batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Rabu (4/2). Salah satu yang diamankan bernama Rizal Fadillah.
Rizal adalah mantan Kepala Bea Cukai Batam dan saat ini menjabat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Sumatera Bagian Barat.
Juru Bicara KPK, Budi Prastyo membenarkan adanya penangkapan ini. Ia mengatakan tim penyidik tengah melakukan pemeriksaan terhadap Rizal.
“Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh Tim KPK terhadap pejabat BC,” ujarnya.
Budi menjelaskan Rizal ditangkap di Lampung bersama beberapa orang lainnya. Konstruksi perkara ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi yang melibatkan pihak swasta. Namun, KPK belum merincikan objek barangnya.
“Terkait dengan konstruksi perkaranya, yaitu berkaitan dengan kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta. KPK menduga adanya tindak pidana korupsi,” ungkapnya.
“Terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia. Detailnya barang apa saja, nanti akan kami update,” imbuhnya.
Dalam perkara ini, tim penyidik turut menyita uang tunai dalam bentuk rupiah, mata uang asing, serta logam mulia. Uang yang disita mencapai miliaran Rupiah dan logam mulia seberat 3 kilogram.
“Untuk barang bukti ada uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing senilai miliaran rupiah. Selain itu ada logam mulia, mungkin sekitar 3 kg,” jelas Budi.
Rizal Fadillah menjabat kepala BC Batam sejak November 2023. Ia kemudian diprosikan menjabat Direktur P2 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada Sebtember 2024. (*)
batampos – Hari Kamis jatuh pada Hari Sukses Anjing Logam dengan hasil yang dirasakan hari ini akhirnya terasa benar-benar pantas didapatkan.
Hari Sukses berfungsi sebagai penegasan atas apa yang sebenarnya sudah diketahui. Hari ini menunjukkan apa yang berjalan dengan baik.
Berikut 6 shio yang keberuntungan finansialnya mengalir pada 5 Februari 2026, dilansir dari yourtango.com:
1. Anjing
Sesuatu yang tetap kamu jalani dengan komitmen akhirnya menunjukkan nilainya. Kamu bisa merasakan penghargaan dari sekitar atau situasi yang akhirnya stabil dan menguntungkan.
2. Ular
Kamu melihat bukti bahwa kesabaran tidak sia-sia. Ada momen kamu menyadari betapa banyak kemajuan yang sudah kamu capai secara diam diam.
3. Macan
Hari Kamis memberi ganjaran kepada kamu untuk belajar tanpa perlu memaksakan keadaan. Kamu merasa berdaya tanpa harus mendorong segalanya.
4. Kerbau
Kamu menuai manfaat dari sifat yang sangat bisa diandalkan. Seseorang mempercayai atau sesuatu yang kamu siapkan sebelumnya berjalan persis seperti yang direncanakan.
5. Kelinci
Kamu mungkin menerima kepastian bahwa semuanya berada di jalur yang benar meski bergerak pelan. Sebuah kemenangan kecil menegaskan bahwa pendekatan efektif.
6. Kuda
Kamu merasakan peningkatan besar dalam hidup pada hari Kamis sebagai hasil dari usaha yang akhirnya terbayar. Sesuatu yang kamu curahkan energi kini mulai mengembalikan energi itu kepadamu.
Ramalan shio 5 Februari 2026 dengan energi Anjing Logam menegaskan usaha dilakukan dengan konsistensi, kesabaran, dan integritas akhirnya membuahkan hasil.(*)
Beberapa hari ini kota Batam mengalami cuaca panas. Terpancar terik matahari yang terjadi di kawasan Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Kepulauan Riau masih akan didominasi cuaca kering hingga akhir Februari 2026. Potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi diperkirakan baru mulai terjadi pada Maret, dan akan meningkat signifikan pada Mei mendatang.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan meski saat ini sudah memasuki periode kemarau, hujan masih berpeluang terjadi, namun bersifat ringan dan tidak merata.
“Dalam musim kemarau tetap ada hujan, tapi intensitasnya ringan, hujan-hujan tipis saja dan tidak seperti saat musim hujan,” kata Ramlan, Rabu (4/2).
Menurutnya, Februari menjadi salah satu bulan dengan tingkat curah hujan paling rendah dalam setahun. Kondisi ini berbeda dibandingkan Februari tahun lalu yang masih sesekali diguyur hujan.
“Februari ini curah hujannya rendah. Tahun lalu masih ada hujan sesekali, sekarang jauh berkurang,” ujarnya.
Ramlan menjelaskan, kondisi cuaca saat ini turut dipengaruhi oleh faktor global, seperti La Nina lemah, serta dinamika atmosfer regional, termasuk lebih seringnya muncul bibit siklon di wilayah selatan ekuator.
“Bibit siklon lebih sering terbentuk di selatan, seperti di selatan Jawa. Ini menyebabkan massa udara lebih banyak tertarik ke wilayah selatan, sehingga wilayah utara, termasuk Kepri, relatif lebih kering,” jelasnya.
BMKG mencatat, sebagian besar wilayah Kepulauan Riau telah mengalami lebih dari 15 hari tanpa hujan, yang sudah masuk kategori musim kemarau atau musim kering. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya potensi kekeringan dan kebakaran lahan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah Kepri.
“Titik panas itu berbeda dengan titik api. Saat ini memang belum terdeteksi titik panas di Kepri. Namun karena kekeringan diperkirakan meningkat hingga akhir Februari, potensi kebakaran lahan dan hutan juga ikut meningkat,” tegas Ramlan.
Ia menyebutkan, tingkat kekeringan di setiap wilayah bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tutupan lahan, suhu udara, kelembaban, serta kecepatan angin.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada selama musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air dan potensi kebakaran.
“Di musim kemarau, ketersediaan air tanah umumnya berkurang. Masyarakat juga kami imbau tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di kawasan perkebunan, lahan kosong, dan area yang mudah terbakar,” katanya.
Ramlan menyoroti kejadian kebakaran lahan yang sempat terjadi di Batam dalam beberapa waktu terakhir, termasuk laporan dua titik kebakaran yang terjadi pada malam sebelumnya.
“Pembakaran kecil sekalipun harus diawasi. Banyak kejadian api ditinggal dan akhirnya meluas. Ini yang harus dihindari,” ujarnya.
Terkait perkembangan cuaca ke depan, Ramlan menyebut hujan mulai berpeluang terjadi kembali pada awal Maret, dengan intensitas yang perlahan meningkat.
“Mulai Maret potensi hujan sudah ada, dan intensitasnya akan meningkat lagi pada Mei,” pungkasnya. (*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah pihak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Rabu (4/2).
Dalam operasi senyap tersebut, tim penindakan KPK mengamankan beberapa pihak di Kantor Pusat DJBC Kemenkeu yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rawamangun, Jakarta Timur.
“Tim mengamankan sejumlah pihak, khususnya di Kantor Pusat Bea dan Cukai,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2).
Salah satu pihak yang diamankan adalah mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan (P2) DJBC Kemenkeu. Namun, yang bersangkutan tidak diamankan di Jakarta, melainkan di Provinsi Lampung.
“Mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan itu diamankan di wilayah Lampung,” tutur Budi.
Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita barang bukti dalam operasi tersebut. Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai dalam pecahan rupiah dan mata uang asing dengan nilai mencapai miliaran rupiah, serta logam mulia seberat sekitar 3 kilogram.
“Untuk barang bukti, ada uang tunai, baik rupiah maupun mata uang asing, senilai miliaran rupiah. Selain itu, ada logam mulia sekitar 3 kilogram,” kata Budi.
Budi mengungkapkan, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi di lingkungan DJBC Kemenkeu. KPK menduga terdapat praktik korupsi yang melibatkan pihak swasta dalam proses importasi barang ke Indonesia.
“Terkait dengan konstruksi perkaranya, ini berkaitan dengan kegiatan importasi yang dilakukan oleh pihak swasta. KPK menduga adanya tindak pidana korupsi,” ujarnya.
Namun demikian, KPK belum merinci jenis barang yang menjadi objek importasi dalam perkara tersebut. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai.
“Detail barang apa saja yang masuk ke Indonesia, nanti akan kami update,” imbuhnya.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Lembaga antirasuah akan mengumumkan secara resmi konstruksi perkara, identitas pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta rincian barang bukti hasil operasi penindakan tersebut. (*)
Perwakilan Vihara Dharma Shanti Tanjunguban menyerahkan paket sembako ke warga lansia di Desa Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Rabu (4/2) sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Vihara Dharma Shanti Tanjunguban bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bintan membagikan puluhan paket sembako kepada warga lanjut usia (lansia) di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Rabu (4/2) sore.
Sebanyak 37 paket sembako disalurkan kepada warga lansia sebagai bentuk kepedulian sosial menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026.
Perwakilan Yayasan Vihara Dharma Shanti Tanjunguban, Weitak, mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan kolaborasi perdana bersama PWI Bintan.
“Kegiatan ini kami lakukan menjelang Imlek 2026. Ini juga menjadi kegiatan perdana kami bersama PWI Bintan,” ujar Weitak.
Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di masa mendatang.
“Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan membantu lebih banyak masyarakat,” tambahnya.
Ketua PWI Kabupaten Bintan, Harjo Waluyo, mengapresiasi inisiatif dan kepedulian Vihara Dharma Shanti Tanjunguban terhadap warga lansia.
“Mudah-mudahan kerja sama dan kegiatan sosial ini bisa terus berlanjut,” kata Harjo.
Apresiasi juga disampaikan Ketua RT setempat, Syarif, yang mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan kepada warganya.
“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ujarnya. (*)
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo. F. Dery Ridwansah/JawaPos.com
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bernama Rizal Fadillah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Rabu (4/2). Rizal saat ini menjabat Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat dan pernah menjabat Kepala Bea Cukai Batam.
Juru Bicara KPK, Budi Prastyo, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Rizal dan pihak-pihak lain yang turut diamankan.
“Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh tim KPK terhadap pejabat Bea Cukai,” ujar Budi.
Budi menjelaskan, Rizal ditangkap di Lampung bersama beberapa orang lainnya. Perkara ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan importasi yang melibatkan pihak swasta. Namun, KPK belum merinci jenis barang yang menjadi objek perkara.
“Ini terkait dengan beberapa barang yang masuk ke Indonesia. Untuk detail barangnya akan kami sampaikan pada perkembangan berikutnya,” katanya.
Dalam OTT tersebut, penyidik KPK turut menyita uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing, serta logam mulia. Nilai uang yang disita mencapai miliaran rupiah, sementara logam mulia yang diamankan memiliki berat sekitar 3 kilogram.
“Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” tutup Budi.
Rizal Fadillah diketahui menjabat Kepala Bea Cukai Batam sejak November 2023. Pada September 2024, ia kemudian dipromosikan sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) di Kantor Pusat DJBC.
Sejumlah pihak yang pernah bekerja bersama Rizal di Batam mengaku terkejut dengan penangkapan tersebut.
“Tidak menyangka. Saat menjabat direktur, orangnya dikenal tertutup dan berhati-hati,” ujar salah seorang koleganya. (*)
The Outer Worlds 3 belum dibuat, Obsidian ubah strategi pengembangan. F. x.com/Okami_13.
batampos – Obsidian Entertainment memastikan belum memiliki rencana untuk mengembangkan The Outer Worlds 3. Kepastian tersebut disampaikan manajemen studio menyusul evaluasi kinerja penjualan sejumlah gim besar yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir.
Informasi itu terungkap dalam wawancara Obsidian yang dilaporkan oleh Bloomberg, di mana studio memutuskan untuk memusatkan sumber daya pada proyek lain yang dinilai lebih realistis dan berkelanjutan.
Keputusan tersebut diambil setelah Obsidian merilis tiga judul besar pada 2025, yakni The Outer Worlds 2, Avowed, dan Grounded 2. Dari ketiga gim tersebut, hanya Grounded 2 yang mencatatkan performa penjualan signifikan.
Sementara itu, The Outer Worlds 2 dan Avowed disebut belum mampu memenuhi target penjualan yang ditetapkan oleh Microsoft sebagai induk perusahaan.
“Penjualan The Outer Worlds 2 gagal memenuhi ekspektasi utama perusahaan, meskipun mendapatkan respons kritikus yang relatif positif,” ujar Kepala Studio Obsidian, Feargus Urquhart, dikutip dari Diario AS, Rabu (4/2).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat Obsidian harus meninjau ulang rencana investasi untuk proyek berskala besar berikutnya dalam waralaba The Outer Worlds.
Selain faktor penjualan, durasi pengembangan juga menjadi pertimbangan utama. Proyek The Outer Worlds 2 dan Avowed diketahui memakan waktu lebih dari enam tahun pengembangan.
Ke depan, Obsidian ingin beralih ke siklus pengembangan yang lebih singkat demi menjaga kesehatan tim, efisiensi sumber daya, serta keberlanjutan studio.
Atas dasar itu, Obsidian memutuskan untuk tidak memulai pengembangan The Outer Worlds 3 dalam waktu dekat, meskipun sebagian penggemar berharap kelanjutan cerita dari gim sebelumnya.
Sebagai gantinya, Obsidian akan fokus pada pendekatan pengembangan yang lebih efisien, termasuk mendukung judul-judul yang telah rilis melalui konten tambahan dan pembaruan.
Keputusan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang studio dalam menyesuaikan skala proyek dengan kondisi pasar dan kemampuan internal. (*)
Petugas Ditlantas Polda Kepri bersama BPTD dan Jasa Raharja melakukan ramp check angkutan umum dan pariwisata dalam Operasi Keselamatan Seligi 2026 di Batam.
batampos – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar ramp check angkutan umum dan angkutan pariwisata dalam rangka Operasi Keselamatan Seligi 2026. Pemeriksaan dilakukan di Komplek Indofast dan Batam Family Tourist, Rabu (4/2).
Ramp check ini menjadi bagian dari upaya preemtif dan preventif untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya yang disebabkan oleh faktor teknis kendaraan.
Kegiatan tersebut melibatkan personel Ditlantas Polda Kepri, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri, serta PT Jasa Raharja Provinsi Kepri.
Dalam pemeriksaan, petugas mengecek secara menyeluruh kelengkapan administrasi dan kondisi teknis kendaraan angkutan umum dan pariwisata. Pemeriksaan meliputi uji KIR, sistem pengereman, lampu, ban, hingga kelayakan fisik kendaraan guna memastikan kendaraan benar-benar laik jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat, mengatakan ramp check merupakan bagian dari optimalisasi kinerja Satgas Preemtif dan Satgas Preventif Operasi Keselamatan Seligi 2026.
“Melalui ramp check ini, kami memastikan kendaraan angkutan umum dan pariwisata memenuhi standar keselamatan. Langkah ini penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat kerusakan teknis kendaraan,” ujarnya.
Selain aspek teknis, ramp check juga bertujuan menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang, sekaligus melindungi pengguna jalan lainnya. Petugas turut menegakkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang uji kendaraan bermotor sebagai dasar administrasi dan legalitas operasional angkutan di jalan raya.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penegakan regulasi agar kendaraan yang beroperasi memiliki legalitas dan standar keselamatan yang jelas,” tegasnya.
Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Seligi 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi lebih menitikberatkan pada pendekatan edukatif dan preventif.
“Kendaraan yang berkeselamatan adalah tujuan utama operasi ini. Dengan ramp check, potensi kecelakaan akibat faktor teknis dapat diminimalkan sejak dini,” katanya.
Kegiatan ramp check berlangsung aman dan lancar serta menjadi bagian dari laporan pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2026 di wilayah Kepulauan Riau. (*)
Pemuda Anambas saat berdiskusi dengan perwakilan perusahaan Migas yang meminta dihadirkan BLK untuk mengasah kemampuan sebelum masuk ke dunia kerja. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Kehadiran Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini masih menjadi harapan besar bagi para pemuda setempat. Fasilitas pelatihan kerja tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal sebelum terjun ke dunia kerja.
BLK berfungsi sebagai tempat pelatihan teknis sesuai bidang tertentu, sekaligus memberikan sertifikasi keahlian yang diakui. Dengan sertifikat tersebut, peluang tenaga kerja untuk diterima di dunia industri dinilai lebih besar.
Namun hingga saat ini, BLK belum juga hadir di Anambas. Kondisi ini membuat banyak pemuda merasa tertinggal dibandingkan daerah lain yang telah memiliki fasilitas pelatihan kerja yang memadai.
Pemuda Anambas, Bagas Apriboy, mengatakan kehadiran BLK selama ini masih sebatas mimpi bagi anak-anak daerah. Ia menilai pemerintah sudah seharusnya menghadirkan BLK demi masa depan generasi muda Anambas.
“Sejauh ini BLK itu masih sebatas mimpi bagi kami. Sudah seharusnya dibangun,” ujar Bagas, Rabu (4/2).
Menurutnya, ketiadaan BLK memaksa pemuda Anambas mengikuti pelatihan dan mengambil sertifikat keahlian di luar daerah. Hal tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari biaya pelatihan hingga transportasi laut atau udara serta biaya hidup.
“Kalau ambil sertifikat secara mandiri bisa jutaan rupiah, belum lagi ongkos transportasi dan biaya tinggal,” jelasnya.
Kondisi geografis Anambas yang jauh dari pusat pelatihan turut memperberat beban pemuda, terutama mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Akibatnya, tidak sedikit anak daerah yang mengurungkan niat untuk meningkatkan keterampilan karena keterbatasan biaya.
Bagas berharap, jika BLK nantinya hadir, jenis pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Anambas, terutama sektor migas dan pariwisata.
“Kalau pelatihannya sesuai kebutuhan perusahaan, peluang kerja anak daerah pasti lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menegaskan pembangunan BLK memang menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dan termasuk dalam janji politiknya di bidang pengembangan sumber daya manusia.
“Sekarang sedang kita upayakan. Sudah ke pemerintah pusat dan juga ke SKK Migas,” ujar Aneng melalui sambungan telepon.
Ia mengakui, hingga kini pembangunan BLK belum menemukan titik terang. Meski begitu, Pemkab Anambas terus melobi perusahaan migas agar menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan BLK.
Menurut Aneng, keberadaan BLK akan memberikan manfaat bagi daerah maupun perusahaan. Pemerintah daerah dapat menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap pakai, sementara perusahaan tidak perlu lagi merekrut pekerja dari luar daerah.
“Ini bentuk sinergi. BLK hadir, kita bisa menyuplai tenaga kerja ke perusahaan itu sendiri,” jelasnya.
Aneng berharap dukungan seluruh pihak agar rencana pembangunan BLK dapat segera terwujud demi masa depan pemuda dan kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas. (*)