batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam mencatat hingga 20 September 2024 untuk capaian realisasi PBJT reklame mencapai Rp 14 miliar dari target perubahan Rp 23 miliar di tahun ini. Adapun billboard, videotron dan megatron menjadi penyumbang terbesar Rp 12 miliar sementara reklame kain dan sejenisnya hanya mencapai Rp 1 miliar.
“Baliho aktif saat ini ada 361, sementara reklame juga bisa papan nama ada sebanyak 1697 obyek,” kata Sekretaris Bapenda Kota Batam, M Aidil Sahalo, Senin (23/9).
Bapenda menyampaikan mengenai mekanisme penertiban baliho reklame yang melanggar ketentuan berdasarkan Peraturan Walikota no 50 tahun 2024. Penerbitan atau pembongkaran reklame dilaksanakan apabila penyelenggaraan reklame telah habis masa berlakunya. Kemudian, dilakukan tanpa memperoleh persetujuan Wali Kota. Lalu, tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana Perwako.
“Ada regulasi mengatur tentang pengawasan penertiban tayang dan penertibaan konstruksi oleh Tim Penyelengara Reklame (TPR) dan Tim Penertiban Tayang Reklame (TPTR),” terangnya.
Lanjutnya , pemasangan reklame harus selesai dengan ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar etik, estetik, teknis, fiskal, administrasi dan keselamatan.
“Dengan begitu, diharapkan penyelenggaraan reklame bisa tertib, rapi dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Bapenda Batam menekankan bahwa TPTR telah melakukan upaya penertiban. “Kami terus melakukan (pengawasan. Bahkan, kami memanggil wajib pajak yang memasang tidak sesuai dengan estetika,” katanya. (*)
Kepala BP Batam Muhammad Rudi bersama Direktur Air Batam Hilir (ABH) Mujiaman saat menemui warga Tanjunguncang. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Warga Perumahan Putera Jaya, Tanjunguncang masih kesulitan dengan suplai air bersih. Aksi unjuk rasa mereka beberapa waktu lalu belum membawa perubahan hingga, Minggu (22/9) siang kemarin. Aliran air masih saja ngadat dan mereka hanya bisa mengandalkan suplai air tanki yang jumlahnya juga jauh dari kebutuhan ideal mereka.
Aldi, warga perumahan Putera Jaya kepada Batam Pos menjelaskan, situasi pasokan air di sana masih sama dengan sebelumnya. Artinya belum ada tindakan yang berarti untuk menanggapi keluhan masyarakat selama ini. Air hanya mengalir di malam hari dengan tekanan yang sangat kecil dan itupun hanya untuk beberapa rumah saja. Masih banyak rumah yang tidak kebagian aliaran air melalui pipa.
“Suplai air tanki memang ada, tapi ya namanya pakai antar tetap saja tak maksimal. Banyak kebutuhan warga tapi yang diantar satu, dua tanki, manalah cukup, ” katanya.
Untuk kebutuhan masak dan minum, masyarakat di sana masih mengandalkan air galon isi ulang yang dibeli dari luar pemukiman mereka. Mereka berharap banyak agar keluhan dan persoalan yang mereka alami ini segera diatasi oleh Pemerintah.
“Kemarin waktu demo katanya mau segera diatasi tapi kok masih seperti ini keadaanya. Tolonglah, sudah bertahun-tahun kami menderita karena masalah air ini. Sudah banyak juga orang pindah dari perumahan ini karena masalah air ini, ” ujar Riko, warga lainnya.
Ketua RW 15, Perumahan Putra Jaya Ilham juga mengakui bahwa situasi dan keadaan di perumahan Putera Jaya belum ada perubahan apapun. Air masih sulit didapat.
“Belum lagi. Masih sama keadaanya, ” ujar Ilham.
Sebelumnya pihak PT Air Batam Hilir (ABH) menjelaskan telah mengupayakan berbagai upaya strategis untuk kelancaran aliran air bersih di wilayah Tanjunguncang ini.
Direktur Utama PT Air Batam Hilir Mujiaman melalui Humas ABH Ginda Alamsyah menjelaskan, ada beberapa langkah yang sudah dan sedang dilakukan untuk mengatasi persoalan air bersih ini. Beberapa diantaranya yakni; melakukan pengaturan valve di seluruh jalur suplai ke arah perumahan Putrajaya yang diharapkan akan meningkatkan suplai air ke wilayah tersebut dan meminimalisir dampak gangguan terhadap seluruh Kota Batam.
Membangun fasilitas fisik untuk memastikan terjadinya peningkatan suplai ke perumahan Putra Jaya sehingga warga di sana mendapatkan suplai air secepatnya.
“Sambil menunggu selesainya proyek IPA DK5 dan IPA Tembesi yang akan menyelesaikan secara permanen masalah suplai di Putra Jaya ini. Poin-poin ini sudah disetujui oleh Direktur BU SPAM Denny Tondano yang bertindak atas nama BP Batam untuk membangun fasilitas fisik tadi, ” ujar Ginda.
Selain itu untuk tindak lanjut terkait persoalan ini ABH juga melakukan tindakan, Perancangan System Mini Booter Pump di lokasi ujung pipa distribusi utama DN500 mm Putra Jaya, melaksanakan survei lokasi untuk mengidentifikasi kebutuhan material, desain dan konstruksi proyek tersebut, serta segera melakukan pengadaan dan konstruksi dimaksud.
“Selama proses pengadaan maka proses persiapan-persiapan fisik secara paralel dikerjakan meliputi: izin lokasi, penyiapan lahan dan lain-lain. ABH juga akan melaporkan perkembangan proyek kepada BP Batam dan stake holder. Langkah-langkah ini dilakukan dan paralel dengan pengaturan suplai. ABH juga mengoptimalkan penambahan pengiriman mobil tanki sebagai upaya paling memungkinkan untuk dilakukan untuk saat ini. Semua itu dilakukan agar warga di Putra Jaya mendapatkan penambahan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ” jelas Ginda. (*)
Ilustrasi. Seorang welder menggesa pengerjaan tongkang di Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos – Sepanjang tahun 2024, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 18.490 pencari kerja (pencaker) terdaftar. Dari total pencaker tersebut, 8.943 adalah laki-laki dan 9.547 perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, pencaker masih didominasi oleh lulusan SLTA sederajat yang mencapai 16.343 orang. Dari jumlah tersebut, 7.906 adalah laki-laki dan 8.437 perempuan.
Selain lulusan SLTA, pencaker juga terdiri dari lulusan S1 sebanyak 1.105 orang, D3 sebanyak 502 orang, SLTP sebanyak 392 orang, lulusan D1 sebanyak 95 orang, D2 sebanyak 24 orang, lulusan SD 23 orang, serta enam orang lulusan S2.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengungkapkan bahwa pencaker di Kota Batam mayoritas adalah warga yang memiliki KTP Batam.
“Sepanjang Januari hingga September 2024 ini ada 18.490 pencaker yang terdata di Disnaker,” kata Rudi, Senin (23/9).
Menurutnya, dari jumlah tersebut, 16.250 pencaker adalah pemohon kartu kuning (AK-1) ber-KTP Batam. Sementara 2.240 sisanya adalah pencaker dari luar Batam yang juga mengurus kartu kuning di kantor Disnaker.
Berdasarkan data yang diterima dari Disnaker, Kecamatan Sagulung tercatat sebagai kecamatan yang paling banyak mengeluarkan kartu kuning dengan total 5.061 pemohon, diikuti Kecamatan Batuaji dengan 2.244 pemohon, dan Kecamatan Sekupang dengan 2.114 pemohon.
Di sisi lain, kecamatan yang paling sedikit mengeluarkan kartu AK-1 adalah Kecamatan Bulang dengan 81 pemohon, Kecamatan Belakang Padang 96 pemohon, dan Kecamatan Galang 116 pemohon.
Sepanjang tahun 2024, hingga September, sebanyak 13.903 pencaker telah berhasil mendapatkan penempatan kerja melalui berbagai sektor industri di Batam. Dari jumlah tersebut, 12.298 adalah lulusan SLTA yang sudah memperoleh pekerjaan, sementara lulusan S1 yang berhasil mendapatkan pekerjaan berjumlah 797 orang, lulusan D3 sebanyak 716 orang, lulusan SLTP sebanyak 51 orang, lulusan D1 sebanyak 29 orang, delapan orang lulusan D2, dan tiga orang lulusan S2.
Rudi menambahkan, banyak perusahaan di Batam yang membuka lowongan kerja dengan syarat spesifik, seperti pengalaman kerja. Namun, ada juga perusahaan yang tidak menetapkan syarat ketat, terutama untuk posisi sebagai operator. “Banyak perusahaan yang meminta kualifikasi tertentu seperti pengalaman kerja. Namun, ada juga yang tidak menetapkan kualifikasi tersebut, terutama bagi mereka yang ditempatkan sebagai operator,” jelas Rudi.
Sektor manufaktur dan oil & gas menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kota Batam sepanjang tahun 2024. Beberapa perusahaan besar seperti McDermott membuka hingga 6.000 lowongan pekerjaan di bidang tersebut.
“Peluang kerja di Batam saat ini masih cukup besar, terutama di bidang welder, manufaktur, dan oil & gas,” ujar Rudi.
Selain itu, sektor konstruksi dan industri lainnya juga masih banyak membuka lowongan kerja. PT SMOE, salah satu perusahaan yang beroperasi di Batam, terus merekrut pekerja dengan kualifikasi khusus. Namun, sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah (Perda), setiap perusahaan diwajibkan melaporkan kebutuhan tenaga kerja dan lowongan kerja yang tersedia kepada Disnaker.
Salah satu kendala utama yang dihadapi para pencaker di Batam adalah kurangnya keterampilan dan pengalaman kerja. Hal ini terungkap saat petugas Disnaker melakukan wawancara dengan para pencaker yang baru mendaftar.
Sebagian besar pencaker, terutama lulusan SLTA, belum memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. Namun, Disnaker Batam terus berupaya memfasilitasi pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi para pencaker melalui berbagai program pelatihan kerja.
“Rata-rata pencaker belum memiliki keterampilan atau pengalaman kerja yang mumpuni. Hal ini menjadi tantangan bagi pencari kerja, terutama dalam menghadapi persaingan di sektor industri,” ungkap Rudi.
Rudi menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Batam dengan memfasilitasi pelatihan bagi pencaker dan mempermudah akses informasi terkait lowongan kerja melalui kerja sama dengan perusahaan.
“Kami mewajibkan setiap perusahaan untuk melaporkan lowongan kerja yang tersedia ke Disnaker Batam, sehingga pencari kerja bisa lebih mudah mengetahui peluang yang ada,” tutup Rudi.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia ini juga harus dibarengi dengan kemampuan dan skill pekerja itu sendiri. Tinggal bagaimana tenaga kerja menyiapkan skillnya sesuai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri itu.
“Perlu diingat, bahwa Industri di Kota Batam saat ini mengarah pada industri padat modal. Dimana yang lebih banyak dibutuhkan ialah skilled labor (tenaga kerja terdidik),” tuturnya.
Dimana tenaga kerja kita harus dipersiapkan dengan skill yang terus diupgrade sesuai kebutuhan industri saat ini. Pekerja juga tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah semata-mata.
“Artinya ke depan lapangan pekerjaan ini akan semakin besar. Bagi pekerja terampil. Lowongan pekerja yang belum terampil (unskilled labor) akan makin menyempit, ” sebut Rafki. (*)
Tumpukan sampah di sepanjang pinggir jalan Seibinti, kecamatan Sagulung. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
batampos – Lokasi bekas tempat penampungan sampah (TPS) sementara di pinggir jalan Seibinti, kecamatan Sagulung masih menumpuk dengan tumpukan sampah rumah tangga. Tumpukan sampah ini meluber hingga ke ruas jalan dan sangat mengganggu pemandangan jalan.
Pantauan di lapangan, sampah yang menumpuk ini umumnya sampah baru dan yang dikemas dalam kantong plastik ataupun karung bekas. Sampah perabotan rumah tangga juga juga banyak seperti; kursi sofa rusak, barang elektronik dan pakaian bekas. Ruas jalan jadi sempit karena serakan sampah ini.
Agus, warga Seibinti menuturkan, sampah ini sudah lama tak diangkut dan dibuang oleh warga yang melintas. Pemotor dan pengendara mobil dari berbagai arah selalu melempar kantong sampah ke lokasi pinggir jalan tersebut.
“Padahal ini sudah bukan TPS lagi. Sudah dipagar, diberi peringatan agar jangan lagi buang ke lokasi ini. TPS sudah sudah pindah ke Seilekop sana, tapi masih saja orang buang ke sini. Sudah lama ini seperti ini. Tiap hari bertambah terus. Lama-lama tutup jalan ini dengan sampah, ” kata Agus.
Camat Sagulung M Hafiz Rozie sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Lokasi pinggir jalan tersebut bukan lagi lokasi TPS dan tidak ada alasan bagi masyarakat atau siapa saja membuang sampah ke sana. TPS sudah pindah ke lokasi yang lebih luas di dekat galangan kapal Seilekop.
“Itu bukan TPS lagi dan sudah dipagari serta diberi tulisan. Jangan lagi buang sampah kesana. Sampah taruh saja di tong sampai depan rumah karena armada pengangkut sudah cukup banyak dan akan rutin mengambil sampah dari depan rumah, ” ujar Hafiz.
Lurah Seibinti Jamil saat dikonfirmasi mengakui persoalan tersebut. Ini karena masih minimal kesadaran masyarakat untuk tertib dengan sampah rumah tangga masing-masing. Padahal armada pengangkutan sampah dari pemukiman ke TPS bekerja cukup maksimal di lapangan. Diapun berharap masyarakat tak lagi membuang sampah di lokasi bekas TPS tersebut.
“Untuk penanganannya, kami akan koordinasi dengan kelurahan lain di sekitar untuk goro membersihkan sampah itu. Masyarakat juga akan kembali diinformasikan untuk tidak membuang sampah sembarangan, ” ujar Jamil.
Seperti diketahui lokasi penumpukan sampah ini dulunya merupakan TPS sementara, namun karena dikomplain oleh masyarakat yang berdiam di sekitarnya, TPS akhirnya dipindahkan ke lokasi kawasan kosong dekat galangan Kapal Seilekop. Lokasi TPS baru ini lebih luas dan lapang serta jauh dari pemukiman.
Lokasi bekas TPS lama tersebut sebelumnya sudah dibersihkan oleh petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkaran Hidup. Lokasi pinggir jalan ini juga telah dipagar seng dan dipajang tulisan untuk tidak lagi buang sampah ke lokasi tersebut sebab TPS sudah pindah. Namun belakangan lokasi ini kembali disesaki sampah rumah tangga. (*)
Setelah 20 Oktober, Presiden Joko Widodo berencana pulang kampung. Rumah pensiun presiden ke-7 RI itu kini dibangun. Meski begitu, warga sekitar sudah tak sabar menunggu kehadiran Jokowi.
Suasana di salah satu bagian tepi Jalan Adi Sucipto, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, tak begitu ramai. Ada lahan seluas 12.000 meter persegi yang diberi pagar konstruksi. Lokasi itu nanti menjadi rumah pensiun Presiden Jokowi setelah purnatugas.
Melihat kondisinya sekarang, ada kemungkinan rumah pensiun tersebut belum bisa langsung ditempati Jokowi pada Oktober nanti.
”Kalau tidak salah konstruksinya baru mulai beberapa bulan lalu kok, belum lama. Pasang pagar pembatas pro-yeknya juga belum lama,” kata Anton Sugiharto, general manajer Rumah Makan Taman Sari, saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Solo (grup Batam Pos), Jumat (20/9) siang.
Rumah Makan Taman Sari tepat berada di sebelah barat lahan yang dipakai untuk membangun rumah pensiun Presiden Jokowi. Dari lokasi tersebut, wartawan koran ini bisa melihat proses konstruksi itu walau dari kejauhan. Dilihat dari sana, area konstruksi tampak jelas. Nah, dari dalam pagar, baru terlihat kesibukan. Sejumlah kendaraan berat dan pekerja konstruksi tampak berlalu-lalang dan sibuk menggarap pembangunan.
”Melihat kondisinya, mung-kin baru jadi pada 2025. Tapi, kurang tahu juga ini kapan rampungnya. Kalau sebagai masyarakat sekitar sih, kami harap bisa cepat rampung dan memberikan dampak yang baik bagi warga sekitar sini,” papar dia.
Dari isu yang berkembang di masyarakat, rumah pensiun presiden itu dikabarkan tidak akan langsung dipakai untuk rumah tinggal. Rumah tersebut akan dikemas menjadi sebuah museum dengan tema tertentu. Hal itu memberikan harapan besar bagi usaha-usaha yang ada di sekitar kawasan Colomadu yang terbentang di sepanjang Jalan Adi Sucipto. Lokasi tersebut merupakan kawasan usaha dan bisnis yang populer di Bumi Intanpari itu.
”Di barat lahan yang dipakai untuk membangun rumah Pak Jokowi ini ada rumah makan kami (RM Taman Sari, red), di timurnya ada Grandis Barn (milik pembalap Rio Haryanto, red). Kemudian di utaranya banyak juga resto, kafe, dan berbagai usaha lainnya. Ya, harapannya ini bisa menambah berkah buat usaha-usaha yang ada di sekitar,” harap Anton.
Hal serupa disampaikan Danti, 44, warga sekitar yang kebetulan memiliki warung makan sederhana. Warungnya tepat berada di seberang pro-yek rumah pensiun Presiden Jokowi. Warga Kelurahan Gajahan, Kecamatan Colomadu, itu sudah lama berjualan di tepi Jalan Adi Sucipto tersebut. Dia merasa ketiban berkah saat pemerintah membangun rumah pensiun presiden.
”Biasanya pekerja proyek makan di sini, jadi ya ikut dapat untung. Tapi, ini juga ketar-ketir. Kan nanti kalau (rumah) sudah jadi apa ya boleh warung jelek gini ada di depan rumah mantan presiden,” ucap dia.
Suasana pengerjaan proyek rumah pensiun Presiden Joko Widodo di Colomadu, Karanganyar, Jateng, Jumat (20/9). F. SILVESTER KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SOLO
Sebagai warga ber-KTP Karanganyar, Danti jarang mendapat kesempatan untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Meski demikian, dia selalu terkenang pertemuan pertamanya dengan Presiden Jokowi yang saat itu berkunjung ke kantor Bulog Karanganyar.
Dia dan sejumlah warga kampung yang menunggu lama untuk bisa bersalaman dengan presiden tersebut akhirnya pulang dengan semringah. Mereka senang bisa berfoto bersama sekaligus mendapat santunan dari presiden kala itu.
”Ketemu Pak Jokowi baru sekali itu, makanya ini senang banget kalau akhirnya nanti Pak Jokowi tinggal di sini,” ujarnya.
Dia bersama warga Colomadu lain berharap bisa makin sering bertemu Jokowi saat pensiun. Siapa tahu, kata dia, keluh kesah warga bisa didengar dan dibantu. ”Toh, putranya (Gibran Rakabuming Raka, red) sebentar lagi kan resmi dilantik jadi wakil presiden. Ya harapannya karena bisa tetanggaan ini, nasib orang kecil seperti saya ini bisa lebih diperhatikan,” papar dia.
Terpisah, Camat Colomadu Dwi Adi Susilo membenarkan bahwa pembangunan rumah pensiun Presiden Jokowi yang ada di wilayahnya itu masih dikerjakan. Saat ini area konstruksi pun jauh lebih privat dengan dibangunnya dinding pembatas proyek yang mengelilingi area lahan yang diapit dua resto terkenal di Karanganyar itu.
”Pembangunan rumah pensiun Presiden Jokowi ini diperkirakan selesai akhir tahun. Tapi, sepertinya kalau melihat pembangunannya, mungkin baru selesai pada 2025,” kata dia.
Menurut Dwi, keberadaan rumah pensiun Jokowi akan menambah nilai ekonomi Colomadu. Jauh sebelum usaha pergudangan, kuliner, hiburan, dan properti mengisinya, Colomadu merupakan lokasi heritage. Bahkan sudah eksis sebelum Karanganyar menjadi kabupaten.
Hal itu tidak terlepas dari keberadaan Pabrik Gula Colomadu milik Pura Mangkunegaran yang berdiri sejak 1870-an. Colomadu terkenal ramai sejak berdiri pabrik gula yang kini disulap jadi objek wisata.
”Makanya, di sini juga banyak bangunan tua dan sebagainya. Dan, yang paling terkenal adalah wisata heritage karena pabrik gula direvitalisasi jadi De Tjolomadoe seperti saat ini,” terangnya.
Selain De Tjolomadoe yang tersohor itu, Desa Colomadu, Karanganyar, memiliki berbagai wisata andalan lainnya. Selain itu, lokasinya yang dekat dengan Bandara Adi Soemarmo dan akses ke jalan tol membuat berbagai industri di kawasan tersebut tumbuh pesat sampai hari ini.
Melihat berbagai potensi itu, sangat besar peluang Desa Colomadu untuk terus berkembang menjadi wilayah yang lebih maju. Bahkan, kehadiran rumah pensiun Presiden Jokowi memberikan harapan baru bagi pemangku wilayah di Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat bisnis yang mumpuni di masa mendatang.
Dipilihnya lahan di Colomadu sebagai rumah pensiun Presiden Jokowi seperti menjadi berkah bagi warga Karanganyar.
”Karena Colomadu ini merupakan kawasan unggulan di sektor perdagangan dan bisnis hiburan,” kata Kurniadi Maulato, kepala Badan Keuangan Daerah Karanganyar.
Tentu, kata dia, adanya peningkatan dari sektor riil itu memberikan dampak yang besar bagi daerah. Baik peningkatan pendapatan masyarakat, serapan pajaknya, maupun retribusinya.
Jokowi Kunjungi Pameran Alutsista
Sementara itu, Presiden Jokowi kemarin (22/9) mengunjungi pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas. Presiden mengajak kedua cucunya, Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.
Sekitar pukul 09.40, presiden dan kedua cucunya bertolak dari Istana Merdeka menuju Monas menggunakan buggy. Sesampai di Monas, tampak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut mendampingi.
Jan Ethes dan La Lembah Manah yang mengenakan pakaian kasual pun tampak sangat antusias melihat beragam alutsista yang dipamerkan. Bahkan, keduanya mencoba menaiki
’’Medium Tank’’ yang dipajang di area pameran. Mereka tampak ceria dan bersemangat.
Presiden Jokowi juga terlihat menikmati suasana santai itu sambil sesekali berbincang dengan panglima TNI dan Kapolri serta menyapa masya-rakat yang antusias menyaksikan pameran. (*)
batampos– Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad merespon baik tuntuan dan keluhan masyarakat baik dari kalangan wisatawan dalam negeri atau mancanegara untuk menurunkan tarif tiket kapal ferry Batam – Singapura dan sebaliknya.
Hal ini ditunjukkan Ansar dengan mengundang khusus perwakilan manajemen operator kapal ferry yang melayani Batam – Singapura seperti Sindo, Batam Fast dan juga Majestic, bertempat di Apartemen Panbil, Kota Batam Minggu (22/9).
Menurut Gubernur Ansar, Pemerintah yang selama ini terus ditanya oleh berbagai kalangan yang menginginkan farif tiket ferry Batam – Singapura, tentu ingin agar harga tiket kapal yang dirasa mahal ini bisa kembali turun.
“Sejak pandemi covid 19 harga tarif tiket PP yang sebelumnya dikisaran Rp480 ribu naik menjadi Rp 760 ribu, dan ini sudah berlangsung selama dua tahun lebih. Dan ini yang terus dikeluhkan, ” kata Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar sendiri mendorong untuk bisa segera dibentuk tim survey yang akan membuat kajian, dengan cara turun langsung kel apangan guna meneliti apa saja penyebab tiket tetap mahal pasca pandemi covid.
Sejauh ini kenaikan tarif tiket kapal ferry sendiri khusunya Batam – Singapura karena dipengaruhi kenaikan seaports tax baik di pelabuhan Singapura dan khsusunya Pelabuhan Batam. Dimana seaports tax yang awalnya hanya Rp65 ribu naik menjadi Rp100 ribu.
“Ini yang menjadi penyebab tarif tiket kapal ferry Batam ke Singapura naik, ” imbuh Ansar.
Sementara itu, faktor lainnya yang mempengaruhi kenaikan tarif tiker kapal ferry, tidak ditemukan. Mulai dari bahan bakar minyak, separe part atau suku cadang dan juga biaya agen pelayaran baik di Batam dan juga Singapura.
“Kalau tidak ada kenaikan yang bisa mempengaruhi kenaikan tarif tiket, semoga harapan semua pihak, untuk bisa menurunkan tiket kapal bisa dilakukan. Agar tingkat akupansi atau isian penumpang, bisa tetap ramai, ” pinta Ansar Ahmad.
Dengan turunnya tarif tiket kapal Batam – Singapura secara otomatis juga akan berimbas kepada naiknya tingkat isian kapal itu sendiri. Termasuk akan mendorong naiknya jumlah kunjungan wisatawan luar negeri ke Kepri.( *)
batampos – Dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2024, Ascott Hotel Region Batam, yang terdiri dari HARRIS Resort Waterfront Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Barelang Batam, Yello Hotel Harbour Bay, dan Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, turut serta dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan di kota Batam.
Kegiatan ini melibatkan para karyawan dari masing-masing hotel yang bersama-sama membersihkan area publik dan pantai di berbagai lokasi di Batam. Dengan semangat kolaborasi, mereka berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah, meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta menunjukkan komitmen untuk keberlanjutan.
Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama Komunitas World Cleanup Day Batam dan Free The Sea dan berbagai, perusahaan, sekolah dan masyarakat Batam secara keseluruhan.
Kegiatan Word Cleanup Day (WCD) di Kota Batam dilaksanakan pada tanggal 21, 22 dan 28 September 2024 yang tersebar di beberapa titik di kota Batam.
21 September 2024
Sagulung, Tembesi – Jembatan 1 Barelang
Nongsa – Pantai Tanjung Bemban
Sungai Beduk, Piayu – Kampung Tua Bagan
Lubuk Baja – Lapangan Bola Tanjung Uma
Galang – Sembulang
Belakang Padang – Langlang Laut
Sagulung – Dapur 12
Nongsa – Bumi Perkemahan Punggur
22 September 2024
Tanjung Uma – Kampung Agas
Sekupang – Kampung Tua Tanjung Riau
Bengkong – Bengkong Laut
Nongsa, Punggur – Kampung Tua Punggur
28 September 2024
Muka Kuning – Taman Wisata Alam
“Partisipasi kami dalam World Cleanup Day merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami terhadap lingkungan dan masyarakat Batam. Kami percaya bahwa dengan berkolaborasi, kita dapat membuat dampak yang signifikan dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota ini,” ujar Vincent Gunawan selaku General Manager Cluster Regional Sumatera, Kalimantan – The Ascott Limited Indonesia.
Pemisahan sampah organik dan anorganik dilakukan agar sampah botol-botol plastik yang terkumpul dapat diserahkan kepada Free The Sea yang akan didaur ulang sebagai produk-produk layak guna.
Kami mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan dan berkontribusi pada keberlanjutan demi masa depan yang lebih baik. (*)
batampos – Petualangan Moana dan Maui di Moana 2 pada 27 November 2024 akan semakin seru. Betapa tidak, Moana (suara diisi Auli’i Cravalho) yang sudah beranjak dewasa di sekuel kedua ini hadir menjadi kakak perempuan. Dia punya adik kandung. Lucu. Berusia tiga tahun. Namanya Simea. Yuk berkenalan dengan Simea.
Karakter Simea (Tengah) bersama Chief Tui dan Sina. F Deviant Art
Simea (suara diisi Khaleesi Lambert-Tsuda) adik balita Moana. Dia super aktif dan cerewet. Ingin sekali menjadi seperti sang kakak.
Simea selalu menjadi bagian penting dalam melanjutkan cerita Moana dan merupakan karakter yang telah menjadi bagian dari campuran sejak awal pengembangan serial Moana di Disney plus yang kemudian diangkat menjadi sinema. “Simea adalah mini Moana,” ujarLambert-Tsuda, memperkenalkan karakternya seperti dilansir dari Entertainment Weekly, pagi ini.
“Dia imut dan energik, jadi aku ingin menjadi imut dan energik saat mengucapkan dialogku,” ujar Lambert.
Co-sutradara David Derrick Jr. mengungkapkan, terinspirasi menciptakan Simea berdasarkan dari kehidupan keluarganya sendiri yang memiliki anak terpaut jauh usianya. Ya Derrick memiliki putri kecil bernama Samea. Selama masa lockdown akibat pandemi Covid-19, putrinya, yang kini berusia 21 tahun, menghabiskan banyak waktu bersama putranya, yang kini berusia 7 tahun. Ikatan mereka diuji ketika putrinya dapat kembali bertualang ke dunia nyata. “Dia mendatanginya, merangkulnya dan berkata, ‘Samea, kapan kita akan hidup bersama selamanya lagi’,” Kenang Derrick.
“Itu sangat sulit, tapi saya melihat hal-hal yang kita semua harus lalui seiring bertambahnya usia. Itu indah dan sulit di waktu bersamaan,” ujar Derrick.
Dari interaksi tersebut, dia membantu membentuk Simea dan cara dia menarik Moana kembali ke bangsanya dan pulaunya. Ketika Moana menerima panggilan misterius, dia menyadari, dia harus menjelajah lebih jauh dari sebelumnya untuk mencoba menemukan komunitas lain di seberang lautan. Tapi dia tidak ingin pergi seperti yang dia alami di film 2016 lalu, sebagian karena dia tahu mungkin butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sampai dia bisa bertemu saudara perempuannya lagi.
Kevin Webb, salah satu penanggung jawab animator film ini, ingin memahami, Moana lebih dari sekadar saudara kandung dalam kehidupan Simea. “Hubungan antara Simea dan Moana adalah hal terpenting yang harus dipecahkan di sekuel dua ini,” ungkapnya.
Apalagi keduanya tumbuh terpaut usia yang sangat jauh. “Jadi Moana bukan hanya kakak perempuan bagi Simea. Lebih dari itu, dia adalah wali dan pemimpin baginya, tapi dia memiliki hubungan unik di mana dia satu-satunya yang bisa berbicara dengan Simea sebagai rekan dan memahami inti dirinya,” ujar Webb.
Dalam menganimasikan Simea, Webb ditugaskan menciptakan sebagian besar kepribadian Simea, terutama aspek-aspek yang diungkapkan melalui fisiknya. Ketika dia pertama kali memulai proyek ini, putrinya sendiri berusia 3 tahun, dan dia memberikan banyak inspirasi. Tapi begitu pula Moana sendiri.
“Saat kami mengembangkan kepribadian Simea, banyak hal yang muncul dari pemikiran, ‘Bagaimana rasanya tumbuh bersama kakak perempuan sekeren dan sekeren Moana?”katanya.
Simea dikisahkan sebagai anak yang suka berkelahi dan berapi-api seperti Moana ketika dia masih kecil. “Jadi, kami mencoba menghadirkan kepribadian yang cukup kuat untuknya sehingga kami bisa menandingi energi Moana di layar, yang merupakan alkimia yang sangat menyenangkan untuk dimainkan,” jelas Webb.
Lambert-Tsuda juga menemukan rasa kagum dan cinta yang sama pada Simea saat mengisi suaranya. “Saya tidak punya saudara kandung di dunia nyata, jadi rasanya asyik berpura-pura punya saudara,” katanya.
Menurutnya, Moana adalah kakak paling keren yang pernah ada! “Kuharap aku bisa bertemu dengannya di kehidupan nyata,” ungkapnya.
Kisah Moana 2 ini juga akan berisi tentang Maui yang suaranya diisi oleh Dwayne “The Rock” Johnson. Bersiaplah mengikuti petualangan seru film animasi ini di November mendatang. Film ini sangat cocok disaksikan bersama keluarga karena ada pesan moral dan makna cinta di dalamnya. (*)
batampos – KPU Batam memberikan penjelasan terkait tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) selanjutnya setelah pencabutan nomor urut pasangan calon (paslon). Proses pencalonan sudah final dan telah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2024 tentang Pencalonan.
Demikian disampaikan oleh Ketua KPU Batam, Mawardi. Tiga hari setelah penetapan nomor urut, yakni pada 25 September, akan dimulai tahapan kampanye yang berlangsung selama 59 hari hingga 23 November 2024.
“Kampanye ini dilakukan menjelang masa tenang sebelum pemungutan suara,” katanya, Senin (23/9).
Penetapan nomor urut paslon merujuk pada surat dinas yang dikeluarkan oleh KPU RI tertanggal 17 September 2024 dengan nomor 2045. Ada dua tahapan penting yang diikuti, yakni persiapan dan pelaksanaan.
“Kedua tahapan ini diikuti melalui proses rapat pleno terbuka yang diakhiri dengan pembacaan berita acara dan penerbitan surat keputusan,” ujarnya.
Mengenai rencana debat paslon, Mawardi memastikan itu akan tetap diadakan. Namun, teknis pelaksanaannya masih dalam pembahasan karena petunjuk teknis (juknis) dari KPU pusat belum diterima. Berdasarkan PKPU, debat paslon bisa dilaksanakan maksimal tiga kali.
“Kami akan berupaya agar debat dilakukan maksimal tiga kali,” ujar dia.
Kemudian, dalam persiapan logistik Pilkada, Mawardi mengaku sebagian barang sudah diterima. Proses pengadaan logistik dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, KPU Batam telah menerima tiga dari lima item yang dikontrak. Barang-barang tersebut antara lain segel kertas, tinta, dan segel plastik.
“Sisa logistik akan menyusul setelah penetapan nomor urut ini, termasuk persiapan produksi surat suara,” katanya.
Jumlah logistik itu disesuaikan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dalam keputusan KPU Batam. Misalnya, tinta Pemilu disediakan dua kali lipat dari jumlah TPS, yang berjumlah 1.821 TPS. Sementara itu, kotak suara disiapkan dua kali lipat dari jumlah TPS, dengan total 3.642 kotak. Setiap TPS juga akan menerima empat bilik suara. (*)
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Jumlah rumah rusak terdampak bencana alam akibat cuaca esktrem angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Bintan pada Selasa (17/9/2024) malam yang lalu bertambah.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah mengatakan, jumlah rumah rusak akibat cuaca ekstrem angin kencang bertambah dari 323 rumah menjadi 361 rumah.
Dia menyebut, 361 unit rumah yang rusak tersebar di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan.