Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2826

Potensi Pasar Properti Batam untuk WNA Meningkat

0
Properti ff Iman Wachyudi
Properti di Batam mulai menggeliat. F.Iman Wachyudi/Batampos

batampos – Pembangunan properti untuk kalangan menengah atas mulai menggeliat di Kota Batam. Ketua DPD REI Batam, Robinson Tan, mengungkapkan bahwa hal ini menciptakan potensi untuk menjual properti kepada warga negara asing (WNA).

“Namun, menurut informasi yang ada, penjualan meningkat. Untuk rincian jumlah persentasenya, kami belum memiliki data yang akurat,” kata Robinson, Senin (30/9).
Ia mencontohkan salah satu properti yang saat ini tengah dibangun, yaitu Opus Bay di Marina, Sekupang, di mana hampir 80 persen pembelinya adalah WNA.

Robinson menyebutkan bah-wa data pembelian tersebut tidak tercatat secara rinci.
Ia juga mengatakan bahwa pembelian properti oleh WNA menggunakan metode cash bertahap, yang sulit untuk dimonitor. Ditambah lagi, mayoritas WNA melakukan pembelian properti menggunakan metode cash keras.

“Ada masing-masing pe-ngembang yang tidak terbuka dengan datanya, tetapi kami terus berupaya untuk mendata pertumbuhan properti secara keseluruhan,” ujarnya.

Lokasi yang paling diminati oleh para investor asing antara lain Nongsa, Sekupang, dan Bengkong. “Kawasan seperti Nuvasa, Opus Bay, dan Pantai Indah Mutiara Golden Prawn menjadi pilihan utama para pembeli WNA,” tambahnya.

Menurutnya, Batam yang secara strategis dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing untuk memiliki properti sebagai ‘rumah kedua’. Dengan dukungan regulasi yang jelas, REI Batam berkomitmen untuk memaksimalkan potensi pasar ini.

Peningkatan minat WNA dalam berinvestasi di Batam tidak hanya memberikan dorongan pada ekonomi lokal, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor properti di Kota Batam.

”Responsnya sa­ngat bagus, dan ini merupakan pe­luang besar untuk pasar properti Batam,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Suzuki Indonesia Beri Dukungan V-Strom Indonesia Owners di Bromo

0

batampos – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) berpartisipasi pada V-Strom Indonesia Owners (VION) Gathering yang berlangsung pada 14-16 September 2024 lalu. Kegiatan ini menjadi ajang merayakan perjalanan epik setahun penuh terbentuknya komunitas V-Strom Indonesia Owners. Bentuk kebersamaan dilakukan melalui fun riding menuju Lembah Bromo Ledok Amprong dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, setelah melintasi rute +/- 200 km dari Kota Malang, Jawa Timur.

VION, terbentuk satu tahun lalu lahir dari inisiatif pengguna setia Suzuki V-Strom 250SX, kini berhasil memiliki sebaran lebih dari 100 anggota resmi di seluruh Indonesia. Selama setahun terakhir, komunitas ini berhasil menyelenggarakan berbagai aktivitas touring dengan pengalaman tak terlupakan, seperti pelaksanaan di Dieng pada Oktober 2023, Ujung Kulon pada Desember 2023, dan perjalanan epik ke Nepal Van Java pada Mei 2024 lalu. Kedepannya, VION optimis untuk terus melebarkan sayap serta mempertahankan eksistensinya.

Dalam kegiatan ini, ratusan riders Suzuki V-Strom dari berbagai daerah berkumpul untuk menjelajahi negeri di atas awan, sekitar kawasan wisata Taman Nasional Bromo. Melalui kegiatan ini, Suzuki ingin terus mendukung semangat kebersamaan dan kampanye keselamatan berkendara, terutama ketika menempuh perjalanan jarak jauh yang menantang dengan berbagai kombinasi medan, baik jalan raya maupun off-road. Dukungan tersebut menjadi prioritas guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan perjalanan bagi semua pengguna jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Shinozaki Yohei, 2W Sales & Marketing Director PT SIS, menyampaikan, “menyadari bahwa kekompakan pelanggan berbentuk komunitas merupakan cerminan kesuksesan dari suatu merek maupun produk, Suzuki Indonesia menyambut lewat cara pemberian dukungan bermanfaat dan bernilai, bertepatan dengan momen yang spesial. Selain itu, kami juga turut aktif mengarahkan para peserta menerapkan safety riding.”

Sebagai bentuk apresiasi atas berkembangnya komunitas VION yang solid, Suzuki juga mengadakan sesi Safety Coaching & Sharing Safety Riding, dimana para pengendara dibekali pengetahuan lebih mendalam tentang teknik berkendara aman, terutama saat menghadapi medan menantang. Para peserta juga menikmati touring seru dimana rute fun riding meliputi Lautan Pasir Bromo, Lembah Watangan, Puncak B29, dan Danau Ranu Pani. Kegiatan ini memberikan pengalaman berkesan bagi para pengendara, baik pada jalur on-road maupun off-road. Selain itu, Suzuki memberikan apresiasi kepada peserta berupa hadiah skillet pan untuk aktivitas camping, menambah semangat kebersamaan ditengah para pengendara saat menikmati indahnya Bromo sambil berbagi cerita maupun pengalaman.

V-Strom 250SX menyematkan teknologi canggih dibalut desain tangguh, dibekali mesin berkapasitas 250cc dan 6 percepatan yang bertenaga serta tangguh, dilengkapi sistem ABS untuk meningkatkan keamanan pengereman di berbagai kondisi jalan. Nyamannya sistem suspensi mampu meredam guncangan beragam kontur lintasan. Adventure bike ini juga dibekali perangkat Suzuki Oil Cooling System (SOCS) guna menjaga suhu mesin tetap optimal meski menempuh perjalanan panjang. Posisi berkendara ergonomis serta ditunjang oleh instrumen panel kecepatan yang informatif, memastikan pengendara dapat menaklukkan setiap perjalanan secara percaya diri serta tanpa cepat lelah.

Acara ini menjadi momen istimewa serta tonggak sejarah dalam merayakan satu tahun terbentuknya komunitas V-Strom Indonesia Owners, sekaligus memperkuat kebersamaan antar riders. “Melalui dukungan penuh dari Suzuki Indonesia, kami berharap V-Strom Indonesia Owners (VION) akan terus tumbuh sambil menjaga solidaritas, sehingga memiliki keluarga baru dengan hobi sama. Kami juga berharap setiap kegiatan positif terus dipertahankan agar menginspirasi para pengendara untuk berkendara sepeda motor aman dan nyaman meski menempuh berbagai medan,” tutup Shinozaki. (*)

Warga Kebun Marina Tolak Pendataan Tim Terpadu

0
marina kebun
Suasana pertemuan antara Tim Terpadu dengan warga Kebun Marina di Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Senin (30/9).
F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos — Suasana tegang terjadi di area perkebunan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Senin (30/9). Rombongan Tim Terpadu Kota Batam yang datang untuk melakukan pendataan lokasi tempat tinggal dan kebun, diadang oleh masyarakat setempat.

Penolakan warga muncul karena kedatangan Tim Terpadu ini mendadak, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya mengenai maksud dan tujuan pendataan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa suasana sempat mencekam ketika massa warga berhadapan dengan rombongan Tim Terpadu. Adu argumen dan suara keras terjadi, namun akhirnya berakhir dalam dialog yang alot.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, yang mendampingi Tim Terpadu, menjelaskan kepada warga bahwa kedatangan mereka berkaitan dengan lahan yang ditempati masyarakat, yang sudah dialokasikan untuk perusahaan pengembang.

”Lahan seluas 10 hektare ini sudah dialokasikan ke pihak perusahaan untuk dikembangkan. Kedatangan Tim Terpadu ini untuk mendata warga yang ada di dalam kawasan yang dialokasikan ini,” ujar Syamsuddin.

Menanggapi penjelasan tersebut, masyarakat kembali bereaksi. Mereka menolak keterlibatan Tim Terpadu dalam pendataan ini, menuntut agar prosedur yang tepat diikuti.

”Kami bukan menolak digusur atau apapun. Tapi pakailah prosedur. Datang bicarakan baik-baik dulu. Ini belum ada pembicaraan apapun, kok langsung main Tim Terpadu dengan personel lengkap. Kami bukan pelaku kriminal,” ujar Aris, perwakilan masyarakat Kebun Marina.

Melihat reaksi warga, Tim Terpadu akhirnya menarik diri dan meminta pihak perusahaan untuk melakukan dialog dan mediasi dengan masyarakat di lahan tersebut terlebih dahulu.

”Kita atur waktu, biar perusahaan datang untuk menyampaikan rencana mereka dan juga mendengar kemauan bapak ibu,” ungkap perwakilan dari Satpol PP Kota Batam. (*)

Reporter : Eusebius Sara

Posisi Wakil Ketua II DPRD Batam Masih Kosong, PDI-P Belum Keluarkan Rekomendasi

0
dprd batam
DPRD Kota Batam menggelar rapat paripurna dengan agenda kaporan hasil pembahasan pansus DPRD tentang tata tertib, Senin (30/9). Hingga kemarin, kursi Wakil Ketua II DPRD Batam belum terisi. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam hingga kini masih menunggu rekomendasi dari internal DPP PDI-P untuk mengisi posisi Wakil Ketua II DPRD Batam periode 2024-2029.

“Sudah diputuskan bahwa ada empat pimpinan, yaitu satu ketua dan tiga wakil ketua di DPRD Batam periode 2024-2029. Wakil ketua satu dari Partai Gerindra dan wakil ketua tiga dari Golkar,” ujar Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, Senin (30/9).

Sementara itu, posisi wakil ketua dua dari PDI-P belum ditunjuk karena partai tersebut masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI-P. Pihaknya juga belum mengetahui kapan rekomendasi itu akan keluar.

“Jika rekomendasinya sudah keluar, proses pelantikannya akan segera dilakukan. Karena unsur pimpinan, yakni wakil ketua satu dan tiga, sudah dilantik,” tambahnya.

Kamal menyebutkan bahwa tidak ada tenggat waktu untuk penunjukan atau pelantikan wakil ketua dua yang saat ini masih kosong. Namun, setelah rekomendasi dari DPP atau internal PDI-P keluar, mereka akan meminta Sekretariat DPRD Batam untuk memproses pelantikannya.

“Dalam alat kelengkapan DPRD Batam tetap mengacu pada UU MD3 yang menyebutkan bahwa pimpinan DPRD seharusnya ada empat, sehingga kami masih kekurangan satu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa terkait dampak alat kelengkapan DPRD, pihaknya terus berkoordinasi mengenai hal-hal terkait tugas pokok dan fungsi yang dijalankan. Diharapkan, semua akan berjalan tanpa kendala.

Lebih lanjut, Kamal menjelaskan bahwa pimpinan DPRD Batam memiliki posisi yang sama, baik ketua maupun wakil ketua. Dalam posisi tersebut, mereka harus mampu memimpin rapat dan mengambil keputusan kebijakan, terutama saat rapat paripurna. “Ini adalah kesepakatan kolektif kolegial,” jelasnya.

Sementara itu, Batam Pos berupaya mengonfirmasi pihak PDI-P mengenai surat rekomendasi penunjukan Wakil Ketua II DPRD Batam, namun belum mendapat tanggapan. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Oktaviandy Normansyah, Mahasiswa Batam Penari Berprestasi

0
Foto kiri, Oktaviandy Normansyah saat tampil dalam acara Kenduri Seni Melayu 2024. Oktaviandy tampil di Kepri Lantern
Carnival 2023 di Tanjungpinang.

batampos – Oktaviandy Normansyah, akrab disapa Okta, saat ini berusia 19 tahun. Okta orang asli Lingga, dan memutuskan pindah ke Batam sejak tahun 2023. Ia memiliki hobi di bidang seni seperti menari dan tata rias.

Saat ini, Okta sedang menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Batam, Program Studi Akuntansi Manajerial, semester 3. Okta lebih dulu tertarik di dunia tari. Pasalnya, sejak masih SD, Okta suka melihat pentas seni seperti menari.

”Kemudian saya memutuskan untuk fokus mendalami seni tari dengan masuk sanggar saat saya kelas 1 SMP di usia 13 tahun,” ucap Okta.

Saat itu, ia masih tinggal di Lingga, dan mendaftar sanggar di sana, dengan nama sanggar Seni Langgam Selatan. Kemudian saat pindah ke Batam, Okta kembali mencari sanggar yang ada di Batam.

”Saya dapat info dari teman, dan saya berga­bung di sanggar Wan Sendari yang ada di Batam,” ujarnya.

Sedangkan untuk seni tata rias atau make up, ia mengatakan dirinya tertarik sejak akhir SMP, dan mulai fokus berlatih saat kelas 2 SMA. Okta bercerita, ketertarikan dengan tata rias juga berawal dari tari juga. Mulanya, ia penasaran orang yang di-make up bisa jadi cantik saat tampil nari.

”Mulai dari situ, saya coba belajar, awalnya coba di muka sendiri dulu, karena belum berani make up wajah orang lain,” beber Okta.

Setelah berjalan beberapa waktu, akhirnya Okta memberanikan diri untuk merias wajah orang lain. Saat itu, pada wajah teman-teman sekolah. Okta mulai membuka jasa make up saat akhir SMA.

Tidak sampai di situ, selain seni tari dan make up, Okta juga sering menjadi talent runway baju carnival dan sudah sering mengisi di tingkat provinsi maupun kota. Awal mula bisa jadi talent runway, karena diajak oleh organisasi yang memang bergelut di baju-baju carnival. Nama organisasinya Akari Ceq Qonon.

”Hal yang paling tak terlupakan, saya pernah terjatuh, saat tampil di atas panggung,” beber Okta sedikit menyengir.

Kalau membahas tentang prestasi, sudah banyak ajang lomba yang dimenangkan oleh Okta. Seperti juara 3 di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Kepri di bidang seni tari di 2017, juara 2 di 2018, dan juara 3 di 2021.

”Terakhir saya menjuarai acara Festival Sumpah Pemuda Provinsi Kepri cabang Kepri Young Carnival. Alhamdulliah dapat juara terbaik 1 pada tahun 2023,” ujar Okta antusias.

Okta menjelaskan, untuk tari ia belajar dari sanggar. Sedangkan untuk make up, Okta belajar secara otodidak melalui YouTube dan media sosial lainnya. Untuk tari, Okta sering mengisi di event-event provinsi maupun kota.

”Baru bulan kemarin, saya mengisi event bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Songkhla, Thailand,” ujarnya.

Sejauh ini, Okta sudah pernah merias ibu-ibu dari Jalasenatri, ibu-ibu dari Bhayangkari, dan lainnya. Untuk make up, terkadang Okta yang datang ke lokasi, dan ada juga customer yang datang ke tempat Okta.

”Dalam sebulan pernah make up-in sekitar 25 orang,” ucapnya.

Hal yang paling Okta sukai dari seni tari adalah bisa mengeksplor perasaan melalui gerak, dan rasa bahagia saat bisa menghibur banyak orang. Sedangkan kalau make up, Okta merasa senang saat membuat orang menjadi lebih cantik.

Selain berbuah prestasi, pencapaian yang Okta raih dari hasil menari dan make up, juga menghasilkan pundi-pundi rupiah.

”Alhamdulillah bisa beli handphone dari uang sendiri dan beli barang lainnya,” ucap Okta bangga.

Okta mengaku, belum ada event lainnya dalam waktu dekat. ”Paling cuma ngisi di event-event regular biasa aja,” imbuhnya.

Saat ditanya soal cita-cita, Okta juga mengaku masih belum kepikiran mau jadi apa. Saat ini, ia hanya mengikuti alur hidupnya saja, dan berharap karirnya semakin baik.

”Ke depannya ingin menjadi lebih baik di setiap bidangnya, dan berharap juga semoga karir saya semakin baik,” ucap Okta di akhir perbincangan. (*)

 

Reporter: TIA CAHYA NURANI

FPSO Pertama Indonesia Dibuat di Batam, Masterpiece Migas dari Galangan Kapal Batam dan Karya Anak Bangsa

0
fspo
FPSO Marlin Natuna, proyek konversi pertama di Indonesia yang sepenuhnya dikerjakan anak bangsa.
F. Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Industri galangan kapal di Batam kembali menorehkan prestasi besar dalam industri minyak dan gas Indonesia. Kali ini, industri galangan di Batam, mampu menyulap kapal tanker menjadi FPSO (Floating Production, Storage, and Offloading), Marlin Natuna.
FPSO Marlin Natuna merupakan proyek konversi pertama di Indonesia yang sepenuhnya dikerjakan anak bangsa. Ini merupakan pencapaian penting dalam sejarah industri migas Indonesia, sekaligus bukti kapabilitas industri galangan kapal lokal.

FPSO Marlin Natuna merupakan simbol inovasi dan kolaborasi yang luar biasa. Proyek ini menggandeng SKK Migas, MedcoEnergi, PaxOcean, dan Hanochem. FPSO Marlin Natuna yang memiliki kapasitas produksi 250.000 barel itu akan menampung minyak bumi dari Proyek Forel di Natuna, Kepulauan Riau. Proyek Forel merupakan proyek minyak terbesar yang akan onstream di 2024 dengan perkiraan produksi sebesar 10.000 BOPD (barel minyak per hari).
Proyek ini diharapkan akan membantu meningkatkan produksi minyak nasional, terutama dari Blok Natuna B, yang dikelola oleh Medco. Kehadiran FPSO ini sangat diantisipasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Natuna dan sektor migas nasional.

Masterpiece oil and gas,” kata Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo.

Wahju mengatakan, penger-jaan Proyek Forel-Bronang secara keseluruhan mencapai sekitar 236 juta dolar AS (USD) atau sekitar Rp 3,5 triliun dengan angka konversi saat ini. “Proyek ini tidak hanya fokus pada hulu migas, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang besar bagi perekonomian,” ungkap Wahyu.

Proyek Forel ini mencakup dua pekerjaan besar. Pertama, kata Wahju mencakup pe-ngerjaan FPSO Marlin Natuna. Lalu, kedua, pembangunan rangkaian fasilitas produksi.

”Satu anjungan Wellhead Platform (WHP) Forel yang akan digunakan untuk lima sumur produksi, satu sumur injeksi gas, dan dua sumur tambahan untuk produksi di masa depan. Satu anjungan Wellhead Platform Bronang untuk satu sumur produksi dan dua sumur cadangan,” ungkapnya.

Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan instalasi pipa bawah laut, sepanjang 17 kilometer dari Wellhead Platform Bronang ke Wellhead Platform Forel.

Sementara itu, Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proyek konversi FPSO ini.

”Ini adalah proyek konversi FPSO pertama yang dilakukan sepenuhnya di Indonesia, oleh tenaga kerja Indonesia,” ujar Ronald.

”Ini merupakan tonggak sejarah penting yang dimulai sejak awal 2023 dan diperkirakan akan mulai berproduksi pada akhir 2024, dengan kapasitas 10.000 barel per hari. Proyek ini tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan produksi minyak nasional, tetapi juga membantu perekonomian wilayah Natuna dan sekitarnya,” tambahnya.

Kepala Dinas ESDM Kepri, Muhammad Darwin, juga menyatakan hal yang sama. Ia mengatakan, jika ada peningkatan produksi migas, tentunya akan berdampak ke Kepri.
Salah satunya dana bagi hasil (DBH) migas Kepri akan meningkat. ”DBH 6 persen,” ucap Darwin.

COO PaxOcean Group dan Yard Director PaxOcean Batam, Jerome Chew, mengatakan, proyek ini bukti nyata kolabo-rasi yang harmonis. ”Proyek ini adalah simbol inovasi, kerja tim, dan dedikasi. FPSO ini akan menjadi pencapaian luar biasa bagi industri migas Indonesia,” kata Chew.

”Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dan memberikan perhatian besar terhadap detail pembangunan FPSO Marlin Natuna,” ucapnya.

Dengan keberhasilan proyek ini, Batam semakin mempertegas posisinya sebagai pusat industri galangan kapal dan migas nasional. Proyek FPSO Marlin Natuna adalah bukti bahwa Indonesia mampu bersaing di kancah industri global dengan memanfaatkan keahlian dan dedikasi putra-putri bangsa. (*)

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Mantan Bupati Sidoarjo

0
BUPATI (nonaktif) Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau akrab disapa Gus Muhdlor menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan pascapenahanan KPK, Jumat (14/6). Ahmad Muhdlor diduga terlibat kasus korupsi pemotongan dan penerimaan uang di lingkungan BPPD Pemkab Sidoarjo Jawa Timur sebesar 10-30 persen.
F. MUHAMAD ALI/JAWA POS

batampos – Mantan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau yang akrab disa-pa Gus Muhdlor, Senin (30/9) menjalani sidang di Ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya. Itu adalah sidang pertamanya setelah ditahan dan ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus pemotongan dana insentif pegawai BPPD Sidoarjo.

Tiba pukul 09.30, Muhdlor langsung masuk ke ruang tunggu dengan ditemani istrinya, Sa’adah Muhdlor. Ada juga sejumlah kolega dan tim penasihat hukum. Baru sekitar pukul 10.30, Muhdlor masuk ke ruang sidang.

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) KPK Andry Lesmana menga-takan, Muhdlor diduga mene-rima uang dari pemotongan dana insentif pegawai negeri BPPD Sidoarjo sebesar Rp1,4 miliar. “Gus Muhdlor diketahui menerima uang Rp50 juta setiap bulan sejak triwulan keempat 2021,” paparnya. Andry menuturkan, Muhdlor menerima uang tersebut untuk sejumlah kepentingan pribadi.

JPU menyatakan bahwa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 12 Huruf F juncto Pasal 16 UU RI No 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatu, juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Untuk dakwaan kedua, Muhdlor didakwa melanggar Pasal 12 Huruf E juncto Pasal 18 UU RI 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat 1 Kesatu, juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

“Pasal 12 huruf F, yakni terkait dengan adanya pemotongan secara tidak sah yang dianggap sebagai utang. Sedangkan pasal 12 huruf E, yakni pemaksaan untuk pemberian uang,” ungkapnya.

Dia menerangkan, mantan Kepala BPPD Sidoarjo Ari Suryono sempat dipanggil Muhdlor saat masih menjabat sebagai bupati. Keduanya membahas pemotongan insentif yang dilakukan sejak kepala BPPD Sidoarjo sebelumnya.

“Berarti bahwa saat menjadi bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor menge-tahui hal itu. Bahkan, Siskawati dan Ari diminta melaporkan pemotongan insentif tersebut,” paparnya.

Sejak 2021 hingga 2023, dana pemotongan insentif yang terkumpul mencapai Rp8,5 miliar. Dari dana sebesar itu, lanjut Andry, Rp7 miliar digunakan Ari Suryono, sedangkan Muhdlor kebagian Rp1,4 miliar.

Andry mengatakan, ada 60 saksi yang akan didatangkan dalam sidang berikutnya pekan depan. “Kemungkinan ada saksi yang sama dengan sidang di Ari Suryono dan Siskawati, tapi nanti ada yang baru juga,” katanya.

Sementara itu, penasihat hukum Muhdlor, Mustofa Abidin, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berpatokan pada fakta-fakta yang dihadirkan saat sidang saksi. “Ada sejumlah saksi yang kami persiapkan. Dari kami standar saja dan tetap memperhatikan setiap fakta persidangan,” ungkapnya. Sidang lanjutan Muhdlor berlangsung pada 7 Oktober mendatang. (*)

Ada 35 Pelamar CPNS Akhirnya MS Pascasanggah

0
MS Sudarmadi

batampos– Panitia Seleksi CPNS Kabupaten Karimun tahun 2024 akhirnya mengumumkan hasil seleksi pasca sanggah administrasi dari 648 orang pelamar yang menyampaikan sanggahan diketahui ada 2 pelamar yang awalnya lulus administrasi menjadi tidak lulus.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karimun MS Sudarmadi yang dikonfirmasi Batam Pos, Senin (30/9) mengatakan, sebagaimana jadwal untuk menyampaikan hasil sanggahan yang berakhir pada Minggu (29/9), maka hari ini, Senin disampaikan hasil pasca sanggah.

BACA JUGA: 646 Pelamar CPNS Tak Lulus Administrasi Sampaikan Sanggahan

”Diketahui pada saat awal jumlah pelamar yang lulus administrasi sebanyak 1.199 orang pelamar dan yang tidak lulus sebanyak 1.140 orang pelamar. Kemudian, pelamar yang tidak lulus mengajukan sanggahan sebanyak 648 orang. Hasil dari pasca sanggah hanya 35 orang yang dinyatakan lulus administrasi atau memenuhi syarat (MS),” ujarnya.

Kemudian, lanjut Sudarmadi, dari hasil pasca sanggah ini juga diketahui ada dua orang pelamar yang awalnya dinyatakan lulus administrasi, setelah pasca sanggah dinyatakan tidak lulus atau tidak memenuhi syarat (TMS). Ada dia penyebab berbeda dari dua pelamar yang awalnya MS menjadi TMS.

”Untuk satu pelamar yang awalnya MS dan kemudian TMS setelah dilakukan pengecekan berkas kembali ternyata ada satu berkas akreditasi yang di upload atau dimasukkan fotokopi. Seharusnya memasukkan berkas akreditasi yang asli. Kemudian, satu pelamar lagi terkait masalah jurusan,” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan adanya tambahan pelamar yang lulus administrasi, maka jumlah seluruhnya yang lulus menjadi 1.232 orang pelamar. Dengan rincian penyandang disabilitas 2 orang pelamar, tenaga kesehatan khusus dokter sebanyak 13 orang pelamar dan tenaga teknis sebanyak 1.217 orang pelamar. (*)

Reporter: Sandi

 

Kejagung Sita Uang Rp450 M Kasus TPPU

0
Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang Rp450 miliar yang diduga merupakan hasil pencucian uang dalam kasus pidana pengalihan lahan negara, Senin (30/9).

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menyita uang Rp450 miliar yang diduga merupakan hasil pencucian uang dalam kasus pidana pengalihan lahan negara. Kasus tersebut bermula dari PT Duta Palma yang mengambil aset negara berupa kawasan hutan.
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Abdul Qohar menuturkan bahwa uang senilai Rp450 miliar tersebut disita dari PT Asset Pacific yang merupakan satu grup dengan PT Duta Palma.

”Dalam pengembangan didapatkan bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka terhadap korporasi PT Asset Pacific,” paparnya dalam konferensi pers, kemarin. Kasus bermula dari tindak pidana pengambilalihan lahan negara berupa hutan yang dilakukan PT Duta Palma. Hasil dari tindak pidana korupsi atas penguasaan dan pengelolaan lahan tersebut telah dialihkan, ditempatkan, dan disamarkan ke PT Dar-mex Plantation, Holding Perkebunan.

”Lalu uang dialihkan PT Asset Pacific,” ujarnya.

Abdul mengatakan, PT Asset Pasific adalah perusahaan bidang properti yang diduga digunakan sebagai tempat TPPU PT Darmex Plantation. Darmex sendiri merupakan anak usaha Duta Palma.

“Uang hasil tindak pidana ini disamarkan oleh Surya Damardi, ke PT Asset Pasific,” paparnya.

Dalam kasus ini penyidik Kejagung telah mengantongi bukti untuk menetapkan tujuh korporasi sebagai tersangka. Tujuh korporasi yang sudah ditetapkan tersangka, yakni, PT Asset Pasific, dan PT Dar-mex Plantation. Keduanya merupakan anak perusahaan dari Group Duta Palma.

”Sementara, lima tersangka korporasi lainnya, adalah PT Palma Satu, PT Siberida Subur, PT Banyu Bening, PT Panca Agro Lestari dan PT Kencana Amal Tani,” terangnya.

Diketahui Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis terhadap Surya Darmadi hukuman 15 tahun penjara dalam kasus korupsi kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Surya Darmadi juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp42 triliun.

Tidak terima vonis Pengadilan Tipikor, Surya Darmadi mengajukan upaya hukum banding. Namun, Pengadilan Tinggi DKI memperkuat putusan Pengadilan Tipikor tersebut. Hingga akhirnya Surya Darmadi mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dengan putusan hasil uang penggantinya dipotong, namun hukuman penjara bertambah menjadi 16 tahun. (*)

Daftar Anggota DPR/MPR/DPD Termuda dan Tertua Dilantik Hari Ini, Ada dari Kepri

0
Ismeth Abdullah, anggota DPD Daerah Pemilihan Kepulauan Riau.

batampos – Sidang Paripurna pelantikan atau sumpah janji Anggota DPR, DPD dan MPR RI periode 2024-2029 digelar hari ini, Selasa (1/10). Sebanyak 580 anggota dewan terpilih berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan pengucapan sumpah atau janji Anggota DPR, yang akan dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA).

Penetapan anggota dewan terpilih mengacu pada Surat Keputusan (SK) KPU Nomor 1206 Tahun 2024 Tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan.

Ketua DPR RI periode 2019-2024 Puan Maharani sebelumnya menyatakan, pelantikan Anggota DPR terpilih akan dilantik pada hari ini.

“1 Oktober pagi, Insya Allah akan dilantik anggota DPR baru periode 2024-2029 dan Insya Allah beserta pimpinannya juga,” kata Puan usai pimpin Sidang Paripurna Penutupan DPR RI periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9).

Sebanyak 580 Anggota DPR yang dilantik akan melaksanakan tugas konstitusional untuk lima tahun ke depan. Puan berharap, mekanisme pemilihan Pimpinan DPR periode 2024-2029 akan berjalan baik dan lancar, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Insya Allah besok (hari ini, red) pelantikan anggota baru akan dilaksanakan pagi, setelah itu selesai baru akan ada mekanisme selanjutnya untuk kemudian mekanisme pimpinan DPR yang akan diawali dengan rapat konsultasi dari perwakilan fraksi atau perwakilan partai yang diwakili oleh fraksi,” ucap Puan.

Berikut daftar anggota Dewan periode 2024-2029 yang tertua hingga termuda, yakni:

I. Perwakilan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berdasarkan Usia:

a. Termuda 3 (tiga) orang (usia per 1 Oktober 2024), yaitu:

1. Annisa M.A. Mahesa, Partai Gerindra, Daerah Pemilihan Banten II, Usia 23 Tahun 2 Bulan 15 Hari;

2. Muhammad Rohid, Partai Gerindra, Daerah Pemilihan Riau II, Usia, 24 Tahun 10 Bulan 14 Hari; dan

3. Cindy Monica Salsabila Setiawan, S.M., Partai NasDem, Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Usia 24 Tahun 10 Bulan 14 Hari.

b. Tertua 3 (tiga) orang (usia per 1 Oktober 2024), yaitu:

1. H. Zulfikar Achmad, Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jambi, Usia 78 Tahun 4 Bulan 15 Hari;

2. Drs. H. Guntur Sasono, M.Si., Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII, Usia 78 Tahun 2 Bulan 30 Hari; dan

3. Drs. H. Kahar Muzakir, Partai Golkar, Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, Usia 77 Tahun 9 Bulan 21 Hari.

II. Perwakilan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) berdasarkan Usia:

a. Termuda 3 (tiga) orang (usia per 1 Oktober 2024), yaitu:

1. Larasati Moriska, Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Usia 22 Tahun 8 Bulan 0 hari;

2. Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Usia 23 Tahun 11 Bulan 15 Hari; dan

3. Ratu Tenny Leriva, S.Ked., Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Usia 24 Tahun 3 Bulan 21 Hari.

b. Tertua 3 (tiga) orang (usia per 1 Oktober 2024), yaitu:

1. Drs. Ismeth Abdullah, Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Usia 78 Tahun 0 Bulan 2 Hari;

2. Habib Hamid Abdullah, S.H., M.H., Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Usia 76 Tahun 1 Bulan 28 Hari; dan

3. H. Almalik Pababari, Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, Usia 75 Tahun 9 Bulan 17 Hari.

III. Perwakilan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) berdasarkan Usia

a. Termuda 3 (tiga) orang (usia per 1 Oktober 2024), yaitu:

1. Larasati Moriska, DPD Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Usia 22 Tahun 8 Bulan 0 Hari;

2. Annisa M.A. Mahesa, DPR Partai Gerindra Daerah Pemilihan Banten II, Usia 23 Tahun 2 Bulan 15 Hari; dan

3. Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., DPD Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Usia 23 Tahun 11 Bulan 15 Hari.

b. Tertua 3 (tiga) orang (usia per 1 Oktober 2024), yaitu:

1. H. Zulfikar Achmad, DPR Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jambi, Usia 78 Tahun 4 Bulan 15 Hari;

2. Drs. H. Guntur Sasono, M.Si, Partai Demokrat Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII, Usia 78 Tahun 2 Bulan 30 Hari; dan

3. Drs. Ismeth Abdullah, DPD Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Usia 78 Tahun 0 Bulan 2 Hari.