Warga antri saat membeli gas 3 Kg saat operasi pasar LPG 3 kg yang di gelar oleh Disperindag Kota Batam bersama Pertamina Patra Niaga Kepri dikantor camat Bengkong Senin (16/9). F: Cecep Mulyana / Batam Pos
batampos – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, memastikan bahwa stok LPG 3 kilogram di wilayah Batam aman dan tidak mengalami kendala signifikan. Pertamina mendistribusikan 47 ribu tabung elpiji 3 kilogram untuk konsumsi harian. Selain itu, Pertamina juga mendistribusikan 70 ribu tabung hingga 23 September, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.
”Stok aman, tidak ada kendala signifikan,” kata Area Manager Communication, Relation & CSR, Susanto August Satria, Jumat (20/9) malam.
Ia mengatakan, meskipun terjadi sedikit hambatan distribusi akibat cuaca, hal tersebut tidak berpengaruh besar terhadap ketersediaan gas melon di masyarakat. Dari pemeriksaan yang dilakukan Pertamina bersama Disperindag Batam, ada temuan peningkatan permintaan gas melon dari sektor usaha.
”26 ribu tabung gas melon pada tanggal 16 September di beberapa wilayah, diantaranya Kecamatan Batam Kota, Sagulung, hingga Bengkong. Setiap titik mendapatkan alokasi sekitar 4.500 tabung. Totalnya 70 ribu tabung sampai 23 September mendatang,” tuturnya.
Dengan adanya penambahan stok ini, Satria mengatakan, hal itu sudah mencukupi kebutuhan masyarakat. Dia membantah rumor kelangkaan stok gas melon. ”Kalau misalnya dibilang stok tak ada, itu tidak betul,” ujarnya.
Pertamina memilih untuk tidak mendistribusikan gas ke seluruh titik secara serentak untuk menghindari munculnya kecemburuan sosial dan potensi panic buying. Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong.
”Masyarakat tidak perlu takut sampai panic buying,” kata dia.
Sementara itu, warga Marina, Rengga, mengaku masih sulit mendapatkan gas. Ia mengatakan, dari tiga pangkalan didatanginya, tak menemukan gas melon. ”Saya ke Fanindo, dan Tunas, tapi tidak menemukannya,” ungkap Rengga.
Ia mengatakan, soal pernyataan distribusi gas aman. Namun, dia sebagai masyarakat di Marina, tidak merasakannya. ”Tak sesuai kondisi lapangan,” ujarnya.
Rengga mengatakan, dari pengakuan tetangganya, setiap gas datang ke pangkalan selalu diserbu warga. ”Jadi langsung habis, orang yang gasnya habis sehari kemudian, tak bisa mendapatkan gas,” ucap Rengga.
Hal yang senada diucapkan oleh salah satu pedagang nasi goreng gerobak di Kawasan Legenda. Kepada Batam Pos, dia mengaku sulit mendapatkan gas. ”Susah mencari gas tiga kilogram, sekarang saya beralih ke gas pink (tabung gas 5,5 kilogram),” kata pria akrab disapa pak de.
Begitu juga dengan warga Legenda lainnya, Nur. Ia mengatakan, mencari gas hingga ke Sambau. ”Minggu lalu saya beli gas, tapi gak dapat di sekitaran sini. Saya belinya ke Legenda,” tuturnya. (*)
Kontainer bantuan masyarakat Indonesia melalui Lazisnu dan Poroz diberangkatkan menuju Palestina melalui Yordania. (Dokumentasi Lazisnu)
batampos – Serangan Israel kepada masyarakat Palestina di Gaza tidak kunjung berhenti. Begitupun bantuan kemanusia dari masyarakat Indonesia untuk penduduk Gaza juga terus mengalir. Terbaru sebanyak 12 unit kontainer bantuan kemanusiaan dari Indonesia dikirim masuk ke Gaza, Palestina melalui Yordania.
Bantuan kemanusiaan tersebut dikirim lewat lembaga sosial Lazisnu yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz). Bantuan berisi kebutuhan pokok dan peralatan kebersihan serta kesehatan itu diberangkatkan dari Yordania pada Jumat (20/9) waktu setempat. Pelepasan belasan kontainer itu dipimpin langsung oleh Dubes RI untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono.
“Alhamdulillah, Jumat 20 September 2024, Lazisnu bersama Dubes RI untuk Yordania-Palestina dan 6 LAZ anggota Poroz lainnya, melepas bantuan gandum dan hygiene packages,’’ kata Direktur NU Care-Lazisnu Qohari Cholil dalam keterangannya Sabtu (21/9) malam. Dia mengatakan sebanyak 12 kontainer berangkat dari gudang bantuan kemanusiaan yang berlokasi di Zarqa Yordania menuju Palestina.
Dia berharap bantuan ini dapat segera sampai dan diterima masyarakat Palestina. Bantuan yang dikirim tersebut, secara keseluruhan bernilai sekitar Rp 5 miliar. Qohari mengatakan beberapa barang bantuan yang akan dikirimkan berupa kebutuhan pokok dan peralatan kesehatan bagi rakyat Palestina.
’’Bantuan berupa hygiene kits dan kebutuhan pokok dikirim langsung menggunakan 12 kontainer, terdiri dari 8 kontainer berisi gandum, dan 4 kontainer berisi hygiene kits,” kata Qohari. dia menyebutkan total bantuan yang dikirimkan senilai Rp 5 miliar. Sedangkan bantuan yang berasal dari NU Care-Lazsinu bernilai total Rp 1,5 miliar.
’’Jika tak ada kendala, bantuan tersebut akan diterima masyarakat Palestina di Gaza dalam waktu satu bulan,’’ katanya. Karena ada proses pengecekan dan antrean administrasi, sebelum kontainer itu masuk ke Gaza.
Sementara itu sekretaris Lazisnu PBNU Moesafa menyampaikan bahwa NU Care-Lazisnu dan lembaga amil zakat yang tergabung dalam Poroz bergerak bersama-sama untuk membantu dan meringankan beban yang diderita oleh rakyat Palestina. Khususnya akibat konflik kemanusiaan yang belum kunjung selesai.
’’Ini merupakan bantuan yang kita distribusikan ke Palestina untuk yang kesekian kalinya,’’ jelasnya. Sebelumnya mereka sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui mitra di Mesir maupun Turki. Serta melalui mitra-mitra mereka yang ada di dalam Yerusalem.
Meosfa menegaskan bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Yordania itu bukan bantuan terakhir. Rencananya setelah pengiriman bantuan tersebut, akan ada lanjutan pengiriman bantuan lainnya sepanjang tragedi kemanusiaan di Palestina belum teratasi.
’’Saya kira ini bentuk kepedulian, kebersamaan dan empati dari seluruh masyarakat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang diderita saudara-saudara kita warga Palestina,” ujarnya.
Sementara itu Duta Besar RI untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono menyampaikan apresiasinya kepada delegasi Poroz yang telah menginisiasi pengiriman bantuan ini. Menurut dia, langkah Poroz yang datang langsung ke Yordania untuk memastikan bantuan ini dapat disalurkan ke warga di Palestina. ’’Ini adalah wujud nyata solidaritas dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina,’’ ujar Ade Padmo. (*)
Keluarga Andika (39) menunggu jasad korban saat divisum di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Sabtu (21/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos – Andika (39) seorang warga Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri ini meninggal dunia, usai dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Namun, kematian Andika, menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga.
Pasalnya, keadaan fisik Andika saat sesudah dan sebelum dirawat di RSJ tersebut sangat berbeda. Pihak keluarga memastikan, Andika diantar ke RSJ pada Senin, 16 September yang lalu karena mengalami gangguan jiwa. Namun, kala itu, kondisi fisik korban tanpa luka memar dan lebam.
“Memang ada luka lecet di tangan dan kaki, tapi hanya sedikit. Tapi sesudah empat hari (dirawat) lukanya malah bertambah,” kata Cipta Kusuma, adik kandung korban kepada Batam Pos, Sabtu (21/9).
Cipta merincikan, saudara kandungnya itu mengalami memar bagian paha kiri dan kanan, dua belah tangan hingga luka bagian punggung. Selain itu, korban dalam kondisi kurus, hingga dehidrasi saat ditemui oleh keluarganya.
Luka-luka yang terdapat di tubuh korban itupun menuai kecurigaan keluarga. Usai dinyatakan meninggal di Ruangan ICU RSJ atau RSUD Engku Haji Daud Tanjung Uban, pada Sabtu (21/9) jasad Andika langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjung Uban, untuk dilakukan visum.
“Jika memang hasil visumnya sesuai dugaan kita (penganiayaan) pasti akan kita tuntut habis. Mungkin karena penganiayaan, atau salah kasih resep obat,” tegas Cipta.
Cipta menceritakan, pihak keluarga hanya bisa membesuk korban sebanyak satu kali dalam satu minggu. Sehingga, setiap harinya ia menghubungi pihak RSJ untuk menanyakan kondisi terkini korban. Kata dia, pihak RSJ kerap menjawab kondisi korban semakin membaik.
Kemudian setelah empat hari dirawat, pihak keluarga tiba-tiba dihubungi oleh pihak RSJ untuk mencarikan obat sesuai resep yang diminta. Keluarga langsung mencari di Tanjungpinang dan mengantarkan obat tersebut ke RSJ.
“Dari situ kita bisa lihat kondisinya. Almarhum sedang makan pasir di dalam ruangan. Memang tidak diperhatikan, kondisinya kurus tidak bisa berdiri, berbeda dengan saat kita antar ke sana,” ungkapnya.
Cipta menambahkan, obat permintaan RSJ pun langsung diberikan kepada korban. Beberapa saat, korban langsung tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke ICU RSJ.
Setelah dilakukan pengecekan, korban malah dinyatakan terkena penyakit komplikasi. Kendati demikian, keluarga memastikan korban tidak mengidap penyakit apapun saat diantar ke RSJ Tanjung Uban tersebut.
“Sebelumnya sudah dicek kesehatan, kata dokter tidak ada masalah, cuma stres saja. Kok tiba-tiba ada komplikasi. Sehingga kita lalukan visum,” pungkasnya. (*)
Polsek Sekupang berhasil mengamankan 11 sepeda motor berknalpot brong dalam operasi Cipta Kondisi (Cipkon), Sabru (21/9) malam.
batampos – Polsek Sekupang berhasil mengamankan 11 sepeda motor berknalpot brong dalam operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilaksanakan, Sabtu (21/09) dini hari. Patroli ini dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta menindak pelanggaran lalu lintas yang meresahkan, terutama kendaraan dengan knalpot yang bising.
Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, memimpin langsung operasi tersebut bersama Wakapolsek Sekupang, Iptu Yuli Endra, dan sejumlah personel dari berbagai unit Polsek Sekupang, termasuk Kanit Binmas Ipda Doni dan Kanit Intelkam Ipda R. Munthe. Sasaran patroli ini adalah tempat-tempat keramaian, objek vital, serta titik-titik yang dianggap rawan tindak kejahatan, terutama di kawasan Sei Harapan, Tiban Indah, dan Patam Lestari.
Wakapolsek Sekupang, Iptu Yuli Endra, menjelaskan bahwa kendaraan berknalpot brong menjadi salah satu fokus utama dalam patroli kali ini karena banyak keluhan dari masyarakat terkait kebisingan yang ditimbulkan.
“Selama operasi, kami berhasil mengamankan 11 sepeda motor yang menggunakan knalpot brong. Kendaraan-kendaraan ini kemudian kami serahkan ke Unit Tilang Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Iptu Yuli Endra.
Operasi Cipkon ini tidak hanya difokuskan pada penindakan knalpot brong, namun juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui kehadiran polisi di lokasi-lokasi rawan kejahatan. Patroli menyusuri berbagai wilayah yang sering menjadi lokasi aksi balapan liar, seperti di Tanjung Riau dan Sei Temiang.
Di samping itu, personel kepolisian juga melakukan pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, dan menindak tegas pelanggaran yang ditemukan.
Selain penindakan, petugas patroli juga memberikan himbauan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang patroli. Mereka diingatkan untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan, serta selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan frekuensi patroli dan operasi serupa, guna memastikan situasi di wilayah Sekupang tetap aman dan kondusif. “Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan wilayah dan menindak pelanggaran yang meresahkan, demi kenyamanan masyarakat,” tutupnya.
Dengan adanya operasi ini, diharapkan gangguan keamanan dan ketertiban dapat diminimalisir, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman tanpa gangguan dari pelanggaran lalu lintas seperti penggunaan knalpot brong. (*)
batampos – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa pada tahun depan kemungkinan tidak akan ada lagi pembangunan Puskesmas di Batam. Hal ini disebabkan oleh aturan dari Kementerian Kesehatan yang membatasi setiap kecamatan untuk memiliki maksimal dua Puskesmas. Akibatnya, dana bantuan dari pusat tidak dapat dialokasikan untuk kecamatan yang telah mencapai batas tersebut.
Didi menjelaskan bahwa secara rasio, jumlah Puskesmas di Batam masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Menurut standar WHO, idealnya satu Puskesmas melayani 30.000 penduduk. Dengan populasi Batam yang mencapai 1,2 juta jiwa, kota ini membutuhkan sekitar 40 Puskesmas. Namun, karena penyebaran penduduk yang tidak merata, angka tersebut sulit dipenuhi.
”Kecamatan seperti Belakang Padang dan Bulang, misalnya, memiliki jumlah penduduk yang tidak terlalu padat tetapi sudah memiliki satu Puskesmas. Dengan demikian, pembangunan tambahan Puskesmas di kecamatan tersebut tidak mungkin dilakukan,” ujar Didi.
Saat ini, Batam memiliki 22 Puskesmas, termasuk satu Puskesmas baru yang sedang dibangun di Pelunggut. Meskipun begitu, Didi mengakui bahwa masih dibutuhkan minimal 8 Puskesmas tambahan agar layanan kesehatan dapat lebih optimal, terutama di kecamatan-kecamatan dengan jumlah penduduk padat seperti Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji, yang masing-masing hanya dilayani oleh dua Puskesmas.
Lebih lanjut, Didi menyoroti bahwa meskipun fasilitas kesehatan untuk pengobatan atau kuratif di Batam sudah mencukupi dengan lebih dari 100 klinik dan 20 rumah sakit, yang masih menjadi masalah adalah pelayanan promotif dan preventif yang masih terbatas. Pelayanan tersebut, seperti imunisasi dan vaksinasi, hampir seluruhnya ditangani oleh Puskesmas.
”Untuk kegiatan seperti imunisasi, beban terbesar ada di kami, karena populasi Batam menyumbang 60-70% dari total populasi Provinsi Kepri,” katanya.
Didi berharap, agar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya menuntut pencapaian target kesehatan, tetapi juga membantu pembangunan Puskesmas agar layanan kesehatan dapat mencakup seluruh kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Didi juga menyoroti beban kerja yang berat di Puskesmas. ”Di kecamatan Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji, dengan jumlah penduduk lebih dari 100.000 jiwa, hanya dilayani oleh dua Puskesmas, sementara jumlah penduduk ini hampir setara dengan jumlah penduduk di satu kabupaten seperti Bintan yang dilayani oleh 16 Puskesmas,” ujarnya.
Didi berharap ke depannya pembangunan Puskesmas bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, baik itu tingkat kota maupun provinsi, agar beban tenaga kesehatan di Batam dapat lebih ringan. (*)
Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens (dua dari kanan) usai dibebaskan dari KKB. (Mabes Polri)
batampos – Mengenakan jaket loreng panjang, Philip Mark Mehrtens melambaikan tangan seraya tersenyum. Kendati dua matanya tampak sayu, kebahagiaan tampak jelas dari ekspresi wajahnya.
Setelah 18 bulan disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB), pilot Susi Air asal Selandia Baru itu akhirnya bebas.
“Halo semuanya, selamat sore. Hari ini akhirnya saya sudah keluar. Saya senang sekali bisa pulang untuk bertemu dengan keluarga saya lagi,” kata Philip sembari berdiri di belakang sejumlah pejabat TNI-Polri yang hadir dalam konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiyau, Timika, kemarin (21/9). Dia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membantunya terbebas dari penyanderaan.
Philip berhasil dijemput oleh tim TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024. Tim menjemput Philip di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga. Setelah itu, Philip diterbangkan menuju Mako Brimob Batalyon B, Timika. Di sana, pilot yang disandera KKB sejak 7 Februari 2023 tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis.
Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan, pembebasan Philip merupakan hasil dari soft approach. Bukan melalui operasi militer. “Kami mengedepankan pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat dari Egianus Kogoya (pimpinan KKB, Red),” terangnya. Pendekatan itu dipilih untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa aparat, masyarakat sipil, sekaligus untuk menjaga keselamatan Philip sendiri.
Presiden Jokowi juga mengapresiasi pembebasan itu. Menurut dia, Indonesia telah berusaha sabar dan tidak melakukan tindakan represif. Sehingga Philip tetap dalam kondisi selamat saat dibebaskan. “Ini proses negosiasi yang sangat panjang,” katanya di Istana Negara kemarin.
Sementara itu, dilansir dari The Guardians, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menyatakan mengikuti persyaratan TPNPB. Dalam siaran persnya, TPNPB meminta beberapa syarat pembebasan Philip. Salah satunya adalah mengizinkan media untuk meliput proses pembebasan. Selain itu, pemerintah Selandia Baru juga tidak boleh menutupi pernyataan Philip yang akan menceritakan pengalamannya selama ditawan. “Berita ini pasti sangat melegakan bagi teman-temannya dan orang yang dicintainya,” kata Peters.
Dia sendiri mengaku belum sempat berbicara langsung dengan Philip. Dia menceritakan, selama 19 bulan ini pemerintah Selandia Baru selalu bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia. Mereka ingin Philip bebas dengan aman. “Kasus ini telah berdampak buruk bagi keluarga Mehrtens yang meminta adanya privasi,” katanya. (*)
Panitia saat memindahkan ratusan doorprize jalan santai dan senam sehat Hut Kepri ke pickup, untuk dibawa pergi dari Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (22/9). F. Mohamad Ismail/BATAM POS
batampos – Kericuhan sempat mewarnai kegiatan jalan santai dan senam sehat sempena hari jadi Kepri ke-22, yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, pada Minggu (22/9) pagi di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.
Kericuhan ini dipicu dengan sedikitnya kupon door prize, dibandingkan jumlah warga yang mengikuti kegiatan jalan santai tersebut. Kondisi ini, membuat Pemprov Kepri memilih membatalkan membagikan ratusan hadiah jalan santai tersebut.
Satu diantara peserta jalan santai dan senam sehat Hut Kepri, Innur mengaku kecewa lantaran tidak mendapatkan kupon hadian kegiatan tersebut. Padahal, ia sudah mengikuti jalannya kegiatan itu sesuai dengan aturan panitia.
“Banyak masyarakat yang tidak dapat kupon. Saya sudah tanya ke panitia mana kuponnya, mereka jawab tidak tau, tidak tau,” tegas Innur di Gedung Daerah Tanjungpinang.
Ia menerangkan, semua warga yang ikut jalan santai tersebut saling berebut untuk mendapatkan kupon hadiah. Bahkan, Innur mengaku sempat jatuh saat hendak meraih kupon dari tangan panitia.
“Sempat jatuh karena berebut, tapi ya tetap tidak dapat. Saya kecewa sekali tidak ada yang bertanggungjawab,” tambahnya.
Sementara menurut warga lainnya, Iryanti juga merasa kecewa soal sedikitnya kupon yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. “Kerja di rumah sudah saya tinggalkan. Sampai di sini, malah tidak dapat kupon hadiah,” sebut Iryanti.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Adi Prihantara mengakui, pembagian kupon hadian kegiatan tersebut memang tidak merata. Sehingga banyak masyarakat protes, serta sempat menimbulkan kericuhan.
Melihat kondisi tersebut, kata Sekda pihaknya terpaksa membatalkan pembagian ratusan hadiah kegiatan tersebut. “Maka doorprize kami hentikan (batal dibagikan). Atas nama panitia, kita mohon maaf,” ucap Adi.
Adi menerangkan, nantinya Pemrov Kepri bakal mengadakan lagi kegiatan jalan santai dan senam sehat tersebut. Di kegiatan itu, Pemprov akan menyiapkan lebih banyak kupon, untuk membagikan ratusan hadiah yang dibatalkan dibagikan hari ini.
Nantinya, bentuk kupon kegiatan hari ini akan berbeda dengan kegiatan jalan santai yang akan dilakukan kembali tersebut. Sehingga, kupon hadiah hari ini tidak akan berlaku di kegiatan jalan santai mendatang.
“Kupon hari ini sekitar 5 ribuan. Tapi saat antrean tidak terkontrol, sehingga setiap orang banyak tidak dapat kupon. Nanti akan kita perbanyak kupon,” pungkasnya. (*)
Li Claudia Chandra saat memberikan sambutan di Rapat Kerja dan Konsolidasi PAN Batam.
batampos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam menggelar rapat kerja dan konsolidasi untuk membahas persiapan pemenangan Pilkada 2024. Acara ini berlangsung di Ballroom Harmoni One Hotel, Sabtu (21/9).
Dalam acara tersebut, calon wakil wali kota Batam dari PAN, Li Claudia Chandra, menyampaikan pesan semangat kepada para peserta, khususnya kaum ibu-ibu. Dalam pidatonya, Li Claudia menekankan pentingnya dukungan dari semua lapisan masyarakat, terutama perempuan.
“Emak-emak bangga enggak punya calon wakil wali kota dari emak-emak? Jadi harus bantu saya ya, emak-emak,” kata Li dengan semangat.
Ia juga menyinggung strategi dalam menghadapi kritik selama masa kampanye. ”Kita ikuti saja kata presiden terpilih kita, kalau ada yang menjelekkan, kita jogetkan saja,” ucapnya.
Selain itu, Li Claudia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan Kota Batam menjelang Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November mendatang.
”Mata Pak Amsakar dan saya ada di mana-mana. Batam ini menjadi sorotan pusat, dari presiden hingga DPR RI. Mereka terus memantau. Karena presiden terpilih kita memiliki banyak program. Program ini harus sampai ke daerah, dan kita yang akan mengawal program tersebut,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Li Claudia juga menegaskan pentingnya soliditas koalisi PAN dan Gerindra dalam menghadapi Pilkada mendatang. ”Kita ini koalisi, PAN dan Gerindra adalah saudara, selalu bersama,” katanya.
Acara konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan matang DPD PAN Kota Batam serta menjaga stabilitas politik dan sosial di Kota Batam, selama masa kampanye hingga hari pemilihan.
”27 November 2024 akan menjadi momen penentuan bagi masa depan Kota Batam. Saya meminta kita semua untuk menjaga keamanan serta kedamaian selama proses demokrasi ini berlangsung,” ujarnya.
Bakal calon Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya komunikasi antarpihak dalam koalisi. Ia menekankan, agar seluruh partai pendukung tetap sejalan dan tidak ada perpecahan di antara kader.
”Sering kali, koalisi hanya menjadi formalitas. Model seperti ini harus kita ubah agar dukungan dari masing-masing partai juga diikuti kerja sama nyata. Kami mengapresiasi rapat kerja dan konsolidasi ini untuk memenangkan pasangan Amsakar-Li Claudia. Terus solid,” tuturnya. (*)
batampos – Sabu, salah satu jenis narkoba yang paling sering disalahgunakan. Tak hanya menyebabkan kecanduan bagi penggunanya, tetapi juga memikat banyak orang karena harganya jualnya yang tinggi.
Tak peduli latar belakangnya, daya tarik keuntungan dari narkoba seringkali membuat orang gelap mata dan terjerumus. Ironisnya, hal ini juga terjadi di kalangan oknum penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memerangi peredaran narkoba.
Hal ini menimpa jajaran Satuan Narkoba Polresta Barelang. Di tahap pertama, ada 10 oknum anggota yang diduga terlibat diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) karena diduga terlibat penjualan barang bukti narkoba jenis sabu. Meski semuanya mengajukan banding untuk PTDH, namun untuk kasus pidananya terus berjalan.
Dari 10 oknum anggota Polresta Barelang itu, lima diantaranya dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Batam.
Karutan Batam Fajar Teguh Wibowo menjelaskan, lima anggota polisi yang terlibat penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu ini tiba di Rutan Batam, Sabtu (21/9) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kelimanya diantar aparat kepolisian dari Polda Kepri.
”Iya kita terima siang tadi. Ada lima orang dan mereka dalam keadaan sehat,” ujar Karutan.
Sesuai dengan protap pengamanan Rutan Batam, kelima tahanan baru ini harus menjalani pendataan dan pengecekan kesehatan terlebih dahulu. Untuk awal-awal masuk ini, kelimanya akan ditempatkan di ruangan terpisah.
”Ya, seperti biasa sesuai protap kami yang ada. Tahanan baru tentu harus dipisahkan dulu untuk mendapatkan arahan dari petugas. Semua yang ada di dalam sini kita perlakukan sama. Mereka pun demikian. Tetap jalani sesuai aturan yang ada,” kata Fajar.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Barelang diperiksa dan ditahan Propam Polda Kepri. Para personel ini diduga bermain dengan bandar sabu di Kampung Aceh, Mukakuning berinisial As.
Informasi yang didapatkan, personel yang diperiksa tersebut berjumlah 10 orang, termasuk Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda.
Kasus ini bermula saat Ditres Narkoba Polda Kepri menangkap As dengan barang bukti 1 kilogram sabu. Dari pemeriksaan, As mengaku barang bukti itu didapatkan atau dibeli dari personel Satres Narkoba Polresta Barelang dengan nilai ratusan juta rupiah.
Dari pengakuan As tersebut, Propam Polda Kepri memeriksa salah seorang anggota yang menjual sabu itu. Dan anggota tersebut mengaku perbuatannya atas perintah atasannya atau Kasat Narkoba, sehingga Kasat dan 9 anggotanya digelandang semua dan kini bersiap masuk ke kursi pesakitan.
Lima dari sepuluh orang oknum anggota Polresta Barelang yang terlibat kasus narkoba saat dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam.
Kompolnas: Pengawasan Atasan Tak Optimal
Tak hanya berakhir di situ, ”jiwa korsa” jajaran oknum Satnarkoba Polresta Barelang yang tersisa ternyata masih menyala. Sehingga, diduga melakukan hal yang sama dengan 10 rekannya, yakni diduga hendak menjual 5 kg BB narkoba yang uangnya akan digunakan untuk menyewa pengacara guna membela 10 rekannya yang terlebih dahulu diproses hukum.
Namun, aksi kelima oknum ini tak berjalan mulus. Paminal Mabes Polri mencium gelagat itu, sehingga mengamankan lima oknum ini dengan BB yang hendak dijual tersebut.
Terkait tambahan lima oknum anggota yang diangkut ke Mabes Polri untuk proses hukum lebih lanjut, Kompolnas kembali angkat bicara.
Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, mengungkapkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Mabes Polri terkait perkara lima anggota Satuan Reserse Narkoba(Satresnarkoba) Polresta Barelang yang ditangkap Pengamanan Internal (Paminal) Mabes Polri atas dugaan penyalahgunaan barang bukti narkotika jenis sabu.
”Ini sangat mengejutkan dan menunjukkan adanya kenekatan serta tidak adanya efek jera. Pengawasan atasan secara berjenjang belum optimal,” ujar Poengky, Sabtu (21/9).
Menurut Poengky, hubungan emosional serta komunikasi antara atasan dan bawahan perlu diperbaiki untuk mencegah pelanggaran seperti ini.
”Pimpinan harus tahu betul apa yang dialami anggotanya agar bisa mencegah niat buruk dan mengurangi pelanggaran,” tambahnya.
Jika lima anggota tersebut terbukti bersalah, Poengky menilai bahwa hal ini merupakan bentuk pembangkangan dan pengkhianatan terhadap institusi Polri, sehingga mereka layak dipecat.
“Kasus ini juga mengingatkan pada insiden serupa yang melibatkan 10 personel Satres Narkoba Polresta Barelang sebelumnya,” ujarnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Heribertus Ompusunggu, membenarkan penangkapan lima anggota Satres Narkoba tersebut. Ia menyatakan akan mendukung penuh pengungkapan kasus ini hingga tuntas.
“Setiap tindakan yang melanggar hukum akan kami tindak tegas. Saya mendukung penuh proses ini,” ujarnya.
Heribertus menjelaskan, penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang melibatkan 10 personel Satres Narkoba Polresta Barelang.
Namun, ia mengaku belum mengetahui jumlah barang bukti yang disalahgunakan oleh anggotanya.
”Kemungkinan besar ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya, tetapi saya belum mendapat informasi lengkap dari Mabes Polri,” kata dia.
Heribertus juga menegaskan, dugaan penyalahgunaan barang bukti sabu ini terjadi sebelum ia menjabat sebagai Kapolresta Barelang. Dengan kata lain, terjadi di era Kapolresta sebelum dia.
Namun ia menegaskan, saat ini, seluruh barang bukti narkoba harus disertai dengan berita acara pemusnahan dan menurutnya, tidak ada barang bukti yang hilang atau dijual sejak ia menjabat.
”Ini terkait kasus lama. Saya belum mendapatkan laporan lengkap mengenai dugaan penjualan barang bukti ini,” tutupnya. (*)
Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens usai bebas dari penyanderaan OPM dalam kondisi sehat.
batampos – Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens akhirnya bebas, Sabtu (21/9). Warga negara Selandia Baru itu bebas setelah menjadi sandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) selama satu tahun tujuh bulan.
Bebasnya Philip Mark membuat pemilik Maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti, bahagia. Ia menyampaikan bahwa perjalanan sampai Philip bebas adalah proses panjang.
Keterangan itu diungkapkan Susi melalui unggahan pada akun media sosial resminya. Proses yang panjang dan melelahkan untuk semua team, tulis Susi.
Dia menyampaikan, keberhasilan itu berkat soliditas yang tinggi di antara TNI, Polri, dan tokoh masyarakat setempat. Hasilnya, Philip bebas dalam keadaan selamat dan langsung diterbangkan ke Jakarta.
Karena soliditas yang tinggi antara TNI-Polri juga tokoh masyarakat yang terus bekerja sama mengupayakan pembebasan Capt. Philip Mehrtens, akhirnya dapat berhasil bebas. Terima kasih banyak,†ungkap Susi, lagi.
Philip diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat angkut intai milik TNI AU. Yakni pesawat dengan nomor ekor AI-7301. Pesawat tersebut take off dari Timika sekitar pukul 15.45 WIT atau 13.45 WIB.
Philip mendarat di Jakarta tadi malam. Pesawat yang membawa Philip itu landing di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Seperti diketahui, OPM kelompok Egianus Kogoya menyandera Philip sejak 7 Februari 2023. Saat itu, Philip diserang oleh Egianus dan anak buahnya setelah mendaratkan pesawat jenis
Pilatus Porter dengan register PK-BVY.
Pesawat itu dibakar oleh OPM. Sementara Philip langsung disandera. Berbagai upaya dilakukan untuk membebaskan Philip. Namun tidak kunjung berhasil. Pada Sabtu (21/9) Philip akhirnya bebas dari tangan OPM.
Sebelumnya, kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2024 yang juga Wakapolda Papua Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan, pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens tidak lepas dari keberhasilan dalam upaya melakukan negosiasi.
Uniknya, salah satu yang menjadi bagian dari negosiasi hingga Philip Mehrtens akhirnya dibebaskan di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga, Sabtu pagi adalah bahan makanan.
”Saat pembebasan kita bawa Bama (bahan makanan) ke lokasi, tidak ada tebusan. Dan Bama itu biasa saja (bukan spesial, red),” kata Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani kepada Cenderawasih Pos (grup Batam Pos) saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9).
Proses negosiasi ini sampai akhirnya membuahkan hasil pilot Susi Air dibebaskan oleh KKB melalui proses yang cukup panjang. Setidaknya dalam satu bulan belakangan proses negosiasi dengan pihak KKB intens dilakukan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat, khususnya satu Minggu belakangan.
Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo angkat suara terkait keberhasilan pembebasan sandera Pilot Philip Mark Mehrtens. Dia menyampaikan apresiasi tinggi kepada anggota TNI-Polri yang sudah bekerja dengan baik.
”Atas kerja keras seluruh tim yang bertugas melaksanakan operasi, hari ini (kemarin, red) tim berhasil menyelesaikan misi dan membawa pulang sandera pilot dalam kondisi sehat,” kata Sigit melalui akun Intagramnya, Sabtu (21/9).
”Selamat kepada seluruh anggota TNI-Polri yang tergabung dalam Ops Paro dan Damai Cartenz yang telah berhasil menyelamatkan Pilot Selandia Baru,” imbuhnya.
Sigit juga mendoakan agar Philip bisa segera kembali ke keluarga. ”Semoga bisa segera kembali bertemu dengan keluarganya. Terimakasih untuk sinergitas dan soliditas TNI-Polri,” pungkasnya.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi membeber prosedur yang dilakukan oleh TNI, Polri, dan petugas dari instansi lainnya pasca pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens.
Sesuai prosedur yang ada, kami melaksanakan treatment. Pertama kami laksanakan pengecekan kesehatan, Alhamdulillah yang bersangkutan cukup stabil walaupun berat badan turun secara drastis,†kata Bambang.
Meski demikian, jenderal bintang tiga TNI AD itu memastikan bahwa Philip dalam keadaan sehat. Dia tidak sakit sehingga diperbolehkan langsung terbang dari Timika ke Jakarta. Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memeriksa kejiwaan Philip.
Untuk psikologis kami juga sudah melaksanakan konseling. Cukup baik, tidak ada tanda-tanda PTSD, sehingga yang bersangkutan layak untuk kami segera terbangkan ke Jakarta,†terang dia. (*)