Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2818

Tahun Ini, Proyek Pembangunan Banyak Dapat Sanksi dari PSDKP dan LKKPN

0
Kadis DPUPRPRKP, Syarif Ahmad

batampos – Proyek pembangunan fisik di Kabupaten Anambas pada tahun 2024 ini banyak mendapatkan sanksi administrasi dari Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN).

Hal ini dikarenakan, sebelum melaksanakan pekerjaan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPRKP) setempat tidak melakukan kordinasi dengan dua instansi itu, sehingga ada beberapa administrasi yang dilanggar.

“Anambas ini hampir seluruh lautnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Hampir 1,27 hektare. Kita mau membangun harus kordinasi dengan PSDKP dan LKKPN,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPRKP), Syarif Ahmad di Desa Tarempa Barat, Minggu, (29/9).

Pihaknya beberapa minggu yang lalu, telah dipanggil oleh PSDKP untuk dimintai keterangan karena banyak pekerjaan yang dinilai melanggar ketentuan berlaku.

BACA JUGA:Coba-coba Nyambil Jual Sabu dan Ganja, Pekerja Proyek Hotel Lagoi, Bintan Ditangkap

“Hasil diskusi kemarin bersama PSDKP, mereka memaklumi dan memberikan dispensasi. Pekerjaan tahun 2024 tetap dilanjutkan dengan catatan sanksi diberlakukan,” sebut Syarif.

Kata Syarif, menurut PSDKP, pelanggaran yang kerap terjadi ketika tongkang milik kontraktor membawa material sering kali mendarat (bersandar) di tempat yang dilarang.

“Kita akui sangat kesulitan, dimana titik pelabuhan tidak ada. Untuk menjadi tempat mendaratnya tongkang pengangkut material,” tutur dia.

Akibat itu, pihaknya mendapatkan denda sebesar Rp 300 juta. Yang menjadi masalah, DPUPRPRKP tidak mengalokasikan anggaran untuk membayar denda.

“Denda Rp 300 juta. Kalau dilihat, sebagai pekerja ya (tanggungjawab) kontraktor. Jika dilihat dari pekerjannya, ya punya kita. Kalau ada alokasi anggaran, tentu kita yang bayarkan denda itu,” urai Syarif.

Kedepan, Syarir berjanji agar DPUPRPRKP akan mengutamakan kordinasi sebelum melaksanakan pekerjaan proyek pembangunan agar tidak melanggar kembali aturan yang berlaku.

“Untuk tahun ini tadi sudah dijelaskan dapat dispensasi. Tahun depan (2025) setiap pekerjaan, diutamalan dahulu untuk kordinasi dengan LKKPN dan PSDKP. Biar pekerjaan teratur,” tukas Syarif. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Ratusan Relawan Tanam Pohon di TWA Muka Kuning untuk World Cleanup Day 2024

0
9fb44bc5 356d 462b 9691 89ef2e5e83f0
Ratusan relawan saat akan menanam pohon di TWA Muka Kuning untuk World Cleanup Day 2024.

batampos – Philips Industries Batam bersama WCD Kepri sukses melaksanakan aksi penanaman pohon di area Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, sebagai bagian dari peringatan World Cleanup Day 2024. Kegiatan ini melibatkan ratusan relawan dari Philips Industries dan WCD Kepri yang turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Aksi penanaman ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung pelestarian hutan kota di area Muka Kuning. Total 150 bibit pohon berhasil ditanam selama kegiatan berlangsung.

“World Cleanup Day bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi juga soal memulihkan dan melindungi lingkungan. Melalui aksi penanaman pohon ini, kami berharap dapat berkontribusi pada keberlanjutan alam Batam dan mendorong lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan,” ujar Winda, Co Leader WCD Kepri.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, organisasi, relawan, serta karyawan Philips Industries yang secara sukarela membantu dalam penanaman dan pemeliharaan pohon di area tersebut.

Selain aksi penanaman pohon, turut pula dilaksanakan aksi kebersihan di sepanjang jalan dari Area Industri Panbil menuju TWA Muka Kuning. Para relawan juga mengaplikasikan eco-enzyme di danau TWA Muka Kuning. Aksi ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lebih banyak kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami dari PT Philips bangga berkolaborasi dengan WCD Kepri di TWA dalam kegiatan hari ini. Melalui aksi memungut sampah, menanam pohon, dan menuang eco enzim di danau, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan plastik dan pemilahan sampah. Semoga langkah ini berdampak besar bagi kelestarian bumi dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli lingkungan, baik sekarang maupun di masa depan. Terima kasih kepada semua peserta atas kontribusinya,” kata Fathia Rani, Head of HR People Partner PT Philips Industries Batam.

World Cleanup Day 2024 di Kepri mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan nasional dan internasional, serta lembaga pemerintah yang turut menyukseskan acara tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, serta memotivasi masyarakat untuk terus berperan aktif dalam gerakan peduli lingkungan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

KPU Batam Imbau Paslon Patuhi PKPU 13 dan SK KPU dalam Kampanye Pilkada

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi.

batampos – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Bosar Hasibuan, meminta kepada para calon kepala daerah yang berlaga dalam Pilkada 2024 agar selalu memedomani aturan yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2024 serta Surat Keputusan (SK) KPU Kota Batam.

Menurutnya, aturan teknis terkait pelaksanaan kampanye sudah jelas diatur dalam regulasi tersebut. “Masa kampanye ini harus berjalan sesuai aturan yang berlaku, yakni PKPU 13 Tahun 2024 dan SK KPU Kota Batam. Semua sudah secara teknis diatur di sana, jadi kita harap semua calon kepala daerah bisa mengikuti aturan ini dengan baik,” ujar Bosar, Senin (30/9).

Bosar menyebutkan, masa kampanye Pilkada 2024 telah dimulai sejak 25 September 2024 dan akan berakhir pada 23 November 2024. Kampanye merupakan kesempatan bagi para pasangan calon untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program-program unggulan mereka. Hal ini berlaku bagi semua calon, baik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Wakil Bupati, maupun Calon Walikota dan Wakil Walikota.

Baca Juga: KPU Kota Batam Terima Logistik Kotak dan Bilik Suara untuk Pilkada 2024

“Aturan mengenai kampanye ini secara resmi diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2024 yang telah ditetapkan pada 20 September 2024. Selepas pengundian nomor urut pasangan calon, KPU memberi waktu kampanye yang berlangsung hingga 23 November 2024,” tambahnya.

Bosar juga mengingatkan para pasangan calon mengenai sejumlah larangan selama masa kampanye, yang juga tercantum dalam PKPU 13 Tahun 2024. Diantaranya menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, maupun sesama calon kepala daerah. Menghasut, memfitnah, atau mengadu domba antarpartai politik, perseorangan, atau kelompok masyarakat.

Selain itu tidak diperbolehkan juga menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap perseorangan, kelompok masyarakat, atau partai politik. Menggunakan fasilitas pemerintah atau tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk kampanye, kecuali dengan syarat tertentu.

“Serta menjanjikan atau memberikan uang atau materi lain sebagai bentuk suap atau imbalan kepada pemilih, ” tuturnya.

Selain itu, kampanye juga dilarang dilakukan di luar jadwal yang telah ditetapkan, serta menggunakan fasilitas dan sarana prasarana yang dibiayai oleh anggaran pemerintah. Semua pihak yang terlibat dalam Pilkada 2024 diharapkan mematuhi aturan ini guna memastikan proses demokrasi berjalan dengan lancar dan damai. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

KPU Kota Batam Terima Logistik Kotak dan Bilik Suara untuk Pilkada 2024

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi.

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam telah menerima logistik penting berupa kotak suara dan bilik suara sebagai penunjang kelengkapan Pilkada 2024. Sebanyak 3.666 kotak suara dan 7.284 bilik suara telah tiba di gudang logistik KPU Kota Batam di Sekupang, Senin (30/9).

Komisioner KPU Kota Batam, Bosar Hasibuan, menyampaikan bahwa logistik tersebut sudah diterima dalam kondisi baik dan sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak di Batam. “Setiap TPS di Kota Batam akan dilengkapi dengan bilik dan kotak suara sesuai kebutuhan. Saat ini, kami telah kotak suara dan bilik suara yang akan didistribusikan ke 1.821 TPS yang tersebar di seluruh Batam,” ungkap Bosar.

Baca Juga: KPU Batam: Kampanye Pilkada Dimulai 25 September, Persiapan Logistik Berjalan Lancar

Bosar menjelaskan bahwa setiap TPS akan memiliki empat bilik suara, sementara kotak suara yang diterima terdiri dari dua jenis, yaitu untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub-Wagub) dan Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwako-Wawako).

“Kotak suara ini akan digunakan untuk menampung surat suara dari dua pemilihan yang berbeda, yakni Pilgub dan Pilwako,” tambahnya.

Selain kotak dan bilik suara, KPU Batam juga telah menerima sejumlah logistik tambahan yang akan digunakan dalam proses pemungutan suara. Beberapa item logistik yang telah diterima antara lain 3.642 botol tinta, 86.382 segel, dan 22.932 kabel ties untuk pengamanan kotak suara serta perlengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Tinta dikirim sesuai ketentuan, yaitu dua botol per TPS. Kami memiliki 1.821 TPS, sehingga total tinta yang diterima mencapai 3.642 botol. Selain itu, segel dan kabel ties akan digunakan untuk mengamankan kotak suara dan perlengkapan pemungutan suara lainnya,” jelas Bosar.

Bosar menambahkan, saat ini KPU Kota Batam masih menunggu pengiriman logistik lainnya, seperti surat suara. “Surat suara masih dalam tahap pembahasan di Jakarta, termasuk desain contoh surat suara. Pengirimannya akan dilakukan setelah semua persiapan teknis selesai,” katanya.

Ketua KPU Kota Batam, Mawardi, menambahkan bahwa gudang logistik yang digunakan telah diperiksa ulang oleh tim KPU dan dinyatakan memenuhi syarat untuk penyimpanan logistik Pilkada. Pengamanan di lokasi penyimpanan diperkuat dengan pemasangan CCTV serta penjagaan oleh aparat keamanan.

“Penerimaan logistik tahap pertama ini menunjukkan kesiapan kami dalam menghadapi tahapan penting Pilkada 2024. Seluruh elemen pendukung akan terpenuhi secara bertahap, dan kami berkomitmen untuk menjalankan proses ini dengan transparan dan akuntabel,” ujar Mawardi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Minat Masyarakat Masih Rendah, Dinkes Batam Imbau Orang Tua Bawa Balita Ikut Vaksin Rotavirus

0
vaksinasi pencegahan covid 19 ilustrasi foto ricardojpnn 53
Dinkes Batam mengimbau para orang tua agar melakukan vaksin rotavirus bagi anak agar dapat terhindari dari diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan rendahnya minat masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi rotavirus. Padahal, vaksin ini diberikan secara gratis oleh pemerintah untuk mencegah diare berat pada bayi dan anak-anak akibat infeksi rotavirus, yang dapat berujung pada dehidrasi parah hingga perawatan di rumah sakit.

“Minat masyarakat terhadap vaksin rotavirus masih sangat rendah, sementara kalau berbayar, vaksin ini cukup mahal. Pemerintah sudah menyediakan vaksin ini secara gratis, tapi masih banyak yang belum memanfaatkannya,” ujar Didi, Senin (30/9).

Menurutnya, berdasarkan data terbaru per 19 September 2024, dari total 23.434 bayi yang menjadi target vaksinasi, hanya 47,4 persen yang telah menerima dosis pertama, 41,4 persen telah menerima dosis kedua, dan hanya 33,3 persen yang mendapatkan dosis ketiga.

Didi menjelaskan, vaksin rotavirus merupakan salah satu langkah efektif untuk mencegah diare yang disebabkan oleh infeksi virus rotavirus. Infeksi ini sangat mudah menular melalui kontak langsung atau melalui tangan yang terkontaminasi setelah mengganti popok.

“Rotavirus sangat menular dan mudah menyebar melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, pemberian vaksin ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari risiko infeksi,” tambah Didi.

Vaksin rotavirus yang diberikan di Batam terbagi dalam tiga dosis (pada usia 2, 4, dan 6 bulan). Vaksin ini diberikan bersamaan dengan vaksinasi rutin lainnya, dan terbukti aman serta efektif dalam membangun kekebalan pada anak-anak terhadap infeksi rotavirus.

“Vaksin ini kita berikan tiga kali untuk bayi dan anak-anak sesuai jadwal, dan tidak ada masalah efek samping yang signifikan. Sebagian besar bayi yang menerima vaksin tidak mengalami gangguan berarti setelahnya,” jelas Didi.

Sejak diperkenalkan pada 2013, program vaksinasi rotavirus di Indonesia, termasuk di Batam, telah memberikan dampak yang signifikan. Data menunjukkan bahwa angka kasus infeksi rotavirus menurun hingga 69 persen sejak vaksin ini mulai digunakan.

“Kami sangat berharap masyarakat Batam lebih memanfaatkan program vaksinasi ini, dan kami imbau kepada para orang tua agar membawa balita nya ikut vaksin Rotavirus ini,” tutur Didi.

Didi juga menekankan bahwa vaksin rotavirus sebaiknya diberikan tepat waktu sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah ditetapkan. Ia berharap adanya kampanye yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin ini.

“Pemerintah telah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan yang lengkap untuk mendukung program ini. Kami akan terus mengajak masyarakat untuk proaktif dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka dengan memanfaatkan vaksin rotavirus yang diberikan secara cuma-cuma,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Ganggu Lokasi Resapan Air dan Sungai, Proyek Pengembangan Marina Semakin Mengkhawatirkan

0
IMG 20240927 120129 scaled
Penimbunan dan pengrusakan hutan bakau di kawasan pesisir pantai Marina. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kawasan Marina sedang berjalan dengan sejumlah proyek pengembangan property. Sungai, aliran dan lokasi resapan air hingga kawasan hutan bakau banyak yang ditambat untuk perluasan kawasan proyek.

Ini tentu saja mengkhawatirkan masyarakat yang sudah lebih dulu bermukim di sana, sebab banjir akan jadi masalah besar nantinya jika lokasi aliran dan resapan air diganggu. Selama ini kawasan pemukiman di Marina sudah banyak yang terendam banjir dan ini akan jadi masalah besar lagi jika aliran air dan sungai ditimbun.

“Hampir semua proyek pengembangan di wilayah Marina ini mengganggu lokasi aliran air. Dulu banyak hutan bakau dan sungai besar di sini. Ini perlahan mulai hilang. Hutan bakau ditimbun, sungai diperkecil. Sangat mengkhawatirkan ini,” kata Danniel, warga perumahan Benih Raya yang keberatan dengan proyek pematangan lahan yang merusak kawasan hutan bakau dan sungai di dekat Jembatan Marina.

Baca Juga: Hutan Bakau Dibabat, Lokasi Resapan Air dan Sungai Terancam Hilang

“Sudah sering kebanjiran kami. Kalau ini dibiarkan akan tambah parah nantinya. Bisa-bisa tenggelam Marina ini kalau sungai semua ditimbun. Hutan bakau diratakan,” ujar Danniel, menambahkan.

Pantauan di lapangan, kawasan pesisir Marina dan sungai panjang membentang dari pedalaman Marina sudah banyak yang diratakan. Hutan bakau dibabat, danau dan sungai ditimbun. Yang paling disoroti masyarakat adalah proyek pematangan lahan di dekat Jembatan Marina atau depan kawasan hotel Holiday In.

Kawasan pesisir yang merupakan lokasi hutan bakau sebagian besar sudah gundul. Lahan tersebut rencananya akan ditimbun untuk kepentingan pengembangan property. Lahan tersebut merupakan alur sungai dan ini yang disoroti masyarakat. Jika proyek ini nantinya mengganggu sungai tersebut maka wilayah Marina seluruh nya akan berhadapan dengan masalah banjir. Sungai tersebut satu satunya jalur keluar air ke wilayah perairan Marina.

Lurah Tanjungriau Syamsuddin juga prihatin dengan maraknya proyek pematangan lahan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan tersebut. Diapun berharap ada tindakan tegas dari instansi yang memberikan perizinan terkait.

“Itu sama sekali tak ada pemberitahuan ke kami. Tak tahu perizinan seperti apa. Beberapa kali kami datangi ke lokasi proyek tak ada yang bisa dijumpai. Tak tahu itu proyek apa dan punya siapa atau PT apa. Ini akan kami tindaklanjuti ke instansi terkait lainnya, ” kata Syamsuddin. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Srikandi PLN Batam Peduli Ibu dan Anak di Kampung Jabi melalui Program Ibu Asuh

0

srikandi 2batampos — Stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang merupakan permasalahan yang harus menjadi perhatian banyak pihak. Dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting sebagai bentuk pemberian manfaat nyata di masyarakat, PT PLN Batam melaui Srikandi-nya kembali menggelar Srikandi Movement dengan mengangkat tajuk “Mendukung Generasi Sehat, Melalui Program Ibu Asuh” di Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Jumat (27/9).

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Srikandi PLN Batam dengan Puskesmas Kampung Jabi. Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN Batam memberikan bantuan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk 23 ibu dan anak di Kampung Jabi sebagai wujud kepedulian terhadap permasalahan stunting di Indonesia.

Dalam sambutannya, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, menuturkan bahwa bantuan yang diberikan diproyeksikan dapat menyokong kebutuhan gizi ibu dan anak selama 6 bulan ke depan dan akan dilakukan pemantauan secara berkala untuk mengukur perkembangan anak pasca pemberian bantuan.

“Rencananya selama 6 bulan, bantuan akan dikirimkan secara rutin setiap bulan dan akan dilakukan pemantauan untuk melihat peningkatan-peningkatan yang terjadi pada anak yang dibantu. Apabila terdapat penambahan berat badan anak atau hal lain yang relevan, akan diberikan reward atau penghargaan,” terang Euis.

Lebih lanjut, Euis mengutarakan kebahagiaannya akan antusiasme tinggi dari para penerima bantuan serta berharap dengan adanya kegiatan ini anak-anak di Kampung Jabi dapat meningkat kesehatan dan kecerdasannya.

“Mudah-mudahan dengan bertambahnya gizi dari bantuan yang diberikan, perkembangan anak dapat berjalan lebih cepat. Semoga program yang telah disusun dapat memberi hasil yang diharapkan hingga 6 bulan ke depan,” tutup Euis.

Sejalan dengan itu, Kepala Puskesmas Kampung Jabi, dr. Ade Safitri Andayani Ambran, menjelaskan urgensi kepedulian terhadap isu stunting di masyarakat. Menurut Ade, mata rantai stunting harus diputus dan kegiatan ini menjadi salah satu upayanya. Ade juga menyampaikan apresiasi terhadap Srikandi PLN Batam yang telah menaruh kepedulian dan memberikan bantuan yang dapat melengkapi kebutuhan gizi ibu dan anak untuk turut mengentaskan stunting.

“Stunting adalah permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang penyelesaiannya perlu didukung dengan pemberian makanan bergizi. Di tengah keterbatasan yang mungkin terjadi, bantuan yang diberikan ini bisa membantu melengkapi gizi yang belum tercukupi pada balita. Kegiatan ini juga sebagai motivasi dan pengingat bagi ibu-ibu bahwa kecukupan gizi ibu dan anak harus dipenuhi sejak sedini mungkin. Apabila saat pemantauan bulanan belum ada peningkatan, akan kami pastikan penyebabnya ke ibunya karena pola asuh ibu berpengaruh besar,” ungkap Ade.

“Kami berterima kasih dengan adanya program Srikandi ini karena sangat membantu kendati hasilnya baru dapat dilihat setelah beberapa waktu ke depan. Harapannya, semoga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kami juga mengapresiasi kinerja Srikandi PLN Batam dan pengabdiannya untuk masyarakat terlepas dari kesibukan pekerjaan,” tambah Ade lagi.

Sementara itu, Nutrisionis Puskesmas Kampung Jabi, Lilis Eva Farida, menyatakan rasa terima kasih atas kesempatan yang diperoleh untuk menjalin sinergi dengan Srikandi PLN Batam sekaligus menerima bantuan yang dapat meningkatkan kesehatan anak di Kampung Jabi.

“Kami berharap anak-anak yang mendapat bantuan bisa mengalami kenaikan berat diikuti dengan tinggi badan yang signifikan sesuai usianya. Kami juga sangat bersyukur bisa memperoleh kehormatan sebagai penerima bantuan, khusunya untuk balita di wilayah Kampung Jabi. Semoga program ini dapat berkelanjutkan dan Srikandi PLN Batam sukses selalu,” pungkas Lilis. (*)

Penumpukan Sampah di TPS Liar Banyak Terjadi di Sagulung dan Batuaji

0
IMG 20240926 120536 scaled e1727402926836
Sampah yang menumpuk di pinggir jalan simpang Kavling Baru, Sagulung, Kamis (26/9). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sampah masih jadi masalah di Batuaji dan Sagulung. Pasalnya masih banyak penumpukan sampah yang terjadi di pinggir jalan yang merusak pemandangan jalan. Penumpukan ini sudah lama dan masih terus terjadi hingga, Minggu (29/9).

Armada pengangkut sampah sudah berupaya keras untuk mengangkut nya namun sampah tetap menumpuk karena masih banyak masyarakat yang terbiasa dengan buang sampah di pinggir jalan raya.

Pinggir jalan Kaveling Baru, Sagulung misalkan ada dua titik lokasi penumpukan sampah yang cukup banyak dan sangat menganggu pemandangan jalan. Penumpukan sampah di luar TPS resmi ini karena kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah ke pinggir jalan.

Baca Juga: DPRD Batam Dukung Penguatan Armada Pengangkut Sampah, Usulkan Penambahan di APBD 2025

Begitu juga pinggir jalan di Seibinti dan Marina City juga banyak ditemui tumpukan sampah seperti itu. Perlu penanganan yang serius untuk menyelesaikan persoalan sampah ini.

“Memang ada angkutan dari petugas sampah tapi karena banyakan yang sudah biasa buang sampah ke pinggir jalan akhirnya terus-terusan dan kembali menumpuk seperti ini, ” ujar Andre, perangkat RT di Seibinti, Sagulung.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Proses pengangkatan sampah berjalan seperti biasa dari petugas pengangkut sampah. Dari pemukiman ke TPS ataupun Dari TPS ke TPA tetap berjalan maksimal. Namun karena perilaku masyarakat yang tidak tertib dengan sampah ini yang jadi masalah hingga saat ini. Sampah bermunculan di luar TPS resmi sehingga menyulitkan petugas di lapangan.

“Armada kita masih beroperasi maksimal hingga saat ini. Dari perumahan atau TPS selalu diangkut setiap harinya. Nah masalah di pinggir jalan ini kan TPS liar ini. Masyarakat sembarang membuang sampah. Kita sudah coba angkut terus tapi begitu pagi angkut sore pagi esoknya sudah numpuk lagi. Artinya masyarakat sendiri yang menciptakan tumpukan sampah itu. Saya tekankan sekali lagi Armada kita masih sanggup. Jadi tolong simpan saja sampahnya di tong sampah depan rumah, ” ujar Hafiz.

Begitu juga dengan pedagang pasar kaget atau pasar basah lainnya untuk tidak ikut-ikutan membuang sampah ke pinggir jalan. Jika memang tonase sampah banyak silahkan diantar ke lokasi TPS resmi agar memudahkan petugas mengangkat sampah tersebut ke TPA.

“Kami terus koordinasi lagi dengan RT/RW untuk memantau lingkungan masing-masing. Ada warga yang buang sampah sembarangan akan diambil tindakan tegas nantinya, ” ujar Hafiz.

Kepada masyarakat pemukiman jika bermasalah dengan tumpukan sampah di depan rumah, segera informasikan ke perangkat RT/RW untuk koordinasi ke kecamatan agar secara diatasi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Cerita Inspiratif Para UMKM Penerima Bantuan Operasional dari J&T Connect Run 2024

0

batampps – Bagi banyak UMKM, menjalankan bisnis adalah tentang ketekunan dan adaptasi, terutama di tengah berbagai rintangan yang tak terduga. K-Wan, Ahza Patchwork, dan Reydi Snack adalah tiga contoh usaha yang berhasil bertahan dan bahkan berkembang di tengah pandemi dan tantangan ekonomi. Lewat dukungan dari program J&T Connect Run 2024, ketiganya kini mendapatkan bantuan operasional untuk memperkuat usaha mereka.

Ning, pemilik K-Wan, memulai bisnis dari rumah dengan mengandalkan hobi merajutnya. Usaha fesyennya ini memadukan hasil rajutan tangan dengan kain wastra Indonesia, terutama yang berasal dari daerah Banten.

“Saya bangga bisa menonjolkan budaya Indonesia lewat produk saya,” katanya. Kegigihan dan kerja keras Ibu Ning membawa K-Wan berhasil menembus pasar yang lebih luas, termasuk beberapa galeri UMKM di hotel dan bandara.

Kendati demikian, Ibu Ning menghadapi tantangan dalam hal sumber daya manusia. “Tidak semua orang bisa merajut atau menjahit, jadi saya sering kali bekerja sendiri,” tambahnya. Dengan adanya bantuan peralatan operasional dari J&T Express berupa mesin bordir, Ning berharap dapat meningkatkan efisiensi produksi atau percepat waktu pengerjaan produk.

Di sisi lain, Inggrid, yang membangun Ahza Patchwork, memiliki cerita yang tak kalah inspiratif. Bermula dari pengunduran dirinya dari kantor dan usai melahirkan, Inggrid mengasah kemampuannya secara otodidak melalui YouTube untuk belajar menjahit hingga jatuh cinta pada keterampilan patchwork. Dimulai sejak 2015, Inggrid mengembangkan bisnis ini setelah sebelumnya menjalani usaha pembuatan mukena balita.

“Saya suka membuat sesuatu dari bahan sisa. Patchwork ini juga jadi salah satu cara saya untuk mengurangi limbah kain,” ujar  Inggrid.

Hingga kini, Inggrid bergabung dengan Jakarta Timur Crafter Community untuk terus mengasah dan meningkatkan keterampilannya dalam berkreasi. Memiliki tantangan yang sama seperti Ning, Inggrid mengaku menemukan tim yang tepat membutuhkan waktu. Pasalnya, patchwork membutuhkan ketelitian dan ketekunan untuk menghasilkan barang kreasi yang layak untuk dijual. Adapun ragam produk yang dihasilkan oleh Ahza Patchwork seperti dompet, pouch, tempat tissue, tas, dan topi. Selain berjualan, Ahza Patchwork juga sering menerima pesanan souvenir.

Cerita inspiratif lainnya datang dari Lastri, pemilik Reydi Snack, yang memulai usaha cheese stick pada tahun 2017. Sebelum membangun Reydi Snack, perjalanan usaha yang bermula karena kehilangan suaminya mengalami banyak lika-liku.

Lastri mengenang bahwa pada tahun 2019, dirinya mengalami kecelakaan kehilangan hingga mengakibatkan patah kaki. Masih dalam masa pemulihan, pada 2020 ia harus menghadapi banjir setinggi 2 meter yang melanda rumah produksinya. Tak lama setelah bencana banjir, ia harus bertaruh dengan wabah Covid-19.

Setelah semua perjuangannya tersebut, ia berhasil mengembangkan bisnis cheese stick hingga masuk ke 30 reseller yang ada di Bekasi. “Semua kalau dilakukan dengan hati yang senang, tidak akan terasa beban. Syukurlah selalu ada berkatnya,” ungkap Lastri.

Dengan tambahan bantuan barang operasional, ia berharap bisa meningkatkan volume produksi dan memperluas jangkauan pasar.

Melalui program J&T Connect Run 2024, J&T Express berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan para pelaku UMKM seperti Ning, Inggrid, Lastri, dan lainnya. Dukungan operasional ini tidak hanya memberikan bantuan barang secara fisik, tetapi juga memupuk semangat dan tekad untuk terus maju. Dengan semangat kolaborasi bersama Rumah BUMN, J&T Express berkomitmen untuk mendorong UMKM Indonesia agar semakin kuat dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.  (*)

LADK Paslon Pilwako Tanjungpinang: Rahma-Rizha Rp1 Juta, Lis-Raja Rp100 Juta

0
Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal. F. Mohamad Ismail

batampos– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang telah menerima Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari masing-masing pasangan calon (Paslon) Pemilihan Walikota (Pilwako) yang akan bertarung dalam Pilkada 2024 mendatang.

Dari hasil LADK yang diterima oleh KPU, saldo di rekening khsus dana kampanye (RKDK) milik paslon nomor urut 1, Rahma dan Rizha Hafiz ada sebanyak Rp1 juta. Hingga empat hari masa kampanye, uang yang ada di RKDK belum digunakan oleh paslon tersebut.

“Sementara paslon 2, Lis-Raja dana kampanyenya sebesar Rp100 juta. Pengeluaran Rp275 ribu. Jadi saldo di RKDK nya ada senilai Rp99,7 juta,” kata Ketua KPU Tanjungpinang, Muhammad Faizal, Minggu (29/9).

BACA JUGA: KPU Tanjungpinang Tetapkan 191 Titik Pemasangan AKP Paslon Pilwako 2024

Faizal menerangkan, LADK sangat penting dilaporkan, karena sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penggunaan dan pengelolaan dana kampanye, yang dilakukan oleh paslon maupun tim pemenangan.

Hal ini, kata dia merujuk dengan Peraturan KPU Nomor 14 tahun 2024 tentang kampanye. Dalam aturan itu, Faizal menegaskan bahwa sumber pendanaan untuk kegiatan kampanye paslon, juga harus jelas.

“Untuk mengetahui apakah sumbangan itu sumbangan yang sudah sesuai aturan atau tidak. Atau sumbangan yang bersumber dari hal yang dilarang,” tegasnya.

Ia menyampaikan, bahwa paslon diperbolehkan untuk menerima sumbangan dana kampanye dari perorangan, maupun perusahaan, namun tidak terlepas dengan aturan yang di tentukan.

Untuk perorangan, paslon hanya boleh menerima sumbangan maksimal senilai Rp75 juta. Sementara dari perusahaan, maksimal senilai Rp750 juta. Jika lebih, paslon tersebut dipastikan melanggar aturan yang telah ditetapkan.

“Rp75 juta dan Rp750 juta itu bukan sehari. Tapi selama masa kampanye. Perusahan yang memberikan sumbangan, tidak boleh perusahaan asing,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail