
F. Setpres
batampos – Menjelang turun takhta, kesibukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak berkurang. Kemarin atau 27 hari menjelang lengser, Jokowi berkunjung ke Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur. Di dua tempat tersebut, Jokowi meresmikan smelter.
Di NTB, tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Jokowi meresmikan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk. Peresmian itu menandai langkah penting dalam hilirisasi industri tembaga Indonesia.
’’Saya gembira pada pagi hari ini (kemarin pagi, red), sebagai pemilik cadangan tembaga yang masuk dalam tujuh besar dunia, Indonesia telah memasuki babak baru dalam hilirisasi industri tembaga,’’ ujarnya.
Jokowi menyinggung pentingnya peralihan struktur ekonomi Indonesia.
Dari yang selama ini bergantung pada konsumsi domestik, menuju ekonomi yang bertumpu pada produksi.
’’GDP ekonomi kita 56 persen itu bertumpu pada konsumsi domestik. Ini yang harus diubah,” katanya.
Menurut dia, Indonesia kini memasuki fase baru dengan pengoperasian smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk. Sebab, Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk-produk siap pakai. ’’Kita ingin kebutuhan produk-produk tembaga dunia itu ke depan bergantung pada Indonesia,’’ ungkapnya.
Smelter tembaga dengan nilai investasi Rp 21 triliun tersebut menggunakan teknologi canggih untuk meng-hasilkan katoda sebagai produk utama. Jumlah yang dihasilkan adalah 220 ribu ton katoda tembaga. Smelter tersebut juga akan menghasilkan 18 ton emas, 55 ton perak, dan 850 ribu ton asam sulfat setiap tahun.
Dari Sumbawa Barat, Jokowi langsung menuju Gresik, Jawa Timur. Dia meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Java Integrated Industrial dan Port Estate (JIIPE) Kecamatan Manyar.
Smelter tersebut diklaim mampu mendongkrak pendapatan negara hingga Rp80 triliun. Dalam sambutannya, Jokowi menceritakan awal mula perencanaan proyek yang berjalan alot pada 2017 lalu. Hal itu tidak terlepas dari nilai investasi yang mencapai Rp56 triliun.
’’Sehingga perusahaan harus benar-benar mengalkulasi dan menghitung secara terperinci,’’ ungkapnya.
Upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Terbukti dengan diselenggarakannya groundbreaking PTFI pada Oktober 2021 silam. ’’Alhamdulillah, setelah 3 tahun kurang 4 bulan, proses produksi bisa diresmikan,’’ ujarnya.
Jokowi mengapresiasi kerja keras jajaran direksi dan karyawan PTFI. Apalagi, mereka mampu menyulap lahan seluas 100 hektare sesuai target. Proyek tersebut juga diharapkan mampu mendorong percepatan hilirisasi industri pertambangan yang berdampak luas kepada masyarakat.
’’Milik Indonesia, saya pun telah menghitung revenue pendapatan negara bisa mencapai Rp80 triliun tiap tahunnya,’’ beber pria asal Solo itu.
Smelter PTFI dirancang dengan kapasitas pemurnian 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Jumlah tersebut didapatkan langsung dari tambang bawah tanah terbesar di dunia yang berada di Papua. Selanjutnya, diolah di smelter yang berada di Gresik.
’’Mampu menghasilkan setidaknya 600 ribu ton katoda tembaga, kurang lebih 50 ton emas, dan 210 ton perak,’’ ungkap Presiden PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Dia menegaskan, proyek itu tidak mungkin terjadi tanpa bantuan pemerintah. Baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. ’’Demikian halnya dengan komunikasi dan sosialisasi bersama masyarakat. Alhasil, progres pembangunan smelter bisa selesai tepat waktu sesuai kurva yang disepakati,’’ bebernya. (*)

batampos – Tiket kapal feri rute Batam-Singapura resmi turun sebesar Rp30 ribu yang akan mulai berlaku hari ini, Rabu (24/9). Ini berdasarkan keputusan bersama dalam rapat yang dipimpin Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Jon Kennedy, di Kantor KSOP, Sekupang, Batam, Senin (23/9).







