Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2843

75 Orang di Bintan Ikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal

0
Plt Bupati Bintan, Ahdi Muqsith membuka pelatihan juru sembelih halal di Bintan pada Kamis (10/10/2024). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Sebanyak 75 orang mengikuti pelatihan juru sembelih halal di Bintan pada Kamis (10/10/2024).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Sri Heny Utami menyampaikan, 75 orang yang mengikuti pelatihan juru sembelih halal berasal dari 9 kecamatan di Bintan. Mereka menerima rekomendasi dari kepala kantor urusan agama di masing-masing kecamatan.

BACA JUGA: Lawatan Kerja ke Australia, BP Bintan Tawarkan Industri Halal ke Investor Asing

Dia mengatakan, pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan jaminan keamanan pangan khususnya terhadap produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal.

Plt Bupati Bintan, Ahdi Muqsith yang membuka pelatihan berharap juru sembelih halal yang mengikuti pelatihan dapat memberi manfaat dalam mewujudkan produk pangan yang aman, sehat, utuh dan halal.

Menurutnya, juru sembelih halal merupakan profesi yang mulia. Juru sembelih halal bukan hanya menegakkan nilai syariat agama, tetapi juga menghasilkan produk pangan berupa daging ayam maupun sapi yang halal dan kaya protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dia menambahkan, bukan hanya rumah potongnya saja yang wajib halal, tetapi pemotongnya juga harus dilakukan oleh juru sembelih halal.

“Mudah-mudahan pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan peserta sehingga semakin menyiarkan tentang pentingnya produk pangan yang halal dan dapat juga menjelaskan bagaimana proses penyembelihan yang halal,” harapnya. (*)

Reporter: Slamet

Hilirisasi Kurangi Ketergantungan pada Fluktuasi Harga Komoditas

0
PRESIDEN Joko Widodo saat meresmikan peletakan batu pertama groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menajdi DME di kawasan industri Muara Enim, Sumatra Selatan, Senin (24/1/2022), lalu. F. SETKAB.GO.ID

batampos – Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi nasional ke level 6–8 persen. Salah satu upayanya, pemerintah menetapkan kebijakan pengembangan 10 industri prioritas. Di antaranya industri agro.

Pengembangan tersebut antara lain dilakukan melalui strategi hilirisasi yang ditujukan untuk memperdalam struktur industri dari hulu ke hilir. Serta didasarkan pada ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.

Salah satu komoditas yang berhasil dioptimalkan potensi ekonominya melalui hilirisasi adalah kelapa sawit. Pada komoditas kelapa sawit, perkembangan jenis produk turunan yang dapat dihasilkan oleh industri dalam negeri meningkat dari 48 jenis pada 2011 menjadi sekitar 200 jenis pada 2024.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, hal itu tentu meningkatkan kompleksitas produk nasional secara signifikan. ”Di samping itu, Indonesia juga tercatat sebagai negara pertama yang mengimplementasikan B30 di dunia dan akan terus kita tingkatkan menjadi B40. Bahkan, kita harapkan dapat mencapai B100 di masa yang akan datang,” ujarnya, Kamis (10/10).

Pernyataan Agus tersebut sekaligus menanggapi Chief Economist Bank Dunia untuk Kawasan Asia Pasifik Aaditya Mattoo yang mengatakan bahwa dinamika kondisi ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada fluktuasi siklus harga komoditas dunia, khususnya batu bara dan minyak kelapa sawit.

Menperin menjelaskan, ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak kelapa sawit tidak terlalu besar karena hi-lirisasi di sektor kelapa sawit sudah dalam sekali. Fluktuasi harga komoditas memang berpengaruh, tapi tidak terlalu signifikan.

Mattoo juga menyampaikan, kebijakan restriksi impor yang masih cukup ketat untuk beberapa komoditas dan produk mengakibatkan sektor manufaktur belum cukup kuat untuk menopang perekonomian Indonesia di saat siklus harga komoditas melandai.

”Restriksi impor diterapkan sebagai affirmative action untuk melindungi industri dalam negeri. Restriksi impor tidak melulu salah, tapi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah RI adalah pengetatan impor untuk barang-barang jadi,” tegasnya.

Selain melindungi industri dalam negeri, pengetatan impor diharapkan meningkatkan kinerja manufaktur dan menopang perekonomian Indonesia.

”Negara lain saja semakin memperketat masuknya produk-produk nega-ra lain, masa kita malah melonggarkannya,” urai Agus.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Perdagangan Kadin Indonesia Juan Permata Adoe menegaskan, dibutuhkan dukungan sejumlah kebijakan. Di antaranya kepastian iklim investasi terkait sinkronisasi kebijakan antar lembaga hingga dukungan kebijakan fiskal serta kebijakan terkait ekspor dan impor.

”Ini sangat penting jika ingin mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” ujar Juan. (*)

Kisah Lenny, Pengajar PAUD Kenangan di TPA Punggur

0
Suasana belajar mengajar di PAUD Kenangan, Teluk Waheng, Kamis (10/10).
F. Tia Cahya Nurani untuk Batam Pos

Berawal dari rasa iba, melihat anak-anak yang tinggal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, harus membantu orangtuanya memulung di tumpukan sampah. Membuat hati Lenny tergerak, untuk mengajar mereka mengenal huruf.

Kamis (10/10), Batam Pos mendatangi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang berlokasi di Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sebagian orang hanya mengetahui TPA Punggur adalah tempat pembuangan akhir sampah Kota Batam.
Tetapi, sebagian lahan di sana terdapat permukiman penduduk. Kali ini, Batam Pos mengunjungi PAUD, yang berada di tengah-tengah permukiman warga tersebut.

Akses jalan menuju PAUD terbilang sulit, karena harus melalui jalanan tanah yang penuh lubang, terlebih pascaturun hujan, jalan menjadi berlumpur. Setelah naik turun, koran ini tiba di PAUD yang berada di belakang rumah warga.

Sekolah ini dikenal dengan nama PAUD Kenangan, yang berlokasi di Teluk Waheng. Sekolah ini berdiri di atas tanah dua kaveling seluas 14 x 20 meter. Dindingnya dipenuhi lukisan mural warna-warni.

Saat itu, terlihat anak-anak tengah asyik belajar.

Batam Pos menemui Ihat Solihat, 64, Kepala Sekolah di PAUD tersebut, dan Lenny Marlina, 47, pengajar sekaligus penggagas berdirinya PAUD tersebut.

”Saya kasihan lihat anak-anak di sini harus ikut orangtuanya mulung di tumpukan sampah,” tutur Lenny mengawali cerita.

Sebelumnya, Lenny tinggal di Sengkuang, kemudian pindah ke Punggur. Ikut sang suami setelah menikah di 2004. Lenny menyampaikan bahwa dirinya terpanggil untuk mengajar dan mendirikan PAUD atas dasar gerakan hati dan kemanusiaan.

Lenny tidak ingin anak-anak yang tinggal di TPA direndahkan orang di luar. ”Bahkan anak saya sendiri pernah dibilang sama kawannya, kok anak TPA sekolah,” ujar Lenny menyampaikan pengalaman pribadinya.

Sebelum berdiri bangunan PAUD, Lenny mengajar anak-anak baca tulis di masjid, secara sukarela, dan terbuka untuk umum pada 2013. Kemudian setelah berjalan selama beberapa tahun, pihaknya mendapat bantuan dari Yayasan Dunia Viva Wanita.

Yayasan tersebut mendirikan bangunan PAUD Kenangan ini pada 2017, dan diresmikan di 2018. ”Awalnya saya kumpulkan satu-satu anak supaya mau belajar, saya izin ke orangtuanya,” ucap Lenny mengingat awal-awal perjuangannya.

Dan yang membuat Lenny bangga, anak-anak di TPA ini tidak kalah juga pintarnya dengan anak di luar. Lenny mengatakan ada beberapa anak yang dulunya bersekolah di sini, sekarang selalu mendapatkan juara umum saat bersekolah di luar.

PAUD Kenangan memiliki jadwal belajar dari Senin hingga Jumat, mulai pukul 07.30-11.00 WIB. Lenny dibantu satu pengajar bernama Fitri Yani, 25, dan untuk Kepala Sekolah Ihat Solihat juga membantu mengajar setiap Jumat, yaitu siraman rohani, seperti praktik salat, dan hafalan surah pendek.

Total PAUD Kenangan mmemiliki jumlah siswa sebanyak 30 anak di tahun ini. Hebatnya, SPP baru diterapkan setelah satu tahun berjalan bangunan sekolah berdiri. Itu pun tidak dipaksa, dengan nominal Rp50 ribu per siswa setiap bulannya.

”Kadang satu bulan cuma lima anak yang membayar. Kalau kita paksa membayar, nanti justru malah tak masuk,” imbuh Lenny.

Lenny dan Ihat berharap, agar PAUD Kenangan Teluk Waheng ini bisa lebih maju lagi. Kedua pegiat pendidikan usia dini ini sangat bersyukur dan berterima kasih apabila ada pihak luar yang ingin membantu dan berkunjung.

”Intinya anak TPA jangan sampai terbelakang, dan jangan sampai buta huruf,” ucap Lenny.

”Semoga tulisan tentang PAUD Kenangan bisa dibaca banyak orang, sehingga orang-orang jadi tau ternyata di dalam TPA ada sekolah,” ucap Ihat menimpali. (*)

 

Reporter: TIA CAHYA NURANI

Suzuki Baleno Pilihan Keluarga Muda

0
Suzuki Baleno dan Head Uniit Suzuki Baleno. (Suzuki)

batampos – Selain menawarkan kelegaan ruang kabin serta area penyimpanan Suzuki Baleno juga sanggup membawa stroller, atau barang bawaan. Ditambah kelengkapan perangkat safety maupun hiburan berfitur tepat serta dibutuhkan oleh pengendara hingga penumpang.

Berdasarkan hasil survei kebutuhan pengguna, membawa Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan kendaraan hatchback menjadi favorit saat ini.

“Keluarga muda menjadi salah satu target riset kami, di mana mayoritas mereka mengingin­kan kendaraan bukan hanya fungsional, tetapi juga mencerminkan gaya hidup dinamis. Bagaimana menghadirkan mobil berukuran kompak namun tetap terasa lega, akomodatif serta dilengkapi sistem keselamatan yang baik, ditambah kecanggihan pada perangkat hiburan audiovisual. Muncul lah Baleno sebagai jawaban paling ideal sesuai hasil penelitian pasar tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, setiap bagian Suzuki Baleno mampu memberikan kesenangan bagi setiap anggota keluarga. Bagi pengendara mobil hatchback, performa maupun akselerasi responsif merupakan bahan pertimbangan agar dapat bermobilitas secara ringan dan bersemangat.
Melalui dapur pacu berkapasitas 1.500 cc, kepadatan tenaga sebesar 104,6 PS/6.000 RPM beserta torsi 138 Nm/4.400 RPM dapat dirasakan setiap kali dibutuhkan. Ketika ingin berkendara santai, mesin ini juga dapat memberikan efisiensi terbaik untuk mencapai kehematan konsumsi bahan bakar.

Bagi penumpang yang tidak ingin bosan diperjalanan, terdapat perangkat head unit touchscreen 9-inch dilengkapi fitur konektivitas ke gawai pintar melalui Android Auto ataupun Apple Carplay sebagai cara menikmati hiburan bersama-sama di dalam mobil Suzuki.

”Sang anak dapat tenang menonton film favorit atau mendengarkan musik kesukaan mereka, sementara orang tua tetap terhubung dengan sistem navigasi atau menjawab panggilan tanpa menganggu konsentrasi mengemudi,” ujarnya.

Aspek keselamatan pada Suzuki Baleno juga menjadi prioritas melalui adanya 6 Airbags mulai bagian depan, samping hingga penumpang belakang. Pengendalian dalam kondisi tertentu pun dijaga agar tetap stabil oleh Electronic Stability Program (ESP) di mana teknologi tersebut bekerja bersama sistem Antilock Brake System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD) serta Brake Assist (BA).

Pandangan saat bermanuver di jalur sempit ataupun ketika parkir ikut terbantu dengan kecanggihan 360 Camera guna memberikan visibilitas pada sisi yang sulit dilihat.

“Meski hatchback identik sebagai mobil perkotaan, namun rasa berkendara Baleno diakui para pelanggan kami sangat mumpuni untuk digunakan ketika perjalanan jauh,’’ ujar Harold.

‘‘Bagi keluarga muda, mereka masih sering bepergian bersama-sama dengan membawa keperluan secukupnya sambil menikmati aktivitas seru dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Kehadiran Suzuki sebagai brand ternama dan berkualitas di Indonesia turut memperkuat eksistensi Baleno menjadi pilihan bertitel value-for-money terbaik,” tutup Harold. (*)

Polibatam dan DJP Kepri Luncurkan BDS

0
F Polibatam UMKM Jumat 11 Oktober 2024 1 scaled
Mahasiswa dan dosen Polibatam, staf Kanwil DJP Kepri, pelaku UMKM di Batam berfoto bersama saat pelaksanaan Business Development Service (BDS) di kantor DJP Kepri, Rabu (5/6/2024). F Polibatam

batampos – Koordinator Kegiatan Pengabdian Politeknik Negeri Batam (Polibatam) Riri Zelmiyanti, S.E., M.Sc., Ak, CA menyebutkan, Polibatam bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan pembinaan dan pengawasan bagi wajib pajak melalui program Business Development Service (BDS).

BACA JUGA: Mahasiswa Polibatam Produksi Film Animasi Ficusia

Program ini memberikan bimbingan terkait pelaporan keuangan dan pelaporan pajak. Dalam kegiatan ini, juga bekerjasama dengan UMKM di Batam.

BACA JUGA: Bambang Hendrawan Pimpin Polibatam

”Kegiatan diikuti sekitar 17 UMKM dan 50 mahasiswa didampingi secara langsung relawan ahli dari staf pengajar profesional jurusan Manajemen Bisnis Polibatam dan staf DJP Kepri, di Kota Batam, mulai Rabu (5/6/20245) sampai November 2024,” sebut Riri Zelmiyanti.

BACA JUGA: Tim Robot Polibatam Juara 3, Kalahkan Cina

Ketua Jurusan Manajemen Bisnis Polibatam, Arniati, SE., MSi., Ak, CPA, CA., PhD mengatakan, metode yang dilaksanakan dalam pengabdian ini yaitu melalui sosialisasi serta pendampingan (praktik) terkait pembukuan, pencatatan, perhitungan dan pelaporan pajak oleh Wajib Pajak UMKM secara langsung terhadap UMKM binaan Al Ahmadi Entrepreneur Center di Batam. Metode ini dilakukan secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kesadaran, keterikatan, dan kepatuhan terhadap pajak bagi UMKM di Kota Batam.

BACA JUGA: 123 Mahasiswa se-Nusantara Hadir di Polibatam

Diakui Arniati, sebagai lembaga pendidikan yang memiliki Program Studi (Prodi) Akuntansi, Akuntansi Manajerial, Logistik Perdagangan Internasional dan administrasi Bisnis Terapan merasa terpanggil ikut membantu pemerintah dan UMKM yang ada di sekitar Polibatam.

Disebutkan Arniati, tumbuhnya UMKM turut menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan kesempatan kerja yang tinggi serta pendistribusian pendapatan masyarakat guna pemerataan ekonomi. Peran penting UMKM tersebut dibuktikan dengan kontribusinya terhadap PDB yang mencapai 60,5 persen serta serapan tenaga kerja mencapai 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional. (*)

Ubah KTP Tak Perlu Lagi Datang ke Kelurahan

0
ktp digital
Suasana pelayanan pengurusan dokumen di Disdukcapil Batam. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, tercatat akan mengakhiri masa jabatannya pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang.

Anas tercatat sudah dua tahun menjabat sebagai Menteri PANRB. Terhitung sejak 7 September 2022 saat dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, untuk menggantikan Tjahjo Kumolo yang wafat pada Juli 2024.

Dengan pengalaman yang telah ditorehkannya itu, Anas membeberkan sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) yang perlu dituntaskan oleh Menteri PANRB di kabinet Presiden terpilih, Prabowo Subianto mendatang. PR tersebut meliputi, perbaikan tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM), transformasi manajemen ASN, dan transformasi digital.

”Melanjutkan perbaikan tata kelola SDM dan transformasi manajemen ASN yang baru saja kita beresin di UU ASN dan menurut saya yang paling di depan mata adalah transformasi digital untuk administrasi pemerintah, karena itu mendesak,” kata Anas saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/10).

Dari sisi perbaikan tata kelola SDM, Anas memastikan hal itu perlu terus dibenahi. Salah satunya, didorong oleh tren perusahaan swasta yang saat ini justru mengurangi orang dan kantor, hingga bekerja lebih cepat.

”Karena kalau enggak, nanti biayanya tinggi, jumlah orang nambah, kantor nambah. Sementara tren di perusahaan swasta ngurangi orang, ngurangi kantor, pekerjaan lebih cepat,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menitip pesan agar Menteri PANRB ke depan dapat menjadikan transformasi digital sebagai pencapaian yang harus diraih dari program 100 hari kerja.

Bahkan Anas berharap, dalam 100 hari kerja Menteri PANRB mendatang, bisa berhasil melakukan transformasi digital. Salah satunya dibuktikan dengan kemudahan masyarakat dalam mengubah data Kartu Tanda Penduduk (KTP).

”Dan ini sudah di depan mata, karena track-nya sudah mulai kelihatan. Kalau itu jalan mungkin program 100 hari yang mungkin dirasakan publik adalah transformasi digitalisasi. Contohnya, transformasi digital apa? Mengubah data KTP tidak perlu datang ke kelurahan, cukup pakai ini (HP),” pungkasnya. (*)

Amsakar Achmad: Daya Juang Timnas Indonesia Luar Biasa, Kami Bangga Meski Hasil Imbang

0
c4d89b87 1aa3 477b 86ca f9285c17ae9a
Calon Walikota Batam Amsakar Achmad Nobar Timnas Indonesia di fasum Perumahan Bukit Palem Permai, Batamcenter. F. Dokumentasi Tim Amsakar Achmad

batampos– Wakil Walikota Batam dua periode, Amsakar Achmad nonton bareng (nobar) pertandingan Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhadapan dengan Bahrain dalam pertandingan ketiga Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bersama warga di fasum Perumahan Bukit Palem Permai, Kamis (10/10) malam.

Meski sempat unggul hingga 90 menit waktu normal, Timnas harus puas membawa satu poin dari Bahrain. Hingga laga usai, pertandingan yang digelar di Bahrain National Stadium, Riffa tersebut berakhir dengan skor 2-2.

BACA JUGA: Safari Maulid di Kediaman Amsakar, Warga NU Doakan Kelancaran Pilkada Batam 2024

Dua gol Timnas Indonesia dicetak oleh Ragnar Oratmangoen pada tambahan waktu babak pertama, pada menit 45+3 dan Rafael Struick pada babak kedua menit ke 74.

Awalnya Timnas Indonesia tertinggal, gol Tim Bahrain dicetak Mohamed Marhoon pada menit ke-15. Jelang babak pertama berakhir, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan.

“Saya apresiasi dan dukung penuh daya juang Timnas kita luar biasa. Menit-menit terakhir (babak pertama) bukannya patah semangat namun memberikan kejutan kepada lawan,” kata Amsakar.

Penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick sukses membawa Timnas Indonesia berbalik unggul dan memimpin pertandingan pada menit ke-74.

“Babak kedua, kita lantas memimpin. Ini penanda permainan timnas kebanggaan semakin hari semakin membanggakan,” imbuhnya.

Namun sayang, hasil akhir pertandingan begitu dramatis dan kontroversial, Indonesia kebobolan di menit akhir tambahan waktu babak kedua lewat gol Bahrain melalui Mohamed Marhoon,

“Jadi apapun hasilnya, kami selalu bangga dengan Timnas Indonesia. Permainan dan daya juang begitu luar biasa,” tutupnya. (*/adv)

Reporter: Azis

Maling Uang Infak Masjid Terus Terjadi di Tanjungpinang

0
Suwandi saat menunjukan kotak infak Masjid Nur Arridwan Tanjungpinang yang telah dibobol oleh pelaku, Kamis (10/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Aksi pencurian uang infak terus terjadi di masjid yang ada di Kota Tanjungpinang, Kepri. Kali ini, Majid Nur Arridwan yang terletak di Jalan Sidorejo, Kelurahan Sei Jang Tanjungpinang menjadi target pelaku, yang diduga merupakan seorang pria.

Aksi pencurian itu diketahui terjadi pada Rabu (9/10) sekitar 03.00 WIB dinihari. Dengan mengenakan baju putih, pelaku masuk ke dalam masjid lewat salah satu ventilasi jendela yang tidak terkunci.

BACA JUGA: Sering Dicuri, Uang Infak Masjid Diminta Dihitung 2 Kali Sehari

“Saya taunya waktu salat zuhur. Gembok kotak infak besi yang menempel di dinding sudah rusak. Saya lihat isinya sudah kosong,” kata Suwandi, Ketua RT setempat, Kamis (10/10).

Setelah berhasil masuk ke dalam masjid, pelaku langsung menutup wajahnya menggunakan baju yang ia pakai. Ia berjalan menempeli dinding, seakan-akan mengetahui tiga titik CCTV yang menyorot ke arah kotak infak masjid.

Setelah berada di dekat kotak infak, pelaku langsung merusak gembok dengan menggunakan ujung pengait gantungan pakaian. Uang sumbangan para jemaah langsung dibawa kabur oleh pelaku.

“Memang jumlahnya tidak banyak, paling dibawah Rp500 ribuan saja. Tapi ini sangat meresahkan, karena sayang juga uang itu dicuri,” tambahnya.

Pembobolan dan pencurian uang kotak infak itu bukanlah pertama kali terjadi di Masjid Nur Arridwan. Tidak lama ini, kotak infak berbahan kaca masjid tersebut juga dibobol dengan cara dipecahkan tutup kaca kotak infak tersebut.

Menurut Suwandi, pencuri yang beraksi di Masjid Nur Arridwan merupakan pelaku yang juga beraksi di beberapa masjid yang ada di Tanjungpinang. Pelaku, kata dia ada sebanyak dua orang dan memiliki peran masing-masing.

“Satu orang masuk ke dalam masjid. Satu orang lagi menunggu diatas motor beat. Kemudian dua pelaku kabur setelah berhasil,” tambahnya.

Sebagai Ketua RT, Suwandi mengaku belum bisa memastikan apakah pengurus masjid akan melaporkan ke polisi atau tidak. Sebab, perawakan pelaku tidak terlihat detail. “Belum ada kita laporkan ke polisi,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Prabowo Mencari Menteri yang Tidak Memburu Uang APBN

0
Presiden terpilih Prabowo Subianto menghadiri acara Forum Legislator PKB di Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (10/10).
F. Ricardo untuk JPG

batampos – Kriteria menteri yang akan membantu pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka terus mengerucut. Selain berasal dari kalangan profesional (zaken), Prabowo meng-isyaratkan bakal mencari menteri yang tidak ‘berburu uang’ atau menggerus duit APBN/APBD.

Kriteria pembantu presiden tersebut disampaikan langsung Prabowo di acara Rapat Koordinasi Nasional Legislatif PKB di Jakarta, Kamis (10/10). ”Jangan menugaskan menteri-menteri yang saudara tunjuk di pemerintah yang saya pimpin, jangan saudara tugaskan cari uang dari APBN/APBD,” ujar Prabowo.

Dalam pidato pengarahan untuk legislator PKB tersebut, Prabowo mengisyaratkan bahwa kriteria menteri yang dimaksud berlaku bagi semua partai. Dia pun menegaskan telah menyampaikan kriteria itu kepada semua ketua umum dan semua perwakilan partai.

”Terang-terangan saya katakan (kepada) semua ketua umum, semua perwakilan (partai),” tegas Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut.

Prabowo punya alasan kuat kenapa menteri-menteri dari partai tidak boleh berburu uang APBN/APBD. ”Zamannya sekarang susah, ini zaman digital, zaman teknologi, zaman pengamatan sangat cepat, jangan coba-coba,” tegasnya.

Meski begitu, Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut tidak menutup mata bahwa partai politik butuh pendana-an. Namun, dia mengingatkan agar partai politik tetap menggunakan cara-cara yang halal dalam mencari sumber pendanaan.

”Mari kita kelola kekayaan kita, sehingga kita bisa mendukung semua institusi (partai politik) dengan baik,” imbuhnya.

Selain soal kriteria menteri, dalam pidatonya Prabowo juga sempat mengisyaratkan harapannya diundang PDI Perjuangan. Awalnya, Prabowo membahas soal dasi hijau yang ia kenakan bersamaan dengan undangan PKB.

”Saya enggak tahu kapan diundang PDIP. Ini bukan minta diundang loh, tetapi kalau diundang, kira-kira ganti (dasi) warna merah,” ungkapnya.

Rencana pertemuan Prabowo dengan PDIP sebelumnya santer disebut sebagai pertemuan ‘puncak’. Itu mengingat sejauh ini PDIP satu-satunya partai parlemen yang berada di luar koalisi. Sementara partai lain sudah menyatakan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Yakni, Golkar, Nasdem, PKB, PKS, Demokrat dan PAN.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PKB Cucun A. Syamsurijal menyebut kriteria menteri yang disebut Prabowo itu sudah disampaikan sejak awal. Tepatnya usai Prabowo ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih.

”Pokoknya (kriteria menteri yang mau) kerja untuk bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurut Cucun, kriteria itu cukup beralasan. Sebab, sumber daya alam Indonesia yang melimpah mestinya bisa digunakan untuk mensejahterakan seluruh partai politik. ”Kalau bisa dihilangkan kebocoran (APBN, red), penerimaan nega-ra tinggi. Dan bukan hanya partai politik, semua organi-sasi bisa sejahtera,” paparnya.

Lantas apakah PKB sudah menunjuk kader partai untuk jadi menteri yang sesuai de-ngan kriteria tersebut? Cucun menjawab diplomatis. ”Bukan ranah kita itu,” papar politisi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Sementara Pakar Kebijakan Publik Agus Pambagyo menga-takan bahwa jumlah menteri memang hak preogratif presiden. Tentunya memiliki pertimba-ngan tersendiri untuk menentukan jumlahnya. ”Tapi pertanyaannya apakah perlu sebanyak 44 menteri seperti yang beredar,” paparnya.

Sebab, penambahan jumlah menteri yang banyak akan memengaruhi anggaran dan membuat keputusan juga lebih sulit. ”Anggaran bertam-bah banyak yang dibutuhkan. Peraturan Menteri juga bertam-bah banyak,” paparnya.

Jumlah menteri yang bertambah begitu banyak justru lebih banyak kekurangannya diban-ding kelebihannya. Menurutnya, sebagai pakar yang memiliki pengalaman sepuluh tahun menjadi penasehat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) hambatan yang timbul akibat penggabungan atau pemecahan kementerian itu begitu besar.

”Saya mengalami sendiri penggabungan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, Menteri LHK Siti Nurbaya membutuh-kan waktu 3 tahun untuk membereskan dari nomenklatur, gaji, dan sebagainya. Padahal menterinya cerdas dan berpengalaman di Kemendagri lho,” urainya.

Beda cerita bila di kemente-rian lainnya. Bisa jadi justru berbagai penyesuaian akibat penggabungan atau pemecahan itu tidak berlanjut. ”Sepengetahuan saya ada kok kementerian yang gak jalan penyesuaiannya,” paparnya.

Menurutnya, agar pengga-bungan atau pemecahan kementerian tidak begitu berpengaruh dibutuhkan sosok menteri yang berintegritas, mapan, quick learner, dan jaringan luar di sektor ekonomo-hukum. ”Jangan sampai malah menterinya bingung membagi antara kebutuhan partai, buzzer-nya, dan diri-nya sendiri. Bingung berlin-dung ke mana-mana kalau ada masalah,” urainya.

Dia pun berharap Prabowo menepati janjinya untuk memilih menteri yang teknokrat, seperti ayahnya Soemitro Djojohadikoesoemo. ”Politisi-politisi cukup berada di Senayan,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) kompak menyatakan peralihan pemerintahan era Jokowi ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto berjalan dengan baik. Sehingga, Prabowo nantinya bisa langsung tancap gas untuk menjalankan pemerintahannya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, selama 10 tahun kepemimpi-nannya, Jokowi telah melakukan yang terbaik. Dia pun meyakini, presiden selanjutnya tak kalah bagusnya. Transisi pemerintahan pun berjalan dengan mulus.

“Dan saya melihat incoming president juga akan bisa melakukan lebih bagus lagi, karena beliau mendapat per-apa, transformasi yang sangat detail dari presiden terpilih. Jadi Indonesia menjadi satu negara contoh dalam kedemokrasian,” paparnya.

Senada, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryo-no pun mengamini. Dia bahkan menyebut, proses transisi saat ini adalah yang paling lancar dibanding sebelum-sebelumnya.

“Semua orang sepakat bahwa masa transisi Presiden Jokowi ke Presiden baru Pak Prabowo ini mulus dan belum pernah ada masa transisi se-smooth ini dari sejarah Republik kita berdiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, program yang dilaksanakan Jokowi selama 10 tahun terakhir sejalan dan searah dengan presiden yang akan datang. Mulai dari pe-ngentasan kemiskinan dan lainnya.

Karenanya, dalam kampanye Prabowo pun mengusung isu keberlanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Selain itu, Prabowo pun menurutnya sudah dilibatkan dalam banyak hal. Sehingga nantinya bisa langsung tancap gas memimpin kabinet usai dilantik.

“Nah, itu saya kira, pada saat nanti beliau 10 hari lagi dilantik sudah nggak lagi, apa istilahnya ya, sudah nggak lagi orientasi, sudah langsung lari,” tutur Politisi Partai Ge-rindra tersebut.

Ditambah lagi, lanjut dia, Prabowo sudah kenal dekat dengan beberapa menteri yang sudah sekarang menjabat. Termasuk, program-programnya mana saja yang mesti diteruskan. (*)

Misi Pendiri VinFast Ciptakan Masa Depan Hijau

0
VinFast telah membuka 15 dealer baru di berbagai titik di Indonesia.
F. VINFAST UNTUK BATAM POS

batampos – Dengan memprioritaskan kesuksesan jangka panjang, VinFast menunjukkan dedikasinya untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Komitmen ini memungkinkan VinFast untuk menerapkan strategi jangka panjang di dalam industri kendaraan listrik, mendorong terciptanya masa depan yang lebih baik.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Pham Nhat Vuong, CEO VinFast dan Chairman Vingroup memberikan respons yang mengejutkan ketika ditanyai mengenai komitmen finansial jangka panjang perusahaannya.

“Sampai uang saya habis,” ungkap Vuong dalam wawancara di kantor pusat Vingroup di Hanoi. Bertolak belakang dengan stereotip yang sering dikaitkan dengan para pemimpin bisnis, Vuong menunjukkan dedikasi mendalam terhadap visi jangka panjang VinFast. Yakni menyiapkan perusahaan terhadap berbagai tantangan yang kini tengah dihadapi industri kendaraan listrik.

Visi Vuong untuk VinFast melampaui pertimbangan bisnis semata. Ia menggambarkan proyek otomotif ambisius ini sebagai “proyek pengabdian”.

Hal ini menegaskan komitmen pribadinya untuk masa depan yang berkelanjutan.
Sebagai sosok yang terkenal, Vuong dipandang sebagai pemimpin bisnis paling berpengaruh di Vietnam. Vingroup yang dipimpin olehnya, mendominasi pasar real estate di Vietnam dan memperluas pengaruhnya ke barang-barang konsumsi, pengembangan properti, ritel, dan pendidikan, menyentuh kehidupan jutaan orang Vietnam.

Lebih dari sekadar mencari keuntungan, Vuong memetakan VinFast sebagai katalis untuk mentransformasi sektor manufaktur Vietnam dari yang sebelumnya menjadi jalur perakitan global untuk perusahaan asing, menjadi produsen barang-barang berteknologi tinggi.
Hanya dalam kurun waktu enam bulan, VinFast telah memantapkan dirinya sebagai brand otomotif terkemuka Vietnam dan mengambil langkah signifikan di pasar global.

Ekosistem hijau yang dibangunnya mencakup spektrum penuh kendaraan listrik mobil, sepeda motor, sepeda, hingga bus ditambah jaringan charging station dan infrastruktur layanan pelanggan yang mumpuni.

VinFast telah menjadi salah satu dari sedikit perusahaan mobil listrik di dunia yang mampu membangun ekosistem hijau yang komprehensif dalam kurun waktu singkat.

Mencapai sesuatu yang dianggap sebagian besar orang “keajaiban” bukanlah hal yang mudah. Namun, komitmen yang mendasari langkahnya telah menjadi kekuatan utamanya. Vuong, sebagai pemimpin perusahaan ini, secara konsisten menekankan bahwa VinFast melampaui sekadar kegiatan bisnis, tetapi menjadi perwujudan aspirasi Vingroup untuk membangun brand industri teknologi tinggi Vietnam dengan cakupan global.

Hingga pada waktunya, langkah ini mampu mengangkat citra Vietnam di panggung dunia, menunjukkan dinamisme, modernitas, dan kemakmurannya yang semakin berkembang.
Meskipun menghadapi tantangan besar dalam perjalanannya menjadi raksasa global di industri kendaraan listrik, Vuong, dengan kekayaan bersih diperkirakan mencapai $5,3 miliar, percaya diri pada kemampuan VinFast untuk berkembang.

Meski didorong oleh tujuan sosial, Vuong merasa yakin akan kemandirian finansial VinFast di masa yang akan datang.

“VinFast akan segera mencapai break-even dan mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

“Saya tidak khawatir tentang penjualan kendaraan listrik. Pertumbuhan kendaraan listrik tidak akan terhindarkan,” tambahnya lagi.

 

Langkah Berani VinFast di Pasar Kendaraan Listrik Indonesia

VinFast telah memasuki pasar kendaraan listrik Indonesia dengan langkah signifikan melalui peluncuran VF 5 dan VF e34. Model-model ini, yang masing-masing menargetkan segmen A dan C, hadir dengan program berlangganan baterai yang unik, memberikan opsi kepemilikan mobil listrik yang lebih terjangkau.

Tak hanya itu, VinFast juga menawarkan paket layanan purna jual yang menyeluruh, termasuk garansi 7 hingga 10 tahun untuk bodi kendaraan dan 8 hingga 10 tahun untuk baterai (bagi pelanggan yang membeli baterai secara langsung).

Selain itu, pelanggan yang memilih opsi berlangganan baterai berhak atas perawatan gratis dan penggantian baterai jika kapasitas pengisian dayanya turun di bawah 70%.
Sebelumnya, VinFast telah secara resmi memulai pembangunan pabrik perakitan kendaraan listriknya di Subang, Jawa Barat, dan mengirimkan mobil listriknya secara perdana kepada pelanggan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

Bersamaan dengan jejaring dealer-nya yang semakin berkembang, VinFast menegaskan komitmen jangka panjangnya di pasar kendaraan listrik Indonesia dan global.
Demi menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia, VinFast tercatat telah membuka 15 dealer baru di berbagai titik strategis di Indonesia sejak 31 Juli hingga 31 Agustus 2024.

Dealer VinFast yang baru dapat ditemui di kota-kota besar yang tersebar di Indonesia, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, Bali, Batam, dan Makassar.

Pelanggan di lokasi ini akan berkesempatan untuk merasakan dan membeli kendaraan listrik modern VinFast didampingi konsultan profesional, layanan pelanggan yang mumpuni, serta dukungan purna jual yang komprehensif. (*)