Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 2911

Ada Gumpalan Darah di Kepala, Sebabkan Korban Penganiyaan Meninggal Dunia

0
Petugas sedang mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke Desa Nyamuk agar segera di kebumikan. Foto: Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Kematian buruh bangunan korban penganiyaan, Dandi (26) disebabkan adanya gumpalan darah yang menyumbat di dalam kepala. Hal ini dikatakan oleh Direktur RSUD Tarempa, Rini Gumala Cahyasih.

Rini menjelaskan sejak awal masuknya korban di Unit Gawat Darurat (UGD) pada Kamis, (5/9) malam, petugas langsung berupaya memberikan layanan terbaik. Bahkan telah melakukan visum sesuai permintaan dari Polres Anambas.

“Korban masih sadar ketika di UGD. Bisa bicara juga. Setelah dipindahkan ke ruang rawat inap, kondisi korban kian menurun dan tidak sadar diri,” kata Rini, Jumat, (13/9).

Melihat perkembangan korban tidak membaik, pihaknya menyarankan kepada keluarga untuk segera merujuk ke luar daerah. Karena, selama ini RSUD Tarempa belum mempunyai peralatan medis yang memadai.

“Kita tidak ada CT Scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging), kami membujuk keluarga untuk merujuk korban keluar daerah. Segala fasilitas ditanggung Pemkab Anambas. Tapi tetap saja ditolak,” terang Rini.

Karena tetap menolak, maka pihaknya membuat surat pernyataan dengan keluarga korban yang berisikan bahwa menolak untuk di rujuk.

“Dengan keadaan seperti ini, kami sebisa mungkin merawat korban. Dan Allah SWT berkata lain, sudah dipanggil duluan,” sebut Rini.

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Ipda Rudi Luis mengatakan dengan meninggalnya korban membuat penyidik menambahkan pasal untuk menjerat pelaku, Alif (23).

“Kalau kemarin kan kita sangkakan pasal penganiyaaan yang menyebabkan luka berat. Sekarang kita tambahkan pasal penganiyaan yang menyebabkan meninggal dunia,” kata Rudi.

Dengan bertambahnya pasal, membuat pelaku terancam menerima hukuman penjara maksimal 9 tahun.

“Sebelumnya terancam paling lama 2 tahun 8 bulan. Karena kena pasal berlapis, paling lama 9 tahun,” kata dia.

Perlu diketahui, peristiwa penganiyaan terjadi di Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan pada Kamis, (5/9) lalu. Penganiyaan terjadi karena pelaku, Alif cemburu dengan korban yang telah berselingkuh bersama istrinya, DE.

Dalam penganiyaan, pelaku memukul muka korban yang sedang minum berakohol dengan tangan sebelah kiri. Setelah korban terkapar, pelaku langsung menginjak kepala sebanyak dua kali. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin

 

MenPAN RB Meninjau Kesiapan Hunian ASN

0

batampos – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas meninjau kamar tinggal di salah satu tower hunian bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berada di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (13/09).

Peninjauan dilaksanakan usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo, dihadiri oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin serta para menteri dan kepala lembaga dari Kabinet Indonesia Maju.

Pada kesempatan tersebut Menteri Anas menyampaikan bahwa hunian yang ditujukan bagi ASN sangat nyaman untuk ditinggali. Adanya fasilitas tempat tinggal tersebut diharapkan dapat mendukung kinerja ASN yang akan bertugas di IKN. Hunian tersebut diperuntukan bagi ASN dan keluarga.

“Hunian bagi ASN tempatnya sangat nyaman menurut saya untuk ASN dan sudah diputuskan Presiden satu keluarga satu unit tidak lagi sharing,” ujarnya.

Setiap unit hunian ASN di IKN memiliki 1 kamar mandi dan 3 kamar, di mana 1 kamar utama dilengkapi dengan kamar mandi. Terdapat juga ruang tamu, ruang makan, dapur dan ruang cuci piring. Hunian menerapkan smart home system, dimana ASN cukup scan barcode untuk masuk ke kamar.

Berdasarkan informasi dari Kementerian PUPR, jumlah tower yang ditargetkan akan tersedia 47 Tower Hunian yang terdiri atas sekitar 2.820 Unit Hunian. Dari 47 Tower tersebut, jumlah tower yang akan ditempati untuk Pegawai ASN pada tahap awal adalah 29 Tower atau sekitar 1.740 Unit Hunian. Selebihnya akan ditempati oleh prajurit TNI/ anggota Polri.

Lebih lanjut mantan Kepala LKPP ini mengatakan jika hunian ASN yang nyaman dan lokasi yang dekat dengan sumbu kebangsaan IKN, dapat dimanfaatkan oleh ASN untuk berolahraga atau berjalan kaki menuju pusat perkantoran.

“Sekarang sudah ada 560 unit yang sudah siap, dan Presiden berharap ini sistemnya terintegrasi dengan sistem digital dan kualitasnya juga baik untuk ASN,” pungkasnya. (HUMAS MENPANRB)

Dinas PUPR Bangun Jalan Baru, Tingkatkan Konektivitas dan Kesejahteraan

0
Program pembangunan jalan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq di Pulau Belat menghubungkan empat Desa yakni Desa Sei Asam, Leboh, Sebele dan Desa Tebias. (istimewa)

batampos – Program pembangunan Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang telah disusun pada 2024 satu per satu sudah mulai berjalan dan dapat dinikmati. Tidak hanya menyentuh kawasan perkotaan, seperti Pulau Karimun. Tapi, pembangunan dilakukan di luar Pulau Karimun.

Seperti di Pulau Belat, Kecamatan Belat Bupati Karimun Aunur Rafiq menjadikan pembangunan jalan sebagai proyek pembangunan priroritas. Mengingat di kecamatan tersebut masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang dapat menghubungkan ke berbagai desa yang ada di pulau tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Cahyo Prayitno yang dikonfirmasi Batam Pos, Jumat (13/9) mengatakan, ada dua proyek pembangunan jalan di Pulau Belat yang menjadi prioritas Bupati Karimun pada tahun ini ada dua. ”Yakni, pembangunan Jalan Baru Simpang Olak Serenge, Desa Degong dan jalan lingkar Sei asam ke Sedongkol, Kecamatan Belat,” ujarnya.

Pembangunan Jalan Baru Simpang Olak Serenge, Desa Degong, lanut Cahyo, merupakan perjuangan Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam rangka memberikan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sudah dilaksanakan pada 2024. Pembangunan jalan ini sebagai jalan penghubung antar dusun dan sebagai akses pelayanan dasar, akses menuju pelabuhan dan sebagai simpul transportasi yang menghubungkan jalan kabupaten dan jalan provinsi.

”Kemudian, Bupati Karimun Aunur Rafiq juga membangun Jalan Lingkar Sei. Asam – Sedongkol Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun yang juga dilaksanakan tahun ini. Jalan tersebut sebagai akses jalan untuk pelayanan dasar seperti sekolah dan Puskesmas sebagai simpul transportasi yang menghubungkan empat desa di Pulau Belat. Yaitu Desa Sungai Asam, Leboh, Sebele dan Desa Tebias,” paparnya.

Selain itu, kata Cahyo, dengan adanya jalan baru ini sebagai konektivitas di pulau tersebut dan sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terbukti, jalan di Pulau Belat merupakan bentuk juga merupakan akses jalan pendongkrak perekonomian masyarakat. Sehingga sangat membantu untuk distribusi hasil perkebunan sagu masyarakat di sana.

”Program pembangunan lainnya dari Bupati Karimun Aunur Rafiq berupa pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) di Lembah Permai, Darussalam, Kecamatan Meral Barat bertujuan sebagai salah satu metode pembebasan suatu area dari genangan air banjir atau erosi di daerah perkebunan. Termasuk juga membangun DPT di SMK 2 yang bertujuan memberikan dukungan pada lereng dengan menahan gerakan lateral dan tekan agar terhindar dari keruntuhan tanahyang diakibatkan perubahan elevasi tanah yang melebihi sudut diam tanah. Sekaligus menstabilkan struktur bangunan sekolah terhadap muatan- muatan gaya horizontal dan overtunin,” terangnya. (*)

 

Reporter: Sandi Pramosinto

Minggu, akan Ada Pawai Tatung di Batam

0
pawai tatung
Pawai Tatung Dayak-Tionghoa yang digelar di Komplek Bumi Indah, Nagoya, Lubukbaja, Minggu (13/11/2022), lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Setelah absen selama satu tahun, Pawai Tatung Tionghoa akan kembali digelar di Batam pada Minggu, 15 September 2024. Acara spektakuler ini diselenggarakan oleh Majlis Agama Buddha Tridharma Indonesia wilayah Kepri, di bawah pimpinan Susanto Theodolite dan di dukung oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemko Batam yang bakal di hadiri Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Harmoni Dalam Keberagaman,” yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya lokal dalam konteks kesatuan NKRI.

“Pawai Tatung dimulai dengan sembahyang bersama di Komplek Bumi Indah, Nagoya, Lubukbaja, pada pagi hari,” ujarnya, Kamis (12/9).

Persiapan pawai akan berlangsung pada pukul 13.30 WIB di dua vihara utama: Vihara Cipta Darma, Seipanas, dan Vihara Budi Bakti, Nagoya.

Pelepasan pawai akan ter konsentrasi di depan hotel Luckystar pada 14.30 WIB, yang tandai dengan penyalaan petasan yg akan di pimpin oleh Walikota Batam bersama para tokoh masyarakat, untuk menuju nagoya tepatnya di samping Martabak Har.

“Pawai akan dimulai dari lokasi ini dan berakhir di simpang Martabak Har, Nagoya. Walikota Batam, Muhammad Rudi, akan memberikan pelepasan resmi,” kata Susanto.

Event ini akan menampilkan 27 klenteng vihara, 49 pasang Tatung dari berbagai daerah seperti Kalimantan, 7 peserta budaya Nusantara
Serta berbagai atraksi budaya nusantara termasuk reog, kuda lumping, dan tarian dari Flores Larantuka. Umat Hindu juga akan menyediakan makanan gratis untuk para pengunjung.

Pawai Tatung akan diikuti oleh festival mooncake yang diselenggarakan setelah pawai, bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

“Festival ini akan dimeriahkan oleh persembahan tarian budaya nasional,” jelasnya.

Susanto mengungkapkan, tahun ini acara ini mendapatkan respon positif dengan jumlah peserta yang semakin meningkat. Menurutnya budaya merupakan salah satu perekat kesatuan dan persatuan,

“Dengan pawai ini kita juga dapat menunjukan kepada dunia luar bagaimana indonesia mengamalkan bhinneka tunggal ika,” ujarnya.

Diharapkan, Pawai Tatung dapat menjadi agenda nasional yang menyatukan berbagai budaya dan memperkuat pariwisata di Kepri, khususnya menarik wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Dukungan dari Pemprov Kepri sesuai janji Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sejak pawai pertama pada 2022, pada saat itu meminta dan berjanji untuk di lanjutkan acara ini

“Event ini diharapkan akan semakin menjadi magnet pariwisata di Kepri, mempromosikan harmoni dalam keberagaman budaya,” tutupnya (*)

 

Reporter : AZIS MAULANA

Tingkatkan Kapasitas PPPK Penghulu, Kemenag Kepri Gelar Bimtek Khusus

0
Kemenag Kepri gelar Bimtek Khusus untuk  meningkatkan kapasitas PPPK Penghulu.

batampos – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri melalui Seksi Kepenghuluan dan Bina Keluarga Sakinah Bidang Bimas Islam menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepenghuluan bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kinerja (PPPK), Jumat (13/9).

Kegiatan yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Kepri ini, diikuti oleh 15 PPPK Penghulu yang berasal dari Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Mereka adalah Penghulu yang lolos dalam seleksi PPPK tahun 2023 lalu.

Bimtek ini mendatangkan narasumber dari Subdit Bina Kepenghuluan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI yakni Ari Pujiatno selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda dan Makhzaini, Analis Kebijakan Ahli Muda. Selain itu juga ada narasumber dari Kanwil Kemenag Kepri yakni Muhammad Mukhsin, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda pada Seksi Kepenghuluan dan Bina Keluarga Sakinah.

Dalam bimtek kepenghuluan ini, Makhzaini menekankan PPPK Penghulu harus menguasai semua tugas dan fungsi (tusi) Kantor Urusan Agama (KUA). Ia juga berpesan kepada peserta bimtek untuk memperhatikan penampilan diri dalam memberikan layanan.

“PPPK Penghulu tidak hanya mencatat nikah tapi semua tusi KUA dikuasai juga melaksanakan Tusi sesuai peraturan-peraturan yang berlaku. Perhatikan pakaian dalam memberi layanan, harus rapi, karena dalam layanan publik itu penampilan yang utama,” kata Makhzaini.

Sementara, Ari Pujiatno menekankan PPPK Penghulu harus mempertajam kompetensi diri menjelang asesmen masal serentak yang akan digelar beberapa waktu nanti bekerja sama dengan Pusdiklat.

“Bimtek ini untuk mengejar target kompetensi PPPK Penghulu, karena ada (PPPK Penghulu dulu saat honorer, red) yang the right man not in the right place (bekerja tidak bersentuhan dengan kepenghuluan). Oleh karenanya, setelah bimtek akan ada asesmen massal kepenghuluan,” kata Ari Pujiatno.

Ia pun menitipkan beberapa hal yang harus dikuasai PPPK Penghulu sebelum asesmen dilaksanakan, terutama memahami fikih munakahat.

“Bimtek ini untuk memotret kemampuan awal penghulu, kemudian mengejar target kompetensi dan menyamaratakan kompetensi. Pertajam 3 kompetensi dasar yakni, kemampuan fikih munakahat, kemampuan dalam pelayanan akad nikah, dan pemahaman terhadap regulasi, ini standar dasar seorang penghulu yang akan diukur dalam asesmen nanti,” ungkapnya.

Ari juga berpesan agar PPPK Penghulu membaca kasus-kasus pernikahan yang ada di lapangan, kemudian mencari solusinya berdasarkan fikih munakahat. Ia mengingatkan agar Penghulu tidak membuat rekomendasi pernikahan tanpa dasar syariah dan hukum yang jelas.

“Baca kasus-kasus pernikahan dengan WNA (Warga Negara Asing). Jangan sewenang-wenang membuat rekom yang pernikahannya di Luar Negeri. Kalo tidak tahu data pengantinnya jangan pernah buat surat rekom, karena kalau dikeluarkan (rekom,red) dosa secara hukum agama dan administrasi pemerintahan,” tegasnya.

Seorang penghulu, menurut Ari, harus mumpuni dalam memahami fikih munakahat agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

“Tugas bagi PPPK Penghulu 5 tahun kedepan, kompetensi di bidang fikih munakahat harus mumpuni. Sah tidaknya pernikahan orang muslim, kewenangan itu diberikan kepada bapak-bapak semua. Ada hukum syariah dan hukum positif yang diemban. Maka jangan pernah gegabah dalam menetapkan status pernikahan orang,” pungkasnya. (*)

Pertemuan Polda Kepri dengan Warga Rempang yang Telah Bergeser

0
rempang 1
Warga Rempang foto bersama usai Polda Kepri menyerahkan sembako untuk warga Rempang yang terdampak relokasi di Tanjungbanon Rempang ..

batampos – Polda Kepri melakukan pertemuan dengan warga Rempang yang telah bergeser dan mendukung pembangunan rumah relokasi warga Rempang, Jumat (13/9/2024).

Pertemuan sekira 14.00 Wib di lokasi pembangunan permukiman warga terdampak pembangunan Kawasan Rempang Eco-City, Sembulang, Galang. Pada kesempatan yang sama Polisi memberikan bantuan sosial sembakoi.

“Kami masih menunggu untuk menempati rumah relokasi selesai dibangun dan tetap mendukung Program Proyek Setrategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City, ujar salah satu warga.

“Kami, warga, berharap Polri/TNI melakukan rapat dengan pemerintah terkait untuk segera menyelesaikan pembangunan PSN Rempang karena Sumber Daya Manusia warga Rempang bergantung pada Program PSN Rempang Eco City,” tutur Rahayu perwakilan salah satu warga Rempang.

Masih kata Rahayu, warga mengharapkan kepada BP Batam agar UMKM bisa dibuka di lokasi pembangunan rumah relokasi. Permohonan ini membuka harapan untuk warga Rempang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

polda rempangRahayu juga mengucapakan banyak terimakasih kepada Polda Kepri telah memperhatikan warga yang direlokasi serta turut andil meperhatika warga Rempang yang direlokasi. Selain itu Polda Kepri terus membagikan sembako.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Sekali lagi kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolda Kepri khusunya,” ujar Rahayu. (*)

Reporter : Dalil Harahap

Pertamina Imbau Pengendara Lapor Petugas yang Membatasi Pembelian Pertalite

0
Pendaftaran QR 1 F Cecep Mulyana
Seorang warga melakukan pendaftaran QR untuk pembelian BBM Pertalite di SPBU Bundaran Madani Jjumat (13/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sejumlah pengendara di Batam masih mengeluhkan adanya beberapa petugas SPBU yang membatasi pembelian BBM jenis pertalite jika tidak punya QR Code MyPertamina. Padahal, PT Pertamina Patra Niaga menyebutkan tak ada aturan untuk membatasi pembelian BBM jenis pertalite tersebut.

Seperti yang dialami, Andi pengendara mobil yang belum mendaftar QR Code Pertamia. Ia yang hendak mengisi BBM jenis pertalite sebanyak Rp 400 ribu tiba-tiba ditolak oleh petugas dengan alasan tak punya QR Code.

“Saya mau isi Rp 400 ribu, tapi oleh petugas bilang tak bisa karena belum terdaftar. Jadi saya hanya boleh isi Rp 200 ribu,” sebut Andi.

Menurut Andi, ia diminta oleh petugas untuk segera mendaftar QR Code. Sebab pada bulan Oktober mendatang, tak hanya pembelian yang dibatasi, namun tidak bisa mengisi pertalite jika belum terdaftar QR Code.

“Jadi diminta untuk segera daftar, agar nanti bisa tetap isi pertalite,” sebut Andi

Sementara, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria kembali menegaskan tak ada pembataaan pembelian pertalite meski tidak punya QR Code. Hal itu dikarenakan belum adanya aturan dari pemerintah.

“Saya tegaskan, tak ada aturan pembatasaan pembelian pertalite, asal dalam batas wajar,” sebut Satria.

Ia menduga, adanya petugas SPBU yang membatasi pengisian pembelian karena ketidaktahuan. Atau bisa juga karena pengendara tersebut sudah mengisi melebihi dari batas wajar dari kendaraan.

“Kemungkinan tercatat pengendara tersebut membeli diatas batas wajar dalam sehari, jadi dibatasi oleh petugas,” kata Satria.

Namun jika petugas SPBU membatasi karena pengendara tidak punya QR Code, ia minta pengendara tersebut bisa mengingatkan petugas. Namun jika petugas tak mengedahkan, pengendara bisa melapor ke Pertamina.

“Silahkan lapor jika memang ada petugas yang membatasi pengisian pertalite karena tak punya QR Code,” jelas Satria.

Masih kata Satria, hingga 11 September di Kepri sudah tercatat 58.411 kendaraan yang terdaftar QR Code.

“58.411 kendaran per 11 September untuk wilayah Kepri,” pungkasnya.  (*)

Reporter: Yashinta

 

Pesparawi Ke-VI Provinsi Kepri Dibuka

0
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri Mahbub Daryanto membuka Pentas Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke- VI tingkat Provinsi Kepri di Pacific Palace Hotel, Kota Batam.

batampos – Pentas Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke- VI tingkat Provinsi Kepri digelar di Pacific Palace Hotel, Kota Batam. Kegiatan yang berlangsung 12-13 September 2024 tersebut, diikuti oleh 622 peserta dari 4 kabupaten/kota se-Kepri.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kepri Mahbub Daryanto didampingi Ketua Lembaga Paduan Suara Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri Jumaga Nadeak, Kamis (12/9) lalu.

Dalam laporanya, Ketua Panitia Pelaksana Pdt. Resmina Sihombing mengungkapkan, pelaksanaan Pesparawi tahun 2024 ini akan menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Kepri, khususnya umat Kristen. Ratusan peserta akan bersaing menjadi yang terbaik di 11 kategori perlombaa.

“Kegiatan ini diikuti oleh empat kabupaten/kota di Provinsi Kepri, yaitu Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun, dengan total peserta mencapai 622 orang,” ujar Pdt. Resmina Sihombing

Dijelaskannya, ada 11 kategori lomba antara lain, Paduan Suara Anak (PSA), Paduan Suara Remaja Pemuda (PSRP), Paduan Suara Wanita (PSW). Selain itu ada juga Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), Vocal Grup, Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Solo Anak 10-13 tahun, Solo Anak 7-9 tahun, dan Musik Pop Gerejawi.

Ketua LPPD Kepri, Jumaga Nadeak, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam pelaksanaan acara ini. Menurutnya, ajang Pesparawi tidak semata-mata tentang meraih piala atau kemenangan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antarumat dan menghindari perpecahan.

“Kita harus bisa saling mencintai dan menjaga persatuan, tidak hanya di antara umat beragama, tetapi juga sesama umat Kristen,” kata Jumaga.

Jumaga juga menambahkan bahwa penyelenggaraan Pesparawi ini adalah yang pertama kali diikuti dengan peserta sebanyak ini, dan diharapkan dapat menjadi ajang yang lebih besar di masa mendatang.

“Jika acara ini sukses, tahun depan kita siap menggelar acara yang lebih besar lagi. Para pemenang ini akan mengikuti ajang Pesparawi tingkat nasional di Papua pada bulan 6 mendatang. Jadi tunjukkan bakat terbaik,” ucapnya.

Kakanwil Kemenag Kepri Mahbub Daryanto. Dalam sambutannya meminta para peserta menunjukan bakat terbaiknya dalam kompetisi ini. Adat istiadat harus dijunjung dan dilestarikan, melalui Pesparawi ini menjadi ajang silahturahmi antarsesama

“Salah satu rukun yaitu menjaga adat, dan menghormati tradisi lokal sebagai sesama anak bangsa. Melalui pesparawi ini teruslah berprestasi, berlatih, dan menjaga puncak, jangan kecewa kalau tidak menang. Siapapun pemenangnya, jaga kekompakan, dan selamat mengikuti kompetisi ini,” ungkap Mahbub.

Turut hadir dalam pembukaan Pesparawi, Forkopimda Provinsi, 5 Aras Nasional, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Kepri, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan seluruh peserta Pesparawi se Kabupaten/ Kota. (*)

 

Sepekan, 2 Pelajar Tewas Kecelakaan

0
Kecelakaan
Ilustrasi, kecelakaan.

batampos – Kecelakaan yang menimpa pelajar kembali terjadi. Tadi pagi, Jumat (13/9) sekitar pukul 06.30 WIB, kecelakaan dialami pelajar SMKN 4 berinisial KPA, 16, di Jalan Ir. Soetami, Sekupang. Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian.

Informasi yang didapatkan, kecelakaan ini berawal saat korban mengendarai motor Honda Vario BP 5040 HU dari arah Patam Lestari menujun tafick light. Di saat bersamaan, motor Honda CB BP 2172 JO yang dikendarai AS, 23, menabrak korban dari arah belakang.

“Korban tersenggol dengan motor temannya, dan terjatuh. Saat jatuh itu ditabrak oleh motor dari belakang,” ujar Putri, salahs seorang saksi mata.

Putri menjelaskan pagi itu korban berencana pergi PKL ke kawasan Mukakuning, Seibeduk. Sedangkan penabrak, ASh hendak pulang ke kediamannya di Patam Lestari.

“Yanv nabrak tidak sempat ngelak. Karena mendadak jatuh dijalan satu arah,” katanya.

Sementara Kanit Gakkum Lantas Polresta Barelang, Iptu Viktor Hutahaean membenarkan adanya kecelakaan ini. Ia mengatakan masih melakukan penyelidikan untuk penyebab kecelakaan.

“Yang nabrak juga dirawat. Ini juga menjadi perhatian, karena jalan lurus dan terjadi kecelakaan,” katanya.

Ia menambahkan dalam kejadian ini pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa 2 unit sepeda motor tersebut.

Sebelumnya, kecelakaan antara mini bus dan motor terjadi di Jalan Hang Tuah atau tepatnya di u-turn dekat SPBU Bandara, Nongsa, Selasa (10/9) sekitar pukul 15.25 WIB.

Dalam kejadian ini, pengendara motor yang merupakan pelajar SMA, MREP, 16, tewas usai menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

Motor korban ditabrak hingga terseret sejauh belasan meter. Sedangkan korban terpental hingga tak sadarkan diri. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

KPK Temukan Titik Terang Pencarian Harun Masiku, Penampakan Mobil Sedan Berkelir Hitam Milik Harun Masiku di Kawasan Thamrin Jakarta

0
Mobil dengan pelat nomor B 8351 WB yang digunakan Harun Masiku di Thamrin Residence, Jakarta. (IST)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan titik terang terkait upaya pencarian mantan caleg PDIP Harun Masiku. Tersangka kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu menjadi buronan sejak awal 2020 lalu.

KPK telah menemukan mobil yang diduga sempat digunakan Harun Masiku. Mobil tersebut terparkir selama dua tahun di Thamrin Residence, Jakarta.

Mobil yang digunakan Harun Masiku berjenis sedan berwarna hitam. Mobil dengan pelat nomor B 8351 WB itu diketahui pajaknya mati sejak Maret 2021 atau setahun setelah Harun Masiku buron.

Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango menduga, mobil itu digunakan Harun Masiku selama bertahun-tahun.

“Apa yang kita temukan yang di apa tadi, kemarin dapat mobil-mobil yang dia parkir bertahun-tahun. Itu saja mungkin yang didapat,” kata Nawawi di Bogor, Kamis (12/9).

Nawawi menegaskan, ditemukannya mobil milik Harun Masiku merupakan keseriusan KPK untuk dapat menangkap pelaku dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI itu yang telah buron sejak 2020 lalu.

“Harun Masiku kami tidak pernah berhenti, terus mencari,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group