Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 2817

Aksi Cabul Kakek Ini Ketahuan Setelah Tagih Hutang Korban Rp 2,4 Juta

0
AKBP Raden Ricky Pratidiningrat. f.ihsan

batampos – Setelah puas ‘menikmati’ remaja perempuan selama satu tahun, kakek berinisial DY (59) berhasil diamankan polisi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Palmatak, Rabu, (25/9) lalu.

Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat menjelaskan perbuatan DY telah berlangsung sejak Juni 2023 hingga Mei lalu di Wisma Ungu, Kecamatan Kute Siantan.

DY dengan teganya mencabuli pelajar berinisial KA yang pada waktu kejadian pertama kali baru menginjak usia 16 tahun.

BACA JUGA: Cabuli Ponakan di Dormitori, Karyawan Lagoi Ngaku Menyesal Tidak Bisa Menahan Diri

Aksi bejat itu baru ketahuan setelah kakak korban didatangi pelaku yang menagih hutang korban sebesar Rp 2,4 juta, Senin, (26/8).

“Saat itu ibu korban sedang berada di kebun, ditelepon kakak korban kalau pelaku menagih hutang korban,” kata Ricky.

Kemudian, pada malam hari pelaku mendatangi ibu korban. Disitu pelaku menerangkan jika korban meminjam uang sebesar Rp 2,4 juta untuk pergi jalan-jalan ke Tarempa.

“Tidak hanya itu, pelaku juga mengaku pertama kali ketemu korban di Lapangan Voli Desa Payalaman. Lalu berlanjut ke Wisma Ungu untuk melakukan persetubuhan,” terang Ricky.

Masalah ini, sambung Ricky, sempat ingin diselesaikan secara kekeluargan. Tapi, ibu korban berubah pikiran setelah pelaku tidak menunjukkan itikad baik.

“Ibu korban merasa tidak terima dan melaporkan kejadian tersebut untuk ditindaklanjuti ke kita,” tutur Ricky.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 atau pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Sementara itu, konselor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Anambas, Erdawati menerangkan sampai saat ini pihaknya menduga korban telah terjerumus kedalam prostitusi anak dibawah umur.

“Dari kejadian ini dapat saya sampaikan berbagai macam faktor yang memicu munculnya prostitusi anak, antara lain, ekonomi, pendidikan dan lingkungan,” kata Erdawati.

Erdawati menjelaskan, faktor ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong orang-orang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma.

“Tingkat kemiskinan yang tinggi mendorong orang-orang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma norma, salah satunya prostitusi anak, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” jelas Erdawati.

Menurutnya, dengan pemikiran dan pemahaman seperti ini akan meningkatkan angka prostitusi anak.

“Ya itu, karena pada dasarnya perlindungan utama anak ada pada orang tua, namun yang terjadi sebaliknya malah membuat keberadaan si anak kurang diberikan perlindungan, pengawasan dan kasih sayang. Dan dapat kita pahami juga, penyebabnya adalah ekonomi yang lemah,” terang Erdawati.

Selain dari pada faktor ekonomi, lanjutnya, faktor pendidikan dengan edukasi yang rendah juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan anak terjerumus kedalam dunia prostitusi

“Kurangnya edukasi di masyarakat dapat menyebabkan anak tidak tahu dan tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan tersebut salah. Menurut saya tanpa edukasi yang cukup dan memadai, masyarakat juga menjadi mudah untuk dimanipulasi dan dieksploitasi oleh orang lain,” tutur Erdawati. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Dua Tersangka Pembubaran Diskusi di Kemang Berinisial FEK dan GW Diungkap Polisi

0
Polda Metro Jaya menetapkan dua orang berinisial FEK dan GW sebagai tersangka kasus pembubaran diskusi di Kemang, Jakarta Selatan. (IST)

batampos – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengungkapkan bahwa dua tersangka pelaku pembubaran paksa diskusi Forum Tanah Air di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/9) kemarin, berinisial FEK dan GW. Keduanya diamankan bersama tiga orang lainnya yang masih berstatus terperiksa pada Sabtu malam.

FEK berperan sebagai koordinator lapangan saat mereka menggelar aksi unjuk rasa atas diskusi penolakan yang digelar FTA di Hotel Grand Kemang. Sementara, GW sebagai pelaku pengrusakan spanduk acara diskusi tersebut.

“Yang pertama FEK, ini sebagai Koordinator lapangan. Kemudian GW, ini sebagai pelaku pengrusakan spanduk,” kata Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy saat menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (29/9).

Selain merusak spanduk acara, kata Wiyoto, GW juga turut melakukan penganiayaan terhadap sekuriti dan anggota Polri yang bertugas.

“Kemudian GW, tengah-tengah ini selaku pelaku pengrusakan spanduk yang ada di dalam gedung dan penganiayaan kepada petugas keamanan, satpam, termasuk anggota Polri juga ada yang menjadi korban, penganiayaan terhadap yang dilakukan oleh mereka,” ucap Wiyoto.

Sementara, tiga terperiksa lainnya yakni berinisial JJ, LW dan MDM masih dalam pendalaman pemeriksaan. Menurutnya, JJ dan LW juga turut masuk ke dalam ruang diskusi dan melakukan pengrusakan.

“Yang terakhir MDM, ini hampir sama yaitu membubarkan dan melakukan pengerusakan yang ada di dalam gedung,” ujar Wiyoto.

Lebih lanjut, Wiyoto mengungkapkan bahwa kemungkinan tersangka tersebut akan terus bertambah. Ia pun membuka kemungkinan, tiga orang lainnya yang saat ini berstatus terperiksa akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Kemudian JJ, ini yang dua ini masih didalami, yang satunya LW, baru dua aja, ini baru dua yang sudah terindikasi dia bisa ditetapkan sebagai tersangka,” pungkas Wiyoto. (*)

Sumber:JP Group

Gelar Patroli Cipta Kondis, Polsek Sekupangi Amankan 8 Motor Knalpot Brong

0
IMG 20240929 WA0014
Polsek Sekupang menggelar kegiatan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan Cipta Kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya Sabtu (29/9) malam. (Rengga/Batam Pos)

batampos – Polsek Sekupang menggelar kegiatan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan Cipta Kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya Sabtu (29/9) malam. Patroli dimulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 00.22 WIB, dengan melibatkan 16 personel gabungan dari Polsek Sekupang dan Polres Barelang.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Waka Polsek Sekupang, Iptu Yuli Endra serta personel lainnya. Patroli menyusuri rute di beberapa titik rawan di Sekupang, di antaranya Sei Harapan, Tanjung Pinggir, Tiban Indah, Tanjung Riau, dan Patam Lestari.
“Sasaran Patroli Patroli difokuskan pada tempat-tempat rawan kejahatan seperti pusat keramaian, tempat ibadah, objek vital, dan pemukiman warga. Selain itu, patroli juga menargetkan aksi balap liar dan kendaraan yang memakai knalpot brong yang kerap meresahkan masyarakat,” ungkap Kompol Benhur.
Dalam kegiatan tersebut, polisi berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Para pemilik kendaraan langsung diberi tindakan tegas dan kendaraan diserahkan ke Unit Tilang Polresta Barelang untuk proses lebih lanjut.
“Kami terus melakukan patroli guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujar Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom.
Hasil Patroli Selain mengamankan kendaraan dengan knalpot brong, patroli juga bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif di wilayah Sekupang.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah Sekupang aman dan terkendali, tanpa ada kejadian menonjol,” tambahnya.
Polsek Sekupang berharap melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan atau mengganggu keamanan di sekitar mereka.
“Kegiatan patroli berakhir pukul 00.22 WIB dengan hasil terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Sekupang,” pungkas Kapolsek. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra

Digulung Banjir, Bocah Lelaki Nyaris Hanyut di Batuaji

0
IMG 20240924 WA0060
Hujan deras pagi sebabkan, sejumlah ruas jalan dan pemukiman di Batuaji dan Sagulung kembali terendam banjir.

batampos – Banjir jadi sorotan masyarakat di Batuaji dan Sagulung dalam sepekan terakhir ini. Setiap kali hujan jalanan dan pemukiman warga selalu terendam banjir.

Banjir terakhir terjadi pada, Sabtu (29/9) kemarin. Banyak masyarakat yang melapor pemukiman mereka terendam banjir. Bahkan di perumahan MKGR Batuaji banjir hampir membawa petaka bagi satu keluarga. Itu karena ada seorang bocah lelaki berusia sekitar 10 tahun yang sempat terseret arus dan nyaris tenggelam dan hilang dalam drainase. Untung masyarakat sekitar cepat menyelematkan bocah tersebut sehingga selamat dari maut.

“Nyaris saja, untung cepat ditolongin. Banjir parah dan arus cukup deras. Anak-anak main dan hampir saja terjadi malapetaka,” ujar Yuni, warga MKGR.

Di hari yang sama banjir terjuga menerjang pemukiman lain di Batuaji dan Sagulung. Pemukiman belakang pasar Melayu, kelurahan Bukit Tempayan yang biasanya tak banjur juga jadi lokasi langganan banjir dalam sebulan terakhir ini. Air naik sampai ke rumah warga.

Suhardi, warga setempat sebut banjir ini terjadi karena ada proyek perumahan di bagian atas pemukiman mereka. Proyek ini menutupi jalur air sehingga pemukiman masyarakat bagian bawa jadi sasaran banjir.

“Baru kali ini banjir di sini. Semenjak ada proyek perumahan itu jadi sasaran air rumah kami di sini,” katanya.

Selain pemukiman ruas jalan yang sudah jadi lokasi langganan banjir juga masih terjadi banjir yang cukup parah. Jalan depan kawasan SP Plaza misalkan selalu melumpuhkan arus lalulintas jika hari hujan. Banjir dengan ketinggian sebetis orang dewasa merepotkan pengendara. Penyebab nya masih sama yakni aliran air kurang lancar ke dalam drainase. Jalur keluar air tertutup dan diperparah lagi dengan drainase yang tersumbat sampah atau material tanah.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam mengaku masih berjibaku dengan normalisasi dan perbaikan saluran drainase yang ada. Perbaikan terus berjalan namun belum semua karena pengerjaan dilakukan bertahap per wilayah.

“Drainase masih jadi perhatian. Alat berat dan pekerja masih berjalan di lapangan. Bertahap kita bereskan,” ujar Kapala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam Suhar. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

 

DPRD Batam Dukung Penguatan Armada Pengangkut Sampah, Usulkan Penambahan di APBD 2025

0
Mobil Sampah Dalil Harahap1
Armada pengangkut sampah di batam. F.Dalil Harahap/Batampos

batampos – Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono mengungkapkan keprihatinan terkait kondisi armada pengangkut sampah di Batam yang banyak tidak layak pakai. Menurutnya, pihak Komisi III telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menganggarkan pembelian armada baru pada tahun 2025.

“Memang banyak kendaraan pengangkut sampah yang tidak layak di lapangan. Kami dari Komisi III berkomitmen bersama Pemko Batam untuk menganggarkan pembelian armada baru di 2025,” kata Djoko, Minggu (29/9).

Politisi Golkar itu menyebutkan bahwa selama ini pihak DPRD telah memberikan dukungan penuh kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengadaan armada pengangkut sampah. Namun, anggaran yang diusulkan oleh DLH kerap dikurangi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam.

“Kalau dari kami DPRD, sangat mensupport karena kami setiap hari mendapat keluhan dari masyarakat,” jelasnya.

Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD murni 2025, Djoko mengungkapkan bahwa Komisi III DPRD Batam akan mempertahankan usulan DLH terkait penambahan armada pengangkut sampah.

“DLH mengajukan penambahan sekitar 30 armada karena banyak yang tidak layak. Namun, karena keterbatasan anggaran, kami hanya bisa mengusulkan penambahan sekitar 20 armada,” ungkap Djoko.

Ia berharap dengan adanya kunjungan langsung dari Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Batam ke lokasi, pembahasan terkait kebutuhan ini bisa berjalan lebih lancar. “Kondisi armada di lapangan sudah diketahui, jadi semoga pembahasan nanti lebih mudah dan tepat sasaran,” tambahnya.

Selain pengangkutan sampah, Djoko juga menyoroti perlunya peremajaan alat berat seperti ekskavator, beko, dan doser di tempat pembuangan akhir (TPA). Menurutnya, alat-alat tersebut sudah tidak berfungsi secara optimal karena usianya yang sudah tua.

“Kami juga mengusulkan agar alat berat di TPA diperbarui. Sudah lama sekali tidak ada peremajaan, dan sekarang alat-alat itu tidak bekerja maksimal,” ujar Djoko.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan dari hulu hingga hilir dalam sistem pengelolaan sampah. “Kita ingin dari hulu ke hilir, mulai dari pengangkutan hingga pelayanan di TPA, semuanya maksimal. Jangan sampai pengangkutan di hulunya bagus, tapi di hilirnya tidak,” tutupnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam melalui Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Batam, Eka Suryanto membenarkan jika pihaknya tahun ini mengajukan penambahan armada truk pengangkut sampah. Eka mengaku sebanyak 15 unit peremajaan armada pengangkutan sampah yang sudah tua telah dimasukan di Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“Insyallah ada 15 unit untuk peremajaan armada pengangkutan sampah yang sudah tua, ” ujar Eka.

Pjs Wali Kota Batam, Andi Agung sebelumnya turun langsung di beberapa titik wilayah yang sering dikeluhkan masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Ia melihat langsung pengelolaan sampah. Lokasi ditinjau yakni TPA Punggur dan Sekupang. “Memang sudah tak layak pakai dan harus diganti. Sudah terduduk (rusak) semua barang (armada) itu,” kata dia.

Pengelolaan sampah wajib dilakukan secara baik. Sementara bila dilihat kondisi saat ini, hanya 20 persen armada yang layak pakai, sedangkan sisanya dalam kondisi parah atau rusak berat. “Jadi ini harus kami respon cepat. Buktinya usai turun ke beberapa titik, ada fakta bahwa memang armada kita harus diganti. Kalau diperbaiki, ongkosnya saja lebih besar dari pada beli armada baru,” kata Andi.

Pengelolaan sampah, menurutnya, adalah salah satu prioritas. Dia juga turut mendorong DPRD Batam untuk memprioritaskan pembelian armada baru.“Batam adalah kota modern, kota wisata. Masa pengelolaan sampah seperti ini? Masalah pengelolaan sampah ini harus jadi prioritas untuk ditangani,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, penerimaan daerah dari persampahan itu mencapai Rp38 miliar per tahunnya. Dengan besaran angka segitu, ia menilai dananya harus dikembalikan lagi peruntukannya ke pengelolaan sampah.

“Kalau banyak sampah di jalan, artinya ada masalah dengan pengelolaan. Kepentingan saya di sini murni untuk penyelesaian persoalan sampah, dan kepentingan masyarakat Batam,” ujar dia.

Armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini adalah 140 unit, dan hanya 26 unit yang berusia lima tahun, sedangkan sisanya sudah berusia belasan tahun. Perlu langkah konkret lagi agar ada solusi dalam penyelesaiannya.

“Kalau sampah beres, maka kota ini juga akan bersih, dan indah. Sehingga impian untuk menciptakan kota yang modern dan maju bisa terwujud,” kata Andi.

Kepada masyarakat Batam, Andi mengimbau agar lebih peduli terhadap lingkungan. Ia mengajak agar masyarakat bisa bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas sampah. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Ini Alasan Silmy Karim Bekali Petugas Imigrasi dengan Senjata Api

0
Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim. (Dok. Imigrasi)Imigrasi 

batampos – Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Silmy Karim mengungkapkan alasan pihaknya mempersenjatai petugas Imigrasi. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yang telah disahkan, memuat peraturan baru terkait penggunaan senjata bagi petugas imigrasi di bidang penegakan hukum.

Peraturan tersebut didasarkan pada tingginya risiko kerja petugas Imigrasi saat melakukan pengawasan dan penindakan keimigrasian.

“Sudah terjadi peristiwa tragis di mana petugas Imigrasi gugur saat menjalankan tugas. Pada April 2023, petugas Kantor Imigrasi Jakarta Utara tewas ditikam orang asing yang ingin kabur dari ruang detensi. Dia (orang asing) ini terlibat terorisme dan kala itu ditangani oleh Densus 88 Antiteror bersama Imigrasi,” kata Silmy Karim kepada wartawan, Minggu (29/9).

Silmy menjelaskan, risiko kerja yang tinggi juga mengintai petugas Imigrasi yang menjaga perbatasan negara, khususnya area rawan konflik. Menurutnya, petugas seringkali melakukan pengamanan terhadap pelakunkejahatan transnasional berbahaya, sehingga penggunaan senjata api dibutuhkan sebagai perlindungan diri dan memastikan petugas dapat menangkap pelaku.

Ia mengungkapkan, ancaman kekerasan, terorisme, dan kerusuhan yang mungkin dihadapi petugas membuat persenjataan tidak hanya berfungsi sebagai alat perlindungan, tetapi juga menimbulkan efek gentar bagi orang asing yang hendak mencoba melawan petugas.

Silmy menyebut, pada 2024 kinerja Imigrasi dalam penegakan hukum semakin baik. Penindakan keimigrasian pada Januari-September meningkat 124 persen, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2023.

Selama Januari-September 2024 tercatat sebanyak 3.393 penindakan keimigrasian telah dilaksanakan oleh satuan kerja Imigrasi di seluruh Indonesia. Volume operasi pengawasan dan penindakan keimigrasian yang lebih tinggi menimbulkan risiko yang lebih besar kepada petugas dalam pelaksanaan penegakan hukum.

“Kita lihat referensi dari negara-negara lain yang penyelenggaraan fungsi keimigrasiannya sudah maju. Seperti Singapura, Amerika Serikat, Jerman, Australia dan Malaysia. Petugas
Imigrasi di negara-negara ini diizinkan pakai senjata api, tentunya dengan aturan yang sangat ketat,” tegas Silmy.

Silmy menyebut, pemerintah sedang mengatur mekanisme penggunaan senjata api bagi petugas Imigrasi melalui peraturan menteri. Langkah ini diambil setelah melewati tahap kajian dan uji publik yang komprehensif.

“Dengan adanya tanggung jawab baru ini, kami akan menentukan kriteria yang ketat bagi petugas yang berhak membawa senjata api, serta prosedur penggunaan yang jelas, termasuk batasan-batasannya. Untuk sekarang belum kita terapkan (penggunaan senjata api) karena masih menunggu aturan turunannya,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Jokowi Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana Jelang Pulang ke Solo

0
Jokowi memberikan tanda kehormatan Samkaryanugraha untuk prajurit KRI Nanggala-402 kepada Kolonel Laut (P) dr Radjiman Wedyoningrat, Jakarta, Sabtu (28/9). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos– Hari-hari terakhir Jokowi sebagai presiden tidak hanya diisi dengan peresmian proyek. Kemarin Jokowi datang ke KRI dr Radjiman Wedyodiningrat untuk menerima penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana.

Penghargaan itu diberikan oleh TNI karena Jokowi dianggap memiliki kontribusi besar pada penguatan TNI-AL.

Penyematan brevet kepada Jokowi dilakukan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Brevet tersebut melambangkan kepercayaan dan penghargaan kepada individu yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap TNI-AL, khususnya dalam mendukung satuan kapal selam.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Penganugerahan Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha kepada KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali pada 2021 lalu. Kali ini, penghargaan itu diberikan langsung oleh Jokowi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menuturkan, Jokowi memiliki jasa besar pada TNI-AL, khususnya satuan kapal selam. ’’Karena meningkatkan dan membangun kekuatan armada kapal selam,’’ paparnya. Di era pemerintahan Jokowi, TNI-AL mendapat tambahan tiga armada kapal selam. KSAL menegaskan, brevet kehormatan hanya diberikan kepada tokoh, warga, dan prajurit yang berjasa kepada TNI-AL dan satuan kapal selam.

Sedangkan Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha, lanjutnya, diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas pengabdian KRI Nanggala-402 dalam menjaga keamanan laut Indonesia. ’’Penghargaan atas perjuangan dan pengabdian KRI Nanggala sejak 1981 sampai 2021. Selama rentang waktu tersebut, KRI ini telah menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia,” jelasnya.

Usai penyematan tanda kehormatan, Jokowi bersilaturahmi dengan keluarga pasukan KRI Nanggala-402 yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur, melalui konferensi video. Presiden menanyakan kondisi perumahan yang ditempati saat ini.

Irma Dewi, perwakilan keluarga dari pasukan yang gugur, menuturkan bahwa kondisi perumahan dalam keadaan terawat dan dilengkapi sejumlah fasilitas. Fasilitas pendidikan, misalnya, Irma mengatakan bahwa jarak dari perumahan ke sekolah tidak terlalu jauh. “Perumahan KRI Nanggala dekat dengan fasilitas pendidikan. Untuk SD sekitar 1,5 kilometer, SMP bersebelahan dengan SD, untuk SMA sekitar 2 kilometer dari perumahan,” ujarnya. (*)

Sumber: JP Group

Fashion Show Batik Hakan Batam: Cinta Budaya Indonesia di Keluarga Lintas Bangsa

0

istri bulebatampos – Harapan Keluarga Antar Negara (Hakan) Batam akan memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober dengan menggelar fashion show serta memperkenalkan budaya batik kepada keluarga lintas negara. Acara tersebut akan berlangsung di angkringan tepi danau Bengkonglaut.

Ketua Hakan Batam, Rini Griffin, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut Hari Batik Nasional sekaligus melestarikan budaya Indonesia, khususnya batik.

“Kegiatan ini kami adakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober. Kami ingin mendukung dan melestarikan salah satu warisan budaya Indonesia, yaitu batik,” ujar Rini, Sabtu (28/9).

Rini juga menjelaskan bahwa meskipun para anggota Hakan berasal dari keluarga yang berbeda negara, mereka berkomitmen untuk memperkenalkan batik sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.

“Walaupun kami berasal dari pernikahan lintas bangsa, kami merasa penting untuk memperkenalkan batik kepada bangsa lain. Karena itulah kami mengadakan acara ini,” tambahnya.

Meskipun Hakan Batam baru terbentuk dua bulan lalu, antusiasme para anggotanya sangat luar biasa. Komunitas yang beranggotakan ratusan orang ini bersemangat dalam melestarikan budaya batik, dengan mengedukasi anggota tentang sejarah dan proses pembuatan batik.

“Tujuan kami adalah mengedukasi keluarga kami yang berasal dari budaya berbeda agar lebih mengenal batik. Respon mereka sangat positif dan antusias,” jelas Rini.

Acara ini juga dimeriahkan dengan fashion show bertema batik, yang diikuti oleh anak-anak dan dewasa. Para peserta akan dinilai oleh juri yang kompeten. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang pengenalan batik kepada masyarakat internasional dan memperkuat cinta terhadap budaya lokal di kalangan anggota Hakan Batam.

“Untuk menambah keseruan acara, kami mengadakan fashion show batik yang melibatkan anak-anak dan dewasa, lengkap dengan penilaian dari para juri,” tutupnya. (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Setiap Hari Batam Hasilkan 1.200 Ton Sampah

0
sampah
Ilustrasi. Truk pengangkut sampah menurunkan muatan yang berasal dari sampah rumah tangga dan lainnya, di TPA Punggur, belum lama ini. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kamis siang (26/9), ratusan mahasiswa berkumpul di depan Kantor Wali Kota Batam, membawa pesan yang tak bisa diabaikan. Bukan soal Upah Minimum Kota, bukan pula tuntutan Uang Kuliah Tunggal, apalagi terkait Pilkada. Tuntutan mereka sederhana. Namun krusial, masalah sampah.

Di bawah terik matahari, suara-suara lantang menggema dari pengeras suara. Mereka menyampaikan keresahan tentang pengelolaan sampah di kota ini.

”Sampah menumpuk dan banyak berserakan di jalan,” kata Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Mahasiswa Batam (APMB), Habibi, yang memimpin aksi tersebut.

Keresahan ini bukan tanpa alasan. Masalah sampah di Batam sudah lama menjadi sorotan, namun belum ada solusi yang terasa nyata di lapangan. Di beberapa titik, sampah terlihat menumpuk hingga menggunung. Bahkan di sepanjang jalan-jalan utama, pemandangan plastik dan limbah lain berserakan, seolah menjadi bagian dari lanskap kota.

Keresahan para mahasiswa ini tentunya cukup beralasan. Hal ini jua membuat Pjs Wali Kota Batam, Andi Agung turun langsung mengecek pengelolaan sampah di Batam.

Lokasi yang ditinjau diantaranya TPA Punggur, Sekupang, dan lain-lain. Dia merasa miris dengan apa yang selama ini terjadi, bahkan menilai bahwa armada pengangkut sampah sudah tak layak pakai.

”Memang sudah tak layak pakai dan harus diganti. Sudah terduduk (rusak) semua barang (armada) itu,” kata dia

Pengelolaan atas sampah wajib dilakukan secara baik. Sementara bila dilihat kondisi saat ini, hanya 20 persen armada yang layak pakai, sedangkan sisanya dalam kondisi parah atau rusak berat.

”Jadi ini harus kami respons cepat. Buktinya usai turun ke beberapa titik, ada fakta bahwa memang armada harus diganti. Kalau diperbaiki, ongkosnya saja lebih besar dari pada beli armada baru,” kata Andi.

Pengelolaan sampah, menurutnya, adalah salah satu prioritas. Dia juga turut mendorong DPRD Batam untuk memprioritaskan pembelian armada baru.

”Batam adalah kota modern, kota wisata. Masa pengelolaan sampah seperti ini? Masalah pengelolaan sampah ini harus jadi prioritas untuk ditangani,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, penerimaan daerah dari persampahan itu mencapai Rp38 miliar per tahunnya. Dengan besaran angka segitu, ia menilai dananya harus dikembalikan lagi peruntukannya ke pengelolaan sampah.
Dengan demikian, Andi yakin problem yang selama ini terjadi dan dikeluhkan masyarakat dapat teratasi. Petugas kebersihan pun bakalan merasa nyaman apabila sedang bertugas dengan dibekali armada yang memadai.

”Kalau banyak sampah di jalan, artinya ada masalah dengan pengelolaan. Kepentingan saya di sini murni untuk penyelesaian persoalan sampah, dan kepentingan masyarakat Batam,” ujar dia.

Armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini adalah 140 unit, dan hanya 26 unit yang berusia lima tahun, sedangkan sisanya sudah berusia belasan tahun. Perlu langkah konkret lagi agar ada solusi dalam penyelesaiannya.

”Kalau sampah beres, maka kota ini juga akan bersih, dan indah. Sehingga impian untuk menciptakan kota yang modern dan maju bisa terwujud,” kata Andi.

Selain itu, langkah lainnya yang juga penting adalah memetakan lokasi TPS yang layak, dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, pengangkutan sampah tepat waktu juga menjadi atensi.

”Masyarakat ini, kan, maunya sampah diangkut tepat waktu. Ini juga yang jadi faktor mereka (masyarakat) buang sendiri sampahnya, namun sayangnya tidak di tempatnya. Makanya perlu sekali pendataan TPS yang gampang dijangkau masyarakat,” kata dia.

Kepada masyarakat Batam, Andi mengimbau agar lebih peduli terhadap lingkungan. Ia mengajak agar masyarakat bisa bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas sampah.

DLH Batam, tak sepenuhnya salah dalam pengelolaan sampah. Ada aspek lain yang membuat DLH Batam tak berdaya menghadapi problem sampah di Batam.

Hal itu disampaikan oleh Pengamat Lingkungan, Hendrik Hermawan, beberapa waktu lalu. Dia menilai, rendahnya anggaran pengelolaan sampah di Kota Batam menjadi salah satu kendala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengelola sampah.

Selain itu, masih kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan ikut mempengaruhi hal tersebut. ”Saya melihatnya ada beberapa aspek. Dari sisi anggaran dan juga kesadaran masyarakat itu sendiri,” ujarnya, Rabu (27/6).

TPA Punggur
Tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Kata Hendrik, Batam menghasilkan 1.200 ton sampah per hari. Tingginya tonase sampah ini tidak lepas dari budaya konsumtif masyarakat Batam. Bahkan, 70 persen dari sampah tersebut adalah sampah organik.

Produksi sampah di Batam, lanjut Hendrik, hampir sama dengan produksi sampah di Kota Surabaya, 1.500 ton per hari. Hanya saja dari sisi anggaran Batam kalah jauh dimana anggaran per tahun Surabaya mencapai Rp 300 miliar. Kalah jauh Batam yang hanya Rp 70 miliar per tahun.

”Dengan tonase yang hampir sama namun anggaran jauh berbeda ini tentu menjadi dilema. Karena bagaimanapun juga pengelolaan sampahnya itu tak lepas dari sisi anggaran. Makanya kita sering melihat di jalan armada tua dan bahkan melebihi kapasitasnya mengangkut sampah,” ucap Hendrik.

Problem sampah ditambah dengan kurangnya atau rendahnya kesadaran masyarakat atas problem sampah. Fenomena sampah berserakan di pinggir jalan, sudah menjadi hal yang lumrah. Harusnya, kata Hendrik, masyarakat paham problem besar dari sikap membuang sampah sembarangan.

”Mereka tak hanya melanggar Perda Nomor 2 tahun 2013, akan tetapi juga melanggar Perda no 4 tahun 2026 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ucap Hendrik.

Meskipun problem sampah Batam semakin rumit. DLH Batam masih tidak melakukan penambahan personel atau petugas kebersihan. Tidak ada penambahan petugas, disebabkan juga belum adanya penambahan armada di tahun 2024.

”Jumlah tenaga kebersihan saat ini ada 1.040 orang, dan belum ada rencana penambahan untuk tahun 2024. Kecuali jika ada penambahan armada, mungkin baru akan dibutuhkan tenaga tambahan seperti sopir,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Batam, Eka Suryanto, Selasa (24/9) lalu.

Meskipun tidak ada penambahan personel, DLH Batam berupaya meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, DLH Batam akan lebih fokus pada evaluasi pola kerja para petugas kebersihan yang sudah ada. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sumber daya yang tersedia dapat bekerja lebih efektif di lapangan.

”Kami akan terus mengevaluasi pola kerja mereka agar lebih optimal. Ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kinerja tanpa harus menambah jumlah personel,” ucap Eka.
Dia berharap dengan personel terbatas, DLH Batam tetap mumpuni dalam menjaga kebersihan kota, terutama dalam menangani volume sampah yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan kota.

DLH Kota Batam telah mengusulkan penambahan 25 armada truk amrol sampah untuk tahun depan. Usulan ini, sebagai bagian dari rencana peremajaan armada truk sampah yang ada saat ini.

Peremajaan ini sudah seharusnya dilakukan. Sebab, dari 140 unit truk sampah yang beroperasi di Batam, sebanyak 52 unit sudah berusia lebih dari 10 tahun. Selain itu, lima unit truk berada dalam kondisi rusak parah dan tidak layak jalan, sementara belasan armada lainnya memerlukan pemeliharaan rutin bulanan.

”Insya Allah, di tahun 2025 nanti kita sudah usulkan untuk peremajaan dan penambahan armada truk baru,” ujar Eka. (*)

Gedung Bakamla Kebakaran, Diduga Berawal dari Lantai 6 Tempat Kantor Komnas Perempuan

0
    Ilustrasi Kebakaran./Dimas Pradipta/Jawa Pos
batampos – Kebakaran yang melanda Gedung Badan Keamanan Laut (Bakamla) saat ini masih dalam kondisi pemadaman. Diketahui bahwa gedung itu memiliki enam lantai.

Menurut Kabakamla Laksda TNI Irvansyah, kebakaran terjadi mulanya di lantai 6.
“Kebakaran diduga bermula dari lantai 6 (kantor Komnas Perempuan) yang sedang renovasi,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (29/9).
Irvansyah menyebut bahwa dampak kebakaran itu hingga saat ini masih diinventarisir.
“Di gedung tersebut selain Bakamla juga ada kantor yayasan Bung Karno,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan kepada wartawan, Minggu (29/9).
Ia mengatakan bahwa untuk tindak lanjut awal terhadap kebarakan di Gedung Bakamla itu, sebanyak mobil pemadam sudah dikerahkan.
Sudah ada sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dengan 95 personel yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Gedung Bakamla tersebut.
“Waktu tiba pukul 06.25 WIB. Mulai operasi pukul 06.27 WIB,” tuturnya. (*) 
Sumber: JP Group