Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 281

Harga Emas Melonjak Tajam, Transaksi Meningkat di Sejumlah Toko Emas di Batam

0
Transaksi di toko emas di Mega Mall. f Arjuna

batampos – Harga emas batangan kembali bergerak fluktuatif. Pada Senin (2/2) pukul 09.50 WIB, harga emas tercatat naik Rp167.000 per gram. Saat pembukaan perdagangan pukul 06.00 WIB, harga emas ukuran 1 gram berada di level Rp3.027.000 per gram.

Kenaikan ini terjadi hanya beberapa hari setelah harga emas sempat mengalami koreksi tajam pada Jumat (31/1). Saat itu, harga anjlok hingga Rp260 ribu per gram menjadi Rp2,86 juta per gram. Padahal sehari sebelumnya, emas Antam sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp3.168.000 per gram.

Penurunan drastis tersebut dinilai sebagai fase jenuh beli atau overbought, setelah dalam beberapa bulan terakhir harga terus melesat signifikan.

Di Batam, fluktuasi harga ini memicu dinamika tersendiri di kalangan masyarakat, baik pembeli maupun penjual emas. Metta (27), warga Baloi yang ditemui di salah satu gerai emas di Mega Mall, mengaku memilih menahan diri untuk membeli emas dalam jumlah besar.

“Kalau lihat pergerakannya sekarang, naik turunnya cepat sekali. Saya khawatir beli di harga tinggi, nanti turun lagi. Jadi sekarang beli sedikit-sedikit saja, buat tabungan,” katanya.

Ia bilang, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman dibandingkan menyimpan uang tunai. Namun, dirinya kini lebih berhati-hati karena volatilitas harga semakin terasa.

Sementara itu, di sisi penjual, kondisi justru menunjukkan peningkatan transaksi saat harga sempat mencapai puncaknya pekan lalu.

Andi, salah satu staf toko emas lokasi yang sama mengatakan, penurunan harga pada Jumat lalu sempat membuat sebagian warga memilih menjual emasnya.

“Waktu harga sempat tembus di atas Rp3,1 juta per gram, banyak yang datang untuk jual. Mereka ambil untung. Tapi setelah turun drastis, transaksi jual agak melambat. Sekarang lebih banyak yang tanya-tanya dulu,” kata dia.

Ia menambahkan, belum terlihat gelombang besar warga yang melepas emasnya meski ada potensi harga kembali terkoreksi. Mayoritas masyarakat masih memandang emas sebagai investasi jangka panjang.

“Biasanya yang jual itu karena kebutuhan mendesak atau memang sudah target ambil profit. Kalau investor jangka panjang, mereka cenderung tahan,” ujarnya.

Fuktuasi ini dikarenakan harga emas global, penguatan dolar AS, serta sentimen suku bunga yang jadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga dalam beberapa waktu terakhir. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas kembali terkoreksi.

Namun demikian, bagi sebagian warga Batam, emas tetap dianggap sebagai “pegangan aman” di tengah ketidakpastian ekonomi. (*)

 

Artikel Harga Emas Melonjak Tajam, Transaksi Meningkat di Sejumlah Toko Emas di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

RSBP Batam Percepat Skrining Penyakit Jantung Bawaan untuk Dorong Deteksi Dini

0

batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menggelar skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak lebih awal, yakni pada Sabtu (31/1/2026), dimana secara nasional peringatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7–14 Februari 2026 di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari peringatan Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2026.

Langkah percepatan ini menjadi wujud komitmen RSBP Batam dalam mendorong deteksi dini PJB pada anak.

Pasalnya, kondisi tersebut kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada fase awal kehidupan.

Ketua FErKI Batam dr. Fandi Ahmad, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, menyampaikan bahwa PJB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.

Menurut Fandi, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8 kasus per 1.000 kelahiran hidup.

“Banyak kasus baru terdeteksi setelah menimbulkan keluhan. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan masa depan anak,” ujarnya.

Melalui skrining ini, anak yang terindikasi memiliki kelainan jantung bawaan akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis di RSBP Batam sesuai kebutuhan medis.

Dengan demikian, skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan menjadi pintu masuk layanan kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Direktur RSBP Batam dr. Tanto Budiharto, SpJP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan pimpinan BP Batam, khususnya Deputi Bidang Pelayanan Umum, agar RSBP Batam tetap mengedepankan pelayanan sosial dan promotif kepada masyarakat.

Hal ini tetap dijalankan meskipun secara pengelolaan RSBP Batam berstatus badan usaha yang diperkenankan melakukan aktivitas bisnis sesuai ketentuan.

Skrining PJB ini menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung RSBP Batam sepanjang awal 2026, meliputi deteksi dini, pelayanan medis terukur, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat dan keluarga pasien.

Program tersebut sejalan dengan nilai PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat. (*)

Artikel RSBP Batam Percepat Skrining Penyakit Jantung Bawaan untuk Dorong Deteksi Dini pertama kali tampil pada Metropolis.

Lewat Instagram, Denada Akui Ressa Rizky Rosano Anak Kandungnya

0
Denada. F. Instagram @denadaindonesia.

batampos – Penyanyi Denada Tambunan akhirnya buka suara dan secara terbuka mengakui Ressa Rizky Rosano sebagai anak kandungnya. Pengakuan tersebut disampaikan langsung melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @denadaindonesia, Senin (2/2).

Pengakuan Denada itu muncul di tengah proses gugatan perdata yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi dan langsung menyita perhatian publik.

Dalam video yang diunggah di Instagram, Denada menyampaikan permohonan maaf kepada Ressa atas keputusan yang diambilnya di masa lalu.

Ia mengakui tidak hidup bersama Ressa sejak bayi karena kondisi psikologisnya saat itu belum siap untuk membesarkan seorang anak.

“Saya banyak melakukan kesalahan di masa lalu. Saat itu kondisi saya belum siap secara psikis,” ujar Denada dalam video tersebut.

Denada juga mengungkapkan penyesalan dan berharap Ressa dapat memaafkannya serta menerima kehadirannya sebagai seorang ibu. Ia mengakui masih memiliki banyak kekurangan sebagai orang tua.

Pengakuan terbuka ini menjadi sorotan lantaran muncul bersamaan dengan gugatan perdata yang diajukan Ressa terhadap Denada.

Dalam gugatan tersebut, Ressa menuntut ganti rugi sekitar Rp7 miliar atas dugaan perbuatan melawan hukum terkait penelantaran anak.

Sementara itu, kuasa hukum Denada menegaskan bahwa kliennya sejak awal tidak pernah menyangkal Ressa sebagai anak kandung. Menurutnya, Denada juga telah memberikan dukungan finansial, termasuk biaya pendidikan dan kebutuhan hidup lainnya.

Pihak Denada menyebutkan bahwa upaya mediasi sempat dilakukan, namun belum mencapai kesepakatan karena adanya perbedaan pandangan antara kedua belah pihak.

Hingga kini, proses hukum terkait gugatan tersebut masih berjalan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. (*)

Artikel Lewat Instagram, Denada Akui Ressa Rizky Rosano Anak Kandungnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Polisi Himbau Warga Kuatkan Koordinasi dengan Penegak Hukum Terkait Kantibmas

0
Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Nona Procilia Ohei. F Istimewa

batampos – Wakapolresta Barelang Fadli Agus mengimbau seluruh masyarakat Kota Batam untuk meningkatkan kewaspadaan dan peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Imbauan ini disampaikan menyusul terungkapnya sejumlah kasus kriminalitas, khususnya pencurian dengan pemberatan yang terjadi di kawasan permukiman.

Menurut Fadli Agus, terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat. “Kami mengajak warga untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan masing-masing. Pencegahan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana di rumah,” ujarnya saat gelar siaran pers kasus pencurian dan pemberatan di Mapolresta Barelang, Senin (2/2).

Ia menekankan pentingnya memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan, seperti mengunci pintu dan pagar dengan baik, memasang kunci tambahan, serta memastikan penerangan lingkungan memadai. Langkah preventif tersebut dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Selain itu, Wakapolresta Barelang mendorong warga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan memperkuat komunikasi antarwarga. Menurutnya, kepedulian sosial dan kekompakan masyarakat merupakan benteng awal dalam mencegah tindak kriminal.

Fadli Agus juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor ke pihak kepolisian jika melihat orang asing atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. “Informasi cepat dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan langkah antisipasi maupun penindakan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kepri Nona Procilia Ohei mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Ia menegaskan bahwa Polri membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyampaikan laporan atau informasi terkait gangguan kamtibmas.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jangan takut melapor, karena setiap informasi sekecil apa pun bisa menjadi kunci dalam mencegah maupun mengungkap tindak kejahatan,” ujar Nona Procilia Ohei. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga ketenangan.

Lebih lanjut, ia menekankan agar warga tidak main hakim sendiri apabila menemukan dugaan tindak pidana. Menurutnya, tindakan tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru. “Serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur hukum,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, jajaran Polresta Barelang bersama Polda Kepri akan terus meningkatkan patroli rutin di kawasan rawan kriminalitas. Dengan sinergi antara polisi dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Kota Batam tetap aman dan kondusif.(*)

Artikel Polisi Himbau Warga Kuatkan Koordinasi dengan Penegak Hukum Terkait Kantibmas pertama kali tampil pada Metropolis.

Roro KMP Senangin Rute Tungkal–Dabo Tambah Jadwal Jadi Dua Kali Sepekan

0
Kapal Roro KMP Senangin rute Tungkal–Dabo bersandar di Pelabuhan Roro Jagoh, Kabupaten Lingga. Foto: Wanto untuk Batam Pos.

batampos – Kapal roro KMP Senangin yang melayani rute Tungkal–Dabo Singkep resmi meningkatkan frekuensi pelayaran menjadi dua kali dalam sepekan mulai 2 Februari 2026. Penambahan jadwal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok ke Kabupaten Lingga.

Sebelumnya, KMP Senangin hanya beroperasi satu kali dalam seminggu dan kerap tidak berlayar. Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya pasokan kebutuhan pokok, terutama saat suplai barang dari Batam terhenti sementara waktu.

Akibat terhentinya pasokan dari Batam, para pedagang di Lingga terpaksa mendatangkan barang dari Provinsi Jambi dengan harga yang relatif lebih tinggi. Namun, keterbatasan jadwal kapal roro rute Tungkal–Dabo juga menjadi kendala tersendiri dalam distribusi barang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, membenarkan bahwa mulai awal Februari ini kapal roro KMP Senangin akan melayani pelayaran dua kali dalam seminggu.

“Terhitung mulai 2 Februari 2026, kapal roro rute Tungkal–Dabo dan Dabo–Tungkal beroperasi dua kali dalam seminggu. Jadwal resminya sudah keluar,” kata Hendry.

Ia menjelaskan, penambahan jadwal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan stok bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga.

“Sebelumnya rute Tungkal–Dabo hanya satu kali seminggu. Karena pasokan dari Batam sementara belum berjalan, jadwal yang sebelumnya untuk Batam kita alihkan ke rute Tungkal–Dabo,” jelasnya.

Hendry menyebutkan, penambahan frekuensi pelayaran ini merupakan hasil koordinasi dan permintaan Dishub Lingga kepada PT ASDP Indonesia Ferry beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, pihak ASDP menyetujui penambahan jadwal keberangkatan kapal roro rute Tungkal–Dabo,” tambahnya.

Dengan beroperasinya KMP Senangin dua kali sepekan, diharapkan distribusi barang kebutuhan pokok ke Lingga dapat berjalan lebih lancar, terutama menjelang perayaan Imlek dan bulan Ramadan.

“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi Imlek dan Ramadan. Ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjadi prioritas utama,” ujar Hendry.

Ia juga mengimbau para pedagang agar tetap menjual barang sesuai harga beli dan beban pajak yang wajar. Menurutnya, dengan bertambahnya jadwal kapal roro, tidak ada lagi alasan kelangkaan barang di pasaran.

“Meskipun harga barang dari Jambi sedikit lebih tinggi dibanding Batam, masih dalam batas wajar. Pedagang tetap harus menyesuaikan harga secara normal,” tegasnya.

Penambahan jadwal KMP Senangin ini disambut positif oleh pedagang, karena dinilai dapat melancarkan distribusi barang dan mengurangi ketergantungan pada kapal kayu yang berisiko, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem. (*)

Artikel Roro KMP Senangin Rute Tungkal–Dabo Tambah Jadwal Jadi Dua Kali Sepekan pertama kali tampil pada Kepri.

KSOP dan Pertamina Pasang Oil Boom Cegah Pencemaran pasca Kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera

0
Caption foto, Petugas KSOP Khusus Batam bersama PT Pertamina Port & Logistic menggelar tambahan oil boom sepanjang 200 meter di perairan Pulau Dongas, sebagai langkah pencegahan pencemaran laut akibat kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera. f istimewa
batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam bergerak cepat menindaklanjuti insiden kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera di perairan Pulau Dongas yang terjadi pada Kamis (29/1). Untuk mencegah terjadinya pencemaran perairan dan kawasan pesisir di sekitar lokasi kejadian, KSOP Khusus Batam bekerja sama dengan PT Pertamina Port & Logistic melakukan penambahan penggelaran oil boom sepanjang 200 meter.
Selain penggelaran oil boom, dalam upaya respons darurat tersebut juga dikerahkan sejumlah peralatan penanggulangan pencemaran berupa skimmer dan pompa. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi tumpahan limbah minyak yang dapat mencemari perairan serta berdampak pada ekosistem laut dan aktivitas masyarakat pesisir.
Pergelaran oil boom dilaksanakan oleh personel Kapal Patroli KN 330 dan KN 376 milik KSOP Khusus Batam, bersama kru dari PT Pertamina Port & Logistic. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari personel Pangkalan Pengawasan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban. Sejumlah kapal patroli turut dilibatkan dalam operasi tersebut, di antaranya KN Sarotama, KN Kalimasadha, dan KN Rantos.
Tak hanya unsur pemerintah dan BUMN, masyarakat serta para nelayan di sekitar Pulau Dongas juga turut ambil bagian dalam upaya pembersihan. Mereka membantu membersihkan beberapa titik pantai yang sempat terdampak limbah minyak akibat insiden kandasnya kapal tersebut.
Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, mengatakan bahwa penggelaran oil boom dan pengerahan peralatan penanggulangan pencemaran merupakan langkah darurat yang krusial untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.
“Sejak awal kejadian, fokus utama kami adalah memastikan agar tidak terjadi pencemaran yang meluas ke perairan dan kawasan pesisir. Oleh karena itu, kami segera berkoordinasi dengan berbagai pihak dan bersama PT Pertamina Port & Logistic menggelar oil boom tambahan sepanjang 200 meter, serta menyiagakan skimmer dan pompa untuk mengendalikan potensi tumpahan limbah,” ujar Takwim, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, perairan di sekitar Pulau Dongas merupakan wilayah yang cukup sensitif karena berdekatan dengan kawasan pesisir dan menjadi lokasi aktivitas masyarakat, khususnya nelayan. Jika tidak ditangani secara cepat, pencemaran dikhawatirkan dapat berdampak pada ekosistem laut serta mata pencaharian warga.
“Penggelaran oil boom ini bertujuan untuk menahan dan membatasi pergerakan limbah agar tidak menyebar ke area pantai yang lebih luas. Ini merupakan bagian dari prosedur standar penanggulangan pencemaran laut yang wajib kami lakukan,” katanya.
Takwim menambahkan, penanganan insiden ini melibatkan sinergi lintas instansi. Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PLP Tanjung Uban, PT Pertamina Port & Logistic, hingga masyarakat dan nelayan setempat.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk personel kapal patroli dan masyarakat yang ikut membantu pembersihan di lapangan. Sinergi ini sangat penting agar penanganan insiden dapat berjalan cepat dan efektif,” ucapnya.
Sebagai langkah lanjutan, KSOP Khusus Batam juga telah melakukan pemindahan sebagian muatan Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera ke kapal lain. Sehari sebelum penggelaran oil boom tambahan, sebagian muatan dipindahkan ke kapal tongkang TK. HC 160 dan kapal TB. Elang Tirta V.
“Pemindahan sebagian muatan kami lakukan untuk mengurangi beban kapal yang kandas sekaligus meminimalkan potensi pencemaran lanjutan. Langkah ini juga bertujuan mempercepat proses penanganan di lokasi kejadian,” jelas Takwim.
Ia memastikan, KSOP Khusus Batam akan terus melakukan pemantauan secara intensif hingga kondisi perairan di sekitar Pulau Dongas dinyatakan aman dan terkendali. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi potensi pencemaran yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan pelayaran serta kelestarian lingkungan laut. Pemantauan akan terus kami lakukan sampai benar-benar dipastikan kondisi perairan aman,” tutup Takwim.(*)

Artikel KSOP dan Pertamina Pasang Oil Boom Cegah Pencemaran pasca Kandasnya Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera pertama kali tampil pada Metropolis.

Toyota Ventures Investasi Flai, AI Otomatisasi Komunikasi Dealer Mobil

0
F. x.com/FlutterDev

batampos – Toyota Ventures kembali memperkuat portofolio investasinya di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kali ini, unit modal ventura Toyota tersebut resmi berinvestasi pada Flai, startup pengembang teknologi AI yang mengotomatiskan komunikasi pelanggan di dealer mobil.

Pengumuman investasi itu disampaikan melalui kanal resmi Toyota Ventures dan dikonfirmasi oleh Flai melalui pembaruan terbaru perusahaan.

Flai dikenal sebagai platform komunikasi berbasis AI yang dirancang untuk menangani panggilan telepon masuk dan keluar, pesan singkat (SMS), hingga email secara otomatis.

Dengan teknologi tersebut, dealer mobil tidak lagi kehilangan peluang bisnis akibat panggilan tak terjawab atau keterbatasan jam kerja manusia.

Sistem AI Flai mampu menjawab telepon, menjadwalkan servis kendaraan, mengatur test drive, hingga melakukan tindak lanjut kepada pelanggan secara otomatis.

Flai sebelumnya mengumumkan pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar US$4,5 juta yang dipimpin First Round Capital. Putaran pendanaan yang berlangsung pada Oktober 2025 itu juga melibatkan sejumlah investor, di antaranya Y Combinator, SV Angel, Liquid 2 Ventures, serta Innovation Endeavors.

Dalam perkembangan terbarunya, Toyota Ventures bergabung bersama para investor strategis dan angel investor, sehingga total pendanaan Flai meningkat menjadi sekitar US$6 juta.

Toyota Ventures menilai teknologi AI yang dikembangkan Flai berpotensi mengubah cara dealer mobil mengelola komunikasi pelanggan, dari sekadar menjawab panggilan menjadi konversi bisnis yang nyata.

Dukungan ini juga menegaskan fokus Toyota Ventures terhadap solusi AI dan otomasi yang mampu meningkatkan efisiensi operasional di sektor otomotif dan ritel dealer modern.

Berbeda dengan chatbot konvensional, AI Flai dirancang untuk menangani komunikasi telepon layaknya asisten manusia. Platform ini terintegrasi langsung dengan sistem dealer seperti Customer Relationship Management (CRM) dan Dealer Management System (DMS), sehingga memungkinkan tindak lanjut otomatis kepada calon pelanggan.

Teknologi tersebut bertujuan meminimalkan peluang bisnis yang hilang, terutama saat pelanggan ingin menjadwalkan servis kendaraan atau melakukan pembelian mobil. Dealer yang telah mengadopsi Flai dilaporkan mampu menangani ribuan panggilan setiap hari tanpa kehilangan prospek pelanggan.

Investasi ini menjadi bagian dari strategi Toyota Ventures dalam memperkuat pengembangan teknologi AI dan solusi mobilitas masa depan. (*)

Artikel Toyota Ventures Investasi Flai, AI Otomatisasi Komunikasi Dealer Mobil pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pencekalan Tujuh Tersangka Kasus Ledakan Kapal Federal II Diperpanjang

0
Jenazah korban kapal Federal II yang akan dipulangkan kepada pihak keluarga setelah di lakukan idetifikasi oleh tim DVI Polda Kepri di Rumah Sakit Bhayangkara, Kamis (16/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Penanganan kasus ledakan kapal Federal II milik PT ASL Shipyard kembali menunjukkan perkembangan terbaru. Hingga Senin (2/2), penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang masih menunggu hasil penelitian berkas perkara dari pihak kejaksaan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan berkas perkara saat ini tengah diteliti oleh jaksa penuntut umum. “Kami masih menunggu P21 dari kejaksaan. Saat ini berkas masih dalam tahap penelitian,” ujarnya.

Debby menegaskan jumlah tersangka dalam perkara ini tetap tujuh orang. Dari tujuh tersangka tersebut, empat di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang berasal dari unsur manajemen perusahaan. Hingga kini, tidak ada penambahan maupun pengurangan tersangka.

Adapun tujuh tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya masing-masing berinisial KDG, NAC, DR, A, MS, RP, dan BS. Seluruh tersangka berasal dari jajaran manajemen PT ASL Shipyard, mulai dari level manajerial hingga unsur yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Meski belum dilakukan penahanan, penyidik memastikan seluruh tersangka tetap berada dalam pengawasan. Untuk menjamin kelancaran proses hukum, kepolisian telah melakukan perpanjangan masa pencekalan ke luar negeri terhadap para tersangka, khususnya yang berstatus WNA.
“Perpanjangan masa cekal sudah dilakukan. Ini untuk memastikan para tersangka tidak keluar dari wilayah hukum Indonesia selama proses hukum berjalan,” tegas Debby. Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur penyidikan.

Kasus ledakan kapal Federal II sendiri terjadi pada 15 Oktober 2025 saat kapal tengah menjalani proses perbaikan di galangan PT ASL Shipyard, kawasan Tanjunguncang, Batam. Insiden tersebut menewaskan 14 pekerja dan melukai belasan lainnya.
Penyidikan perkara ini menjadi perhatian luas publik karena menyangkut dugaan kelalaian dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di industri berisiko tinggi. Polisi menegaskan proses hukum akan dituntaskan secara profesional dan transparan.

“Kami tetap fokus menunggu hasil penelitian jaksa. Setelah P21 terbit, proses akan kami lanjutkan sesuai ketentuan hukum,” tutup Debby.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lubang jalan itu berada di tengah jalur dan semakin melebar dalam beberapa hari terakhir. Pada malam hari, kondisi ini semakin berbahaya lantaran minimnya penerangan di sekitar lokasi.

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan lubang besar tersebut menyebabkan kendaraan melambat dan mengular. Sejumlah pengendara tampak harus menghindar secara mendadak untuk menghindari lubang, sehingga memicu potensi kecelakaan beruntun.

Asrul, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku was-was setiap kali melewati jalur Sei Ladi.

“Lubangnya cukup dalam dan posisinya di tengah jalan. Kalau tidak hafal atau kurang waspada, bisa langsung terperosok. Apalagi malam hari gelap, sangat berbahaya untuk pengendara motor,” kata dia, Minggu (1/2/2026).

Ia berharap, pemerintah segera menuntaskan perbaikan agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Jangan sampai menunggu korban bertambah. Minimal diberi tanda atau penerangan sementara supaya pengendara bisa lebih hati-hati,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA)  Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyampaikan bahwa perbaikan tengah dilakukan.

“Saat ini masih dalam proses pemadatan, mudah-mudahan bisa segera rampung. Kami juga bekerja sama dengan BP Batam dalam melakukan pemeliharaan jalan di seluruh Kota Batam,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pengendara sepeda motor, hingga proses perbaikan benar-benar selesai.

“Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintasi jalur Sei Ladi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum perbaikan jalan benar-benar selesai,” kata dia. (*)

Artikel Pencekalan Tujuh Tersangka Kasus Ledakan Kapal Federal II Diperpanjang pertama kali tampil pada Metropolis.

IKM Batam Minta Sengketa IKSB–Yayasan Pagaruyung Disikapi Adil, Dorong Musyawarah

0
Ketua DPD IKM Kota Batam, H Yunasril foto bersama pengurus IKM Kota Batam. F. istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Batam meminta agar sengketa antara Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) Batam dan Yayasan Pagaruyung Batam yang kini bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Batam disikapi secara adil dan objektif. IKM juga mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah agar tidak berlarut-larut dan merugikan semua pihak.

Ketua DPD IKM Kota Batam, H Yunasril, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada majelis hakim.

Ia berharap putusan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta dan profesionalisme, tanpa keberpihakan.

“Kita minta putusan yang seadil-adilnya. Hakim harus melihat perkara ini secara objektif dan profesional. Jangan ada keberpihakan, meskipun posisi Ketua IKSB saat ini sebagai tergugat dalam perkara ini,” kata Yunasril.

Menurutnya, sebagai sesama perantau Minang, gugatan yang berujung hingga ke pengadilan sangat disayangkan. Ia menilai persoalan tersebut sejatinya tidak terlalu rumit dan dapat diselesaikan dengan duduk bersama, sesuai dengan nilai musyawarah dan mufakat yang menjadi filosofi masyarakat Minangkabau.

“Kalau sebagai orang Minang, sebenarnya ini bisa disederhanakan. Dengan duduk bersama, persoalan bisa dibicarakan. Itu dasar kita,” ujarnya.

Yunasril menegaskan, tujuan orang Minang membentuk paguyuban di perantauan adalah untuk mempersatukan dan mempererat silaturahmi, bukan justru memecah belah. Apalagi seluruh pihak yang terlibat sama-sama berada di Batam untuk mencari rezeki dan membangun kehidupan di tanah rantau.

“Kalau persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, yang rugi kita semua. Tujuan kita di perantauan ini kan mencari rezeki dan menjaga persaudaraan,” tambahnya.

Terkait pokok sengketa, Yunasril menjelaskan bahwa berdasarkan pemahaman IKM, lahan yang menjadi objek perkara sejak awal merupakan milik IKSB.

Namun karena pada saat itu IKSB belum berbadan hukum dan pengurusnya juga berada dalam struktur yayasan, pengajuan lahan disepakati menggunakan nama yayasan.

“Pengajuan memakai nama yayasan, tapi bukan berarti lahan itu milik yayasan. Lahan itu tetap milik IKSB dan diperoleh dari pihak otoritas, yang sekarang BP Batam,” jelasnya.

Ia juga mengakui lambannya pembangunan di atas lahan tersebut turut dipengaruhi berbagai persoalan internal, sehingga memicu sengketa di kemudian hari.

Lebih lanjut, Yunasril menyinggung bahwa sebelumnya sudah ada gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) terkait persoalan ini yang telah melalui proses hukum panjang, mulai dari PTUN Kepri, PTUN Medan, hingga berakhir di Mahkamah Agung.

“Proses hukumnya sudah kita ketahui bersama. Sudah sampai ke Mahkamah Agung dan kasasinya ditolak. Putusannya sudah inkracht. Kita hargai itu, jangan kemudian diperpanjang lagi dengan menambah-nambah persoalan baru,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pernyataan tersebut disampaikannya bukan tanpa dasar. Yunasril mengaku mengikuti langsung jalannya persidangan gugatan sederhana yang berlangsung beberapa hari lalu di PN Batam, sehingga mengetahui secara langsung dinamika perkara yang kembali mencuat.

“Saya hadir dan menyaksikan sendiri sidangnya. Itu yang membuat saya bertanya-tanya, kenapa persoalan ini harus terus berlanjut. Kalau tidak ada yang mau menarik diri dan menahan ego, ini tidak akan ada hentinya,” ujarnya.

IKM, kata Yunasril, juga mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak lain yang ikut berbonceng atau memanfaatkan konflik tersebut sehingga berpotensi memecah belah sesama perantau Minang di Batam.

“Jangan mau kita terpecah belah hanya karena persoalan dunia. Semua amanah yang kita emban ini juga akan kita pertanggungjawabkan di akhirat,” katanya.

Meski demikian, Yunasril menegaskan IKM tidak berniat mencampuri urusan internal IKSB. Sebagai organisasi perantau Minang yang terstruktur secara nasional dan berada di bawah pimpinan Ketua Umum Andre Rosiade, IKM hanya berharap konflik tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik, adil, dan damai.

“IKM hadir bukan untuk ikut campur dalam kepengurusan IKSB, tapi ingin kisruh ini diselesaikan secara adil dan damai, demi menjaga persaudaraan kita bersama,” tutupnya.

Sebelumnya, gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan Yayasan Pagaruyung Batam kembali disorot dalam persidangan di PN Batam.

Kuasa hukum Tergugat I Arisal Fitra menilai gugatan tersebut tidak berdasar setelah menghadirkan lima orang saksi dalam sidang yang digelar Rabu (28/1).

Sidang perkara nomor 38/Pdt.G.S/2025/PN Btm itu dihadiri kuasa hukum penggugat, kuasa hukum Tergugat I Arisal Fitra. (*)

Artikel IKM Batam Minta Sengketa IKSB–Yayasan Pagaruyung Disikapi Adil, Dorong Musyawarah pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalan Raya Sungai Ladi Rusak Sudah Memakan Korban, Warga Desak Pemerintah Lakukan Perbaikan

0
Jalan rusak di Sei Ladi rusak parah. Bahkan sudah memakan korban jiwa. f. Arjuna

batampos – Kondisi jalan rusak di kawasan Sei Ladi dari arah Laluan Madani, kian mengkhawatirkan. Lubang besar yang menganga di badan jalan dikabarkan telah memakan korban setelah seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal akibat terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lubang jalan itu berada di tengah jalur dan semakin melebar dalam beberapa hari terakhir. Pada malam hari, kondisi ini semakin berbahaya lantaran minimnya penerangan di sekitar lokasi.

Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan lubang besar tersebut menyebabkan kendaraan melambat dan mengular. Sejumlah pengendara tampak harus menghindar secara mendadak untuk menghindari lubang, sehingga memicu potensi kecelakaan beruntun.

Asrul, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku was-was setiap kali melewati jalur Sei Ladi.

“Lubangnya cukup dalam dan posisinya di tengah jalan. Kalau tidak hafal atau kurang waspada, bisa langsung terperosok. Apalagi malam hari gelap, sangat berbahaya untuk pengendara motor,” kata dia, Minggu (1/2/2026).

Ia berharap, pemerintah segera menuntaskan perbaikan agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Jangan sampai menunggu korban bertambah. Minimal diberi tanda atau penerangan sementara supaya pengendara bisa lebih hati-hati,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA)  Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyampaikan bahwa perbaikan tengah dilakukan.

“Saat ini masih dalam proses pemadatan, mudah-mudahan bisa segera rampung. Kami juga bekerja sama dengan BP Batam dalam melakukan pemeliharaan jalan di seluruh Kota Batam,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pengendara sepeda motor, hingga proses perbaikan benar-benar selesai.

“Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintasi jalur Sei Ladi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum perbaikan jalan benar-benar selesai,” kata dia. (*)

Artikel Jalan Raya Sungai Ladi Rusak Sudah Memakan Korban, Warga Desak Pemerintah Lakukan Perbaikan pertama kali tampil pada Metropolis.