Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2820

Dinkes Batam Gelar Pertemuan Mitra, Bahas Germas Hidup Sehat

0
IMG 20240930 140510 680 scaled
Diskusi antar mitra di pertemuan koordinasi mitra dalam rangka mendukung pelaksanaan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat. Foto: Arjuna/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), mengadakan pertemuan koordinasi mitra dalam rangka mendukung pelaksanaan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat.

Acara tersebut berlangsung di Ballroom Planet Holiday Hotel, Senin (30/9). Dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemko Batam, serta perwakilan dari sekolah, universitas, yayasan, dan perusahaan di Batam.

Pertemuan ini membahas kemitraan di bidang kesehatan, rencana tindak lanjut, hingga penandatanganan komitmen bersama. Selain itu, diskusi mengenai berbagai persoalan kesehatan juga menjadi agenda utama.

Baca Juga: Minat Masyarakat Masih Rendah, Dinkes Batam Imbau Orang Tua Bawa Balita Ikut Vaksin Rotavirus

Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Ira Oktaviana menyebut, kegiatan ini sangat penting karena melibatkan berbagai mitra potensial di Batam untuk berkolaborasi dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini luar biasa karena tidak hanya sebatas pertemuan, tetapi juga ajakan untuk semua mitra berkolaborasi dalam mendukung kesehatan, terutama dalam aspek promotif dan preventif. Prinsip kita adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini yang ingin kami sosialisasikan,” ujar Ira.

Ia menekankan bahwa Batam, sebagai daerah industri, memiliki potensi besar untuk mendukung upaya ini. Tidak hanya dari sektor industri, tetapi juga dari perguruan tinggi dan sekolah melalui program “Sekolah Sehat” dan “Kampus Sehat”.

Ia mengatakan, pentingnya monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program ini. Menurut dia, peran institusi pendidikan sangat krusial dalam memonitor dan melakukan evaluasi karena kapasitas penelitian yang dimiliki.

“Mapping isu kesehatan yang dibahas sangat penting untuk menetapkan prioritas mana yang harus didahulukan. Dengan transformasi layanan primer yang sedang dilakukan oleh Kemenkes, kita mendekatkan akses pelayanan promotif preventif sesuai dengan isu-isu yang ada di seluruh siklus hidup,” katanya.

Pihaknya berharap, kegiatan seperti ini terus dilakukan dengan tindak lanjut yang lebih teknis dari Dinkes Batam. “Kami berharap Dinkes Batam bisa merekap potensi dukungan mitra dan mengadakan pertemuan teknis sesuai dengan minat dan fokus area para mitra,” ujar dia.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Batam, drg Hanna Hashina mengungkapkan keinginannya agar seluruh instansi terkait yang terlibat dalam kemitraan ini bisa menerapkan program Germas di tempat masing-masing.

“Kami berharap ke depannya semua unsur terkait dapat menerapkan pola hidup sehat di instansinya. Skrining kesehatan sangat penting karena kita tidak tahu kapan penyakit datang. Dengan pengetahuan yang diberikan, masyarakat bisa lebih mengerti dan peka terhadap kesehatan diri sendiri,” katanya.

Dinkes Batam berharap dapat memperkuat kemitraan lintas sektor dalam mendukung upaya Germas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. (*)

Reporter: Arjuna

Tekan Tunggakan, Bapenda Kepri Gelar Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Hingga 50 Persen

0
Kantor Pelayaan Pajak Kendaraan 2 F Cecep Mulyana scaled e1697987755634 1
Warga saat membayar pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat Batamcenter. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Hal ini dilakukan guna memaksimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak. Salah satunya dengan program pemutihan pajak hingga 5 Oktober 2024.

Kabid Pendapatan Bapenda Kepri, Andi Mardianus menjelaskan bahwa pendataan kendaraan yang menunggak pajak dilakukan setiap akhir tahun. Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran jelas terkait tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak selama periode satu tahun.

“Kami melihat dari masa pajak kendaraan untuk mengetahui jumlah yang patuh dan yang menunggak. Data ini akan digunakan untuk menentukan langkah ke depan,” ujar Andi, Senin (30/9).

Andi juga mengungkapkan bahwa program pemutihan pajak yang dilaksanakan oleh Bapenda mendapatkan respon positif dari masyarakat. Program ini tidak hanya membantu masyarakat mengurangi beban tunggakan, tetapi juga bertujuan untuk memvalidasi data kendaraan yang sering kali tidak diperbarui oleh pemilik baru.

“Banyak kasus di mana pemilik baru kendaraan tidak melakukan balik nama. Ketika ada tunggakan pajak, mereka baru sadar pentingnya pembaruan data. Program pemutihan ini memudahkan masyarakat untuk melakukannya sambil membayar tunggakan,” terangnya.

Pada program pemutihan kali ini, selain penghapusan denda pajak, masyarakat juga bisa mendapatkan diskon sebesar 50 persen dari pokok pajak kendaraan. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk segera melunasi tunggakan pajak kendaraan mereka.

“Nantinya, akan ada program lain yang disesuaikan dengan kondisi. Program pemutihan ini masih berlangsung sampai 5 Oktober 2024 dan bisa diperpanjang lagi jika animo masyarakat masih tinggi,” ujarnya .

Bapenda Kepri juga terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik secara konvensional maupun melalui media massa.

“Hal ini dilakukan agar informasi mengenai kewajiban pajak dan program pemutihan bisa diterima oleh seluruh masyarakat, terutama mereka yang belum menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan,” katanya.

Pada tahun 2024, Bapenda Kepri menargetkan pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp472 miliar, dengan capaian saat ini sudah mencapai 80 persen dari target. Sedangkan, pada tahun 2023, target murni PKB sebesar Rp453 miliar berhasil terlampaui.

“Setiap tahun, kami terus menetapkan target yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan berbagai program dan upaya yang kami lakukan, kami optimis target tahun 2024 dapat tercapai,” tutupnya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Tahun Ini, Proyek Pembangunan Banyak Dapat Sanksi dari PSDKP dan LKKPN

0
Kadis DPUPRPRKP, Syarif Ahmad

batampos – Proyek pembangunan fisik di Kabupaten Anambas pada tahun 2024 ini banyak mendapatkan sanksi administrasi dari Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN).

Hal ini dikarenakan, sebelum melaksanakan pekerjaan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPRKP) setempat tidak melakukan kordinasi dengan dua instansi itu, sehingga ada beberapa administrasi yang dilanggar.

“Anambas ini hampir seluruh lautnya ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Hampir 1,27 hektare. Kita mau membangun harus kordinasi dengan PSDKP dan LKKPN,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPRKP), Syarif Ahmad di Desa Tarempa Barat, Minggu, (29/9).

Pihaknya beberapa minggu yang lalu, telah dipanggil oleh PSDKP untuk dimintai keterangan karena banyak pekerjaan yang dinilai melanggar ketentuan berlaku.

BACA JUGA:Coba-coba Nyambil Jual Sabu dan Ganja, Pekerja Proyek Hotel Lagoi, Bintan Ditangkap

“Hasil diskusi kemarin bersama PSDKP, mereka memaklumi dan memberikan dispensasi. Pekerjaan tahun 2024 tetap dilanjutkan dengan catatan sanksi diberlakukan,” sebut Syarif.

Kata Syarif, menurut PSDKP, pelanggaran yang kerap terjadi ketika tongkang milik kontraktor membawa material sering kali mendarat (bersandar) di tempat yang dilarang.

“Kita akui sangat kesulitan, dimana titik pelabuhan tidak ada. Untuk menjadi tempat mendaratnya tongkang pengangkut material,” tutur dia.

Akibat itu, pihaknya mendapatkan denda sebesar Rp 300 juta. Yang menjadi masalah, DPUPRPRKP tidak mengalokasikan anggaran untuk membayar denda.

“Denda Rp 300 juta. Kalau dilihat, sebagai pekerja ya (tanggungjawab) kontraktor. Jika dilihat dari pekerjannya, ya punya kita. Kalau ada alokasi anggaran, tentu kita yang bayarkan denda itu,” urai Syarif.

Kedepan, Syarir berjanji agar DPUPRPRKP akan mengutamakan kordinasi sebelum melaksanakan pekerjaan proyek pembangunan agar tidak melanggar kembali aturan yang berlaku.

“Untuk tahun ini tadi sudah dijelaskan dapat dispensasi. Tahun depan (2025) setiap pekerjaan, diutamalan dahulu untuk kordinasi dengan LKKPN dan PSDKP. Biar pekerjaan teratur,” tukas Syarif. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Ratusan Relawan Tanam Pohon di TWA Muka Kuning untuk World Cleanup Day 2024

0
9fb44bc5 356d 462b 9691 89ef2e5e83f0
Ratusan relawan saat akan menanam pohon di TWA Muka Kuning untuk World Cleanup Day 2024.

batampos – Philips Industries Batam bersama WCD Kepri sukses melaksanakan aksi penanaman pohon di area Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, sebagai bagian dari peringatan World Cleanup Day 2024. Kegiatan ini melibatkan ratusan relawan dari Philips Industries dan WCD Kepri yang turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Aksi penanaman ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi dampak lingkungan dan mendukung pelestarian hutan kota di area Muka Kuning. Total 150 bibit pohon berhasil ditanam selama kegiatan berlangsung.

“World Cleanup Day bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi juga soal memulihkan dan melindungi lingkungan. Melalui aksi penanaman pohon ini, kami berharap dapat berkontribusi pada keberlanjutan alam Batam dan mendorong lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan,” ujar Winda, Co Leader WCD Kepri.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat, organisasi, relawan, serta karyawan Philips Industries yang secara sukarela membantu dalam penanaman dan pemeliharaan pohon di area tersebut.

Selain aksi penanaman pohon, turut pula dilaksanakan aksi kebersihan di sepanjang jalan dari Area Industri Panbil menuju TWA Muka Kuning. Para relawan juga mengaplikasikan eco-enzyme di danau TWA Muka Kuning. Aksi ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lebih banyak kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami dari PT Philips bangga berkolaborasi dengan WCD Kepri di TWA dalam kegiatan hari ini. Melalui aksi memungut sampah, menanam pohon, dan menuang eco enzim di danau, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan plastik dan pemilahan sampah. Semoga langkah ini berdampak besar bagi kelestarian bumi dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli lingkungan, baik sekarang maupun di masa depan. Terima kasih kepada semua peserta atas kontribusinya,” kata Fathia Rani, Head of HR People Partner PT Philips Industries Batam.

World Cleanup Day 2024 di Kepri mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan nasional dan internasional, serta lembaga pemerintah yang turut menyukseskan acara tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, serta memotivasi masyarakat untuk terus berperan aktif dalam gerakan peduli lingkungan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

KPU Batam Imbau Paslon Patuhi PKPU 13 dan SK KPU dalam Kampanye Pilkada

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi.

batampos – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Bosar Hasibuan, meminta kepada para calon kepala daerah yang berlaga dalam Pilkada 2024 agar selalu memedomani aturan yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2024 serta Surat Keputusan (SK) KPU Kota Batam.

Menurutnya, aturan teknis terkait pelaksanaan kampanye sudah jelas diatur dalam regulasi tersebut. “Masa kampanye ini harus berjalan sesuai aturan yang berlaku, yakni PKPU 13 Tahun 2024 dan SK KPU Kota Batam. Semua sudah secara teknis diatur di sana, jadi kita harap semua calon kepala daerah bisa mengikuti aturan ini dengan baik,” ujar Bosar, Senin (30/9).

Bosar menyebutkan, masa kampanye Pilkada 2024 telah dimulai sejak 25 September 2024 dan akan berakhir pada 23 November 2024. Kampanye merupakan kesempatan bagi para pasangan calon untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program-program unggulan mereka. Hal ini berlaku bagi semua calon, baik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Wakil Bupati, maupun Calon Walikota dan Wakil Walikota.

Baca Juga: KPU Kota Batam Terima Logistik Kotak dan Bilik Suara untuk Pilkada 2024

“Aturan mengenai kampanye ini secara resmi diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2024 yang telah ditetapkan pada 20 September 2024. Selepas pengundian nomor urut pasangan calon, KPU memberi waktu kampanye yang berlangsung hingga 23 November 2024,” tambahnya.

Bosar juga mengingatkan para pasangan calon mengenai sejumlah larangan selama masa kampanye, yang juga tercantum dalam PKPU 13 Tahun 2024. Diantaranya menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, maupun sesama calon kepala daerah. Menghasut, memfitnah, atau mengadu domba antarpartai politik, perseorangan, atau kelompok masyarakat.

Selain itu tidak diperbolehkan juga menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap perseorangan, kelompok masyarakat, atau partai politik. Menggunakan fasilitas pemerintah atau tempat ibadah dan tempat pendidikan untuk kampanye, kecuali dengan syarat tertentu.

“Serta menjanjikan atau memberikan uang atau materi lain sebagai bentuk suap atau imbalan kepada pemilih, ” tuturnya.

Selain itu, kampanye juga dilarang dilakukan di luar jadwal yang telah ditetapkan, serta menggunakan fasilitas dan sarana prasarana yang dibiayai oleh anggaran pemerintah. Semua pihak yang terlibat dalam Pilkada 2024 diharapkan mematuhi aturan ini guna memastikan proses demokrasi berjalan dengan lancar dan damai. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

KPU Kota Batam Terima Logistik Kotak dan Bilik Suara untuk Pilkada 2024

0
331ff3fb082a98639ef457358092fcc0
Ilustrasi.

batampos – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam telah menerima logistik penting berupa kotak suara dan bilik suara sebagai penunjang kelengkapan Pilkada 2024. Sebanyak 3.666 kotak suara dan 7.284 bilik suara telah tiba di gudang logistik KPU Kota Batam di Sekupang, Senin (30/9).

Komisioner KPU Kota Batam, Bosar Hasibuan, menyampaikan bahwa logistik tersebut sudah diterima dalam kondisi baik dan sesuai jumlah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak di Batam. “Setiap TPS di Kota Batam akan dilengkapi dengan bilik dan kotak suara sesuai kebutuhan. Saat ini, kami telah kotak suara dan bilik suara yang akan didistribusikan ke 1.821 TPS yang tersebar di seluruh Batam,” ungkap Bosar.

Baca Juga: KPU Batam: Kampanye Pilkada Dimulai 25 September, Persiapan Logistik Berjalan Lancar

Bosar menjelaskan bahwa setiap TPS akan memiliki empat bilik suara, sementara kotak suara yang diterima terdiri dari dua jenis, yaitu untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub-Wagub) dan Pemilihan Wali Kota-Wakil Wali Kota (Pilwako-Wawako).

“Kotak suara ini akan digunakan untuk menampung surat suara dari dua pemilihan yang berbeda, yakni Pilgub dan Pilwako,” tambahnya.

Selain kotak dan bilik suara, KPU Batam juga telah menerima sejumlah logistik tambahan yang akan digunakan dalam proses pemungutan suara. Beberapa item logistik yang telah diterima antara lain 3.642 botol tinta, 86.382 segel, dan 22.932 kabel ties untuk pengamanan kotak suara serta perlengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Tinta dikirim sesuai ketentuan, yaitu dua botol per TPS. Kami memiliki 1.821 TPS, sehingga total tinta yang diterima mencapai 3.642 botol. Selain itu, segel dan kabel ties akan digunakan untuk mengamankan kotak suara dan perlengkapan pemungutan suara lainnya,” jelas Bosar.

Bosar menambahkan, saat ini KPU Kota Batam masih menunggu pengiriman logistik lainnya, seperti surat suara. “Surat suara masih dalam tahap pembahasan di Jakarta, termasuk desain contoh surat suara. Pengirimannya akan dilakukan setelah semua persiapan teknis selesai,” katanya.

Ketua KPU Kota Batam, Mawardi, menambahkan bahwa gudang logistik yang digunakan telah diperiksa ulang oleh tim KPU dan dinyatakan memenuhi syarat untuk penyimpanan logistik Pilkada. Pengamanan di lokasi penyimpanan diperkuat dengan pemasangan CCTV serta penjagaan oleh aparat keamanan.

“Penerimaan logistik tahap pertama ini menunjukkan kesiapan kami dalam menghadapi tahapan penting Pilkada 2024. Seluruh elemen pendukung akan terpenuhi secara bertahap, dan kami berkomitmen untuk menjalankan proses ini dengan transparan dan akuntabel,” ujar Mawardi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Minat Masyarakat Masih Rendah, Dinkes Batam Imbau Orang Tua Bawa Balita Ikut Vaksin Rotavirus

0
vaksinasi pencegahan covid 19 ilustrasi foto ricardojpnn 53
Dinkes Batam mengimbau para orang tua agar melakukan vaksin rotavirus bagi anak agar dapat terhindari dari diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan rendahnya minat masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi rotavirus. Padahal, vaksin ini diberikan secara gratis oleh pemerintah untuk mencegah diare berat pada bayi dan anak-anak akibat infeksi rotavirus, yang dapat berujung pada dehidrasi parah hingga perawatan di rumah sakit.

“Minat masyarakat terhadap vaksin rotavirus masih sangat rendah, sementara kalau berbayar, vaksin ini cukup mahal. Pemerintah sudah menyediakan vaksin ini secara gratis, tapi masih banyak yang belum memanfaatkannya,” ujar Didi, Senin (30/9).

Menurutnya, berdasarkan data terbaru per 19 September 2024, dari total 23.434 bayi yang menjadi target vaksinasi, hanya 47,4 persen yang telah menerima dosis pertama, 41,4 persen telah menerima dosis kedua, dan hanya 33,3 persen yang mendapatkan dosis ketiga.

Didi menjelaskan, vaksin rotavirus merupakan salah satu langkah efektif untuk mencegah diare yang disebabkan oleh infeksi virus rotavirus. Infeksi ini sangat mudah menular melalui kontak langsung atau melalui tangan yang terkontaminasi setelah mengganti popok.

“Rotavirus sangat menular dan mudah menyebar melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Karena itu, pemberian vaksin ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari risiko infeksi,” tambah Didi.

Vaksin rotavirus yang diberikan di Batam terbagi dalam tiga dosis (pada usia 2, 4, dan 6 bulan). Vaksin ini diberikan bersamaan dengan vaksinasi rutin lainnya, dan terbukti aman serta efektif dalam membangun kekebalan pada anak-anak terhadap infeksi rotavirus.

“Vaksin ini kita berikan tiga kali untuk bayi dan anak-anak sesuai jadwal, dan tidak ada masalah efek samping yang signifikan. Sebagian besar bayi yang menerima vaksin tidak mengalami gangguan berarti setelahnya,” jelas Didi.

Sejak diperkenalkan pada 2013, program vaksinasi rotavirus di Indonesia, termasuk di Batam, telah memberikan dampak yang signifikan. Data menunjukkan bahwa angka kasus infeksi rotavirus menurun hingga 69 persen sejak vaksin ini mulai digunakan.

“Kami sangat berharap masyarakat Batam lebih memanfaatkan program vaksinasi ini, dan kami imbau kepada para orang tua agar membawa balita nya ikut vaksin Rotavirus ini,” tutur Didi.

Didi juga menekankan bahwa vaksin rotavirus sebaiknya diberikan tepat waktu sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah ditetapkan. Ia berharap adanya kampanye yang lebih intensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin ini.

“Pemerintah telah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan yang lengkap untuk mendukung program ini. Kami akan terus mengajak masyarakat untuk proaktif dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka dengan memanfaatkan vaksin rotavirus yang diberikan secara cuma-cuma,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Ganggu Lokasi Resapan Air dan Sungai, Proyek Pengembangan Marina Semakin Mengkhawatirkan

0
IMG 20240927 120129 scaled
Penimbunan dan pengrusakan hutan bakau di kawasan pesisir pantai Marina. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kawasan Marina sedang berjalan dengan sejumlah proyek pengembangan property. Sungai, aliran dan lokasi resapan air hingga kawasan hutan bakau banyak yang ditambat untuk perluasan kawasan proyek.

Ini tentu saja mengkhawatirkan masyarakat yang sudah lebih dulu bermukim di sana, sebab banjir akan jadi masalah besar nantinya jika lokasi aliran dan resapan air diganggu. Selama ini kawasan pemukiman di Marina sudah banyak yang terendam banjir dan ini akan jadi masalah besar lagi jika aliran air dan sungai ditimbun.

“Hampir semua proyek pengembangan di wilayah Marina ini mengganggu lokasi aliran air. Dulu banyak hutan bakau dan sungai besar di sini. Ini perlahan mulai hilang. Hutan bakau ditimbun, sungai diperkecil. Sangat mengkhawatirkan ini,” kata Danniel, warga perumahan Benih Raya yang keberatan dengan proyek pematangan lahan yang merusak kawasan hutan bakau dan sungai di dekat Jembatan Marina.

Baca Juga: Hutan Bakau Dibabat, Lokasi Resapan Air dan Sungai Terancam Hilang

“Sudah sering kebanjiran kami. Kalau ini dibiarkan akan tambah parah nantinya. Bisa-bisa tenggelam Marina ini kalau sungai semua ditimbun. Hutan bakau diratakan,” ujar Danniel, menambahkan.

Pantauan di lapangan, kawasan pesisir Marina dan sungai panjang membentang dari pedalaman Marina sudah banyak yang diratakan. Hutan bakau dibabat, danau dan sungai ditimbun. Yang paling disoroti masyarakat adalah proyek pematangan lahan di dekat Jembatan Marina atau depan kawasan hotel Holiday In.

Kawasan pesisir yang merupakan lokasi hutan bakau sebagian besar sudah gundul. Lahan tersebut rencananya akan ditimbun untuk kepentingan pengembangan property. Lahan tersebut merupakan alur sungai dan ini yang disoroti masyarakat. Jika proyek ini nantinya mengganggu sungai tersebut maka wilayah Marina seluruh nya akan berhadapan dengan masalah banjir. Sungai tersebut satu satunya jalur keluar air ke wilayah perairan Marina.

Lurah Tanjungriau Syamsuddin juga prihatin dengan maraknya proyek pematangan lahan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan tersebut. Diapun berharap ada tindakan tegas dari instansi yang memberikan perizinan terkait.

“Itu sama sekali tak ada pemberitahuan ke kami. Tak tahu perizinan seperti apa. Beberapa kali kami datangi ke lokasi proyek tak ada yang bisa dijumpai. Tak tahu itu proyek apa dan punya siapa atau PT apa. Ini akan kami tindaklanjuti ke instansi terkait lainnya, ” kata Syamsuddin. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Srikandi PLN Batam Peduli Ibu dan Anak di Kampung Jabi melalui Program Ibu Asuh

0

srikandi 2batampos — Stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang merupakan permasalahan yang harus menjadi perhatian banyak pihak. Dalam upaya mengatasi dan mencegah stunting sebagai bentuk pemberian manfaat nyata di masyarakat, PT PLN Batam melaui Srikandi-nya kembali menggelar Srikandi Movement dengan mengangkat tajuk “Mendukung Generasi Sehat, Melalui Program Ibu Asuh” di Kampung Jabi, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Jumat (27/9).

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Srikandi PLN Batam dengan Puskesmas Kampung Jabi. Dalam kegiatan ini, Srikandi PLN Batam memberikan bantuan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk 23 ibu dan anak di Kampung Jabi sebagai wujud kepedulian terhadap permasalahan stunting di Indonesia.

Dalam sambutannya, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, menuturkan bahwa bantuan yang diberikan diproyeksikan dapat menyokong kebutuhan gizi ibu dan anak selama 6 bulan ke depan dan akan dilakukan pemantauan secara berkala untuk mengukur perkembangan anak pasca pemberian bantuan.

“Rencananya selama 6 bulan, bantuan akan dikirimkan secara rutin setiap bulan dan akan dilakukan pemantauan untuk melihat peningkatan-peningkatan yang terjadi pada anak yang dibantu. Apabila terdapat penambahan berat badan anak atau hal lain yang relevan, akan diberikan reward atau penghargaan,” terang Euis.

Lebih lanjut, Euis mengutarakan kebahagiaannya akan antusiasme tinggi dari para penerima bantuan serta berharap dengan adanya kegiatan ini anak-anak di Kampung Jabi dapat meningkat kesehatan dan kecerdasannya.

“Mudah-mudahan dengan bertambahnya gizi dari bantuan yang diberikan, perkembangan anak dapat berjalan lebih cepat. Semoga program yang telah disusun dapat memberi hasil yang diharapkan hingga 6 bulan ke depan,” tutup Euis.

Sejalan dengan itu, Kepala Puskesmas Kampung Jabi, dr. Ade Safitri Andayani Ambran, menjelaskan urgensi kepedulian terhadap isu stunting di masyarakat. Menurut Ade, mata rantai stunting harus diputus dan kegiatan ini menjadi salah satu upayanya. Ade juga menyampaikan apresiasi terhadap Srikandi PLN Batam yang telah menaruh kepedulian dan memberikan bantuan yang dapat melengkapi kebutuhan gizi ibu dan anak untuk turut mengentaskan stunting.

“Stunting adalah permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang penyelesaiannya perlu didukung dengan pemberian makanan bergizi. Di tengah keterbatasan yang mungkin terjadi, bantuan yang diberikan ini bisa membantu melengkapi gizi yang belum tercukupi pada balita. Kegiatan ini juga sebagai motivasi dan pengingat bagi ibu-ibu bahwa kecukupan gizi ibu dan anak harus dipenuhi sejak sedini mungkin. Apabila saat pemantauan bulanan belum ada peningkatan, akan kami pastikan penyebabnya ke ibunya karena pola asuh ibu berpengaruh besar,” ungkap Ade.

“Kami berterima kasih dengan adanya program Srikandi ini karena sangat membantu kendati hasilnya baru dapat dilihat setelah beberapa waktu ke depan. Harapannya, semoga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kami juga mengapresiasi kinerja Srikandi PLN Batam dan pengabdiannya untuk masyarakat terlepas dari kesibukan pekerjaan,” tambah Ade lagi.

Sementara itu, Nutrisionis Puskesmas Kampung Jabi, Lilis Eva Farida, menyatakan rasa terima kasih atas kesempatan yang diperoleh untuk menjalin sinergi dengan Srikandi PLN Batam sekaligus menerima bantuan yang dapat meningkatkan kesehatan anak di Kampung Jabi.

“Kami berharap anak-anak yang mendapat bantuan bisa mengalami kenaikan berat diikuti dengan tinggi badan yang signifikan sesuai usianya. Kami juga sangat bersyukur bisa memperoleh kehormatan sebagai penerima bantuan, khusunya untuk balita di wilayah Kampung Jabi. Semoga program ini dapat berkelanjutkan dan Srikandi PLN Batam sukses selalu,” pungkas Lilis. (*)

Penumpukan Sampah di TPS Liar Banyak Terjadi di Sagulung dan Batuaji

0
IMG 20240926 120536 scaled e1727402926836
Sampah yang menumpuk di pinggir jalan simpang Kavling Baru, Sagulung, Kamis (26/9). Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sampah masih jadi masalah di Batuaji dan Sagulung. Pasalnya masih banyak penumpukan sampah yang terjadi di pinggir jalan yang merusak pemandangan jalan. Penumpukan ini sudah lama dan masih terus terjadi hingga, Minggu (29/9).

Armada pengangkut sampah sudah berupaya keras untuk mengangkut nya namun sampah tetap menumpuk karena masih banyak masyarakat yang terbiasa dengan buang sampah di pinggir jalan raya.

Pinggir jalan Kaveling Baru, Sagulung misalkan ada dua titik lokasi penumpukan sampah yang cukup banyak dan sangat menganggu pemandangan jalan. Penumpukan sampah di luar TPS resmi ini karena kebiasaan sebagian masyarakat yang membuang sampah ke pinggir jalan.

Baca Juga: DPRD Batam Dukung Penguatan Armada Pengangkut Sampah, Usulkan Penambahan di APBD 2025

Begitu juga pinggir jalan di Seibinti dan Marina City juga banyak ditemui tumpukan sampah seperti itu. Perlu penanganan yang serius untuk menyelesaikan persoalan sampah ini.

“Memang ada angkutan dari petugas sampah tapi karena banyakan yang sudah biasa buang sampah ke pinggir jalan akhirnya terus-terusan dan kembali menumpuk seperti ini, ” ujar Andre, perangkat RT di Seibinti, Sagulung.

Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Proses pengangkatan sampah berjalan seperti biasa dari petugas pengangkut sampah. Dari pemukiman ke TPS ataupun Dari TPS ke TPA tetap berjalan maksimal. Namun karena perilaku masyarakat yang tidak tertib dengan sampah ini yang jadi masalah hingga saat ini. Sampah bermunculan di luar TPS resmi sehingga menyulitkan petugas di lapangan.

“Armada kita masih beroperasi maksimal hingga saat ini. Dari perumahan atau TPS selalu diangkut setiap harinya. Nah masalah di pinggir jalan ini kan TPS liar ini. Masyarakat sembarang membuang sampah. Kita sudah coba angkut terus tapi begitu pagi angkut sore pagi esoknya sudah numpuk lagi. Artinya masyarakat sendiri yang menciptakan tumpukan sampah itu. Saya tekankan sekali lagi Armada kita masih sanggup. Jadi tolong simpan saja sampahnya di tong sampah depan rumah, ” ujar Hafiz.

Begitu juga dengan pedagang pasar kaget atau pasar basah lainnya untuk tidak ikut-ikutan membuang sampah ke pinggir jalan. Jika memang tonase sampah banyak silahkan diantar ke lokasi TPS resmi agar memudahkan petugas mengangkat sampah tersebut ke TPA.

“Kami terus koordinasi lagi dengan RT/RW untuk memantau lingkungan masing-masing. Ada warga yang buang sampah sembarangan akan diambil tindakan tegas nantinya, ” ujar Hafiz.

Kepada masyarakat pemukiman jika bermasalah dengan tumpukan sampah di depan rumah, segera informasikan ke perangkat RT/RW untuk koordinasi ke kecamatan agar secara diatasi. (*)

Reporter: Eusebius Sara