Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 2825

Dijanjikan Bekerja Operator Judi Online, Satu Pelaku Ditangkap

0
30f0205a 239e 4ebf 9533 d37e431363cf
Tim Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri menggagalkan pengiriman CPMI ilegal di kawasan mall di Batam Centre.

batampos – Tim Subditgakkum Ditpolairud Polda Kepri kembali menggagalkan pengiriman CPMI ilegal. Dalam kasus ini, polisi menangkap 1 pelaku berinisial A, dan menyelamatkan 2 orang korban.

Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Trisno Eko Santoso mengatakan pengungkapan ini dilakukan di kawasan Mega Mall pada awal pekan lalu. Awalnya, pihaknya mencurigai gerak-gerik korban.

“Kedua orang tersebut ditemukan di depan sebuah cafe. Tak lama kemudian, seorang wanita datang dan menyerahkan tiket kapal kepada kedua korban,” ujarnya.

Oleh polisi, pelaku dan korban diintrogasi. Korban mengaku diberikan tiket tujuan Malaysia yang akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre.

“Tim langsung bertindak, menginterogasi, dan mengamankan para pelaku serta korban,” kata Trisno.

Trisno menambahkan korban direkrut dan merupakan warga Batam. Rencananya korban akan dipekerjakan ke Kamboja sebagai operator judi online.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut,” ungkapnya.

Dengan adanya pengungkapan ini, Trisno mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming bekerja di luar negeri tanpa dokumen yang sah. Sebab, akan membahayakan nyawa para CPMI.

“Untuk korban prosedurnya, diserahkan ke BP2MI,” tutupnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 Jo Pasal 83 Jo Pasal 86 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Pemerintahan Pengganti UU. No. 2 Tahun 2022 Cipta Kerja Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 e KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 15 Miliar. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Hukuman Bandar Judi Online Diminta Sama seperti Bandar Narkoba

0
Ilustrasi judi online. (ISQ Espana)

batampos – Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dan Tim Satgas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung menangkap seorang jaksa gadungan berinisial CAN yang melakukan penipuan berjumlah sekitar Rp4,6 miliar.

Penangkapan ini dilakukan usai Kejagung mendapat laporan dari korban berinisial YIE. Pelaku sampai tega menipu orang tua, teman, kenalan, istri, hingga mantan pacar. Kapuspenkum Kejaksaan Agung Harli Siregar, Rabu (28/8), menyebut pelaku CAN melakukan penipuan dengan tujuan untuk bermain judi online dan membiayai gaya hidupnya lantaran tidak memiliki pekerjaan.

Kasus ini mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Politikus NasDem tersebut terutama menyoroti terkait kebiasaan buruk judi online yang dimiliki oleh pelaku.

“Lagi-lagi ada ‘hal gila’ yang terjadi akibat kebiasaan buruk judi online. Sampai nekat jadi jaksa gadungan begitu. Maka dari itu, saya minta selain dijerat hukuman, pelaku juga diberikan penanganan terapi,” ujar Sahroni dalam keterangan (29/8).

“Karena saya lihat, adiksi judi online ini benar-benar bikin orang jadi sakit dan hilang akal. Efek judol ini seperti narkoba, jadi bandarnya juga harus ditindak seperti bandar narkoba,” ucapnya.

Sahroni pun terus meminta seluruh pihak, agar betul-betul memberantas judi online. Menurutnya, jika terus dibiarkan, judi online bakal semakin merusak banyak sektor kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Dan saya terus meminta kepada seluruh pihak terkait, baik dari Polri, Kominfo, PPATK, untuk segera memberantas tuntas judi online ini. Karena sudah pasti ini meningkatkan kriminalitas di masyarakat,” ungkapnya.

“Dari mulai menipu lah, mencuri, membunuh. Ini bahaya sekali. Karenanya penegak hukum harus kompak berantas judol dari hulu ke hilir,” tambahnya.

Sahroni pun berharap agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi gelap mata akibat bermain judi online.

“Bagi masyarakat yang masih nekat bermain judi online, sudahlah, tinggalkan saja. Kasihan keluarga dan orang sekitar, mereka yang pasti kena dampaknya,” tutup Sahroni. (*)

Sumber: JP Group

Selewengkan BBM Bersubsidi Untuk Nelayan, 2 Orang jadi Terdakwa

0
SIDANG
Ilustrasi persidangan/Jawa Pos

batampos – Naga Laut dan Rusli, menjadi terdakwa penyelewengan BBM bersubsidi jenis bio solar di Pengadilan Negeri Batam, kemarin. Mirisnya BBM yang diselewengkan itu diperuntukan untuk para nelayan di Batam, namun diduga dijual untuk proyek Cut N Fill.

Agenda sidang yang dipimpin hakim Douglas Napitupulu itu adalah pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU). Dimana sebelum sidang dibuka, majelis hakim sempat menanyakan kondisi kesehatan terdakwa dan dijawab sehat, sehingga proses persidangan berlanjut.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Arfian, dijelaskan kedua terdakwa ditangkap polisi lantaran menyelewengkan Bio Solar bersubsidi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBBN) di Jalan Perkampungan Melayu Setokok, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam pada bulan Mei lalu.

Berawal dari informasi yang didapat polisi bahwa adanya dugaan penyelewengan biosolar untuk nelayan, yang kemudian dialihkan ke proyek cut n fill fi kawasan Tembesi. BBM bersubsidi yang diduga diselewengkan terdakwa, merupakan jatah nelayan di kampung Stokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam.

“Dalam melakukan aksinya, kedua terdakwa memiliki peranan yang berbeda. Terdakwa Rusli bertugas sebagai sopir angkutan yang memuat BBM hasil pengisian dari SPBUN untuk di jual ke proyek Cut And Fill,” jelasn Arfian.

Sementara terdakwa Naga Laut alias Naga, merupakan pemilik BBM bersubsidi hasil penyelewengan dari SPBUN di Stokok.

Modus memperoleh BBM Bio Solar dari SPBUN dengan menggunakan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan untuk pembelian BBM subsidi.

“Untuk memperoleh BBM Bersubsidi itu, terdakwa meminjam surat rekomendasi milik Kelompok Tuah Anak Nelayan yang dikeluarkan Dinas Perikanan Kota Batam untuk melakukan pembelian di SPBUN Stokok,” ujar Arfian.

Setelah mendapatkan rekomendasi, lanjut Arfian, terdakwa menyuruh terdakwa Rusli untuk membeli BBM di SPBUN menggunakan jerigen kemudian diantar menggunakan mobil Mitsubishi ke pembeli (Proyek Cut and Fill) di kawasan waduk Tembesi.

“BBM bersubsidi yang awalnya di peruntukkan bagi para nelayan, oleh para terdakwa dijual kembali ke proyek Cut and Fill demi meraup keuntungan pribadi,” tegas Arfian.

Masih kata Arfian, dalam melakukan pengangkutan BBM jenis solar yang disubsidi Pemerintah, kedua terdakwa tidak memiliki Perizinan Berusaha Kegiatan Hilir berupa pengangkutan dan penyimpanan BBM jenis solar bersubsidi baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

Perbuatan para terdakwa, dinilai telah menyalahgunakan dan/atau niaga BBM jenis solar bersubsidi akan mengakibatkan penyaluran kuota BBM jenis solar bersubsidi di wilayah Kota Batam menjadi terkendala.

Sebab, BBM jenis solar bersubsidi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi, sehingga akan berdampak semakin berkurangnya kuota BBM jenis solar bersubsidi yang disalurkan melalui SPBUN dan berimplikasi pada kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi dikarenakan adanya pengalihan kuota jenis BBM Subsidi yang sepatutnya diterima oleh pengguna akhir dalam hal ini masyarakat.

“Kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Sebagaimana Telah Diubah dengan UU RI No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” paparnya.

Atas dakwaan itu, kedua terdakwa tak keberataan, sehingga majelis hakim
menunda persidangan selama satu pekan. (*)

Reporter: Yashinta

Forsiladi Kepri Gelar Seminar Ketahanan Pangan Berbasis Agromarine

0
Seminar bertajuk ‘Kebijakan dan Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Agromarine’ di Hotel Aston Tanjungpinang, Kamis (29/8). F. Yusnadi Nazar

batampos– Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) Kepri menggelar seminar bertajuk ‘Kebijakan dan Strategi Ketahanan Pangan Berbasis Agromarine’ di Hotel Aston Tanjungpinang, Kamis (29/8).

Seminar yang dihadiri peserta dari beberapa instansi pemerintah ini, bertujuan untuk mewujudkan peningkatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian dan perikanan dengan melakukan pengembangan sumber daya lokal berbasis Agromarine (pertanian dan perikanan) yang berkelanjutan.

Ketua Forsiladi Kepri Dr.Ir.Hj. Khodijah, M.si Ismail yang juga pembicara seminar mengatakan, seminar ketahanan pangan Agromarine ini merupakan bagian dari penelitiannya terkait Strategi Coping Pangan Masyarakat di Pulau-pulau Kecil di Kepri.

BACA JUGA: Uniba Batam Gelar Seminar Nasional Manajemen Sumber Daya Manusia, Kualitas SDM Mendorong Majunya Organisasi

“Kegiatan ini bagian dari penelitian kami di Pulau Mapur Bintan. Didanai oleh DRTPM Kemendikbud dari tahun 2022 hingga 2024 tentang Ketahanan Pangan,” kata Doktor Ilmu Pertanian lulusan Universitas Andalas (Unand) Padang ini.

Kepada peserta seminar, Khodijah menjelaskan ide mengenai bagaimana strategi Coping tersebut berbasis Agromarine. Tajuk ini diangkat karena melihat potensi ketahanan pangan di Kepri yang berbasis kelautan.

Khodijah mencontohkan, pangan tidak hanya karbohidrat. Namun bisa juga memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan sumber daya protein yang berasal dari laut.

“Misalnya rumput laut yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, bisa membuat mi instan dengan berbasis ubi dicampur ikan dan udang. Tentunya (pengolahan) menggunakan teknologi,” jelas Ketua Jurusan Magister Ilmu Pertanian Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ini.

Dengan adanya pengolahan produk Agromarine yang menggunakan teknologi ini, dapat mengatasi masalah-masalah pangan yang ada di masyarakat pulau-pulau kecil di Kepri.

“Jadi ikan yang banyak dan melimpah ini, mungkin bisa dicampur dengan ubi atau keladi dan diolah menjadi mi instan yang berbasis produk pangan dan kelautan,” terang Khodijah.

Sementara itu, kepada peserta seminar, Pakar Ekonomi Unand Prof. Dr. Elfindri, SE. MA, mengatakan beberapa faktor yang menjadi ancaman serius keamanan pangan seperti perang dan kenaikan harga internasional, dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang tinggi juga menjadi faktor yang mempengaruhi kekurangan pangan.

“Seminar ini mencoba membangun kesadaran terhadap pentingnya masalah keamanan pangan masa depan,” jelasnya.

Menurut Elfindri, strategi Agromarine merupakan strategi baru yang tepat mengingat kawasan Kepri yang terdiri dari kawasan laut yang luas dan kawasan pertanian yang cukup. Sehingga laut menjadi tempat budidaya bagi rumah tangga nelayan.

Jadi jika seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri mesti membuat dokumen ilmiah teknis dan teknis administratif. Jadi kami meminta Dr. Khodijah dan pemerintah daerah mengkoordinir ini bersama siapa saja yang mau mendukung program (Agromarine) ini,” paparnya.

Nantinya, dapat dibuat titik-titik pengembangan Agromarine ini beberapa kawasan di Kepri seperti Lingga, Natuna dan Bintan. Sehingga dari titik-titik tersebut dapat dibuat strategi komprehensif.

“(Menyusun) strategi bagaimana investasinya, siapa yang mengerjakan dan apa risikonya,” jelasnya.

Elfindri berharap para peserta seminar dan generasi muda dapat bersama-sama berkontribusi mewujudkan program strategi Agromarine ini di seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri serta harus dilakukan saat ini juga.

“Karena pada 2045, harusnya nanti akan lahir namanya pulau emas, kawasan pesisir emas dan Indonesia Emas dan anak-anak muda tentunya harus mewujudkannya,” tutup Profesor Elfindri. (*)

Reporter: Yusnadi

BP Batam Jamin Hak Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City

0

warga geserbatampos – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap dua Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City asal Desa Sei Raya, Kamis (29/8/2024). Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 189 KK.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan bahwa keputusan warga untuk bergeser merupakan bentuk dukungan terhadap realisasi proyek Rempang Eco-City.

Dengan harapan, pengembangan Kawasan Rempang sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia mampu memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat tempatan.

“Pada prinsipnya, BP Batam akan terus berupaya maksimal agar proyek ini bisa berjalan maksimal,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Tuty menegaskan bahwa BP Batam menjamin hak warga yang telah bergeser ke hunian sementara.

Dimana, pihaknya akan memberikan biaya santunan sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta untuk tiap KK.

Di samping itu, BP Batam juga memberikan santunan biaya hidup senilai Rp 1,2 juta per jiwa.

“Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait hak mereka. Sesuai arahan Kepala BP Batam, hak-hak masyarakat jangan sampai terabaikan,” tambahnya.

Sementara, warga Desa Sei Raya, Alowadodo mendukung penuh rencana investasi di Kawasan Rempang.

Menurutnya, program strategis nasional ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.

“Kita harus mendukung. Untuk masyarakat yang lain, saya berharap juga dapat mendukung kebijakan pemerintah yang ingin memajukan daerah kita,” ujarnya.

Ia merasa bersyukur, pemerintah melalui BP Batam telah memberikan perhatian terhadap seluruh warga yang terdampak pengembangan Rempang.

“Kami bersyukur karena pemerintah sudah memberikan fasilitas seperti biaya hidup dan uang sewa rumah,” pungkasnya. (*)

BP Batam Jamin Hak Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City

0

warga geserbatampos – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap dua Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City asal Desa Sei Raya, Kamis (29/8/2024). Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 189 KK.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan bahwa keputusan warga untuk bergeser merupakan bentuk dukungan terhadap realisasi proyek Rempang Eco-City.

Dengan harapan, pengembangan Kawasan Rempang sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia mampu memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat tempatan.

“Pada prinsipnya, BP Batam akan terus berupaya maksimal agar proyek ini bisa berjalan maksimal,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Tuty menegaskan bahwa BP Batam menjamin hak warga yang telah bergeser ke hunian sementara.

Dimana, pihaknya akan memberikan biaya santunan sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta untuk tiap KK.

Di samping itu, BP Batam juga memberikan santunan biaya hidup senilai Rp 1,2 juta per jiwa.

“Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait hak mereka. Sesuai arahan Kepala BP Batam, hak-hak masyarakat jangan sampai terabaikan,” tambahnya.

Sementara, warga Desa Sei Raya, Alowadodo mendukung penuh rencana investasi di Kawasan Rempang.

Menurutnya, program strategis nasional ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.

“Kita harus mendukung. Untuk masyarakat yang lain, saya berharap juga dapat mendukung kebijakan pemerintah yang ingin memajukan daerah kita,” ujarnya.

Ia merasa bersyukur, pemerintah melalui BP Batam telah memberikan perhatian terhadap seluruh warga yang terdampak pengembangan Rempang.

“Kami bersyukur karena pemerintah sudah memberikan fasilitas seperti biaya hidup dan uang sewa rumah,” pungkasnya. (*)

Bakti-Raja Naik Motor Menuju KPU Karimun untuk Mendaftar

0
Paslon Bakti-Raja naik sepeda motor mennuju ke KPU Kabupaten Karimun untuk mendaftar

batampos– Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Karimun Bakti Lubis -Raja Bakhtiar, Kamis (29/8) pukul 16.30 WIB merupakan Paslon terakhir yang mendaftar di Kantor KPU Kabupaten Karimun untuk mengikuti kontestasi Pilkada serentak 2024.

Kedatangan Bakti-Raja masing-masing mengendarai sepeda motor Yamaha RX King bersama rombongan di Kantor KPU. Pasangan ini merupakan pasangan yang paling “gemuk” atau banyak pendukung partai politik dibandingkan Paslon lain.

BACA JUGA: Empat Partai Dukung Bakti Lubis-R Bakhtiar di Pilkada Karimun

Yakni 5 partai politik yang semuanya memiliki kuris di DPRD Kabupaten Karimun dengan jumlah 14 kursi. Kelima partai politik tersebut Hanura 4 kursi, Demokrat 2 kursi, PDIP 3 kursi, PAN 2 kursi dan Nasdem 3 kursi.

Dalam sambutannya Bakti Lubis bersama Raja Bakhtiar mengatakan, bahwa keinginan mengikuti kontestasi Pilkada Kabupaten Karimun tidak lain untuk memajukan Kabupaten Karimun sehingga masyarakat bisa sejahtera.

Berbekal pengalaman sebagai anggota legislatif di Karimun dan Provinsi Kepri serta juga sebagai ketua partai politik, maka bismillah Paslon dengan yel yel BaRa siap memajukan Karimun dengan berbagai program yang sudah disiapkan untuk kesejahteraan masyarakat. (*)

Reporter: Sandi

Nuryanto-Hardi Hood Daftar Pilkada Batam

0
pendaftara Calon Walikota dan Wakil Walikota Batam 1 F Cecep Mulyana
Pasangan Nuryanto dan Hardi S Hood menyerahkan berkas pendataran calon Walikota dan Wakil Walikota Batam kepada Ketua KPU Batam Mawardi dikantor KPU Batam, Kamis (29/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Nuryanto dan Hardi Selamat Hood, atau dikenal dengan NADI, resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti Pilkada kota Batam 2024, Kamis (29/8).

Mengenakan baju Melayu berwarna merah lengkap dengan tanjak, Cak Nur sapaan akrab Nuryanto tiba di kantor KPU Batam didampingi istri dan Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo, kader serta simpatisan sekitar pukul 16.40 WIB. Kedatangan dua calon kepala daerah itu disambut meriah. Taburan tepung tawar dan alunan musik kompang, menyambut langkah mereka.

“Kami siap berkolaborasi untuk membangun Batam yang lebih maju, dengan merangkul seluruh elemen masyarakat,” ungkap Nuryanto sambari melangkah bersama Hardi menuju ruang khusus yang telah disiapkan KPU untuk proses pendaftaran.

Berbeda dengan Cak Nur, Hardi mengenakan pakaian melayu bewarna putih lengkap dengan tanjak. Kedatangan mereka disambut antusias oleh seluruh simpatisan, kader serta juga masyarakat yang hadir untuk melihat proses pendaftaran.

Tak hanya dari PDI-P, simpatisan dan kader dari partai-partai pendukung di antaranya Partai Buruh dan Partai Gelora juga tampak hadir bahkan sebelum kedatangan pasangan NADI itu.

“Alhamdulillah bersama partai pendukung kita mendaftar di hari ini dan Alhamdulillah persyaratan pencalonan dan persyaratan calon itu sendiri diterima KPU, ” ujar Nuryanto.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan oartai dan partai pendukung yang telah mempercayakan Nuryanto dan Hardi Selamat Hood untuk maju di Pemilukada Batam.

“Filosofi nadi adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Memeriksa denyut nadi bisa menjadi tanda apakah jantung bekerja dengan baik atau tidak. Sepanjang ada Nadi, makluk tersebut akan tetap hidup, spirit kita membawa kehidupan, batam yang sejahtera, makmur dan maju,” ujarnya.

“NADI insyallah siap. Spirit dan semangat ini akan mampu membawa kehidupan Batam yang sejahtera, makmur dan juga berkeadilan. Tentu Bandar Dunia Madani Kota Batam akan tetap kami lanjutkan, ” tambah mantan Ketua DPRD Batam itu.

Cak Nur mengaku juga akan terus melanjutkan pembangunan Kota Batam saat ini dengan membagikan 3M. M pertama ialah mudah berusaha, mudah bekerja serta mudah beribadah.

“M pertama mudah berusaha, negara diwakili pemerintah Kota Batam akan memastikan dan memfasilitasi seluruh orang yang ingin berusaha kami akan difasilitasi dengan. Sehingga lapangan kerja di Batam insyaallah akan ada dimana-mana, serta penganguran di Batam akan jadi berkurang, ” tuturnya.

Diakuinya, apabila pekerjaan ini di penuhi pemerintah, maka masyarakat akan tenang dan nyaman dalam melakukan ibadah. Tiga kesatuan ini akan mampu terwujud apabila NADI Batam dipercayakan memimpin dan mencapai kemenangan.

“Maka oleh sebab itu kami mengajak kepada seluruh masyarakat batam ayok bersama-sama mendukung Nuryanto – Hardi Batam untuk membangun kota Batam, ” tambahnya.

Sementara itu pasangan calon wakil walikota Batam Hardi Selamat Hood mengaku beruntung berpasangan dengan Cak Nur. Ia mengatakan ini merupakan kebangaan mengingat Cak Nur yang memiliki segudang pengalamannya di parlemen.

“Sangat bermanfaat bagi kami berpasangan membuat apa yang dikatakan pak Nuryanto Batam mudah berusaha, mudah bekerja dan mudah beribadah bisa terwujud, ” tuturnya.

Dalam sesi pertanyaan dengan awak media, Nuryanto mengaku Amsakar yang akan menjadi lawan di Pilkada Batam merupakan saudara dan bahkan ia anggap sebagai seorang abang. Ia mengaku selalu jalin komunikasi dengan Amsakar dan saling berbahagia dalam menyambut pesta demokrasi ini.

“Kita sering bercanda, mitra tanding satu RT, ini sepeti lomba RT, begitu kami berbahagia menjalani pesta demokrasi ini. Apapun hasilnya kita harus bisa belajar menerima, ” tuturnya.

Selain itu, pemilulada ini juga harus dijalani dengan rasa syukur kepada Allah. Pasalnya berkah doa seluruh masyarakat Batam sehingga mukjizat demokrasi dikabulkan Allah SWT. Bersama Partai Gelora dan Buruh yang telah menyelamatkan demojrasi di Indonesia. Maka sebab itu NADI hadir di Batam.

Disinggung mengenai isu black campaign dan sara yang kerap digaungkan ASLI, ia menjawab isu tersebut harus dihindari dan bahkan diaminkan Hardi jika isu SARA ini tak akan pernah dilakukan. “Kami melakukan kerja benar, kerja politik yang jujur kerja politik yang transparan dan terbuka, InsyaAllah kami tak ada niat menyakiti apapun dan kami katakan kemenangan sesungguhnya yang paling baik adalah kemenangan yang bisa membuat Batam happy, dan bukan Batam bergejolak,” ujarnya

Diakhir sambutannya Nuryanto juga mengintruksikan kepada seluruh pengurus oartai, simpatisan oartai mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), ranting dan anak ranting serta seluruh pemuda dan pemudi PDIP untuk tegak lurus menjalankan apa yang sudah diperintahkan dan menjadi amanah PDI-P pusat.

“Kita tegak lurus, mensukseskan Gubernur pasangan Rudi-Ainur karena ini amanah Ketua Umum dan pada keluarga besar PDIP untuk memenangkan pilkada Gubernur Kepri wakil gubernur Kepri dan walikota serta Walikota Batam, ” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

 

Daftar ke KPU Anambas, Neko-Taufik Singgung Faskes yang Tak Memadai

0
Neko Wesha Pawelloy dan Taufik memberi keterangan seusai mendaftar sebagai calon Bupati dan wakil ke KPU Anambas

batampos – Mantan Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy dan anggota DPRD Provinsi Kepri, Taufik menjadi pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang terakhir mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Anambas, Kamis, (29/8).

Neko-Taufik mendatangi kantor KPU dengan ditemani sejumlah kader partai pengusung, Partai Amanat Nasional (PAN), Gelombang Rakyat (Gelora) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Dihadapan awak media, Neko menyampaikan awal mula mencari kendaraan untuk maju di Pilkada Anambas. Berawal dari ketidaksengajaan bertemu Taufik di Batam.

“Kami belum pernah jumpa, dia tak kenal saya, saya tak kenal dia. Kami jumpa di kedai kopi di Batam. Dari hasil pertemuan itu, kita bergerak dan lobby ke partai. Alhamdulillah dapat 3 partai,” kata Neko.

Dalam konfrensi pers, Neko menyinggung fasilitas kesehatan yang ada di Anambas sangat memprihatinkan. Ruangan yang berantakan, hingga ketersediaan alat penunjang kesehatan yang belum memadai.

“Tadi saya cek kesehatan di RSUD Tarempa. Menyedihkan sekali. Sangat-sangat berantakan. Kasihan masyarakat yang mau berobat. Nanti kita pelan pelan membenahi semua agar warga kita nyaman berobat,” sebut Neko.

BACA JUGA: PAN Akhinrya Rekomendasi Neko-Taufik di Pilkada Anambas

Lanjut dia, meskipun persiapan yang sangat singkat, Ketua Perindo Lingga ini meyakini akan mendapatkan hasil yang maksimal di Pilkada ini.

“Kerja di Pilkada ini tidak mudah, kami harap beda pilihan tak masalah. Mari jaga ketentraman dan kedamaian hingga pencoosan pada 27 November nanti,” terang Neko.

Sementara itu, Taufik menyatakan siap untuk bertarung di Pilkada Anambas meskipun tidak didukung dari partai yang menaungi mereka berdua, Perindo dan PDIP.

“Inilah jalan, kalau mau mengabdi untuk daerah yang kita cintai. Tidak mesti menunggu partai kita (PDIP). Yang jelas saya masih menjadi kader PDIP,” kata dia.

Ditempat yang sama, Ketua Gelora Anambas, Hendri bersyukur dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan partai non parlemen dapat berpartisipasi di Pilkada. Selama ini, partai yang tidak memiliki kursi di DPRD hanya menjadi penonton. (*)

Reporter : Ihsan Imaduddin

Tahukah Anda, Pajak Bumi dan Bangunan Naik 2 Kali Lipat

0
Pembayaran PBB 2 F Cecep Mulyana
Salah seorang warga membayar PBB di gedung Dispenda Kota Batam. Pemko Batam resmi memperpanjang program relaksasi pajak hingga akhir Oktober mendatang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sejumlah pemilik properti atau pemilik ruko di Kota Batam kaget dengan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang naik hingga 100 persen atau dua kali lipan pada  tahun 2024. Apalagi kenaikan itu tanpa adanya pemberitahuan dari pihak BP2RD Kota Batam atau biasa disebut Bapenda.

Kenaikan 100 persen PBB itu dirasakan oleh salah satu perusahaan properti di Kota Batam. Ia kaget dengan jumlah PBB yang harus dibayar naik dratis dibanding biasanya.

“Kaget pas mau bayar PBB, tahun lalu masih bayar Rp 7 juta, tahun ini sudah Rp 14 juta,” ujar Ulan, salah satu karyawan perusahaan tersebut.

Menurut dia, tak ada informasi apapun yang diberikan oleh pihak BP2RD kepada perusahaanya. Padahal kenaikan pajak itu bukan kaleng-kaleng, yakni 100 persen dari pajak yang biasa dibayar setiap tahunnya.

“Pajak naik 100 persen kok tak ada surat pemberitahuan. Tahunya pas ngecek NJOP yang mau dibayar, ternyata naik 100 persen,” jelas Ulan.

Dikatakannya, kenaikan 100 persen PBB pastinya sangat memberatkan pihaknya. Sebab yang dibayar bukan ratusan atau jutaan lagi. Tapi sudah masuk belasan juta dan itu bayar setiap tahunnya.

“Tak ada sosialisasi apapun, saya bingung juga soal kenaikan ini. Karena tak ada informasi apapun, tahunya sudah naik saja. Dan yang dibayar itu tak hanya satu, tapi banyak,” keluhnya.

Hal senada dirasakan Rina pemilik properti lainnya yang kaget atas kenaikan PBB tanpa pemberitahuan. Apalagi persentase kenaikan cukup tinggi.

“Ini gila sih kenaikan PBB setinggi ini. Tanpa ada pemberitahuan dan sosialisasi. Jelas memberatkan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Sekretaris Bapenda Kota Batam, Aidil Haloho membenarkan adanya kenaikan PBB di tahun 2024. Namun kenaikan itu bukan untuk seluruh properti yang ada di Batam.

“Memang ada kenaikan, tapi tidak semuanya naik, ada juga yang turun. Dan hanya untuk beberapa wilayah tertentu saja,” ujarnya, kemarin.

Ada beberapa kategori dasar penilaian untuk kenaikan PBB, diantaranya lokasi properti berada disekitaran pelebaran jalan, pemutakhiran data sesuai dengan kondisi bangunan apakah ada renovasi dan lainnya. Sehingga bisa dipastikan tidak semua PBB di Kota Batam naik.

“Kenaikan ditentukan berdasarkan cluster dan klasifikasinya juga. Adanya penyesuaian NJOP. Setiap tahun dilakukan pemutakhiran data, untuk menentukan tarif PBB. Jadi ada yang turun dan ada juga yang naik,” sebut Aidil.

Disinggung kenapa tidak melakukan sosialisasi atau surat pemberitahuan terhadap pemilik properti sebelum kenaikan. Menurut Aidil karena jumlah properti yang banyak, sehingga tak dilakukan pemberitahuan secara individu.

“Ya memang kenaikan PBB diketahui jika melakukan pengecekan. Tak disurati, karena jumlahnya puluhan ribu,” ungkapnya.

Masih kata Aidil, masyarakat juga bisa mengajukan keberatan atau permintaan keringanan atas kenaikan PBB. Pengajuan itu harus didasari alasan kenapa tidak bisa melakukan pembayaran tarif PBB yang sudah naik.

“Bisa mengajukan keberatan atau minta keringanan. Disertai alasan atas keberataan itu,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Yashinta