batampos – Polresta Barelang terus melakukan upaya pengejaran terhadap dua dari empat pelaku aksi pecah kaca mobil di komplek Sri Jaya Abadi, Lubukbaja, Senin lalu. Aksi keempat pelaku pecah kaca terekam kamera CCTV saat membawa uang Rp800 juta yang disimpan korban di dalam mobilnya.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yudi Arvian menbenarkan peristwa tersebut dan saat ini kedua pelaku telah ditahan saat berupaya melarikan diri di Bandara Hang Nadim. Pihaknya saat ini tengah intens bersama tim Satreskrim Polresta Barelang dan Subdit III Jatanras Polda Kepri mengejar dua pelaku lainnya.
“Peristwa itu memang benar terjadi dan kami terus berupaya mengejar dua pelaku lainnya karena ini sudah menjadi atensi. Dari pelaku yang telah diamankan kami masih mengumpulkan informasi lebih untuk proses pengembangan selanjutnya,” ujar Yudi, Sabtu (28/9).
Yudi menambahkan penyelidikan yang dilakukan pihaknya terus berproses agar pengungkapan perkara ini bisa secepatnya terungkap dari petunjuk yang dimiliki.
“Kami masih terus mengejar mereka (dua pelaku) untuk informasi lebih lanjut belum bisa kami sampaikan, nanti bakal kami infokan segera jika sudah tertangkap, katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kasatreskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha, pihak kepolisian bakal segera memberikan keterangan resmi untuk perkembangan perkara ini secepatnya.
“Kami akan disampaikan pada rilis resmi terkait perkembangan penanganan perkara tersebut,” jelasnya.
Giadi mengimbau kepada masyarakat kota Batam agar saat membawa uang tunai dengan jumlah besar untuk sebaiknya dikawal oleh pihak keamanan dan kepolisian agar mengantisipasi adanya kejahatan jalanan.
“Jadi apabila masyarakat memang membawa uang dalam jumlah yang cukup banyak alangkah baiknya dilakukan pengawalan dari pihak kepolisian,” tutupnya. (*)
Truk sampah terguling saat melintas di Laluan Madani atau Simpang Jam Batam beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Bukan hal yang baru bahwa pengelolaan sampah di Kota Batam tak karuan. Banyak pihak yang sudah menyoroti hal itu, tak jarang pula datang dari masyarakat. Pada Sabtu (28/9), Pjs Wali Kota Batam, Andi Agung, turun langsung di beberapa titik wilayah yang sering dikeluhkan oleh masyarakat mengenai hal tersebut. Ia melihat langsung pengelolaan sampah.
Lokasi yang ditinjau diantaranya TPA Punggur, Sekupang, dan lain-lain. Dia merasa miris dengan apa yang selama ini terjadi, bahkan menilai bahwa armada pengangkut sampah sudah tak layak pakai.
“Memang sudah tak layak pakai dan harus diganti. Sudah terduduk (rusak) semua barang (armada) itu,” kata dia.
Pengelolaan atas sampah wajib dilakukan secara baik. Sementara bila dilihat kondisi saat ini, hanya 20 persen armada yang layak pakai, sedangkan sisanya dalam kondisi parah atau rusak berat.
“Jadi ini harus kami respon cepat. Buktinya usai turun ke beberapa titik, ada fakta bahwa memang armada kita harus diganti. Kalau diperbaiki, ongkosnya saja lebih besar dari pada beli armada baru,” kata Andi.
Pengelolaan sampah, menurutnya, adalah salah satu prioritas. Dia juga turut mendorong DPRD Batam untuk memprioritaskan pembelian armada baru.
“Batam adalah kota modern, kota wisata. Masa pengelolaan sampah seperti ini? Masalah pengelolaan sampah ini harus jadi prioritas untuk ditangani,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang didapat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, penerimaan daerah dari persampahan itu mencapai Rp38 miliar per tahunnya. Dengan besaran angka segitu, ia menilai dananya harus dikembalikan lagi peruntukannya ke pengelolaan sampah.
Dengan demikian, Andi yakin problem yang selama ini terjadi dan dikeluhkan masyarakat dapat teratasi. Petugas kebersihan pun bakalan merasa nyaman apabila sedang bertugas dengan dibekali armada yang memadai.
“Kalau banyak sampah di jalan, artinya ada masalah dengan pengelolaan. Kepentingan saya di sini murni untuk penyelesaian persoalan sampah, dan kepentingan masyarakat Batam,” ujar dia.
Armada pengangkut sampah yang dimiliki saat ini adalah 140 unit, dan hanya 26 unit yang berusia lima tahun, sedangkan sisanya sudah berusia belasan tahun. Perlu langkah konkret lagi agar ada solusi dalam penyelesaiannya.
“Kalau sampah beres, maka kota ini juga akan bersih, dan indah. Sehingga impian untuk menciptakan kota yang modern dan maju bisa terwujud,” kata Andi.
Selain itu, langkah lainnya yang juga penting adalah memetakan lokasi TPS yang layak, dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, pengangkutan sampah tepat waktu juga menjadi atensi.
“Masyarakat ini, kan, maunya sampah diangkut tepat waktu. Ini juga yang jadi faktor mereka (masyarakat) buang sendiri sampahnya, namun sayangnya tidak di tempatnya. Makanya perlu sekali pendataan TPS yang gampang dijangkau masyarakat,” kata dia.
Kepada masyarakat Batam, Andi mengimbau agar lebih peduli terhadap lingkungan. Ia mengajak agar masyarakat bisa bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas sampah. (*)
Ketua Pengadilan Negeri Batam melantik pimpinan DPRD Kota Batam masa jabatan 2024-2029, Rabu (25/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – DPRD Kota Batam, resmi menetapkan susunan komisi. Selain itu, dewan juga menetapkan alat kelengkapan. Penetapan itu digelar dalam rapat paripurna, Jumat (27/9) kemarin.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin. Dengan dihadiri oleh Wakil Ketua I, Aweng Kurniawan, Wakil Ketua III, Hendra Asman, serta Sekda Batam, Jefridin Hamid.
Dalam rapat, telah dibentuk empat Komisi, susunan keanggotaan Badan Anggaran (Banggar). Lalu, dibentuk juga susunan keanggotan Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Kehormatan (BK).
Adapun susunan komisi-komisi DPRD Batam Periode 2024-2029, ialah sebagai berikut:
Komisi I, Bidang Hukum dan Pemerintahan
1. Jelvin Tan – Ketua Komisi (NasDem)
2. Jimmi Simatupang – Wakil Ketua (PDIP)
3. Anwar Anas – Sekretaris (Gerindra)
4. Rival Pribadi – Anggota (NasDem)
5. Ahmad Surya – Anggota (Gerindra)
6. Budi Mardianto – Anggota (PDIP)
7. Jimmi Siburian – Anggot (Golkar)
8. Muhammad Mustofa – Anggota (PKS)
9. Hendrik – Anggota (PKS)
10. Muhammad Fadli – Anggota (PAN, Demokrat, PPP)
11. Tumbur Hutasoit – Anggota (Hanura, PSI, PKN).
Komisi II, Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri
1. Muhammad Yunus Muda – Ketua (Golkar)
2. Muhammad Syafei – Wakil Ketua (PKS)
3. Safari Ramdhan – Sekretaris (PAN, Demokrat, PPP)
4. Yefri – Anggota (NasDem)
5. Kamaruddin – Anggota (NasDem)
6. Setia Putra Tarigan – Anggota (Gerindra)
7. Mangihut Rajagukguk – Anggota (PDIP)
8. Sulaiman – Anggota (PKS)
9. Umi Kalsum – Anggota (PKB)
10. Ruslan Sinaga – Anggota (Hanura, PSI, PKN).
Komisi III Bidang Pembangunan, Sarana, Prasarana dan Lingkungan Hidup
1. Muhammad Rudi – Ketua (Gerindra)
2. Arlon Veristo – Wakil Ketua (NasDem)
3. Djoko Mulyono – Sekretaris (Golkar)
4. Muhammad Dycho Barcelona Maryon – Anggota (NasDem)
5. M Putra Pratama Jaya – Anggota (NasDem)
6. Anang Adhan – Anggota (Gerindra)
7. Jamson Silaban – Anggota (PDIP)
8. Walfentius Tindaon – Anggota (Golkar)
9. Siti Nurlailah – Anggota (PKS)
10. Suryanto – Anggota (PKS)
11. Amirsyah – Anggota (PKB)
12. Biyanto – Anggota (PAN, Demokrat, PPP)
13. Sahat Parulian Tambunan – Anggota (PAN, Demokrat, PPP)
14. Muhammad Rizky Aji Perdana – Anggota (Hanura, PSI dan PKN).
Komisi IV, Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia
1. Dandis Rajagukguk – Ketua (PDIP)
2. Surya Makmur Nasution – Wakil Ketua (PKB)
3. Asnswati Atiq – Sekretaris (NasDem)
4. Taufiq Muntasir – Anggota (NasDem)
5. Banyu Ari Nopianto – Anggota (Gerindra)
6. Tapis Dabbal Siahaan – Anggota (PDIP)
7. Novelin Fortuna Sinaga – Anggota (Golkar)
8. Warya Burhanuddin – Anggota (PKS)
9. Hery Herlambang – Anggota (PAN, Demokrat, PPP)
10. Muhammad Yunus – (PAN, Demokrat, PPP)
11. Sony Christanto – Anggota (Hanura, PSI, PKN). (*)
Alat berat di lokasi proyek batu miring di kawasan perkantoran Bupati Bintan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu, Jumat (27/9/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pertanahan Kabupaten Bintan membangun batu miring senilai Rp 600 juta di kawasan perkantoran Bupati Bintan Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu.
“Pembangunan batu miring di kawasan perkantoran Bintan Buyu,” ungkap Kadis PUPR Bintan, Wan Affandi saat mengecek proyek batu miring di Bintan Buyu, Jumat (27/9/2024).
Dia mengatakan, pembangunan batu miring untuk mempersiapkan pembangunan dua kantor organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas.
Saat ini, dia menyebut, sudah terbangun tiga kantor dinas di lokasi tersebut yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan.
Ke depan, katanya, akan dibangun dua kantor dinas lagi yakni kantor Satpol PP Bintan dan kantor Kesbangpol Bintan.
“Kalau anggaran tersedia, tahun depan dibangun kantor Kesbangpol dan Satpol PP,” sebutnya.
Selain pembangunan batu miring, dia menyebut, pihaknya melakukan pematangan lahan yakni jalan.
“Pematangan lahan agar akses jalan mudah dilalui,” katanya.
“Kalau fasilitas air listrik, alhamdulillah sudah masuk,” tambahnya. (*)
batampos– Sebanyak 48 anak di Kota Tanjungpinang, Kepri tercatat positif mengidap Tuberkulosis (TBC). Rata-rata anak yang terkena virus Mycobacterium tuberculosis, akibat terjangkit oleh anggota keluarganya sendiri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam mengatakan sejak awal Januari hingga September 2024, setidaknya ada 616 orang yang dinyatakan positif menderita TBC. Dari ratusan orang itu, terdapat 48 orang anak yang mengidap TBC.
“Kebanyakan orang dewasa (pengidap TBC). Hingga saat ini, sudah ada 11 orang yang telah meninggal dunia akibat TBC, karena fisiknya lemah,” kata Rustam, Jumat (27/9).
Angka meninggal dunia akibat TBC, menurut Rustam mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, tercatat ada 731 kasus TBC yang ditemukan. Sementara yang meninggal dunia, sebanyak 52 orang.
Ia menerangkan, anak yang mengidap TBC itu disebabkan tertular oleh anggota keluarga, yang tidak menyadari terkena TBC. “Yang namanya anak karena tertular dari orang dewasa. Setelah kita lakukan screening, ternyata memang ada anggota keluarga yang menularkan virus itu,” tambahnya.
Ratusan orang yang mengidap TBC, saat ini rata-rata tengah menjalani perawatan di rumah masing-masing. Pengobatan pengidap penyakit menular itu menjalani pengobatan selama enam bulan.
Hingga saat ini, kata Rustam semua pasien TBC tertangani dengan baik. Bahkan, sudah ada pasien yang sembuh dengan persentase 90 persen.
Ia menyebut, masih banyak orang yang tidak menyadari sedang mengidap TBC. Menurutnya, batuk yang berlangsung lama merupakan termasuk tanda-tanda TBC. Sehingga masyarakat diminta untuk melakukan pengecekan kesehatan.
“Jadi bisa cek di Puskesmas, dengan mengambil dahaknya. Setelah dua hari hasilnya akan keluar. Ceknya juga gratis,” pungkasnya. (*)
New Fortuner 2024 saat diluncurkan. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – PT Toyota-Astra Motor (TAM) melalui Agung Toyota, Authorized Dealer di provinsi Riau, Jambi, Bengkulu, Bali dan Kepulauan Riau, secara resmi meluncurkan New Fortuner 2024. Acara launching dilakukan serentak di seluruh cabang Agung Toyota di Batam pada 28 September 2024.
New Fortuner 2024 merupakan model terbaru di segmen Sport Utility Vehicle (SUV), hadir dengan penampilan dan performa baru. Mobil ini tersedia dalam tiga tipe: GR Sport, SRZ & VRZ, dan G Type. Pembaruan signifikan terlihat pada desain eksterior yang semakin sporty dan elegan, interior yang lebih mewah, serta fitur keamanan yang lebih canggih.
“New Fortuner hadir dengan Commitment to Greatness, sebagai wujud komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Mobil ini tangguh, gagah, sporty, namun tetap elegan. Sangat cocok untuk menemani aktivitas sehari-hari,” ujar Regional Manager Agung Toyota Yunus Arif Prabowo saat launching di Agung Toyota Batu Ampar, Batam, Sabtu (28/9).
New Fortuner 2024 juga dilengkapi dengan Toyota Safety Sense (TSS) yang meliputi fitur pre-collision system (PCS), lane departure alert (LDA), dynamic radar cruise control (DRCC), rear cross traffic alert (RCTA), dan blind spot monitor. Selain itu, New Fortuner juga membawa update fitur tambahan T-inTouch yang mencakup In-Car Connectivity dan Out-of-Car Connectivity.
Salah satu fitur unggulan adalah in-car wifi hotspot berbasis jaringan 4G/LTE melalui head unit dan RSE, serta fitur remote immobilizer yang dapat diakses melalui aplikasi mToyota. Fitur lainnya termasuk find my car, stolen vehicle tracking, geofencing, speed & idle alert, hingga safe driving reward.
Pada peluncuran regional di Kepulauan Riau, Agung Toyota menghadirkan dua tipe New Fortuner, yakni 4×4 GR-Sport dan 4×2 2.8 VRZ with TSS. Simbolis penyerahan unit pertama kepada pelanggan di Batam juga dilakukan dalam acara ini.
Selain itu, para tamu undangan, pelanggan, dan media yang hadir dapat mencoba test drive untuk merasakan langsung performa dan keunggulan dari New Fortuner 2024. Diharapkan kehadiran New Fortuner ini menjadi solusi mobilitas masyarakat dalam segmen SUV.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan pelanggan setia terhadap Agung Toyota. Kami berharap pelanggan dapat menikmati fitur-fitur baru yang memudahkan dan memberikan kenyamanan berkendara,” ujar Yunus Arif Prabowo.
Ia menambahkan bahwa Agung Toyota akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh wilayah operasionalnya. (*)
batampos – Universitas Terbuka (UT) Batam kembali menyelenggarakan Kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Tahap 3 pada Sabtu tanggal 28 September 2024. OSMB di Universitas Terbuka Batam merupakan kegiatan pengenalan sistem perkuliahan terbuka dan jarak jauh kepada mahasiswa baru Universitas Terbuka, yang dilaksanakan setiap semester. Hari ini sebanyak 700 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan OSMB.
Kegiatan OSMB UT Batam dilakukan secara bertahap secara luring (luar jaringan / offline) dan hari ini merupakan kegiatan OSMB untuk wilayah Kota Batam untuk yang ketiga kalinya bagi mahasiswa yang belum mengikuti pada tahap I dan Tahap II. Mahasiswa yang datang adalah mahasiswa yang terdaftar pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Tujuan dari kegiatan ini untuk membangun kesiapan, kesanggupan dan keberhasilan mahasiswa baru dalam sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Dalam pelaksanan kegiatan OSMB ada beberapa materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber yakni:
• Sistem Pendidikan tinggi di Indonesia,
• Pendidikan Tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
• UT Online (Panduan belajar di UT),
• Perpustakaan digital UT,
• Berkomunikasi Smart pada dunia maya
• Proses Aplikasi praktik untuk mahasiswa.
Manager Marketing dan Registrasi UT Batam, Amrin,S.E. memberikan sambutan sekaligus membuka acara kegiatan OSMB ini yang dimana kegiatan ini merupakan jembatan penghubung bagi mahasiswa baru agar dapat beradaptasi sebagai pembelajar mandiri di Universitas Terbuka. Amrin, didampingi oleh Lusy Farina, S.E., Ak., M.M, Kepala Sub Bagian Tata Usaha menyematkan almamater kepada salah satu perwakilan mahasiswa dan mahasiswi baru Universitas Terbuka Batam. Kemudian dengan kegiatan OSMB ini, mahasiswa UT juga akan mengenal sistem pembelajaran dan layanan online seperti apa di Universitas Terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa agar dapat sukses menjalankan perkuliahan jarak jauh dengan baik.
Universitas Terbuka merupakan perguruan Tinggi Negeri yang ke 45 namun setelah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) Universitas Terbuka berada di peringkat ke 2. Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi yang terbuka bagi semua orang berdasarkan usia, status sosial dan juga fleksibel bisa dimana saja dan kapan saja. (*)
Suasana Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) HNSI Kota Batam di Gerai Nelayan, Tiban, Sekupang. Foto: Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Terpilihnya Muslimin sebagai Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam untuk periode 2024-2029 disambut baik oleh tokoh masyarakat dan pengurus HNSI.
Salah satu tokoh masyarakat, Rahman, yang juga merupakan pengurus HNSI Kota Batam dan tokoh Pulau Akar, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang menetapkan Muslimin secara aklamasi.
Rahman berharap kepengurusan baru di bawah Muslimin dapat lebih memperhatikan kesejahteraan para nelayan di Kota Batam. Menurutnya, HNSI sebagai organisasi yang menaungi para nelayan perlu aktif memperjuangkan kepentingan nelayan, khususnya dalam hal mendapatkan bantuan peralatan tangkap dan akses terhadap program pemerintah.
“Melalui HNSI, kami masyarakat berharap agar nelayan di Batam bisa menerima bantuan berupa alat jaring, alat tangkap ikan, dan mesin pompong yang sangat diperlukan dalam kegiatan sehari-hari,” ujar Rahman.
Lebih lanjut, Rahman berharap kepemimpinan Muslimin dapat membawa dampak positif bagi peningkatan taraf hidup nelayan di Kota Batam. “Kami sangat berharap HNSI di bawah kepemimpinan Muslimin dapat mendatangkan manfaat besar, baik dalam hal peningkatan kesejahteraan maupun dalam menjalin kerjasama dengan pihak industri dan pemerintah,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya HNSI berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan laut di tengah pesatnya industri di pesisir Batam. Menurut Rahman, kepengurusan HNSI perlu mendorong kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di pesisir untuk memastikan bahwa aktivitas industri tidak merusak ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.
“Kami berharap HNSI dapat menaja kerjasama dengan perusahaan-perusahaan pesisir dalam bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak langsung pada kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan,” kata Rahman.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam menggelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) di Gerai Nelayan, Tiban, Sekupang, Rabu (25/9). Muscablub ini berhasil memilih Muslimin sebagai Ketua HNSI Kota Batam untuk periode 2024-2029.
Muslimin terpilih secara aklamasi dalam musyawarah yang dihadiri oleh 12 pengurus ranting HNSI dari kecamatan-kecamatan di Kota Batam. Muscablub juga dihadiri oleh Ketua DPD HNSI Kepulauan Riau, H. Eko Primananto, S.Ak., M.Ak., dan Sekretaris DPD HNSI Kepulauan Riau, Dinaria, beserta pengurus ranting lainnya.
Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Riau, Eko Primananto, menjelaskan bahwa Muscablub digelar karena Ketua HNSI sebelumnya, almarhum Suardi Tahirek, meninggal dunia.
“Berdasarkan AD/ART, jika ketua berhalangan tetap (meninggal dunia), jabatan akan dipegang oleh Plt. Muslimin. Setelah dua kali perpanjangan SK Plt., akhirnya HNSI Kota Batam menetapkan Muslimin sebagai Ketua secara aklamasi,” ujar Eko.
Eko juga menegaskan bahwa dukungan untuk Muslimin berasal dari 11 kecamatan di Kota Batam, yang mencakup lebih dari 40% ranting yang ada. “Ini sesuai dengan anggaran rumah tangga HNSI, di mana minimal 40% dukungan dibutuhkan untuk memilih ketua. Muslimin mendapat dukungan dari 11 kecamatan, yang artinya ia terpilih secara aklamasi,” jelasnya.
Dengan terpilihnya Muslimin secara definitif, Eko berharap agar Ketua HNSI yang baru dapat segera menyusun kepengurusan dan bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kami berharap HNSI Kota Batam dapat bersinergi dengan pemerintah, terutama dalam menjaga kelangsungan hidup nelayan di Kota Batam,” kata Eko.
Dalam sambutannya, Muslimin berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh komponen HNSI Kota Batam. Ia juga tengah merancang panitia pelantikan pengurus baru. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat lebih dari 15.000 nelayan di pesisir Kota Batam, dan Muslimin berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami berupaya memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup keluarga nelayan di Batam,” ujar Muslimin, yang didampingi oleh Azmi Ramadan sebagai Sekretaris DPC HNSI Kota Batam. Ia juga menyatakan akan melanjutkan program-program positif yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan nelayan.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi nelayan saat ini adalah minimnya daerah tangkapan ikan akibat ekspansi industri, khususnya sektor perkapalan. “Kami berharap agar perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan ruang laut dapat menyalurkan bantuan melalui CSR untuk para nelayan yang terdampak,” ujar Muslimin.
Selain itu, Muslimin mengajak Pemerintah Kota Batam untuk bekerja sama dalam menjaga kelestarian laut dan habitat ikan. “Kami berharap Pemko Batam dapat melibatkan HNSI dalam menjaga kelestarian laut agar industri dan kehidupan nelayan dapat berjalan seiring,” tambahnya. (*)
Penimbunan dan pengrusakan hutan bakau di kawasan pesisir pantai Marina. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Aktifitas penimbunan dan pengerusakan hutan bakau semakin masif di kota Batam. Kawasan hutan bakau dan lokasi resapan air di gundul dan ditimbun untuk pembangunan property.
Kawasan pesisir pantai Marina misalkan, nyaris tak ada lagi hutan bakau yang tersisa. Masifnya pembangunan di wilayah pesisir telah merusak dan menghilangkan puluhan hektare hutan bakau. Padahal kawasan ini merupakan lokasi resapan dan aliran air ke perairan Marina.
Masyarakat yang berdiam di wilayah Marina resah, karena maraknya proyek reklamasi tersebut karena dampaknya mulai terasa hingga saat ini. Setiap kali hujan pemukiman dan ruas jalan selalu terendam banjir. Dalam sepekan terakhir ini sudah dua kali banjir besar di wilayah Marina. Akses jalan ke pemukiman warga lumpuh karena banjir tadi.
“Danau ditimbun, sungai dipersempit, hutan bakau dibabat, memang sudah rusak berat kawasan resapan air dan sungai di Marina ini. Kita tak melarang pembangunan, tapi tolong perhatikan dampak lingkungan nya,” ujar Hendrik, warga perumahan Benih Raya, Marina yang selama ini bermasalah dengan masalah banjir.
Pantauan di lapangan, kawasan pesisir pantai Marina mulai dari kawasan perhotelan hingga samping gedung Bapelkes sudah banyak yang ditimbun. Lahan hutan bakau sudah dipagar untuk proyek pematangan lahan.
Salah satu proyek pematangan lahan menimbulkan hutan bakau yang tengah berjalan adalah lokasi hutan bakau di dekat Jembatan Marina. Separuh hutan bakau yang tersisa dari proyek pematangan lahan sebelumnya sudah dibabat. Lahan resapan air dan sungai ini rencananya akan timbun untuk pembangunan property.
“Sudah mau lima bulan mereka bersihkan hutan bakau itu. Mau ditimbun katanya untuk pembangunan, ” ujar Fajar, warga Marina.
Lurah Tanjungriau Syamsuddin saat dikonfirmasi mengaku, tidak ada pemberitahuan dari pihak manapun terkait proyek reklamasi tersebut.
“Iya itu memang jadi perhatian kami juga. Beberapa kali kami ke sana, tidak bisa jumpa dengan pihak yang bertanggungjawab. Itu memang agak riskan karena lokasi resapan air dan sungai. Kami masih koordinasi dengan pihak terkait masalah reklamasi yang dekat jembatan itu, ” ujar Syamsuddin.
Pihak PSDKP Batam sebelumnya mengakui perambatan hutan bakau terus berjalan hingga kini. Ini jadi perhatian karena akan berdampak dengan ekosistem laut. Imbas dari pengerusakan hutan mangrove ini tidak saja pada kehilangan kawasan hutan mangrove saja tapi juga pada ekosistem dan ancaman abrasi.
Untuk itu perlu ada penyetaraan aturan tentang hutan mangrove ini antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Satu sisi KKP dalam undang-undang kelautan dan perikanan nomor 1 tahun 2014 mengatur tidak boleh ada pemanfaatan hutan mangrove yang mengakibatkan kerusakan ekosistem dan lingkungan sekitar, di sisi lain ada undang-undang kehutanan yang menyebut kawasan mangrove bukan kategori ekosistem sebagai pohon tegakan bisa dimanfaatkan dengan mengurus perizinan terkait.
“Nah disinilah masalahnya. Ada dualisme aturan yang membuat dilema. Satu pihak kita melarang, satu lagi memperbolehkan dengan perizinan yang sesuai. Perlu ada penyelarasan aturan ini,” ujar Turman.
Sementara pihak KLHK saat dicoba konfirmasi belum memberikan penjelasan terkait masifnya aktivitas reklamasi di kota Batam. (*)
Kapolsek Tebing AKP S Binsar Samosir meninjau lokasi kebakaran rumah di Kelurahan Harjosari. f.sandi
batampos– Zul Fikri, yang mengalami luka bakar akibat kebakaran yang terjadi di rumah kediamannya pada Kamis (26/9) masih dalam perawatan di RSUD M Sani. Tindakan medis juga sudah dilakukan pihak rumah sakit.
Kabid Pelayanan RSUD M Sani yang dikonfirmasi Batam Pos, Jumat (27/9) mengatakan, dari hasil petugas kesehatan yang diterimanya korban kebakaran sudah diambil tindakan operasi pada hari yang sama ke rumah sakit.
”Luka bakar yang dialami pasien sudah diambil tindakan operasi oleh dokter Pasca operasi kondisi pasien saat ini dalam perbaikan.stabil, sadar serta makan dan minum juga mau. Demikian informasi sementara yang bisa kita sampaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Tebing, AKP S Binsar Samosir secara terpisah menyebutkan, lokasi rumah yang terbakar masih terpasang garis polisi, karena penyelidikan masih berjalan. ”Polisi masih melakukan penyelidikan, khususnya untuk memastikan penyebab kebakaran,” ungkapnya.
Makanya, tambah Binsar, garis polisi belum dilepas dari TKP rumah yang terbakar. Selain itu, korban kebakaran yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit belum bisa diminta keterangan secara detil.
”Korban mengalami luka bakar cukup parah, sehingga penyidik polisi belum bisa meminta keterangan lengkap tentang kebakaran. Baru sedikit keterangan ketika hari kejadian kebakaran,” jelas Kapolsek.
Sesuai berita di Batam Pos, satu rumah di Perumahan Harapan Baru 3 Blok B nomor 5 RT 002/ RW 002 Kelurahan Harjosari Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun terbakar dan pemiliknya, Zul Fikri mengalami luka bakar 80 persen.
Penyebab kebakaran sementara diduga dari bocornya selang gas LPG yang terpasang di kompor yang ada di dalam rumah. Saat kejadian, korban berada di dalam kamar. Ketika akan menghidupkan korek api untuk merokok api langsung menyambar tubuhnya dan juga terdengar suara ledakan.
Korban yang sendirian di rumah berusaha memadamkan api dengan cara ke kamar mandi, namun api tidak berhasil dipadamkan. Pada saat akan keluar rumah, pintu keluar sulit untuk dibuka. Tapi, korban tetap dapat keluar setelah membuka paksa pintu rumah. Di dalam rumah ditemukan 9 tabung gas LPG berbagai ukuran. (*)