Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 283

Heboh, Tengkorak Diduga Kerangka Manusia Ditemukan di Bawah Rumah

0
Tengkorak diduga kerangka manusia ditemukan oleh warga Desa Nerekeh, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Minggu (1/2). Nazar untuk Batam Pos

batampos – Warga Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, digegerkan dengan penemuan tengkorak yang diduga kerangka manusia di bawah salah satu rumah warga, Minggu (1/2) sore.

Tengkorak tersebut ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di bawah rumah milik Sunarti, yang berada di atas perairan laut. Penemuan terjadi saat kondisi air laut sedang surut.

Kepala Desa Sekanah, M. Nazar, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterimanya dari pemilik rumah yang menemukan benda mencurigakan saat turun ke bawah rumah.

Baca Juga: Tradisi Nisfu Sya’ban, Doa Bersama dan Baca Yasin Tiga Kali Masih Terjaga di Lingga

“Iya benar, sekitar pukul 16.00 WIB saya mendapat laporan dari warga bahwa ditemukan tengkorak yang diduga kerangka manusia di bawah rumah miliknya,” ujar Nazar saat dikonfirmasi.

Menurut Nazar, awalnya warga tersebut melihat benda bulat menyerupai pelampung yang tertutup lumpur. Karena penasaran, benda itu kemudian dicongkel menggunakan kayu.

“Setelah dibersihkan, ternyata benda tersebut menyerupai tengkorak kepala manusia. Di lokasi juga terlihat bagian tulang lainnya yang masih menyatu,” jelasnya.

Usai penemuan tersebut, pihak desa langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Dua Titik Kebakaran Landa Singkep Barat Lingga, 15 Hektare Kebun Hangus

“Kami sudah menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan temuan itu dan memastikan apakah benar merupakan kerangka manusia,” kata Nazar.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Daik yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya menerima laporan terkait penemuan tengkorak tersebut. Petugas saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian.

“Iya, kami menerima laporan dari warga dan sedang menuju tempat kejadian perkara. Informasi selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya singkat. (*)

Artikel Heboh, Tengkorak Diduga Kerangka Manusia Ditemukan di Bawah Rumah pertama kali tampil pada Kepri.

Spesialis Hipnotis yang Ditangkap di Batam Beraksi 10 Tahun di 6 Provinsi

0
Tomi Arianto, salah satu tersangka hipnotis lintas provinsi yang ditangkap jajaran Polsek Lubukbaja. F. Polsek Lubukbaja untuk Batam Pos

batampos – Tiga pelaku penipuan bermodus hipnotis yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Lubukbaja diketahui telah beraksi selama sekitar 10 tahun di enam provinsi di Indonesia. Ketiga pelaku masing-masing berinisial Tomi Arianto, Sri Firdaus, dan Joy Sky.

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas Ardianto, mengatakan para pelaku telah menjalankan aksinya di Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Kepulauan Riau.

“Sebelumnya para pelaku ini sudah beraksi di lima provinsi, dan terakhir melakukan aksinya di Batam,” ujar Noval, Minggu (1/2).

Baca Juga: Batam Jadi Episentrum Peringatan Bulan K3 Nasional Kepri 2026

Berdasarkan hasil pemeriksaan, modus penipuan tersebut telah dilakukan sejak 2016. Para pelaku berpindah-pindah daerah untuk menghilangkan jejak sekaligus mencari korban baru.

“Dari pengakuan salah satu pelaku, modus ini sudah dilakukan sejak 2016,” katanya.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban berinisial DL (42), seorang dokter, atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 14.15 WIB di kawasan Mall Grand Batam, tepatnya di salah satu restoran di lantai G.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai dan perhiasan emas dengan total kerugian mencapai sekitar Rp190 juta.

Sementara itu, Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie, menjelaskan bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura menawarkan pengobatan spiritual. Pelaku meyakinkan korban bahwa dirinya terkena santet atau guna-guna.

Baca Juga: Disnaker Batam Dorong Pembenahan K3 Usai Kebakaran Kapal di ASL Shipyard

“Untuk sementara, korban di Batam baru satu orang,” kata Deni.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 492 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun. (*)

Artikel Spesialis Hipnotis yang Ditangkap di Batam Beraksi 10 Tahun di 6 Provinsi pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Jadi Episentrum Peringatan Bulan K3 Nasional Kepri 2026

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipusatkan di Kota Batam. Sejumlah agenda besar disiapkan, mulai dari apel akbar hingga kegiatan jalan santai yang melibatkan pekerja dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya, mengatakan sebagian besar rangkaian kegiatan Bulan K3 akan digelar di Batam. Agenda utama diawali dengan apel akbar pada 5 Februari 2026 di kawasan Batamindo.

“Pada 5 Februari akan dilaksanakan apel akbar Bulan K3 di Batamindo. Seluruh pekerja, instansi terkait, serta perwakilan pemerintah provinsi akan hadir,” ujar Diky, Minggu (1/2).

Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru di Kepri dan FTZ Batam per 1 Februari 2026

Apel akbar tersebut menjadi momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan untuk memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya di kawasan industri. Tahun ini, peringatan Bulan K3 mengusung semangat profesionalisme yang andal dan kolaboratif dalam pelaksanaan K3.

Tema tersebut ditujukan untuk mendorong sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing. Implementasi K3 tidak hanya dipandang sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga bagian dari tata kelola industri modern.

Selain apel akbar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai pada Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini terbuka bagi pelaku usaha dan pekerja di Batam sebagai ajang kebersamaan memperingati Bulan K3 Nasional.

Baca Juga: Kemenag Batam Siapkan Aturan Zakat Fitrah dan Optimalisasi Pelayanan Masjid

Jalan santai akan dipusatkan di Lapangan Community Center (CC) Batamindo mulai pukul 06.00 WIB. Panitia juga menyiapkan senam bersama, pemeriksaan kesehatan, serta sejumlah kegiatan pendukung lainnya.

“Seluruh rangkaian kegiatan Bulan K3 tahun ini terpusat di Batam,” kata Diky.

Melalui peringatan Bulan K3 Nasional 2026, Disnakertrans Kepri berharap kesadaran dan penerapan K3 semakin mengakar di seluruh sektor usaha, khususnya di Batam sebagai kawasan industri strategis di Kepri. (*)

Artikel Batam Jadi Episentrum Peringatan Bulan K3 Nasional Kepri 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemenag Batam Siapkan Aturan Zakat Fitrah dan Optimalisasi Pelayanan Masjid

0
Ilustrasi Ramadan. (Freepik)

batampos – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mulai mematangkan berbagai persiapan, mulai dari penetapan zakat fitrah hingga penguatan peran masjid dalam pelayanan ibadah umat.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Amaliyah Ramadan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Batam, Sekupang. Rapat diikuti 67 peserta dari lintas lembaga, di antaranya jajaran Kemenag, Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), organisasi kemasyarakatan Islam, serta lembaga amil zakat (LAZ).

Rapat dipimpin Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Batam, Adamrin, mewakili Kepala Kantor Kemenag Batam. Ia menegaskan koordinasi lintas lembaga penting dilakukan sejak dini mengingat Batam memiliki keberagaman praktik ibadah.

Baca Juga: Dinas KUKM Batam Perkuat Pendampingan UMKM Lewat Pelatihan dan Perizinan

“Persiapan Ramadan harus dibahas bersama agar pelaksanaannya tertib dan kondusif. Perbedaan praktik ibadah di Batam perlu dikelola agar tetap harmonis,” ujar Adamrin, Minggu (1/2).

Selain agenda dakwah dan kegiatan amaliyah Ramadan, rapat juga membahas penetapan besaran zakat fitrah. Adamrin mengatakan, Kemenag Batam akan melakukan penghitungan ulang dengan menyesuaikan harga beras yang berlaku di pasaran.

“Zakat fitrah akan kita hitung berdasarkan harga beras tahun ini. Kami juga memantau harga emas untuk menentukan nisab zakat maal,” jelasnya.

Hasil rapat koordinasi tersebut akan menjadi acuan bagi masjid, musala, serta lembaga zakat dalam memberikan pelayanan keagamaan selama Ramadan.

Dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kota Batam KH Luqman Rifai menekankan pentingnya optimalisasi fungsi masjid, khususnya masjid yang dikelola pemerintah.

Baca Juga: Disnaker Batam Dorong Pembenahan K3 Usai Kebakaran Kapal di ASL Shipyard

“Masjid harus dimaksimalkan pelayanannya agar jemaah merasa nyaman. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat syiar Islam selama Ramadan,” katanya.

Ia menilai, keseragaman pelayanan dan kenyamanan jemaah akan membantu menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk dan tertib.

Rapat koordinasi turut dihadiri kepala KUA se-Kota Batam, kepala madrasah negeri dan swasta, pimpinan Baznas, NU, Muhammadiyah, serta perwakilan berbagai LAZ, seperti LAZ Hidayatullah, Rumah Zakat, dan DSNI Amanah.

Kemenag Batam optimistis, dengan sinergi lintas lembaga, pelaksanaan ibadah Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Batam dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi umat Muslim. (*)

Artikel Kemenag Batam Siapkan Aturan Zakat Fitrah dan Optimalisasi Pelayanan Masjid pertama kali tampil pada Metropolis.

Disnaker Batam Dorong Pembenahan K3 Usai Kebakaran Kapal di ASL Shipyard

0
Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto. F. M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Kebakaran kapal kosong di lingkungan PT ASL Shipyard menjadi peringatan serius bagi industri galangan kapal di Batam untuk memperketat pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama terhadap kapal-kapal tidak aktif yang berada di area galangan.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam menilai, meski insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak dikategorikan sebagai kecelakaan kerja, potensi risiko tetap harus menjadi perhatian utama seluruh perusahaan galangan.

Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, menjelaskan, kebakaran terjadi pada kapal yang telah lama tidak beroperasi dan dalam kondisi kosong selama sekitar lima tahun.

Baca Juga: Dinas KUKM Batam Perkuat Pendampingan UMKM Lewat Pelatihan dan Perizinan

“Tidak ada aktivitas pekerjaan dan tidak ada kru di kapal. Kapal juga dalam kondisi terkunci dan dijaga petugas keamanan. Namun kejadian ini tetap menjadi evaluasi penting dalam pengelolaan K3 di area galangan,” ujar Yudi, Minggu (1/2).

Berdasarkan hasil pengecekan lapangan, titik kebakaran berada di dek atas bagian tengah kapal. Asap hitam pekat yang sempat mengepul diketahui berasal dari material fender berbahan karet yang tersimpan di atas kapal.

“Material seperti ini berpotensi menghasilkan asap tebal jika terbakar. Ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan kapal tidak aktif dan penyimpanan material,” jelasnya.

Proses pemadaman api berlangsung sekitar satu jam dengan melibatkan tim internal PT ASL Shipyard serta dukungan pemerintah. Pemadaman dilakukan menggunakan gondola dan air laut untuk menjangkau titik api di bagian atas kapal.

Setelah api dipastikan padam, dilakukan pengecekan lanjutan ke dalam kapal atas izin pemilik kapal. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi internal oleh manajemen PT ASL Shipyard.

Dalam pertemuan dengan Disnaker, manajemen ASL Shipyard juga menyampaikan komitmen melakukan pembenahan internal, termasuk pergantian tim Health, Safety, and Environment (HSE). Saat ini, posisi manajer HSE dijabat oleh Zulkarnaen.

Baca Juga: BNNP Kepri Tegaskan Tak Ada WNA Positif Narkotika dalam Razia THM Batam

Yudi menegaskan, meskipun kewenangan pengawasan K3 berada di pemerintah provinsi, Disnaker Kota Batam tetap berperan aktif dalam pembinaan ketenagakerjaan, khususnya di kawasan industri dan galangan kapal.

“Batam adalah kawasan industri. Setiap kejadian seperti ini pasti menjadi perhatian publik dan pemerintah daerah. Karena itu, pembinaan dan koordinasi tidak boleh diabaikan,” katanya.

Disnaker mendorong perusahaan galangan dan subkontraktor untuk lebih serius melakukan pemetaan risiko, khususnya terhadap kapal mangkrak, penyimpanan material, serta sistem pengamanan di area kerja.

“Pencegahan adalah kunci. Jangan menunggu ada korban baru bertindak,” tegas Yudi.

Selain aspek K3, Disnaker juga mengingatkan perusahaan agar tetap mengutamakan tenaga kerja lokal serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan di Kota Batam.

“Peristiwa ini harus menjadi alarm bersama agar standar keselamatan benar-benar diterapkan secara konsisten,” pungkasnya. (*)

Artikel Disnaker Batam Dorong Pembenahan K3 Usai Kebakaran Kapal di ASL Shipyard pertama kali tampil pada Metropolis.

Kominfo Anambas Tekankan Anti Plagiat, Pers Award Disiapkan untuk Wartawan Berprestasi

0
Asisten II, Yessy Ariessandy didampingi Kadiskominfo, Abdul Kadir foto bersama dengan wartawan usai Coffe Morning. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pengawas kebijakan publik. Profesionalisme jurnalistik, termasuk komitmen terhadap anti plagiarisme, menjadi perhatian serius dalam menjaga kualitas informasi di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten II Pemkab Kepulauan Anambas Yessy Ariessandy usai kegiatan coffee morning bersama wartawan yang digelar Minggu (1/2).

Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum diskusi antara pemerintah daerah dan insan pers di Anambas untuk memperkuat komunikasi serta sinergi penyampaian informasi kepada masyarakat.

Baca Juga: Peringatan HPN 2026 Anambas Pindah ke Jemaja, Ada Skuter Listrik Gratis

Yessy mengatakan, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kualitas pemberitaan agar publik memperoleh informasi yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Media adalah mitra penting pemerintah. Perannya sangat menentukan bagaimana masyarakat memahami kinerja pemerintah, sehingga komunikasi harus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebebasan pers harus sejalan dengan tanggung jawab, terutama dalam menyajikan berita yang berimbang dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Menurut Yessy, pemberitaan yang baik tidak hanya menyoroti sisi negatif, tetapi juga mampu menyampaikan informasi positif yang membangun tanpa mengabaikan fakta.

“Pemberitaan harus berimbang, sesuai kode etik Dewan Pers, tidak menghakimi, dan tetap menjunjung profesionalisme,” tegasnya.

Baca Juga: Jaksa Terima Tahap Dua Kasus Pembunuhan Pegawai Imigrasi di Anambas

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Anambas Abdul Kadir mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk menggelar Pers Award sebagai bentuk apresiasi bagi wartawan berprestasi.

Penghargaan tersebut dirancang untuk diberikan kepada wartawan yang dinilai konsisten, profesional, dan patuh terhadap kaidah jurnalistik.

“Pers Award ini kami siapkan sebagai bentuk penghargaan bagi wartawan yang benar-benar menjalankan tugas jurnalistik dengan baik dan bertanggung jawab,” kata Abdul Kadir.

Ia juga menekankan pentingnya menjauhi praktik copy paste dan plagiarisme dalam pemberitaan. Menurutnya, masih ditemukan wartawan yang tidak melakukan peliputan langsung, melainkan menyalin berita pihak lain.

“Ini yang harus kita hilangkan. Wartawan harus turun ke lapangan, bukan hanya menyalin berita orang lain. Profesionalisme diukur dari kerja nyata, bukan hasil plagiat,” tegasnya.

Abdul Kadir berharap insan pers di Anambas ke depan semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjadi pilar informasi yang kredibel bagi masyarakat. (*)

Artikel Kominfo Anambas Tekankan Anti Plagiat, Pers Award Disiapkan untuk Wartawan Berprestasi pertama kali tampil pada Kepri.

Karung Berisi Minyak Hitam Terdampar di Pantai Trikora 4 Bintan

0
Karung berisikan minyak hitam terdampar di Pantai Trikora 4, Bintan. F. Kiriman Rizal untuk Batam Pos

batampos – Sejumlah karung berisi minyak hitam ditemukan terdampar di pesisir Pantai Trikora 4, Jalan Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Temuan tersebut pertama kali diketahui pengunjung pantai pada Sabtu (31/1/2026). Karung-karung tersebut terlihat tersebar di bibir pantai hingga mengapung di perairan sekitar.

Salah seorang pengunjung Pantai Trikora 4, Rizal, mengatakan karung berisi minyak hitam itu ditemukan dalam jumlah cukup banyak.

Baca Juga: Perbaikan Stadion Megat Alang Perkasa Bintan Butuh Rp1,1 Miliar, Atap Jadi Prioritas

“Barangnya di dalam karung goni. Jumlahnya banyak, bukan hanya di pantai, tapi juga terlihat di laut,” ujarnya.

Rizal menyebutkan, saat karung ditekan, terlihat cairan hitam keluar dari sela-sela goni. Cairan tersebut diduga merupakan minyak bekas kapal.

“Belum bocor sepenuhnya. Tapi kalau ditekan keluar minyak hitam,” katanya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan ada solusi konkret untuk mengatasi persoalan pencemaran laut tersebut.

“Kejadian seperti ini hampir setiap tahun. Harapannya ada solusi supaya tidak terulang lagi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hudi, seorang nelayan setempat. Ia mengaku sempat melihat minyak hitam mengapung di laut saat melaut pada Rabu (28/1/2026) lalu.

Minyak tersebut awalnya diperkirakan akan terbawa arus ke pesisir Pantai Pengudang, Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong.

“Awalnya kami kira sampai ke Pengudang, ternyata limbahnya ke Trikora,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan Niken Wulandari mengatakan pihaknya telah melaporkan temuan tumpahan minyak hitam tersebut kepada Gubernur Kepulauan Riau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri.

Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, melalui Direktur Pencemaran Laut.

Baca Juga: PWI Bintan Tuntaskan Bedah Rumah di Momentum HPN 2026, Ini Penampakannya

“Secara resmi kami sudah menyampaikan laporan dan memohon arahan,” kata Niken.

Ia menjelaskan, kewenangan pengelolaan wilayah laut berada di tingkat provinsi, sementara penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Niken menambahkan, tim penanganan tumpahan minyak hitam telah dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur tahun 2018.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tim untuk meninjau lokasi serta menghitung kebutuhan sarana dan prasarana pembersihan. Rencananya dilakukan pada Senin (2/2/2026),” ujarnya. (*)

Artikel Karung Berisi Minyak Hitam Terdampar di Pantai Trikora 4 Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

BNNP Kepri Tegaskan Tak Ada WNA Positif Narkotika dalam Razia THM Batam

0
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri, Kombes Pol. Nestor N. Simanihuru. F. Istimewa

batampos – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau menegaskan tidak ada warga negara asing (WNA) yang dinyatakan positif narkotika dalam razia di salah satu tempat hiburan malam (THM) di kawasan Lubuk Baja, Batam.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri Kombes Pol Nestor N. Simanihuruk mengatakan, dari hasil tes urine dalam razia tersebut, petugas hanya mendapati lima warga negara Indonesia (WNI) yang positif narkotika.

“Memang ada yang positif, tapi bukan WNA. Seluruhnya WNI. Untuk WNA yang ada di lokasi, hasil tes urinenya negatif,” tegas Nestor.

Baca Juga: Dinas KUKM Batam Perkuat Pendampingan UMKM Lewat Pelatihan dan Perizinan

Razia digelar pada 17 Januari 2026 dan melibatkan sejumlah instansi terkait. Dalam operasi itu, seluruh pengunjung THM diwajibkan menjalani tes urine tanpa pengecualian.

Menurut Nestor, di lokasi terdapat sejumlah WNA yang turut diperiksa. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada satu pun WNA yang positif narkotika.

“Semua pengunjung diperiksa. Ada WNA di lokasi, tapi hasil tes mereka negatif,” ujarnya.

Terkait lima WNI yang dinyatakan positif, Nestor menyebutkan saat ini mereka menjalani program rehabilitasi sesuai ketentuan perundang-undangan sebagai bagian dari upaya pemulihan.

“Mereka menjalani rehabilitasi untuk proses pemulihan,” katanya.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan salah satu media asing yang menyebutkan adanya empat warga negara Singapura yang diklaim terjaring dan positif narkotika dalam operasi gabungan di Batam.

Baca Juga: Bidik Investor Singapura, Batam Jadi Pusat Eksekusi Investasi Tercepat di Asia Tenggara

Dalam pemberitaan itu disebutkan, operasi antinarkotika di sebuah tempat hiburan di Batam melibatkan Central Narcotics Bureau (CNB) Singapura bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia, dengan pemeriksaan terhadap lebih dari 100 orang.

CNB dan BNN, dalam rilis bersama pada 30 Januari, menyatakan razia 17 Januari merupakan bagian dari upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika lintas negara dengan melibatkan Polri, TNI, Imigrasi, serta Bea dan Cukai.

Namun BNNP Kepri menegaskan, informasi mengenai adanya WNA, termasuk warga Singapura, yang dinyatakan positif narkotika tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan di lapangan.

“Yang positif hanya WNI. Tidak ada WNA yang positif narkotika,” tutup Nestor. (*)

Artikel BNNP Kepri Tegaskan Tak Ada WNA Positif Narkotika dalam Razia THM Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Sambut Imlek, Vihara Dharma Shanti Tanjunguban Bagi 1.360 Paket Sembako

0
Anak-anak muda dari Patria turut membantu membawakan paket sembako yang diterima warga saat kegiatan bakti sosial di Vihara Dharma Shanti Tanjunguban, Bintan, Minggu (1/2/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Vihara Dharma Shanti Tanjunguban, Kabupaten Bintan, membagikan 1.360 paket sembako kepada masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Kegiatan bakti sosial ini menjadi wujud kepedulian sekaligus penguatan nilai toleransi antarumat beragama.

Jumlah penerima bantuan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.300 orang. Paket sembako yang dibagikan berisi beras, mi instan, minyak goreng, roti, dan gula.

Bantuan diberikan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, ras, maupun suku. Salah seorang penerima, Triana Sinaga, mengaku bersyukur atas kepedulian pihak vihara.

Baca Juga: Perbaikan Stadion Megat Alang Perkasa Bintan Butuh Rp1,1 Miliar, Atap Jadi Prioritas

“Saya salut dengan kegiatan ini karena tidak melihat perbedaan agama, ras, atau suku. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Pemuda Theravada Indonesia (Patria). Para relawan membantu mendistribusikan paket sembako, khususnya kepada warga lanjut usia.

“Peran kami membantu membawakan sembako agar meringankan warga, terutama para lansia,” kata Rios, perwakilan Patria.

Camat Bintan Utara Helmi Setyawati mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan Vihara Dharma Shanti. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan kepedulian sosial dan toleransi di tengah masyarakat.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat,” katanya.

Baca Juga: DPRD Kepri Soroti Jalan Rusak Parah dan Akses Terisolasi di Lingga

Ketua Panitia Bakti Sosial, Anthonie Han, mengatakan, kegiatan berbagi sembako merupakan agenda rutin vihara setiap menyambut Tahun Baru Imlek. Awalnya, kegiatan ini ditujukan untuk membantu umat Buddha yang kurang mampu.

“Seiring waktu, penerima bantuan berkembang dari berbagai latar belakang. Kami tidak membeda-bedakan,” ujarnya.

Anthonie menambahkan, meski kondisi ekonomi saat ini cukup menantang, dukungan dari para donatur tetap terjaga.

“Dalam ajaran Buddha, kebajikan adalah hal utama. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kami untuk terus berbuat kebaikan,” pungkasnya. (*)

Artikel Sambut Imlek, Vihara Dharma Shanti Tanjunguban Bagi 1.360 Paket Sembako pertama kali tampil pada Kepri.

Dinas KUKM Batam Perkuat Pendampingan UMKM Lewat Pelatihan dan Perizinan

0
Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, membuka secara resmi Jungle Culinary Festival yang digelar oleh Queen Production di Nagoya Hill Shopping Mall, Kamis (30/1). F. Rengga Yuliandra/Batam Pos

batampos – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUKM) Kota Batam memperkuat pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan, bimbingan teknis, serta fasilitasi perizinan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan agar UMKM di Batam tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh lebih tertata dan berdaya saing. Pendampingan diberikan sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing pelaku usaha.

Kepala Dinas KUKM Batam Salim mengatakan, pendekatan pembinaan dilakukan secara bertahap karena kondisi dan kebutuhan UMKM berbeda-beda.

Baca Juga: Bidik Investor Singapura, Batam Jadi Pusat Eksekusi Investasi Tercepat di Asia Tenggara

“Tidak semua UMKM berada di tahap yang sama. Ada yang baru mulai, ada yang sudah berjalan. Pendampingan kami sesuaikan agar pelaku usaha lebih percaya diri mengembangkan usahanya,” ujar Salim.

Sepanjang 2025, lebih dari 200 pelaku UMKM telah mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis yang difasilitasi Dinas KUKM Batam. Materi pembinaan meliputi pengembangan usaha, pengelolaan produk, hingga pemenuhan perizinan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal.

Menurut Salim, kelengkapan perizinan menjadi pintu awal bagi UMKM untuk memperluas akses pasar dan peluang kerja sama.

“Dengan legalitas yang lengkap, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain pembinaan, Dinas KUKM Batam juga membuka akses permodalan. Bagi usaha mikro, tersedia bantuan modal hingga Rp20 juta tanpa bunga dan tanpa agunan. Sementara UMKM yang telah berkembang dapat mengakses pembiayaan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan UPTD Dana Bergulir.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru di Kepri dan FTZ Batam per 1 Februari 2026

PLUT Batam juga dimanfaatkan sebagai ruang pendampingan dan pengembangan kapasitas UMKM. Di fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh layanan konsultasi usaha, desain dan cetak kemasan, hingga etalase produk.

Dinas KUKM Batam juga rutin memfasilitasi UMKM dalam berbagai pameran dan bazar untuk memperluas promosi produk lokal.

Saat ini, tercatat 2.375 UMKM binaan dari sekitar 40 ribu UMKM yang ada di Kota Batam. Pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Harapannya, usaha yang dirintis masyarakat bisa tumbuh bertahap, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi keluarga,” pungkas Salim. (*)

Artikel Dinas KUKM Batam Perkuat Pendampingan UMKM Lewat Pelatihan dan Perizinan pertama kali tampil pada Metropolis.