efektif kepada masyarakat sehingga dapat menjelaskan tentang stunting dengan baik guna mencegah kasus baru,” tutup David. (*)

Survei Kepuasan Publik di Batam Kini Berbasis Digital, Dorong Partisipasi Warga

0
jefridin 16
Sekda Kota Batam, Jefridin (kiri). Foto: Media Center Pemko Batam

batampos – Pemerintah Kota Batam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi digital. Salah satu langkah terobosan yang dilakukan adalah penerapan aplikasi online untuk survei kepuasan masyarakat, yang mampu mempermudah masyarakat dalam memberikan umpan balik atas pelayanan yang diterima.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin menyampaikan hal tersebut saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) applikasi online survei kepuasan masyarakat.

“Bahwa aplikasi ini akan mendukung terwujudnya sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), sejalan dengan visi Batam menuju pelayanan publik yang lebih transparan, responsif, dan efektif,” ujarnya, Jumat (11/10).

Baca Juga: Jalan Amblas di Nongsa Rencananya Mulai Diperbaiki November

Penerapan aplikasi online survei kepuasan masyarakat adalah langkah inovatif yang penting. Ini bukan hanya membantu kami menilai kinerja pelayanan publik, tapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menilai layanan yang mereka terima.

Jefridin menjelaskan bahwa hasil survei kepuasan masyarakat akan dijadikan acuan untuk menilai kinerja unit pelayanan di berbagai instansi pemerintah Kota Batam.

Survei ini juga berfungsi sebagai umpan balik berkala untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara terus menerus.

“Survei ini sangat penting, karena dapat menjadi tolok ukur pencapaian kinerja pelayanan publik di Kota Batam,” kata dia.

Baca Juga: Pemko Batam Segera Cairkan Dana Hibah untuk 84 Rumah Ibadah

Masyarakat sebagai pengguna layanan berhak menilai dan memberikan umpan balik atas pelayanan yang mereka terima, sehingga kami bisa terus melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil survei ini akan menjadi indikator penting dalam penilaian reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian PAN RB setiap tahunnya.

“Dengan adanya survei ini, Pemkot Batam berharap dapat mencapai indeks kepuasan masyarakat yang optimal,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Omar Al Ali, Wasit Uni Emirat Arab akan Pimpin Laga Tiongkok vs Timnas Indonesia

0
Wasit Omar Al Ali dikabarkan akan pimpin laga Tiongkok kontra Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.  (thethaovanhoa.vn)

batampos – Wasit asal Uni Emirat Arab, Omar Al Ali, ditunjuk untuk memimpin pertandingan penting antara Timnas Indonesia melawan Tiongkok dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Pertandingan ini akan digelar di Qingdao Youth Football Stadium pada Selasa (15/10), dan keputusan AFC menunjuk Omar Al Ali sebagai wasit utama memicu kekhawatiran di kalangan penggemar Timnas Garuda.

Alasan kekhawatiran ini tak lepas dari ingatan buruk terhadap wasit Timur Tengah lainnya, Ahmed Al Kaf, yang memimpin laga kontroversial antara Indonesia dan Bahrain.

Banyak netizen merasa trauma akibat keputusan Ahmed Al Kaf yang memperpanjang waktu pertandingan hingga menit ke-99, meski seharusnya hanya hingga menit ke-96. Gol penyeimbang yang dicetak Bahrain di detik-detik terakhir membuat kemenangan Indonesia lenyap.

Nama Omar Al Ali kini ramai dibicarakan di media sosial, terutama oleh suporter Indonesia yang khawatir keputusan serupa akan terulang dalam laga melawan Tiongkok.

Omar Al Ali diketahui lahir di Sharjah, Uni Emirat Arab, pada 16 Februari 1988, dan kini berusia 36 tahun. Ia adalah wasit berlisensi internasional dengan pengalaman panjang dalam memimpin berbagai laga internasional di berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia U-17 2023 yang digelar di Indonesia.

Kekhawatiran netizen semakin memuncak karena Omar Al Ali, sama seperti Ahmed Al Kaf, berasal dari wilayah Timur Tengah. Beberapa penggemar Timnas Indonesia merasa trauma dan mempertanyakan apakah Al Ali akan bersikap adil di lapangan.

Omar Al Ali telah memimpin beberapa pertandingan krusial, dan pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C, ia sempat menjadi sorotan karena dinilai menguntungkan Bahrain saat melawan Australia. Dalam laga tersebut, ia mengeluarkan kartu merah untuk pemain Australia, Kusini Yengi, yang berdampak pada kekalahan Australia dengan skor 0-1.

Keputusan kontroversial lainnya juga terjadi saat Omar Al Ali memimpin laga antara Timnas Tiongkok dan Singapura di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Dalam pertandingan tersebut, Tiongkok menang telak 4-1 atas Singapura, dan beberapa pihak menilai Al Ali kerap mengambil keputusan yang menguntungkan Tiongkok.

Fakta bahwa wasit ini telah beberapa kali memimpin pertandingan Tiongkok menambah keresahan bagi pendukung Timnas Indonesia. Dalam hal statistik, Omar Al Ali bukanlah wasit yang jarang memberikan hukuman. Dari berbagai kompetisi yang pernah dipimpinnya, ia tercatat sering mengeluarkan kartu kuning, kartu merah, hingga memberikan penalti.

Di ajang Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia saja, Omar Al Ali telah memimpin 6 pertandingan dengan total 16 kartu kuning, 2 kartu merah, dan 3 penalti. Catatan ini membuat netizen semakin khawatir karena pengalamannya dalam memberikan sanksi tegas di lapangan.

Terlepas dari itu, diharapkan Omar Al Ali dapat bersikap netral dan memimpin pertandingan Indonesia vs Tiongkok dengan adil. Banyak yang berharap ia tidak membuat keputusan yang merugikan salah satu tim, khususnya Timnas Indonesia.

Meskipun Omar Al Ali adalah wasit berpengalaman, masa lalunya yang dipenuhi dengan keputusan-keputusan kontroversial membuatnya harus berhati-hati dalam memimpin pertandingan penting ini. Para penggemar Timnas Indonesia berharap agar laga melawan Tiongkok tidak diwarnai insiden yang sama seperti saat melawan Bahrain. Sebagai seorang wasit, Omar Al Ali tentunya diharapkan untuk menjaga fair play di lapangan dan memberikan keputusan yang seadil mungkin tanpa memihak.

Namun, trauma yang dirasakan suporter akibat wasit sebelumnya masih membekas dan menjadi kekhawatiran tersendiri. Wasit asal Timur Tengah memang kerap menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Setelah insiden dengan Ahmed Al Kaf, para suporter semakin kritis terhadap keputusan AFC yang menunjuk wasit dari wilayah tersebut.

Dalam kasus Ahmed Al Kaf, perpanjangan waktu yang dinilai tidak masuk akal menjadi faktor utama yang membuat fans Indonesia kecewa. Insiden ini menjadi salah satu momen yang tidak akan mudah dilupakan oleh para pendukung Timnas Garuda.

Profil Omar Al Ali yang dipenuhi dengan pengalaman memimpin laga-laga besar internasional diharapkan menjadi jaminan bahwa ia akan memimpin laga Indonesia vs Tiongkok dengan baik.

Selain pernah memimpin laga di Kualifikasi Piala Dunia, ia juga pernah bertugas di ajang-ajang seperti Liga Champions Asia, Piala Asia U-23, dan berbagai turnamen besar lainnya. Namun, pengalaman saja tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran para suporter yang sudah terlanjur trauma dengan insiden-insiden wasit di masa lalu.

Dalam pertandingan antara Indonesia melawan Tiongkok ini, Timnas Indonesia tentu membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos ke putaran berikutnya. Oleh karena itu, netralitas wasit menjadi sangat krusial dalam pertandingan yang akan berlangsung ketat ini. Banyak penggemar berharap agar tidak ada lagi keputusan kontroversial yang bisa merugikan Timnas Indonesia di masa mendatang.

Sebagai tambahan informasi, Omar Al Ali juga pernah memimpin laga di berbagai liga domestik di Timur Tengah, termasuk UAE Pro League dan Saudi Pro League. Dengan 122 penampilan di UAE Pro League, ia telah mengeluarkan 520 kartu kuning, 23 kartu kuning kedua, dan 22 kartu merah, serta memberikan 58 penalti. Hal ini menunjukkan bahwa Al Ali adalah tipe wasit yang tidak segan memberikan hukuman bagi pemain yang melakukan pelanggaran keras.

Catatan Omar Al Ali sebagai wasit memang mengesankan dari segi pengalaman, namun beberapa keputusannya yang kontroversial tetap menjadi perhatian. Para penggemar Timnas Indonesia tentu berharap agar Omar Al Ali mampu memimpin pertandingan dengan adil dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari salah satu pihak. Mereka ingin pertandingan kali ini berjalan sesuai harapan tanpa adanya insiden yang merugikan.

Kita semua berharap Omar Al Ali dapat memimpin laga Timnas Indonesia melawan Tiongkok dengan profesionalisme tinggi. Dengan demikian, para penggemar Timnas Indonesia bisa menikmati pertandingan dengan tenang dan tanpa ada rasa khawatir akan keputusan-keputusan kontroversial di lapangan.

Hanya waktu yang akan membuktikan apakah Omar Al Ali bisa lepas dari bayang-bayang trauma netizen Indonesia atau justru menambah panjang daftar wasit Timur Tengah yang kontroversial di mata para suporter Garuda. (*)

Diskominfo Batam Tingkatkan Kapasitas Tim Siber, Fokus Cegah Serangan Digital

0
Rudi Panjaitan
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan (F.Pemko Batam)

batampos – Pemerintah Kota Batam memperkuat kapasitas dan kolaborasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sebagai langkah proaktif untuk mencegah gangguan dan ancaman di ruang siber. Inisiatif ini diambil mengingat semakin tingginya risiko serangan siber yang dapat mengancam infrastruktur digital di kota Batam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa setelah peluncuran Tim TTIS, berbagai langkah lanjutan diambil untuk memastikan tim tersebut dapat beroperasi secara optimal.

Pihaknya telah melaksanakan asistensi pembentukan TTIS yang mencakup sosialisasi, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), serta penyusunan kebijakan dan panduan.

Baca Juga: Pemko Batam Segera Cairkan Dana Hibah untuk 84 Rumah Ibadah

“Langkah-langkah ini penting untuk melakukan diagnosa, pemetaan, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan TTIS di Batam,” ujar Rudi, Jumat (11/10).

Rudi juga menambahkan bahwa proses pembentukan TTIS melibatkan penyusunan sumber daya, peluncuran tim, dan penilaian penyelenggaraan TTIS di berbagai sektor pemerintah Kota Batam.

Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh sektor memiliki mekanisme tanggap darurat siber yang terintegrasi dan responsif.

Peningkatan kapasitas TTIS juga menjadi fokus utama melalui berbagai program pelatihan teknis, sertifikasi, pengelolaan tim, serta latihan simulasi keamanan siber.

“Kami memberikan pelatihan yang terstruktur untuk memastikan tim TTIS memiliki keahlian teknis dan kemampuan manajemen yang memadai dalam menangani berbagai potensi ancaman siber,” kata Rudi.

Baca Juga: Dampaknya Merugikan, Jauhi Narkoba dan Bullying

Lebih jauh, Rudi menjelaskan bahwa pada tahap peningkatan kematangan TTIS, tim akan terus dibina secara berkelanjutan.

Mereka juga akan dinilai menggunakan Tingkat Maturitas Penanganan Insiden (TMPI) dengan target mencapai level lima yang menunjukkan kesiapan penuh dalam menangani insiden siber dari berbagai tingkat keparahan.

Ini merupakan komitmen nyata Kota Batam dalam membangun sistem keamanan siber yang tangguh dan terintegrasi dengan standar nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa Batam siap menghadapi tantangan siber di masa depan dengan sistem yang solid,” ujarnya.

Dengan peningkatan kapasitas dan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan Kota Batam dapat menjadi contoh dalam penerapan keamanan siber di tingkat daerah.

“Hal ini mengingat pentingnya perlindungan ruang siber dalam menjaga stabilitas digital dan layanan publik,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana